cover
Contact Name
Nur Fajar Absor
Contact Email
nur.fajar@unj.ac.id
Phone
+6285656325895
Journal Mail Official
periode@unj.ac.id
Editorial Address
Jl. Rawamangun Muka Raya No.11, RT.11, RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
PERIODE: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah
ISSN : -     EISSN : 26566338     DOI : https://doi.org/10.21009
PERIODE Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah is an academic journal published by the History Education Undergraduate Program, Faculty of Social Sciences and Law, Jakarta State University. Established in 2019, the journal is issued biannually in March and September as an open access, peer reviewed publication that focuses on the fields of history and history education. Its primary objective is to enhance readers understanding of historical studies and history education by disseminating scholarly articles, research findings, and book reviews. PERIODE is committed to publishing high quality contributions from researchers, academics, and practitioners.
Articles 47 Documents
Pers Yang Terbelenggu Tahun 1974-1998 Oktaviani, Anita
PERIODE: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 1 (2024): PERIODE : Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/periode.061.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami penyebab terjadinya pembatasan kebebasan pers di massa orde baru serta memahami polemik yang terjadi antara pers dan pemerintah. Metode yang digunakan adalah metode historis naratif. Hasil penelitian ini adalah dapat menjelaskan latar belakang pembatasan pers yang terjadi pada massa orde baru. Dapat mengetahui dan memahami polemik yang muncul antara pers dan pemerintah pada massa orde baru. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa pers mengalami pembatasan kebebasan di massa orde baru dengan melakukan pembredelan terhadap pers oleh pemerintah di tahun 1974 pada peristiwa Malari, karena sudah berani mengkritik kebijakan pemerintah. Dalam melakukan tugasnya pers memiliki hak untuk mengontrol pemerintah dengan mengkritik pemerintah agar tidak terjadi penyelewengan kekuasaan. Oleh sebab itu, pemerintah tidak harus melakukan pembredelan kepada pers tapi langsung diajukan ke pengadilan jika pers terbukti melakukan kesalahan kepada pemerintah. Dan juga pers dalam melakukan tugas nya harus memiliki kebebasan dengan berdasarkan tanggung jawab dan kode etik jurnalistik.
Bahasa Indonesia (Bahasa Perjuangan Bangsa 1908-1938) Dwijaya, Gus
PERIODE: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 1 (2024): PERIODE : Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/periode.061.4

Abstract

Abstract: This research aims to determine the role of language, especially Indonesian as a tool to unite the nation and fight for Indonesia`s independence, starting from the beginning of the national movement at the beginning of the 19th century, the process of forming national awareness in society, the Youth Congress as the beginning of unity nation, the pledge of the youth oath in 1928, and the development of Indonesian as a National Language with the holding of the first Indonesian Language Congress in 1938. The method used is the historical method by Kuntowijoyo which consists of 5 stages including topic selection, source collection (heuristics), criticism source (verification), interpretation (interpretation), and writing (historiography). Results obtained. The results of this research found the fact that Indonesian was born from Malay which has become the Lingua Franca for the majority of society and has become a connecting language between islands in the archipelago. Youth figures who care about language development.
Potensi Pengembangan Kawasan Jatinegara Sebagai Daerah Wisata Berbasis Sejarah & Cagar Budaya Sri Martini; Martha, Nuraeni; Djunaedi
PERIODE: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 1 (2024): PERIODE : Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/periode.061.5

