cover
Contact Name
Muhamad Rudi Wijaya
Contact Email
rudiwijaya68@gmail.com
Phone
+6282175218558
Journal Mail Official
rudiwijaya68@gmail.com
Editorial Address
Dusun Rejo Agung Desa Rejo Agung Kecamatan Batanghari, Kab. Lampung Timur, Provinsi Lampung, 34181
Location
Kab. lampung timur,
Lampung
INDONESIA
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan)
Published by CV Najah Bestari
ISSN : 29649633     EISSN : 2964965X     DOI : -
Jurnal An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) khusus membahas masalah pendidikan Islam. Ruang lingkup jurnal meliputi penelitian, pemikiran pendidikan Islam, dan kerja lapangan tentang pendidikan Islam. Pendekatannya bersifat interdisipliner, melingkupi, dan menggabungkan perspektif dari filsafat pendidikan Islam, studi banding pendidikan Islam, kurikulum, proses belajar mengajar dalam pendidikan Islam, evaluasi, pendidikan Islam, dan pendidikan khusus yang relevan dengan isu-isu pendidikan Islam.
Articles 421 Documents
GREEN BANKING DAN KONSEP FALAH : KESEJAHTERAAN HOLISTIK DALAM PERBANKAN SYARIAH Nafa Atsilla Syahrief; Ricky Bayu Agus Stiyawan; Intan Dwi Permatasari; Muhammad Arsya Hadi Saputra; Saskia Davina Azzahra; Amalia Nuril Hidayati
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas integrasi konsep green banking dan falah dalam perbankan syariah sebagai upaya mewujudkan kesejahteraan holistik yang mencakup aspek material, spiritual, dan sosial. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan, penelitian ini mengkaji literatur terkait keuangan berkelanjutan, ekonomi Islam, serta regulasi green banking di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip syariah—seperti keadilan, keseimbangan, dan tanggung jawab pengelolaan sumber daya—sangat selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Green banking memberikan kontribusi positif melalui pembiayaan ramah lingkungan, efisiensi operasional, dan penguatan praktik CSR (Corporate Social Responsibility) berbasis lingkungan. Namun, implementasinya di perbankan syariah masih menghadapi tantangan seperti rendahnya literasi keuangan hijau, minimnya insentif, dan keterbatasan regulasi khusus. Diperlukan strategi penguatan kebijakan, peningkatan edukasi, inovasi produk hijau, serta kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan peran perbankan syariah dalam mewujudkan falah dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia
HARMONISASI ILMU: PARADIGMA KEILMUAN UIN KH. ABDURRAHMAN WAHID Nikmatul Mazidah; Hanny Diana Hidayati; Waqiatus Salamah; Arditya Prayogi
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menguraikan gagasan harmonisasi ilmu dalam kerangka pemikiran UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, terutama melalui penggabungan antara pengetahuan berbasis rasional (aqliyah) dan pengetahuan berbasis wahyu (naqliyah). Proses harmonisasi ini dilihat sebagai usaha menyatukan, berdialog, dan berinteraksi secara berkesinambungan antara sains dan agama untuk menciptakan pengetahuan yang holistik, humanis, dan sesuai dengan perkembangan zaman. Studi ini menganalisis dasar-dasar ontologis, epistemologis, dan aksiologis dari paradigma keilmuan di UIN Gus Dur, yang berlandaskan pada nilai-nilai moderasi seperti tawassuth, tawazun, i’tidal, dan tasamuh.
KONSEP, PRINSIP, DAN IMPLEMENTASI ILMUISASI ISLAM DALAM REKONSILIASI SAINS DAN ISLAM Novia Firzanah; Arditya Prayogi; Fadhilatul Fauziah
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas rekonsiliasi sains dan Islam melalui penguatan konsep, prinsip, dan implementasi ilmuisasi Islam sebagai upaya membangun kembali kesatuan paradigma keilmuan. Berangkat dari konsep Wahdatul al-‘Ilm, penelitian ini menegaskan bahwa seluruh pengetahuan baik yang bersumber dari wahyu maupun hasil olah akal dan pengalaman empiris berakar pada satu realitas ketuhanan. Rekonsiliasi ini dipahami sebagai proses penyelarasan antara nilai normatif Islam dan metodologi ilmiah modern, di mana wahyu memberikan arah moral dan spiritual, sementara akal berperan mengolah fakta empiris secara rasional. Melalui pendekatan ilmuisasi Islam ala Kuntowijoyo, integrasi tersebut tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga menuntut pembaruan paradigma pendidikan, penelitian, dan produksi ilmu agar selaras dengan etika dan nilai-nilai keislaman. Dengan demikian, rekonsiliasi sains dan Islam menjadi strategi penting untuk membangun tradisi keilmuan yang bertauhid, berkeadaban, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemaslahatan manusia.
HARMONISASI ILMU: PRINSIP, PENDEKATAN DAN LANGKAH STRATEGIS UIN K.H. ABDURRAHMAN WAHID PEKALONGAN Ris Dwi Yuliani; Ilham Alif Pratama; Umi Mulyani; Nidhya Risthy Ramadhani
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis mendalam terhadap prinsip, pendekatan, serta strategi yang diterapkan oleh Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dalam konteks harmonisasi ilmu. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur (tinjauan pustaka). Sumber data utama penelitian ini berupa jurnal, buku, dan dokumen relevan lainnya, yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan harmonisasi ilmu dilakukan melalui penguatan kerangka epistemologis yang mencakup metode bayani, burhani, dan irfani, serta melalui pengembangan kurikulum dan penerapan metode pembelajaran yang bersifat integratif dan interdisipliner. Upaya ini bertujuan untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia, memiliki sikap moderat, serta mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa yang berkeadilan. Strategi ini memprioritaskan dua hal, yaitu memperkuat visi Islam moderat serta menggalakan integrasi antara ilmu keagamaan dan ilmu umum. Secara keseluruhan, prinsip dan langkah strategis tersebut merefleksikan relevansi yang tinggi dalam mengatasi dikotomi antara ilmu pengetahuan dan ilmu pengetahuan agama pada lingkup pendidikan tinggi Islam di Indonesia
PENDIDIKAN ISLAM, DASAR DAN KARAKTERISTIKNYA Asep Misbahul Anam
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Islam merupakan sistem pendidikan yang berlandaskan pada Al-Qur’an dan Sunnah dengan tujuan membentuk manusia paripurna (insan kāmil). Makalah ini membahas dasar dan karakteristik pendidikan Islam secara filosofis dan normatif. Dasar pendidikan Islam mencakup sumber ilahiah (Al-Qur’an dan Sunnah), rasional (akal), serta historis-sosiologis yang menegaskan relevansi pendidikan Islam dalam konteks kehidupan modern. Sementara itu, karakteristik pendidikan Islam meliputi sifat rabbāniyyah (ketuhanan), insāniyyah (kemanusiaan), syumūliyyah (komprehensif), dan wasathiyyah (moderasi). Dengan keempat karakteristik tersebut, pendidikan Islam menampilkan corak integral yang menghindarkan dikotomi ilmu, menyeimbangkan dimensi duniawi dan ukhrawi, serta mendorong terbentuknya generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Analisis dalam makalah ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu, tetapi juga transformasi nilai yang berperan penting dalam pembangunan peradaban. Refleksi akademik dari kajian ini menegaskan bahwa penguatan dasar dan karakteristik pendidikan Islam sangat penting untuk menghadapi tantangan global, menjaga identitas keislaman, serta mewujudkan masyarakat yang berkeadaban.
Deep Learning Pembelajaran Mendalam di Lembaga Pendidikan Islam: Literatur Review: Deep Learning Pembelajaran Mendalam di Lembaga Pendidikan Islam: Literatur Review Selfia Zainur; Delli Marlina; Aprizaldi; Sumiarti; Hamzah Irfanda
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the application of Deep Learning in Islamic education, particularly in Madrasah Ibtidaiyah (MI) and Madrasah Tsanawiyah (MTs) institutions, as an integrative effort to develop the cognitive, affective, and psychomotor aspects of students. This study uses a qualitative method with a Literature Review approach, analyzing various recent findings from SINTA journals and other academic sources to explain the concepts, principles, and implementation of Deep Learning in Islamic Religious Education (PAI). The results of the study show that the three main principles of Mindful Learning, Meaningful Learning, and Joyful Learning play a significant role in building a more reflective, contextual, and enjoyable learning process. The application of Deep Learning in Islamic educational institutions not only strengthens the internalization of religious values but also improves students' critical thinking skills, learning motivation, and social-emotional skills. Additionally, this approach has been proven to have a positive impact on learning outcomes in the cognitive, affective, and psychomotor domains, making it suitable for strengthening the quality of PAI learning in madrasahs.
HARMONISASI ILMU: PERSPEKTIF FILOSOFI, ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, AKSIOLOGI DAN IMPLEMENTATIF UIN KH. ABDURRAHMAN WAHID PEKALONGAN Muhammad Muzaki; Hani Atus Soleha; Naelum Minatika; Mega Nur Fadilah; Arditya Prayogi
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas konsep Harmonisasi Ilmu sebagai kerangka integratif dalam pengembangan pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Di tengah arus modernisasi dan globalisasi, harmonisasi ilmu diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara nilai-nilai Islam, kemajuan sains, dan pelestarian budaya lokal. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, penelitian ini menelaah landasan filosofis, ontologis, epistemologis, dan aksiologis dari integrasi keilmuan yang dikembangkan UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Secara ontologis, tauhid menjadi basis seluruh pengetahuan; secara epistemologis, ilmu diperoleh melalui perpaduan wahyu, akal, dan pengalaman empiris; secara aksiologis, orientasi ilmu diarahkan pada nilai-nilai Islam seperti tawassuth, tawazun, i’tidal, dan tasamuh dalam rangka mewujudkan maqashid al-syariah. Institusi ini kemudian mengimplementasikan konsep tersebut melalui pembidangan lima rumpun ilmu yang meliputi ilmu berbasis wahyu, ilmu alam, ilmu sosial, humaniora, dan ilmu alat. Hasil kajian menunjukkan bahwa harmonisasi ilmu tidak hanya memperkuat karakter dan kompetensi akademik mahasiswa, tetapi juga menjadi strategi pendidikan untuk mencetak generasi yang berwawasan global berakar pada tradisi, dan mampu berkontribusi bagi kesejahteraan Masyarakat.
MEMBANGUN KARAKTER RELIGIUS MELALUI PEMBUDAYAAN AGAMA DAN PEMBELAJARAN AL-QUR'AN HADIS DI LEMBAGA PENDIDIKAN Nailul Muna; Asmira Laila; Anisa Nurul Fadhilah; Muhammad Fauzan; Sumiarti; Hamzah Irfanda
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The formation of students' religious character in the era of globalization requires a comprehensive approach that integrates the cultivation of religious values in school life and deepens understanding of Islamic teachings through the study of the Qur'an and Hadith.This literature review analyzes strategies for developing a religious culture in schools and effective methods of teaching the Qur'an and Hadith at the high school/vocational school level. The results show that religious culture is formed through the internalization of values involving all components of the school, including routine religious activities, teacher role models, and the integration of religious values into learning.Effective Al-Qur'an Hadith learning must be tailored to the characteristics of critically thinking teenagers, including in-depth tajwid, Ulumul Qur'an, Ulumul Hadith, thematic interpretation, and contextualization of verses and hadiths with modern life. A combination of structural, active, technology-based, and project-based approaches has been proven to improve students' understanding and practice. The synergy between religious culture and quality Al-Qur'an Hadith learning produces a generation that is faithful, knowledgeable, noble, and ready to face global challenges.
MODEL-MODEL DIALEKTIKA ILMU DAN AGAMA MENURUT PANDANGAN BARBOUR (KONFLIK, INDEPENDENSI, DIALOG, INTEGRASI) Rr. Maulia Nawangsih Ningrum; Muhammad Hudzaifah Alfa Rizqi; Najmi Arif Triyadi; Arditya Prayogi
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas hubungan antara ilmu pengetahuan dan agama melalui empat model dialektika yang dikemukakan oleh Ian G. Barbour, yaitu konflik, independensi, dialog, dan integrasi. Kajian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber ilmiah seperti buku, jurnal, dan artikel yang relevan. Analisis menunjukkan bahwa meskipun model konflik dan independensi masih muncul dalam diskusi publik modern, model dialog dan integrasi lebih menawarkan pendekatan yang konstruktif untuk memahami relasi keduanya. Model dialog membuka ruang komunikasi antara sains dan agama melalui pengakuan terhadap perbedaan metode dan tujuan, sedangkan model integrasi berupaya mensintesiskan keduanya dalam kerangka filosofis yang lebih harmonis. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan interdisipliner, sikap kritis, dan keterbukaan intelektual untuk menghadirkan pemahaman yang seimbang antara sains dan agama dalam konteks perkembangan ilmu pengetahuan dan dinamika masyarakat modern
PERBANDINGAN PANDANGAN MAZHAB TERHADAP PERAN PEREMPUAN DALAM KEPEMIMPINAN PUBLIK: KAJIAN FIKIH DAN PERSPEKTIF GENDER Yuli Setyawati; Laela Nur Cahyani; Naila Kayyisah Jannati; Wahyu Arif Dwi Setiawan; Siyono
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tiga hal utama yaitu perbedaan dan kesamaan pendapat para mazhab Islam tentang peran perempuan dalam menjadi pemimpin ruang publik, peran perspektif gender dalam membantu memahami situasi dengan lebih adil dan sesuai dengan konteks, serta bagaimana hasil penelitian ini bisa digunakan sebagai acuan dalam membuat kebijakan dan praktik kepemimpinan yang mencakup semua lapisan masyarakat Muslim. Tujuan dari penelitian ini adalah memperluas pemahaman tentang hukum Islam terkait kepemimpinan perempuan dengan menggabungkan analisis dari mazhab klasik dan pendekatan gender, sehingga menghasilkan penjelasan hukum yang lebih luas dan mampu merespons perubahan sosial. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research), yaitu dengan menganalisis buku-buku fikih yang terpercaya serta artikel ilmiah modern yang relevan, baik dari bidang fikih maupun studi gender. Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara para mazhab, sebagian membatasi kepemimpinan perempuan berdasarkan pendekatan tekstual, sedangkan yang lain lebih terbuka dengan menempatkan maqasid syariah, kemaslahatan, dan keadilan sosial sebagai acuan utama. Memasukkan perspektif gender juga memperkuat argumen tentang kesetaraan dengan mengevaluasi kepemimpinan berdasarkan kemampuan, etika, dan profesionalisme. Kesimpulannya, penelitian ini mendorong reinterpretasi fikih yang lebih adaptif serta dapat menjadi dasar akademik bagi pengembangan kebijakan dan praktik kepemimpinan perempuan yang inklusif di komunitas Muslim.