cover
Contact Name
Haeruddin
Contact Email
haeruddin@unej.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jeneral.sipil@unej.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalimantan 37 Kampus Tegalboto, Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 27984850     DOI : https://doi.org/10.19184/jeneral
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) is a national peer-reviewed and open-access journal that publishes research paper. The aim of this journal is to expand knowledge and advance development in the related study including mineral exploration, mining engineering, mineral processing, and geology.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol. 7 no. 1 (2026)" : 5 Documents clear
Analisis Tingkat Kepatuhan dalam Penggunaan Alat Pelindung Diri di Crushing Plant PT. ABC Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan Sani, Rifki Asrul; Nurhidayah, Siti; Saveta, Rexanda
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v7i1.60008

Abstract

Keselamatan kerja merupakan aspek penting dalam kegiatan pertambangan, salah satunya melalui kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang bersifat wajib. Seiring dengan hasil pemantauan terkait tingkat kepatuhan karyawan yang mengalami penurunan, maka diperlukan observasi lanjutan sebagai bahan evaluasi untuk mengurangi Kondisi Tidak Aman (KTA) dan Tindakan Tidak Aman (TTA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) wajib pada area Crushing Plant di PT. ABC. Penelitian dilakukan selama dua bulan melalui metode observasi langsung dan penyebaran kuesioner kepada 100 pekerja operator dump truck dari lima kontraktor yang berbeda, dengan komposisi rata-rata >30% dari masing-masing kontraktor yang dapat diwawancarai, serta waktu bekerja pada shift siang. Fokus penelitian diarahkan pada penggunaan APD wajib area Crushing Plant, yaitu sepatu keselamatan, helm, dan rompi reflektor. Hasil observasi menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan tertinggi terdapat pada penggunaan sepatu keselamatan, sementara penggunaan helm dan rompi reflektor masih tergolong rendah, terutama pada kontraktor PT. Teta yang hanya mencapai 50%. Hasil kuesioner mengungkapkan bahwa 65% responden tidak menggunakan APD karena merasa tidak nyaman, 14% menyatakan APD tidak layak pakai, dan 21% merasa geraknya terbatas saat mengenakan APD. Faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan pekerja antara lain kenyamanan, kelayakan APD, kurangnya pengawasan dari atasan, serta tidak adanya sanksi tegas terhadap pelanggaran. Selain itu, terdapat ketidaksesuaian antara tingkat kesadaran pekerja dengan perilaku aktual di lapangan, di mana sebagian pekerja tetap mengabaikan penggunaan APD saat tidak berada dalam pengawasan langsung.
Rancangan Pit limit Penambangan Bijih Nikel Berdasarkan Analisis Geoteknik pada Blok X PT. Wijaya Inti Nusantara Kandi, Dedi Rezki; Ulfa, Abd. Hadid Rahman; Mustafa, Muhardi
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v7i1.60010

Abstract

Rancangan merupakan faktor penting dalam menentukan kebutuhan, persyaratan, dan syarat teknis untuk mencapai tujuan serta tatanan teknis suatu pekerjaan pertambangan. Dalam kegiatan penambangan terbuka, perancangan pit limit menjadi tahapan krusial yang perlu memperhatikan kondisi geoteknik maupun geometri lereng agar operasi penambangan dapat berjalan secara aman dan efisien. Ketidakstabilan lereng dapat menimbulkan risiko keselamatan sekaligus kerugian ekonomi yang signifikan, sehingga analisis faktor keamanan lereng menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses perancangan tambang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan geometri lereng penambangan yang aman serta merancang pit limit penambangan berdasarkan jumlah cadangan yang tersedia. Metode analisis faktor keamanan lereng diterapkan untuk mengevaluasi kestabilan lereng pada berbagai kondisi geometri yang mungkin diterapkan di lapangan. Berdasarkan hasil analisis faktor keamanan lereng, diperoleh geometri jenjang yang aman dengan tinggi jenjang 6 meter, lebar jenjang 2 meter, serta kemiringan jenjang sebesar 60°. Parameter geometri ini selanjutnya digunakan sebagai acuan utama dalam perancangan pit. Desain pit limit kemudian disesuaikan dengan nilai cut-off grade perusahaan yang ditetapkan sebesar 1,2% guna memastikan bahwa material yang ditambang memenuhi batas ekonomis minimum. Berdasarkan estimasi cadangan, diperoleh total cadangan ore sebesar 480.235 ton. Dengan mempertimbangkan nilai mining recovery sebesar 90%, jumlah cadangan ore yang dapat tertambang berdasarkan pit limit yang dirancang adalah sebesar 432.211 ton. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan teknis dalam perencanaan penambangan yang lebih optimal dan berkelanjutan.
Analisis Match Factor Alat Gali-Muat dan Alat Angkut untuk Meningkatkan Efisiensi Produksi Batubara di Pit TSBC Tambang Air Laya Sarmidi, Sarmidi; Mases, Yulius; Nurbaiti; Nurjanah, Siti; Purwanti, Ni Wayan Desi
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v7i1.60011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keserasian kerja (match factor) antara alat gali-muat dan alat angkut serta mengevaluasi produktivitas pada kegiatan penambangan batubara di Pit TSBC, Tambang Air Laya. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lapangan, serta pengumpulan data primer dan sekunder. Data yang dianalisis meliputi cycle time alat gali-muat dan alat angkut, efisiensi kerja, swell factor, dan bucket fill factor. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai match factor sebesar 0,94, yang mengindikasikan belum tercapainya keseimbangan kerja antara alat gali-muat dan alat angkut sehingga menyebabkan waktu tunggu pada alat gali-muat. Produktivitas aktual excavator Komatsu PC400 mencapai 254,87 ton/jam, sedangkan dump truck Hino 500 sebesar 28,35 ton/jam pada jarak angkut 6.200 meter. Ketidakseimbangan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor operasional, antara lain kondisi front kerja yang sempit, ukuran material yang tidak seragam, kondisi jalan tambang yang kurang baik, serta adanya antrian pada area timbangan dan stockpile. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi dalam pengaturan jumlah alat dan perbaikan kondisi operasional guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas penambangan batubara.
Analisis Pengaruh Hujan Terhadap Kestabilan Lereng Bangunan Pelimpah Bendungan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur Mulyani, Kurnia Dewi; Sadisun, Imam Achmad; Tohari, Adrin; Suparno, Fanteri Aji Dharma; Hidayah, Entin; Nurtjahjaningtyas, Indra; Riady, Gaizka Rabbani
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v7i1.60012

Abstract

Kejadian longsoran yang dipengaruhi hujan sering terjadi di Indonesia. Hujan dipahami sebagai faktor yang dapat mempengaruhi peningkatan tekanan air pori dan kenaikan muka air tanah. Penelitian ini menggunakan data pengeboran, sifat mekanik, data curah hujan harian, kondisi hidrogeologi, dan data gempa. Longsoran yang terjadi merupakan longsoran dangkal, dengan kedalaman bidang gelincir 3 meter dibagian atas lereng dan 7 meter dibagian bawah lereng. Bidang gelincir longsoran memiliki bentuk rotasional. Material penyusun longsoran terdiri dari tanah dan batuan yang berasal dari pelapukan batuan vulkanik. Penampang bawah permukaan menunjukkan bahwa terdapat kontak antara breksi tufan lapuk sedang dan breksi tufan lapuk tinggi yang berperan sebagai bidang gelincir. Geologi lereng tersusun dari lava andesit-basaltik, breksi tufan lapuk sedang dan breksi tufan lapuk tinggi. Longsoran dangkal terjadi setelah dipengaruhi hujan hari-hari sebelumnya yang mempengaruhi peningkatan tekanan air pori. Proses terjadinya longsoran diawali dengan munculnya rekahan tarik. Hasil analisis menunjukkan pengaruh curah hujan tinggi secara drastis mempengaruhi penurunan matric suction pada lereng yang menyebabkan terbentuknya rekahan tarik. Pemodelan dilakukan dengan dua simulasi yaitu simulasi dengan pengaruh hujan pendahuluan durasi 47 hari dan pengaruh hujan durasi 10 hari dengan kondisi awal sama. Hasil analisis menunjukkan hujan pendahuluan 47 hari mempengaruhi terjadinya longsoran dibandingkan dengan curah hujan pendahuluan selama 10 hari. Hasil pemodelan durasi 10 hari memiliki nilai faktor keamanan yang lebih tinggi, menunjukkan tidak sesuai keadaan di lapangan karena mengabaikan kondisi hidrogeologi hari sebelumnya. Mekanisme terjadinya longsoran pada area penelitian dipengaruhi oleh tekanan air pori, rekahan tarik dan gempa bumi sehingga didapatkan faktor keamanan sebesar 0.986.
Pemanfaatan Batugamping dan Fosfat sebagai Campuran Pupuk Organik di Lahan Reklamasi untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan Lestari, Rina; Fachruzzaki; Setiawati, Tri Candra; Darsin, Mahros; Suprianto, Agus; Indarto
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v7i1.60014

Abstract

Kabupaten Jember memiliki potensi besar di sektor pertanian, namun kendala utama yang dihadapi petani adalah tingginya harga pupuk. Di sisi lain, Kecamatan Puger memiliki PT Pertama Mina Sutra Perkasa, perusahaan penambangan batugamping yang menghasilkan limbah berupa apal dan debu halus yang belum dimanfaatkan optimal. Batugamping mengandung kalsium dan magnesium yang penting bagi pertumbuhan tanaman dan kesuburan tanah, sehingga berpotensi dijadikan bahan campuran pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan sisa hasil tambang batugamping sebagai bahan dasar pupuk organik yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Proses pembuatan pupuk dilakukan dengan tiga proporsi bahan: (1) 60% batugamping, 20% batufosfat, dan 20% tetes tebu serta urine kambing; (2) 25% batugamping, 25% batufosfat, dan 50% kotoran kambing fermentasi; serta (3) 10% batugamping, 10% batufosfat, dan 80% kotoran kambing fermentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa proporsi ketiga memberikan nilai C-organik tertinggi yaitu 6,92% serta peningkatan kandungan hara makro seperti nitrogen (N), fosfor (P₂O₅), dan kalium (K₂O). Batugamping berperan penting dalam meningkatkan pH dan kandungan kalsium pupuk, sedangkan kotoran kambing menambah unsur organik dan nitrogen. Meskipun belum sepenuhnya memenuhi standar SNI 7763:2018, hasil penelitian ini menunjukkan potensi besar dalam pengembangan pupuk organik berbasis limbah tambang demi mendukung pertanian berkelanjutan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5