cover
Contact Name
Irvon Fallz
Contact Email
welvaart@uho.ac.id
Phone
+6285947318505
Journal Mail Official
welvaart@uho.ac.id
Editorial Address
Kampus Hijau Bumi TriDharma, Andonohu, Kendari 93232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 27163679     DOI : https://doi.org/10.52423/welvaart
Core Subject : Social,
WELVAART: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Halu Oleo, yang merupakan forum penting untuk menyebarkan ide dan hasil penelitian di bidang Kesejahteraan Sosial, Kebijakan Sosial, Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility), dan Studi Pemberdayaan Masyarakat
Articles 64 Documents
KEMAMPUAN MANAJERIAL KEPALA KAMPUNG DALAM PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DIKAMPUNG SUMBER REZEKI DISTRIK KURIK KABUPATEN MERAUKE Welhelmina Jeujanan; Vinsenco R Serano; Paul Adryani Moento; Alexander Phuk Tjilen; Abdul Rizal
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v6i2.114

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan manajerial kepala Kampung Sumber Rezeki dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan dan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan kegiatan pembangunan di Kampung Sumber Rezeki. Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Sumber Rezeki Distrik Kurik Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan. Subjek penelitian terdiri dari 7 orang yang dianggap terlibat langsung dalam setiap kegiatan pembangunan di Kampung Sumber Rezeki, yaitu kepala Kampung, ketua BPD, ketua LPM, Ketua PKK, ketua Karang Taruna serta masing-masing 1 orang tokoh masyarakat dan tokoh adat di Kampung Sumber Rezeki. Pengumpulan data dilakukan menggunakan pedoman wawancara dan selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menujukkan bahwa (a) Kemampuan manajerial Kepala Kampung Sumber Rezeki tercermin pada Musrenbang, pembentukan organisasi, kepemimpinan persuasif-edukatif, serta pengendalian pembangunan, berdampak optimal secara fisik, namun partisipasi perencanaan masyarakat masih rendah karena kehadiran warga minim, (b) Pelaksanaan kegiatan pembangunan di Kampung Sumber Rezeki didukung oleh gaya kepemimpinan kepala kampung serta penerapan prinsip transparansi dan keterbukaan. Namun, pelaksanaannya juga menghadapi hambatan berupa rendahnya partisipasi masyarakat akibat sebagian besar warga beraktivitas di luar kampung sehingga keterlibatan dalam perencanaan pembangunan belum optimal.
PEMBERDAYAAN PETANI TANPA LAHAN DALAM EKONOMI PEDESAAN: STRATEGI ADAPTIF TERHADAP KRISIS AGRARIA DAN KETIMPANGAN AKSES TANAH Syaifudin Suhri Kasim; Aryuni Salpiana Jabar; Megawati A. Tawulo; Bakri Yusuf; Lutfiana Nur Azizah; Nada Kusuma
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v6i2.120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pemberdayaan petani tanpa lahan dalam konteks ekonomi pedesaan yang diwarnai oleh krisis agraria dan ketimpangan akses terhadap sumber daya tanah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini menggali strategi adaptif yang dikembangkan petani tanpa lahan untuk mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan mereka di tengah keterbatasan aset produksi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen kebijakan agraria, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan petani tanpa lahan tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga mencerminkan transformasi sosial menuju tata kelola sumber daya yang inklusif dan berkeadilan. Petani tanpa lahan membangun jaringan solidaritas ekonomi, mengembangkan usaha mikro berbasis komunitas, serta memperkuat peran perempuan dalam kegiatan produktif. Selain itu, kelembagaan lokal seperti koperasi desa dan kelompok tani berperan penting dalam memperluas akses terhadap modal, teknologi, dan pasar. Penelitian ini menegaskan bahwa pemberdayaan petani tanpa lahan merupakan bentuk resistensi struktural terhadap ketimpangan agraria dan menjadi fondasi bagi pembangunan pedesaan yang berdaya, mandiri, dan berkelanjutan. Reformasi kebijakan agraria yang partisipatif dan berkeadilan menjadi prasyarat utama bagi transformasi ekonomi pedesaan yang sejati.
KEBERHASILAN PERANTAU DALAM MENINGKATKAN KONDISI SOSIAL EKONOMI KELUARGA (Studi Di Desa Kontukowuna, Kecamatan Kontukowuna, Kabupaten Muna) Juhaepa; Suharty Roslan; Asmiati
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v6i2.121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi pendorong dan penarik masyarakat Desa Kontukowuna merantau ke Malaysia dan untuk mengetahui bentuk keberhasilan perantau dalam meningkatkan kondisi sosial ekonomi keluarga.Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data primer dan data sekunder. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling, sedangkan informan penelitian ini adalah para pekerja asal Desa Kontukowuna yang masih berada di Malaysia yang telah berkeluarga dan isteri mereka yang menetap di Desa Kontukowuna. Data dikumpulkan melalui video call terhadap perantau yang masih berada di Malaysia dan terhadap isteri mereka dilakukan wawancara langsung. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga proses yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Faktor-faktor pendorong dan penarik masyarakat Desa Kontukowuna merantau ke Malaysia terbagi menjadi delapan yaitu: faktor ekonomi, dorongan mencukupi biaya pendidikan anak, faktor sosial, faktor pribadi dan psikologi, keterbatasan lapangan kerja, minimnya fasilitas dan infrastruktur, faktor peluang kerja dan upah yang lebih tinggi dan kesempatan investasi, adapun indikator keberhasilan perantau dalam meningkatkan kondisi sosial ekonomi keluarga adalah: dapat memenuhi kebutuhan pokok, perbaikan akses dan kualitas pendidikan anak, akumulasi aset dan investasi produktif, peningkatan status sosial dan mobilitas serta mengurangi tingkat kemiskinan.
IMPLEMENTASI PROGRAM KARTU PRAKERJA DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI GAMPONG DAYAH TANOH KECAMATAN GLUMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE Jumadil Akbar; Teuku Zulyadi; Hijrah Saputra
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v6i2.123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Program Kartu Prakerja dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Gampong Dayah Tanoh, Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap empat orang warga penerima Program Kartu Prakerja. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan pemahaman, motivasi, serta pemanfaatan program oleh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi mengenai Program Kartu Prakerja umumnya diperoleh melalui media sosial tanpa adanya sosialisasi formal dari pemerintah desa. Motivasi utama masyarakat dalam mengikuti program lebih didominasi oleh keinginan untuk memperoleh insentif dibandingkan peningkatan keterampilan kerja. Pelatihan yang diikuti cenderung bersifat formalitas, sementara insentif yang diterima lebih banyak dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari daripada pengembangan usaha atau peningkatan kapasitas ekonomi. Selain itu, tidak ditemukan adanya pengawasan maupun pendampingan lanjutan dari pemerintah desa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Program Kartu Prakerja memberikan manfaat finansial jangka pendek, namun belum sepenuhnya efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sosialisasi, pengawasan, serta penyesuaian program dengan kebutuhan riil masyarakat desa.