cover
Contact Name
Muhamad Rudi Wijaya
Contact Email
rudiwijaya68@gmail.com
Phone
+6282175218558
Journal Mail Official
rudiwijaya68@gmail.com
Editorial Address
Dusun Rejo Agung Desa Rejo Agung Kecamatan Batanghari, Kab. Lampung Timur, Provinsi Lampung, 34181
Location
Kab. lampung timur,
Lampung
INDONESIA
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan)
Published by CV Najah Bestari
ISSN : 29649633     EISSN : 2964965X     DOI : -
Jurnal An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) khusus membahas masalah pendidikan Islam. Ruang lingkup jurnal meliputi penelitian, pemikiran pendidikan Islam, dan kerja lapangan tentang pendidikan Islam. Pendekatannya bersifat interdisipliner, melingkupi, dan menggabungkan perspektif dari filsafat pendidikan Islam, studi banding pendidikan Islam, kurikulum, proses belajar mengajar dalam pendidikan Islam, evaluasi, pendidikan Islam, dan pendidikan khusus yang relevan dengan isu-isu pendidikan Islam.
Articles 421 Documents
STRATEGI PROMOSI PENDIDIKAN DALAM MENARIK MINAT CALON PESERTA DIDIK BARU DI MADRASAH TSANAWIYAH AL-FALAH LIMBOTO BARAT Tri Suci Mohamad; Muh Hasbi; Firman Sidik
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan ketat dalam dunia pendidikan pada era globalisasi menuntut lembaga seperti MTs Al-Falah Limboto Barat untuk menyusun strategi promosi yang efektif demi menarik minat calon peserta didik baru dan menjaga eksistensi. Penelitian ini, yang menggunakan metode deskriptif kualitatif, mengidentifikasi bahwa strategi promosi yang diterapkan MTs Al-Falah mencakup periklanan melalui media cetak (brosur) dan media online (seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube), promosi langsung melalui kunjungan sosialisasi ke sekolah-sekolah target, serta publisitas dengan menonjolkan program unggulan keagamaan dan ekstrakurikuler (seperti Tahfidz dan PASSA). Penerapan strategi ini membawa dampak positif, yaitu meningkatkan pengenalan madrasah di mata masyarakat dan membangun kepercayaan publik, terutama terkait program keagamaannya yang menjadi daya tarik utama bagi orang tua. Namun, madrasah juga menghadapi dampak negatif, yaitu penurunan jumlah pendaftar dalam beberapa tahun terakhir akibat tingginya persaingan dari sekolah lain di Gorontalo dan belum optimalnya pemanfaatan media digital oleh seluruh komponen sekolah. Oleh karena itu, konsistensi dan pengembangan strategi promosi lebih lanjut sangat diperlukan untuk mengatasi tantangan persaingan dan mencapai target penerimaan peserta didik baru
PERAN METODOLOGI STUDI ISLAM DALAM MENGHADAPI DEISLAMISASI MELALUI MEDIA DAN BUDAYA POPULER Wirya Fatiha Alif; Muhammad Rafli; Dhika Bintang Dwiputra
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena deislamisasi yang kian marak melalui media dan budaya populer menjadi tantangan serius bagi umat Islam di era digital. Arus informasi global yang sarat dengan nilai-nilai sekuler, hedonistik, dan liberal sering kali menggusur nilai-nilai Islam dari ruang publik serta membentuk persepsi baru tentang identitas keislaman yang superfisial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran metodologi studi Islam dalam menghadapi proses deislamisasi tersebut, dengan menyoroti relevansi pendekatan normatif-teologis, historis, sosiologis, dan kultural dalam membaca realitas kontemporer. Menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research), penelitian ini menelaah berbagai karya ilmiah, teori komunikasi Islam, serta pandangan ulama dan pemikir Muslim mengenai strategi revitalisasi nilai Islam dalam media dan budaya populer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metodologi studi Islam memiliki fungsi strategis sebagai kerangka epistemologis yang tidak hanya memahami teks wahyu, tetapi juga menafsirkan konteks sosial budaya secara kritis. Melalui integrasi pendekatan tekstual dan kontekstual, studi Islam mampu melahirkan paradigma dakwah kultural yang kreatif, etis, dan relevan dengan kebutuhan generasi digital. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan metodologi studi Islam menjadi kunci dalam membangun kesadaran kritis, literasi media, dan rekonstruksi budaya populer yang berorientasi pada nilai-nilai tauhid dan kemaslahatan umat.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Sikap Sopan Santun Peserta Didik Erik Wiranata; Prihantoro
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers in shaping polite behavior among eleventh-grade students at SMAN 2 Rejang Lebong, as well as to identify the strategies employed, supporting factors, and inhibiting factors in its implementation. This research adopts a descriptive qualitative approach. The study was conducted at SMAN 2 Rejang Lebong from November to December 2025. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing.The findings indicate that PAI teachers play a very important role in shaping students’ polite behavior through role modeling, habituation of polite conduct, moral guidance, and the integration of politeness values into Islamic Religious Education learning. The strategies applied by PAI teachers include the habituation of polite attitudes, the provision of advice, and an educative and humanistic approach in learning interactions. Supporting factors in the formation of polite behavior include a religious school culture, support from school policies, and collaboration among teachers. Meanwhile, inhibiting factors include the influence of the external environment, social media, and differences in students’ family backgrounds. This study concludes that the formation of students’ polite behavior requires the consistent and sustainable role of PAI teachers as well as synergistic support from schools, families, and the wider community.
PARADIGMA INTEGRASI–INTERKONEKSI DALAM REKONSILIASI SAINS ISLAM: PEMIKIRAN AMIN ABDULLAH Bilqis Nafisah Arini; Sikha Nur Inayah; Windi Nurohmatul Azizah; Ardtiya Prayogi
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini memberikan penjelasan mendalam tentang konsep, prinsip, dan metode dalam menerapkan pendekatan integrasi–interkoneksi sebagai kerangka epistemologis yang bertujuan menyatukan perbedaan antara ilmu pengetahuan modern dan pemikiran Islam. Pendekatan ini berusaha menciptakan hubungan yang harmonis antara keduanya, sehingga ilmu agama dan ilmu umum tidak lagi dipandang sebagai dua hal yang saling bertentangan. Secara historis, dalam tradisi intelektual Islam, wahyu, akal, dan pengalaman empiris pernah berfungsi secara seimbang dan saling terhubung dalam proses mencari ilmu. Namun, perkembangan sains modern sering kali membuat ilmu agama dan ilmu umum terpisah satu sama lain. Karena itu, studi ini menyoroti pemikiran M. Amin Abdullah, yang menawarkan model baru untuk mengintegrasikan berbagai bentuk pengetahuan dan mengatasi dikotomi yang sudah berlangsung lama ini. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan, artikel ini mengkaji berbagai komponen konseptual, termasuk karakteristik teo-antropocentric integralism, yaitu cara pandang yang memadukan dimensi ketuhanan dan kemanusiaan, serta paradigma jaring laba-laba, yang menggambarkan hubungan antar berbagai cabang ilmu. Artikel ini juga menekankan pentingnya dialog antar disiplin ilmu melalui pendekatan multidisipliner, interdisipliner, dan transdisipliner untuk menjawab berbagai persoalan keagamaan, sosial, dan kemanusiaan masa kini. Pembahasan semakin diperkaya dengan analisis kontribusi tokoh-tokoh penting seperti Ibn Rushd, Jasser Auda, dan Nidhal Guessoum, yang masing-masing memberikan wawasan filosofis, metodologis, atau ilmiah yang memperkuat hubungan antara agama dan sains. Penerapan praktis model integrasi–interkoneksi dapat dilihat pada beberapa bidang, seperti pengembangan kurikulum di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), penguatan penelitian interdisipliner, dan pemanfaatan metode ilmiah dalam menafsirkan teks-teks keagamaan. Pendekatan ini dipandang sebagai cara untuk menghasilkan pengetahuan keagamaan yang lebih kontekstual, relevan, dan responsif terhadap perkembangan zaman modern
PENGARUH PEMBERIAN REWARD TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SD NU KOTA METRO Nuryanto, S.Ag, M.Pd.I; Rosyidah Diyanah Rahmawati, S.Pd
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu sarana penting dalam melahirkan dan mencetak sumber daya manusia yang berkualitas. Berdasarkan hasil observasi di SD NU Kota Metro, guru sudah berusaha disiplin dan menggunakan berbagai metode agar pembelajaran dapat berjalan dengan efektif, akan tetapi masih terdapat siswa yang kurang bersemangat saat proses belajar mengajar dimana hal tersebut berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Oleh karena itu, seorang guru harus bisa menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan serta menggunakan metode yang bervariasi, salah satunya dengan menggunakan metode pemberian reward. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode pemberian reward terhadap hasil belajar matema tika pada materi pengolahan data. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan One-Group Pretest-Posttest Design, sampel penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 22 siswa SD NU Kota Metro. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian di SD NU Kota Metro dengan menggunakan uji Paired Sample T-Test menunjukkan bahwa nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,00 < 0,05. Maka dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh penggunaan metode pemberian reward terhadap hasil belajar matematika pada materi pengolahan data di SD NU Kota Metro
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN LAISSEZ FAIRE KEPALA SEKOLAH TERHADAP PENINGKATAN KINERJA GURU DI SMP NEGERI 1 LIMBOTO KABUPATEN GORONTALO Lutviana Datau; Herson Anwar; Syahrial Labaso
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan laissez faire kepala sekolah terhadap peningkatan kinerja guru di SMP Negeri 1 Limboto Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh guru di SMP Negeri 1 Limboto yang berjumlah 39 orang, yang sekaligus dijadikan sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik parametrik, meliputi uji normalitas, uji linearitas, dan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan laissez faire kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Penerapan gaya kepemimpinan ini memberikan kebebasan dan kepercayaan kepada guru dalam melaksanakan tugas profesionalnya, sehingga mendorong munculnya kemandirian, tanggung jawab, serta inisiatif dalam proses pembelajaran. Meskipun demikian, kontribusi gaya kepemimpinan laissez faire terhadap kinerja guru tergolong relatif rendah, yang menunjukkan bahwa kinerja guru juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti motivasi kerja, kompetensi profesional, iklim kerja sekolah, dan sistem supervisi. Berdasarkan temuan tersebut, gaya kepemimpinan laissez faire dapat menjadi salah satu alternatif kepemimpinan yang efektif apabila diterapkan pada guru yang memiliki profesionalisme dan komitmen kerja yang tinggi serta didukung dengan pengelolaan dan pengawasan yang proporsional.
PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN DI MADRASAH DAN PERGURUAN TINGGI ISLAM: KAJIAN KUALITATIF Nur Hidayah
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 6: November 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (SIM-P) di madrasah dan perguruan tinggi Islam berperan penting dalam meningkatkan kualitas manajerial dan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan SIM-P di madrasah dan perguruan tinggi Islam di Indonesia dengan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka. Penelitian ini menganalisis berbagai literatur yang relevan terkait dengan tantangan, manfaat, dan dampak SIM-P terhadap pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIM-P dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan data akademik, transparansi dalam evaluasi pembelajaran, dan komunikasi antara mahasiswa, dosen, serta staf administrasi. Meskipun demikian, masih terdapat tantangan signifikan, terutama terkait dengan infrastruktur teknologi yang terbatas, rendahnya literasi digital di kalangan dosen dan staf, serta keterbatasan dana untuk pengadaan dan pemeliharaan sistem. Penelitian ini juga menemukan bahwa keberhasilan penerapan SIM-P di perguruan tinggi Islam yang lebih maju secara teknologi cenderung lebih baik, sementara di madrasah, implementasinya masih terbatas pada aspek-aspek dasar seperti pendaftaran dan pengelolaan nilai. Rekomendasi yang diajukan adalah perlunya pelatihan intensif bagi dosen dan staf administrasi, peningkatan infrastruktur teknologi, serta kebijakan yang mendukung adopsi teknologi dalam manajemen pendidikan Islam. Dengan adanya kebijakan yang lebih baik dan peningkatan dukungan sumber daya, SIM-P diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Indonesia secara lebih optimal
PENYUSUNAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENANGGAPI PERUBAHAN GLOBAL: PERSPEKTIF MANAJERIAL DAN TEKNOLOGIS Nurul Hidayati Murtafiah
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 6: November 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan global yang cepat dalam berbagai aspek, seperti teknologi, ekonomi, dan sosial, telah memberikan tantangan besar bagi sistem pendidikan Islam. Pendidikan Islam perlu merumuskan kebijakan yang responsif terhadap perubahan global agar tetap relevan dan dapat mempersiapkan generasi masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyusunan kebijakan pendidikan Islam dalam menanggapi perubahan global, dengan fokus pada perspektif manajerial dan teknologis. Melalui pendekatan studi pustaka, penelitian ini mengkaji literatur terkait kebijakan pendidikan Islam, pengelolaan manajerial, dan penerapan teknologi dalam pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan Islam perlu mengintegrasikan manajemen yang baik dengan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan administrasi. Selain itu, penting untuk merumuskan kurikulum yang berbasis pada keterampilan abad 21 serta penguatan karakter generasi muda. Kebijakan yang adaptif terhadap globalisasi dan digitalisasi akan mempersiapkan pendidikan Islam untuk menghadapi tantangan global dengan lebih efektif. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk mengembangkan kebijakan pendidikan Islam yang lebih responsif, berbasis teknologi, dan berbasis kompetensi, agar pendidikan Islam di Indonesia tetap relevan di era global
MEMBANGUN EKONOMI INKLUSIF MELALUI GREEN ISLAMIC FINANCE: PELUANG,TANTANGAN DAN REKOMENDASI Reza Alfinandia Apridianty; Galih Wahyu Adi Nugroho; Tsabitatul Mudhawamah; Hudan Asyary; Amalia Nuril Hidayati
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peluang, tantangan, dan rekomendasi dalam membangun ekonomi inklusif melalui Green Islamic Finance di Indonesia, dengan fokus pada integrasi prinsip-prinsip keuangan syariah yang ramah lingkungan. Green Islamic Finance menunjukkan potensi besar dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, namun dihadapkan pada berbagai tantangan yang dapat menghambat implementasinya. Data yang digunakan sebagai dasar analisis adalah data sekunder. Data sekunder diperoleh dari temuan beberapa jurnal ilmiah, dan laporan resmi dari lembaga keuangan syariah terkait yang relevan dengan topik kajian ini. Temuan pada artikel ini menunjukkan bahwa Green Islamic Finance memiliki peluang signifikan dalam membangun ekonomi inklusif, didukung oleh regulasi yang semakin mendukung, inovasi produk keuangan syariah yang ramah lingkungan, serta kesadaran masyarakat Muslim terhadap isu-isu keberlanjutan. Namun demikian, terdapat tantangan utama seperti tingkat literasi keuangan syariah yang masih rendah, regulasi yang tidak jelas atau belum komprehensif, minimnya sosialisasi Green Sukuk. Rekomendasi yang diajukan meliputi peningkatan edukasi, penguatan regulasi, serta pengembangan model bisnis yang inovatif untuk mengoptimalkan potensi Green Islamic Finance dalam mencapai ekonomi inklusif dan berkelanjutan
VALIDASI EMPIRIS MODEL DEEP LEARNING INTEGRATIF TRANSENDEN (MDLIT) DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 52 KOTA BANDUNG Hadiyanto; Irawan
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi secara empiris Model Deep Learning Integratif Transenden (MDLIT) sebagai kontribusi orisinal dalam Filsafat Pendidikan Islam. Model ini merekonstruksi trilogi Deep Learning (Mindful, Meaningful, dan Joyful) melalui perspektif Tauhid dan integrasi ilmu pengetahuan Islam dengan menekankan tiga nilai utama, yaitu Muraqabah (kesadaran spiritual), Hikmah (kebijaksanaan epistemologis), dan Sa‘adah (kebahagiaan hakiki). Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods eksploratif dengan subjek satu guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan tiga puluh dua siswa kelas IX SMP Negeri 52 Kota Bandung tahun ajaran 2025–2026. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen (RPP, modul ajar, dan buku teks), observasi kelas, angket siswa, serta wawancara guru PAI, kemudian dianalisis menggunakan content analysis, statistik deskriptif, dan sintesis filosofis-empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip Mindful–Meaningful–Joyful Learning telah diterapkan sebagian dengan rata-rata persepsi siswa sebesar 4,05 (kategori “baik”). Siswa menunjukkan peningkatan kesadaran spiritual dan kebahagiaan belajar, sementara integrasi antara ilmu agama dan sains masih terbatas. Guru PAI menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pembelajaran reflektif berbasis Tauhid, meskipun belum memiliki model konseptual yang sistematis. Secara filosofis, temuan ini memperkuat pandangan Irawan (2019, 2020) bahwa pendidikan Islam perlu merekonstruksi budaya belajar berdasarkan kesatuan ilmu, iman, dan adab. Dengan demikian, MDLIT memiliki validitas empiris awal sebagai kerangka pedagogis transendental yang mengintegrasikan dimensi ontologis (muraqabah), epistemologis (hikmah), dan aksiologis (sa‘adah) dalam pembentukan Insan Kamil