cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
ANALISIS KELAYAKAN AGROINDUSTRI TAHU (Kasus: Nagori Pematang Simalungun, Kec. Siantar, Kab.Simalungun) Nurhasanah siregar; Lily Fauzia; Yusak Maryunianta
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.161 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan tahun 2016. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) menganalisis ketersediaan input yang dibutuhkan dalam usaha pembuatan tahu di daerah penelitian. (2) Untuk mengetahui proses pengolahan kedelai menjadi tahu di daerah penelitian. (3) Untuk menganalisis apakah usaha tahu di daerah penelitian layak untuk di usahakan secara ekonomi di daerah penelitian. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive (sengaja) dengan melihat data bahwa daerah tersebut merupakan sentra pengusaha tahu. Penentuan sampel penelitian dihitung menggunakan rumus slovin. Pengujian hipotesis data menggunakan analisis kelayakan ekonomi dengan kriteria uji NPV, EIRR, Net B/C, dan Payback Period. Hasil penelitian diperoleh (1) Input yang digunakan dalam agroindustri tahu di daerah penelitian adalah kacang kedelai, air bersih, zat penggumpal dan bahan bakar. alat-alatnya yang digunakan adalah mesin penggiling, drum, tungku, cetakan tahu, ember, saringan dan sekop. Semua input tersedia dan mudah didapatkan. (2) Urutan proses pengolahan kedelai menjadi tahu didaerah penelitian adalah perendaman, pencucian, perebusan, penyaringan, penggumpalan, pencetakan dan pengepresan kemudian pemotongan. (3) Dengan analisis ekonomi, agroindustri tahu didaerah penelitian layak untuk diusahakan disebabkan oleh nilai NPV 617.861.238,17 > 0, EIRR 38% > SOCC, dan B/C 7,30> 1 dan pengembalian modal investasi selama dua tahun tujuh bulan.  Kata kunci: Studi Kelayakan, Usaha Tahu, Agroindustri, analisis ekonomi
EFEKTIVITAS DISTRIBUSI PUPUK BERSUBSIDI PADA TINGKAT PETANI PADI SAWAH DI DESA RAWANG LAMA KECAMATAN RAWANG PANCA ARGA KABUPATEN ASAHAN Nurhayati Nurhayati; Luhut Sihombing; ozart B Darus
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.677 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian adalah untuk menganalisis mekanisme perolehan pupuk bersubsidi pada petani padi sawah dan untuk menganalisis efektivitas distribusi pupuk bersubsidi bagi petani padi sawah di Desa Rawang Lama Kecamatan Rawang Panca Arga Kabupaten Asahan. Metode penelitian pengambilan sampel yang digunakan adalah metode pusposive sampling, dengan besar sampel yaitu 42 sampel. Data yang digunakan adalah data primer dan data skunder. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perolehan pupuk subsidi secara keseluruhan dari segi Tepat Jenis, Tepat Tempat, Tepat Mutu, Tepat Waktu, Tepat Harga dan Tepat Jumlah di Desa Rawang Lama Kecamatan Rawang Panca Arga Kabupaten Asahan sudah efektif. Kata Kunci : Efektivitas, Pupuk Subsidi, Distribusi.
ANALISIS KONSUMSI PANGAN DAN NON PANGAN KARYAWAN PELAKSANA PTPN IV KEBUN BAHBUTONG KABUPATEN SIMALUNGUN Rindhi Udiah Pertiwi; Kelin Tarigan; Salmiah Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.65 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan pengeluaran konsumsi pangan dan non pangan karyawan pelaksana dan menganalisis pengaruh jumlah tanggungan rumah tangga dan umur karyawan pelaksana di PTPN IV Kebun Bahbutong Kabupaten Simalungun tehadap pengeluaran konsumsi rumah tangga. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan metode  uji chow. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  perbandingan pengeluaran konsumsi pangan dengan konsumsi non pangan karyawan pelaksana PTPN IV Kebun Bahbutong Kabupaten Simalungun 1 banding 1,5 (1:1,5) artinya pengeluaran untuk konsumsi pangan lebih kecil dibandingkan pengeluaran untuk konsumsi  non pangan, jumlah tanggungan rumah tangga dan umur karyawan pelaksana berpengaruh nyata terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga karyawan pelaksana PTPN IV Kebun Bahbutong Kabupaten Simalungun. Kata Kunci: konsumsi, pangan, non pangan.
ANALISIS DAYA SAING KARET (Hevea brasiliensis) SUMATERA UTARA DI PASAR EKSPOR Rini Silvia Dewi; Thomson Sebayang; Salmiah Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.634 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing kompetitif  dan komparatif karet hasil produksi Sumatera Utara di pasar ekspor serta menganalisis indeks spesialisasi perdagangan Sumatera Utara. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive. Metode analisis yang digunakan adalah analisis Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamic (EPD) dan Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP). Dari hasil penelitian diketahui bahwa karet hasil produksi Sumatera Utara memiliki keunggulan komparatif yang kuat, namun memiliki keunggulan kompetitif yang lemah yang merupakan indikator daya saing dan Provinsi Sumatera Utara cenderung menjadi daerah eksportir karet.Kata Kunci: daya  saing, karet, ekspor
ANALISIS TATANIAGA SUSU KERBAU (Studi kasus: Desa Nagasaribu IV, Kecamatan Lintongnihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan) Stephany Sabrina Sitompul; Rahmanta Rahmanta; M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.569 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan pada tahun 2016 bertujuan untuk mengetahui jenis saluran tataniaga susu kerbau, biaya tataniaga, price spread dan share margin disetiap saluran tataniaga susu kerbau dan tingkat efisiensi tataniaga susu kerbau di daerah penelitian.Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purpossive (sengaja). Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini adalah hanya terdapat 1 saluran tataniaga susu kerbau di Desa Nagasaribu IV yaitu (peternak – pedagang pengumpul – pedagang pengecer – konsumen). Setiap pedagang mengemban fungsi tataniaga paling sedikit 4 fungsi yaitu fungsi pembelian, fungsi penjualan, sortasi dan  pengepakan begitu  juga dengan  pedagang pengecer  mengemban fungsi tataniaga paling sedikit 4 fungsi yaitu fungsi pembelian, fungsi penjualan, pengangkutan, pajak. Untuk saluran tataniaga susu kerbau di daerah penelitian diperoleh share profit pedagang pengumpul adalah 6% dan share profit pedagang pengecer adalah sebesar 20%. Nilai efisiensi yang terdapat pada saluran tataniaga susu kerbau di daerah penelitian adalah 1,73%. Efisiensi tataniaga tersebut lebih besar dari satu, maka saluran tataniaga tersebut dinyatakan efisien. Kata kunci : tataniaga, share margin, price spread.
ANALISIS PERMINTAAN AYAM BUKAN RAS (BURAS) DI PROVINSI SUMATERA UTARA Sri Fajar Ayu; M. Mozart B. Darus; Hasman Hasyim
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.934 KB)

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan salah satu negara yang penduduknya banyak menderita anemia (kekurangan zat besi), terutama terjadi pada anak-anak. Hal ini dikarenakan kurangnya mengkonsumsi daging berikut olahannya. Berkaitan dengan kasus anemia, dari sekian jenis daging, kandungan gizi terbaik salah satunya ada pada daging ayam kampung. Ayam buras (bukan ras) merupakan suatu istilah yang diberikan pada jenis-jenis ayam lokal asli Indonesia. Istilah tersebut baru muncul sekitar tahun delapan puluhan. Tujuan penelitian adalah (1) Untuk mengetahui perbandingan antara produksi dan permintaan ayam buras (bukan ras) tahun 2004-2014 di Provinsi Sumatera Utara. (2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan ayam buras (bukan ras) di Provinsi Sumatera Utara. Metode analisis yang digunakan adalah (1) metode deskriptif dan (2) metode analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan (1) Perbandingan produksi dan permintaan ayam buras, pada tahun 2004, 2005, 2006, 2007, 2008, 2009, dan 2010 permintaan lebih besar dibanding produksi ayam buras di Provinsi Sumatera Utara. Pada tahun 2011, 2012, 2013, dan 2014 produksi lebih besar dibanding permintaan ayam buras di Provinsi Sumatera Utara, (2) Variabel produksi ayam buras, harga ayam buras, harga ayam ras dan jumlah konsumsi protein di Sumatera Utara secara serempak berpengaruh nyata terhadap jumlah permintaan ayam buras di Provinsi Sumatera Utara, secara parsial hanya variabel produksi yang berpengaruh nyata terhadap permintaan ayam buras, sedangkan variabel harga ayam buras, harga ayam ras dan jumlah konsumsi protein tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah permintaan ayam buras di Provinsi Sumatera Utara. Kata kunci: Ayam Buras (Bukan Ras), Permintaan, Produksi, Harga, dan Konsumsi Protein
ANALISIS RISIKO PRODUKSI, HARGA DAN PENDAPATAN PADA USAHATANI LABU SIAM (Sechium edule) DAN KUBIS (Brassica oleracea) (Studi kasus : Desa Bulanjahe, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo) Elisa Putri; Kelin Tarigan; Salmiah Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.742 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan pendapatan usahatani labu siam dan usahatani kubis dan untuk mengetahui tingkat risiko produksi, risiko harga dan risiko pendapatan yang dihadapi oleh petani labu siam dibandingkan dengan usahatani kubis di Desa Bulanjahe Kecamatan Barusjahe Kabupaten Karo. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan, pendapatan dan risiko. Dari hasil penelitian, pada usahatani labu siam diperoleh rata-rata biaya total yang dikeluarkan sebesar Rp 29.712.622,89 per Ha per tahun, rata-rata total penerimaan sebesar Rp 79.494.096,84 per Ha per tahun, sehingga rata-rata pendapatan sebesar Rp 49.781.473,96 per Ha per tahun lebih kecil dibandingkan yang diperoleh oleh petani kubis. Dimana pada usahatani kubis diperoleh rata-rata biaya total yang dikeluarkan sebesar Rp 38.544.716,67 per ha per tahun, rata-rata penerimaan sebesar Rp 94.445.000 per Ha per tahun, sehingga rata-rata pendapatan sebesar Rp 55.900.283,33.  Untuk usahatani labu siam diperoleh risiko produksi, risiko harga dan risiko pendapatan masing-masing sebesar 0,03;0,04 dan 0,09 sedangkan nilai pada usahatani kubis diperoleh risiko produksi, risiko harga dan risiko pendapatan masing-masinh sebesar 0,10;0,07 dan 0,18. Dari hasil yang diperoleh dapat diartikan bahwa usahatani kubis lebih berisiko daripada usahatani labu siam.Kata Kunci: Labu Siam, Kubis, Usahatani, Risiko (KV)
