cover
Contact Name
Fera Yuli Setiyaningsih
Contact Email
fera.yuli@gmail.com
Phone
+6285733666400
Journal Mail Official
jurnalinsancendekia.icme@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kemuning No. 57 Candimulyo Jombang, East Java, Indonesia
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL INSAN CENDEKIA
ISSN : 24430854     EISSN : 25798812     DOI : https://doi.org/10.35874/jic.v12i1
Core Subject : Health,
jurnal insan cendekia berisi tentang karya ilmiah tentang bidang kesehatan umum yaitu keperawatan , teknik labolatorium, kebidanan dan lain lain
Articles 219 Documents
MENINGKATKAN ABSORBSI TABLET FE PADA ANEMIA POSTPARTUM DENGAN HYLOCEREUS POLYRHIZUS DAN ANANAS COMOSUS SMOOTHIE wijaya husada; Sri Untari; Tisna Yanti; Elpinaria Girsang; Veronika Hutabarat; Yuliana -; Bunga Oktora
Jurnal Insan Cendekia Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v10i2.1114

Abstract

Pendahuluan: Anemia adalah masalah kesehatan global yang signifikan yang terutama mempengaruhi anak-anak dan wanita hamil. Anemia mempengaruhi 42% anak di bawah usia lima tahun dan 40% wanita hamil di seluruh dunia, menurut WHO. Anemia mempengaruhi sekitar setengah dari semua bayi dalam 48 jam pertama kehidupan. Anemia postpartum mempengaruhi 50-80% wanita di negara berkembang. Di Indonesia, kematian ibu nifas akibat anemia mencapai 30%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian smoothie Hylocereus polyrhizus dan Ananas somosus terhadap absorbsi tablet Fe pada anemia postpartum. Metode : Desain penelitian ini menggunakan Pre Eksperimental dengan one group pretest posttest design, populasi 30 responden, sampel 30 responden dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi untuk mengamati 30 responden diberikan smoothie Hylocereus polyrhizus dan ananas comosus selama 4 minggu. Uji statististik yang digunakan menggunakan uji Wilcoxon sign rank test. Hasil : Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value sebesar 0,000. Artinya kadar hemoglobin darah meningkat secara signifikan sebelum dan sesudah pengobatan. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian smoothie Hylocereus polyrhizus dan Ananas somosus terhadap absorbsi tablet Fe pada anemia postpartum. Oleh karena itu, ibu nifas dianjurkan untuk mendapatkan dukungan dengan mengonsumsi smoothies Hylocereus polyrhizus dan Ananas somosus untuk mengobati anemia postpartum serta mengonsumsi tablet zat besi.
DETEKSI TELUR CACING PARASIT PADA FESES BALITA STUNTING DI DESA SUMBERMULYO KECAMATAN JOGOROTO KABUPATEN JOMBANG anthofani farhan; Desi Permata Sari
Jurnal Insan Cendekia Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v10i1.1117

Abstract

Pendahuluan : Stunting merupakan masalah yang sering terjadi di Negara berkembang. Faktor-faktor yang menjadi balita stunting antara lain bisa terjadi karena infeksi kecacingan, keadaan ekonomi, dan kurangnya pengetahuan gizi. Berdasarkan data posyandu di Desa Sumbermulyo Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang banyak balita yang mengidap stunting Penelitian ini bertujuan untuk mengidetifikasi infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) pada balita stunting di Desa Sumbermulyo Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang. Tujuan : Untuk mengidetifikasi infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) pada balita stunting di Desa Sumbermulyo Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang. Metode penelitian : Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah balita stunting di Desa Sumbermulyo Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang. Sampel yang digunakan penelitian ini sebanyak 10 sampel diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Identifikasi infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) menggunakan metode natif (direct.slide) dengan pemeriksaan mikroskopis. Data diolah menggunakan coding dan tabulating. Hasil : Hasil penelitian sampel feses balita stunting dari 10 sampel didapatkan sebanyak 5 (50%) sampel positif yang ditemukan adanya infeksi Soil Transdmitted Helminths (STH) dan 5 (50%) sampel negatif tidak ditemukan infeksi Soil Transdmitted Helminths (STH). Kesimpulan : Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, setengah sampel terdapat infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) pada balita stunting di Desa Sumbermulyo Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang.
PEMERIKSAAN LAJU ENDAP DARAH (LED) PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT JALAN DI RSUD JOMBANG SITI Aminah Aminah; Lilis Majidah; Sri Lestari
Jurnal Insan Cendekia Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v10i1.1118

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) tipe 2 juga dikenal sebagai kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah, sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Pada pasien Diabetes Melitus (DM) tipe-2 ini ditemukan laju endap darah (LED) yang tinggi dikarenakan adanya infeksi akut dan kronis inflamasi atau peradangan akut dalam tubuh, globulin fibrinogen dan banyak pemicu lainnya. Tujuan: Untuk mengetahui hasil pemeriksaan laju endap darah (LED) pada pasien Diabetes Melitus (DM) tipe 2 rawat jalan di RSUD Jombang 2022. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana hasil dari pemeriksaan laju endap darah (LED) pada pasien Diabetes Melitus (DM) tipe 2 rawat jalan di RSUD Jombang. Teknik pengambilan sampel pada pemeriksaan ini yaitu purposive sampling. Populasinya sebagian pasien Diabetes Melitus (DM) tipe 2 yang dirawat jalan di RSUD Jombang dalam 1 bulan sejumlah 23 populasi dan didapatkan 17 sampel yang memenuhi kriteria penelitian. Pemeriksaan ini menggunakan metode westergreen. Teknik pengolahan data menggunakan editing, coding, dan tabuling, serta analisa data dengan perhitungan persentase. Hasil: Hasil penelitian dari 17 sampel pasien Diabetes Melitus (DM) tipe 2 didapatkan sebanyak 11 (65%) sampel laju endap darah tinggi dan 6 (35%) sampel laju endap darah normal. Kesimpulan: Berdasarkan hasil dari pemeriksaan laju endap darah metode westergreen pada pasien Diabetes Melitus (DM) tipe 2 dapat disimpulkan sebagian besar dari responden tinggi.
AKTIVITAS SPIRITUAL TERSTRUKTUR DENGAN KEMANDIRIAN ACTIVITY DAILY LIVING (ADL) PADA ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) Iva Milia Hani Rahmawati; Inayatur Rosyidah; Muhammad Taukhid
Jurnal Insan Cendekia Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v10i1.1123

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Kesembuhan Orang dengan gangguan jiwa dapat dilihat berdasarkan pada kemampuan pasien secara berdikari dalam aktifitas keseharianya. Kegiatan yang terstruktur dengan pendekatan spiritual akan dapat meningkatkan kemandirian orang dengan ganggguan jiwa secara bertahap, aktifitas spiritual sangat diperlukan pada orang dengan ganggguan jiwa (ODGJ) mengingat kebutuhan spiritual sangat berperan penting dalam perubahan status mental. Tujuan : untuk menganalisis hubungan aktivitas spiritual terstruktur dengan kemandirian activity daily living (ADL) pada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Griya Cinta Kasih Jogoroto Jombang. Metode : Desain penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Pelaksanaan pada 23 April sampai 29 April 2022. Populasi penelitian seluruh perempuan yang dirawat di Griya Cinta Kasih Jogoroto Jombang berjumlah 67 orang. Teknik sampling menggunakan porpose sampling. Variabel independent yaitu aktifitas spiritual terstruktur variabel dependent kemandirian Activity Daily Living (ADL) pada orang dengan gangguan jiwa. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Pengelolahan data editing, coding, scoring, tabulating, dan uji statistik Spearman rank. Hasil penelitian: menunjukan aktifitas spiritual terstruktur sebagian besar kategoi baik 38 responden (56,7%). Kemandirian Activity Daily Living (ADL) pada orang dengan gangguan jiwa sebagian besar kategori mandiri 37 responden (55,2%). Hasil uji stastistik Spearman rank ρ value = 0,00 dimana ρ value < α 0,05, H1 diterima. Kesimpulan: terdapat hubungan aktifitas spiritual terstruktur dengan kemandirian Activity Daily Living (ADL) pada orang dengan ganggun jiwa di Griya Cinta Kasih Jogoroto Jombang. . Kata Kunci: aktifitas spiritual, ADL, ODGJ ABSTRACT Introduction: The recovery of people with mental disorders can be seen based on the patient's ability to be independent in their daily activities. Structured activities with a spiritual approach will be able to gradually increase the independence of people with mental disorders. Spiritual activities are very necessary for people with mental disorders (ODGJ) considering that spiritual needs play an important role in changing mental status. Objective: The aim of the study was to analyze the relationship between structured spiritual activity and activity daily living independence (ADL) for people with mental disorders (ODGJ) at Griya Cinta Kasih Jogoroto Jombang. Method : Analytic survey research design with a cross sectional approach. It will be held from 23 April to 29 April 2022. The research population is all women who are being treated at Griya Cinta Kasih Jogoroto Jombang, totaling 67 people. The sampling technique uses porpose sampling. The independent variable is structured spiritual activity dependent variable Activity Daily Living (ADL) independence in people with mental disorders. The research instrument uses an observation sheet. Data processing editing, coding, scoring, tabulating, and Spearman rank statistical tests. Results: showed structured spiritual activity mostly good category 38 respondents (56.7%). The independence of Activity Daily Living (ADL) in people with mental disorders is mostly in the independent category of 37 respondents (55.2%). Spearman rank statistical test results ρ value = 0.00 where ρ value <α 0.05, H1 is accepted. Conclusion: there is a relationship between structured spiritual activity and Activity Daily Living (ADL) independence in people with mental disorders at Griya Cinta Kasih Jogoroto Jombang. . Keywords: spiritual activity, ADL, ODGJ
PENGARUH OXCYTOCIN MASSAGE TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM anita rahmawati; Hindyah Ike Suhartini; Melinda Oktopriana
Jurnal Insan Cendekia Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v10i1.1128

Abstract

Pendahuluan: Survei di Indonesia melaporkan bahwa 38% ibu berhenti memberikan ASI karena kurangnya produksi ASI. Air susu ibu yang tidak lancar menjadikan ibu merasa cemas dan menghindar untuk menyusui dan berdampak pada kurangnya isapan bayi, hal tersebut mempengaruhi penurunan produksi dan kinerja hormon oksitosin dan prolaktin, bahkan menyebabkan pembendungan dan statis ASI, sehingga ibu mengambil langkah berhenti menyusui. Pijat oksitosin dilakukan untuk membantu ibu merasa tenang dan rileks sehingga produksi ASI meningkat. Tujuan : untuk menganalisis pengaruh oxytocin massage terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu post partum. Metode: Literature review ini menggunakan data sekunder dari 15 dengan metode pre eksperimen dan quasi eksperimen, pencarian data di akses melalui database Google Scholar, Science Direct, SCOPUS, PubMed, Garuda dan researchgate dengan studi empiris 5 tahun terakhir, jurnal di ambil berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dalam penelitian ini menggunakan pedoman PICOS. Hasil: Kelima belas artikel didapatkan hasil adanya pengaruh peningkatan produksi ASI sebelum dan setelah dilakukan pijat oksitosin. Kesimpulan: Pengaruh oxytocin massage terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu postpartum berdasarkan studi empiris 5 tahun terakhir menunjukan bahwa pijat oksitosin yang di berikan secara rutin dan berkala dapat meningkatkan produksi ASI ibu postpartum. Kata kunci: pijat oksitosin, produksi ASI, ibu postpartum ABSTRACT Introduction: A survey in Indonesia reported that 38% of mothers stopped breastfeeding due to a lack of milk production. Mother's milk that is not smooth makes the mother feel anxious and avoid breastfeeding and has an impact on the lack of baby sucking, this affects the decrease in the production and performance of the hormones oxytocin and prolactin so that milk production decreases, even causes damming and stasis of breast milk, so the mother takes steps to stop breast-feed. Oxytocin massage is done to help mothers feel calm and relaxed so that milk production increases. Objective: The purpose of this study was to analyze the effect of oxytocin massage on increasing breast milk production in postpartum mothers. Methods: This literature review uses secondary data from 15 with pre-experimental and quasi-experimental methods, data searches are accessed through the Google Scholar, Science Direct, SCOPUS, PubMed, Garuda and research gate databases with empirical studies of the last 5 years, journals taken based on inclusion criteria. and exclusion, in this study using the PICOS guidelines. Result: The result of this literature review is that oxytocin massage has an effect on increasing and smoothing postpartum mother's milk. Conclusion: The effect of oxytocin massage on increasing breast milk production in postpartum mothers based on empirical studies of the last 5 years shows that oxytocin massage that is given regularly and periodically can increase postpartum mother's milk production. Keyword: oxytocin massage, milk production, postpartum mother
MEDIA MIND MAPING TERHADAP DAYA INGAT ANAK USIA PRASEKOLAH Inayatur Rosyidah; iva Milia Hani Rahmawati
Jurnal Insan Cendekia Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v10i1.1131

Abstract

Pendahuluan: Anak usia prasekolah memiliki karakterstik yang unik dalam perkembangannnya, Daya ingat merupakan kemampuan mengingat, bisa menerima, menyimpan, dan menimbulkan kembali pengalaman yang dialaminya, jika hanya diberi sedikit petunjuk maka akan menghadapi kesulitan untuk menerima atau menyimpan informasi dalam jangka waktu panjang. Tujuan : Menganalisis pengaruh media mind maping terhadap daya ingat anak usia prasekoah. Metode : Desain penelitian ini menggunakan “Pra experimental” (One Group Pra Test – Post Test Design). Sampel penelitian ini adalah anak usia prasekolah (TK B) di TK Al-Ashfiyah Mbedah Jombang sejumlah 40 siswa dan sampel dalam penelitian ini adalah sebagian siswa sejumlah 37 yang diambil dengan teknik simple random sampling. Variabel independen adalah media mind maping dan variabel dependen adalah daya ingat anak. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrument kuesioner sebelum dan sesudah pemberian media mind maping. Cara menganalisanya dengan menggunakan “Uji Wilcoxon” dengan tingkat signifikan ρ < 0,05. Hasil : Daya ingat anak sebelum diberikan media mind mapping hampir seluruhnya daya ingat cukup sebanyak 36 responden (97,3%), dan setelah diberi media mind mapping daya ingat anak seluruhnya baik sebanyak 37 responden (100%). Hasil uji Wilcoxon menunjukan bahwa nilai r=0,000 yang berarti lebih kecil dari nilai alpha (0,05) maka diterima. Kesimpulan : Ada pengaruh media mind mapping terhadap perkembangan anak usia pra sekolah di TK Al-Ashfiyah Mbedah Jombang
DETEKSI BAKTERI Streptococcus mutans PADA SIKAT GIGI DENGAN PERILAKU PEMAKAIAN SIKAT GIGI DI KOST PUTRI X KOTA KEDIRI Triffit Imasari; Fathul Hidayatul; Ayu Nabila Rizki Insani
Jurnal Insan Cendekia Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v10i1.1133

Abstract

Pendahuluan: Sikat gigi merupakan alat untuk membersihkan bagian gigi dan mulut yang digunakan secara luas oleh masyarakat. Sedangkan menyikat gigi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk membersihkan deposit lunak pada permukaan gigi dan gusi untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut secara optimal. Sikat gigi merupakan salah satu tempat yang paling sering terjadi kontaminan bakteri, salah satu bakteri yang paling sering yaitu Streptococcus mutans. Perilaku pemakaian sikat gigi yang mencakup penggunaan, pemeliharaan dan penempatan sikat gigi di rumah masih tidak disiplin sehingga memungkinkan kontaminasi silang antara mikroorganisme yang ada di rongga mulut dengan bakteri yang ada di sikat gigi. Tujuan penelitian: untuk mendeteksi bakteri Streptococcus mutans pada sikat gigi dan mengetahui korelasi bakteri Streptococcus mutans dengan perilaku pemakaian sikat gigi di kost putri X Kota Kediri. Metode penelitian adalah analitik korelasi dengan teknik sampling total sampling menggunakan 23 sampel sikat gigi di salah satu kost putri X kota Kediri. Metode penelitian: menggunakan uji biakkan kultur pada media Tryptone Yeast Extract Cystine Sucrose and Bacitracin Agar dan pewarnaan Gram serta kuisioner untuk mengetahui perilaku pemakaian sikat gigi. Hasil penelitian ini terdapat 19 sampel 82,6% ditemukan bakteri Streptococus mutans pada sikat gigi dan 4 sampel 17,3% bakteri batang Gram negatif dan hasil kuisioner perilaku pemakaian sikat gigi dikategorikan kurang baik 83% dan baik 17%. Kesimpulan: Streptococcus mutans adalah bakteri terbanyak yang ditemukan pada sikat gigi dan tidak ada korelasi bakteri Streptococus mutans dengan perilaku pemakaian sikat gigi di kost putri X di kota Kediri
FAKTOR RESIKO KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI PADA KEHAMILAN: LITERATURE REVIEW Alfira fitriana; Siti Fatimah; Mitayakuna Stianto; Melinda Damayanti
Jurnal Insan Cendekia Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v10i1.1137

Abstract

Pendahuluan : Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan kondisi pecahnya selaput pada ketuban sebelum tahap bersalin. KPD tetap menjadi disease of materi dikarenakan belum dimengerti penyebab yang pasti, tetapi terdapat beberapa keadaan internal/ eksternal nan dicurigai berkaitan pada KPD. Pemicu internal penyebab pada KPD meliputi paritas, umur ibu, inkompetensi serviks, polihidramnion maupun presentasi pada janin. Komplikasi penyebab KPD yaitu terinefeksi pada persalinan maupun nifas, partus yang lama, tindakan operatikf obstetric mengalami peningkatan. Di Dunia angka terjadinya KPD mencapai 1,.3%. Pada kondisi stabil 8-10% wanita hamil aterm mengalami KPD. Tujuan : Untuk mengetahui faktor risiko terjadinya ketuban pecah dini pada kehamilan. Subjek dan Metode : Pengamatan tersebut merupakan pembelajaran literatur dari bermacam artikel jurnal internasional dan nasional. Pencarian artikel menggunakan database: PubMed, dan Google Scholar. Metode ini bertujuan dalam penambahan untuk memahami tentang topik yang dibahas dengan cara topik pembahasan dirangkum. Metode tersebut bisa memberi informasi realita/ analisis serta tinjuan literature memberi rangkuman publik yang baik maupun relevan selanjutnya pembandingan hasil yang disajikan pada artikel. Hasil : dari 10 artikel nasional maupun internasional didapatkan bahwa faktor resiko terjadinya KPD diantaranya adalah paritas, riwayat KPD, usia ibu, jarak kehamilan, anemia, status pekerjaan, infeksi, paparan asap dan perilaku merokok. Dan ada beberapa artikel yang di dapat bahwa faktor yang tidak berhubungan dengan KPD diantaranya kehamilan kembar,riwayat keturunan, status keguguran, letak janin, pembesaran uterus, umur kehamilan, dan DKP. Kesimpulan : Faktor penyebab KPD yang paling banyak di sebabkan karena paritas, riwayat KPD, usia ibu, jarak kehamilan, status pekerjaan, anemia, infeksi
KOLERASI GLUKOSA DARAH DENGAN HS-CRP PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Sri Wahyuni; Fathul Hidayatul Hasanah; Agnes Eka Lusiana
Jurnal Insan Cendekia Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v10i2.1139

Abstract

Pendahuluan: Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit ganguan metabolic yang ditandai dengan meningkatkannya glukosa darah. DM tipe 2 yaitu tipe dari diabetes karena peningkatan glukosa darah menyebabkan penurunan sekresi insulin oleh sel beta pancreas atau resistensi insulin. High Sensitivity C-Reactive Protein (hs-CRP) petanda inflamasi berkaitan dengan DM tipe 2 dan peningkatan risiko kardiovaskuler. Tujuan: untuk mengetahui kolerasi Glukosa darah dengan hs-CRP pada Pasien Diabetes Melitus tipe 2. Metode: Desain penelitian menggunakan analitik observasional dengan menggunakan Study cross sectional dan tehnik sampling purposive sampling. Respoden berjumlah 30 pasien DM tipe 2 di Rumah Sakit Kristen Mojowarno. Hasil: Diperoleh nilai rata-rata glukosa darah 255,6 mg/dL dan hs-CRP 2,5 mg/dL. Berdasarkan uji Sperman rho glukosa darah dengan hs-CRP (sig = 0,163 > 0,05 dan r= 0,262). Kesimpulan : tidak terdapat kolerasi antara gukosa darah dengan kadar Hs-CRP pada Pasien Diabetes Melitus tipe 2
ANALISIS KUALITAS UDARA DAN KELUHAN GANGGUAN PERNAPASAN PADA PEMULUNG DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR ( TPA ) Faris Hamidi
Jurnal Insan Cendekia Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v10i1.1158

Abstract

Pendahuluan:Sistem open dumping merupakan salah satu cara pengelolaan sampah yang dapat mengakibatkan menurunnya kualitas udara seperti Nitrogen Dioksida (NO2), Sulfur Dioksida (SO2) dan berpotensi mengganggu kesehatan pemulung. Tujuan Penelitian: memberikan gambaran kadar SO2, kadar NO2, karakteristik individu, penggunaan masker dan keluhan sesak napas pemulung. Jenis penelitian: deskriptif kuantitatif. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk persentase. Hasil penelitian: menunjukkan bahwa pengukuran kadar SO2 sebesar 230,70 μ gr/m3 dan kadar NO2 sebesar235,10 μ gr/m3. Kadar S02 dan NO2 masih memenuhi nilai baku mutu udara. Persentase keluhan sesak napas sebesar 60%. Kesimpulan: Semakin besar kadar SO2 dan NO2 persentase keluhan sesak napas juga meningkat.