cover
Contact Name
Vincentius Widya Iswara
Contact Email
vincentius@ukwms.ac.id
Phone
+6231 5678478
Journal Mail Official
nangkris@ukwms.ac.id
Editorial Address
Jl. Dinoyo 42-44 Surabaya - 60265
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Komunikatif : Jurnal Ilmiah Komunikasi
ISSN : 23016558     EISSN : 25976699     DOI : https://doi.org/10.33508/jk
Komunikatif is issued by Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya since 2012. Komunikatif is a peer-reviewed journal. Komunikatif publishes an article from selected topics in communication studies; those are media studies, public relations, and human communication. Articles issued by Komunikatif are conceptual articles and research articles. Komunikatif aims at publishing research and scientific thinking regarding the development of communication studies and contemporary social phenomena. Komunikatif also wishes to become an eligible reference for students and/or academia, especially in the communication field. Komunikatif is issued twice a year (July and December). Komunikatif clarifies ethical behavior for all parties involved, including authors, editor-in-chief, Editorial Board, reviewers, and publisher. Komunikatif provides free access for the online version to support knowledge exchange globally.
Articles 188 Documents
Konsep Diri Jurnalis Perempuan (Studi Fenomenologi Tentang Pengalaman Traumatik Jurnalis Perempuan Saat Menjalankan Profesinya) Hidayah, Alifvia Nurul; Malik, Abdul; Putri, Liza Diniarizky
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v13i1.5460

Abstract

This research aims to understand how female journalists develop their self-concept after experiencing traumatic events while performing their professional duties. Traumatic experiences include incidents such as invasion of privacy, sexual violence, terror, destruction threats, and verbal abuse. The phenomenon examined in this research is the impact of this experience on self-concept and the actions taken to restore the psychological condition of female journalists. A qualitative approach with phenomenological methods and symbolic interaction theory was employed. In this research, researchers involved 5 (five) female journalist informants using snowball sampling techniques. The finding reveal a variety of responses among female journalists, ranging from self-blame and doubt to positive self-concepts achieved by establishing personal boundaries. The essence of female journalists' responses to traumatic experiences obtained from structural descriptions extracted from narrative textural descriptions resulting from participant interviews is that even though they are faced with challenges and trauma, female journalists show resilience, determination, and a willingness to learn and grow from their experiences. which impacts their affirmation of their profession and personal well-being. This research contributes to the literature by providing a new perspective on the psychological dynamics and professionalism of female journalists in a local context. Apart from that, this research also has practical implications for media organization and government policies regarding the protection of female journalists and support for female journalists in various concrete forms. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana jurnalis perempuan mengembangkan konsep diri mereka setelah mengalami peristiwa traumatis ketika melakukan tugas profesionalnya. Pengalaman traumatis mencakup insiden seperti pelanggaran privasi, kekerasan seksual, teror, ancaman pengrusakan, dan pelecehan verbal. Fenomena yang diteliti dalam penelitian ini adalah dampak pengalaman tersebut pada konsep diri dan tindakan yang dilakukan untuk memulihkan kembali kondisi psikologis jurnalis perempuan. Pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dan teori interaksi simbolik digunakan. Dalam penelitian ini peneliti melibatkan 5 (lima) orang informan jurnalis perempuan dengan menggunakan teknik snowball sampling. Temuan mengungkapkan beragam respon jurnalis perempuan, mulai dari menyalahkan dan meragukan diri sendiri hingga pengembangan konsep diri yang positif yang dicapai dengan membangun batasan-batasa personal. Adapun esensi dari respon jurnalis perempuan terhadap pengalaman traumatis yang diperoleh dari deskripsi struktural hasil ekstraksi dari deskripsi tekstural narasi hasil wawancara partisipan adalah walaupun dihadapkan pada tantangan dan trauma, para jurnalis perempuan menunjukkan adanya resiliensi, determinasi, dan kesediaan untuk belajar dan tumbuh dari pengalaman mereka, yang berdampak pada afirmasi mereka pada profesi dan kesejahteraan personal. Penelitian ini berkontribusi pada literatur dengan memberikan perspektif baru tentang dinamika psikologis dan profesionalisme jurnalis perempuan dalam konteks lokal. Selain itu, penelitian ini juga berimplikasi praktis bagi kebijakan organisasi media dan pemerintah terkait perlindungan terhadap jurnalis perempuan dan dukungan terhadap jurnalis perempuan dalam berbagai bentuk nyata.
Pemanfaatan Media Sosial untuk Quality Time Keluarga pada Pekerja Stayer dan Mover Putranto, Adhy; Awani, Carolina Dwita
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v13i1.5517

Abstract

Physical absence due to distance limits quality family time for workers due to job migration. Social media now has become a means of communication to maintain ties, form family identity, and replace physical presence. This research aims to test and prove the existence of differences between stayer and mover (circular) workers in utilizing social media for quality family time. This research uses quantitative methods, explanatory in nature, with comparative analysis. The survey method was used to collect data by filling out a questionnaire via Google Form. The sample was selected using convenience sampling from workers in a number of offices in the Jabodetabek area. Data processing was carried out using SPSS version 29 on 127 questionnaires filled in by respondents. The Mann-Whitney Test was used to determine differences in the use of social media by stayer and mover (circular) workers. The research results show that there are differences between stayer and mover (circular) workers in utilizing social media for family quality time, as measured by perceptions, attitudes, behavior and level of social media use. Behavioral variables have a moderate correlation to perception variables, and strong correlations to attitude variables. The variable level of social media use has a very weak correlation with the variables of perception, attitude and behavior. This proves that compared to stayer workers, mover (circular) workers use social media more to create quality family time and overcome physical absence. It is recommended that further research add qualitative methods (becoming mixed methods) so as to enrich and strengthen the data about the different reasons for using social media through in-depth interviews. Expanding the opulation, different research areas, and samples involving different community groups can be carried out to determine differences in the use of social media by other community groups.ABSTRAKKetidakhadiran fisik karena jarak membatasi quality time keluarga pada pekerja karena migrasi pekerjaan. Media sosial kini menjadi sarana komunikasi untuk menjaga ikatan, membentuk identitas keluarga, dan menggantikan kehadiran fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan membuktikan adanya perbedaan antara pekerja stayer dan mover (sirkuler) dalam memanfaatkan media sosial untuk quality time keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, bersifat eksplanatif, dengan analisis komparatif. Metode survei dilakukan untuk mengumpulkan data dengan mengisi kuesioner melalui Google Form. Sampel dipilih secara convenience sampling terhadap pekerja pada sejumlah kantor di wilayah Jabodetabek. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 29 atas 127 isian kuesioner oleh responden. Mann-Whitney Test digunakan untuk mengetahui perbedaan pemanfaatan media sosial oleh pekerja stayer dan mover (sirkuler). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan antara pekerja stayer dan mover (sirkuler) dalam memanfaatkan media sosial untuk quality time keluarga, yang diukur dari persepsi, sikap, perilaku, dan tingkat penggunaan media sosial. Variabel perilaku memiliki korelasi yang moderat terhadap variabel persepsi, serta kuat terhadap variabel sikap. Variabel tingkat penggunaan media sosial memiliki korelasi yang sangat lemah terhadap variabel persepsi, sikap, dan perilaku. Hal tersebut membuktikan bahwa dibanding pekerja stayer, pekerja mover (sirkuler) lebih banyak dalam menggunakan media sosial untuk menciptakan quality time keluarga dan mengatasi ketidakhadiran secara fisik. Penelitian selanjutnya disarankan menambahkan metode kualitatif (menjadi mixed method) sehingga memperkaya dan memperkuat data tentang perbedaan alasan penggunaan media sosial melalui wawancara mendalam. Perluasan populasi, wilayah penelitian yang berbeda, dan sampel yang melibatkan kelompok masyarakat yang berbeda dapat dilakukan untuk mengetahui perbedaan penggunaan media sosial oleh kelompok masyarakat lainnya.
Product Placement Dalam Serial Drama Korea (Analisis Isi Kualitatif terhadap Evaluasi Atribut Product Placement Kopiko dalam Drama Korea Vincenzo) Rahma Praminia, I Gusti Agung Ayu
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v13i1.5532

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Kopiko product placement in the Korean drama "Vincenzo" through Russell's (2002) dimensions of product placement, while evaluating the associated attributes of Kopiko brand placement within it. Considering the attributes of Entertainment, Informativeness, and Discomfort as outlined by Ducoffe (1996), the study adopts a qualitative approach with a constructivist paradigm, utilizing content analysis as the research method. The units of analysis include episodes 14, 15, 17, and 19 of the drama "Vincenzo". The analysis results indicate that the product placement strategy successfully optimizes visual, entertainment, and informative attributes in each episode. Aligning product messages with the storyline is crucial to maintaining narrative integrity without disrupting the viewer's experience. For instance, dialogues promoting the consumption of Kopiko candies in specific scenes demonstrate effective alignment between product messaging and narrative context. The informative attribute of product placement is also demonstrated effectively, particularly in episode 19 where information about Kopiko's product advantages is conveyed through dialogue, providing added value to viewers with relevant product information aligned with product placement attributes. Nevertheless, there is a risk of discomfort from product placement if the integration of the product within the storyline is inadequate. This study underscores the importance of considering product integration with a consistent narrative to avoid disruptions to the viewer's experience.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi product placement Kopiko dalam drama Korea Vincenzo melalui dimensi product placement oleh Russell (2002), serta mengevaluasi atribut-atribut product placement yang terkait dengan merek Kopiko di dalamnya. Dengan mempertimbangkan atribut Entertainment, Informativeness, dan Discomfort sebagaimana dijelaskan oleh Ducoffe (1996). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme, menggunakan analisis isi sebagai jenis penelitian. Unit observasi yang dianalisis adalah episode 14, 15, 17, dan 19 dari drama Korea Vincenzo. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi product placement berhasil mengoptimalkan atribut visual, hiburan, dan informatif dalam setiap episode. Penyesuaian pesan produk dengan alur cerita menjadi kunci utama untuk menjaga integritas naratif tanpa mengganggu pengalaman menonton. Seperti dialog yang mengarahkan konsumsi permen Kopiko dalam adegan tertentu menunjukkan penyesuaian yang baik antara pesan produk dan konteks cerita. Atribut informatif dari product placement juga terbukti efektif, terutama pada episode 19 di mana informasi mengenai kelebihan produk Kopiko disampaikan melalui dialog, yang memberikan nilai tambah kepada penonton dengan informasi yang relevan sesuai dengan atribut. Meskipun demikian, risiko ketidaknyamanan dari product placement dapat terjadi jika produk tidak terintegrasi dengan baik dalam cerita. Penelitian ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan integrasi produk dengan naratif yang konsisten untuk menghindari gangguan pada pengalaman penonton.
Sharenting and Digital Reputation: Pengaruh Sharenting Terhadap Presentasi Diri Orang Tua Milenial Di Media Sosial Hidayanto, Syahrul
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v13i1.5537

Abstract

Sharenting has now become a global trend on social media. The phenomenon that we can see in Indonesia is that many social media users who are millennial parents share content about their children's activities on social media. Sharenting is also considered a place for millennial parents to build their digital reputation. This research aims to prove the influence of sharenting on millennial parents' self-presentation on social media. The right approach to help researchers answer this research question is through a quantitative approach. Data collection techniques use online surveys distributed through advertising features on the Facebook platform. After filtering the online questionnaire data, the total number of respondents taken was 518 respondents. All respondents met the respondent criteria, namely millennial parents (age range 24-39 years), regularly sharing their children's activities on social media, and active users of popular social media. The research hypothesis will be tested using regression tests, correlation tests, partial tests (t), and simultaneous tests (f). The measurement method uses a Likert scale. Meanwhile, the data's validity was tested using validity and reliability tests. The research results prove a significant influence of sharenting activities on the self-presentation of millennial parents on social media. The relationship between the two variables is also stated to be positive. Then, the strength of the two variable relationships enters into a strong correlation. From the calculation results, the higher the sharenting, the higher the self-presentation. In the context of self-presentation, millennial parents use sharenting to display positive aspects of their lives, especially related to family life and their role as modern parents. For millennial parents, self-presentation on social media can also affect their reputation in the online environment. By building a positive image as caring and involved parents, they can strengthen their social connections and expand their support network online.ABSTRAKSharenting saat ini telah menjadi tren di media sosial yang mendunia. Fenomena yang dapat kita lihat di Indonesia adalah banyak pengguna media sosial yang notabene adalah orang tua milenial, membagikan konten tentang aktivitas anak-anak mereka di media sosial. Sharenting juga diasumsikan menjadi ajang orang tua milenial membangun reputasi digital mereka. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh sharenting terhadap presentasi diri orang tua milenial di media sosial. Pendekatan yang tepat untuk membantu peneliti menjawab pertanyaan penelitian ini adalah melalui pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan survei secara daring yang didistribusikan melalui fitur iklan pada platform Facebook. Setelah dilakukan penyaringan data kuesioner daring, total responden yang diambil adalah 518 responden. Seluruh responden yang diambil telah memenuhi kriteria responden yaitu orang tua milenial (range usia 24-39 tahun), rutin membagikan aktivitas anaknya ke media sosial, dan pengguna aktif media sosial populer. Hipotesis penelitian akan diuji dengan uji regresi, uji korelasi, uji parsial (t), dan uji simultan (f). Metode pengukuran menggunakan skala likert. Sementara itu, uji keabsahan data dilakukan dengan uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan aktivitas sharenting terhadap presentasi diri orang tua milenial di media sosial. Hubungan diantara kedua variabel juga dinyatakan positif. Kemudian, kekuatan kedua hubungan variabel masuk ke dalam korelasi kuat. Dari hasil penghitungan, dapat disimpulkan bahwa, semakin tinggi sharenting maka semakin tinggi pula presentasi diri. Dalam konteks presentasi diri, orang tua milenial menggunakan sharenting untuk menampilkan aspek-aspek positif dari kehidupan mereka, terutama berkaitan dengan kehidupan keluarga dan peran mereka sebagai orang tua modern. Bagi orang tua milenial, presentasi diri di media sosial juga dapat mempengaruhi reputasi mereka dalam lingkungan daring. Dengan membangun citra positif sebagai orang tua yang peduli dan terlibat, mereka dapat memperkuat koneksi sosial mereka dan memperluas jaringan dukungan mereka di dunia maya.
The Impact of Social Media Exposure and Peer Group Towards Gen Z Decision To Visit Pasar Kangen Yogyakarta Amali, Muhammad Thoyib; Pudrianisa, Sheila Lestari Giza
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 13 No. 2 (2024): KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v13i2.5634

Abstract

The Special Region of Yogyakarta has taken proactive measures to boost tourist numbers after COVID-19 by reinstating various cultural events. Pasar Kangen is a recurring annual event that garners substantial visitor interest. Looking at the long journey of Pasar Kangen that has been held since 2007, this agenda has now become a destination for various groups of tourists, including Gen Z. This research aims to analyze the influence of social media exposure and peer group on Gen Z decision to visit Pasar Kangen Yogyakarta. This research utilized a quantitative approach, involving a survey conducted among 100 Gen Z tourists who visited Pasar Kangen in 2023. The data analysis technique used to test the hypothesis in this research was multiple regression using SmartPLS program. The research results show that social media exposure and peer group have a positive and significant effect on Gen Z decision to visit Pasar Kangen. Furthermore, as a managerial implication, the event organizer of Pasar Kangen can expand their reach of social media exposure through collaboration with digital key opinion leaders, especially those who are mostly followed by Gen Z on social media.
Kajian Resistensi Sosial Pengguna Media Sosial X Dalam Tagar #Netizenselalubenar Melalui Analisis Jaringan Komunikasi Tripalupi, Merry Fridha; Aini, Hanifah Nur; Ayodya, Beta Puspitaning
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 13 No. 2 (2024): KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v13i2.5811

Abstract

The anecdote that netizens are always right is often used to describe internet users who can comment anything on posts from other people’s accounts. This is sad because it means there are no restrictions on what netizens can and cannot comment on. This phenomenon raises pros and cons, resulting in resistance in netizens who disagree with the concept. This study aims to reveal how audiences respond to #Netizenselalubenar and the resistance that arises on social X. This research uses Computer- Mediated Communication theory and Social network theory. This research provides an overview of the important role of hashtags in exchanging information and forming public opinion. It shows how resistance arises as a response to opinion domination on social media. This research is expected to be a reference for further network analysis research. Moreover, it illustrates the power of netizens’ digital activities in influencing public opinion. The research method used is communication network analysis, which is included in quantitative research with a descriptive approach. Data was taken from tweets on social media X that had activity on #Netizenselalubenar. The main findings include a centralized communication network with several dominant accounts, especially the @0 account. Hashtags disseminate information and shape public opinion regarding the ‘netizens are always right’ phenomenon. Resistance from the audience emerged in response to the dominance of opinion on the hashtag and formed an online community to counter the dominance of the hashtag.
Personal Political Branding: Framing Pemberitaan Gibran Rakabuming Pada Majalah Tempo Edisi “Ugal-Ugalan Paman Gibran” Sinaga, Grace Aprilydia; Kristiyani, Dian Novita
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 13 No. 2 (2024): KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v13i2.5856

Abstract

The year 2023 marks the beginning of a dynamic political period, with intensive preparations for the contestation of the presidential and vice-presidential elections in 2024. This research explores how Tempo Magazine's news framing in the “Ugal- Ugalan Uncle Gibran” edition shapes the political image of Gibran Rakabuming Raka, particularly in the context of the 2024 vice presidential election. This topic is interesting to research since it highlights the critical role of the media in influencing the political image during the crucial period leading up to the election, where public perception plays a significant role in determining the direction of political support. Using Robert M. Entman's Framing analysis model, this study assesses how Tempo defines the problem, identifies causes, provides moral judgment, and recommends solutions. Using a constructivist qualitative approach, this study examined the printed and digital editions of the magazine to assess how Tempo's framing influenced public perception and Gibran's political branding. The unit of observation and analysis of this research is Tempo Magazine's “Ugal-Ugalan Paman Gibran” print and digital editions. This study found that Tempo framed Gibran's candidacy in the context of legal and ethical violations by labeling him as the “illegitimate son of the Constitution” and highlighting the issues of nepotism and political dynasty as the main elements. The results showed that Tempo Magazine's negative framing significantly affected Gibran's political image and not only impacted public perception of Gibran, but also affected the personal political branding strategy being built ahead of the election. This research contributes to the literature by presenting a new perspective on the role of the media in shaping public opinion and political image. In addition, this research provides a novelty side by providing a perspective on practical implications for improving personal political branding strategies in Indonesia.
Strategi Komunikasi Dewan Kesenian Daerah Sidoarjo dalam Meningkatkan Daya Tarik Wisata Budaya Dharma, Ferry Adhi; Hariyanto, Didik; Susilo, Joko
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 13 No. 2 (2024): KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v13i2.5883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pariwisata Dewan Kesenian Daerah (Dakesda) Sidoarjo dalam mempromosikan wisata budaya yang ada di Sidoarjo. Eksplorasi strategi komunikasi pariwisata menjadi penting karena sampai saat ini wisata budaya di Sidoarjo masih tertinggal dibandingkan dengan kota-kota di sekitarnya, seperti Surabaya, Mojokerto, Pasuruan, dan Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif studi kasus, yakni memfokuskan riset pada fenomena spesifik, yaitu strategi komunikasi pariwisata yang dilakukan oleh Dakesda Sidoarjo. Adapun informan kunci dalam penelitian ini adalah ketua umum, ketua program, dan ketua bidang kebudayaan Dakesda Sidoarjo. Data yang didapat melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam pada informan kunci kemudian ditriangulasikan dengan sumber lain seperti keterangan dari akademisi, pebisnis yang terlibat dalam pariwisata, media, dan juga wisatawan, selain juga dilakukan konfirmasi keabsahan data melalui dokumentasi selama riset ini berlangsung. Hasil penelitian ini ada dua, pertama, strategi komunikasi pariwisata Dakesda menggunakan model penta helix, dimana setiap even kebudayaan yang mengarah pada promosi wisata budaya dikolaborasikan oleh Dakesda Sidoarjo dengan program kerja akademisi, pemerintah, komunitas, media, dan pebisnis. Kedua, promosi wisata budaya yang dilakukan oleh Dakesda Sidoarjo selalu melibatkan generasi muda. Hal ini dilakukan untuk mengenalkan kebudayaan lokal pada generasi muda agar wisata budaya di Sidoarjo diketahui secara massif dan berkelanjutan. Selain itu, Dakesda Sidoarjo sedang menyiapkan paket wisata edukasi museum kebudayaan sebagai respon terhadap kebijakan pemerintah terkait pembelajaran luar ruang yang dinilai masih kurang mengenalkan sejarah dan kebudayaan lokal pada generasi muda.
Strategi Pengurangan Ketidakpastian pada Komunikasi Guru dengan Siswa Berkebutuhan Khusus Wijayanti, Sri; Rahmi, Fathiya Nur; Moningka, Clara
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 13 No. 2 (2024): KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v13i2.5958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengurangan ketidakpastian komunikasi guru lembaga pendidikan anak usia dini dalam penanganan siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan Uncertainty Reduction Theory, dimana pada penelitian sebelumnya teori digunakan untuk menganalisis fenomena komunikasi interpersonal pada ranah organisasi. Sehingga kebaruan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi penggunaan teori untuk penyelesaian masalah komunikasi interpersonal di tahap pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif pendekatan kualitatif dan menggunakan paradigma konstruktivisme. Adapun pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan studi pustaka. Pada metode wawancara peneliti menentukan kriteria pemilihan informan terdiri dari memiliki pengalaman menjadi guru pendidikan anak usia dini minimal dua tahun dan tingkat pendidikan minimal sekolah menengah atas. Hasil penelitian ini diantaranya pertama, bentuk ketidakpastikan yang dialami guru termasuk jenis ketidakpastian kognitif dan perilaku yang disebabkan keterbatasan informasi dan pengetahuan serta pengalaman dalam penanganan siswa berkebutuhan khusus. Kedua, guru menerapkan tiga strategi utama untuk mengurangi ketidakpastian, yaitu: (1) Strategi Pasif, dengan mengamati perilaku siswa secara langsung; (2) Strategi Aktif, melalui diskusi dengan kolega, pencarian informasi dari media, serta pelatihan; dan (3) Strategi Interaktif, dengan berkomunikasi langsung menggunakan pendekatan verbal maupun non-verbal. Peneliti menemukan terdapat perbedaan penerapan strategi pengurangan ketidakpastian komunikasi pada guru yang lebih berpengalaman dengan guru pemula. Sehingga berdasarkan hasil observasi dan konfirmasi dengan tenaga ahli, guru dapat melakukan assessment menggunakan berbagai instrument screening untuk menunjang strategi pengurangan ketidakpastian komunikasi dengan lebih sistematis. Selain itu penelitian selanjutnya dapat melakukan studi komparasi dengan subjek penelitian di wilayah urban.
Megawati VS Jokowi di Pemilu 2024 (Analisis Semiotika Desain Sampul Majalah Tempo “Bara Dalam Sekam Jokowi-Mega”) Ambat, Yeremia Tulude; Lesmana, Fanny
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 13 No. 2 (2024): KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v13i2.6012

Abstract

Situasi politik di Indonesia menghangat di Pemilihan Umum 2024. Keputusan Mahkamah Konstitusi mengubah batas usia pendaftaran calon presiden dan wakil presiden pada 16 Oktober 2023. Hasilnya, Gibran Rakabuming Raka yang masih berusia di bawah 40 tahun berhasil mengikuti konstetasi Pemilu 2024, bersama Prabowo Subianto. Hal ini turut menimbulkan perbedaan pandangan politik antara Jokowi, Gibran, yang justru tidak mendukung Ganjar-Mahfud yang diusung oleh PDIP. Momen ini menjadikan media tidak putus mengulas dan melakukan kritik sosial sebagai salah satu tugasnya. Kondisi inipun terdokumentasi lewat ilustrasi dalam Majalah Tempo di desain sampul edisi “Bara Dalam Sekam Jokowi-Mega” yang sarat akan kritik sosial dalam bahasa visual. Menggunakan metode penelitian analisis semiotika Roland Barthez, yang menganalisis bagaimana makna denotatif, konotatif, hingga mitos di belakang sebuah objek, peneliti melihat Tempo menggambarkan Jokowi meninggalkan partai yang telah membesarkan langkah politiknya selama ini, PDIP Perjuangan. Momen ini punya banyak analisis pertimbangan, mulai dari ketidakcocokan dalam program pemerintahan, adanya pergesekan otoritas dan kekuasaan antara Jokowi dan Megawati, hingga momen Jokowi yang tidak ada menampilkan penolakan akan keikutsertaan anaknya menjadi bakal calon wakil presiden dari Prabowo Subianto. Hasilnya, efek ‘perpindahan’ kubu yang secara tidak langsung dilakukan oleh Jokowi, membuat Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sah menjadi Capres dan Cawapres terpilih yang ditetapkan oleh KPU. Desain majalah Tempo edisi ini menampilkan kritik media akan tindakan implisit penguasa akan naluri menggunakan aturan negara, untuk menjawab keinginan pribadi. Secara mendalam, kondisi ini mencerminkan feodalisme yang kental pada negara demokrasi.