Abstract

Jatinegara adalah salahtau kawasan di Jakarta yang kaya akan nilai sejarah dan budaya. Terletak di bagian timur kota Jakarta. Jatinegara merupakan saksi dari berbagai pristiwa seajarh yang telah terjadi beratus tahun lalu di Indonesia. Dengan warisan sejarah yang melimpah kawasan ini memiliki potensi untuk di kembangkan sebagai destinasi wisata sejarah yang menarik. Jatinegera menyimpan berbagai situs sejarah mulai dari bangunan kolonial belanda, pasar tradisional yang telah berdiri tegak sejak masa penjajajhan, kampung pecinan, monumen-monumen perjuangan serta stasiun kreta api membuat jatinegara sebagai cagar budaya yang ditetapkan dengan undang-udnnag no 11 tahun 2010 tentang cagar budaya sebagai upaya pelastarian bagunan bersejarah.Kekayaan sejarah ini tidak hanya memiliki nilai edukatif yang tinggi, tetapi juga dapat menjadi daya tarik utama bagi wisatawan lokal dan macanegara. Wisata sejarah tidak hanya menawarkan kesempatan untuk mengunjungi dan meilihat peninggalan masa lalu tetapi juga memberikan pengalamana mendalam yang memungkinkan pengunjung memhami dan menghargai perjalanan sejarah suatu daerah. Dalam konteks ini, pengembangan jatinegara sebagai dearah berbasis wisata tidak hanya mendukung pelestarian situs – situs bersejarah, tetapi juga dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal melalui peningkatan kunjungan wisatawan. Untuk mencapau tujuan tersebut diperlukan perngetahuan terntang potensi kawasan Jatinegara sebagai daerah wisata agar dapat dipikirkan atau disusun strategi pengembangannya sebagai daerah wisata berbasis sejarah.
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS XII IPS 4 SMAN 3 TANGERANG MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT Nugraha, Evan; Martini, Sri; Santosa, Firdaus Hadi
PERIODE: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 1 (2025): PERIODE : Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/periode.071.1

Abstract

This research aims to enhance the learning motivation of students in class XII IPS 4 at SMA Negeri 3 Tangerang through the cooperative learning method of team games tournament. The background is the low participation and motivation of students in history learning, evident from their low grades and the lack of student involvement in the learning process. This research uses the Classroom Action Research (CAR) model, which consists of four stages: planning, implementation, observation, and reflection. In Cycle I, the cooperative learning method of team games tournament was applied to the topic: Conflicts in Various Parts of the World, with a sub-topic on conflicts occurring in Europe. The results showed that student learning motivation increased to a moderate category, 40.93%. After reflection and improvement, Cycle II focused on the sub-topic of Conflicts in the Middle East, and the results showed an increase in motivation to a high category, 67.52%. The team games tournament cooperative learning method is effective in enhancing students' motivation to learn history, as evidenced by the increase in student activity, self-confidence, and student involvement in the learning process. Abstract : Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar sejarah siswa kelas XII IPS 4 di SMA Negeri 3 Tangerang melalui metode pembelajaran kooperatif tipe team games tournament. Latar belakangnya adalah rendahnya partisipasi dan motivasi siswa dalam pembelajaran sejarah, terlihat dari perolehan nilai yang rendah serta kurangnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pada Siklus I, metode pembelajaran kooperatif tipe team games tournament diterapkan pada topik : Konflik di Berbagai Belahan Dunia dengan sub-bahasan konflik yang terjadi di Eropa, hasilnya menunjukkan motivasi belajar siswa naik menjadi kategori sedang, 40,93%. Setelah refleksi dan perbaikan, Siklus II difokuskan pada sub-bahasan Konflik di Timur-Tengah, hasilnya menunjukkan peningkatan motivasi menjadi kategori tinggi, 67,52%. Metode pembelajaran kooperatif tipe team games tournament efektif dalam meningkatkan motivasi belajar sejarah siswa, terlihat dari peningkatan aktivitas siswa, kepercayaan diri, keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
PERAN MUSEUM PERJUANGAN SUBKOSS GARUDA SRIWIJAYA DALAM UPAYA PELESTARIAN SEJARAH DAN BUDAYA LOKAL DI LUBUK LINGGAU Berlian Susetyo; Sisca Arie Hanika; Muhammad Natarsyah; Muhammad Wahayuni
PERIODE: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 1 (2025): PERIODE : Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/periode.071.2

Abstract

Abstrak Museum Perjuangan Subkoss Garuda Sriwijaya memiliki peran strategis dalam pelestarian sejarah dan budaya lokal di Lubuk Linggau. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis: (1) program kebijakan museum dalam pelestarian sejarah dan budaya lokal; serta (2) dampak pelaksanaan kebijakan program tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa museum ini memberikan kontribusi signifikan dalam pelestarian sejarah melalui program pameran koleksi, pendataan peninggalan sejarah, serta pelestarian aksara Ulu. Selain itu, upaya kolaborasi dengan komunitas lokal dan lembaga pendidikan berhasil meningkatkan kunjungan museum serta membangun kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai sejarah dan budaya. Dampaknya, terdapat peningkatan apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya lokal serta penguatan identitas budaya di wilayah Lubuk Linggau.
GKII Jemaat Rehobot Wisma Asri di tengah Gejolak Intoleransi Tahun 1988-2013 Marchel Christiono; Djunaidi; Firdaus Hadi Santosa
PERIODE: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 1 (2025): PERIODE : Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/periode.071.3

