Articles
233 Documents
Hubungan Antara Dukungan Sosial Keluarga dengan Penerimaan Individu Remaja yang Mengalami Menarche
Ratna Dewi Permatasari
Jurnal Kebidanan Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35874/jib.v10i2.788
Menarche merupakan masa perubahan fisik dan hormonal yang selalu dialami oleh remaja putri. Menarche menunjukkan tanda kematangan seksual bagi remaja putri setelah melewati masa kanak-kanak. Banyak hal yang harus dipersiapkan oleh keluarga terutama orang tua dalam menghadapi menarche. Dukungan sosial keluarga sangat dibutuhkan pada masa ini agar remaja dapat melewati masa ini dengan baik sehingga persepsi penerimaan diri terhadap perubahan yang terjadi tidak menimbulakn kecemasan bahkan ketakutan. Tujuan untuk mengetahui Bagaimana hubungan anatara dukungan sosial keluarga terhadap penerimaan individu remaja dalam menghadapi menarche. Method analisis deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi cross sectional/potong lintang digunakan sebagai metode dalam penelitian ini. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas VII di 3 SLTP di Kabupaten Kediri , adapun yang dijadikan sampel penelitian yaitu 50 remaja yang mengalami menarche di 3 SLTP Kabupaten Kediri Jawa Timur yang dipilih dengan teknik sistematik random sampling. Variabel independent dukungan sosial keluarga dan variable dependent penerimaan diri individu. Adapun hasil dari penelitian ini menggunakan uji Chi-Square didapatkan hasil adanya hasil hubungan positif antara kedua variabel dengan nilai p=0,0015 kurang dari α=0,05 dengan korelasi kuat (0,624). Dapat disimpulkan dukungan sosial keluarga terhadap penerimaan diri individu remaja yang mengalami menarche memiliki hubungan positif yang kuat. Disarankan kepada sekolah diharapkan dapat bekerja sama dengan pihak Akademisi Perguruan Tinggi yang berlatar belakang kesehatan untuk sering melibatnya dosen maupun mahasiswanya dalam pemberian informasi serta konseling kepada remaja putri dan kepada masyarakat dan tenaga kesehatan untuk menggalakkan posyandu remaja.
Pengaruh Spa Payudara Terhadap Kelancaran Produksi Asi Pada Ibu Nifas
Sri Wilis;
Imam Fatoni;
Nining Mustika Ningrum
Jurnal Kebidanan Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35874/jib.v10i2.789
Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan bayi paling penting terutama pada bulan-bulan pertama kehidupan bayi. Banyak masalah muncul di hari-hari pertama pemberian ASI, yang disebabkan karena banyak ibu nifas yang belum mengetahui pentingnya melakukan SPA payudara yang berpengaruh pada kelancaran produksi ASI. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh spa payudara terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu nifas di Puskesmas Gunungsari Kabupaten Bojonegoro tahun 2020. Metode Penelitian ini menggunakan metode Pra Eksperimental dengan rancangan One-Group Pra-Post test design. Metode sampling menggunakan consecutive sampling. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 42 responden sedangkan sampel diambil sebanyak 38 responden yang memenuhi kriteria inklusi : sehat jasmani rohani, memberikan ASI saja, dan kooperatif, di intervensi menggunakan SPA payudara dengan memberikan leaflet Spa payudara pada responden untuk melakukan secara mandiri selama 2 minggu. Variabel independen yaitu SPA payudara. Variabel dependen yaitu kelancaran produksi ASI. Data penelitian ini diambil menggunakan lembar observasi.Analisa data menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test dengan nilai standar <0.05.Hasil penelitian diketahui dari 26 ibu nifas sebelum dilakukan SPA payudara sebagian besar produksi ASInya lancar, dan setelah dilakukan SPA payudara yaitu sebanyak 18 orang (69,2%) produksi ASInya lancar. Hasil Uji Wilcoxon Signed Ranks Test didapatkan nilai P value 0,000 < nilai a = 0,05 yang berarti bahwa (αhitung) ≤ 0,05 maka H1 diterima dan H0 ditolak artinya ada pengaruh SPA payudara terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu nifas. Kesimpulan Perawatan payudara dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas sehingga dapat digunakan sebagai SOP yang dapat diterapkan oleh tenaga kesehatan.
Hubungan Senam Hamil dengan Kejadian Robekan Perineum Pada Ibu Primipara
Siti Zumrotin;
Hariyono Hariyono;
Inayatur Rosyidah
Jurnal Kebidanan Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35874/jib.v10i2.790
Robekan perineum merupakan robekan yang terjadi saat bayi lahir baik secara spontan maupun dengan alat atau tindakan. Senam hamil bermanfaat dalam proses persalinan, memperkuat dan mempertahankan elastisitas pada saat mengejan karena otot-otot dasar panggul dan otot paha bagian dalam mengendur secara aktif. Penelitian ini bertujuan menganalisa hubungan senam hamil pada ibu primipara dengan kejadian robekan perineum di Puskesmas Baureno Bojonegoro Desain penelitian Jenis penelitian survey analitik retrospektif, rancangan penelitian berupa case control pendekatan retrospektif. Populasi dan sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu total sampling berdasarkan diagnose medis pasien yang pernah dirawat dari bulan Januari sampai dengan maret 2020 yaitu 35 orang. Menggunakan data sekunder dengan Variabel independen ibu bersalin yang mengikuti senam hamil dan Variabel dependen robekan perineum, Teknik Analisa univariat dan Analisa bivariatdenganUji Rank Spearman Dari hasil penelitian Hasil penelitian menunjukkan ibu yang melakukan senam hamil rutin tidak mengalami robekan perineum yaitu 21 orang (84 %)dari 25 responden, sedangkan ibu yang tidakrutinmelakukan senam hamil lebih banyak mengalami robekan perineum yaitu 8 orang (80 %)dari 10 responden, pada Analisauji spearman rank pada taraf kesalahan 5%, didapatkan p value= 0,041 dimana p value < 0,05 maka H1 diterima yang artinya Ada hubungan senam hamil dengan kejadianr obekan perineum pada ibu primipara di Puskesmas Baureno Kabupaten Bojonegoro. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Kegiatan Senam hamil pada responden membuktikan bahwa berpengaruh pada Kejadian Robekan Perineum
Hubungan Pesalinan Kala II Lama dengan Kejadian Retensio Urine
Novi Dwi Septiani;
Hariyono Hariyono;
Inayatur Rosyidah
Jurnal Kebidanan Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35874/jib.v11i1.849
Persalinan kala 2 lama menimbulkan efek berbahaya baik terhadap ibu maupun janin. Retensio urine adalah suatu gangguan buang air kecil, dimana terjadi lemahnya pancaran urine, tidak lancar serta rasa ada yang tersisa dan tidak puas, dapat disertai keinginan untuk mengedan atau memberikan tekanan pada suprapubik saat buang air kecil. Tujuan Penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan antara persalinan kala 2 lama dengan kejadian retensio urine di Puskesmas Baureno Bojonegoro. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey analitik retrospektif, rancanganberupa case control dengan pendekatan retrospektif. Populasi dan sampling dalam penelitian ini yaitu total sampling persalinan kala 2 lama dan kasus retensio urine berdasarkan diagnose medis pasien di poned Puskesmas Baureno dari bulan November 2019 sampai April 2020 yaitu 34 orang. Variabel independen persalinan kala 2 lama dan Variabel dependen Kejadian retensio urine, Teknik Analisa menggunakan Analisa univariat dan Analisa bivariat menggunakan Uji Rank Spearman. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden 34 (100,0%) merupakan Persalinan Kala 2 Lama dengan sebanyak 21 responden (62.8%) mengalami Retensio urin, pada Analisa uji spearman rankdidapatkan p value= 0,038 dimana p value < 0,05 maka H1 diterima yang artinya ada hubungan Persalinan kala II Lama dengan kejadian Reteniso Urine Pada Ibu Bersalin Puskesmas Baureno Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini dapat dianalisis, Persalinan kala II Lama berhubungan dengan kejadian Reteniso Urine
Hubungan Usia Kehamilan dengan Kejadian Meconium Aspirasi Syndrom
Ratna wahyu Rini;
Inayatul Aini;
Ratna Sari Dewi
Jurnal Kebidanan Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35874/jib.v11i1.851
Umur kehamilan ibu umumnya berlangsung 40 minggu atau 280 hari. Meconium Aspiration Syndrome (MAS) adalah sindrom atau kumpulanberbagai gejala klinis dan radiologis akibat janin atauneonatus menghirup atau mengaspirasi mekonium.Penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia kehamilan dengan kejadian meconium aspirasi syndrom di Puskesmas Nglumber Kecamatan Kepoh Baru Kabupaten Bojonegoro. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan retrospectif. Populasi ibu bersalin sebanyak 24 orang.Sampel penelitian ini berjumlah 24 responden. Sampling yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan cara tehnik total sampling, variabel independennya umur kehamilan dan variabel dependentnya kejadian meconium aspirasi syndrom, untuk mengetahui hubungan antara variabel digunakan uji korelasi Chi-Square dengan instrumen menggunakan rekam medik. Dari hasil penelitian lebih dari setengah responden dengan kehamilan aterm sebanyak 14 responden (58,3%), , hampir setengah responden dengan kehamilan postterm sebanyak 7 responden (29,2%) dan sebagian kecil responden dengan kehamilan preterm sebanyak 3 responden (12,5%). Dan lebih dari setengah responden tidak mengalami meconium aspirasi syndrom sebanyak 17 responden (70,8%) dan dan hampir setengah mengalami meconium aspirasi syndrom sebanyak 7responden (29,2%). Dari analisa statistik dengan menggunakan uji statistik Chi-Square sebesar 0.000, dengan peluang ralat kesalahan sebesar 0.000 dimana ρ < α (0.05). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan usia kehamilan dengan kejadian meconium aspirasi syndrom. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah yaitu perlu upaya penanganan yang tepat pada ibu hamil dengan usia kehamilan postterm sehingga nantinya bayi yang dilahirkan ibu tidak mengalami MAS
Hubungan Status Ekonomi Keluarga dengan Motivasi Ibu dalam Melakukan Baby Spa
Rhikma Ningtyas Dwi Puji Safitri;
Hariyono Hariyono;
Devi Fitria Sandi
Jurnal Kebidanan Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35874/jib.v11i1.856
Baby spa menjadi salah satu terapi sentuhan yang bisa mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, Rendahnya status ekonomi keluarga dibandingkan dengan mahalnya biaya perawatan baby spa membuat orang tua enggan untuk melakukan baby spa pada bayinya. Sementara di Indonesia saat ini hanya beberapa orang tua yang memberi perawatan baby spa pada bayinya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa hubungan status ekonomi keluarga dengan motivasi ibu dalam melakukan baby spa pada bayi di BPM Estu Mahanani Dusun Ngrandu Kecamatan Perak Kabupaten Jombang. Metode penelitian ini menggunakan analitik korelasional dengan desain penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu semua ibu bayi yang melakukan baby spa di BPM Estu Mahanani Dusun Ngrandu Kecamatan Perak Kabupaten Jombang sejumlah 40 orang, dengan jumlah sampel sebesar 30 orang dengan pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Variabel independen pada penelitian ini adalah status ekonomi, variabel dependennya motivasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Pengolahan data menggunakan editing, coding, scoring, tabulating dengan analisa menggunakan uji spearman rank test, dengan p value <α (0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setengah responden dengan faktor ekonomi rendah memiliki motivasi tinggi dalam melaksanakan baby spa sejumlah 15 orang (50%). Hasil uji spearment rank test didapatkan nilai p = 0,000 < α= 0,05, oleh karena p < α maka H1 diterima dan H0 ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini, ada hubungan status ekonomi keluarga dengan motivasi ibu dalam melakukan baby spa.
Hubungan Preeklampsia dengan Kejadian Persalinan Preterm
Umi Hidayati Khoiriyah;
Inayatul Aini;
Tri Purwanti
Jurnal Kebidanan Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35874/jib.v11i1.857
Pre-eklampsia adalah suatu kondisi spesifik kehamilan dimana hipertensi terjadi setelah 20 minggu pada wanita yang sebelumnya memiliki tekanan darah normal. Persalinan preterm adalah apabila janin di lahirkan dalam umur 28-38 minggu. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pre eklampsia dengan kejadian persalinan preterm di RSI Muhammadiyah Sumberejo Kabupaten Bojonegoro. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan retrospectif. Populasi semua ibu bersalin sebanyak 57 responden. Sampel penelitian ini berjumlah 57 responden. Sampling yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan cara tehnik total sampling, variabel independennya pre eklampsia dan variabel dependentnya kejadian persalinan preterm, untuk mengetahui hubungan antara variabel digunakan uji korelasi Chi-Square dengan instrumen menggunakan rekam medik. Dari hasil penelitian sebagian besar responden mengalami preeklampsia sebanyak 44 responden (77,2%) dan sebagian besar responden dengan persalinan preterm sebanyak 42 responden (73,7%). Dari analisa statistik dengan menggunakan uji statistik Chi-Square sebesar 0.035, dengan peluang ralat kesalahan sebesar 0.035 dimana ρ < α (0.05). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pre eklampsia dengan kejadian persalinan preterm. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah yaitu dilakukan penyuluhan bagi ibu untuk meningkatkan kesadaran dalam melakukan pemeriksaan antenatal care (ANC) terpadu secara teratur
Pengaruh Program Positive Deviance terhadap Penanganan Balita Gizi Kurang
Widiyanti Widiyanti;
Evi Rosita;
Sri Sayekti
Jurnal Kebidanan Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35874/jib.v11i1.858
Gizi buruk dan gizi kurang di Indonesia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih cukup tinggi. Desa Pejok Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro merupakan Desa dengan temuan kasus gizi kurang yang masih tinggi. Untuk mengatasinya diperlukan suatu program yang diyakini efektif dan berkelanjutan. Salah satu program penanggulangan masalah gizi kurang dan buruk yang ada yaitu positive deviance. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh program positive deviance terhadap penanganan balita gizi kurang. Desain penelitian ini adalah pra eksperimental dengan rancangan One-Group Pra-Post test design. Populasi penelitian ini sejumlah 18 keluarga yang memiliki balita 12-59 bulan yang mengalami gizi kurang dan buruk, dan sampelnya sejumlah 18 responden. Sampling yang digunakan total sampling. Variabel independen adalah program positive deviance dan variabel dependen adalah penanganan balita gizi kurang. Data penelitian diambil dengan kuesioner. Analisa data menggunakan uji statistik Wilcoxon dengan nilai standar <0.05. Hasil penelitian terhadap 18 responden diketahui sejumlah 13 responden (72,2%) sebelum dilakukan program positive deviance, melakukan penanganan balita gizi kurang dalam kategori kurang, setelah program positive deviance sebagian besar penanganan balita gizi kurang dalam kategori baik yaitu sejumlah 7 orang (53,8%). Hasil analisis uji Wilcoxon didapatkan nilai P value 0,003 < nilai a = 0,05, jadi H0 ditolak yang berarti H1 diterima, sehingga ada pengaruh program positive deviance terhadap penanganan balita gizi kurang. Kesimpulannya ada pengaruh program positive deviance terhadap penanganan balita gizi kurang, sehingga pemegang program gizi Puskesmas dapat mempertahankan dan meningkatkan penyuluhan di posyandu kepada ibu yang mempunyai anak balita tentang gizi kurang dan pentingnya pemberian asupan gizi sebelum anak berusia 1 tahun, sehingga jumlah balita dengan gizi kurang dapat berkurang.
Hubungan Inisiasi Menyusui Dini Terhadap Involusi Uterus Pada Ibu Postpartum
Ahmaniyah Ahmaniyah;
Widi Maulana Andrian
Jurnal Kebidanan Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Kebidanan September 2021
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35874/jib.v11i2.881
Involusi uteri menjadi salah satu aspek yang perlu dievaluasi pada masa nifas. Involusi uteri berperan penting dalam menekan pendarahan post partum dan kembalinya ukuran uterus menjadi fisiologis seperti kondisi normal sebelum hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan inisiasi menyusui dini terhadap kejadian involusi uterus pada ibu post partum di UPT Puskesmas Talango. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel dengan purposive sampling sebanyak 41 ibu post partum. Analsis statistik menggunakan chi square pada derajat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (75,6%) ibu post partum yang melakukan inisiasi menyusui dini segera setelah lahir, mengalami kejadian involusi uterus secara normal, dengan hasil uji statistic chi square didapat hasil p value = 0,001(α<0,05) yang berarti ada hubungan inisiasi menyusui dini terhadap involusi uterus pada ibu post partum. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ada hubungan Inisiasi Menyusui Dini dengan proses involusi uterus secara normal pada ibu post partum. Involusi uterus merupakan salah satu aspek yang sangat penting dikaji dan diupayakan untuk berjalan secara normal untuk mengurangi terjadinya komplikasi persalinan, yaitu salah satunya dengan melakukan inisiasi menyusui dini yang terbukti berhubungan dengan involusi uteri secara normal.
Morbiditas Perinatal Pada Ketuban Pecah Dini Lebih dari Sama dengan 18 Jam dan Kurang dari 18 Jam
sitti sarti;
aulia aulia
Jurnal Kebidanan Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Kebidanan September 2021
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35874/jib.v11i2.891
“Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan faktor ibu yang berperan terhadap 20% kematian perinatal di Indonesia. KPD merupakan kasus penyakit cukup tinggi di RSUD DR. M. Anwar Sumenep. Sebanyak 30% ibu dengan kasus KPD dalam waktu lebih dari 12 jam sejak ketuban pecah dan sebanyak 51% ibu bersalin dalam waktu lebih dari 24 jam sejak ketuban pecah. KPD yang terjadi lebih dari 18-24 jam dapat meningkatkan kontaminasi kuman pada bayi dan terjadinya kolonisasi bakteri. Tujuan dalam penelitian ini yaitu menganalisis perbandingan morbiditas perinatal pada Ketuban Pecah Dini lebih dari sama dengan18 jam dengan kurang dari 18 jam di RSUD DR. M. Anwar Sumenep. Metode yang digunakan yaitu pendekatan studi komparasi dengan jenis penelitian secara analitik observasional melaului data rekam medik. Populasi yang digunakan adalah seluruh bayi baru lahir di RSUD DR. M. Anwar Sumenep Tahun 2020 yaitu sebanyak 310 bayi. Total jumlah sampel sebanyak 98 dengan pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling untuk KPD lebih dari sama dengan 18 jam dan quota sampling untuk KPD kurang dari 18 jam. Hasil analisis Chi Square menunjukkan bahwa KPD lebih dari sama dengan 18 jam meningkatkan risiko terjadinya ketidaknormalan suhu pada neonatus yaitu sebesar 1,9 kali (p=0,031 dan RR=1,909) dalam 24 jam pertama dan ketidaknormalan leukosit 5 kali (p=0,014 dan RR=5,000) lebih tinggi dibandingkan dengan KPD kurang dari 18 jam.”