cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
SIKAP PETANI CABAI MERAH TERHADAP KEBERADAAN SUB TERMINAL AGRIBISNIS (STA) (Kasus : Desa Sidodadi Ramunia, Kec. Beringin, Kab. Deli Serdang) Dwi Rizki Anisa Pandia; Thomson Sebayang; Salmiah Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.301 KB)

Abstract

Salah satu upaya untuk menstabilkan harga dan meningkatkan efisiensi tata niaga cabai merah adalah dengan membangun sarana pemasaran yaitu Sub Terminal Agribisnis (STA). Di Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang juga di bangun Sub Terminal Agribisnis (STA) yang telah beroperasi menampung hasil produksi cabai merah. Namun STA yang telah dibangun belum dimanfaatkan secara optimal oleh petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur sikap petani cabai merah terhadap keberadaan STA serta menganalisis hubungan faktor pembentuk sikap yaitu media massa, pengalaman, orang lain yang dianggap penting, pendidikan formal dan non formal atas keberadaan STA. Sampel penelitian ini adalah 25 petani yang memanfaatkan STA dan 58 petani yang tidak memanfaatkan STA. Metode analisis skoring dengan penskalaan Likert digunakan untuk   mengukur   sikap   serta   korelasi   Rank   Spearman untuk  menganalisis hubungan antara faktor pembentuk sikap dengan sikap petani cabai merah. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa sikap petani cabai merah atas keberadaan Sub Terminal Agribisnis (STA) adalah dominan positif. Hubungan faktor  pembentuk sikap yaitu media massa dan pendidikan formal tidak  berhubungan signifikan dengan sikap petani. Sedangkan pengalaman, peran orang lain yang dianggap penting dan pendidikan non formal berhubungan signifikan. Kata Kunci : STA, Sikap Petani, Faktor Pembentuk Sikap Petani  
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH KONSUMSI TEMPE RUMAH TANGGA DI KECAMATAN MEDAN KOTA, KOTA MEDAN Fadillah Hafni; Tavi Supriana; Emalisa Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.173 KB)

Abstract

Penelitian ini didasari oleh teori yang menyebutkan bahwa semakin tinggi pendapatan maka jumlah konsumsi pangannya akan semakin rendah, namun pada kenyataannya pendapatan rumah tangga  yang tinggi tidak menurunkan jumlah konsumsi pangan khususnya tempe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah pendapatan keluarga di daerah penelitian; untuk mengetahui jumlah konsumsi tempe di daerah penelitian; untuk mengetahui biaya konsumsi tempe rumah tangga di daerah penelitian; untuk megetahui jenis tempe manakah yang paling  diminati  oleh  masyarakat  di  daerah  penelitian;   untuk  menganalisis pengaruh jumlah pendapatan keluarga, jumlah anggota keluarga dan biaya konsumsi tempe rumah tangga terhadap jumlah konsumsi tempe di daerah penelitian. Metode survei merupakan tekhnik riset dimana informasi dikumpulkan denganmenyebarkan kuisioner. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 391 rumah tangga. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata jumlah pendapatan rumah tangga sampel adalah sebesar Rp. 6.133.458/bulan; rata-rata jumlah konsumsi tempe di daerah penelitian sebanyak 4,19 kg/rumah tangga/bulan; rata-rata biaya konsumsi tempe sebesar Rp.56.641/rumah tangga/bulan; jenis tempe yang paling banyak di konsumsi adalah jenis tempe 1 yaitu tempe dengan daun besar dan tebal yang memiliki berat 400gr/bungkus dengan harga Rp 5000/bungkus; jumlah pendapatan keluarga, jumlah anggota keluarga dan biaya konsumsi tempe berpengaruh nyata secara serempak terhadap jumlah konsumsi tempe, secara parsial jumlah pendapatan keluarga dan biaya konsumsi tempe berpengaruh nyata terhadap  jumlah  konsumsi  tempe,  jumlah  pendapatan  keluarga  berpengaruh negatif  terhadap jumlah konsumsi  tempe,  sedangkan  jumlah anggota  keluarga berpengaruh positif terhadap jumlah konsumsi tempe dan biaya konsumsi tempe berpengaruh positif terhadap jumlah konsumsi tempe. Kata Kunci : Keluarga, Konsumsi,Tempe, Pendapatan, Biaya
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN MENJADI PEMUKIMAN (Kasus: Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan) Imam Indarto Gunawan; Yusak Maryunianta; Iskandarini Iskandarini
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.917 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut untuk mengetahui bagaimana proses alih fungsi lahan di daerah penelitian dan untuk menganalisis faktor – faktor yang  mempengaruhi terjadinya alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman di daerah penelitian. Metode analisis data yang digunakan metode analisis desktiptif dan dengan Fungsi Persamaan Regresi Liner Berganda (Multiple Linier Regression). Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive atau secara sengaja. Metode pengambilan sampel adalah metode Slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; total penurunan luas lahan petani menjadi pemukiman terbesar terjadi pada Kelurahan Tanah Enam Ratus sebesar 66.5 Ha, dan kemudian di ikuti total kenaikan luas lahan pemukiman sebesar 50.3 Ha pada Kelurahan Tanah Enam Ratus. Secara parsial (t-hitung); luas lahan  berpengaruh nyata terhadap tingkat alih fungsi lahan petani di daerah penelitian. Sedangkan usia, pendapatan, jumlah tanggungan, pengalaman, produktivitas tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat alih fungsi lahan  petani sawi. Secara serentak (F-hitung), semua variabel bebas (usia, Luas lahan, jumlah tanggungan, pengalaman, produktivitas, pendapatan) berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani sawi Kata Kunci: Alih Fungsi Lahan, Petani, Pemukiman.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PETANI TERHADAP KINERJA PENYULUH PERTANIAN (Kasus: Kelurahan Tigarunggu, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun) Mita Suryani Limbong; Sri Fajar Ayu; Iskandarini Iskandarini
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.543 KB)

