cover
Contact Name
Muhamad Rudi Wijaya
Contact Email
rudiwijaya68@gmail.com
Phone
+6282175218558
Journal Mail Official
rudiwijaya68@gmail.com
Editorial Address
Dusun Rejo Agung Desa Rejo Agung Kecamatan Batanghari, Kab. Lampung Timur, Provinsi Lampung, 34181
Location
Kab. lampung timur,
Lampung
INDONESIA
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan)
Published by CV Najah Bestari
ISSN : 29649633     EISSN : 2964965X     DOI : -
Jurnal An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) khusus membahas masalah pendidikan Islam. Ruang lingkup jurnal meliputi penelitian, pemikiran pendidikan Islam, dan kerja lapangan tentang pendidikan Islam. Pendekatannya bersifat interdisipliner, melingkupi, dan menggabungkan perspektif dari filsafat pendidikan Islam, studi banding pendidikan Islam, kurikulum, proses belajar mengajar dalam pendidikan Islam, evaluasi, pendidikan Islam, dan pendidikan khusus yang relevan dengan isu-isu pendidikan Islam.
Articles 428 Documents
PROBLEMATIKA KETELADANAN SANTRI SENIOR DI PONDOK PESANTREN: PERSPEKTTIF MULTIDISIPLINER Asmaul Khusnah; Faridatul Hasanah; Hamdan Zulva; Miftahul Hamida; Muhammad Adib
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas problematika keteladanan santri senior di pondok pesantren dengan menggunakan perspektif multidisipliner. Santri senior memiliki posisi strategis sebagai teladan dan pengayom bagi santri junior, namun dalam praktiknya menghadapi tuntutan peran yang kompleks dan berlapis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka yang diperkaya dengan data lapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurunnya efektivitas keteladanan santri senior tidak semata-mata disebabkan oleh kelemahan moral individu, melainkan dipengaruhi oleh beban peran yang berlebihan, ketidakjelasan pembagian tanggung jawab, serta keterbatasan dukungan struktural dalam sistem pesantren. Dari perspektif pendidikan Islam, keteladanan (uswah hasanah) merupakan metode pembinaan akhlak yang menuntut keselarasan antara nilai dan perilaku sehari-hari. Sementara itu, perspektif sosiologi mengungkap adanya kelelahan peran (role strain) akibat ketimpangan ekspektasi sosial dan relasi hierarkis antara santri senior dan junior. Integrasi kedua perspektif tersebut menegaskan bahwa penguatan keteladanan santri senior memerlukan pembinaan yang sistematis, pembagian peran yang proporsional, serta penanaman nilai kemandirian dan tanggung jawab pada santri junior. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan pola pembinaan santri yang lebih adil dan berkelanjutan di pesantren
Analisis Deskriptif Model Pembelajaran Kooperatif sebagai Strategi Mitigasi Kecemasan Matematika (Mathematics Anxiety) Siswa SD/MI Nadia Nurul Aini; Nurdhiya Laila Syita; Tafrikhan; Azkiatul Fuadah; Aryadi Nursantoso
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan matematika (mathematics anxiety) merupakan hambatan psikologis fundamental yang mengganggu fungsi memori kerja (working memory) dan menurunkan kinerja akademik siswa sekolah dasar. Fenomena ini sering kali diperburuk oleh iklim pembelajaran konvensional yang kompetitif dan kurangnya dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara deskriptif peran model pembelajaran kooperatif sebagai strategi intervensi dalam memitigasi kecemasan matematika. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui tahapan analisis isi, komparatif, dan tematik terhadap literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varian model kooperatif—seperti Think Pair Share, TGT, STAD, dan Jigsaw—efektif mendekonstruksi atmosfer kelas yang intimidatif menjadi lingkungan belajar yang aman (low-threat environment). Mekanisme interaksi teman sebaya dalam model ini terbukti mengubah tekanan sosial menjadi dukungan sosial (social support) dan bantuan kognitif (scaffolding), yang secara signifikan mereduksi beban psikologis siswa. Penurunan tingkat kecemasan ditemukan berkorelasi positif dengan peningkatan pemahaman konsep matematis. Disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif bukan sekadar metode instruksional, melainkan intervensi psikopedagogis yang krusial untuk memulihkan kepercayaan diri dan mengoptimalkan potensi kognitif siswa.
Pengaruh Penerapan Metode Wafa terhadap Peningkatan Kemampuan Tahsin Al-Qur’an Peserta Didik SMPIT Harapan Bunda Purwokerto Istijabah Anggit Lintang Prasasti; Abu Dharin
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan tahsin Al-Qur’an peserta didik tingkat sekolah menengah pertama. Metode Wafa dipilih sebagai alternatif solusi karena merupakan metode pembelajaran Al-Qur’an berbasis otak kanan dengan pendekatan multisensorik serta tahapan pembelajaran 5P (Pembukaan, Pengalaman, Pengajaran, Penilaian, dan Penutupan). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen multiple group pre-test post-test without control karena peneliti tidak memungkinkan membentuk kelompok kontrol, sehingga seluruh kelompok penelitian memperoleh perlakuan yang sama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pre-test dan post-test, observasi, serta dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan tahsin Al-Qur’an yang signifikan setelah penerapan metode Wafa. Peningkatan tersebut terlihat dari perbandingan nilai pre-test dan post-test yang mengalami kenaikan secara konsisten pada seluruh kelompok bab 1–5. Perbaikan kemampuan peserta didik mencakup aspek makharijul huruf, ketepatan penerapan tajwid, serta kelancaran membaca Al-Qur’an. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai signifikansi yang diperoleh lebih kecil dari taraf signifikansi yang ditetapkan, yaitu Sig. < 0,05 dengan nilai Sig. < 0,001, sehingga hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode Wafa terbukti berpegaruh dalam meningkatkan kemampuan tahsin Al-Qur’an peserta didik kelompok bab 1–5 di SMPIT Harapan Bunda Purwokerto
DARI STIGMA KE MEDIASI BUDAYA: KONFLIK SOSIAL SOUND HOREG DALAM WACANA MEDIA DIGITAL Muhammad Diak Udin; Muhamad Rudi Wijaya
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media digital telah mengubah cara praktik budaya lokal diproduksi, disirkulasikan, dan dimaknai dalam ruang publik. Artikel ini mengkaji fenomena sound horeg sebagai praktik budaya populer berbasis komunitas yang mengalami eskalasi konflik sosial akibat proses pelabelan, moral panic, dan sekuritisasi budaya dalam wacana media digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana sound horeg dikonstruksi sebagai persoalan sosial melalui mekanisme labeling dan moral panic, serta bagaimana media digital memediasi konflik dan stigma melalui negosiasi makna budaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan desain netnografi dan analisis wacana kritis terhadap konten media sosial dan pemberitaan daring pada tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, media digital berperan ambivalen, di satu sisi memperluas visibilitas, pembentukan identitas kolektif, dan peluang ekonomi komunitas sound horeg, namun di sisi lain mengamplifikasi stigma, polarisasi wacana, dan legitimasi kontrol institusional melalui regulasi dan fatwa. Kedua, Viralitas platform mendorong dekontekstualisasi praktik budaya dan memperkuat representasi problematik yang menempatkan sound horeg sebagai ancaman ketertiban dan moral publik. Konflik sound horeg merefleksikan perebutan otoritas makna antara budaya populer, kekuasaan simbolik, dan kebijakan publik dalam masyarakat yang semakin termediasi secara digital.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN INKUIRI DALAM MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP LUAS DAN VOLUME PADA SISWA SEKOLAH DASAR Alya Nur Azizah; Kayma Devinta Putri; Kinara Dwi Shafarani; Aryadi Nursantoso
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih menghadapi permasalahan rendahnya penguasaan konsep, khususnya pada materi luas dan volume. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh pembelajaran konvensional yang kurang melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis implementasi pembelajaran inkuiri dalam meningkatkan penguasaan konsep luas dan volume pada siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review dengan menelaah artikel penelitian yang relevan dari basis data Google Scholar pada rentang tahun 2020–2025. Proses seleksi artikel dilakukan secara sistematis menggunakan alur PRISMA berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan, sehingga diperoleh tiga artikel yang dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran inkuiri mampu meningkatkan penguasaan konsep luas dan volume, yang ditunjukkan melalui peningkatan penguasaan konsep, ketuntasan belajar, serta keaktifan siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, pembelajaran inkuiri dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran matematika yang efektif di sekolah dasar
Penerapan Program Preventif terhadap Siswa yang Terlibat dalam Bullying oleh Guru Akidah Akhlak di MTs Negeri 1 Banyumas Eka Noviyanti; Mujibur Rohman
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan Penerapan Program Preventif terhadap Siswa yang Terlibat dalam Bullying di MTs Negeri 1 Banyumas. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun penelitian ini diuji dengan uji keabsahan data yaitu dengan triangulasi sumber, metode, atau teknik dan waktu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa upaya guru Akidah Akhlak diimplementasikan dalam beberapa bentuk kegiatan keagamaan. Pendekatan preventif ini tidak hanya bertujuan mencegah munculnya perilaku buruk yang baru, tetapi juga berfungsi untuk mencegah terulangnya kembali perilaku negatif yang telah terjadi sebelumnya. Guru Akidah Akhlak didukung oleh peran dari madrasah terutama dari Kepala Madrasah, Waka Kesiswaan dan guru BK. Adapun faktor penghambat yang berasal dari lingkungan, baik lingkungan keluarga atau lingkungan pergaulan.
DAMPAK KEGIATAN MICROTEACHING TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK CALON GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (STUDI PADA MAHASISWA KELOMPOK 25 PROGRAM STUDI PGMI UNIVERSITAS SAINS AL-QUR’AN TAHUN 2026) Hesti Sangadah; Normala Sari; Finna Sofiana; Nabila Izzatin; Asti Lutfiani; Jihan Choiriyah; Aryadi Nursantoso
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kegiatan microteaching terhadap peningkatan kompetensi pedagogik mahasiswa kelompok 25 Program Studi PGMI di Universitas Sains Al-Qur’an Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama kegiatan microteaching berlangsung. Berdasarkan pengalaman dan hasil penelitian, kami merasakan bahwa microteaching sangat membantu dalam melatih kemampuan menyusun modul ajar atau RPP, memilih metode dan media pembelajaran yang sesuai, serta mengelola kelas dengan lebih baik. Kegiatan ini juga membantu kami memahami alur pembelajaran secara sistematis dan meningkatkan rasa percaya diri saat mengajar, meskipun masih terdapat rasa gugup dan kendala dalam pengelolaan waktu. Jadi, secara keseluruhan microteaching memberikan dampak positif dalam mempersiapkan kami sebagai calon guru Madrasah Ibtidaiyah.
PEMAHAMAN MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN JURUSAN MATEMATIKA TERHADAP PEMBAGIAN HARTA WARISAN DALAM ISLAM Sirlia Sahid; Sahara Lani Lestari; Dinda Syafitri; Kayla Amelia Putri; Umar Mukhtar Siregar
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan literasi hukum waris Islam di kalangan umat Muslim, khususnya mahasiswa program studi non-agama, masih menjadi persoalan yang belum sepenuhnya teratasi. Penelitian ini bertujuan mengkaji tingkat pemahaman mahasiswa Jurusan Matematika Universitas Negeri Medan terhadap ketentuan faraidh dalam perspektif hukum Islam. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan penyebaran kuesioner kepada 30–50 responden Muslim melalui teknik purposive random sampling, serta pendalaman data melalui wawancara tidak terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa telah memahami konsep dasar faraidh, sumber hukumnya dalam Al-Qur’an, dan prosedur umum pembagian harta warisan. Namun, masih terdapat kekurangan dalam memahami aspek teknis dan normatif, seperti mekanisme pengurangan biaya pengurusan jenazah dari harta pewaris serta kondisi yang dapat menyebabkan gugurnya hak kewarisan. Kesenjangan ini menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa cenderung masih bersifat konseptual dan belum sepenuhnya aplikatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi materi faraidh secara lebih komprehensif dan praktis dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam di perguruan tinggi menjadi langkah penting agar pemahaman hukum waris Islam dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan masyarakat.