Abstract

Abstract: The turmoil of intolerance in diversity cannot be separated from the relationship between people and each other, including religion. In Indonesian history, intolerance towards religion has always occurred along with political and social upheavals that have occurred in certain decades. Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Rehobot Taman Wisma Asri, which has been established since 1988, was certainly affected by every incident of intolerance that occurred in 1996, 1999-2000 and 2010-2017 in Jabodetabek and its surroundings. By discussing what happened to the GKII Rehobot Taman Wisma Asri congregation, we can see how this GKII congregation was able to survive amidst the turmoil of intolerance that occurred in Bekasi City and its surroundings. Abstract : Gejolak Intoleransi dalam keberagaman tidak bisa terlepas dari hubungan antar kaum satu sama lain termasuk agama. Dalam sejarah Indonesia, intoleransi terhadap agama selalu terjadi seiring dengan gejolak politik maupun sosial yang terjadi dalam beberapa dekade tertentu. Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jemaat Rehobot Taman Wisma Asri yang sudah berdiri sejak 1988 tentu terkena dampak dari setiap kejadian Intoleransi yang terjadi pada tahun 1996, 1999-2000 dan 2010-2017 di Jabodetabek dan sekitarnya. Dengan membahas apa yang terjadi pada GKII Jemaat Rehobot Taman Wisma Asri, kita dapat melihat bagaimana jemaat GKII tersebut dapat bertahan di tengah gejolak intoleransi yang terjadi di Kota Bekasi dan sekitarnya.
Perkembangan Sistem Patch dalam Perekonomian Kota Batavia Abad ke-17 Jonathan Jasson; Muhammad Hasmi Yanuardi; Humaidi
PERIODE: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 1 (2025): PERIODE : Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/periode.071.4

Abstract

Artikel ini mengkaji perkembangan sistem pacht di Kota Batavia pada abad ke-17 dengan menggunakan metode penelitian historis yang mencakup empat tahapan utama: heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini menemukan bahwa sistem pacht merupakan bentuk pengelolaan ekonomi kolonial melalui kontrak pemungutan pajak dengan skema bagi hasil antara pemegang dan pemberi kontrak. Sistem ini pertama kali diterapkan oleh Pemerintah Kolonial di Batavia pada tahun 1622, dengan hak pacht awalnya diberikan kepada kelompok yang dianggap dapat dipercaya, seperti komunitas Tionghoa dan Jepang. Objek dari sistem pacht mencakup pajak yang pada awalnya berupa komoditas bernilai tinggi dan industri kecil. Namun, sejak 1650-an, Pemerintah Kolonial mengubah mekanisme ini dengan menerapkan sistem lelang, memungkinkan partisipasi pihak-pihak dengan kemampuan finansial yang memadai. Selain sebagai instrumen ekonomi, sistem pacht juga berfungsi untuk mengendalikan perdagangan ilegal, terutama pada komoditas berisiko tinggi penyeludupan seperti tembakau, lada, gula, dan bahan pangan impor dari Eropa. Objek pajak yang dikenakan sistem ini juga bertambah menjadi bea ekspor dan impor, pajak kepala Tionghoa, sampai kepada biaya tol di sungai dan pelabuhan. Walaupun sistem ini memberikan keuntungan signifikan bagi Pemerintah Kolonial, pemegang kontrak sering kali menghadapi potensi kerugian akibat faktor alam maupun manusia yang memengaruhi keberlanjutan komoditas atau objek pajak. Sistem pacht mencerminkan strategi ekonomi kolonial yang tidak hanya mengoptimalkan pemasukan perusahaan, tetapi juga memperkuat kontrol atas aktivitas perdagangan. Kata kunci : Sistem pacht, Batavia, Ekonomi Kolonial