cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Aquacoastmarine
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal AQUACOASTMARINE merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala secara online yang dikelola oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, berisikan hasil-hasil penelitian tentang Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Konservasi Sumberdaya Perairan, Kualitas Air serta Budidaya Perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 366 Documents
Potensi Ekologi dan Tantangan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Pulau Pini, Nias Selatan: Potensi dan Tantangan Pengelolaan Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Ahmad Muhtadi; Khairunnisa; Mhd. Ridha Syafi'i Damanik; Zufriwandi Siregar; Elisabet Rosevenny Simaremare; Muhammad Riza Kurnia Lubis; Azahirin; Sri Masnita Br. Tarigan; Hasbi Husaini; Lovedrian Ariston
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v5i1.24280

Abstract

Pulau Pini dan pulau-pulau kecil di sekitarnya merupakan wilayah pesisir yang memiliki ekosistem penting, seperti terumbu karang, padang lamun, dan mangrove yang berperan sebagai habitat utama berbagai sumber daya ikan dan penopang keanekaragaman hayati laut. Namun demikian, informasi ilmiah mengenai kondisi ekosistem serta tantangan pengelolaan kawasan konservasi di wilayah pulau-pulau kecil ini masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ekologi, tantangan, serta arah pengelolaan kawasan konservasi di perairan Pulau Pini, Kecamatan Pulau-Pulau Batu Timur, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Pengumpulan data dilakukan pada bulan November 2023 di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Pulau Pini melalui pengamatan kondisi ekosistem mangrove, lamun, dan terumbu karang. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menilai status ekosistem pesisir, sedangkan identifikasi faktor internal dan eksternal pengelolaan kawasan konservasi dianalisis menggunakan pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki potensi ekosistem pesisir yang signifikan dengan ditemukannya 7 spesies mangrove dan 6 spesies lamun. Persentase tutupan lamun berkisar antara 32,75%–61,50% yang menunjukkan kondisi ekosistem dari kategori kurang sehat hingga sehat. Kondisi terumbu karang tergolong kategori kurang dengan rata-rata tutupan karang hidup sebesar 38,35%, sedangkan mangrove berada pada kategori sedang dengan sebaran yang relatif terbatas. Zonasi kawasan konservasi terdiri atas zona inti, zona pemanfaatan terbatas, dan zona lain sesuai peruntukannya yang diarahkan untuk perlindungan ekosistem pesisir. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa pengelolaan kawasan konservasi Pulau Pini berada pada Kuadran I (strategi SO), yang menekankan pemanfaatan kekuatan ekosistem pesisir untuk memaksimalkan peluang pengelolaan kawasan konservasi secara berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan perlindungan habitat, pemantauan ekosistem secara berkala, serta peningkatan partisipasi masyarakat merupakan strategi utama dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan di perairan Pulau Pin
Distribusi dan Karakteristik Mikroplastik pada Daging dan Saluran Pencernaan Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) di PPI Ujong Baroh, Aceh Barat : Distribusi dan Karakteristik Mikroplastik pada Daging dan Saluran Pencernaan Ikan Tongkol Ika Kusumawati Kusumawati; Mai Suriani; siti rahayuning putri; Dini Islama
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v5i1.24939

Abstract

The increasing use of plastic in coastal areas has led to the accumulation of microplastic particles in marine environments, which can enter the food chain and pose risks to both aquatic organisms and humans as final consumers. Microplastics, defined as plastic particles smaller than 5 mm, originate from the degradation of larger plastics due to ultraviolet exposure and anthropogenic activities such as fishing, industrial waste, and household garbage. This study aimed to analyze the concentration, types, and polymer characteristics of microplastics in the flesh and digestive tract of mackerel tuna (Euthynnus affinis) caught by fishermen at PPI Ujong Baroh, West Aceh. The research was conducted from August to September 2024 using a purposive sampling method. Six fish samples were collected, and their flesh and digestive tract were digested using 10% KOH solution to remove organic matter. The filtrate was filtered with Whatman filter paper (1.6 µm) and observed under an optical microscope to identify the shape and color of microplastics. Fourier Transform Infrared (FTIR) spectroscopy was used to identify the polymer type. The results revealed five microplastic forms: fiber, fragment, film, pellet, and foam. Fiber was the most dominant, with an average abundance of 73.05 particles/gram in flesh and 42.83 particles/gram in the digestive tract. FTIR analysis confirmed that the dominant polymer was Polyamide (Nylon), which is commonly used in fishing nets and ropes. These findings indicate that microplastic contamination has occurred in fish consumed by coastal communities in West Aceh, reflecting the growing marine pollution problem in Indonesia. This study highlights the importance of strengthening marine waste management and monitoring seafood safety to reduce potential health and ecological impacts.
Assessment of Local Communities' Climate Vulnerability in Lampung: Case Study on Buffering Villages at Way Kambas National Park Nuzula Elfa Rahma; Erna Rositah; Suparjo; F.V. Astrolabe Sian Prasetya; Feri Fadlin; Yulma; Joko Triyono
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v5i1.24963

Abstract

Communities in Lampung province, Indonesia, are at the forefront of climate change impacts. Hence, this study aims to determine the climatic vulnerability of Lampung local communities. The study encompasses multifaceted aspects of climate exposure and its impact on the local communities of three resorts (Kuala Penet, Susukan Baru, Cabang). The analysis consists of examining historical climate patterns and how they correspond to the community's climate vulnerability. The analysis covers historical climate data from the period of 2004 to 2024, which includes the daily temperature (maximum, minimum, and average value) and daily precipitation. Furthermore, interviews and Focus Group Discsussions are conducted to obtain information from the communities. The data is then interpreted by using the DPSIR framework. It reveals that inland and coastal communities differ regarding these aspects: risk exposure, sensitivity, and adaptive capabilities. When it comes to exposure, inland agricultural communities face risks from drought, soil degradation, and unpredictable rainfall. Meanwhile, coastal communities are affected by rising temperatures, rising sea levels, tidal floods, coastal erosion, and the depletion of fish stocks. Sensitivity is measured by means of livelihood, socioeconomic status, and access to healthcare. Marginalized groups, particularly the poor and elderly, face compounded risks due to limited healthcare access and displacement threats, with the most vulnerable being the coastal communities of Cabang Resort. Furthermore, when it comes to adaptive capabilities, both terrestrial and coastal communities in Lampung have very limited capacities to anticipate most of the climate change impacts. Strengthening climate resilience will require targeted interventions, including improvement of infrastructure, access to healthcare and disaster readiness programs.
Analysis Analisis Produktivitas dan Kelayakan Usaha Penangkapan Rajungan (Portunus pelagicus) dengan Menggunakan Bubu Lipat Di Perairan Gebang Mekar Cirebon: Analysis of Productivity and Feasibility of Crab (Portunus Pelagicus) Fishing Business Using Folding Trap in Gebang Mekar Waters, Cirebon Jhohan Jhohan; Mochammad Riyanto; Selvi Tebaiy; Muhammad Fajar Fajri Fardhilah; Lathifa Marsya Nathania Ferani; La Ode Muhammad Iksan Yusuf; Riki Saputra; Taufiq; Rosmina Sasarari
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v5i1.25005

Abstract

Perairan Gebang Mekar, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, merupakan salah satu wilayah potensial perikanan tangkap dengan produksi rajungan (Portunus pelagicus) sebesar 5.645–6.553 ton per tahun, di mana bubu lipat berperan sebagai alat tangkap utama yang ramah lingkungan dan efisien operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas dan kelayakan finansial usaha penangkapan rajungan menggunakan bubu lipat melalui pendekatan experimental fishing selama 30 trip dengan 1.000 unit bubu. Hasil penelitian menunjukkan produktivitas rata-rata 8,67 kg/trip atau 104,04 kg/tahun, total investasi Rp231.122.900, pendapatan bersih Rp161.695.536/tahun, benefit cost ratio (BCR) 1,92, financial rate of return (FRR) 69,9%, dan payback period of capital (PPC) 1,43 tahun. Usaha dinyatakan layak secara finansial karena BCR > 1, FRR jauh melebihi suku bunga bank (19%), serta periode pengembalian modal relatif singkat dengan rekomendasi pengoptimalan manajemen investasi dan kepatuhan terhadap regulasi ukuran tangkap demi keberlanjutan sumber daya
Struktur Komunitas Ikan Karang Famili Chaetodontidae di Perairan Pesisir Pulau Mansinam, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat Dedi Parenden; Daud Orisu; Mudjirahayu; Jeremias Rumala Tuhumena
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v5i1.25011

Abstract

Terumbu karang adalah ekosistem bawah laut yang terdiri dari sekelompok binatang karang yang membentuk struktur kalsium karbonat yang menjadi fondasi bagi kehidupan biota laut salah satunya yaitu ikan karang dari famili Chaetodontidae. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji struktur komunitas ikan karang, mengetahui upaya-upaya yang dilakukan oleh masyarakat dan memberikan saran pengelolaan ekosistem terumbu karang dan ikan karang. Penelitian dilakukan di pesisir Pulau Mansinam pada bulan November-Desember 2018.  Metode yang digunakan yaitu deskriptif dan untuk pengambilan data ikan karang menggunakan metode Underwater Visual Census. Analisis data menggunakan formula indeks kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi.  Kondisi perairan Pulau Mansinam masih tergolong baik dilihat dari standar baku mutu untuk suhu, salinitas, kecerahan, kecepatan arus dan kedalaman perairan.  Jumlah jenis ikan karang yang ditemukan di daerah tersebut sebanyak 11 spesies yang terdiri dari 4 genus dengan total individu 70 individu dari 3 stasiun penelitian.  Kelimpahan tertinggi ikan karang yaitu di stasiun 2 sebesar 1.080 ind./ha, sedangkan terendah di Stasiun 1 sebesar 680 ind./ha.  Keanekaragaman ikan karang berada dalam kategori sedang.  Indeks keseragaman pada Stasiun 1 tergolong keseragaman tinggi, komunitas stabil, sedangkan Stasiun 2 dan 3 tergolong keseragaman sedang, komunitas labil. Indeks dominansi pada keseluruhan stasiun berkisar antara 0,18-0,27. Upaya pengelolaan sumberdaya perikanan ikan karang dengan melibatkan seluruh stakeholder dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencapai pengelolaan ekosistem terumbu karang yang baik
Keberlanjutan Pengelolaan Budidaya Perikanan Komoditas Ikan Patin di Kabupaten Tulungagung Mochammad Fattah; Susadiana; Pudji Purwanti; Dwi Sofiati; Asyifa Anandya; Ahmad Khoirul Umam
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v5i1.25023

Abstract

Budidaya ikan patin merupakan salah satu sektor perikanan yang memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberlanjutan pengelolaan budidaya perikanan komoditas ikan patin di Kabupaten Tulungagung. Analisis data yang digunakan adalah analisis MDS-Rapcultiv untuk menilai keberlanjutan berdasarkan dimensi ekologi, ekonomi, sosial, serta hukum dan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai keberlanjutan multidimensi sebesar 72,75% yang termasuk kategori cukup berkelanjutan dan mendekati berkelanjutan. Dimensi ekologi dipengaruhi oleh kualitas air, kualitas benih, dan pengendalian penyakit yang berkontribusi terhadap kelulushidupan ikan dan mutu hasil. Dimensi ekonomi ditentukan oleh ketersediaan pasar, stabilitas harga, dan biaya produksi, terutama pakan sebagai komponen terbesar. Dimensi sosial dipengaruhi oleh kemampuan menyerap IPTEK, pengalaman pembudidaya, partisipasi keluarga, serta pengelolaan limbah yang berperan dalam menjaga stabilitas usaha dan hubungan sosial. Dimensi hukum dan kelembagaan didukung oleh keberadaan penyuluh, penerapan standar CPIB dan CBIB, serta keaktifan kelompok pembudidaya yang memperkuat kapasitas dan akses pasar. Pengelolaan budidaya dilakukan secara terpadu melalui peningkatan kualitas air, penggunaan benih unggul, efisiensi pakan, penguatan kapasitas pembudidaya, pengelolaan limbah yang terstruktur, serta penguatan kelembagaan dan kemitraan untuk meningkatkan keberlanjutan usaha.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 1 (2026): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 4 No. 2 (2025): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 3 No. 2 (2024): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 3 No. 1 (2024): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 2 No. 2 (2023): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 2 No. 1 (2023): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 1 No. 1 (2022): Volume 1 Nomor 1 Tahun 2022 Vol. 1 No. 2 (2022): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol 6, No 4 (2018): AQUACOASTMARINE Vol 6, No 3 (2018): AQUACOASTMARINE Vol 6, No 2 (2018): AQUACOASTMARINE Vol 6, No 1 (2018): AQUACOASTMARINE Vol 5, No 3 (2017): AQUACOASTMARINE Vol 5, No 2 (2017): AQUACOASTMARINE Vol 5, No 1 (2017): AQUACOASTMARINE Vol 4, No 4 (2016): AQUACOASTMARINE Vol 4, No 3 (2016): JURNAL AQUACOASTMARINE Vol 4, No 2 (2016): AQUACOASTMARINE Vol 4, No 1 (2016): JURNAL AQUACOASTMARINE Vol 3, No 3 (2015): JURNAL AQUACOASTMARINE VOLUME 3, NO 3, JUNI 2015 Vol 3, No 2 (2015): JURNAL AQUACOASTMARINE VOLUME 3, NO 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): JURNAL AQUACOASTMARINE VOLUME 3, NO 1, PEBRUARI 2015 Vol 3, No 5 (2015): JURNAL AQUACOASTMARINE Vol 3, No 4 (2015): AQUACOASTMARINE Vol 2, No 4 (2014): JURNAL AQUACOASTMARINE VOLUME 2, NO 4, DESEMBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): JURNAL AQUACOASTMARINE VOLUME 2, NO 3, DESEMBER 2014 Vol 2, No 2 (2014): JURNAL AQUACOASTMARINE VOLUME 2, NO 2, DESEMBER 2014 Vol 2, No 1 (2014): JURNAL AQUACOASTMARINE VOLUME 2, NO 1, AGUSTUS 2014 Vol 1, No 1 (2013): JURNAL AQUACOASTMARINE VOLUME 1, NO 1, DESEMBER 2013 More Issue