cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6281805273578
Journal Mail Official
sasambojurnal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
ISSN : -     EISSN : 2686519X     DOI : 10.36312/sasambo
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM) that publish 4 issues per year in February, May, August, and November. This journal accepts and publishes scientific articles that are original and focused on community service. Manuscripts are written using an academic approach or scientific method by presenting data on the impact of community service activities that have been carried out. The theme written must have an impact or can be generalized to local, regional or national populations such as various potentials, obstacles, challenges, and problems that exist in society, as a form of contribution to empowerment and sustainable development in the social and humanities, science and technology fields.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 4: November 2022" : 27 Documents clear
Pelatihan Pembuatan Furnitur Bertema Industrial di SMA Trisoko Kramatjati Akhmad Subkhi Ramdani; Noerlina Anggraeni; Hasan Basri; Rosa Susanti; Lily Nabila; Mansur Mansur; Endang Iryani; Mutmainatul Mardiyah
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 4: November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i4.925

Abstract

Upaya yang dilakukan untuk menekan angka penggangguran yaitu dengan memberikan Motivasi serta membuka peluang usaha untuk menghasilkan sebuah karya kreatif, inovatif merupakan bekal bagi mahasiswa yang akan berwirausaha sehingga diharapkan dapat menjadi cikal bakal kemunculan produk usaha sebagai karya mandiri bangsa. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar siswa-siswi kelas XII SMA Trisoko mampu membuat dan menjual furnitur bertema industrial sebagai usaha atau menjadi penghasilan tambahan; Hasil wawancara dengan bagian kemahasiswaan SMA trisoko Kramat jati, Kota Jakarta Timur menyatakan bahwa siswa/siswinya belum memiliki pengetahuan tentang bahan dan pembuatan dalam furnitur bergaya industrial, dan juga belum mengetahui tentang bagaimana menjual barang secara online. Berdasarkan hasil wawancara tersebut didapatkan beberapa tawaran solusi permasalahan diantaranya: 1) memberikan pelatihan pembuatan furnitur bergaya industrial, dan 2) memberikan pelatihan penjualan secara online. Pelatihan dalam kegiatan ini diberikan selama 1 bulan (Oktober), sebanyak 3 kali pertemuan, 1 kali seminggu dengan alokasi waktu 120 menit/pertemuan. Pelaksanaan kegiatan pelatihan ini dibagi menjadi tiga tahapan yang disesuaikan dengan materi pelatihannya. Hasil dari kegiatan ini terlihat para peserta mampu membuat rak dan lampu bertema industrial. Rekomendasi pada kegiatan ini bahwa kegiatan ini dapat terus ditingkatkan sehingga kemampuan siswa/siswi dapat maksimal dan dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi pengembangan sebuah produk serta diharapkan pelatihan yang serupa dapat dilakukan pada mitra lainnya. The Training of Creating Industrial-Style Furniture at Trisoko Senior High School-Kramatjati One mean that can be done to reduce the unemployment rate is to motivate and to give an opportunity to run a business in producing creative and innovative products, so that the products will be the provision for students to start business as an independent work of the nation. Moreover, the objective of this training is students of twelfth grade of Trisoko High School will be able to make and to sell industrial-style furniture as a business or as an additional income; the result of interview from the students of Trisoko High School shows that they have no knowledge of how to build the industrial-style furniture and its material, nor did they know how to sell goods online. The solutions to the problems that the trainers offer are 1) providing training on how to build industrial-style furniture, and 2) providing online sales training. The expected output of this Community Service Program is scientific article that will be published through National Journals accredited with ISSN. The training in this activity is given for 1 month (October), 3 meetings, once a week with an allocation of 120 minutes/meeting. The implementation of this training activity is divided into three stages according to the training material. The result of this training shows that the participants are able to bulid industrial-style shelves and lamps. Furthermore, the recommendations of this activity are that this activity can be continuously improved so that the ability of students can be maximized and can increase creativity and innovation in product development; also it is hoped that similar training can be carried out on other partners
Adaptasi Dan Kolaborasi Menuju Koperasi Inovatif Kota Palu Risnawati Risnawati; Wiri Wirastuti; Syahir Natsir; Niluh Putu Evvy Rosanty; Adfiyani Fadjar; Munawarah Munawarah; Fera Fera
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 4: November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i4.927