Abstract

Penelitian ini di lakukan di Kelurahan Tigarunggu, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun. Tujuan penelitian ini yaitu, untuk mengidentifikasi atribut kualitas jasa berdasarkan tingkat kepentingan dan kinerja menurut petani, untuk menganalisis tingkat kepuasan petani terhadap kinerja penyuluhan pertanian di Kelurahan Tigarunggu dan merekomendasikan upaya untuk meningkatkan kinerja pelayanan petugas penyuluh pertanian dalam memberikan kepuasan petani di masa yang akan datang. Metode penentuan daerah pada penelitian ini ditentukan secara purposive. Penentuan jumlah sampel dilakukan dengan metode Gay dengan jumlah sampel sebanyak 59 responden dengan  menggunakan metode purposive dan judgement sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah Metode Importance Performace Analisis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut-atribut kualitas jasa yang sangat penting bagi petani adalah kelengkapan dan kesiapan alat peraga, cepat tanggap dalam menghadapi masalah yang timbul, kecepatan dalam memberikan informasi tekknologi terbaru, memberikan bimbingan dan memecahkan masalah petani/ kelompok tani dalam mengambil keputusan guna menjalin kemitraan usaha dibidang pertanian, memberikan  pelayanan dan menyelesaikan masalah secara tuntas. Secara keseluruhan petani di wilayah kerja Kelurahan Tigarunggu menyatakan cukup puas terhadap pelayanan yang diberikan penyuluh. Rekomendasi upaya yang dapat diterapkan oleh penyuluh untuk meningkatkan kinerja penyuluh yaitu melengkapi kesiapan alat peraga, lebih cepat dalam menangani pengaduan petani, memberikan pelayanan yang lebih baik dalam menyelesaikan masalah petani secara tuntas, lebih cepat dalam memberikan informasi terbaru terkait teknologi baru, memberikan bimbingan yang lebih baik kepada petani dalam memecahkan masalah petani/ kelompok tani dalam mengambil keputusan. Kata Kunci: kepuasan, kepentingan, kinerja, penyuluhan, IPA
ANALISIS INTEGRASI PASAR VERTIKAL KOMODITI KENTANG DAN WORTEL DI KOTA MEDAN Nelva Meyriani Ginting; Sri Fajar Ayu; Iskandarini Iskandarini
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.978 KB)

