cover
Contact Name
Fera Yuli Setiyaningsih
Contact Email
fera.yuli@gmail.com
Phone
+6285733666400
Journal Mail Official
jurnalinsancendekia.icme@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kemuning No. 57 Candimulyo Jombang, East Java, Indonesia
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL INSAN CENDEKIA
ISSN : 24430854     EISSN : 25798812     DOI : https://doi.org/10.35874/jic.v12i1
Core Subject : Health,
jurnal insan cendekia berisi tentang karya ilmiah tentang bidang kesehatan umum yaitu keperawatan , teknik labolatorium, kebidanan dan lain lain
Articles 229 Documents
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN UNGU (Graptophyllum pictum L. Griff) MENGGUNAKAN METODE DPPH (1,1-DIPHENYL-2-PICRYHYDRAZYL) Beta Herilla Sekti; Rakhmadani Gadis A; Nurfitria Nurfitria
Jurnal Insan Cendekia Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Insan Cendekia September 2022
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v9i2.982

Abstract

Pendahuluan: Beberapa senyawa yang terkandung dalam Daun ungu (Graptophyllum pictum L.Griff) antara lain flavonoid, alkaloid, tanin, triterpenoid, fenol dan saponin. Flavonoid berfungsi sebagai antioksidan dengan menstabilkan radikal bebas sehingga dapat mengurangi kerusakan sel karena inflamasi, maka dilakukanlah pengujian aktivitas antioksidan pada ekstrak daun ungu. Tujuan :untuk mengetahui IC50 pada ekstrak daun ungu sebagai antioksidan. Metode : Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Perhitungan IC50 menggunakan metode spektrofotometri UV-Visibel dengan 1,1-Diphenyl-2-picryhydrazyl (DPPH) pada Panjang gelombang 518 nm dengan standart yang digunakan adalah asam ascorbat. Konsentrasi yang digunakan pada pengujian aktivitas antioksidan ekstrak daun ungu sebesar 105µg/mL, 115µg/mL, 125µg/mL, 135µg/mL, 145µg/mL.Hasil :Pada hasil pengukuran aktivitas antioksidan ekstrak daun ungu diperoleh data berdasarkan nilai IC50 pada konsentrasi 84,91μg/mL. Hasil IC50 yang diperoleh dibandingkan dengan nilai inhibisi larutan Asam Ascorbat dengan variasi konsentrasi sebesar 10μg/mL, 12 μg/mL, 14 μg/mL, 16 μg/mL, 18 μg/mL. Kesimpulan : aktivitas antioksidan dari ekstrak daun ungu tergolong kuat.
PENGARUH LATIHAN ISOMETRIC HANDGRIP EXERCISE TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI Intan Wahyuni; Agus Setyo Utomo; Ira Rahmawati
Jurnal Insan Cendekia Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Insan Cendekia September 2022
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v9i2.994

Abstract

Hipertensi tidak akan bisa sembuh namun dibutuhkannya tekanan darah yang terkontrol. Hipertensi yang tidak terkontrol menimbulkan berbagai penyakit kardiovaskuler, kerusakan organ lain, bahkan sampai kematian. Mengontrol tekanan darah dapat menggunakan obat maupun terapi non farmakologis yang sederhana. Tujuan penelitian ini menjelaskan pengaruh latihan isometric handgrip exercise terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan metode litelature riview dengan keyword: Hypertension, High Blood Pressure, Exercise, Isometric Exercise, Blood Pressure pada database untuk mencari litelature dengan menggunakan database PudMed, Science Direct, Google Scholar. Hasil dari penelitian ini 7 artikel signifikan menurunkan tekanan darah sistolik maupun diastolik. 2 artikel menujukkan penurunan signifikan pada tekanan darah sistolik. 3 artikel tidak signifikan menurunkan tekanan sistolik maupun diastolik. Latihan ini dapat menurunkan tekanan darah tidak banyak, tetapi penurunan ini sangat berarti dalam mengurangi komplikasi hipertensi. Latihan isometric hangrip diharapkan bisa menjadi salah satu terapi non farmakologis untuk menurunkan dan mengontrol tekanan darah. Diperlukan komitmen yang kuat dalam latihan isometric handgrip exercise ini serta kemauan untuk mempertahankan gaya hidup yang lebih sehat.
STUDI DESKRIPTIF TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH, KOLESTEROL, DAN ASAM URAT BERDASARKAN USIA DI LINGKUNGAN KELURAHAN ALASREJO KABUPATEN BANYUWANGI Eka Yunita Wulandari
Jurnal Insan Cendekia Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Insan Cendekia September 2022
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v9i2.1059

Abstract

Pendahuluan : Penyakit degeneratif saat ini masih menjadi masalah kesehatan yang banyak dibahas di berbagai belahan dunia, akibat modernisasi lingkungan dan perubahan gaya hidup yang drastis. Contoh penyakit degeneratif yang banyak dibahas adalah diabetes mellitus dan penyakit kardiovaskuler, dan asam urat (Artritis Gout). Beberapa faktor turut mempengaruhi penyakit degeneratif, salah satunya usia. Berbagai penelitian yang sudah dilakukan mengenai faktor resiko penyakit degeneratif menunjukkan hasil yang bervariasi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar glukosa darah, kolesterol, dan asam urat secara deskriptif berdasarkan usia di lingkungan Kelurahan Alasrejo Kabupaten Banyuwangi. Metode : Studi ini merupakan penelitian deskriptif terhadap kadar glukosa darah, kolesterol, dan asam urat dengan desain cross sectional di Lingkungan Kelurahan Alasrejo Kabupaten Banyuwangi yang dilaksanakan dari tanggal 9 hingga 13 Mei 2022. Subjek pada penelitian ini dipilih melalui metode accidental sampling. Pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu, kolesterol dan asam urat dilakukan menggunakan alat autoklik, blood lancet, glukometer, dan strip pemeriksaan. Hasil : Ditemukan peningkatan kadar glukosa darah dari 98 mg/dl kelompok usia remaja akhir menjadi 138,5 mg/dl pada kelompok usia lansia akhir; peningkatan kadar kolesterol dari 140 mg/dl pada kelompok usia remaja akhir menjadi 260,2 mg/dl pada kelompok usia lansia awal; serta peningkatan kadar asam urat secara terus – menerus dari 3,6 mg/dl pada kelompok usia remaja akhir menjadi 7,0 mg/dl pada kelompok usia lansia akhir. Kesimpulan : Terdapat peningkatan kadar glukosa darah, kolesterol, dan asam urat seiring dengan bertambahnya usia. Disarankan dapat dilakukan penelitian lanjutan mengenai faktor resiko lain dari peningkatan kadar glukosa darah, kolesterol, dan asam urat.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU PADA MAHASISWA SEMESTER 6 (ENAM) PROGRAM STUDI DIII TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS FAKULTAS VOKASI INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG Sri Sayekti; Nova Yulistari
Jurnal Insan Cendekia Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Insan Cendekia September 2022
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v9i2.1081

Abstract

Pendahuluan : Stres pada mahasiswa semester 6 (enam) karena tuntutan menyelesaikan tugas akhir tepat waktu dapat mengakibatkan peningkatan produksi hormon kortisol yang memiliki efek metabolik untuk meningkatkan konsentrasi glukosa darah. Tujuan : mengetahui hubungan tingkat stres dengan kadar glukosa darah pada mahasiswa semester 6 prodi DIII TLM di ITSkes ICMe Jombang. Metode : Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian seluruh mahasiswa semester 6 prodi DIII Teknologi aboratorium Medis berjumlah 36 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan jenis simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan glucometer.. Pengolahan data menggunakan editing,coding, data entry, scoring, tabulating. Analisa data menggunakan Uji Korelasi Spearman Rank pada taraf kesalahan 5%. Hasil: Data penelitian menunjukkan dari 26 responden hampir dari setengah mahasiswa memiliki tingkat stres berat 42.3% sejumlah 11 mahasiswa dan sebagian besar dari mahasiswa memiliki kadar glukosa darah normal 61.5% sejumlah 16 mahasiswa. Hasil uji Spearman rank didapatkan nilai ρ = 0.54 atau >0.05. Kesimpulan : hasil penelitian tidak ada hubungan antara tingkat stres dengan kadar glukosa darah pada mahasiswa semester 6 Program Studi DIII Teknologi Laboratorium Medis di ITSKes ICMe Jombang.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI MADU DENGAN AIR PERASAN JERUK LEMON (Citrus Limon (L.) Burm. f.) DIBANDING SEDIAAN TUNGGALNYA TERHADAP BAKTERIStreptococcus pyogenes SECARA In Vitro Evi Puspita Sari; Novitasari Novitasari
Jurnal Insan Cendekia Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Insan Cendekia September 2022
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v9i2.1082

Abstract

Latar belakang: Faringitis merupakan suatu penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus pyogenes dan menjadi salah satu penyakit dengan prevalensi cukup tinggi di Indonesia yang hampir pernah dialami oleh setiap individu. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan berlebihan dapat menyebabkan bakteri resisten (kebal) terhadap antibiotik Madu mengandung zat yang berguna untuk membunuh bakteri patogen penyebab penyakit infeksi. Senyawa bioaktif yang terkandung dalam lemon masing-masing memiliki sifat antibakteri.Tujuan :Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas antibakteri kombinasi madu dan air perasan jeruk lemon dibandingkan sediaan tunggal madu dan sediaan tunggal air perasan jeruk lemon. Metode:Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan post test control group design. Perlakuan dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol positif, kontrol negatif, kelompok madu, kelompok air perasan jeruk lemon serta kombinasi madu dengan air perasan jeruk lemon. Peilaian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan menentukan zona hambat yang terbentuk di sekitar disk. Hasil pengukuran diameter zona hambat selajutnya dianalisa mengguakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji Post hoc. Hasil: Perlakuan kombinasi madu dengan air perasan jeruk lemon memiliki rerata zona hambat yang lebih besar jika dibandingkan kelompok sediaan tunggal madu maupun sediaan tunggal air perasan jeruk lemon. Hasil uji Kruskal Wallis didapatkan nilai sig 0.000 (p <0.05), yang berarti terdapat perbedaan bermakna efek setiap kelompok perlakuan terhadap diameter zona hambat yang terbentuk. Kesimpulan : Kombinasi madu dengan air perasan jeruk lemon lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus pyogenes dibanding sediaan tunggalnya.
EFISIENSI RAPID ANTIGEN BERBASIS LATERAL FLOW IMMUNOASSAY (RADTs) SEBAGAI TOOL TUNGGAL DIAGNOSA COVID 19 Ariana Listuhayu Wahyuni
Jurnal Insan Cendekia Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Insan Cendekia September 2022
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v9i2.1084

Abstract

Pendahuluan: Penegakan penyakit covid-19 dengan benar sangat penting terkait upaya menyelamatkan pasien, serta melakukan proses skrining dan pencegahan penyebaran wabah agar tidak semakin meluas. Berbagai metode diagnose yang umum digunakan, akhir-akhir ini memang masih banyak mengalami tantangan diantaranya spesifisitas serta sensitivitas masing masing metode diagnose juga menjadi salah satu tantangan penggunaannya Tujuan : mengetahui efektifitas alat uji Covid-19 cepat berbasis antigen, untuk alat uji tunggal skrining kasus covid 19. Metode : studi literatur, terhadap 10 artikel ilmiah terkait yang disearch melalui mesin pencari google secara manual. Metode sampling adalah accidental sesuai kriteria inklusi. Untuk pengumpulan data digunakan tabel untuk mengekstrak data dari setiap penelitian, Analisa data dilakukan secara deskriptif terhadap sensitifitas dan sensitifitas rapid antigen test, disajikan dalam bentuk presentse, Hasil : Hanya2 RADTs yang memenuhi syarat WHO dengan prosentase sebesar 17% atau 2 dari 12 jenis RADTs yang digunakan dalam penelitian. Rata rata nilai sensitifitas dan spesifisitasnya adalah 66,93% dan 99,08%. Kesimpulan :Rapid Antigen Detection Technology (RADTs) sebagai tool tunggal dalam diagnosis covid 19 khususnya untuk kepentingan skrining pada populasi umum yang asimptomatik memerlukan pertimbangan matang, terkait sensitivitas beberapa produk yang masih dibawah standar sensitivitas WHO, walaupun sensitifitasnya sudah memenuhi.
JUMLAH ANGKA KUMAN DI RUANG ICU RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABEPURA DAN RUMAH SAKIT DIAN HARAPAN KOTA JAYAPURA Asrianto Asrianto; Indra Taufik Sahli; Asrori Asrori; Risda Hartati; Afika Herma Wardani; Fajar Bakti Kurniawan
Jurnal Insan Cendekia Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Insan Cendekia September 2022
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v9i2.1094

Abstract

Pendahuluan: Infeksi silang dari pasien ke pasien atau dari petugas rumah sakit ke pasien merupakan bahaya konstan. Ini adalah salah satu penyebab terpenting morbiditas dan mortalitas terutama di ruangIntensive Care Unit (ICU) di seluruh dunia. Tujuan:penelitian ini untuk mengamati angka kuman di ruang ICU Rumah Sakit RSUD Abepura dan Dian Harapan. Metode: penelitian ini adalah penelitiananalitik metode observasi laboratorium untuk mengetahui jumlah angka kuman di ruang ICU RSUD Abepura dan RS Dian Harapan Kota Jayapura. Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi yaitu di RS Abepura dan RS Dian Harapan, sebanyak 1 ruangan dengan titik pengambilan sebanyak 5 titik pengambilan pada pagi hari dan sianghari. Tahapan penelitian ini di mulai dengan meletakan cawan petri yang berisi media PCA dan menghitung jumlah total angka kuman diruang ICU Rumah Sakit Abepura dan RS Dian Harapan. Hasil Penelitian: di RS Abepura jumlah indeks angka kuman pada ruang ICU pada pagi hari sebesar 40,4 CFU/M³, dan pada siang hari sebesar 34,8 CFU/M³. Sedangkan hasil penelitian di RS Dian Harapan pada ruang ICU pada pagi hari sebesar 41,4 CFU/M³, dan pada siang hari sebesar 77 CFU/M3. Kesimpulan: ruang ICU di RSUD Abepura dan RS Dian Harapan masih memenuhi syarat sesuai dengan baku mutu Permenkes no. 7 tahun 2019.
DANDRUFF YANG DISEBABKAN JAMUR DAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN PADA MAHASISWA TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA Afika Herma Wardani; Risda Hartati; Rina Purwati; Asrianto Asrianto; Asrori Asrori; Milka Pudja Leady Lilian Mehue
Jurnal Insan Cendekia Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Insan Cendekia September 2022
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v9i2.1096

Abstract

Dandruff adalah kondisi non-inflamasi yang ditandai dengan sisik putih hingga kekuningan yang terkelupas pada kulit kepala. Dandruff dapat disebabkan oleh faktor mikroba maupun non-mikroba. Malassezia adalah genus jamur flora normal pada kulit manusia dan sekaligus menjadi agen etiologi dandruff. Ada beberapa faktor risiko yang dapat mempengaruhi adanya dandruff, seperti perawatan rambut dan penggunaan hijab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian dandruff yang disebabkan oleh jamur. mengetahui faktor risiko penggunaan hijab dan jenis kelamin terhadap kejadian dandruff. Isolasi jamur dilakukan dengan media sabouraud dextrose agar. Identifikasi jamur dilakukan melalui pengamatan secara makroskopis dan mikroskopis dengan pewarnaan lactophenol cotton blue. Faktor risiko penggunaan hijab dan jenis kelamin terhadap kejadian dandruff dianalisis dengan uji Chi square. Dari 49 responden, 9 responden tidak terdapat dandruff dan 40 responden terdapat dandruff. Dari 40 sampel dandruff, sebanyak 14 sampel dandruff ditemukan adanya jamur, yaitu Malassezia pachydermatis sebanyak 50,0%, M. restricta 27,8%, M. globosa 5,6%, M. sympodialis 5,6% dan Trichophyton mentagrophytes sebanyak 11,1%. Berdasarkan analisis statistik, terdapat hubungan antara penggunaan hijab terhadap kejadian dandruff. Kejadian dandruff lebih banyak terjadi pada responden tidak berhijab. Faktor perawatan rambut dan paparan sinar matahari, debu dan kotoran dapat mempengaruhi kejadian dandruff. Untuk faktor jenis kelamin tidak terdapat hubungan dengan kejadian dandruff.
PENGARUH PERAWATAN METODE KANGURU TERHADAP PERTUMBUHAN PADA BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH Reny Siswanti; Nuraidah Nuraidah; Astri Susanti; Noor Siti Noviani Indah Sari; Fitria Hari Wibawati; Siti Fatimah
Jurnal Insan Cendekia Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Insan Cendekia September 2022
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v9i2.1097

Abstract

Pendahuluan: Bayi dengan BBLR juga sangat rentan terjadinya hipotermia, karena tipisnya cadangan lemak di bawah kulit dan belum matangnya pusat pengatur panas di otak. salah satu cara mempertahankan suhu tubuh normal pada bayi BBLR adalah metode kanguru atau perawatan bayi lekat, di mana bayi selalu didekap ibu atau orang lain dengan kontak langsung kulit bayi dengan kulit ibu atau pengasuhnya dengan selalu menggendongnya. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perawatan metode kanguru terhadap pertumbuhan bayi berat badan lahir rendah. Metode : Desain penelitian ini menggunakan Pre Eksperimental dengan one group pretest posttest design, populasi 10 responden, sampel 10 responden dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi untuk mengamati berat badan bayi selama diberikan perawatan metode kanguru. Uji statististik yang digunakan menggunakan uji t test. Hasil : Nilai mean berat badan bayi lahir rendah sebelum perawatan dengan metode kanguru 1900 gram, sementara sesudah dilakukan perawatan metode kanguru didapatkan nilai mean 2150 gram. Hasil uji t test didapatkan nilai p = 0.000. Kesimpulan : Ada pengaruh perawatan metode kanguru terhadap pertumbuhan bayi berat badan lahir rendah
PERBANDINGAN KADAR FENOL TOTAL PADA AKAR BAJAKAH JENIS TAMPALA DAN KALALAWIT DENGAN MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Ainida F Isma; Rizki Febriyanti; Kusnadi Kusnadi
Jurnal Insan Cendekia Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v10i1.1113

Abstract

Pendahuluan : Akar Bajakah merupakan tanaman khas dari Kalimantan Tengah yang dapat menyembuhkan penyakit degeneratif dengan meminum air rebusannya. Akar Bajakah jenis Tampala diketahui mengandung senyawa fenolik, flavonoid, tanin, dan saponin. Selain itu, Akar Bajakah jenis Kalalawit diketahui mengandung senyawa fenolik, tanin, flavonoid, dan memiliki aktivitas antioksidan.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar fenol total pada Akar Bajakah jenis Tampala dan Kalalawit. Metode : Akar Bajakah di ekstraksi menggunakan metode refluks dengan pelarut etanol 96%. Hasil ekstraksi kemudian dilakukan proses analisis kualitatif meliputi uji warna dan uji kromatografi lapis tipis serta analisis kuantitatif dengan metode spektrofotometri uv-vis. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian bahwa dari sampel ekstrak Akar Bajakah yaitu Kalalawit merk A, Kalalawit B, Tampala merk C, dan Tampala merk D menunjukkan semuanya mengandung senyawa fenol. Kadar fenol total yang diperoleh secara berturut-turut yaitu 85,202% : 43,348% : 109,35% : 14,35%.