cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KARYAWAN DI PERKEBUNAN TERHADAP SISTEM PENGUPAHAN (Kasus: PTPN III Kebun Sei Kebara, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhan Batu Selatan) Ade Cindya A. Lubis; Luhut Sihombing; Satia Negara Lubis
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.849 KB)

Abstract

Sistem upah yang baik dapat memberikan kepuasan kerja bagi karyawan, dimana kepuasan kerja dapat mempengaruhi semangat kerja karyawan, absensi, dan tingkat perputaran karyawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem pengupahan karyawan di perkebunan PTPN III Kebun Sei Kebara, untuk mengetahui kepuasan Karyawan di Perkebunan PTPN III Kebun Sei Kebara, berapa besar tingkat Kepuasan Karyawan di Perkebunan PTPN III Kebun Sei Kebara terhadap sistem pengupahan, dan untuk mengetahui pengaruh sistem pengupahan terhadap tingkat kepuasan karyawan di perkebunan PTPN III Kebun Sei Kebara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan metode analisis regresi linier berganda yang menggunakan alat bantu SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengupahan di PTPN III Kebun Sei Kebara terbagi atas beberapa komponen yaitu gaji pokok, tunjangan beras, tunjangan hari raya, tunjangan cuti, santunan sosial, premi, bonus, lembur,bantuan anak sekolah. Kepuasan karyawan di perkebunan PTPN III Kebun Sei Kebara adalah kondisi kerja, peraturan perusahaan, hubungan sesama rekan kerja dan hubungan dengan atasan. Tingkat kepuasan karyawan terhadap sistem pengupahan di perkebunan PTPN III Kebun Sei Kebara adalah puas. Komponen upah yang terdiri dari gaji pokok, tunjangan beras dan santunan sosial secara simultan dan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kepuasan karyawan  di PTPN III Kebun Sei Kebara.
KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI PETANI CABAI MERAH DAN HUBUNGANNYA DENGAN PENDAPATAN (Kasus : Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang) Ahmad Iqbal Fahruqi; Lily Fauzia; M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.316 KB)

Abstract

Produktivitas usahatani cabai di Sumatera Utara relatif rendah, yang mana hal ini berdampak pada rendahnya pendapatan yang diperoleh petani. Penelitian ini dilakukan di Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui proses budidaya cabai merah 2) Mengetahui tingkat pendapatan petani padi di daerah penelitian, 3) Menganalisis bagaimana hubungan karakteristik sosial ekonomi petani padi terhadap pendapatannya di daerah peneltian. Metode analisi data yang diganakan : 1) Metode deskriptif, 2) Tabulasi sederhana, 3) Metode korelasi sederhana. Dalam penelitian ini populasinya adalah petani cabai merah yang ada di desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, sedangkan penentuan sampel berdasarkan metode Random Sampling dengan jumlah 60 sampel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa :1) Rata-rata tingkat pendapatan petani cabai merah di desa Sidodadi Ramunia ini adalah Rp 177.193.107/Ha/Musim Tanam.2) Hasil analisis karakteristik sosial ekonomi diperoleh: a. Tidak ada hubungan yang signifikan antara umur, frekuensi petani mengikuti penyuluhan, jumlah tanggungan, pengalaman bertani dan frekuensi petani mengikuti kegiatan kelompok tani terhadap pendapatan b. Ada hubungan yang signifikan antara penggunaan tenaga kerja, tingkat pendidikan, dan kosmopolitan terhadap pendapatan. Kata Kunci : Karakteristik sosial ekonomi, pendapatan.
PENGARUH PRODUKSI BERAS TERHADAP IMPOR BERAS DI SUMATERA UTARA Angga Satria; Rulianda P Wibowo; Emalisa Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.023 KB)

Abstract

Beras merupakan makanan pokok masyarakat Sumatera Utara. Produksi beras yang lebih kecil dari permintaan beras akan mengakibatkan ketidakstabilan ekonomi. Untuk menghindari hal tersebut, maka impor perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keadaan impor beras dan ketesediaan beras di Sumatera Utara periode 1990-2015, serta untuk menganalsis faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah impor beras di Sumatera Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan uji Kausalitas Granger. Hasil penelitian menunjukan faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah impor beras di Sumatera Utara yaitu harga beras di pasar internasional, harga beras Sumatera Utara, jumlah permintaan beras di Sumatera Utara dan tingkat inflasi di Sumatera Utara.   Kata Kunci : impor beras, ketersediaan beras, tingkat inflasi
ANALISIS USAHA DAN STRATEGI PEMASARAN KECAMBAH SAWIT PADA PT. SOCFIN INDONESIA Dara Meutiasari; Satia Negara Lubis; Iskandarini Iskandarini
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.036 KB)

Abstract

PT. Socfin Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi dan menjual  produk-produk  perkebunan  seperti  CPO,  PKO,  karet,  dan  kecambah sawit. Diantara seluruh produk yang di produksi oleh PT. Socfin Indonesia, kecambah  sawit  terus  mengalami  penurunan  baik  produksi  dan  penjualannya setiap tahunnya.   Tujuan penelitian ini adalah untuk Untuk menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal apa saja yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi pemasaran kecambah sawit di PT. Socfin Indonesia; untuk menganalisis strategi apa yang menjadi prioritas untuk diimplementasikan bagi pemasaran kecambah sawit di PT. Socfin Indonesia; dan untuk menentukan kelayakan usaha kecambah sawit di PT. Socfin Indonesia.   Metode penelitian analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan mewawancarai seorang seed marketing officer dan beberapa pembeli kecambah sawit, analisis SWOT dan analisis kelayakan Net B/C. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa faktor internal pada pemasaran kecambah sawit pada PT. Socfin Indonesia adalah nama baik perusahaan, sumber daya manusia, kulitas kecambah, jaringan pemasaran, promosi, dan waktu produksi yang lama. Faktor eksternal dalam pemasaran kecambah sawit pada PT. Socfin Indonesia yaitu munculnya teknologi baru, kebijakan pemerintah, pertumbuhan permintaan benih/kecambah   sawit   nasional,   bertambahnya   produsen   benih   resmi,   dan rawannya pemalsuan produk. Strategi yang harus diterapkan dalam pemasaran kecambah sawit pada PT. Socfin Indonesia adalah strategi agresif atau S-O, PT. Socfin Indonesia memiliki peluang dan kekuatan untuk dapat memanfaatkan peluang yang ada. Usaha kecambah sawit pada PT. Socfin Indonesia dikatakan feasible/layak untuk diusahakan.     Kata Kunci : Kekuatan, Kelemahan, Peluang, Ancaman, Kelayakan.
ANALISIS KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN TERHADAP BUAH ANGGUR IMPOR KOTA MEDAN David Dior J Lubis; Rulianda P Wibowo; Hasman Hasyim
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.88 KB)

Abstract

Tujuan  penelitian  ini  yaitu  untuk  menjelaskan  bagaimana tingkat  kepentingan konsumen terhadap atribut   buah anggur impor di Kota Medan dan untuk menjelaskan bagaimana tingkat kepercayaan konsumen terhadap atribut buah anggur impor Kota Medan serta untuk menjelaskan bagaimana sikap konsumen terhadap buah anggur impor di Kota Medan. Metode penentuan daerah penelitian dengan purposive. Metode penentuan sampel adalah menggunakan Non Probability Sampling dengan memberi peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Penentuan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Metode analisis yang digunakan untuk tujuan penelitian ini adalah analisis deskriptif,untuk tujuan penelitian kedua dan ketiga digunakan analisis Multiatribut Fishbein. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa konsumen memiliki sikap positif terhadap buah anggur impor, namun konsumen akan tetap membeli/mengkonsumsi buah anggur apabila terjadi kenaikan harga, adapun atribut buah anggur yang dipertimbangkan  konsumen  antara  lain  rasa,  aroma,  harga,  kesegaran  buah, merek, vitamin, warna buah anggur impor, dan ukuran.   Kata  Kunci  :  Sikap  Konsumen  ,  Proses  Pengambilan  Keputusan,  Nilai Atribut-Atribut Buah Anggur Impor
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI VOLUME EKSPOR KOPI ARABIKA DI SUMATERA UTARA Herry Arie Chandra Lubis; Thomson Sebayang; Sri Fajar Ayu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.166 KB)

Abstract

Volume ekspor kopi Arabika dari Provinsi Sumatera Utara berfluktuasi dari tahun ke tahun selama periode tahun 2012 – 2016. Eksportir sangat berperan dalam hal kegiatan ekspor kopi ini. Bauran Pemasaran Kopi diantaranya akan mempengaruhi eksportir dalam meningkatkan volume ekspor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Bauran Pemasaran (Produk, Harga, dan Prosedur) sampel terhadap volume ekspor kopi Arabika. Instrumen penelitian menggunakan metode analisis Error Correction Model (ECM) untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi volume ekspor kopi di  Sumatera Utara pada jangka panjang maupun jangka pendek dalam periode tahun 1992-2016. Data yang digunakan adalah data sekunder. Dan Instrumen penelitian kedua menggunakan metode Scoring dengan skala Likert, serta dengan metode Ordinary Least Square (OLS) untuk menganalisis pengaruhnya terhadap volume kopi. Penelitian ini dilakukan terhadap 30 eksportir kopi di kota Medan. Data yang digunakan adalah data primer. Hasil penelitian dalam ECM menunjukkan bahwa Secara serempak variabel jumlah produksi kopi Arabika Sumatera Utara, harga kopi Sumatera Utara, harga kopi Arabika dunia, dan nilai tukar rupiah terhadap US Dollar berpengaruh nyata terhadap volume ekspor kopi arabika di Provinsi Sumatera Utara. Pada jangka panjang variabel harga kopi arabika berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor kopi Arabika, sedangkan pada jangka pendek tidak ada variabel yang berpengaruh signifikan terhadap volume kopi Arabika di Provinsi Sumatera Utara. Dan atribut bauran pemasaran variabel (harga, produk dan prosedur) secara serempak berpengaruh nyata terhadap volume ekspor. Akan tetapi secara parsial variabel harga tidak berpengaruh nyata, hanya produk dan prosedur yang berpengaruh nyata terhadap volume ekspor kopi Arabika.   Kata kunci : Kopi Arabika, Volume Ekspor, Error Correction Model (ECM), Bauran Pemasaran (Harga, Produk, Prosedur Ekspor)
ANALISIS KOMPARASI KELAYAKAN USAHATANI JAGUNG DAN PADI SAWAH (Kasus: Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang) M Wira Syahputra; M. Jufri; Lily Fauzia
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.772 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui ketersediaan input usahatani jagung dan padi sawah, mengetahui adakah perbedaan pendapatan pendapatan usahatani jagung dan padi sawah, mengetahui adakah perbedaan kelayakan usahatani jagung dan padi sawah. Metode penentuan daerah yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 87 sampel terdiri dari 50 petani jagung dan 37 petani padi sawah. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif, analisis biaya, penerimaan, pendapatan dan uji independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan untuk ketersediaan bibit dan pestisida selalu tersedia sedangkan pupuk tidak selalu tersedia. Terdapat perbedaan pendapatan antara usahatni jagung dan padi sawah. Terdapat perbedaan kelayakan antara usahatani jagung dan padi sawah. Kata kunci: Usahatani Jagung, Ketersediaan Input Produksi, Usahatani Padi Sawah, Komparasi Kelayakan.
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI NENAS (Kasus : Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara) Raimon J R Hutauruk; Yusak Maryunianta; Rulianda P Wibowo
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.649 KB)

Abstract

Nenas merupakan komoditi andalan hasil pertanian penduduk Kecamatan Sipahutar di Kabupaten Tapanuli Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, serta untuk menentukan strategi pengembangan agroindustri nenas yang sesuai di Kecamatan Sipahutar. Metode Penentuan daerah yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan metode SWOT. Hasil penelitian menunjukan faktor yang menjadi kekuatan yaitu, dukungan pemerintah. Yang menjadi kelemahan yaitu, ketersedian lembaga pelatihan, ketersedian tenaga kerja terampil. Yang menjadi peluang yaitu, lembaga keuangan, permintaan pasar, selera masyarakat, ketersedian bahan baku, produktifitas nenas, kualitas bahan baku, pengalaman budidaya nenas, alih fungsi lahan, kesesuaian lahan dan lingkup pemasaran. Yang menjadi ancaman yaitu, pengalaman agroindustri nenas dan ketersedian tenaga kerja profesional. Strategi yang digunakan yaitu strategi turn around, yaitu meningkatkanjumlah lembaga penyedia tenaga kerja dan memanfaatkan lembaga keuangan, ketersedian bahan baku dan produktifitas nenas kemudian meningkatkan jumlah lembaga pelatihan untuk meningkatkan mutu/kualitas dari produk agroindustri yang akan dihasilkan.
SikapPetani dalam penggunaan pestisida dan pupuk pada tanaman wortel (Dacuscarota L.) Serta Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi (Studi Kasus : di Kecamatan Merdeka Kabupaten Karo) Rida Yana; Tavi Supriana; M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.631 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perbedaan aplikasi penggunaan pestisida dan pupuk yang dilakukan oleh petani sesuai standar yang dianjurkan, menganalisis apakah ada pengaruh luas lahan, pendidikan formal dan lama berusaha tani terhadap penggunaan pestisida dan pupuk dan menganalisis bagaimana sikap petani terhadap penggunaan pestisidadan pupuk. Daerah penelitian dilakukan secara purposive.Metode pengambilan sampel menggunakan metode accidental Sampling danmetode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif, metode penskalaan likert dan metode regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa : Terdapat perbedaan aplikasi penggunaan pestisida dan pupuk yang dilakukan oleh petani dengan standar penggunaan pestisida dan pupuk yang dianjurkan .Mayoritas sikap petani wortel adalah positif sehingga dapat dikatakan bahwa sikap petani terhadap penggunaan pestisida dan pupuk  yang sesuai dengan standar yang dianjurkan adalah positif. Faktor luas lahan, pendidikan formal, dan lama berusaha tani secara serempak berpengaruh nyata terhadap penggunaan pestisida.  
ANALISIS USAHATANI KOPI DAN EFISIENSI PEMASARAN KOPI (Coffea sp) DI KECAMATAN BENER KELIPAH KABUPATEN BENER MERIAH Siti Maqfirah; Rahmanta Ginting; Emalisa Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.173 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan petani kopi, untuk mengetahui saluran pemasaran kopi produksi dan untuk menganalisis efisiensi pemasaran kopi produksi. Metode penelitian analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pendapatan,  analisis deskriptif dan analisis efisiensi pemasaran yang melibatkan marjin pemasaran dan Farmer’s Share. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata usahatani kopi Arabika dan usahatani kopi Arabika eksportir per petani per hektar per bulan diatas upah minimum provinsi Aceh. Ada dua pola saluran pemasaran kopi di daerah penelitian yaitu petani – pedagang pengumpul – pedagang eksportir dan petani – pedagang eksportir. Dan saluran pemasaran kopi di daerah penelitian sudah efisien. Dari kedua saluran pemasaran tersebut, saluran pemasaran yang paling efisien dibandingkan dengan saluran pemasaran lainnya adalah saluran pemasaran kedua yaitu petani - eksportir Kata Kunci: Pendapatan Usahatani, Saluran Pemasaran, Lembaga Pemasaran

Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue