cover
Contact Name
Irvon Fallz
Contact Email
welvaart@uho.ac.id
Phone
+6285947318505
Journal Mail Official
welvaart@uho.ac.id
Editorial Address
Kampus Hijau Bumi TriDharma, Andonohu, Kendari 93232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 27163679     DOI : https://doi.org/10.52423/welvaart
Core Subject : Social,
WELVAART: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Halu Oleo, yang merupakan forum penting untuk menyebarkan ide dan hasil penelitian di bidang Kesejahteraan Sosial, Kebijakan Sosial, Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility), dan Studi Pemberdayaan Masyarakat
Articles 82 Documents
KEMAMPUAN MANAJERIAL KEPALA KAMPUNG DALAM PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DIKAMPUNG SUMBER REZEKI DISTRIK KURIK KABUPATEN MERAUKE Welhelmina Jeujanan; Vinsenco R Serano; Paul Adryani Moento; Alexander Phuk Tjilen; Abdul Rizal
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v6i2.114

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan manajerial kepala Kampung Sumber Rezeki dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan dan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan kegiatan pembangunan di Kampung Sumber Rezeki. Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Sumber Rezeki Distrik Kurik Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan. Subjek penelitian terdiri dari 7 orang yang dianggap terlibat langsung dalam setiap kegiatan pembangunan di Kampung Sumber Rezeki, yaitu kepala Kampung, ketua BPD, ketua LPM, Ketua PKK, ketua Karang Taruna serta masing-masing 1 orang tokoh masyarakat dan tokoh adat di Kampung Sumber Rezeki. Pengumpulan data dilakukan menggunakan pedoman wawancara dan selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menujukkan bahwa (a) Kemampuan manajerial Kepala Kampung Sumber Rezeki tercermin pada Musrenbang, pembentukan organisasi, kepemimpinan persuasif-edukatif, serta pengendalian pembangunan, berdampak optimal secara fisik, namun partisipasi perencanaan masyarakat masih rendah karena kehadiran warga minim, (b) Pelaksanaan kegiatan pembangunan di Kampung Sumber Rezeki didukung oleh gaya kepemimpinan kepala kampung serta penerapan prinsip transparansi dan keterbukaan. Namun, pelaksanaannya juga menghadapi hambatan berupa rendahnya partisipasi masyarakat akibat sebagian besar warga beraktivitas di luar kampung sehingga keterlibatan dalam perencanaan pembangunan belum optimal.
PEMBERDAYAAN PETANI TANPA LAHAN DALAM EKONOMI PEDESAAN: STRATEGI ADAPTIF TERHADAP KRISIS AGRARIA DAN KETIMPANGAN AKSES TANAH Syaifudin Suhri Kasim; Aryuni Salpiana Jabar; Megawati A. Tawulo; Bakri Yusuf; Lutfiana Nur Azizah; Nada Kusuma
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v6i2.120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pemberdayaan petani tanpa lahan dalam konteks ekonomi pedesaan yang diwarnai oleh krisis agraria dan ketimpangan akses terhadap sumber daya tanah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini menggali strategi adaptif yang dikembangkan petani tanpa lahan untuk mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan mereka di tengah keterbatasan aset produksi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen kebijakan agraria, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan petani tanpa lahan tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga mencerminkan transformasi sosial menuju tata kelola sumber daya yang inklusif dan berkeadilan. Petani tanpa lahan membangun jaringan solidaritas ekonomi, mengembangkan usaha mikro berbasis komunitas, serta memperkuat peran perempuan dalam kegiatan produktif. Selain itu, kelembagaan lokal seperti koperasi desa dan kelompok tani berperan penting dalam memperluas akses terhadap modal, teknologi, dan pasar. Penelitian ini menegaskan bahwa pemberdayaan petani tanpa lahan merupakan bentuk resistensi struktural terhadap ketimpangan agraria dan menjadi fondasi bagi pembangunan pedesaan yang berdaya, mandiri, dan berkelanjutan. Reformasi kebijakan agraria yang partisipatif dan berkeadilan menjadi prasyarat utama bagi transformasi ekonomi pedesaan yang sejati.
KEBERHASILAN PERANTAU DALAM MENINGKATKAN KONDISI SOSIAL EKONOMI KELUARGA (Studi Di Desa Kontukowuna, Kecamatan Kontukowuna, Kabupaten Muna) Juhaepa; Suharty Roslan; Asmiati
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v6i2.121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi pendorong dan penarik masyarakat Desa Kontukowuna merantau ke Malaysia dan untuk mengetahui bentuk keberhasilan perantau dalam meningkatkan kondisi sosial ekonomi keluarga.Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data primer dan data sekunder. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling, sedangkan informan penelitian ini adalah para pekerja asal Desa Kontukowuna yang masih berada di Malaysia yang telah berkeluarga dan isteri mereka yang menetap di Desa Kontukowuna. Data dikumpulkan melalui video call terhadap perantau yang masih berada di Malaysia dan terhadap isteri mereka dilakukan wawancara langsung. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga proses yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Faktor-faktor pendorong dan penarik masyarakat Desa Kontukowuna merantau ke Malaysia terbagi menjadi delapan yaitu: faktor ekonomi, dorongan mencukupi biaya pendidikan anak, faktor sosial, faktor pribadi dan psikologi, keterbatasan lapangan kerja, minimnya fasilitas dan infrastruktur, faktor peluang kerja dan upah yang lebih tinggi dan kesempatan investasi, adapun indikator keberhasilan perantau dalam meningkatkan kondisi sosial ekonomi keluarga adalah: dapat memenuhi kebutuhan pokok, perbaikan akses dan kualitas pendidikan anak, akumulasi aset dan investasi produktif, peningkatan status sosial dan mobilitas serta mengurangi tingkat kemiskinan.
IMPLEMENTASI PROGRAM KARTU PRAKERJA DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI GAMPONG DAYAH TANOH KECAMATAN GLUMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE Jumadil Akbar; Teuku Zulyadi; Hijrah Saputra
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v6i2.123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Program Kartu Prakerja dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Gampong Dayah Tanoh, Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap empat orang warga penerima Program Kartu Prakerja. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan pemahaman, motivasi, serta pemanfaatan program oleh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi mengenai Program Kartu Prakerja umumnya diperoleh melalui media sosial tanpa adanya sosialisasi formal dari pemerintah desa. Motivasi utama masyarakat dalam mengikuti program lebih didominasi oleh keinginan untuk memperoleh insentif dibandingkan peningkatan keterampilan kerja. Pelatihan yang diikuti cenderung bersifat formalitas, sementara insentif yang diterima lebih banyak dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari daripada pengembangan usaha atau peningkatan kapasitas ekonomi. Selain itu, tidak ditemukan adanya pengawasan maupun pendampingan lanjutan dari pemerintah desa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Program Kartu Prakerja memberikan manfaat finansial jangka pendek, namun belum sepenuhnya efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sosialisasi, pengawasan, serta penyesuaian program dengan kebutuhan riil masyarakat desa.
PERDAGANGAN MANUSIA: SEBUAH FENOMENA DALAM PERSPEKTIF PERUBAHAN SOSIAL STUDI KASUS DI KULON PROGO Hasyim Abdillah; Ghery Safitra Fahrun
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v6i2.128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan fenomena kasus perdagangan manusia dilihat dalam perspektif perubahan sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan model wawancara semi terstruktur. Perdagangan manusia sudah menjadi kejahatan yang tidak hanya terjadi dalam masyarakat lokalseperti kasus perkawinan anak dengan dalih penebusan utang, atau adopsi janin yang masih dalam kandungan seseorang, namun sudah tersistematis dalam skala internasional yang dialami pekerja migran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minimnya pemahaman soal pola human trafficking yang dialami oleh eks pekerja migran dan masyarakat lokaladalah faktor sekunder maraknya kasus perdagangan manusia. Problematika yang paling radikal dalam skala internasional adalah adanya penyelewengan administrasi yang dilakukan oleh oknum penyedia layanan perizinan kerja; pemalsuan dokumen, penyitaan dokumen oleh calo, dan over charging sebagai alat jeratan utang bagi pekerja migran.Tentu perspektif perubahan sosial dalam melihat fenomena ini bertujuan untuk mendorong kembali keberfungsian eks penyintas trafficking.
DARI SECURITY BORDER KE WELFARE BORDER: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW ATAS TRANSFORMASI KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KAWASAN PERBATASAN DI INDONESIA Muhamad Muchsin; Didy Maharudin
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 7 No. 1 (2026): EDISI JUNI
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v7i1.133

Abstract

Kawasan perbatasan Indonesia selama ini lebih sering dibingkai sebagai ruang pengamanan kedaulatan daripada ruang pemenuhan kesejahteraan warga. Perkembangan kebijakan mutakhir menunjukkan adanya pergeseran bertahap menuju orientasi welfare border yang menempatkan masyarakat perbatasan sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek pengawasan. Artikel ini bertujuan mensintesis perkembangan literatur tentang transformasi kebijakan pembangunan kawasan perbatasan di Indonesia, mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat pergeseran tersebut, serta merumuskan model analitis welfare border yang relevan bagi kebijakan sosial. Penelitian menggunakan systematic literature review berbasis PRISMA 2020 terhadap 51 dokumen terbitan 2021-2025 yang diperoleh dari Google Scholar, Garuda, DOAJ, Crossref, dan situs resmi kebijakan. Analisis tematik menunjukkan bahwa transformasi dari security border ke welfare border ditandai oleh empat perubahan utama: meningkatnya penggunaan perspektif human security, integrasi kawasan perbatasan ke dalam agenda RPJMN 2025-2029, penguatan indikator pengukuran kesejahteraan melalui IPKP, dan tumbuhnya perhatian pada pemberdayaan masyarakat serta kerja sama lintas batas. Namun, literatur juga menegaskan bahwa warisan security logic masih kuat dalam desain kelembagaan, orientasi proyek fisik, dan ketimpangan kapasitas pusat-daerah. Artikel ini menyimpulkan bahwa welfare border di Indonesia perlu dibangun di atas lima dimensi, yaitu keamanan manusia, layanan dasar, penghidupan berkelanjutan, tata kelola kolaboratif, dan pemberdayaan berbasis wilayah. Temuan ini penting bagi pengembangan kajian kesejahteraan sosial di wilayah perbatasan sekaligus bagi perumusan kebijakan yang lebih adil, partisipatif, dan berorientasi hasil kesejahteraan.
AKSESIBILITAS LAYANAN SOSIAL BAGI PENYANDANG DISABILITAS DI SENTRAL BUDI PERKASA PALEMBANG Wagisri; Rahmi Novianti
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 7 No. 1 (2026): EDISI JUNI
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v7i1.138

Abstract

Artikel ini mengenai aksesibilitas layanan sosial di Sentra Budi Perkasa Palembang diawali dengan pemahaman bahwa ketersediaan sarana yang inklusif merupakan pilar utama dalam menjamin hak dan kemandirian penyandang disabilitas di wilayah Sumatera Selatan. Fokus utama rumusan masalah dalam kajian ini diarahkan pada evaluasi kelayakan infrastruktur fisik, efektivitas sistem informasi, serta responsivitas petugas dalam memberikan pendampingan yang peka terhadap kebutuhan khusus. Sejalan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan nyata di lapangan guna memberikan manfaat praktis berupa rekomendasi strategis bagi pengelola dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan melalui observasi dan wawancara mendalam untuk memetakan realitas aksesibilitas secara komprehensif, yang kemudian disusun dalam kerangka pemikiran sistematis untuk menghubungkan regulasi dengan kondisi aktual di lapangan. Pada akhirnya, dapat disimpulkan bahwa integrasi antara fasilitas yang ramah disabilitas dan sumber daya manusia yang kompeten menjadi kunci utama bagi Sentra Budi Perkasa untuk bertransformasi menjadi lembaga rehabilitasi yang benar-benar setara dan memberdayakan
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI PENGEMBANGAN WISATA PANTAI TANOH UNSYIAH DI GAMPONG LADONG, ACEH BESAR Siddiq Muttaqin; Sakdiah; Wirda Amalia
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 7 No. 1 (2026): EDISI JUNI
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v7i1.139

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses pemberdayaan masyarakat lokal dan kontribusinya terhadap peningkatan kesejahteraan melalui pengembangan wisata Pantai Tanoh Unsyiah di Gampong Ladong, Aceh Besar. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap aparatur desa, pelaku UMKM, pemuda, dan warga setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masih berada pada tahap partisipasi ekonomi awal, dengan manfaat kesejahteraan yang belum merata ke seluruh lapisan masyarakat. Kelembagaan formal belum terbentuk, kapasitas belum dikembangkan, dan akses modal masih terbatas. Diperlukan penguatan kelembagaan, pelatihan kewirausahaan, perluasan akses modal, dan strategi yang lebih inklusif agar kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan.
Proseduralisme dalam Negara Kesejahteraan: Problem Eksklusi Administratif terhadap Warga Miskin La Patuju; Arfa
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 7 No. 1 (2026): EDISI JUNI
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v7i1.141

Abstract

Artikel ini menganalisis masalah eksklusi administratif dalam distribusi bantuan sosial dari perspektif negara kesejahteraan. Secara konstitusional, melindungi kaum miskin adalah amanat negara, sebagaimana ditegaskan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan diuraikan lebih lanjut dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial. Namun, dalam praktiknya, mekanisme distribusi bantuan sosial seringkali didominasi oleh prosedur administratif yang kaku berdasarkan verifikasi formal, yang berpotensi mengecualikan individu miskin yang sebenarnya berhak menerima bantuan. Penelitian ini merupakan studi hukum normatif yang menggunakan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Analisis ini mengkaji norma konstitusional, peraturan kesejahteraan sosial, dan teori negara kesejahteraan dan keadilan substantif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi legalitas prosedural tanpa orientasi teleologis terhadap tujuan kesejahteraan dapat menimbulkan eksklusi (pengucilan) administratif yang bertentangan dengan prinsip-prinsip keadilan substantif. Oleh karena itu, rekonstruksi normatif kebijakan bantuan sosial diperlukan melalui interpretasi teleologis terhadap legalitas dan penguatan diskresi administratif yang akuntabel untuk memastikan administrasi publik berfungsi sebagai instrumen pelayanan sosial yang adil.
EMBEDDEDNES EKONOMI DALAM RUANG SAKRAL: KONSTRUKSI SOSIAL DAN JARINGAN KEPERCAYAAN PADA FENOMENA HAJI FURODA DI INDONESIA Rety Reka Merlins; Muammar Akbar Al Qhuraissy; Rosdiana; Hasyim Abdillah
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 7 No. 1 (2026): EDISI JUNI
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v7i1.144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena ibadah Haji Furoda di Indonesia sebagai praktik ekonomi yang melekat (Embedded) dalam jaringan sosial dan konstruksi kepercayaan diruang sacral. Ditengah menguatnya kapitalisme religious, ibadah haji tidak lagi semata dipahami sebagai praktik spiritual, melainkan juga sebagai arena pertukaran ekonomi yang kompleks. Haji Furoda, sebagai jalur non kuota regular, menghadirkan dinamika ketidakpastian legalitas, risiko keberangkatan, serta tingginya biaya, sehingga menjadikan kepercayaan (trust) dan jejaring sosial sebagai modal utama dalam proses transaksinya. Dengan menggunakan perspektif Ebeddedness dari mark Granovetter, penelitian ini menolak pandangan ekonomi yang memisahkan Tindakan pasar dari konteks sosialnya. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memotret bagaimana relasi personal, reputasi dan otoritas religious serta kedekatan sosial berperan dalam membentuk legitimasi serta mengurangi risiko dalam praktik Haji Furoda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transaksi Haji Furoda tidak berjalan semata berdasarkan mekanisme penawaran dan permintaan, tetapi ditopang oleh jaringan kepercayaan yang terbangun melalui relasi sosial, symbol religious, serta distribusi informasi informal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ruang sacral tidak steril dari logika pasar, melainkan menjadi arena dimana nilai spiritual dan nilai ekonomi saling berkelindan. Dengan demikian, studi ini berkontribusi dalam memperluas kajian sosiologi agama, khususnya dalam memahami bagaimana Tindakan ekonomi dalam praktik keagamaan dikonstruksi dan dilegitimasi melalui keterlekatan sosial di Indonesia.