Abstract

Harga komoditi kentang dan wortel di pasar Kabupaten Karo, pasar grosir serta pasar eceran di kota Medan berfluktuasi dari tahun ke tahun selama periode tahun 2011-2016. Diperlukan harga yang relatif stabil untuk keberlanjutan pemasaran komoditi kentang dan wortel. Salah satu upaya untuk menstabilkan harga adalah mengintegrasikan harga antar berbagai tingkatan pasar. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis pengaruh perubahan harga kentang dan wortel pada Pasar Grosir dan Pasar Eceran di Kota Medan terhadap  perubahan harga kentang dan wortel yang terjadi di Kabupaten Karo, serta menganalisis tingkat integrasi pasar vertikal komoditi kentang dan wortel dalam jangka pendek dan jangka panjang. Daerah penelitian ditentukan secara purposive yaitu Kabupaten Karo mewakili pasar lokal (produsen), karena salah satu sentra produksi kentang dan wortel di Sumatera Utara, dan pasar grosir dan eceran di kota Medan mewakili pasar tujuan akhir komoditi kentang dan wortel dari Kabupaten Karo. Data yang dikumpulkan adalah data sekunder berupa data time series bulanan, baik untuk harga maupun data produksi, yang diperoleh dari Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara, Badan Pusat Statistik Kabupaten Karo, Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara. Metode analisis data yang digunakan adalah model regressi uji t untuk menganalisis pengaruh perubahan harga kentang dan wortel yang terjadi di Pasar Grosir dan Pasar Eceran kota Medan terhadap harga kentang dan wortel di Kabupaten Karo, Analisis regresi model Index Model Connection (IMC) dan nilai β2 digunakan untuk menganalisis integrasi pasar dalam jangka pendek dan jangka panjang. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: 1. Perubahan harga kentang dan harga wortel di pasar grosir dan pasar eceran di kota Medan, berpengaruh nyata terhadap perubahan harga kentang dan harga wortel di Kabupaten Karo. 2. Pasar kentang dan wortel di pasar grosir dan pasar eceran di kota Medan terintegrasi dalam jangka panjang dengan pasar di kabupaten Karo. Dalam jangka pendek, pasar kentang terintegrasi antara pasar grosir kota Medan dan kabupaten Karo namun pasar kentang tidak terintegrasi antara pasar eceran kota Medan dan kabupaten Karo, pasar wortel tidak terintegrasi antara pasar grosir kota Medan dan Kabupaten Karo namun pasar wortel terintegrasi antara pasar eceran kota Medan dan Kabupaten Karo. Kata Kunci: Kentang, Wortel, Integrasi Pasar
ANALISIS WILLINGNESS TO PAY MORE TERHADAP PEMBELIAN AYAM GORENG DI WARUNG SEAFOOD 2000 (Kasus : Kecamatan Medan Sunggal) Agustina Agustina; Rulianda P. Wibowo; Sinar Indra Kesuma
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.875 KB)

Abstract

Minat konsumen terhadap ayam goreng di Warung Seafood 2000 mengalami peningkatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai Willingness to Pay konsumen terhadap pembelian ayam goreng dan untuk menganalisis faktor – factor yang mempengaruhi nilai Willingness to Pay konsumen terhadap pembelian ayam goreng. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Medan Sunggal, dengan metode Purposive. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Regresi Logistik Hasil penelitian besarnya nilai rataan biaya yang bersedia dibayarkan konsumen sebesar Rp. 27.638,2. Variabel yang signifikan mempengaruhi kesediaan membayar (Willingness to Pay) biaya tambahan responden pada ayam goreng di Warung Seafood 2000 adalah harga.   Kata Kunci : Ayam Goreng, Willingness to Pay,Regresi Logistik.
TINGKAT ADOPSI TEKNOLOGI PETANI TERHADAP PROGRAM PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADI SAWAH (Kasus : Desa Lubuk Bayas, Kec Perbaungan, Kab Serdang Bedagai) Candra Dermawan Harefa; Lily Fauzia; Luhut Sihombing
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.134 KB)

Abstract

Usaha   peningkatan   produksi pertanian   salah   satunya   diwujudkan    dengan pemberian pengetahuan dan keterampilan penggunaan teknologi (inovasi) pertanian modern, dengan harapan agar petani bersedia merubah pola dan struktur pertanian yang tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sikap petani  terhadap  program  teknologi  peningkatan  produktivitas  padi  sawah  dan untuk menganalisis tingkat adopsi petani terhadap program teknologi peningkatan produktivitas  padi sawah  dan bagaimana  hubungan  faktor sosial  ekonomi  yang meliputi  umur, tingkat pendidikan,  luas  lahan,  pengalaman  bertani,  tingkat pendapatan,   tanggungan   dalam  keluarga,  kepemilikan lahan,  dan frekuensi mengikuti penyuluhan  terhadap tingkat adopsi petani terhadap program teknologi peningkatan  produktivitas padi sawah  di Desa  Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai. Metode penelitian yang digunakan adalah  analisis  deskriptif  dengan teknik  pengskalaan  likert dan analisis  korelasi Chi–Square.  Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive. Hasil penelitian   menunjukkan   bahwa    sikap   petani   terhadap    program teknologi peningkatan  produktivitas  padi sawah  dikategorikan  positif dan tingkat adopsi petani   terhadap   program teknologi   peningkatan   produktivitas   padi  sawah dikategorikan   tinggi.  Tingkat  pendidikan, luas   lahan,   tingkat  pendapatan, kepemilikan  lahan  dan  frekuensi  kepemilikan  lahan  memiliki  hubungan yang nyata  terhadap  tingkat adopsi  petani  terhadap  program  teknologi  peningkatan produktivitas padi sawah, sedangkan pengalaman bertani dan jumlah tanggungan dalam  keluarga  tidak memiliki  hubungan yang  nyata  terhadap tingkat adopsi petani terhadap program teknologi peningkatan produktivitas padi sawah.       Kata Kunci: Sikap Petani, Tingkat Adopsi, Faktor Sosial Ekonomi
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI ANDALIMAN (Kasus : Desa Dolok Masagal, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun) Joseph Tanjung; Yusak Maryunianta; M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1387.362 KB)

