cover
Contact Name
Dedi Sufriadi
Contact Email
dedisufriadi@gmail.com
Phone
+6285260082672
Journal Mail Official
jurnal@indopublishing.or.id
Editorial Address
Jln. Malahayati KM. 9 No. 14 Desa Kajhu Kabupaten Aceh Besar, Indonesia 23373
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Indo Publishing
ISSN : 30898145     EISSN : 30901294     DOI : https://doi.org/10.63822/aksikita
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, ekonomi, agama, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 584 Documents
Peningkatan Pemahaman Penyusunan Kertas Kerja Audit Berdasarkan SPAP bagi Auditor Junior dan Mahasiswa Magang Abdullah Sholeh Fauzan; Jacobus Widiatmoko
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/s30r0g41

Abstract

Auditor junior baru dan mahasiswa magang pada Kantor Akuntan Publik umumnya telah memperoleh pemahaman teori audit selama proses perkuliahan, namun masih menghadapi kesulitan dalam menerapkan penyusunan Kertas Kerja Audit (KKA) sesuai dengan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP). Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas dokumentasi audit dan efektivitas pelaksanaan penugasan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman auditor junior baru dan mahasiswa magang mengenai penyusunan Kertas Kerja Audit sesuai dengan SPAP melalui pendampingan berbasis praktik. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, demonstrasi penyusunan KKA, praktik menggunakan studi kasus sederhana, diskusi, serta evaluasi terhadap hasil pekerjaan peserta melalui proses review. Kegiatan difokuskan pada pemahaman struktur Kertas Kerja Audit, teknik dokumentasi audit, penggunaan tick mark dan cross-reference, serta mekanisme review notes dalam proses audit. Pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai penyusunan Kertas Kerja Audit yang sistematis dan sesuai dengan ketentuan SPAP. Selain itu, peserta mampu memahami pentingnya dokumentasi audit yang memadai sebagai dasar pelaksanaan review dan pengendalian mutu dalam penugasan audit. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kompetensi auditor pemula sehingga mampu melaksanakan pekerjaan audit secara lebih efektif dan sesuai dengan standar profesional
Pendampingan Digitalisasi UMKM Lokal Melalui Penerapan QRIS dan Google Maps Sebagai Upaya Pemberdayaan UMKM di Desa Jebugan, Kecamatan Klaten Utara Shifaneyra Aliya Sabella Effendi; Reyvan Irgi Ahmad Fahrezi; Taufan Adi Wijaya; Iqlima Hanifa Haya Rafsanjani; Nova Nugrahasari; Fatwa Aliffia Hannif
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/k1wdk298

Abstract

UMKM merupakan tulang punggung dari perekonomian nasional, tetapi meski begitu adopsi terhadap teknologi digital di kalangan pelaku UMKM di kawasan pedesaan masih cukup rendah. Program pengabdian ini memiliki tujuan untuk mendampingi para pelaku UMKM yang ada di Desa Jebugan, Kecamatan Klaten Utara, dalam mengadopsi teknologi digital melalui penerapan QRIS, dan pemanfaatan Google Maps terhadap usaha mereka. Program ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan door-to-door dan melalui pendampingan intensif kepada 14 unit UMKM yang membutuhkan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 4 UMKM berhasil mengaktifkan QRIS dan 12 UMKM sisanya telah berhasil terdaftar di Google Maps. Pendekatan secara door-to-door terbukti efektif dalam membangun kepercayaan serta dapat mendorong proses adopsi teknologi ini. Program ini juga memberikan dampak yang positif terhadap visibilitas usaha serta membuka peluang perluasan pasar bagi para UMKM yang ada di Desa Jebugan.
Edukasi Sertifikasi Halal Sebagai Upaya Peningkatan Legalitas dan Pemahaman UMKM di Desa Jebugan, Klaten Utara Afifah Nurul Hidayah; Titania Alfa Reza; Ummi Alwiyatun Ni’mah; Raisa Maisara Hafidzah; Noval Ramdhan Yulianto; Bryan Al Ficry
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/kn16er22

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian nasional. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang memiliki keterbatasan pemahaman mengenai sertifikasi halal sebagai salah satu bentuk legalitas usaha dan jaminan mutu produk. Kondisi tersebut juga ditemukan pada pelaku UMKM di Desa Jebugan, Kecamatan Klaten Utara, yang sebagian besar belum memahami urgensi, manfaat, maupun prosedur pengajuan sertifikasi halal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran pelaku UMKM mengenai pentingnya sertifikasi halal melalui program edukasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi tahapan observasi awal dan identifikasi masalah, perencanaan program, pelaksanaan sosialisasi sertifikasi halal bersama narasumber dari Kantor Urusan Agama (KUA), serta evaluasi menggunakan instrument pre-test dan post-test. Subjek kegiatan terdiri atas 18 pelaku UMKM yang dipilih berdasarkan potensi usahanya. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan tingkat pemahaman peserta pada seluruh indikator yang diukur setelah mengikuti kegiatan edukasi. Selain meningkatkan literasi halal, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya kesadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya legalitas usaha sebagai upaya meningkatkan kepercayaan konsumen dan daya saing produk. Program edukasi sertifikasi halal terbukti menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang efektif dalam memperkuat kapasitas UMKM di tingkat desa.
Pendampingan Legalitas Usaha dan Digitalisasi Bisnis sebagai Upaya Peningkatan Daya Saing UMKM di Desa/Kelurahan Cibarusah Kota 2026 Bayu Prasetyo; Dantes Daniel Lumbantoruan; Iqbal Muhammad Naqib; Yohana Chrisda Dini Pasaribu; Delya Rahayu Nurhidayat; Rt. Siti Nurfaizah; Anisa Maulidiatus Sahirah; Karlina Putri; Sheira Melanda; Etty Zuliawati Zed
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/n4btkq73

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menghadapi tantangan untuk meningkatkan daya saing melalui penguatan legalitas usaha, identitas merek, dan pemanfaatan teknologi digital. Salah satu UMKM yang mengalami kondisi tersebut adalah Riffa Caffe di Desa Cibarusah Kota, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Meskipun usaha ini pernah memperoleh perhatian luas melalui media sosial, masih ditemukan beberapa aspek yang memerlukan penguatan agar perkembangan usaha dapat berlangsung secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas usaha melalui pendampingan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), penguatan branding dengan penyediaan banner usaha, serta optimalisasi digitalisasi bisnis. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan mitra secara aktif mulai dari identifikasi kebutuhan, penyusunan program, pelaksanaan pendampingan, hingga evaluasi hasil. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, diskusi, dokumentasi, serta didukung oleh berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan berhasil menghasilkan penerbitan NIB, tersedianya banner sebagai identitas visual usaha, serta meningkatnya pemahaman dan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan media digital sebagai media promosi. Integrasi antara legalitas usaha, branding, dan digitalisasi memberikan dampak positif terhadap peningkatan profesionalisme pengelolaan usaha sekaligus memperkuat kesiapan mitra dalam menghadapi persaingan bisnis. Pendekatan pendampingan yang diterapkan diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif model pemberdayaan UMKM yang berorientasi pada keberlanjutan usaha.
Signifikansi Sejarah dalam Penanaman Nasionalisme bagi Peserta Didik Ana Safitri; Awaludin Jamil
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/r4f74d05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat kembali pembelajaran sejarah dapat mempengaruhi terbentuknya jiwa nasionalisme di kalangan siswa/mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan dalam melakukan penelitian adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemajemukan yang dimiliki bangsa Indonesia sebagai kondisi objektif, terutama berkaitan dengan etnis, agama, budaya, dan bahasa tampaknya memang sangat rentan dan potensial akan menjadi penyebab terjadinya disintegrasi bangsa. Konsep tentang sejarahmencakup pengembangan nilai-nilai di sekolah yang perhatian dan penekanannya berbeda-beda sesuai tingkat semangat dosen dan kondisi fisik serta iklim sosial dari sekolah/kampus. Konsep sejarahdalam pembelajaran sejarah tersebut bertujuan membangun kembali ikatan kebangsaan (rebuilding the nation) yang merupakan problem rebuilding the humanities, society, and culture.
Dinamika Sosial Nyai Pribumi Jawa Abad XX Awaludin Jamil; Ana Safitri
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/3tafqk52

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui dinamika kehidupa nyai pada masa kolonial, dan (2) Mengetahui transformasi modernisasi wanita di Jawa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Sejarah. Langkah-langkah dalam penelitian sejarah meliputi: pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan pribumi yang dijadikan gundik oleh laki-laki Eropa biasa disebut dengan ‘nyai’. Pengambilan nyai dilakukan karena sedikitnya jumlah perempuan Eropa didatangkan ke Hindia Belanda. Seorang nyai akan berfungsi sebagai pembantu rumah tangga hingga pemuas kebutuhan seksual tuan Eropanya. Praktik pergundikan banyak terjadi dalam beberapa tempat yang memang pada saat itu menjadi pusat-pusat pemerintahan atau perekonomian pemerintah Hindia Belanda. Nyai merupakan perempuan-perempuan pertama yang terpenetrasi oleh kebudayaan baru yang dibawa tuan Eropanya. Peranan nyai sebagai mediator budaya Jawa dan Eropa dapat dilihat dalam berbagai bidang kehidupan, antara lain rijsttafel (kebiasaan makan), busana, bahasa, dan gaya hidup.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Bebidas melalui Pemanfaatan Biji Kakao menjadi Bubuk Cokelat Bernilai Ekonomis Imam Surisna Atmaja; Apriliani Apriliani; Rania Satar; Indana Zulfa Undiyatami; Alya Eva Firdausha; Norga Ahya Saliha; Imam Alfalak; Melinda Melinda; Nur Taqina Najwa; M. Nur Tri Pamungkas
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/grmtr243

Abstract

Desa Bebidas merupakan salah satu desa di Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur yang memiliki potensi besar pada sektor perkebunan kakao dengan produksi yang terus meningkat setiap tahun. Meskipun potensinya besar, sebagian hasil panen kakao di desa ini masih dijual dalam bentuk biji mentah kepada pengepul sehingga nilai tambah ekonomi yang diterima masyarakat masih rendah. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN-PMD) ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pengolahan biji kakao menjadi bubuk cokelat bernilai ekonomis. Metode kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif-edukatif yang meliputi sosialisasi, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan teknis produksi, pendampingan usaha, hingga pembentukan kelompok pengelola untuk keberlanjutan program. Proses pengolahan bubuk cokelat meliputi tahap pemetikan buah, pemisahan biji dari daging buah, fermentasi selama 3-5 hari dengan pembalikan setiap 1x24 jam, pengeringan di bawah sinar matahari selama dua hari, penyangraian (roasting), penghalusan menjadi pasta kakao menggunakan chopper atau blender, pemisahan lemak menggunakan kain tipis, pengeringan pasta bebas lemak dengan cara diangin-anginkan di tempat teduh, pengayakan menggunakan saringan 100 mesh, serta pencampuran dengan susu bubuk full cream dan gula industri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat dan kelompok tani merespons positif program ini sebagai upaya peningkatan nilai tambah komoditas kakao lokal. Program ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah kakao, membuka peluang usaha baru bagi kelompok tani dan karang taruna, serta mendukung pengembangan konsep “Kampung Cokelat Bebidas” sebagai sentra UMKM berbasis kakao yang berkelanjutan.
Sosialisasi dan Pelatihan Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bagi Masyarakat di Desa Buluh Rampai Masyitah Masyitah; Yehezkiel Juansen Sinaga; Rissa Ariani Nasution; Nofry Dwi Adindio; Nurul Fazira; Risma Ariska Putri; Calista Leony Tri Ardini; Aulia Dwinda Rifani; Rifka Junita; Ulva Mayasari; Marsa Syifa Syauqi
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/jxe0q851

Abstract

Minyak jelantah merupakan minyak goreng yang telah digunakan untuk menggoreng berbagai jenis makanan berulang kali sehingga mengalami penurunan kualitas, sehingga menjadi limbah rumah tangga maupun usaha kuliner. Pembuangan minyak jelantah secara sembarangan dapat mencemari lingkungan, sedangkan penggunaan minyak jelantah secara berulang  membahayakan kesehatan jika diginakan secara berulang. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk yang memiliki nilai jual. Salah satunya berupa pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Lilin aromaterapi dapat digunakan untuk pengharum ruangan, penyegaran, dan relaksasi. Pengabdian ini memberikan wawasan kepada ibu-ibu di Desa Buluh Rampai mengenai tata cara pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah dan juga memberikan motivasi serta peluang dalam berwirausaha. Kegiatan dilakukan dengan melakukan sosialisasi serta pelatihan langsungdemonstrasi dengan praktik cara pembuatan lilin aromaterapi, dengan tujuan agar masyarakat dapat mempraktikkannya secara mandiri. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa buluh Rampai, Kecamatan Seberida, Indaragiri Hulu, pada hari Rabu, 22 Juli 2026 secara offline. Pesertanya berjumlah ± 20 orang yang terdiri dari ibu rumah tangga dan pelaku UMKM. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola minyak jelantah.
Penguatan Kompetensi dan Jaringan Kemitraan Sebagai Strategi Pemberdayaan UMKM di Tengah Persaingan Pasar Fiqih Maria Rabiatul Hariroh; Novi Fitria Hermiati; Sanudin Sanudin; Nur Azis; Farah Aulia Masduki
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/hts0bt45

Abstract

UMKM sektor pangan olahan dan kuliner rumahan di Kecamatan Karang Bahagia memiliki potensi besar, didukung ketersediaan bahan baku lokal, keterampilan produksi, dan peluang pasar. Namun, mitra masih menghadapi kendala dalam standar produksi dan higienitas, legalitas, manajemen dan pencatatan keuangan, pemasaran digital, branding, serta akses jaringan kemitraan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi UMKM dalam produksi, manajemen, dan pemasaran sekaligus memperkuat jaringan kemitraan untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui sosialisasi dan identifikasi kondisi awal, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan, evaluasi, dan penguatan keberlanjutan. Materi meliputi legalitas usaha, Good Manufacturing Practices (GMP), sanitasi dan higienitas, pencatatan keuangan, HPP, perencanaan usaha, pemasaran digital, dan branding. Penerapan teknologi dilakukan melalui SOP berbasis checklist, alat pengemasan sederhana, pencatatan keuangan, serta pemanfaatan media sosial dan marketplace. Luaran yang ditargetkan meliputi peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM, penerapan perangkat pendukung usaha, perluasan jejaring kemitraan, serta publikasi ilmiah hasil kegiatan.
Pemberdayaan Pelaku UMKM melalui Penguatan Kompetensi Manajerial dan Adaptasi Digital Muhammad Kosim; Windi Windi; Muhadar Putih; Denny Saputera; Sifa Amalia Afifah
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/jq71n417

Abstract

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bekasi memiliki potensi pengembangan yang besar, namun masih menghadapi kendala dalam kompetensi manajerial, pengelolaan keuangan, perencanaan usaha, standardisasi produksi, dan pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui penguatan kompetensi manajerial dan adaptasi digital agar pengelolaan usaha lebih terstruktur dan adaptif terhadap perkembangan pasar. Kegiatan dilaksanakan dalam satu hari dengan pendekatan partisipatif, edukatif, dan aplikatif melalui sosialisasi, diskusi, studi kasus, praktik, dan evaluasi. Materi meliputi pencatatan keuangan sederhana, business plan, SOP dan Good Manufacturing Practices (GMP), branding, pembuatan konten, serta pemanfaatan media sosial dan marketplace. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan awal mitra dalam pengelolaan usaha dan pemanfaatan teknologi digital. Mitra juga memperoleh instrumen pendukung berupa format pencatatan keuangan, konsep SOP produksi, dan materi pemasaran digital. Karena kegiatan dilaksanakan dalam satu hari, peningkatan omzet, produksi, dan penjualan digital belum dapat diukur secara kuantitatif. Luaran kegiatan berupa peningkatan kapasitas mitra, dokumentasi, dan naskah artikel ilmiah sebagai bentuk diseminasi hasil pengabdian.