cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
cjpp@unesa.ac.id
Phone
+6282231445454
Journal Mail Official
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CJPP
ISSN : 22526129     EISSN : 30634806     DOI : https://doi.org/10.26740/cjpp
Character Jurnal Penelitian Psikologi is a peer-reviewed journal that covers all topics in theoretical and applied psychology that is managed by Department of Psychology, Faculty of Psychology, Universitas Negeri Surabaya. This journal is published in January, May, and September by Universitas Negeri Surabaya.
Articles 1,052 Documents
Hubungan Antara Kepribadian Proaktif Dengan Adaptabilitas Karier Siswa SMK X Sari, Teta Pamungkas; Mulyana, Olievia Prabandini
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p215-228

Abstract

Adaptabilitas karier bisa dilakukan pada siswa prakerin karena siswa melakukan transisi antara dunia sekolah dengan dunia kerja.  Dalam menghadapi tantangan di lingkungan kerja baru, siswa perlu beradaptasi dan berperan aktif, di mana kepribadian proaktif dan adaptabilitas karier sangat membantu dalam proses ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepribadian proaktif dengan adaptabilitas karier siswa SMK X. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan subjek sebanyak 428 siswa. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan skala adaptabilitas karier dan skala kepribadian proaktif. Teknik analisa data dalam penelitian ini yaitu teknik analisis korelasi. Berdasarkan analisis data didapatkan nilai signifikansi 0.000 (p < 0.05) dan nilai taraf korelasi (r) sebesar 0.714 Sehingga hipotesis yang berbunyi terdapat hubungan antara kepribadian proaktif dengan adaptabilitas karier siswa SMK X dinyatakan diterima. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang positif, maka semakin tinggi kepribadian proaktif pada siswa maka semakin tinggi pula adaptabilitas karier pada siswa. Abstract Career adaptability is possible for internship students because students make the transition between the school world and the world of work. In facing challenges in the new work environment, students need to adapt and play an active role, where proactive personality and career adaptability are very helpful in this process. This study aims to determine the relationship between proactive personality and career adaptability of SMK X students. The method used in this research is quantitative with 428 students as subjects. The instruments in this study used a career adaptability scale and a proactive personality scale. Data analysis techniques in this study are correlation analysis techniques. Based on data analysis, the significance value is 0.000 (p <0.05) and the correlation level value (r) is 0.714 so that the hypothesis that there is a relationship between proactive personality and career adaptability of SMK X students is accepted. The result of this study is that there is a positive relationship, so the higher the proactive personality in students, the higher the career adaptability in students.
Hubungan Keterikatan Kerja dan Perilaku Produktif pada Karyawan PT. X Rachmadev, Natasya Machendrei Haliza; Mulyana, Olievia Prabandini
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p229-239

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan keterikatan kerja dan perilaku produktif pada karyawan PT. X. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang karyawan yang dipilih melalui teknik total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala keterikatan kerja dan perilaku produktif. Teknik analisis data menggunakan korelasi Pearson Produk Moment. Hasil analisis menunjukkan bahwa Keterikatan Kerja memiliki hubungan positif yang kuat terhadap Perilaku Produktif pada karyawan (r =0.856, p < 0.01). Nilai signifikansi sebesar 0.001 menunjukkan bahwa hubungan tersebut sangat signifikan secara statistik. Semakin tinggi keterikatan kerja yang dimiliki karyawan, semakin tinggi pula perilaku produktif yang ditunjukkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterikatan kerja berperan penting dalam membentuk perilaku kerja yang produktif. Abstract This study was conducted to examine the relationship between work engagement and productive behavior among employees of PT. X. The research method employed was quantitative with a sample size of 40 employees selected through total sampling technique. The measurement instruments used were the Work Engagement Scale and the Productive Behavior Scale. Data were analyzed using Pearson Product Moment correlation technique. The analysis results indicate that Work Engagement has a strong positive correlation with Productive Behavior among employees (r = .856, p < 0.01). The significance value of 0.001 demonstrates that this relationship is statistically highly significant. The higher the level of work engagement an employee has, the higher the level of productive behavior they tend to exhibit. This study concludes that work engagement plays an important role in shaping productive work behavior.
Hubungan antara Otonomi Kerja dengan Keterikatan Kerja Pada Karyawan PT X Hanum, Dyah Alfu Putri; Mulyana, Olievia Prabandini
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p240-253

Abstract

Perusahaan menghadapi tantangan dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung bertahannya produktivitas karyawan secara optimal. Perubahan produktivitas ini berhubungan erat dengan sejauh mana karyawan merasa terlibat dan terikat dengan pekerjaannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan otonomi kerja dan keterikatan kerja pada karyawan PT. X. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jumlah populasi sebanyak 100 orang dan menggunakan teknik sampling jenuh yakni menggunakan keseluruhan populasi sebagai sampel. Alat ukur yang digunakan adalah skala keterikatan kerja dan perilaku produktif. Teknik analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 (p < 0.05) dengan koefisien korelasi sebesar 0.603, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dan kuat antara otonomi kerja dengan keterikatan kerja. Semakin tinggi otonomi kerja yang dimiliki karyawan, semakin tinggi pula keterikatan kerja yang ditunjukkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterikatan kerja berperan penting dalam membentuk perilaku kerja yang produktif. Abstract Companies face the challenge of creating a work environment that supports the maintenance of optimal employee productivity. This productivity change is closely related to the extent to which employees feel involved and attached to their work. This study was conducted to determine the relationship between work autonomy and work engagement in employees of PT X. The research method used is quantitative with a population of 100 people and using saturated sampling technique, namely using the entire population as a sample. The measuring instrument used is a scale of work engagement and productive behavior. Data analysis techniques using Pearson Product Moment correlation. The results of the analysis showed a significance value of 0.000 (p < 0.05) with a correlation coefficient of 0.603, which means there is a significant and strong relationship between job autonomy and work engagement. The higher the work autonomy of employees, the higher the work engagement shown. This study concludes that work engagement plays an important role in shaping productive work behavior.
Efektivitas Penilaian Kinerja Terhadap Tingkat Produktivitas Karyawan Sukmawati, Rizda Yuli; Puspitadewi, Ni Wayan Sukmawati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p254-261

Abstract

Produktivitas karyawan merupakan salah satu indikator utama dalam mengukur efektivitas dan daya saing organisasi di era persaingan global. Salah satu upaya strategis yang digunakan untuk meningkatkan produktivitas adalah melalui sistem penilaian kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penilaian kinerja dalam meningkatkan produktivitas karyawan. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, yaitu metode yang sistematis, eksplisit, dan dapat direproduksi untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis karya-karya ilmiah yang telah dipublikasikan oleh para peneliti dan praktisi. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara membaca, mencatat, serta menyusun data dari sumber ilmiah yang meliputi artikel jurnal nasional dan internasional. Literatur diperoleh dari basis data seperti Google Scholar, Garuda, dan ResearchGate dengan mempertimbangkan relevansi, aktualitas, dan keabsahan ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa penilaian kinerja yang dilakukan secara adil, transparan, dan terintegrasi dengan sistem penghargaan dan pengembangan sumber daya manusia, berkontribusi positif dan signifikan terhadap peningkatan produktivitas kerja. Sebaliknya, sistem yang tidak objektif dan minim tindak lanjut berdampak negatif terhadap motivasi dan loyalitas karyawan. Temuan ini menekankan pentingnya desain penilaian kinerja yang strategis untuk menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan berkelanjutan. Abstract Employee productivity is one of the main indicators in measuring the effectiveness and competitiveness of an organization in the era of global competition. One of the strategic efforts used to increase productivity is through a performance appraisal system. This study aims to analyze the effectiveness of performance appraisal in increasing employee productivity. This study applies a qualitative approach with a literature study method, which is a systematic, explicit, and reproducible method to identify, evaluate, and synthesize scientific works that have been published by researchers and practitioners. The data collection process is carried out by reading, recording, and compiling data from scientific sources including national and international journal articles. Literature is obtained from databases such as Google Scholar, Garuda, and ResearchGate by considering relevance, actuality, and scientific validity. The results of the study indicate that performance appraisals that are carried out fairly, transparently, and integrated with the reward system and human resource development contribute positively and significantly to increasing work productivity. Conversely, a system that is not objective and has minimal follow-up has a negative impact on employee motivation and loyalty. These findings emphasize the importance of strategic performance appraisal design to create a productive and sustainable work environment.
Faktor Penyebab Quarter life crisis Di Kalangan Mahasiswa Usmi, Rana Sahirah; Hasibuan, Sarah Jumiati; Elkhalista, Adzka; Harahap, Tasya Ababil; Miftahuddin
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p262-274

Abstract

Quarter life crisis adalah kondisi psikologis yang lazim dialami oleh individu berusia antara 18 hingga 25 tahun, terutama mahasiswa yang tengah menjalani masa transisi menuju kedewasaan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali berbagai faktor yang melatarbelakangi munculnya quarter life crisis di kalangan mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap lima orang informan yang pernah mengalami krisis tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa quarter life crisis dipengaruhi oleh faktor-faktor dari dalam diri maupun dari lingkungan luar. Faktor internal meliputi ekspektasi yang tidak tercapai, keraguan terhadap diri sendiri, dan ketidakpastian masa depan. Sementara itu, faktor eksternal meliputi tekanan sosial dari pertanyaan seputar kelulusan dan pekerjaan, paparan terhadap gaya hidup ideal di media sosial, tuntutan zaman yang serba cepat, serta ekspektasi budaya dari keluarga dan teman sebaya. Tekanan-tekanan ini memicu kecemasan, perbandingan sosial, dan ketidakstabilan emosi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa quarter life crisis adalah sebuah pengalaman yang rumit dan memiliki banyak aspek yang dipengaruhi oleh beragam faktor kehidupan individu dewasa muda. Pemahaman terhadap faktor-faktor ini penting untuk mendorong strategi coping yang efektif dan penguatan dukungan sosial bagi mahasiswa yang sedang menghadapi fase ini. Abstract Quarter life crisis is a psychological condition commonly experienced by individuals aged between 18 and 25 years, particularly university students who are in the transitional phase toward adulthood. This study aims to explore the various factors that underlie the emergence of quarter life crisis among students. The research employed a descriptive qualitative method, with data collected through in-depth interviews with five informants who had previously experienced such a crisis. The findings indicate that the quarter life crisis is influenced by both internal and external factors. Internal factors include unmet expectations, self-doubt, and uncertainty about the future. On the other hand, external factors involve social pressure related to questions about graduation and employment, exposure to idealized lifestyles on social media, the fast-paced demands of modern life, and cultural expectations from family and peers. These pressures trigger anxiety, social comparison, and emotional instability. The study concludes that the quarter life crisis is a complex and multidimensional experience shaped by various aspects of a young adult's life. Understanding these factors is essential for promoting effective coping strategies and strengthening social support for students facing this stage.
Aplikasi Rekrutmen dan Seleksi Karyawan yang User-Friendly: Studi Literatur Kusnanda, Raniah Ratna Brillianti; Puspitadewi, Ni Wayan Sukmawati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p275-290

Abstract

Transformasi digital mendorong perusahaan untuk mengadopsi sistem rekrutmen dan seleksi karyawan yang tidak hanya efisien secara teknis tetapi juga ramah pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik aplikasi rekrutmen dan seleksi yang ramah pengguna melalui kajian pustaka terhadap 20 artikel ilmiah nasional dan internasional. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan simplified thematic analysis untuk menyaring tema-tema utama dari hasil penelitian sebelumnya. Penelitian ini mengulas berbagai aspek, meliputi antarmuka pengguna (UI/UX), fitur pendukung pengambilan keputusan, metode seleksi digital, kesiapan organisasi, serta aspek etika dan psikologis pengguna. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem rekrutmen yang ramah pengguna memiliki tiga karakteristik utama, yaitu antarmuka yang sederhana dan mudah dinavigasi, interaksi pengguna yang jelas dan nyaman, serta fitur pendukung keputusan berbasis data yang transparan dan akurat. Sistem seperti itu terbukti meningkatkan efisiensi waktu, akurasi seleksi, dan pengalaman pengguna baik bagi kandidat maupun HRD. Selain itu, keberhasilan implementasi juga dipengaruhi oleh kesiapan organisasi, kepatuhan terhadap prinsip etika, dan penerimaan psikologis pengguna. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan aplikasi rekrutmen yang tidak hanya mengutamakan aspek teknologi, tetapi juga memperhatikan kebutuhan emosional, kognitif, dan sosial pengguna. Temuan ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis dalam membangun sistem rekrutmen digital yang lebih adaptif, inklusif, dan berorientasi pada pengalaman pengguna. Abstract Digital transformation encourages companies to adopt employee recruitment and selection systems that are not only technically efficient but also user-friendly. This study aims to identify the characteristics of user-friendly recruitment and selection applications through a literature review of 20 national and international scientific articles. The method used is a literature study with a simplified thematic analysis approach to filter the main themes from previous research results. This study reviews various aspects, including the user interface (UI/UX), decision-making support features, digital selection methods, organizational readiness, and ethical and psychological aspects of users. The results of the analysis show that a user-friendly recruitment system has three main characteristics, namely a simple and easy-to-navigate interface, clear and convenient user interaction, and transparent and accurate data-based decision support features. Such a system has been shown to increase time efficiency, selection accuracy, and user experience for both candidates and HRD. In addition, successful implementation is also influenced by organizational readiness, compliance with ethical principles, and psychological acceptance of users. The conclusion of this study emphasizes the importance of developing recruitment applications that not only prioritize technological aspects, but also pay attention to the emotional, cognitive, and social needs of users. These findings provide conceptual and practical contributions in building a more adaptive, inclusive, and user experience-oriented digital recruitment system.
Hubungan antara Workplace Wellbeing dengan Readiness to Change pada Guru SMK X Aini, Nadia Vita Nurul; Nurwidawati, Desi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p291-304

Abstract

Guru ialah salah satu pendukung dalam perubahan pendidikan, sebab memiliki peran strategis sebagai agent of change yang berkontribusi terkait pembentukan karakter dan budaya di sekolah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui korelasi antara workplace well-being dengan readiness to change pada guru SMK X. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bersifat korelasional. Pengambilan sampel secara jenuh diterapkan dalam teknik sampling, di mana subjek penelitian terdiri dari 100 orang guru. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen skala ukur psikologis dari variabel workplace well-being dan variabel readiness to change. Analisis data pada penelitian ini menerapkan uji korelasi pearson product moment dan menggunakan perangkat lunak JASP 17.03 for windows. Hasil analisis data didapatkan bahwa kedua variabel memiliki nilai koefisien korelasi 0.710 dengan nilai signifikansi 0.001 (p < 0.05). Hal ini menyatakan bahwa hubungan antara workplace well-being dengan readiness to change termasuk kategori yang kuat. Workplace well-being yang semakin tinggi, maka readiness to change yang ditampakkan guru juga akan tinggi, begitu sebaliknya workplace well-being yang rendah, maka readiness to change yang ditampakkan guru rendah pula. Abstract Teachers are one of the supporters in educational change, because they have a strategic role as agents of change who contribute to character building and culture in schools. This study aims to determine the correlation between workplace wellbeing and readiness to change in SMK X teachers. This research uses quantitative methods that are correlational in nature. Saturated sampling was applied in the sampling technique, where the research subjects consisted of 100 teachers. The data collection technique used psychological measuring scale instruments from workplace wellbeing variables and readiness to change variables. Data analysis in this study applied the Pearson product moment correlation test and used JASP 17.03 for windows software. The results of data analysis showed that the two variables had a correlation coefficient of 0.710 with a significance value of 0.001 (p < 0.05). This states that the relationship between workplace well-being and readiness to change is in the strong category. The higher the workplace wel-lbeing, the higher the readiness to change shown by the teacher, and vice versa, the lower the workplace well-being, the lower the readiness to change shown by the teacher.
Pengaruh Strategi Perencanaan Karir Berbasis Kompetensi terhadap Pengembangan Talenta di Era Digital Suprapto, Mariana Nadhira Yuli; Puspitadewi, Ni Wayan Sukmawati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p305-313

Abstract

Perencanaan karir yang efektif dan berbasis kompetensi menjadi elemen kunci dalam pengembangan talenta, terutama di tengah akselerasi transformasi digital yang mengubah struktur dan kebutuhan dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi perencanaan karir berbasis kompetensi terhadap pengembangan talenta di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei terhadap karyawan muda dari sektor teknologi digital. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling, dengan kriteria responden berusia di bawah 35 tahun dan bekerja di perusahaan berbasis teknologi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner skala Likert, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan melalui regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga dimensi strategi perencanaan karir berbasis kompetensi secara signifikan berpengaruh positif terhadap pengembangan talenta. Secara khusus, career goal setting berkontribusi pada peningkatan orientasi inovatif, self-assessment meningkatkan fleksibilitas kerja, dan competency mapping mendorong pemanfaatan teknologi digital. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi strategi perencanaan karir berbasis kompetensi mampu meningkatkan kesiapan individu dalam menghadapi tantangan era digital. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan program pengembangan sumber daya manusia berbasis kompetensi sebagai strategi peningkatan daya saing organisasi. Abstract Effective and competency-based career planning is a key element in talent development, especially in the midst of accelerating digital transformation which is changing the structure and needs of the world of work. This research aims to analyze the influence of competency-based career planning strategies on talent development in the digital era. The research uses a descriptive quantitative approach with a survey method of young employees from the digital technology sector. The sampling technique was purposive sampling, with the criteria being that respondents were under 35 years old and worked in technology-based companies. The instrument used is a Likert scale questionnaire, which has been tested for validity and reliability. Data analysis was carried out through multiple linear regression. The research results show that the three dimensions of competency-based career planning strategies have a significant positive effect on talent development. In particular, career goal setting contributes to increasing innovative orientation, self-assessment increases work flexibility, and competency mapping encourages the use of digital technology. These findings confirm that the integration of competency-based career planning strategies can increase individual readiness in facing the challenges of the digital era. Therefore, this research recommends strengthening competency-based human resource development programs as a strategy to increase organizational competitiveness.
Pengaruh Self-Compassion terhadap Suicidal Ideation pada Dewasa Awal yang Mengalami Perceraian Orang Tua Sari, Mayang Ayu Angelita; Santosa, Rizky Putra
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p314-322

Abstract

Perceraian orang tua merupakan pengalaman traumatis yang dapat menimbulkan dampak psikologis jangka panjang, termasuk meningkatnya risiko suicidal ideation pada individu dewasa awal. Pada tahap perkembangan yang krusial ini, individu dihadapkan pada tantangan membangun identitas diri dan hubungan emosional yang stabil. Salah satu faktor protektif yang berpotensi menurunkan risiko tersebut adalah self-compassion, yaitu sikap welas asih terhadap diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-compassion terhadap suicidal ideation pada dewasa awal yang mengalami perceraian orang tua. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Partisipan berjumlah 79 orang dengan menggunakan accidental sampling dan memenuhi kriteria usia 18–25 tahun serta memiliki pengalaman perceraian orang tua. Instrumen yang digunakan adalah Self-Compassion Scale (SCS) dan Adult Suicidal Ideation Questionnaire (ASIQ). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa self-compassion memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap suicidal ideation (r = -0.78, p < 0.001), dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0.60. Artinya, self-compassion mampu menjelaskan 60% variasi suicidal ideation pada partisipan. Simpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi self-compassion, maka semakin rendah kecenderungan suicidal ideation. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan program intervensi psikologis berbasis self-compassion untuk mendukung kesehatan mental dewasa awal dari keluarga bercerai. Abstract Parental divorce is a traumatic experience that can have long-term psychological impacts, including increasing the risk of suicidal ideation in young adults. At this crucial stage of development, individuals are faced with the challenge of building self-identity and stable emotional relationships. One of the protective factors that has the potential to reduce this risk is self-compassion, which is an attitude of compassion towards oneself. This study aims to determine the effect of self-compassion on suicidal ideation in young adults who experience parental divorce. The approach used is quantitative with a cross-sectional design. Participants numbered 79 people who were selected using Accidental Sampling and met the criteria of age 18–25 years and had experience of parental divorce. The instruments used were the Self-Compassion Scale (SCS) and the Adult Suicide Ideation Questionnaire (ASIQ). The results of the regression analysis showed that self-compassion had a significant negative effect on suicidal ideation (r = -0.78, p <0.001), with a coefficient of determination (R²) of 0.60. This means that self-compassion is able to explain 60% of the variation in suicidal ideation in participants. The conclusion of this study is that the higher the self-compassion, the lower the tendency of suicidal ideation. This finding emphasizes the importance of developing self-compassion-based psychological intervention programs to support the mental health of early adults from divorced families.
Strategi Coping Anak Pertama Yang Mengalami Quarter Life Crisis Masalah Pekerjaan Rahma, Syifa Auliyah; Fitriana, Qurrota A’yuni
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p323-334

Abstract

Anak pertama cenderung menanggung tanggung jawab keluarga yang lebih besar, sehingga tekanan saat memasuki dunia kerja juga menjadi lebih berat. Penelitian ini bertujuan memahami strategi coping anak pertama yang mengalami quarter life crisis akibat belum mendapat pekerjaan setelah lulus kuliah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menggali pengalaman partisipan secara mendalam. Partisipan berjumlah tiga anak pertama berusia 22-25 tahun yang belum mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan perguruan tinggi. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan partisipan mengalami tekanan atau beban psikologis, kebingungan arah, dan perasaan gagal akibat ekspektasi keluarga, tanggung jawab anak pertama, dan tekanan sosial. Untuk mengatasi krisis, partisipan menggunakan strategi coping, antara lain problem-focused coping seperti mengikuti pelatihan dan aktif melamar pekerjaan, serta emotion-focused coping seperti mencari dukungan emosional dan mencari kegiatan yang menyenangkan. Penelitian ini memberi gambaran psikologis anak pertama saat menghadapi quarter life crisis, terutama masalah pekerjaan serta pentingnya strategi coping adaptif dalam proses pencarian kerja. Abstract Firstborn children tend to bear greater family responsibilities, making the pressure of entering the workforce even heavier. This study aims to understand the coping strategies used by firstborns experiencing quarter life crisis due to unemployment after graduating from college. A qualitative approach with a case study method was employed to explore the participants’ experiences in depth. The participants were three firstborn individuals aged 22–25 who had not secured employment after completing higher education. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed thematically. The results showed that the participants experienced psychological pressure, confusion about their direction in life, and feelings of failure caused by family expectations, firstborn responsibilities, and social pressure. To cope with the crisis, participants used strategies including problem-focused coping such as attending training programs and actively applying for jobs, as well as emotion-focused coping like seeking emotional support and engaging in enjoyable activities. This study provides insight into the psychological experiences of firstborns facing a quarter life crisis, particularly regarding employment issues, and highlights the importance of adaptive coping strategies during the job search process.

Page 98 of 106 | Total Record : 1052


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 3 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 8 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 7 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 1 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 04 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 03 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 3 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 5 (2019) Vol. 6 No. 4 (2019) Vol. 6 No. 3 (2019) Vol. 6 No. 2 (2019) Vol. 6 No. 1 (2019) Vol. 5 No. 3 (2018) Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 1 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 3 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 2 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 1 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 01 (2016): Character Vol. 3 No. 3 (2015): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 3 No. 2 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 3 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 2 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi More Issue