cover
Contact Name
Fera Yuli Setiyaningsih
Contact Email
fera.yuli@gmail.com
Phone
+6285733666400
Journal Mail Official
jurnalinsancendekia.icme@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kemuning No. 57 Candimulyo Jombang, East Java, Indonesia
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL INSAN CENDEKIA
ISSN : 24430854     EISSN : 25798812     DOI : https://doi.org/10.35874/jic.v12i1
Core Subject : Health,
jurnal insan cendekia berisi tentang karya ilmiah tentang bidang kesehatan umum yaitu keperawatan , teknik labolatorium, kebidanan dan lain lain
Articles 219 Documents
PENGARUH KOMBINASI TERAPI BERMAIN PLAYDOUGH DAN ORIGAMI DALAM PENINGKATAN KONSENTRASI BELAJAR PADA ANAK HIPERAKTIF Palupi, Eva Riantika Ratna; Utami, Wiwik; Munfarida, Aulia Isnaini
Jurnal Insan Cendekia Vol 10 No 3 (2023): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v10i3.1229

Abstract

Pendahuluan: Secara umum hiperaktivitas berkaitan dengan gangguan tingkah laku dan aktivitas kognitif seperti berpikir, mengingat, menggambar, merangkum, mengorganisasikan, dan lainnya. Akibat dari gangguan tersebut jika tidak ditangani secara tepat, mempunyai resiko mengalami hambatan kemampuan belajar. Tujuan: Tujuan penelitian menganalisis pengaruh kombinasi terapi bermain playdough dan origami dalam peningkatan konsentrasi belajar pada anak hiperaktif di SLB PKK Sumberrejo dan SLB Putra Harapan Bojonegoro. Metode: Penelitian menggunakan metode Pre Experimental dengan pendekatan One group pretest posttest design. Populasi seluruh siswa Sekolah Dasar hiperaktif SLB PKK Sumberrejo dan SLB Putra Harapan Bojonegoro tahun 2023 sebanyak 9 siswa, sampel dalam penelitian 9 responden dengan teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan lembar kuesioner, kemudian dilakukan pengolahan data editing, coding, scoring dan tabulating, analisis data dengan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian sebelum diberi terapi bermain playdough dan origami terdapat 6 siswa (66,7%) konsentrasi belajar cukup. Sesudah diberi terapi bermain playdough dan origami menjadi tinggi sebanyak 5 siswa (55,6%), hasil uji statistik ρ value = 0,046, ada pengaruh kombinasi terapi bermain playdough dan origami dalam peningkatan konsentrasi belajar pada anak hiperaktif. Kesimpulan: terdapat pengaruh kombinasi terapi bermain playdough dan origami dalam peningkatan konsentrasi belajar pada anak hiperaktif di SLB PKK Sumberrejo dan SLB Putra Harapan Bojonegoro.
POTENSI EKSTRAK ETANOL DAUN ASAM JAWA MUDA (TAMARINDUS INDICA L) PADA MORTALITAS LARVA NYAMUK AEDES ALBOPICTUS Farach Khanifah; Evi Puspitasari; Alfinurin Khulaidah
Jurnal Insan Cendekia Vol 10 No 3 (2023): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v10i3.1231

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui vektor sekunder oleh nyamuk Aedes albopictus. Pemberantasan vektor penularan dapat dilakukan dengan menggunakan tanaman sebagai larvasida nabati untuk mengatasi resistensi pencemaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak etanol daun asam jawa muda (Tamarindus indica L) yang mampu berpotensi sabagai larvasida pada mortalitas larva nyamuk Aedes albopictus. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksperimental. Sampel yang digunakan yaitu larva Aedes albopictus. sampel diambil di kebun RT 04 RW 02 Desa Mojongapit, sebanyak 90 larva Aedes albopictus dengan teknik purposive sampling. Konsentrasi ekstrak daun asam jawa yang digunakan yaitu 20 mg/ml, 40 mg/ml, dan 80 mg/ml. Masing-masing terdiri dari 30 larva uji dan diamati dalam jangka waktu 4 jam. Hasil pada penelitian ini diperoleh ekstrak daun asam jawa pada konsentrasi 20 mg/ml, 40 mg/ml, dan 80 mg/ml berpotensi sebagai larvasida dengan presentase mortalitas masing-masing adalah 63,33%, 83,33% dan 93,33%. Kenaikan potensi larvasida meningkat karena jumlah metabolit sekunder semakin banyak dan rendemen yang didapat sebesar 72,91%, masuk dalam kriteria rendemen baik dalam % rendemen. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun asam jawa muda mampu berpotensi pada mortalitas larva Aedes albopictus.
BAKTERI PENYEBAB BAKTEREMIA DAN POLA RESISTENSI TERHADAP ANTIBIOTIK PADA KULTUR DARAH I G A Ag. Wira Santhi Premandari; Moh. Fairuz Abadi; Dewa Putu Arwidiana
Jurnal Insan Cendekia Vol 10 No 3 (2023): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v10i3.1239

Abstract

Pendahuluan: Bakteremia adalah kondisi ditemukannya bakteri pada aliran darah. Angka kejadian kasus infeksi bakteremia pada anak dilaporkan cukup tinggi, sehingga sangat penting untuk segera melakukan diagnosis bakteremia pada anak-anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bakteri penyebab bakteremia dan antibiotik yang paling resisten serta sensitif pada bakteri tersebut. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan menggunakan teknik pengumpulan purposive sampling. Data sekunder yang digunakan adalah hasil pemeriksaan kultur darah di Laboratorium Klinik Prodia Denpasar Tahun 2021-2022. Hasil: Hasil penelitian ditemukan bahwa penyebab bakteremia yaitu Acinetobacter baumanii (23.88%) Klebsiella pneumoniae (23.88%) Escherichia coli (20.90%) Staphylococcus haemolitycus (16.42%) Stapylococcus hominis (14.92%). Antibiotik paling resisten dari Acinetobater baumanii adalah Piperacillin-Tazobaktam dan Ciprofloxacin (68.8%) dan antibiotik yang paling sensitif adalah Trimethoprim-Sulfamethoxazole (93.7%). Seluruh (100%) isolat Klebsiella pneumoniae resisten terhadap Ampicilin dan paling sensitive terhadap Ertapenem (100%). Kesimpulan: Dari hasil yang didapat, dapat ditarik kesimpulan bahwa Acinetobacter baumanii dan Klebsiella pneumoniae merupakan bakteri yang paling menyebabkan bakteremia dan sebagain besar isolat bakteri telah mengalami Multi Drug Resisten.
PENERAPAN TERAPI HEAD UP 30° TERHADAP PENINGKATAN SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN CVA BLEEDING DENGAN MASALAH KEPERAWATAN PENURUNAN KAPASITAS ADAPTIF INTRAKRANIAL DI RUANG ICU SENTRAL RSUD JOMBANG Dewi Zakiyah; Achmad Wahdi; Dina Camelia
Jurnal Insan Cendekia Vol 10 No 3 (2023): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v10i3.1251

Abstract

Pendahuluan: Cerebrovaskuler Accident (CVA) Bleeding atau Stroke Hemoragik merupakan penyebab umum kematian ketiga di negera maju setelah penyakit kardiovaskuler dan kanker, dengan prevelensi setiap tahunnya meninggal akibat stroke. Pendahuluan CVA Bleeding merupakan keadaan kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah ke otak. Aliran darah yang tidak lancar pada pasien Cerebrovaskuler Accident (CVA) mengakibatkan gangguan hemodinamik termasuk saturasi oksigen yang pada akhirnya akan mempengaruhi fungsi jantung dan dapat menimbulkan konkulasi atau penyumbatan pada pembuluh darah ke otak. Apabila terjadi penyumbatan pembuluh darah akan muncul masalah keperawatan salah satunya adalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial. Pemberian posisi Head Up merupakan salah satu dari penatalaksanaan non-farmakologis yang dapat dilakukan pada penanganan awal pasien CVA Bleeding (Hasan, 2018). Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui terapi Head Up terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien CVA Bleeding dengan masalah keperawatan penurunan kapasitas adaptif intrakranial diruang ICU Sentral RSUD Jombang. Metode: Desain penelitian menggunakan pendekatan rancangan deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data yang dikumpulkan adalah suatu data yang didapat dari wawancara langsung kepada keluarga pasien, observasi, dan pemeriksaan fisik pada ke dua responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi Head Up 30̊ yang dilakukan selama 3 hari berturut-turut dapat meningkatkan saturasi oksigen pada kedua responden yang menderita CVA Bleeding dengan masalah keperawatan peurunan kapasitas Adaptif Inrakranil. Kesimpulan: Saturasi oksigen pada pasien cva bleeding dengan masalah keperawatan penurunan kapasitas adaptif intrakranial mengalami peningkatan setelah dilakukan penerapan terapi Head Up 30°.
PENERAPAN TERAPI AKTIVITAS SENAM ERGONOMIK PADA LANSIA HIPERTENSI DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK DI UPT PSTW JOMBANG Ratna Nurhayati; H. Arif Wijaya; Faishol Roni; Tiara Fatma P; Dina Camelia
Jurnal Insan Cendekia Vol 10 No 3 (2023): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v10i3.1252

Abstract

Pendahuluhan : Lansia adalah suatu tahapan biologis secara alamiah dimana seseorang tidak dapat menghindari tahapan tersebut yang berdampak adanya penurunan fisik maupun psikologis, dimana penurunan fisik ditandai dengan adanya kulit menjadi keriput, rambut berubah menjadi putih, indra pendengaran menurun, indra penglihatan kabur, indra penciuman menurun, penurunan fungsi organ vital, dan adanya keterbatasan gerakan fisik dari satu atau lebih pada ekstermitas secara mandiri. Tujuan : penelitian ini adalah untuk mengetahui Penerapan Terapi Aktivitas Senam Ergonomik Pada Lansia Hipertensi Dengan Masalah Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik Di UPT PSTW Jombang. Metode : pendekatan rancangan deskriptif dengan pendekatan studi kasus, subjek yang digunakan 2 orang pasien dengan masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik. Hasil : studi kasus menunjukan bahwa pemberian terapi aktivitas senam ergonomik dapat menjadi terapi alternatif untuk meurunkan tekanan darah serta untuk mengurangi mudah kelelahan saat beraktivitas pada lansia. Kesimpulan : dari penelitian ini adalah terapi aktivitas senam ergonomik dapat dijadikan terapi non farmakologi pada lansia menderita hipertensi yang mengalami masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik sehingga pasien terhindar dari mudah kelelahan saat beraktivitas.
UJI DAYA HAMBAT ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN MIMBA (AZADIRACHTA INDICA A. JUSS.) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS DENGAN METODE DIFUSI CAKRAM Sri Sayekti; Anthofani Farhan; M. Shahibul Alan
Jurnal Insan Cendekia Vol 10 No 3 (2023): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v10i3.1253

Abstract

Pendahuluan: Problematik yang dihadapi adalah kemampuan bakteri untuk mengalami perubahan genetik (mutasi) yang menyebabkan hilangnya efektivitas beberapa antibiotik (resisten) sehingga bakteri tersebut masih dapat terus berkembang meski sudah menjalani terapi pengobatan. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui kemampuan daya hambat dan melihat pada konsentrasi berapa ekstrak daun mimba (Azadirachta indica A.Juss) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif. Populasi yang digunakan adalah isolat bakteri Staphylococcus aureus. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel pada penelitian ini adalah sebagian sampel bakteri Staphylococcus aureus berkoloni tunggal. Metode ekstraksi yang digunakan adalah ekstrasi maserasi. Instrument penelitian yang digunakan yaitu observasi. Hasil: penelitian didapat dari pengukuran diameter zona bening yang terbentuk di sekitar kertas cakram. Analisa data yang digunakan berupa editing, coding, dan tabulating. Perolehan rata-rata pada penelitian ini di setiap konsentrasi (50%, 60%, 70%, 80%, 90%, 100%) tergolong dalam kategori sedang, karena zona hambat yang terbentuk kurang dari 10 mm. Kesimpulan: Hasil uji efektifitas antibakteri ekstrak daun mimba terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus tergolong sedang dan tidak dapat diketahui konsentrasi paling efektif dari ekstrak daun mimba.
PEMERIKSAAN KADAR HEMOGLOBIN (Hb) DAN LAJU ENDAP DARAH (LED) PADA PENDERITA DEMAM TIFOID Lilis Majidah; Lestari Ekowati; Destiyana Wahyu Wijaya
Jurnal Insan Cendekia Vol 10 No 3 (2023): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v10i3.1254

Abstract

Demam tifoid adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Bakteri ini menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Infeksi akut oleh bakteri ini ditandai dengan demam terus menerus, sakit kepala, mual, nafsu makan berkurang,sembelit atau diare. Pada penderita demam tifoid ditemukan penurunan kadar hemoglobin (Hb) dan tingginya laju endap darah (LED). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) dan laju endap darah (LED) pada penderita demam tifoid di RSUD Jombang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi penelitian ini seluruh penderita demam tifoid di RSUD Jombang pada bulan Juni dan Juli yang berjumlah 15 responden. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian penderita demam tifoid yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi yang berjmlah 10 responden. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu purposive sampling. Variabelnya adalah pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) dan Laju endap darah (LED) pada penderita demam tifoid. Metode yang digunakan pada pemeriksaan hemoglobin (Hb) adalah otomatis dengan hematology analyzer dan pemeriksaan laju endap darah (LED) dengan metode westergreen. Teknik pengolahan data menggunakan editing, coding, dan tabulating, serta analisa data dengan perhitungan persentase.Berdasarkan hasil dari penelitian ini diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki kadar hemoglobin normal dengan frekuensi 7 responden (70%), sebagian kecil reponden memiliki kadar hemoglobin (Hb) rendah dengan frekuensi 3 responden (30%), sebagian besar responden laju endap darah (LED) tinggi dengan frekuensi 6 responden (60%), dan sebagian kecil responden laju endap darah (LED) normal dengan frekuensi 4 (40%). Kesimpulan penelitian ini bahwa kadar hemoglobin (Hb) Sebagian besar responden normal dan laju endap darah (LED) Sebagian besar tinggi.Sebaiknya pada penderita demam tifoid menjalani pola hidup sehat, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, istirahat yang cukup dan minum vitamin sesuai kebutuhan.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN CINCAU HIJAU ( CYCLEA BARBATA L. ) TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI Ariana Listuhayuni; Lilis Majidah; Vella Nur Hidayah
Jurnal Insan Cendekia Vol 10 No 3 (2023): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v10i3.1256

Abstract

Escherichia coli merupakan bakteri yang paling banyak menyebabkan penyakit diare, mahalnya harga antibiotik dapat menjadi kendala utama bagi masyarakat ekonomi menengah keatas dalam mengobati penyakit infeksi bakteri, disamping itu penggunaan antibiotik yang tidak benar dapat menyebabkan resistensi. Maka sebab itu diperlukan antibiotik yang berbahan alami, murah dan memiliki efektivitas yang tinggi yaitu daun cincau hijau (Cyclea barbata L.) penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun cincau hijau (Cyclea barbata L.) terhadap bakteri Escherichia coli. Metode penelitian ini adalah deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah isolat bakteri Escherichia coli yang di dapat dari RSUD Jombang. Sampel pada penelitian ini adalah suspensi Escherichia coli. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah simple random sampling. Metode penguji yang di gunakan adalah metode difusi cakram, menggunakan konsentrasi 50%,70%,90%,100% sebagai sampel uji chlorampenicol sebagai kontrol positif dan aquadest steril sebagai kontrol negatif. Analisa data yang digunakan coding dan tabulating. Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa zona hambat yang terbentuk pada rata-rata pada setiap konsentrasi 50% adalah 4,3 mm, pada konsentrasi 70% adalah 5,6 mm, pada konsentrasi 90% adalah 6 mm, pada konsentrasi 100% adalah 9,6 mm, pada kontrol positif di dapatkan rata-rata zona hambat 26,7 mm, pada kontrol negatif tidak terbentuknya zona hambat. Hal tersebut karena konsentrasi yang berbeda dan kandungan senyawa metobolit sekunder setiap konsentrasi juga berbeda. Kesimpulan uji daya hambat ekstrak daun cincau hijau (Cyclea barbata L.) mampu menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dengan lemah dan sedang.
MANAJEMEN HALUSINASI UNTUK MENGURANGI MASALAH GANGGUAN PERSEPSI SENSORI PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN JIWA DIRUMAH SINGGAH Sholihah, Mar Atus; Ts Fitriyah, Erna; Febriyanti, Febriyanti
Jurnal Insan Cendekia Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v11i1.1258

Abstract

Pendahuluan: Halusinasi merupakan keadaan dimana seseorang mengalami perubahan dalam jumlah dan pola dari stimulus yang datang dari internal dan eksternal yang disertai dengan respon menurun atau dilebih lebihkan atau kerusakan respon pada rangsangan ini. Klien penderita halusinasi dengan penanganan yang tidak tepat dapat kehilangan kontrol dirinya sehingga bisa membahayakan dirinya, orang lain maupun lingkungan. Pemberian intervensi manajemen halusinasi untuk meminimalisasi munculnya halusinasi dapat dilakukan dengan mengajarkan pasien untuk menghardik halusinasi ketika muncul. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan rancangan deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan . Data yang dikumpulkan merupakan hasil dari wawancara secara langsung terhadap pasien, Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 2 responden dari Rumah singgah Al hidayah mojokerto dengan masalah gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran. Peneliti melakukan asuhan keperawatan yaitu manajemen halusinasi dengan menerapkan SP1 sampai dengan SP4 dengan kriteria hasil yang berpedoman pada SLKI serta dengan dipadukan dengan teknik menghardik dan juga dzikir. Hasil: setalah dilakukan intervensi menggunakan SP1 – SP4 juga dengan diterapkan nya terapi dzikir pada kedua klien, didapatkan hasil yang sesuai dengan SLKI meskipun terdapat perbedaan waktu yang dibutuhkan pada kedua klien. Kesimpulan: Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan intervensi manajemen halusinasi dapat menurunkan tanda dan gejala halusinasi jika dilakukan secara rutin dan benar, serta dapat menjadi salah satu cara agar klien dapat mengontrol halusinasi nya. Kata Kunci: manajemen halusinasi, gangguan persepsi sensori , gangguan jiwa
TERAPI DISTRAKSI BERMAIN PUZZLE UNTUK MENURUNKAN ANSIETAS PADA ANAK USIA 3-6 TAHUN YANG MENGALAMI HOSPITALISASI Dinita Rusmandani, Bella; Fatma, Tiara; Ts.Fitriyah, Erna
Jurnal Insan Cendekia Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v11i1.1262

Abstract

Pendahuluan:Hospitalisasi merupakan proses yang diharuskan seorang anak untuk menginap di klinik medis untuk perawatan dan pengobatan sampai dia sembuh sehingga mengakibatkan anak menjadi ketakutan, gelisah dan cemas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui terapi distraksi bermain puzzle untuk menurukan ansietas pada anak usia 3-6 tahun yang mengalami Hospitalisasi di Ruang Srikandi RSUD Jombang. Metode:Jenis penelitian karya ilmiah ini adalah pendekatan deskriptif dengan pendekatan studi kasus. subjek yang digunakan 2 klien dengan masalah keperawatan Ansietas. Penelitian ini dilakukan di Ruang Srikandi RSUD Jombang dengan memberikan intervensi terapi distraksi bermain puzzle selama 3 hari, menggunakan pengumpulan data yang meliputi pengkajian menentukan diagnosa, membuat intervensi, melakukan implementasi, dan melakukan evaluasi. Hasil:Terapi distraksi bermain puzzle dapat menurunkan ansietas pada anak yang mengalami hospitalisasi dengan tingkatan ansietas dari skor 3 yang menggambarkan adanya kecemasan menjadi skor 0 yang menggambarkan tidak ada ansietas sama sekali.Kesimpulan: dari penelitian ini adalah terapi distraksi bermain puzzle dapat dijadikan terapi pada anak yang mengalami hospitalisasi dengan masalah keperawatan ansietas sehingga anak terhindar dari ketakutan