ANALISIS DAYA SAING KAKAO (Theobroma cacao L. ) HASIL PRODUKSI SUMATERA UTARA DI PASAR EKSPOR Fauzi Rahim Pohan; Thomson Sebayang; Emalisa Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.477 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan volume produksi, volume ekspor, nilai ekspor kakao hasil produksi Sumatera Utara periode 20062015 dan untuk menganalisis daya saing kakao hasil produksi Sumatera Utara di pasar ekspor periode 2006-2015. Metode analisis yang digunakan adalah metode metode analsisis trend linear, Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Export Product Dynamic (EPD). Hasil penelitian menunjukan: volume produksi kakao hasil produksi Sumatera Utara periode 2006-2015 cenderung menurun ratarata sebesar 707,9 ton setiap tahun, begitu juga dengan volume ekspor kakao hasil produksi Sumatera Utara periode 2006-2015 cenderung menurun rata-rata sebesar 1.350,9 ton setiap tahun, namun nilai ekspornya cenderung meningkat rata-rata sebesar US$ 537.000 setiap tahun, dan kakao hasil produksi Sumatera Utara periode 2006-2015 memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif yang merupakan indikator daya saing.  Kata Kunci:  kakao, daya saing, Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamic (EPD)
ANALISIS STRATEGI PENINGKATAN PRODUKSI KOMODITI KAKAO RAKYAT DI KECAMATAN SILAU LAUT (Studi Kasus : Desa Lubuk Palas Kecamatan Silau Laut Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara) Roma Uli Esteria Lumban Toruan; Diana Chalil; Kelin Tarigan
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.217 KB)

Abstract

ABSTRACT Cacao is a plantation crop which plays a quite important role in national economy. It reaches its peak production at the age of 10 to 20 years with maximum production per hectare reaches 3,700 kg/ha/year. The increase in the number of cacao land areas and its annual production are taken into government’s consideration to increase income. Cacao is the annual crop that is not easily replaced like seasonal crops when loss is incurred. The strategy to increase cacao production well is required through studying the internal and external factors which should be done empirically to analyze obstacles, opportunities, probabilities and threats in Asahan Regency. The samples were the Plantation and Forestry Agency of Asahan Regency, cacao collectors, and cacao farmers at Lubuk Palas Village, Asahan Regency. The strategies obtained in this research are: 1) Introducing the practices, innovations, and latest technology through trainings in accordance with the farmers’ experience in cacao farm; 2) Making intensive coordination with the institutions, merchants, and farmers to maintain the stability of cacao price; 3) Increasing the security, cultivation, and monitoring of the evaluation of production facility assistance as the institution that makes subsidy distribution program to the procurement of top-quality seeds in the field; 4) Implementing the appropriate technology package  that can be adopted by the farmers through equipment procurement assistance to improve the land quality; and 5) Making intensive use of capital assistance to establish modern cacao farmers. Keywords: Cacao, SWOT Strategy for Production Increase, Internal and External Factors.
ANALISIS NILAI TAMBAH PADA INDUSTRI PENGOLAHAN IKAN ASIN (Studi Kasus : Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat) Alfredo Pahala Simanjuntak; Satia Negara Lubis; Siti Khadijah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.019 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis berapa besar nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan ikan menjadi ikan asin (jenis ikan gulama dan ikan kasai) dan pengolahan ikan menjadi ikan kering tawar (jenis ikan cincang rebung dan ikan kasai) serta kendala yang dialami pada industri pengolahan ikan asin di daerah penelitian. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis nilai tambah dengan metode perhitungan Hayami. Kesimpulan dari hasil penelitian tersebut bahwa nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan ikan menjadi ikan asin jenis gulama adalah tinggi, nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan ikan menjadi ikan asin jenis kasai adalah  rendah, nilai tambah pengolahan ikan menjadi ikan kering tawar jenis cincang rebung adalah tinggi dan nilai tambah pengolahan ikan menjadi ikan kering tawar jenis kasai adalah tinggi. Kendala yang dihadapi industri pengolahan ikan asin di Kecamatan Sei Lepan adalah cuaca atau iklim, ketersediaan bahan baku dan tenaga kerja.Kata Kuci : Ikan Asin, Nilai Tambah

Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue