cover
Contact Name
nurullia febriati
Contact Email
nurullia.febriati@fp.unila.ac.id
Phone
+6281804904477
Journal Mail Official
tanto.utomo@fp.unila.ac.id
Editorial Address
Department of Agroindustrial Technology Faculty of Agriculture, Lampung University Jl. Prof. Soemantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan
Published by Universitas Lampung
ISSN : 28288513     EISSN : 28288513     DOI : http://dx.doi.org/10.23960/jab.v3i2.9401
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan merupakan terbitan berkala ilmiah yang menerbitkan hasil-hasil peneliatian ataupun review artikel yang berfokus pada bidang agroindustri dan teknologi hasil pertanian, baik itu dari segi teknologi proses, manajemen, ataupun lingkungan
Articles 203 Documents
POTENSI MADU MURNI HETEROTRIGONA ITAMA SEBAGAI SUBSTITUSI GULA KRISTAL PUTIH PADA PEMBUATAN TEH LEMON DINGIN POTENTIAL OF Heterotrigona itama PURE HONEY AS A SUBSTITUTE FOR WHITE CRYSTAL SUGAR IN COLD LEMON TEA Exeldo Riyanto; Ahmad Sapta Zuidar; Novita Herdiana; Otik Nawansih
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Agroindustri Berkelanjutan
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v2i2.8033

Abstract

Today, there are still very few product variations for product development from Heterotrigona itama pure honey, so it is necessary to develop Heterotrigona itama pure honey products. This study aims to determine the best Heterotrigona itama pure honey formulation for making cold lemon tea. The research consisted of three stages: dehumidification of Heterotrigona itama honey, formulation of cold lemon tea drink, and continued testing in the form of hedonic tests and proximate analysis of the best formula. The research used a completely randomized design (CRD) with the formulation of Heterotrigona itama honey and white crystal sugar, including 45 grams of sugar (F0), 23 grams of honey and 33.75 grams of sugar (F1), 46 grams of honey and 22.5 grams of sugar (F2), 69 grams of honey and 11.25 grams of sugar (F3), and 92 grams of honey (F4) with F0 as the control formulation. The data were analyzed using variance (ANOVA) followed by the Honest Significant Difference (BNJ) test. The formulation of Heterotrigona itama honey with a concentration of 46 grams and white crystalline sugar with a concentration of 22.5 grams (F2) in 500 ml of water is the best formula. The public accepts it for making cold lemon tea fresh drinks with a pH value of 3.09, reducing sugar of 4.6645 %, ash of 0.391 %, and total titrated acid of 2.4826%.
PENGARUH KONSENTRASI PATI SAGU (Metroxylon sago Rottb) DAN KITOSAN TERHADAP KARAKTERISTIK BIODEGRADABLE FILM BERBASIS SABUT KELAPA MUDA Irkhamna Annisa Wardatul Jannah; Zulferiyenni Zulferiyenni; Sri Hidayati; Otik Nawansih
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v3i2.9507

Abstract

Biodegradable film berbasis selulosa memiliki potensi dijadikan bioplastik yang mudah terdegradasi di alam yang dibuat dari berbagai bahan terbarukan (renewable sources). Sabut kelapa muda mengandung selulosa sebesar 43,4%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pati sagu dan kitosan terhadap karakteristik biodegradable fillm dari selulosa sabut kelapa muda, serta mengetahui interaksi konsentrasi pati sagu dan kitosan dengan karakteristik terbaik sesuai SNI 7818 : 2014. Penelitian ini disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor dan dua ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi pati sagu dengan kode (P) yang terdiri dari empat konsentrasi (0%, 1,5%, 3% dan 4,5%) (b/v). Faktor kedua adalah konsentrasi kitosan denngan kode (K) yang terdiri dari tiga konsentrasi (0%, 1% dan 2%) (b/v). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang berbeda terhadap karakteristik biodegradable fillm berbasis selulosa sabut kelapa muda. Semua karakteristik, kecuali nilai persen pemanjangan dari biodegradable fillm yang dihasilkan yang sudah memenuhi standar SNI 7818 : 2014, dapat terdegradasi selama 3 minggu dan memiliki ketahanan suhu ruang selama 3 minggu
MANAJEMEN PENGENDALIAN PERSEDIAAN PUPUK UREA DI PT. MNO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Andar Batubara; Sri Hidayati; Tanto Pratondo Utomo; Erdi Suroso; Murhadi Murhadi
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Agroindustri Berkelanjutan
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v1i1.5704

Abstract

Persediaan merupakan faktor penting dalam produksi dan menempatkan sebanyak 50% dari modal investasi.  Pupuk urea merupakan bahan utama yang digunakan untuk meningkatkan produktivitas tebu. Tujuan penelitian adalah mendapatkan metode persediaan yang paling cocok untuk PT MNO.  Metode menggunakan Economic Order Quantity (EOQ), Period Order Quantity (POQ), Reorder Point (ROP) yang dibandingkan dengan metode konvensional.  Metode POQ menghasilkan biaya terendah dengan jumlah biaya persediaan untuk pupuk urea sebesar Rp. 41.300.070.000 dengan penghematan sebesar Rp.  826.185.500/tahun
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KOPI (STUDI KASUS: KOPI RIGIS) Ferdi Iskandar; Harun Al Rasyid; Puspita Yuliandari; Erdi Suroso
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol 2, No 1 (2023): JURNAL AGROINDUSTRI BERKELANJUTAN
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v2i1.7231

Abstract

BUMDes Kampung Kopi merupakan usaha milik desa yang dimiliki oleh Desa Rigis Jaya. Usaha ini dikelola oleh warga setempat yang saat ini berfokus pada pengolahan kopi milik warga. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode EOQ sebagai metode pengendalian persediaan bahan baku perusahaan dan melakukan peramalan persediaan bahan baku untuk tahun 2022 dan 2023. Metode EOQ memberikan data pemesanan bahan baku ekonomis pada tahun 2019 sebesar 363 kg, tahun 2020 sebesar 340 kg, dan tahun 2021 sebesar 454 kg. Persediaan pengaman pada tahun 2019 sebesar 21,48 kg, tahun 2020 sebesar 15,39 kg, dan tahun 2021 sebesar 10,12 kg. Titik pemesanan kembali pada tahun 2019 sebesar 32,04 kg, tahun 2020 sebesar 24,54 kg, dan tahun 2021 sebesar 24,81 kg. Jarak waktu antar pesanan tahun 2019 adalah 34 hari, tahun 2020 adalah 37 hari, dan tahun 2021 adalah 31 hari. Metode EOQ memberikan penghematan total biaya persediaan sebesar Rp 10.382,89 pada tahun 2019, Rp 20.658,91 pada tahun 2020, dan Rp 15.224,66 pada tahun 2021. Peramalan persediaan bahan baku memberikan data perkiraan jumlah permintaan bahan baku pada tahun 2022 dan 2023 masing-masing sebesar 4.444,5 kg.
PENGARUH FORMULASI JAHE MERAH (Zingiber officinale var. Rubrum) BUBUK DAN KOPI GELONDONG ROBUSTA BUBUK TERHADAP KANDUNGAN KIMIA DAN TINGKAT KESUKAAN PANELIS Salma Ghina; Murhadi Murhadi
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v3i2.9401

Abstract

Kopi gelondong setelah disangrai memiliki aroma khas tanaman yang tidak enak. Jahe merah dapat menjadi alternatif untuk menutupi kekurangan dari aroma yang dihasilkan kopi gelondong jahe merah. Penelitian ini dilaksanakan untuk menemukan formulasi jahe merah bubuk dan kopi gelondong robusta bubuk yang disukai oleh panelis dan mengetahui mutunya berdasarkan kadar air, abu, kealkalian abu, sari kopi, dan pH. Formulasi dari kopi gelondong dan jahe merah bubuk sebesar 100%:0% (F0), 96%:4% (F1), 92%:8% (F2), 88%:12% (F3), 84%:16% (F4), 80%:20% (F5), 76%:24% (F6), dan 72%:28% (F7) dengan total berat tiap formulasi sebesar 250 gram. Kopi gelondong bubuk didapatkan dari proses pengeringan, penyangraian suhu 225oC selama 15 menit, dan penggilingan; jahe merah bubuk diperoleh dari proses pengirisan, pengeringan dengan oven suhu 50oC selama 14 jam, dan penggilingan; serta pencampuran kedua bahan sesuai formulasi. Formulasi yang paling disukai diamati dengan uji hedonik berdasarkan parameter warna, tekstur (kekentalan), aroma, dan rasa serta terbaik mutunya berdasarkan kandungan kimia. F5 adalah formulasi kopi gelondong bubuk dan jahe merah bubuk sebesar 80% : 20% yang paling disukai dan terbaik berdasar mutu kandungan kimia. Hasil uji hedonik nilai warna 3,68 (suka), kekentalan 3,76 (suka), aroma 3,62 (suka), dan rasa 3,24 (agak suka). Kandungan kimia formulasi F5 memiliki kadar air 3,84 % (b/b), kadar abu 6,98% (b/b), kealkalian abu 17,63 mL N NaOH/100g, sari kopi 30,08 % (b/b) dan nilai pH 5,87.Kata kunci: jahe merah, kadar air, kopi gelondong, sari kopi, uji hedonik
SUBSTITUSI JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) DALAM PEMBUATAN BAKSO IKAN BELOSO (Saurida tumbil): EVALUASI SIFAT KIMIA DAN SENSORI Ria Apriani; Sussi Astuti; Suharyono A. S.; Susilawati Susilawati
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Agroindustri Berkelanjutan
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v1i1.5637

Abstract

Tujuan penelitian untuk mendapatkan konsentrasi jamur tiram putih yang disubstitusi dalam pembuatan bakso ikan beloso dengan sifat kimia dan sensori sesuai SNI 7266:2014. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan enam perlakuan dan empat ulangan.  Perlakuan perbandingan daging ikan beloso dan jamur tiram putih terdiri dari enam taraf yaitu J1 (100% : 0%); J2 (90% : 10%); J3 (80% : 20%); J4 (70% : 30%); J5 (60% : 40%); dan J6 (50% : 50%). Kesamaan ragam data dianalisis dengan uji Bartlett dan kemenambahan data dengan uji Tuckey, selanjutnya dilakukan analisis sidik ragam untuk mengetahui pengaruh antar perlakuan. Data dianalisis lebih lanjut dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakso ikan beloso substitusi jamur tiram putih terbaik adalah perlakuan J3 (80% ikan beloso dan 20% jamur tiram putih). Bakso ikan beloso perlakuan terbaik (J3) menghasilkan kadar air sebesar 74,71%, kadar abu sebesar 1,96%, kadar protein sebesar 11,45%, daya mengikat air sebesar 58,43%, dan kadar serat sebesar 0,3%, warna dengan skor 3,78 (agak putih), aroma dengan skor 3,88 (khas ikan), rasa dengan skor 3,54 (khas ikan), tekstur dengan skor 3,68 (kenyal), dan penerimaan keseluruhan dengan skor 3,75 (suka). Kadar abu dan kadar protein bakso ikan substitusi jamur tiram putih terbaik telah memenuhi Standar Nasional Indonesia bakso ikan (SNI 7266 : 2014), namun kadar air bakso ikan substitusi jamur tiram putih terbaik belum memenuhi Standar Nasional Indonesia bakso ikan (SNI 7266 : 2014). 
PENGARUH PENGGUNAAN BERBAGAI JENIS STABILIZER TERHADAP SIFAT FISIK DAN SENSORI ES KRIM DENGAN PENAMBAHAN UBI JALAR KUNING (Ipomoea batatas L. Lam) Salma Aprilia; Erdi Suroso; Sussi Astuti; Susilawati Susilawati
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol 2, No 1 (2023): JURNAL AGROINDUSTRI BERKELANJUTAN
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v2i1.7165

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh berbagai jenis penstabil terhadap sifat fisik dan sensori es krim dengan penambahan ubi jalar kuning dan menentukan jenis penstabil terbaik yang menghasilkan es krim dengan sifat fisik dan sensori yang baik. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal dan empat kali ulangan. Perlakuan faktor tunggal adalah jenis penstabil dengan 6 taraf perlakuan, yaitu CMC 0,5% (P1), sodium alginat 0,5% (P2), karagenan 0,5% (P3), gum arab 0,5% (P4), gelatin 0,5% (P5), dan pektin 0,5% (P6). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan berbagai jenis penstabil berpengaruh nyata terhadap overrun, tekstur, warna, dan penerimaan keseluruhan, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kecepatan leleh dan stabilitas emulsi es krim dengan penambahan ubi jalar kuning. Jenis bahan penstabil terbaik es krim dengan penambahan ubi jalar kuning adalah gelatin 0,5% (P5) dengan nilai overrun (52,95%), stabilitas emulsi (86,82%), kecepatan leleh (27,00 menit), skor tekstur 4,31 (lembut), skor warna 2,73 (putih kekuningan), dan skor penerimaan keseluruhan 4,44 (suka). Es krim ubi jalar kuning dengan penambahan penstabil gelatin 0,5% mengandung kadar lemak (22,18%), kadar protein (6,29%), kadar total padatan (37,36%), kadar serat kasar (0,67%), dan aktivitas antioksidan (752.32 µg/mL).
PEMANFAATAN KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) SEBAGAI PENSTABIL ES KRIM SUSU KAMBING ETAWA UTILIZATION OF RED DRAGON FRUIT (Hylocereus polyrhizus) SKIN AS A STABILIZER FOR ETAWA GOAT’S MILK ICE CREAM Risa Nisriinaa; Susilawati -; Fibra Nurainy; Suharyono -
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v3i1.8852

Abstract

Red dragon fruit skin can be used as an additional ingredient in food. Red dragon fruit skin contains 10.80% pectin. The pectin content in the skin of red dragon fruit can be used as a stabilizer, one of which is an ice cream stabilizer. The aim of this research is to determine the effect of adding red dragon fruit peel flour as an ice cream stabilizer to produce ice cream with the best physical and sensory properties. The research was conducted using a Complete Randomized Block Design (RAKL) with a single factor consisting of 5 levels, namely the concentration of added red dragon fruit peel flour, namely 0.5%, 1%, 1.5%, 2%, and 2.5% and 4 repetition. As a control, 0.5% gelatin was used. The addition of red dragon fruit peel flour as an ice cream stabilizer has a significant effect on the taste, color, aroma, texture, overall acceptability, overrun, melting speed and stability of the ice cream emulsion. The addition of 1% red dragon fruit peel flour was the best treatment with a score for aroma of 2.79 (no prengus smell), texture of 3.15 (soft), color of 3.02 (liked), taste of 3.23 (liked) , overall acceptance of 3.27 (likes), overrun value of 69.69%, emulsion stability of 85.35 and melting speed of 53.83 minutes. Ice cream with the addition of dragon fruit peel flour contains 56.65% water content, 1.29% ash content, 6.32% fat, 4.96% protein and 30.78% carbohydrates.
PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PRODUK KERIPIK PISANG ASKHA JAYA (STUDI KASUS PADA INDUSTRI KERIPIK PISANG ASKHA JAYA BANDAR LAMPUNG) Eka Windasari; Otik Nawansih; Harun Al Rasyid; Tanto Pratondo Utomo
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol 2, No 1 (2023): JURNAL AGROINDUSTRI BERKELANJUTAN
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v2i1.7060

Abstract

Minat beli konsumen penting diperhatikan agar usaha industri dapat berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran terhadap minat beli konsumen keripik pisang Askha Jaya. Penelitian ini dilakukan dengan cara survey menggunakan kuesioner terhadap 100 responden yang merupakan konsumen keripik Askha Jaya. Data yang didapat dianalisis menggunakan Uji kualitas data, Uji asusmsi klasik, Uji analisis data dan Uji hipotesis menggunakan Uji t dan Uji F Simultan. Hasil analisis Uji t menunjukkan bahwa variabel produk dan tempat berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli konsumen, sedangkan variabel harga dan promosi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli konsumen. Kemudian hasil uji F menunjukkan bahwa secara bersama-sama variabel produk, harga, promosi, dan tempat mempunyai pengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen produk keripik pisang di Askha Jaya.
ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT PRODUK KOPI RIGIS (Studi Kasus: BUMDES Kampung Kopi Rigis, Pekon Rigis Jaya, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat) Dimas Ferdian Arisandi; Harun Al Rasyid; Udin Hasanudin; Dewi Sartika
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Agroindustri Berkelanjutan
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v2i2.8153

Abstract

Kampung Kopi is a company that runs in processing various types of coffee products, with the name of the product is Kopi Rigis. Kopi Rigis is a ground coffee product that is still developing with product distribution still limited to certain areas. Therefore, this research was conducted to determine consumer attitude towards the attributes of Kopi Rigis to be used as a consideration for product development strategy. This research was conducted using the Fishbein Multiattribute method to determine the level of consumer belief and evaluation, also the importance performance analysis method to determine the level of importance and performance level of consumers on the attributes of Kopi Rigis products. The results of the attitude scores for each attribute are; 16.20 for the taste, 17.34 for the aroma, 12.84 for the variant, 15.38 for the price, and 14.83 for the packaging. While the results of the importance performance analysis shows the attributes of Kopi Rigis obtained a total value of 20.57 for the importance level and 15.58 for the performance level. Consumer attitudes as a whole attribute of Kopi Rigis is neutral with a total attitude value of 76.59. The taste and aroma attributes were assessed positively with an attitude value of 16.20 for the taste attribute and 17.34 for the aroma attribute. Meanwhile, the variant, price, and packaging attributes showed a neutral attitude with an attitude value of 12.84 for the variant attribute, 15.38 for the price attribute, and 14.83 for the packaging attribute. Attributes of Kopi Rigis that included in Quadrant I are the price, because these attribute are considered important in influencing consumers to buy the products and it is requiring an adjustment. The taste and aroma are included in Quadrant II, while the variant and packaging are included in Quadrant III.

Page 2 of 21 | Total Record : 203