cover
Contact Name
Vincentius Widya Iswara
Contact Email
vincentius@ukwms.ac.id
Phone
+6231 5678478
Journal Mail Official
nangkris@ukwms.ac.id
Editorial Address
Jl. Dinoyo 42-44 Surabaya - 60265
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Komunikatif : Jurnal Ilmiah Komunikasi
ISSN : 23016558     EISSN : 25976699     DOI : https://doi.org/10.33508/jk
Komunikatif is issued by Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya since 2012. Komunikatif is a peer-reviewed journal. Komunikatif publishes an article from selected topics in communication studies; those are media studies, public relations, and human communication. Articles issued by Komunikatif are conceptual articles and research articles. Komunikatif aims at publishing research and scientific thinking regarding the development of communication studies and contemporary social phenomena. Komunikatif also wishes to become an eligible reference for students and/or academia, especially in the communication field. Komunikatif is issued twice a year (July and December). Komunikatif clarifies ethical behavior for all parties involved, including authors, editor-in-chief, Editorial Board, reviewers, and publisher. Komunikatif provides free access for the online version to support knowledge exchange globally.
Articles 188 Documents
Populism in the Self Presentation of Politician on Ganjar Pranowo's Instagram Account Kirana Ayudifa; Rona Rizkhy Bunga Chasana
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v12i1.4601

Abstract

ABSTRACT As one of the most popular social media in Indonesia, Instagram is widely used by political actors to present themselves to attract the potential voters. Ganjar Pranowo, who’s often referred as a populist politician, has been widely discussed as a candidate for the 2024 presidential election. This research wants to analyze the self-presentation form of Ganjar Pranowo's populism communication on Instagram. A qualitative content analysis methods are used to analyze the visual content in the form of videos from Ganjar Pranowo's Instagram posts. With purposive sampling, 5 samples were obtained which would be analyzed. The results of the analysis show that on Instagram, Ganjar Pranowo plays himself as a political actor who’s close to the citizens, friendly, firm, empathetic, and loves his family. Based on the self-presentation shown, it’s known that Ganjar Pranowo displayed two of the three most common characteristics of populism according to Jager and Walgrave through his Instagram account during the research period, which is referring to the people and exclusion of outside groups. These findings indicate that there is a tendency for political bias and identity politics in Ganjar Pranowo's self-presentation of populism on Instagram that shown through the behavior of referring to certain groups of people. Populism behavior shown by politicians on social media is known to be able to influence the climate of Indonesian political communication in the modern era.ABSTRAK Sebagai salah satu media sosial paling populer di Indonesia, Instagram banyak dimanfaatkan para aktor politik untuk mempresentasikan diri mereka sebagai cara menarik perhatian calon pemilih. Ganjar Pranowo yang sering disebut sebagai politisi populis yang dekat dengan rakyat saat ini banyak dikaitkan dengan kabar pencalonannya di Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Penelitian ini ingin menganalisis bentuk presentasi diri komunikasi populisme Ganjar Pranowo di Instagram. Metode analisis isi kualitatif digunakan untuk menganalisis konten visual berupa video dari postingan Instagram Ganjar Pranowo. Dengan purposive sampling, didapat 5 sampel yang akan dianalisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa di Instagram, Ganjar Pranowo memerankan dirinya sebagai aktor politik yang merakyat, supel, tegas, empatis, dan sayang keluarga. Berdasarkan presentasi diri yang ditunjukkan, didapatkan bahwa Ganjar Pranowo menampilkan dua dari tiga ciri populisme paling umum menurut Jager dan Walgrave melalui akun Instagramnya selama kurun waktu penelitian, yaitu merujuk kepada rakyat dan pengecualian terhadap kelompok luar. Temuan ini mengindikasikan adanya kecenderungan bias politik dan politik identitas pada presentasi diri populisme Ganjar Pranowo di Instagram yang ditunjukkan melalui perilaku perujukan kepada kelompok masyarakat tertentu. Perilaku populisme yang ditunjukkan politisi di media sosial diketahui mampu mempengaruhi iklim komunikasi politik Indonesia di era modern.
Penerimaan Komunitas Montase terhadap Representasi Ras Asia di Amerika dalam Film Minari Ega Riadiska; Sumekar Tanjung
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v12i2.4635

Abstract

Films are able to provide entertainment as well as influence the attitudes and views of the audience. Audience has an important position in receiving messages. This study aims to explain the Montage community's reception of the representation of Asian race in America on the Minari film. The dynamics of adaptation, crisis, and family are closely related to the identity of Asian immigrants trying to reach their hopes in the destination country. The researcher applied Stuart Hall's reception analysis by conducting a thorough observation of Minari's film to determine the encoding and conducting interviews with three informants from the Montase community to conduct the decoding analysis. The results of this study describe two classifications of informant positions, namely dominant position and negotiated position. Differences in background, culture, and knowledge affect the informants' meaning of the representation of the Asian race in Minari.ABSTRAK Film mampu memberikan hiburan sekaligus mempengaruhi sikap dan pandangan audiens. Sebagai penonton, audiens memiliki posisi penting dalam penerimaan pesan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan resepsi komunitas Montase terhadap representasi ras Asia di Amerika dalam film Minari. Dinamika adaptasi, krisis, dan keluarga lekat dengan identitas imigran Asia yang berupaya menggapai harapan di negara tujuan. Peneliti mengaplikasikan pendekatan resepsi milik Stuart Hall dengan melakukan pengamatan menyeluruh terhadap film Minari untuk menentukan encoding dan melakukan wawancara terhadap tiga orang informan dari komunitas Montase untuk melakukan analisis decoding. Hasil penelitian ini menguraikan dua klasifikasi posisi informan yakni dominant position dan negotiate position. Perbedaan latar belakang, budaya, dan pengetahuan mempengaruhi pemaknaan informan terhadap representasi ras Asia dalam Minari.
Pendekatan Materialist untuk Studi Komunikasi Indonesia Holy Rafika Dhona
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v12i1.4641

Abstract

ABSTRACT This paper advocates for a materialist approach to studying communication in Indonesia. This paper questions the communication/media study approach in Indonesia, which only has two approaches when looking at the ontological reality of communication: message transmission or meaning production. This paper explains that these two approaches are not absolute truths. Both of these approaches are historical products and have contributed to the stagnation of communication studies, so an alternative approach, such as a materialist approach, is needed in communication studies. This paper then describes some of the initial ideas of the materialist approach which defines communication as the circulation of people, ideas, information and capital. Furthermore, this paper also shows the development of this approach in several regions such as Europe and North America, where communication studies are understood as studies of material realities that are neglected as objects of communication studies by the message transmission process approach and the meaning production approach. This paper then outlines several alternative syntheses for developing approaches in communication studies in Indonesia, including alternative fields proposed by North American scholars namely; political economy, technological infrastructure, space, body and discourse. As a recommendation, this paper calls on Indonesian communication scholars to discuss and practice a materialist approach so that their studies will not only be limited to issues of media content, meaning, or media-centric things.ABSTRAKTulisan ini adalah upaya mengadvokasi pendekatan materialist dalam studi komunikasi di Indonesia. Untuk mengusulkan pendekatan ini, tulisan ini mempersoalkan pendekatan studi komunikasi/media di Indonesia yang hanya memiliki dua pendekatan ketika melihat realitas ontologis komunikasi; sebagai proses transmisi pesan atau sebagai proses produksi makna. Tulisan ini menjelaskan bahwa dua pendekatan ini bukan kebenaran absolut. Kedua pendekatan tersebut merupakan produk sejarah dan turut menjadi penyebab studi komunikasi berada dalam stagnansi, sehingga dibutuhkan pendekatan alternatif dalam studi komunikasi seperti pendekatan materialist. Tulisan ini kemudian menjelaskan beberapa gagasan awal pendekatan materialist yang mendefinisikan komunikasi sebagai sirkulasi orang, ide, informasi dan modal/kapital. Lebih jauh, tulisan ini juga menjelaskan perkembangan pendekatan ini di beberapa wilayah seperti Eropa dan Amerika Utara, dimana studi komunikasi dipahami sebagai studi atas realitas material yang tidak dianggap sebagai objek studi komunikasi oleh pendekatan proses transmisi pesan dan pendekatan produksi pemaknaan yang berfokus pada realitas simbolik/virtual. Tulisan ini kemudian menguraikan beberapa sintesis alternatif untuk perkembangan pendekatan dalam studi komunikasi di Indonesia termasuk di antaranya alternatif bidang yang diusulkan oleh para sarjana Amerika Utara yakni; ekonomi politik, infrastruktur teknologi, ruang, tubuh dan wacana. Sebagai rekomendasi, tulisan ini memanggil para sarjana komunikasi Indonesia untuk mendiskusikan dan mempraktikkan pendekatan materialist sehingga studi mereka tidak hanya akan terbatasi pada masalah pesan, makna atau pembahasan yang terfokus pada media.
Komunikasi Interpersonal Termediasi Pekerja Laki-Laki Pengguna Badoo: Resiprokal dan Tak Terburu-buru Yessica Suyanto; Achmad Supardi
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v12i1.4657

Abstract

 ABSTRACTCultural pressure to marry soon is not only experienced by women but also by men. Working adult men are under more intense pressure because they are considered mature, well-established, and culturally positioned as carriers of family/surname names. Amid the pressure of limited time and the perception of higher risk in offline communication, more and more people are using online dating applications to initiate interpersonal communication in search of partners, one of which is Badoo. Using a phenomenological research design with main data from interviews and documentation of informant conversations in Badoo, this study identified the characteristics of interpersonal communication among male workers in Bekasi: driven by practicality, prioritizing privacy, highly determined by reciprocity, and preferring medium pace of communication. The purpose of their interpersonal communication is mainly to find friends to then be chosen as partners. Communication through online dating applications was chosen because it is considered practical, protects privacy, and is better at neutralizing psychological barriers such as shame and self-doubt. Communication via Badoo functions as a starting point for building chemistry before moving on to offline relationships. As a means of first assessment and screening, interpersonal communication that occurs at Badoo can be interrogative. The informants used reciprocity as an indicator as well as a variable for the effectiveness of interpersonal communication.ABSTRAKTekanan kultural untuk segera menikah bukan hanya dialami perempuan, namun juga laki-laki. Bahkan, laki-laki dewasa yang sudah bekerja mendapat tekanan yang lebih intensif karena mereka dianggap matang, mapan, dan secara kultural diposisikan sebagai pembawa nama keluarga/marga. Di tengah himpitan waktu yang terbatas dan persepsi risiko yang lebih tinggi dalam komunikasi luring, makin banyak orang yang menggunakan aplikasi kencan daring untuk memulai komunikasi interpersonal guna mencari pasangan, salah satunya Badoo. Menggunakan desain penelitian fenomenologi dengan data utama wawancara dan dokumentasi percakapan informan di aplikasi Badoo, penelitian ini mengidentifikasi empat karakteristik komunikasi interpersonal para pekerja laki-laki di Bekasi: didorong oleh kepraktisan, mengedepankan privasi, sangat diwarnai oleh sikap timbal balik, dan lebih menyukai kecepatan komunikasi sedang. Tujuan komunikasi interpersonal mereka terutama mencari teman untuk kemudian yang terpilih menjadi pasangan. Komunikasi melalui aplikasi kencan daring dipilih karena dinilai praktis, melindungi privasi, dan bisa meruntuhkan hambatan psikologis seperti rasa malu dan tidak percaya diri. Komunikasi melalui Badoo difungsikan sebagai titik awal membangun chemistry sebelum berlanjut ke hubungan luring. Sebagai sebuah sarana penjajagan pertama kali dan skrining, komunikasi interpersonal yang terjadi di Badoo bisa bersifat interogatif. Informan menjadikan sikap timbal balik sebagai indikator sekaligus variabel efektivitas komunikasi interpersonal.. 
Perempuan Gen X: Literasi Digital di Instagram Vs Facebook Maria Yuliastuti
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v12i1.4669

Abstract

ABSTRACT The onslaught of social media has dominated and has become even more so during the Covid-19 pandemic. Women as spearheads of family resilience have a tough task during a pandemic. Mastery and use of social media for women is very important, especially Gen X women make a major contribution in educating children and also supporting family economic activities. The Republic of Indonesia Catholic Women's Group (WKRI) was the subject of this study. This study uses a quantitative approach to the survey method. It was found that the literacy ability of the WKRI group on the Facebook feature was high and vice versa on the Instagram feature. Some of the parts that influence them are age, education, profession, and the amount of expenses of the respondents. The duration of access does not affect literacy skills. Gen X women are still reluctant to switch to Instagram and are still comfortable using Facebook. Even though the duration of accessing Instagram and Facebook is almost the same, it doesn't guarantee the mastery of both features. ABSTRAKGempuran media sosial telah mendominasi dan semakin menjadi pada masa pandemi covid-19. Perempuan sebagai ujung tombak ketahanan keluarga memiliki tugas yang berat saat pandemi. Penguasaan dan pemanfaatan media sosial bagi perempuan sangatlah penting, terlebih perempuan Gen X berkontribusi besar dalam mendidik anak dan juga menopang kegiatan ekonomi keluarga. Kelompok Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) yang didominasi oleh perempuan Gen X menjadi subjek dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Didapatkan temuan bahwa kemampuan literasi kelompok WKRI pada fitur Facebook adalah tinggi dan pada fitur Instagram sebaliknya. Beberapa bagian yang mempengaruhi diantaranya adalah usia, pendidikan, profesi, dan besarnya pengeluaran dari responden. Lama durasi akses tidak mempengaruhi kemampuan literasi. Perempuan Gen X masih enggan untuk beralih ke Instagram dan masih nyaman menggunakan Facebook. Walaupun durasi dalam mengakses Instagram dan Facebook hampir sama, ternyata tidak menjamin kemampuan penguasaan fitur keduanya.
Pengaruh Motivasi Entertainment, Pass Time, dan Self Presentation Terhadap Hubungan Parasosial Penonton Netflix Aaliyah Aulia; Jenny Ratna Suminar; Ditha Prasanti
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v12i2.4715

Abstract

The Netflix platform is no longer a stranger today, especially for film lovers during the Covid-19 pandemic. This phenomenon is interesting to study, in terms of knowing the influence of entertainment motivation, pass time and self-presentation on parasocial relationships in Netflix platform streaming users during the Covid-19 pandemic using the uses and gratfications theory as a framework and the initial basis for this research. The data used in this study were collected using a questionnaire with the help of Google Form to facilitate the distribution of questionnaires to Netflix users. Research sampling uses a non-probability sampling method, with a derivative of the convenience sampling method to increase data accuracy. The population in this study are Netflix users in Indonesia. The required sample size is calculated using the help of the G Power application. After obtaining 216 respondents, the data needed was then analysed using multiple linear regression tests on IBM SPSS. The results of this study show that entertainment motivation has a significant effect of 0.271 while self presentation motivation has a significant effect of 0.966 on the parasocial relationships of Netflix viewers during the Covid-19 pandemic. However, pass time motivation has no influence on the parasocial relationship of Netflix viewers during the Covid-19 pandemic.ABSTRAK Platform Netflix bukan menjadi hal yang asing lagi saat ini, terutama bagi para pecinta film pada masa pandemic Covid-19. Fenomena ini menarik untuk diteliti, dalam hal mengetahui pengaruh motivasi entertainment, pass time dan self presentation terhadap hubungan parasosial pada pengguna streaming platform Netflix selama pandemic Covid-19 menggunakan teori uses and gratfications sebagai kerangka berpikir dan landasan awal dibuatnya penelitian ini. Data yang digunakan dalam penelitian ini, dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan bantuan Google Form untuk mempermudah penyebaran kuesioner kepada para pengguna Netflix. Pengambilan sampel penelitian menggunakan metode non-probability sampling, dengan turunan metode convenience sampling untuk menambah akurasi data. Populasi pada penelitian ini adalah para pengguna Netflix di Indonesia. Besaran sampel yang dibutuhkan dihitung menggunakan bantuan aplikasi G Power. Setelah mendapat 216 responden data yang dibutuhkan, selanjutnya dianalisis menggunakan uji regresi linear berganda pada IBM SPSS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan jika motivasi entertainment memiliki pengaruh yang signifikan sebesar 0.271 sedangkan motivasi self presentation memiliki pengaruh yang signifikan sebesar 0.966 terhadap hubungan parasosial penonton Netflix selama pandemi Covid-19. Namun, motivasi pass time tidak memiliki pengaruh pada hubungan parasosial penonton Netflix selama pandemi Covid-19.
Studi Komunikasi Pemasaran Interaktif berbasis Live Streaming Online dalam menciptakan keterlibatan Konsumen Susi Evanita; Zul Fahmi; Larisya Syawalki
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v12i1.4747

Abstract

ABSTRACT Marketing communication is an effort made to convey the value of a product to customers through various relevant efforts, including by utilizing social media such as Tiktok. Live streaming is a feature of Tiktok which is usually done as a medium for self-expression for users, which has changed its function as a media for realtime product promotion and sales. Live streaming can increase consumer engagement and allow for direct interaction between sellers and buyers directly. The purpose of this study is to find out and analyze how added value is felt, interest and consumer trust when shopping through interactive live streaming. This study uses a case study method with a qualitative approach, data collection techniques in the form of interviews, observation, and documentation. The data analysis technique used is the presentation of data and conclusions as well as triangulation of data sources. The results of this study indicate that; the formation of value added felt by consumers when utilizing buying and selling through live streaming. There are attractions that are presented such as facilitating buyers and customers to connect according to their interests and will be synchronized automatically, as well as the emergence of live products according to customer interests. As well as building customer trust which is driven by the flow of two-way interactions, as well as products that appear immediately ABSTRAKKomunikasi pemasaran merupakan upaya yang dilakukan untuk menyampaiakan nilai suatu produk pada pelanggan melalui berbagai upaya yang relevan termasuk dengan memanfaatkan sosial media seperti halnya Tiktok. Live streaming merupakan fitur Tiktok yang biasanya dilakukan sebagai media ekspresi diri para pengguna telah beralih fungsi sebagai media promosi dan penjualan produk realtime. Live streaming dapat meningkatkan keterlibatan konsumen serta memungkinkan dapat terjadinya interaksi langsung antara penjual dan pembeli secara langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana nilai tambah dirasakan , minat serta kepercayaa konsumen saat berbelanja melalui live streaming interaktif. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus  dengan pendekatan kualitatif, Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah penyajian data dan penarikan kesimpulan serta triangulasi sumber data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa; terbentuknya nilai tambah yang dirasakan oleh konsumen saat memanfaatkan jual beli melalui live streaming. Adanya daya tarik yang dihadirkan seperti memfasilitasi pembeli dan pelanggan terhubung sesuai minat dan akan tersingkron secara otomatis, serta munculnya live-live produk sesuai minat pelanggan. Serta terbangun rasa percaya pelanggan yang didorong oleh adanya arus interaksi dua arah, serta produk-produk yang tampak langsung.
Kajian Literatur Manajemen Privasi dalam Konteks Hubungan Keluarga di Facebook Alice Raga Dewi
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v12i2.4749

Abstract

The rapid development of technology makes social media an important part of the communication process. Facebook as one of the most popular social media and has many users encourages the emergence of privacy disturbances. As the number of families using Facebook increases, the risk of privacy disclosure also becomes more open in the public sphere. The management of personal data and information on social media has triggered privacy disturbances. The research team used a qualitative methodology with a literature review method to examine privacy management using the theory of Communication Privacy Management (CPM) in the family context on Facebook Social Media. The results of the study show that as owners of individual information, they apply privacy controls through privacy rules and restrictions as a way to decide what to disclose and hide on Facebook. Privacy disclosure decisions are influenced by the quality of family relationships and topics of discussion. Individuals will apply personal boundaries to information related to sex and HIV disease. Privacy controls carried out by individuals in the context of family relationships on Facebook are carried out to avoid turbulence.ABSTRAK Perkembangan teknologi yang kian pesat menjadikan media sosial bagian penting dalam proses komunikasi. Facebook sebagai salah satu media sosial yang populer dan memiliki banyak pengguna mendorong munculnya gangguan privasi. Seiring bertambahnya jumlah keluarga yang menggunakan Facebook, risiko pengungkapan privasi juga kian terbuka di ruang publik. Pengelolaan data dan informasi pribadi di media sosial telah memicu gangguan privasi. Tim peneliti menggunakan metodologi kualitatif dengan metode kajian literatur untuk menelaah manajemen privasi dengan menggunakaan teori Communication Privacy Management (CPM) dalam konteks keluarga di Media Sosial Facebook. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagai pemilik informasi individu menerapkan kontrol privasi melalui aturan dan batasan privasi sebagai cara untuk memutuskan apa yang akan diungkapkan dan disembunyikan di Facebook. Keputusan pengungkapan privasi dipengaruhi oleh kualitas hubungan dalam keluarga dan topik bahasan. Individu akan menerapkan batasan pribadi untuk informasi yang terkait seks dan penyakit HIV. Kontrol privasi yang dilakukan oleh individu dalam konteks hubungan keluarga di Facebook dilakukan untuk menghindari terjadinya turbulensi.
Penyebaran Berita Politik dan Partisipasi Politik Masyarakat Kota Palu di Media Sosial Achmad Herman
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v12i1.4772

Abstract

ABSTRACT Today's social media has created a new dilemma. Media independency is an important component for a democratic order, however, in some contexts, citizens experience several hindrance to fully enjoy this right. Replacing conventional media channels, social media is becoming an indispensable medium for expressing and discussing politics. This research focuses on the political participation of the people of Palu City which is influenced by the presence of social media. The social media means are Facebook, WhatsApp, Instagram, Twitter, TikTok, YouTube, and Telegram. This study was designed using a quantitative approach. The techniques used to collect the data include observation, questionnaires, and written documents. This research questionnaire was distributed to the people of Palu City which was carried out directly and through social media. The results of distributing the questionnaires showed that 144 respondents were willing to fill out the questionnaires. Data analysis in this study used descriptive statistics. The results of the study show that the political participation of the people in Palu City places more emphasis on spreading news or political issues on social media, especially by spreading the news or issues on sundury social media accounts, but not only that, the political participation of the people is also shown by receiving and following the news. -News and political issues on social media. The political news or issues shared on social media in this study was carried out by the public if they received news or political issues that were hotly discussed. News or issues that are disseminated are no longer managed, but are immediately distributed on various social media accounts such as Facebook, WhatsApp, Instagram, Twitter, TikTok, YouTube, and Telegram, so it is not uncommon for news or issues to have a positive impact, it some even have an negative impact.ABSTRAKMedia sosial saat ini menjadi telah menghasilkan dilema baru. Kebebasan media merupakan komponen penting untuk tatanan demokrasi, namun demikian, dalam beberapa konteks, warga negara mengalami beberapa hambatan untuk menikmati hak tersebut secara penuh. Menggantikan saluran media konvensional, media sosial menjadi media yang sangat diperlukan untuk mengekspresikan dan mendiskusikan politik. Penelitian ini fokus pada partisipasi politik masyarakat Kota Palu yang dipengaruhi oleh keberadaan media sosial. Media sosial yang dimaksud dalam penelitian ini adalah Facebook, WhatsApp, Instagram, Twitter, TikTok, YouTube, dan Telegram. Penelitian ini didesain menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data tersebut mencakup observasi, kuesioner, dan dokumen tertulis. Kuesioner penelitian ini disebar ke masyarakat Kota Palu yang dilakukan secara langsung dan melalui media sosial. Hasil penyebaran kuesioner menunjukkan 144 responden yang bersedia mengisi kuesioner. Analisis data penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi politik masyarakat di Kota Palu lebih menekankan pada penyebaran berita atau isu politik di media sosial, terutama dengan menyebarkan berita atau isu tersebut di berbagai akun media sosial, namun tidak hanya itu, partisipasi politik masyarakat juga ditunjukkan dengan menerima dan mengikuti berita-berita dan isu-isu politik di media sosial. Penyebaran berita atau isu politik di media sosial dalam penelitian ini dilakukan oleh masyarakat jika mendapatkan berita atau isu politik yang sedang hangat diperbincangkan. Berita atau isu yang disebarkan tidak lagi dikelola, tetapi langsung disebarkan diberbagai akun media sosial seperti Facebook, WhatsApp, Instagram, Twitter, TikTok, YouTube, dan Telegram, sehingga tidak jarang hal berita atau isu tersebut ada yang berdampak positif dan bahkan ada juga yang berdampak negatif.
Komunikasi Inovasi dan Perilaku Adopsi Sorgum Bioguma di Kabupaten Langkat Andika Bakti; Iskandar Zulkarnain; Mazdalifah Mazdalifah
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v12i2.4786

Abstract

Innovation communication is an approach in development communication that aims to introduce an innovation to the community so that it creates a certain effect as something useful. One of the innovations created by the government is sorghum bioguma as an alternative commodity for the purpose of food diversification. This study aims to analyze the innovation communication model of sorghum bioguma; analyze the innovation communication channels of sorghum bioguma; and analyzing the adoption behavior of sorghum bioguma in Pasar VI Kwala Mencirim village, Sei Bingai sub-district, Langkat Regency, North Sumatra. The informants in this study were the Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara (BPTP Sumut) and farmers in Pasar VI Kwala Mencirim village. The research was conducted using a qualitative approach with descriptive methods. The theory used is Everett M Rogers' diffusion of innovation and Ban and Hawkins' Agricultural Extension. Data collection techniques were carried out by interviews, observation and documentation. The results of the study indicated: Communication of sorghum bioguma innovations carried out by BPTP Sumut through four activities namely carrying out coordination, involving farmer groups, making demonstration plots, and carrying out technical guidance. These four activities are a model of a centralized diffusion system, which means the spread of innovation is carried out linearly from the central government to farmers; The innovation communication channels used by BPTP Sumut are interpersonal, group, audio-visual, and social media communication channels. Interpersonal communication is the most effective channel in changing farmers' attitudes; Farmers in Pasar VI Kwala Mencirim adopt unsustainable. This decision was included in the type of active rejection, which means that the farmers had tried the sorghum bioguma innovation but then decided not to adopt it because there was no economic advantage.ABSTRAK Komunikasi inovasi merupakan satu pendekatan dalam komunikasi pembangunan yang bertujuan untuk mengenalkan suatu inovasi kepada masyarakat hingga menimbulkan efek tertentu sebagai sesuatu yang bermanfaat. Salah satu inovasi yang diciptakan pemerintah adalah sorgum bioguma sebagai komoditas alternatif untuk tujuan diversifikasi pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model komunikasi inovasi sorgum bioguma; menganalisis saluran komunikasi inovasi sorgum bioguma; dan menganalisis perilaku adopsi sorgum bioguma di desa Pasar VI Kwala Mencirim kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat Sumatera Utara. Informan pada penelitian ini adalah Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara dan petani di desa Pasar VI Kwala Mencirim. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teori yang digunakan adalah difusi inovasi milik Everett M Rogers dan Penyuluhan Pertanian milik Ban dan Hawkins. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukan: Komunikasi inovasi sorgum bioguma yang dilakukan BPTP Sumut melalui empat kegiatan yakni melaksanakan koordinasi, melibatkan kelompok tani, membuat demonstrasi plot, dan melaksanakan bimbingan teknis. Empat kegiatan tersebut merupakan model centralized diffusion system atau sistem difusi tersentralisasi yang berarti penyebaran inovasi dilakukan secara linear dari pemerintah pusat kepada petani; Saluran komunikasi inovasi yang digunakan BPTP Sumut adalah saluran komunikasi interpersonal, kelompok, audio visual, dan media sosial. Dari empat saluran tersebut, komunikasi interpersonal menjadi saluran yang paling efektif dalam mengubah sikap petani; Petani di desa Pasar VI Kwala Mencirim melakukan adopsi tidak berkelanjutan. Keputusan tersebut masuk dalam jenis penolakan aktif (active rejection) yang artinya petani telah mencoba inovasi sorgum bioguma tapi kemudian memutuskan untuk tidak mengadopsi karena tidak adanya keuntungan secara ekonomi.