cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
cjpp@unesa.ac.id
Phone
+6282231445454
Journal Mail Official
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CJPP
ISSN : 22526129     EISSN : 30634806     DOI : https://doi.org/10.26740/cjpp
Character Jurnal Penelitian Psikologi is a peer-reviewed journal that covers all topics in theoretical and applied psychology that is managed by Department of Psychology, Faculty of Psychology, Universitas Negeri Surabaya. This journal is published in January, May, and September by Universitas Negeri Surabaya.
Articles 1,052 Documents
Strategi Pengelolaan Diri Mahasiswa Rantau Dari Keluarga Broken Home: Studi Fenomenologi Rahmah, Siti; Fredita, Silva Yumi; Nurdin, Muhammad; Komalasari, Shanty
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p113-122

Abstract

Keluarga adalah lingkungan pertama yang sangat penting bagi perkembangan anak. Namun, saat ini banyak mahasiswa yang berasal dari keluarga broken home. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pengelolaan diri mahasiswa dari keluarga broken home dalam menghadapi tekanan emosional dan akademik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif ,dengan pendekatan fenomenologi, data dikumpulkan dengan wawancara semi-terstruktur yang dilakukan pada tiga mahasiswa dari keluarga broken home, kemudian data dianalisis menggunakan teknik tematik, meliputi pengelompokan tema, dan interpretasi mendalam, lalu validasi dilakukan dengan triangulasi data dan member checking untuk memastikan akurasi interpretasi. Hasil menunjukkan bahwa dukungan sosial, motivasi untuk meningkatkan kualitas hidup, serta strategi coping seperti pengalihan perhatian dan pengelolaan emosi adalah faktor utama dalam pengelolaan diri. Penelitian ini menyoroti pentingnya manajemen diri dan dukungan sosial bagi mahasiswa dari keluarga broken home untuk mengatasi tantangan kehidupan akademik dan sosial. Abstract Family is the first environment that is very important for a child's development. However, currently many students come from broken homes. This research aims to explore the self-management strategies of students from broken homes in dealing with emotional and academic pressure. The method used in this research is a qualitative approach. phenomenological, semi-structured interviews were conducted on three students from the family. broken home. The results show that social support, motivation to improve the quality of life, as well as coping strategies such as distraction and emotional management are the main factors in self-management. This research highlights its importance. self-management and social support for students from broken homes to overcome the challenges of academic and social life.
Silent Treatment Sebagai Bentuk Ekspresi Emosi Marah Hasna, Salsabila Nur
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p123-129

Abstract

Emosi marah sering muncul sebagai respons terhadap situasi atau peristiwa yang dianggap mengancam atau tidak menyenangkan, yang diungkapkan melalui respon aktif maupun pasif. Salah satu bentuk ungkapan emosi marah yang sering digunakan adalah silent treatment atau perlakuan diam, yang dianggap sebagai ekspresi pasif karena melibatkan penghindaran interaksi dan komunikasi. Meskipun sering dipahami sebagai bentuk pengucilan atau penolakan, perilaku ini dapat memiliki dampak psikologis yang signifikan, seperti kecemasan, depresi, dan gangguan emosional lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku silent treatment dalam komunikasi non-verbal, dengan fokus pada emosi marah yang diekspresikan melalui perilaku ini. Berdasarkan teori komunikasi non-verbal dan psikologi, perilaku diam ini sering kali muncul sebagai upaya menghindari konfrontasi langsung, namun dapat memperburuk ketegangan dalam hubungan interpersonal. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, dengan mengumpulkan data dari berbagai literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa silent treatment  digunakan sebagai bentuk dari ungkapan emosi marah. Meskipun bisa memberi waktu bagi individu untuk meredakan emosi, penggunaan berulang dapat merusak hubungan dan meningkatkan stres emosional. Oleh karena itu, penting untuk menggantikan perilaku ini dengan komunikasi yang lebih terbuka untuk penyelesaian konflik yang lebih sehat. Abstract Anger emotion arises in response to situations or events that are perceived as threatening or unpleasant, expressed through active or passive responses. One frequently used form of expression of angry emotions is the silent treatment, which is considered a passive expression as it involves avoidance of interaction and communication. Although often understood as a form of exclusion or rejection, this behavior can have significant psychological impacts, such as anxiety, depression, and other emotional disorders. This study aims to analyze the role of silent treatment in non-verbal communication, focusing on the emotion of anger expressed through this behavior. Based on non-verbal communication theory and psychology, this silent behavior often appears as an attempt to avoid direct confrontation, but can exacerbate tension in interpersonal relationships. This research uses a qualitative approach method through literature study, by collecting data from various related literature. The results showed that silent treatment is used as a form of expression of angry emotions. Although it can give individuals time to defuse emotions, repeated use can damage relationships and increase emotional stress. Therefore, it is important to replace this behavior with more open communication for healthier conflict resolution.
Hubungan Antara Konformitas Dengan Perilaku Konsumtif Pada Mahasiswa Zaki, Naufal; Dewi, Damajanti Kusuma
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p490-499

Abstract

Konformitas dapat memengaruhi perilaku konsumtif, terutama di kalangan mahasiswa yang aktif menggunakan platform e-commerce seperti Zalora. Perilaku konsumtif sering kali melibatkan pembelian impulsif tanpa mempertimbangkan kebutuhan rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas dan perilaku konsumtif pada mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (FIP UNESA). Pendekatan kuantitatif digunakan dengan desain korelasional. Sampel terdiri dari 155 mahasiswa FIP UNESA pengguna aktif Zalora, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan teknik korelasi Pearson dan regresi linier sederhana. Hasil menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara konformitas dan perilaku konsumtif (r = 0.486, p < 0.01). Konformitas berkontribusi sebesar 23,6% terhadap perilaku konsumtif, dengan faktor pendukung berupa usia, tekanan sosial, dan preferensi terhadap produk branded. Konformitas memainkan peran penting dalam memengaruhi perilaku konsumtif mahasiswa. Edukasi literasi keuangan diperlukan untuk membantu mahasiswa mengelola perilaku konsumtif secara bijak. Abstract Conformity can influence consumptive behavior, especially among college students who actively use e-commerce platforms such as Zalora. Consumptive behavior often involves impulse buying without considering rational needs. This study aims to determine the relationship between conformity and consumptive behavior in students of the Faculty of Education, Surabaya State University (FIP UNESA). A quantitative approach was used with a correlational design. The sample consisted of 155 FIP UNESA students who are active users of Zalora, selected through purposive sampling technique. Data were collected using a Likert scale questionnaire, then analyzed using Pearson correlation and simple linear regression techniques. The results showed a significant positive relationship between conformity and consumptive behavior (r = 0.486, p < 0.01). Conformity contributes 23.6% to consumptive behavior, with supporting factors in the form of age, social pressure, and preference for branded products. Conformity plays an important role in influencing college students' consumptive behavior. Financial literacy education is needed to help students manage consumptive behavior wisely.
Emotional Exhaustion pada Ayah yang Memiliki Anak ABK: Studi Kasus di Rumah Terapi X Putri, Adelia Fristiana; Satwika, Yohana Wuri
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p130-142

Abstract

Penelitian ini didasari oleh banyaknya studi mengenai pengasuhan anak berkebutuhan khusus yang cenderung melibatkan ibu sebagai fokus utama. Namun, kontribusi ayah dalam pengasuhan, khususnya untuk anak dengan kebutuhan khusus, masih belum mendapatkan perhatian yang memadai, sering kali ayah menghadapi sejumlah tantangan besar di berbagai aspek, baik emosional, keuangan, maupun sosial, yang dapat mengakibatkan kelelahan emosional. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha untuk mengetahui gambaran kelelahan emosional serta faktor-faktor yang mempengaruhinya pada ayah yang memiliki anak berkebutuhan khusus di Rumah Terapi X. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan tiga partisipan menggunakan purposive sampling. Data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui analisis tematik, ditambah dengan informasi dari orang-orang terdekat masing-masing partisipan. Hasil penelitian menunjukkan adanya indikasi kelelahan emosional pada ayah yang memiliki anak berkebutuhan khusus di Rumah Terapi X. Hal ini dapat dilihat dari seluruh partisipan yang menunjukkan aspek fisik, emosional, dan mental, serta faktor utama yang paling berpengaruh adalah beban kerja (workload). Terdapat enam tema utama dalam penelitian ini yaitu pengalaman mengasuh anak berkebutuhan khusus, tantangan mengasuh anak berkebutuhan khusus, kelelahan emosional, strategi coping, sumber dukungan, dan harapan orang tua untuk anak berkebutuhan khusus. Abstract This study is based on the abundance of research on parenting children with special needs, which tends to focus primarily on mothers. However, the contributions of fathers in parenting, especially for children with special needs, have not received adequate attention. Fathers often face significant challenges in various aspects-emotional, financial, and social-which can lead to emotional exhaustion. Therefore, this study aims to explore the nature of emotional exhaustion and the factors influencing it among fathers of children with special needs at Therapy Center X. The research employs a qualitative method with a case study approach. Data were collected through interviews with three participants. The collected data were then analyzed using thematic analysis, supplemented by information from individuals close to each participant. The results of the study indicate signs of emotional exhaustion among fathers of children with special needs at Therapy Center X. This is evident from all participants, who exhibited physical, emotional, and mental aspects of exhaustion, with workload identified as the most influential factor.
Analisis Kuantitatif Deskriptif Tingkat Keterikatan Kerja pada Guru SMK Andriana, Elizabeth Angeline; Satwika, Yohana Wuri
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p143-152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai keterikatan kerja pada guru SMK. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah "seberapa tinggi tingkat keterikatan kerja pada guru SMK Negeri "X" Surabaya". Penelitian ini merupakan penelitian analisis deskriptif kuantitatif dengan metode sampling jenuh. Subjek penelitiannya adalah guru SMK Negeri "X" Surabaya sejumlah 86 guru. Instrumen pada penelitian ini berupa kuesioner keterikatan kerja yang terdiri dari 16 item. Hasil analisis data menunjukan bahwa mayoritas guru SMK Negeri "X" Surabaya memiliki tingkat keterikatan kerja yang tinggi dengan nilai presentase 86%. Hal ini dikarenakan guru memiliki semangat, dedikasi, dan komitmen dalam menyelesaikan pekerjaannya. Penelitian ini memberikan pemahaman mengenai sejauh mana faktor keterikatan kerja pada guru dapat meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya pada pendidikan SMK.  Saran untuk penelitian ini adalah sekolah dapat lebih memperhatikan faktor yang mempengaruhi keterikatan kerja dan lebih mendengarkan kebutuhan para guru. Selain itu, peneliti selanjutnya dapat memperluas cakupan penelitian dengan menambah jumlah subjek agar penelitian dapat digeneralisasikan. Abstract This study aims to obtain an overview of work engagement among vocational school teachers. The research question addressed in this study is “How high is the level of work engagement among teachers at State Vocational School ‘X’ in Surabaya?” This study is a quantitative descriptive analysis using a saturated sampling method. The research subjects were 86 vocational school teachers at State Vocational School “X” in Surabaya. The research instrument was a job commitment questionnaire consisting of 16 items. The data analysis results showed that the majority of vocational school teachers at State Vocational School “X” in Surabaya had a high level of job commitment, with a percentage of 86%. This was because the teachers had enthusiasm, dedication, and commitment to completing their work. This study provides insights into the extent to which work engagement factors among teachers can enhance educational quality, particularly in vocational education. Recommendations for this study include schools paying more attention to factors influencing work engagement and better addressing teachers' needs. Additionally, future researchers may expand the scope of the study by increasing the number of subjects to enable generalization of the findings.
Analisis Kuantitatif Deskriptif Tingkat Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada Guru Sekolah Dasar di Kecamatan X Putri, Farellia Dwi Fatika Wibowo; Satwika, Yohana Wuri
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p153-164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat organizational citizenship behavior (OCB) pada guru sekolah dasar di kecamatan X. Rumusan masalah yang disusun dalam penelitian ini adalah “Bagaimana tingkat organizational citizenship behavior (OCB) pada guru sekolah dasar di kecamatan X”. Penelitian ini menggunakan kuantitatif deskripif dengan metode stratified random sampling dan didapatkan subyek penelitian sebanyak 216 guru sekolah dasar di Kecamatan X. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang berisikan skala organizational citizenship behavior (OCB) sebanyak 32 aitem dengan nilai reliabilitas sebesar 0,927. Sedangkan teknik penelitian yang digunakan adalah kategorisasi organizational citizenship behavior (OCB) pada guru sekolah dasar. Hasil penelitian didapatkan berdasarkan hasil akumulasi beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, dan lama masa kerja. Berdasarkan hasil tersebut, organizational citizenship behavior (OCB) pada guru sekolah dasar berada pada kategori tinggi. Hal ini dibuktikan berdasarkan uji kategorisasi yang menunjukkan bahwa OCB pada guru di sekolah dasar didominasi kategori tinggi dengan nilai 96 ≤ X dengan jumlah guru sebanyak 201 (93,1 %). Meskipun pada beberapa aspek OCB masih dalam kategori sedang, akan tetapi banyak guru di sekolah dasar yang sudah menunjukkan perilaku OCB dengan berkomitmen dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan mereka, serta mampu membentuk rasa kekeluargaan yang tinggi pada setiap guru. Abstract This research aims to determine the level of organizational citizenship behavior (OCB) among elementary school teachers in district X. The problem formulation outlined in this research is "What is the level of organizational citizenship behavior (OCB) among elementary school teachers in district X?" This study uses descriptive quantitative methods with stratified random sampling and obtained 216 elementary school teacher subjects in District X. The instrument in this study used a questionnaire containing a scale of organizational citizenship behavior (OCB) with 32 items and a reliability value of 0.927. Meanwhile, the research technique used is the categorization of organizational citizenship behavior (OCB) among elementary school teachers. The research results were obtained based on the accumulation of several factors such as age, gender, and length of service. Based on these results, the organizational citizenship behavior (OCB) of elementary school teachers falls into the high category. This is evidenced by the categorization test, which shows that OCB among elementary school teachers is dominated by the high category with a score of 96 ≤ X, with a total of 201 teachers (93.1%). Although in some aspects OCB is still in the moderate category, many elementary school teachers have already shown OCB behavior by being committed and responsible for their work and are able to foster a strong sense of family among all teachers.
Hubungan antara Iklim Organisasi dengan Keterlibatan Kerja pada Pegawai Dinas X Aulia, Agnely Risqy; Mulyana, Olievia Prabandini
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p165-178

Abstract

Penelitian ini menekankan pentingnya keterlibatan kerja pegawai di instansi pemerintahan dengan beragam tugas dan fungsi. Ketidakjelasan peran dapat mendorong pegawai bekerja di luar tupoksi, yang menurunkan kinerja dan keterlibatan kerja. Keterlibatan kerja merupakan hubungan psikologis individu terhadap pekerjaannya, yang mana menjadi kunci pencapaian target instansi. Penelitian ini bertujuan mengungkap hubungan antara iklim organisasi dan keterlibatan kerja pada 74 ASN Dinas X yang bekerja minimal satu tahun. Penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh dengan pendekatan kuantitatif korelasional. Variabel diukur menggunakan instrumen keterlibatan kerja mengacu pada aspek keterlibatan kerja oleh Kanungo (1982) dan instrumen iklim organisasi mengacu pada dimensi iklim organisasi oleh Lussier (2017). Analisis data mencakup uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk, uji linearitas dengan deviation from linearity, dan uji korelasi dengan analisis Pearson Product Moment. Hasil menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,656 dengan signifikansi 0,001 (p < 0,05) yang dimaknai adanya hubungan positif dan kuat antara iklim organisasi dengan keterlibatan kerja. Hal ini menandakan semakin tinggi iklim organisasi yang dirasakan pegawai maka semakin tinggi pula keterlibatan kerja pegawai. Abstract This research underscores the importance of job involvement in government agencies. Role ambiguity is a factor that can reduce employee performance and involvement. Job involvement is an individual's psychological connection to their work, and it is crucial for achieving institutional targets. This study investigated the relationship between organizational climate and job involvement among 74 civil servants at Agency X who had worked for at least one year. A correlational quantitative approach with a saturated sampling technique was used. Job involvement variables were measured using aspects identified by Kanungo (1982), while the organizational climate instrument was based on dimensions proposed by Lussier (2017). Data analysis included the Shapiro-Wilk normality test, a linearity test via deviation from linearity, and a Pearson Product Moment correlation. Results showed a positive and strong correlation (r=0.656, p<0.05) between organizational climate and job involvement. This suggests that a more positive perceived organizational climate correlates with higher employee job involvement.
Hubungan Kualitas Kehidupan Kerja dan Pemberdayaan Psikologis pada Karyawan X Rohmah, Mellynda Silanur; Mulyana, Olievia Prabandini
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p179-192

Abstract

Karyawan bidang operasi berperan penting dalam menjaga kontinuitas proyek di lingkungan kerja berisiko tinggi. Tuntutan kompetensi, sistem kerja shift, serta tekanan fisik dan mental yang tinggi menjadikan pemberdayaan psikologis mereka perlu mendapat perhatian khusus. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif korelasional. Data dikumpulkan menggunakan skala Likert dan dianalisis menggunakan Pearson’s correlation melalui program JASP 0.17.1. Nilai koefisien (r) sebesar 0.785 dengan signifikansi (p = 0.001 < 0.05), yang mengindikasikan hubungan positif dan signifikan antara kualitas kehidupan kerja dan pemberdayaan psikologis. Semakin tinggi kualitas kehidupan kerja maka semakin tinggi pemberdayaan psikologis karyawan, demikian sebaliknya semakin rendah kualitas kehidupan kerja maka semakin rendah pemberdayaan psikologis karyawan. Abstract Operational employees play a vital role in maintaining project continuity within high-risk work environments. High competency demands, shift-based schedules, and elevated physical and mental pressure highlight the need for greater attention to their psychological empowerment. This study employed a quantitative correlational method. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using Pearson’s correlation through the JASP 0.17.1 software. The correlation coefficient (r) was 0.785 with a significance value (p = 0.001 < 0.05), indicating a positive and significant relationship between quality of work life and psychological empowerment. The higher the quality of work life, the higher the psychological empowerment of employees, and vice versa, the lower the quality of work life, the lower the psychological empowerment of employees.
Hubungan antara Persepsi Dukungan Organisasi dengan Keterikatan Kerja pada karyawan Nabila, Annisa’ Fara; Mulyana, Olievia Prabandini
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p193-201

Abstract

Karyawan yang menghadapi berbagai tugas dan tuntutan perlu memiliki semangat, dedikasi, dan keterikatan penuh agar dapat bekerja optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan keterikatan kerja pada karyawan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 108 karyawan yang dipilih dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.001 (p < 0.05). Nilai koefisien korelasi sebesar 0.753 (r = 0.753) menunjukkan bahwa hubungan antara persepsi dukungan organisasi dan keterikatan kerja bersifat kuat dan searah, yang berarti semakin tinggi persepsi dukungan organisasi yang dirasakan karyawan, maka semakin tinggi pula tingkat keterikatan kerja yang dimilikinya. Abstract Employees facing various tasks and demands need to have enthusiasm, dedication, and full commitment in order to work optimally. This study aims to determine the relationship between perceived organizational support and work engagement among employees. The sample in this study consisted of 108 employees selected using saturated sampling techniques. The data obtained were analyzed using Pearson Product Moment correlation tests. The analysis results show a significance value of 0.001 (p < 0.05). The value of the correlation coefficient of 0.753 (r = 0.753) shows that the relationship between the two variables is strong and in the same direction, meaning that the higher the perceived organizational support score, the higher the work engagement owned by employees.
Hubungan Kebermaknaan Kerja dan Flourishing pada Guru SMK X Novianti, Dinda Cahya; Mulyana, Olievia Prabandini
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p202-214

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena pentingnya flourishing pada guru SMK dengan tugas yang kompleks. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebermaknaan kerja dan flourishing pada guru. Subjek penelitian ini menggunakan sampel jenuh menggunakan 40 orang guru di SMK X sebagai subjek penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif korelasional. Kedua variabel diukur menggunakan skala flourishing dan kebermaknaan kerja. Hasil penelitian ini adalah kedua variabel memiliki nilai koefisien korelasi 0.714 dengan nilai signifikansi 0.001 (p < 0.05). Hal ini menyatakan bahwa  terdapat hubungan positif dalam kategori kuat antara variabel kebermaknaan kerja dan flourishing pada guru SMK X. Abstract This research is motivated by the importance of flourishing among vocational school teachers with complex tasks. This study investigates the relationship between meaningful work and teacher flourishing. The method used in this research is a quantitative method with research subjects totaling 40 teachers. Both variables are measured using flourishing and meaningful work scales. The results of this study show that both variables have a correlation coefficient of 0.714 with a significance value of 0.001 (p < 0.05). This indicates a strong positive relationship between meaningful work and vocational school teachers flourishing.

Page 97 of 106 | Total Record : 1052


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 3 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 8 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 7 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 1 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 04 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 03 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 3 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 5 (2019) Vol. 6 No. 4 (2019) Vol. 6 No. 3 (2019) Vol. 6 No. 2 (2019) Vol. 6 No. 1 (2019) Vol. 5 No. 3 (2018) Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 1 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 3 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 2 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 1 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 01 (2016): Character Vol. 3 No. 3 (2015): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 3 No. 2 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 3 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 2 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi More Issue