cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
cjpp@unesa.ac.id
Phone
+6282231445454
Journal Mail Official
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CJPP
ISSN : 22526129     EISSN : 30634806     DOI : https://doi.org/10.26740/cjpp
Character Jurnal Penelitian Psikologi is a peer-reviewed journal that covers all topics in theoretical and applied psychology that is managed by Department of Psychology, Faculty of Psychology, Universitas Negeri Surabaya. This journal is published in January, May, and September by Universitas Negeri Surabaya.
Articles 1,052 Documents
Hubungan antara Work Life Balance dengan Kepuasan Kerja pada Karyawan PT. X Meylda, Serly Delianna; Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p479-489

Abstract

Studi ini memiliki tujuan untuk menguji adanya hubungan antara work life balance dengan kepuasan kerja karyawan PT. X. Pendekatan yang diterapkan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Proses analisis data dikerjakan dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 27.0 for Windows. Menguji asumsi normalitas data, digunakan metode Kolmogorov-Smirnov. Seluruh populasi dilibatkan sebagai responden dalam penelitian ini melalui penerapan teknik sampling jenuh, dengan total partisipan sebanyak 122 orang karyawan. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen skala psikologis yang disusun oleh peneliti berlandasan teori yang relevan dengan masing-masing variabel yang diteliti. Berlandasan hasil analisis, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.000 (p < 0.05) serta nilai koefisien korelasi sebesar r = 0.613. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan yang sejalur dan positif bersignifikan antara work life balance dengan kepuasan kerja. Hal tersebut berarti semakin meningkat work life balance yang dirasakan oleh karyawan, maka semakin meningkat pula kepuasan kerja mereka. Hipotesis dalam penelitian ini, yakni terdapat hubungan antara work life balance dengan kepuasan kerja pada karyawan PT. X, dapat diterima. Abstract This study aims to examine the relationship between work life balance and job satisfaction of PT X employees. The approach applied in this research is quantitative with a correlational design. The data analysis process was carried out with the help of SPSS software version 27.0 for Windows. Testing the assumption of data normality, the Kolmogorov-Smirnov method was used. The entire population was involved as respondents in this study through the application of saturated sampling technique, with a total of 122 employees. Data collection was carried out through psychological scale instruments prepared by researchers based on theories relevant to each variable under study. Based on the results of the analysis, a significance value of 0.000 (p < 0.05) was obtained and a correlation coefficient value of r = 0.613. These results indicate a significant and positive relationship between work life balance and job satisfaction. This means that the more work life balance felt by employees, the more their job satisfaction will increase. The hypothesis in this study, namely that there is a relationship between work life balance and job satisfaction in employees of PT X, can be accepted.
Hubungan Antara Persepsi Dukungan Organisasi Dengan Komitmen Organisasi Pada Karyawan Yael, Eva Nandha Jalma; Mulyana, Olievia Prabandini
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p508-517

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena yang muncul pada karyawan yang mengarah pada komitmen organisasi di PT X.  Komitmen organisasi adalah sebuah konstruk psikologis berupa karakteristik hubungan antara anggota dengan organisasinya yang berdampak pada keputusan seseorang untuk tetap mempertahankan keanggotaannya dalam berorganisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi ada atau tidak hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan komitmen organisasi pada karyawan. Subjek penelitian ini menggunakan sampel jenuh yang berjumlah 94 orang karyawan dari PT X.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Uji dipotesis penelitian ini menggunakan teknik pearson product moment dengan bantuan software JASP. Hasil penelitian ini adalah kedua variabel berkorelasi secara signifikan dengan nilai r = 0.797 dengan nilai signifikansi 0.001 (p < 0.05). Hal ini menyatakan bahwa  terdapat hubungan positif dalam kategori kuat antara variabel persepsi dukungan organisasi dengan komitmen organisasi pada karyawan. Abstract This study is motivated by a phenomenon observed among employees that points to organizational commitment at Company X. Organizational commitment is a psychological construct that reflects the nature of the relationship between members and their organization, influencing an individual's decision to remain a part of the organization. The purpose of this study is to identify whether there is a relationship between perceived organizational support and organizational commitment among employees. The research subjects consisted of 94 employees from Company X, selected using a saturated sampling technique. This study employed a quantitative correlational method. The hypothesis was tested using the Pearson product-moment correlation technique with the assistance of JASP software. The results indicate a significant correlation between the two variables, with a correlation coefficient of r = 0.797 and a significance value of 0.001 (p < 0.05). This indicates a strong positive relationship between perceived organizational support and organizational commitment among employees.
Studi tentang Pengalaman Remaja Akhir yang Tidak Mendapatkan Emotional Availability dari Orang Tua Susanto, Aiko Rahmalilla Ananda; Maghfiroh, Fitrania
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p440-451

Abstract

Tidak adanya emotional vailability dari orang tua merupakan fenomena yang sering kali tidak terlihat secara fisik tetapi membentuk pengalaman hidup anak, terutama remaja akhir yang akan memasuki fase dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengalaman remaja akhir yang tidak mendapatkan emotional availability dari orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Partisipan penelitian berjumlah lima orang remaja akhir yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan tiga tema utama, yaitu: (1) hubungan relasional dengan orang tua, (2) pengalaman emosional dalam diri, (3) penerimaan dan harapan. Keseluruhan temuan menunjukkan bahwa remaja akhir tetap berusaha membangun makna atas relasi yang terbatas secara emosional dengan orang tua dan menunjukkan upaya adaptasi melalui penerimaan dan pengharapan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam memahami emotional availability, khususnya dari orang tua. Penelitian selanjutnya disarankan mengeksplorasi peran figur signifikan lain dalam memenuhi kebutuhan emosional remaja.  Abstract The absence of emotional availability from parents is a phenomenon that often goes unnoticed physically but significantly shapes a child’s life experience, especially during late adolescence—a stage leading into adulthood. This study aims to explore the experiences of late adolescents who do not receive emotional availability from their parents. A qualitative approach with a phenomenological method was employed. The participants consisted of five late adolescents selected using purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis. The research instrument was an interview guideline. The findings revealed three main themes: (1) relational dynamics with parents, (2) internal emotional experiences, and (3) acceptance and hope. Overall, the results indicate that late adolescents attempt to make meaning of their emotionally limited relationships with parents and show adaptive efforts through acceptance and hope. This study is expected to serve as a reference in understanding emotional availability, particularly in the context of parenting. Future research is recommended to explore the role of other significant figures in fulfilling adolescents’ emotional needs.
Dinamika dan Faktor Penentu Subjective Well Being pada Ibu Karir dengan Anak Balita Saraswati, Rainasya Seny; Maghfiroh, Fitrania
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p452-466

Abstract

Tidak jarang dalam perjalanannya, seorang ibu yang memiliki anak balita begitu terfokus pada pemenuhan kebutuhan anak, hingga mengabaikan kesejahteraan dirinya sendiri. Di tengah tuntutan kerja dan tanggung jawab domestik, ibu karir dengan anak balita nyaris tidak memiliki waktu untuk diri sendiri. Hal ini mencerminkan potensi terganggunya subjective wellbeing pada ibu karir dengan anak balita. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika serta mengidentifikasi faktor-faktor penentu subjective well being pada ibu karir dengan anak balita di Kota Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap beberapa informan yang merupakan ibu bekerja penuh waktu dan memiliki anak usia di bawah 5 tahun. Hasil penelitian menunjukkan dinamika yang dijalani ibu cenderung sulit yang ditandai dengan perubahan tanggung jawab dan beban peran setelah menjadi ibu. Untuk menghadapi dinamika tersebut, penting untuk ibu karir agar melakukan strategi adaptasi dengan memisahkan peran antara pekerjaan dan keluarga agar tidak saling mengganggu, menjalin komunikasi dan kolaborasi erat dengan pasangan, tetap hadir secara emosional untuk anak walaupun secara fisik tidak selalu bisa hadir, serta melakukan penerimaan diri atas situasi yang tidak ideal. Faktor yang menentukan subjective well being ibu karir dengan anak balita berada pada adanya kepuasan hidup karena rasa syukur, dukungan sosial, anak sebagai sumber kebahagiaan, konflik dan beban tanggung jawab, emosi negatif dan mekanisme koping. Abstract It is not uncommon for mothers with young children to become so focused on meeting their child’s needs that they neglect their own well being. Faced with job demands and household responsibilities, working mothers with children under five often have little time for themselves. This reflects a potential disruption in the subjective well being of working mothers with children under five. This study aims to explore the dynamics and identify the key factors that influence the subjective well being of working mothers with children under five in Surabaya. A qualitative approach with a phenomenological design was used. Data were collected through in-depth interviews with several full-time working mothers who have children under the age of five. The findings show that these mothers experience challenging role dynamics, marked by shifts in responsibilities and increased role burdens after becoming a parent. To manage these challenges, working mothers apply adaptive strategies such as separating work and family roles to avoid overlap, building strong communication and cooperation with their partners, being emotionally present for their children even if not always physically available, and accepting less-than-ideal situations. The key factors influencing their subjective well being include life satisfaction driven by gratitude, social support, seeing children as a source of happiness, role-related conflict and burdens, negative emotions, and coping mechanisms.
Hubungan antara Perceived Organizational Support dengan Work Engagement pada Karyawan PT. X Sabila, Salsa; Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p467-478

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara perceived organizational support dengan work engagement pada karyawan PT. X.  Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan pendekatan korelasional. Populasi penelitian berjumlah subjek pada 153 karyawan. Sampel pada penelitian ini menggunakan sampling jenuh dengan 33 karyawan produksi untuk uji coba dan 120 karyawan produksi untuk penelitian.  Instrumen yang digunakan terdiri dari skala perceived organizational support dan skala work engagement yang dikembangkan peneliti dari kedua teori variabel. Data yang terkumpul selanjutnya akan di analisis menggunaka korelasi product moment dengan bantuan dari software spss versi 27.0 for windows. Hasil analisis data diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), hal ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara perceived organizational support dengan work engagement pada karyawan bagian produksi. Nilai koefisien korelasi yang diperoleh dari penelitian ini yakni 0,702 (r=0,702), yang menunjukkan korelasi yang positif antara perceived organizational support dengan work engagement pada karyawan bagian produksi di PT X tersebut. Artinya, karyawan yang telah mendapatkan perceived organizational support akan meningkatkan work engagement mereka ketika bekerja. Begitupun sebaliknya karyawan yang kurang merasakan adanya dukungan dari organisasinya maka tingkat keterikatan kerja mereka juga ikut menurun. Abstract This study aims to identify the relationship between perceived organizational support and work engagement in PT X employees. This research method uses a quantitative approach and a correlational approach. The research population amounted to 153 employees. The sample in this study used saturated sampling with 33 production employees for testing and 120 production employees for research. The instrument used consists of a perceived organizational support scale and a work engagement scale developed by researchers from both variable theories. The data collected will then be analyzed using product moment correlation with the help of spss software version 27.0 for windows. The results of data analysis obtained a significance value of 0.000 (p <0.05), this indicates a significant relationship between perceived organizational support and work engagement in production employees. The correlation coefficient value obtained from this study is 0.702 (r=0.702), which shows a positive correlation between perceived organizational support and work engagement in production employees at PT X. This means that employees who have received perceived organizational support and work engagement in the production department at PT X. This means that employees who have received perceived organizational support will increase their work engagement when working. Likewise, on the contrary, employees who do not feel the support of their organization, their level of work engagement will also decrease.
Hubungan Antara Self Efficacy dan Perceived Social Support dengan Academic Stress Pada Mahasiswa Semester Akhir Aulia Nabiilah, Nadia; Dewi, Damajanti Kusuma
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p518-531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dan perceived social support dengan academic stress pada mahasiswa semester akhir. Metode penelitian pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan kuesioner sebagai alat dalam pengumpulan data. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 390 mahasiswa yang berasal dari Fakultas Ilmu Pendidikan dan Fakultas Psikologi yang sedang mengerjakan tugas akhir berupa skripsi. Teknik analisis data yang digunakan yakni melalui analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan negatif dan signifikan antara self efficacy dan perceived social support dengan academic stress dengan hasil koefisien sebesar 0,600 yang artinya self efficacy dan perceived social support memiliki tingkat hubungan yang kuat. Abstract This study aims to determine the relationship between self-efficacy and perceived social support with academic stress in final semester students. The research method in this study uses a quantitative method with a questionnaire as a tool in data collection. The number of respondents used in this study was 390 students from the Faculty of Education and the Faculty of Psychology who were working on their final assignments in the form of theses. The data analysis technique used was through multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that there is a negative and significant relationship between self-efficacy and perceived social support with academic stress with a coefficient result of 0.600, which means that self-efficacy and perceived social support have a strong relationship.
Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Organizational Citizenship Behavior pada Karyawan di PT. X Sasanti, Stevani Hayu; Halida, Arfin Nurma
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p532-548

Abstract

Karyawan berperan penting dalam menjalankan berbagai aktivitas perusahaan. Karyawan perlu memiliki kecerdasan emosional dan organizational citizenship behavior guna mendukung kelangsungan perusahaan. Kecerdasan emosional membantu karyawan dalam mengendalikan emosi, menjalin hubungan kerja yang harmonis, serta menangani konflik dengan cara yang tepat. Sementara itu, organizational citizenship behavior mendorong karyawan untuk memberikan kontribusi lebih dari tugas yang dibebankan. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan organizational citizenship behavior pada karyawan di PT. X. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Sampling jenuh digunakan dengan melibatkan 38 karyawan tetap di PT. X sebagai responden. Teknik analisis data menggunakan korelasi pearson product moment. Hasil dari analisis data pada penelitian ini memperlihatkan jika nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini berarti ada hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan organizational citizenship behavior. Peningkatan kecerdasan emosional karyawan akan diikuti oleh peningkatan organizational citizenship behavior. Sementara, rendahnya kecerdasan emosional akan diikuti dengan rendahnya tingkat organizational citizenship behavior yang ditampilkan karyawan. Abstract Employees play an important role in carrying out various company activities. They need to possess emotional intelligence and organizational citizenship behavior to support the sustainability of the company. Emotional intelligence helps employees regulate their emotions, build harmonious working relationships, and handle conflicts appropriately. Meanwhile, organizational citizenship behavior encourages employees to contribute beyond their assigned duties. This study aims to examine the relationship between emotional intelligence and organizational citizenship behavior among employees at PT. X. The method used in this research is a quantitative approach with a correlational research design. Saturated sampling was used by involving 38 permanent employees at PT. X as respondents. The data analysis technique employed was Pearson product-moment correlation. The results of the data analysis showed a significance value of 0.000 < 0.05. This indicates a significant relationship between emotional intelligence and organizational citizenship behavior. An increase in employees' emotional intelligence will be followed by an increase in organizational citizenship behavior. Conversely, low emotional intelligence will be accompanied by a lower level of organizational citizenship behavior demonstrated by the employees.
Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Perilaku Asertif Pada Siswa Azzahra, Rafidah; Satwika, Yohana Wuri
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p549-562

Abstract

Tiap individu untuk menjalani kehidupan yang sukses, bersikap tegas sangatlah penting. Tujuan individu adalah untuk menjadi sukses dalam pendidikan, pekerjaan maupun kehidupan sosial dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan perilaku asertif siswa kelas XI SMK ‘X’. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian  korelasional. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK ‘X’. Populasi penelitian berjumlah 323 siswa dengan sampel berjumlah 179 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dimana teknik penentuan sampel berdasarkan pada pertimbangan peneliti. Teknik pengumpul data dilakukan dengan menggunakan skala konsep diri yang diadopsi berdasarkan skala dari Luviana Dewi Indirasari (2024) dengan nilai koefisien sebesar 0, 940 dan skala perilaku asertif disusun oleh peneliti didapatkan nilai koefisien sebesar 0840. Teknik analisis data dilakukan menggunakan korelasi pearson product moment. Data yang diperoleh menunjukkan hasil nilai koefisien korelasi antara konsep diri dengan perilaku asertif pada siswa yaitu sebesar 0,972 (r=0,972) dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Berdasarkan hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu terdapat hubungan antara konsep diri dengan perilaku asertif pada siswa SMK ‘X’ Kota Probolinggo dapat diterima. Nilai koefisien korelasi positif membuktikan bahwa arah hubungan kedua variabel adalah positif, yang bermakna semakin positif konsep diri siswa, maka semakin tinggi pula perilaku asertifnya.   Abstract For every individual to lead a successful life, being assertive is essential. An individual's goal is to be successful in education, work and social life and beyond. This study aims to examine the relationship between self-concept and assertive behavior among 11th-grade students at Vocational High School ‘X’ in Probolinggo City. The study employs a quantitative research approach with a correlational research design. The subjects of this study are 11th-grade students at Vocational High School ‘X’ in Probolinggo City. The total population consists of 323 students, with a sample of 179 students. The sampling technique used is purposive sampling, where sample selection is based on the researcher’s judgment. Data collection was conducted using a self-concept scale adopted from Luviana Dewi Indirasari (2024), with a reliability coefficient of 0.940, and an assertive behavior scale with a reliability coefficient of 0.840. Data analysis was carried out using Pearson product-moment correlation. The results showed a correlation coefficient between self-concept and assertive behavior of 0.972 (r = 0.972) with a significance value of p = 0.000 (p < 0.05). Based on the hypothesis proposed by the researcher—namely, that there is a relationship between self-concept and assertive behavior among students at Vocational High School ‘X’ in Probolinggo City—it can be concluded that the hypothesis is accepted. The positive correlation coefficient indicates a positive direction of the relationship between the two variables, meaning that the more positive a student’s self-concept is, the higher their assertive behavior will be.
Hubungan Self-Esteem dengan Online Disinhibition pada Emerging Adult Pengguna Media Sosial X Shafira, Meir Tasya Ilza; Ardelia, Vania
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p563-578

Abstract

Self-esteem merupakan salah satu aspek psikologis yang memengaruhi bagaimana individu dapat menunjukkan perilaku yang berbeda di media sosial.  Perbedaan perilaku yang berbeda ini dapat disebut sebagai online disinhibition. Online disinhibition ini memungkinkan individu menunjukkan perilaku yang positif ataupun agresif. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah guna mengetahui bagaimana hubungan antara self-esteem dengan online disinhibition pada emerging adult pengguna media sosial X. Metode yang dipakai dalam penelitian adalah kuantitatif dengan melibatkan 385 responden usia emerging adult pengguna media sosial X. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner. Alat ukur untuk mengukur self-esteem yang digunakan adalah adaptasi Self-Liking/Self-Competence Scale-Revised (SLCS-R) ke dalam bahasa Indonesia. Sedangkan, online disinhibition diukur dengan menggunakan modifikasi Online Disinhibition Scale (ODS). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dengan nilai korelasi sebesar -0,229 (r=-,0229) dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05). Hasil tersebut mengartikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self-esteem dengan online disinhibition pada emerging adult pengguna media sosial X dengan arah hubungan negatif. Abstract Self-esteem is one of the psychological aspects that influence how individuals can show different behaviors on social media. This difference in behavior can be referred to as online disinhibition. This online disinhibition allows individuals to show positive or aggressive behavior. The purpose of this research is to find out how the relationship between self-esteem and online disinhibition in emerging adult social media users X. The method used in the research is quantitative by involving 385 respondents of emerging adult users of social media X. The data were collected through questionnaires. Data collection was done through distributing questionnaires. The measuring instrument to measure self-esteem used is the adaptation of the Self-Liking/Self-Competence Scale-Revised (SLCS-R) into Indonesian. Meanwhile, online disinhibition was measured using the modified Online Disinhibition Scale (ODS). Data were analyzed using Pearson correlation test with a correlation value of -0.229 (r=-.0229) and a significance value of 0.000 (p<0.05). These results mean that there is a significant relationship between self-esteem and online disinhibition in emerging adult social media users X with a negative relationship direction.
Eksplorasi Pengalaman Pada Wanita Dewasa Awal Yang Merokok: Tinjauan Berdasarkan Teori Disonansi Kognitif Faturrochman, Aydin; Ardelia, Vania
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p579-589

Abstract

Merokok pada wanita dewasa awal sering kali memunculkan konflik psikologis antara pengetahuan akan dampak negatif rokok dengan perilaku yang dijalani. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi  pengalaman disonansi kognitif yang dialami oleh wanita dewasa awal yang merokok. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode fenomenologi untuk menggali makna subjektif dari pengalaman tersebut. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa subjek mengalami disonansi dalam bentuk rasa bersalah, penyesalan, dan pertentangan nilai personal. Untuk mereduksi disonansi, mereka cenderung melakukan rasionalisasi dengan cara mencari informasi pendukung perilaku, mengubah keyakinan agar sejalan dengan perilaku yang dilakukan, serta menyesuaikan tingkat disonansi itu sendiri agar tidak mengganggu perilaku mereka. Temuan ini menunjukkan perlunya pendekatan psikologis yang mempertimbangkan aspek disonansi kognitif dalam upaya memahami dan mengurangi perilaku merokok pada kelompok ini. Abstract Smoking among early adult women often triggers psychological conflict between their awareness of the harmful effects of smoking and their actual behavior. This study aims to explore the experience of cognitive dissonance among early adult women who smoke. A qualitative approach was used with a phenomenological method to explore the subjective meaning of these experiences. The subjects consisted of five women aged 18–25 who are active smokers. The results of the study indicate that the subjects experienced dissonance in the form of guilt, regret, and a conflict of personal values. To reduce the dissonance, they tended to rationalize their behavior by seeking information that supports their actions, altering their beliefs to align with their behavior, and adjusting the level of dissonance so that it would not interfere with their actions. These findings highlight the need for psychological approaches that take cognitive dissonance into account in efforts to understand and reduce smoking behavior within this group.

Page 100 of 106 | Total Record : 1052


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 3 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 8 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 7 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 1 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 04 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 03 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 3 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 5 (2019) Vol. 6 No. 4 (2019) Vol. 6 No. 3 (2019) Vol. 6 No. 2 (2019) Vol. 6 No. 1 (2019) Vol. 5 No. 3 (2018) Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 1 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 3 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 2 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 1 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 01 (2016): Character Vol. 3 No. 3 (2015): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 3 No. 2 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 3 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 2 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi More Issue