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang adaptasi dan kolaborasi bagi Koperasi kota Palu agar mampu menyesuaikan dengan perubahan lingkungan bisnis di era multi disrupsi, kemampuan dan komitmen agar mampu beradaptasi dan berkolaborasi dengan ekosistem bisnis digital, dan menggunakan strategi pemanfaatan teknologi informasi dalam proses dan layanan bisnis di era multi disrupsi. Target dari kegiatan pengabdian ini adalah Pengurus Koperasi Roata Jaya Bersama, Kelurahan Palupi, Kota Palu Sulawesi Tengah. Materi yang diberikan dalam bentuk ceramah dalam bentuk Focus Group Discussion FGD oleh tim pengabdian, dan kemudian berkembang dalam bentuk tanya jawab dan diskusi. Pihak akademisi dan pemerintah terus memberikan motivasi dan pengembangan diri bagi pengurus koperasi kota palu dalam pengelolaan koperasi yang adaptif, mampu berkolaborasi dan berinovasi.Hasil pengabdian menemukan bahwa koperasi kota Palu selama ini koperasi dalam menjalankan usahanya masih menggunakan cara yang tradisional dan belum menggunakan sistem Digital dalam proses pengelolaan usahanya. Adapun Kolaborasi yang koperasi lakukan masih dalam level koperasi primer dengan UMKM, namun belum di lakukan dalam model kerja sama yang terstruktur dan terprogram, sehingga sangat membutuhkan pendampingan. Adaptation and Collaboration Towards Innovative Cooperatives in Palu City  The purpose of this community service activity is to provide knowledge about adaptation and collaboration for Koperasi Kota Palu, to be able to adapt to changes in the business environment in the era of multi-disruption, the ability and commitment to be able to adapt and collaborate with the digital business ecosystem, and use information technology utilization strategies. in business processes and services in the era of multi-disruption. The target of this service activity is the Management of the Koperasi Roata Jaya Bersama, Kelurahan Palupi, Kota Palu, Sulawesi Tengah. The material was given in the form of a lecture in the form of a Focus Group Discussion FGD by the service team, and then developed in the form of questions and answers and discussions. Academics and the government continue to provide motivation and self-development for the Koperasi Kota Palu management in managing cooperatives that are adaptive, able to collaborate and innovate. business management process. The collaboration that cooperatives do is still at the primary cooperative level with MSMEs, but has not been carried out in a structured and programmed cooperation model, so it really needs assistance.
Peningkatan Kuantitas Dan Kualitas Produk Umkm Pupuk Cair Organik Di Desa Banyurip Kabupaten Gresik Ratnaningsih Yustini; Siti Mujanah; Cipnal Muchip M; Desi Desi; Robertus Hari Susilo
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 4: November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i4.929

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan Bantuan Manajemen Usaha dan Teknologi Tepat Guna (TTG) kepada para mitra atau UKM kami yang bergerak di bidang pembuatan pupuk organik cair sebanyak 2 orang, pupuk ini dibuat untuk mendukung budidaya bunga di desa Banyuurip, Gresik. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah memberikan pendampingan TTG, peralatan produksi dan pengemasan, serta pendampingan manajemen dalam peningkatan kualitas produk dan kuantitas produk, serta memberikan pelatihan pengemasan produk, pemasaran dan pengelolaan keuangan agar UMKM mampu berproduksi dan menjual produk, karena selama ini mereka belum mampu melakukannya. Kegiatan pengabdian ini telah menyediakan peralatan produksi untuk menambah kuantitas produk berupa tong dan botol, sehingga kapasitas produksi meningkat dari 38 liter menjadi 300 liter per periode produksi. Selain itu beliau juga memberikan TTG berupa Alat Penghapus untuk produksi pupuk cair organik sehingga produksi menjadi lebih cepat dan berkualitas. Increasing the Quantity and Quality of MSME Products of Organic Liquid Fertilizer in Banyuurip Village, Gresik Regency The purpose of this activity is to provide Business Management Assistance and Appropriate Technology (TTG) for our partners or SMEs engaged in the manufacture of organic liquid fertilizer as many as 2 people, this fertilizer is made to support flower farming in Banyuurip village, Gresik. The implementation method used is to provide TTG assistance, production and packaging equipment, as well as management assistance in improving product quality and product quantity, as well as providing training on product packaging, marketing and managing finances so that MSMEs are able to produce and sell products, because so far they have not able to do. This service activity has provided production equipment to increase the quantity of products in the form of barrels and bottles, so that production capacity increases from 38 liters to 300 liters per production period. In addition, he also provided TTG in the form of an Eraser Tool for the production of organic liquid fertilizer so that production becomes faster and of higher quality.
Gelar Teknologi Produksi Pupuk Organik Eksmecat Untuk Mengatasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi Pada Kelompok tani Ternak Kamboja di Desa Kalijaga Timur Nusa Tenggara Barat Kemas Usman; Mashur Mashur; Baiq Mirawati; Taufik Samsuri
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 4: November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i4.930

Abstract

Kelompoktani Ternak Kamboja di Desa Kalijaga Timur Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah mitra dalam pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat Internal Undikma Tahun 2022. Ada tiga masalah utama yang dihadapi mitra dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggotanya, yaitu: (1) kelangkaan pupuk bersubsidi, (2) rendahnya tingkat pengetahuan, keterampilan dan sikap mitra dalam pembuatan pupuk organik dan (3) belum mengenal pupuk organik eksmecat. Metode diseminasi teknologi yang ditawarkan sebagai solusi mengatasi masalah mitra adalah gelar teknologi produksi pupuk organik eksmecat. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa gelar teknologi dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap petani peternak sapi potong anggota kelompoktani ternak Kamboja dalam pembuatan pupuk organik eksmecat mencapai 100%. Produksi pupuk organik eksmecat yang dihasilkan mencapai 2,083 kg per hari atau sekitar 500 kg pupuk organik eksmecat selama 40 hari budidaya dengan menggunakan 6 kg cacing tanah Eisenia foetida sebagai dekomposernya. Simpulannya bahwa gelar teknologi merupakan metode diseminasi teknologi baru yang sangat efektif karena mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap petani peternak sapi potong anggota kelompoktani ternak Kamboja dalam memproduksi pupuk organik eksmecat Dengan demikian, teknologi ini dapat diterapkan secara massal untuk mengatasi kelangkaan pupuk subsidi yang dihadapi petani selama ini.  Eksmecat Organic Fertilizer Production Technology Degree To Overcome the Scarcity of Subsidized Fertilizers in Cambodian Livestock Farmer Groups Abstract: The Kamboja Livestock Farmer's Group in East Kalijaga Village, Aikmel District, East Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province is a partner in the implementation of the Undikma Internal Community Partnership Program in 2022. There are three main problems faced by partners in order to increase the income and welfare of its members, namely: (1) the scarcity of fertilizers subsidized, (2) low level of knowledge, skills and attitudes of partners in the manufacture of organic fertilizers and (3) not familiar with organic fertilizer Eksmecat. The technology dissemination method offered as a solution to overcome partner problems is the show case technology for the production of eksmecat organic fertilizer. The results of this study indicate that a show case technology can increase the knowledge, skills and attitudes of beef cattle farmers, members of the Cambodian cattle farmer group, in the manufacture of organic fertilizers by up to 100%. The production of eksmecat organic fertilizer reached 2,083 kg per day or about 500 kg of organic eksmecat fertilizer for 40 days of cultivation using 6 kg of earthworm Eisenia foetida as decomposer. The conclusion is that the show case technology is a very effective method of disseminating new technology because it is able to improve the knowledge, skills and attitudes of beef cattle farmers, members of Kamboja livestock farmer groups, in producing organic fertilizers. so far.
Olahan Bumbu Bubuk Kaldu Jamur Tiram Di Desa Sokkolia Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa Halifah Pagarra; Hartati; Muhammad Ilham Wardhana; Sahribulan
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 4: November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i4.933

Abstract

Bumbu bubuk kaldu adalah salah satu bahan yang sangat dibutuhkan dalam menyedapkan masakan sebagai pengganti MSG ( Monosodium glutamate). Berapa tahun terakhir jamur tiram banyak digunakan sebagai bumbu bubuk kaldu jamur tiram untuk menyedapkan rasa masakan. Bubuk kaldu jamur tiram ini diketahui bebas dari kandungan MSG. Budidaya jamur tiram saat ini sedang dikembangkan oleh CV. Surya Mandiri di Desa Sokkolia Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa. Sehingga pada kegiatan ini, Tim Pengabdiam Masyarakat dari Universitas Negeri Makassar melibatkan CV. Surya Mandiri dan kelompok Wanita Tani di Desa Sokkolia untuk berkolaborasi dalam rangka meningkatkan pemasaran dari jamur tiram hasil produksi dari CV. Surya Mandiri dan meningkatkan pemasukan kelompok Wanita Tani di Desa Sokkolia. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan mitra adalah memberi pelatihan tentang: (1). Cara pengolahan bumbu bubuk kaldu dari jamur tiram, (2).Cara pengemasan dan pelabelan hasil produk olahan. (3). Pemasaran. Setelah kegiatan ini dilakukan baik dari aspek pengolahan, pengemasan dan pelabelan serta cara pemasaran produk kepada masyarakat khususnya ibu-ibu dan remaja Kelompok Wanita Tani Desa Sokkolia Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa sebagai mitra. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan melalui penngisian angket terhadap kegiatan ini, hasil respon peserta terhadap kegiatan ini menunjukkan skor rata-rata , 4,69 dengan kategori sangat baik. Processed Seasoning Powder for Oyster Mushroom Broth in Sokkolia Village, Bontomarannu District, Gowa Regency Broth powder seasoning is one of the ingredients that is needed in flavoring dishes as a substitute for MSG (Monosodium glutamate). In recent years, oyster mushrooms have been widely used as a seasoning for oyster mushroom broth powder to enhance the taste of dishes. This oyster mushroom broth powder is known to be free of MSG content. Oyster mushroom cultivation is currently being developed by CV. Surya Mandiri in Sokkolia Village, Bontomarannu District, Gowa Regency. So that in this activity, the Community Service Team from Makassar State University involved CV. Surya Mandiri and the Women Farmers group in Sokkolia Village to collaborate in order to increase the marketing of oyster mushrooms produced by CV. Surya Mandiri and increasing the income of the Women Farmers group in Sokkolia Village. The solution offered to overcome partner problems is to provide training on: (1). Method of processing broth powder seasoning from oyster mushrooms, (2). Method of packaging and labeling of processed products. (3). Marketing. After this activity was carried out both from the aspects of processing, packaging and labeling as well as how to market products to the community, especially women and adolescents, the Women Farmers Group of Sokkolia Village, Bontomarannu District, Gowa Regency as partners. Based on the evaluation carried out through filling out a questionnaire for this activity, the results of the participants' responses to this activity showed an average score of 4.69 in the very good category          
Sustainability Kelompok Bisnis Kerajinan Kapuk Di Desa Dalaka Melalui Strategi Patronage Jamaluddin Jamaluddin; Nina Yusnita Yamin; Jurana Nurdin; Supriadi Laupe; Abdul Pattawe; Nurhayati Haris
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 4: November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i4.946

Abstract

Pengabdian  ini bertujuan untuk membangkitkan dan mengembangkan bisnis kerajinan kapuk melalui strategi patronage sebagaiupaya memperkuat kemampuan pemasaran para mitra. Startegi ini sangat dibutuhkan para mitra sebagai upaya pemulihan demi keberlanjutan bisnis yang harus dilakukan para mitra di masa pandemi Covid-19. Pelaksanaan program pengabdian ini akan dilaksanakan selama 1 bulan. Program ini akan dilakukan oleh 6 (enam) orang dosen dengan kolaborasi kepakaran pada 4 bidang. Bidang tersebut di antaranya bidang akuntansi manajemen, akuntansi keuangan, manajemen pemasaran dan  sistem informasi serta 1 mahasiswa di bidang manajemen pemasaran dan akuntansi. Transfer iptek ke mitra dilakukan melalui penyuluhan dalam tiga bentuk, yaitu penyajian materi, demo, dan pendampingan. Kegiatan penyuluhan ini disambut antusias oleh para pengrajin kapuk dan berharap dapat dilakukan secara intens di desa mereka karena telah memberikan insight. Penyuluhan ini memberikan insightbaik bagi pengabdi maupun peserta. Hal ini dikarenakan pengabdi dapat melihat langsung berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para pengrajin, terlebih di masa pandemi Covid-19 ini.  Hasil pengabdian ini menunjukkan perlunya dilakukan bimbingan secara teknis dalammembangkitkan dan mengembangkan bisnis kerajinan kapuk melalui strategi patronage sebagaiupaya memperkuat kemampuan pemasaran para mitra. Kapuk Craft Business Group Sustainability In Dalaka Village Through The Patronage Strategy This service aims to generate and develop the kapok handicraft business through a patronage strategy as an effort to strengthen the marketing capabilities of partners. This strategy is urgently needed by partners as a recovery effort for business sustainability that must be carried out by partners during the Covid-19 pandemic. The implementation of this service program will be carried out for 1 month. This program will be carried out by 6 (six) lecturers with collaboration of expertise in 4 fields. These fields include management accounting, financial accounting, marketing management and information systems and 1 student in marketing management and accounting. The transfer of science and technology to partners is carried out through counseling in three forms, namely material presentation, demonstration, and mentoring. This outreach activity was enthusiastically welcomed by the kapok craftsmen and hoped that it could be carried out intensely in their village because it had provided insight. This counseling provides insight for both devotees and participants. This is because servants can see firsthand the various problems faced by craftsmen, especially during this Covid-19 pandemic. The results of this service indicate the need for technical guidance in generating and developing the kapok handicraft business through a patronage strategy as an effort to strengthen the marketing capabilities of partners.
Rintisan Pelestarian dan Pengembangan Budidaya Anggur di Desa Sumberbulu Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo Wahyu Prihanta; Elly Purwanti
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 4: November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i4.960

Abstract

Permasalahan yang dihadapi mitra pengabdian kepada masyarakat (Kelompok Masyarakat Anggur Lestari yang berada di Desa Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo) ini adalah bahwa dalam budidaya anggur (1) mitra kesulitan untuk memilih jenis-jenis yang sesuai untuk dibudidayakan; (2) mitra masih memiliki pengetahuan yang masih rendah tentang budidaya anggur mulai dari penanaman dan perawatan tanaman anggur; (3) mitra belum memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang memadai untuk menghindari kerusakan anggur akibat erupsi gunung dan musim hujan yang lebih panjang dari siklus normal tahuanan; (4) mitra belum memiliki strategi untuk budidaya dan pelestarian anggur baik dari strategi budidaya maupun segi kewirausahaan; dan (5. mitra belum memiliki grand design untuk pengembangan tanaman anggur. Oleh karena itu, tujuan pengabdian ini adalah melakukan pendampingan dalam perintisan pelestarian dan pengembangan budidaya anggur di Desa Sumberbulu Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo. Metode kegiatan dalan program pengabdian ini meliputi (1) persiapan pelaksanaan bersama dengan mitra, (2) pelaksanaan yang meliputi pembuatan grand design, studi banding, diklat dan pendampingan pada penanaman sampai perawatan, dan pembentukan jejaring, serta (3) evaluasi. Indikator keberhasilan program adalah terlaksananya semua kegiatan (100% terlaksana). Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat telah berhasil dan telah meningkatkan pengetahuan kelompok dalam pemilihan varietas yang sesuai, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan budidaya anggur, dan membantu dalam pembuatan grand design pengembangan kegiatan budidaya anggur. Pioneering Preservation and Development of Grape Cultivation in Sumberbulu Village, Tegalsiwalan District, Probolinggo Regency The problems faced by community service partners (the Lestari Grape Community Group located in Sumberbulu Village, Tegalsiwalan District, Probolinggo Regency) are that in grape cultivation (1) partners have difficulty choosing the appropriate types for cultivation; (2) partners still have low knowledge about grape cultivation starting from planting and caring for grapevines; (3) partners do not have sufficient knowledge and skills to prevent damage to grapes due to mountain eruptions and rainy seasons which are longer than the annual normal cycle; (4) partners do not yet have a strategy for cultivating and preserving grapes, both from a cultivation strategy and an entrepreneurial perspective; and (5. partners do not yet have a grand design for the development of grapevines. Therefore, the purpose of this service is to provide assistance in pioneering the preservation and development of grape cultivation in Sumberbulu Village, Tegalsiwalan District, Probolinggo Regency. The method of activity in this service program includes (1) preparation joint implementation with partners, (2) implementation which includes making a grand design, comparative studies, training and assistance from planting to care, and forming networks, and (3) evaluation.The indicator of program success is the implementation of all activities (100% implemented). it was concluded that the community service activities had been successful and had increased the group's knowledge in selecting suitable varieties, increased the knowledge and skills of grape cultivation, and assisted in making a grand design for the development of grape cultivation activities

Page 3 of 3 | Total Record : 27