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yangberhubungan dengan pengembangan usahatani andaliman di desa Dolok Masagal, kecamatanRaya, kabupaten Simalungun.Untuk menentukan Strategi pengembangan usahatani andaliman didesa Dolok Masagal, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan metodeanalisis SWOT. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple Random Samplingdengan jumlah samle sebanyak 45 orang. Data yang digunakan adalah data primer dan datasekunder Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan usahatani andaliman di daerahpenelitian adalah strategi agresif (growth oriented strategy) yaitu dengan cara mengoptimalkanbeberapa kekuatan dan memenfaatkan peluang yang sebesar-besarnya agar tujuan untukmenembangkan usahatani andaliman dapat tercapai Kata Kunci : Faktor Internal, Faktor Eksternal, Strategi Pengembangan UsahataniAndaliman
ANALISIS TINGKAT EFISIENSI DAN PENDAPATAN USAHA TANI STROBERI DI DESA TONGKOH KABUPATEN KARO Ni’mah Sari Siregar; Sinar Indra Kesuma; Luhut Sihombing
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.461 KB)

Abstract

Di Kabupaten Karo telah berkembang usahatni stroberi yang hanya bukan sekedar usaha pertanian tetapi sudah menjadi usaha pariwisata, Penelitian ini dilakukan di Desa Tongkoh Kecamatan Dolat Rakyat Kabupaten Karo Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat pendapatan usaha tani stroberi untuk mengetahui perkembangan tekhnologi budidaya tanaman stroberi untuk mengetahui tingkat efisiensi penggunaan faktor faktor faktor produksi. Metode penentuan daerah yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive area sampling. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Sensus dengan jumlah sampel sebanyak 32 sampel. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif, metode  cobb douglas. Hasil penelitian menunjukkan pendapatan yang diterima petani permusim tanam nya adalah sebesar Rp.157.383.601, perkembangan teknologi pada usahatani stroberi belum berkembang sesuai standar budidaya, dan penggunaan faktor faktor produksi ada pada tingkat increasing return to scale sehinga penggunaan faktor faktor produksi nya efisien. Kata Kunci: Pendapatan Stroberi dan Tekhnologi, Tingkat Efisiensi, Faktor Produksi .
ANALISIS DAMPAK PROGRAM SISTEM INTEGRASI PADI DAN TERNAK (SIPT) Kholida Zuhri Harahap; Iskandarini Iskandarini; Satia Negara Lubis
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.158 KB)

Abstract

Pertanian Padi Sawah membutuhkan pupuk organik berbentuk pupuk kandang selain pupuk anorganik. Sumber pupuk kandang diantaranya termasuk kotoran sapi. Oleh karena itu diperlukan Program Sistem Integrasi Padi dan Ternak Sapi. Tujuan  penelitian ini yaitu untuk menganalisis perbedaan produktivitas padi sebelum dan sesudah program SIPT, untuk menganalisis perbedaan pendapatan petani padi sebelum dan sesudah program SIPT  dan untuk  mendeskripsikan perkembangan jumlah sapi dan pendapatan peternak sapi sesudah program SIPT. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive (sengaja) di Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai. Metode pengambilan sampel menggunakan metode Aksidental ( Accidental Sampling), Metode analisis data yang digunakan adalah uji beda dengan menggunakan perangkat lunak SPSS dan Metode deskriptif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa : (1) Terdapat perbedaan signifikan antara produktivitas padi sebelum SIPT  dan sesudah SIPT dimana  produktivitas padi sesudah SIPT lebih besar dari pada sebelum SIPT. (2) Terdapat perbedaan signifikan antara pendapatan padi sebelum SIPT  dan sesudah SIPT dimana pendapatan padi sesudah SIPT lebih besar dari pada sebelum SIPT sehingga (3) Jumlah sapi dalam perode tahun  2004-2016 meningkat. Pada tahun 2006 petani sudah mulai menjual sapinya, sehingga pendapatan petani meninkat. Peningkatan pendapatan setiap tahunnya bersumber dari hasil penjualan sapi beserta urin sapi. Kata Kunci : Produktivitas, Pendapatan, Jumlah sapi

Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue