cover
Contact Name
winci firdaus
Contact Email
wincifirdaus1@gmail.com
Phone
+6285220720191
Journal Mail Official
wincifirdaus1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Baranangsiang No.259/34B Bandung
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Aksara
Published by Balai Bahasa Bali
Aksara aims at providing a media or forum for researchers, faculties, and graduate students to publish their research papers in the field of linguistic and literary studies. The scope of Aksara includes linguistic, applied linguistic, interdisciplinary linguistic studies, theoretical literary studies, interdisciplinary literary studies, literature and identity politics, philology, and oral tradition. Aksara is published by Balai Bahasa Bali, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Aksara accepts articles from authors of national or international institutions. Authors are free of charge throughout the whole process including article submission, review and editing process, and publication.
Articles 201 Documents
RELASI GENETIS BAHASA-BAHASA DI KABUPATEN MOROWALI/THE GENETIC RELATIONSHIP OF LANGUAGES IN MOROWALI REGENCY Siti Fatinah
Aksara Vol 33, No 1 (2021): AKSARA, EDISI JUNI 2021
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v33i1.650.135-152

Abstract

AbstrakArtikel ini bertujuan memaparkan relasi genetis bahasa-bahasa di Kabupaten Morowali, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode simak melalui teknik sadap, rekam, wawancara, dan catat. Data penelitian ini terdiri atas 200 kosakata dasar Swadesh dan 837 kosakata budaya. Data tersebut diolah menggunakan metode komparatif (leksikostatistik dan rekonstruksi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara kuantitatif bahasa-bahasa di Kabupaten Morowali dikelompokkan menjadi dua, yaitu Bungku-Menui (Towatu, Bahonsuai, Tomadino, Bungku, Menui) dan Tombelala-Topada (Tombelala dan Topada). Pengelompokkan itu didukung bukti-bukti kualitatif melalui rekonstruksi protobahasa yang wujudnya berupa retensi dari bentuk PAN dan inovasi dari bentuk PAN. Retensi dari bentuk PAN berupa evidensi leksikal penyatu bahasa-bahasa di Kabupaten Morowali ditemukan pada glos anak, api, batu, binatang, buah, gigi, laut, lima, mata, mati, tahun, ular, tikam, dan tipis. Sebaliknya, inovasi dari bentuk PAN terdapat pada glos burung, hidung, dan tulang. Evidensi leksikal pemisah yang merupakan retensi dari bentuk PAN juga ditemukan pada kelompok Bungku-Menui, yakni terdapat pada glos akar, kuku, dan makan serta kelompok Tombelala-Topada ditemukan pada glos anjing, lidah, mulut, orang, panas, dan tanah. Realisasi berupa inovasi dari bentuk PAN dalam kelompok Bungku-Menui terdapat pada glos anjing, lidah, mulut, orang, panas, tanah, dan telinga serta kelompok Tombelala-Topada terdapat pada glos akar, kuku, dan makan. Kata kunci: evidensi, fonologis, relasi genetis, leksikal AbstractThis paper aims to describe quantitatively and qualitatively the genetic relations of the Morowali Regency languages. The data was collected using the observation method through tapping, recording, interviewing and note-taking techniques. The data of this research consisted of 200 basic Swadesh vocabularies and 837 cultural vocabularies. The data is analysed using comparative methods (lexicostatistics and reconstruction). The results of this study indicate that quantitatively the languages in Morowali Regency are grouped into two, namely Bungku-Menui (Towatu, Bahonsuai, Tomadino, Bungku, Menui) and Tombelala-Topada (Tombelala and Topada). This classification is supported by qualitative evidence through the reconstruction of the proto-language in the form of retention from the PAN form and innovation from the PAN form. The retention of the PAN form in the form of lexical evidence that unites the languages in Morowali Regency was found in the gloss of anak, api, batu, binatang, buah, gigi, laut, lima, mata, mati, tahun, ular, tikam, tipis. Conversely, the innovation of the PAN form is in the gloss of burung, hidung, tulang. The lexical separator evidence which is retention of the PAN form was also found in the Bungku-Menui group, namely in the gloss of anjing, lidah, mulut, orang, panas, tanah; on Tombelala-Topada group is found on the gloss of anjing, lidah, mulut, orang, panas, tanah. The realization in the form of innovation from the form of PAN on the Bungku-Menui group is found in the gloss of anjing, lidah, mulut, orang, panas, tanah, telinga; on Tombelala-Topada group is found in gloss of akar, kuku, and makan.Keywords: evidence, phonological, genetic relationship, lexical
LEKSIKALISASI DAN FUNGSI BAGIAN-BAGIAN POHON KELAPA: PENDEKATAN ETNOLINGUISTIK Edi Setiyanto
Aksara Vol 30, No 2 (2018): Aksara, Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v30i2.300.285-300

Abstract

Penelitian ini membahas leksikalisasi bagian-bagian pohon kelapa dan fungsinya dalam kehidupan masyarakat Jawa di DIY, khususnya wilayah Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Penelitian berkenaan dengan inventarisasi dan deskripsi fungsi leksikalisasi. Penelitian ini memanfaatkan teori etnolinguistik dan semiotika. Dengan teori itu, leksikalisasi dipahami sebagai cermin cara penutur menandai fungsi sebuah realita bagi kehidupan mereka. Data penelitian ini berupa kata (leksem) yang menunjuk bagian tertentu pohon kelapa. Data diperoleh dengan metode simak yang ditindaklanjuti dengan metode cakap. Metode simak dilaksanakan dengan memperhatikan penggunaan leksem-leksem bagian kelapa dalam kehidupan sehari-hari. Metode cakap digunakan untuk memeriksa keabsahan data, termasuk melacak kemungkinan adanya data yang belum tercatat. Metode cakap memanfaatkan tiga narasumber. Pembahasan pada penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Analisis memanfaatkan analisis komponen makna. Analisis dimaksudkan untuk menemukan komponen diagnostik setiap kata/leksem demi terpahaminya kekhasan fungsi. Berdasarkan analisis, ditemukan 26 leksikalisasi bagian pohon kelapa dan 31 leksem nama produk terkait pemanfaatan bagian pohon kelapa. Berdasarkan klasi kasi, fungsi pemanfaatan bagian pohon kelapa itu dapat dipilah dalam 6 ranah, yaitu (1) bahan bangunan rumah, (2) kuliner, (3) pengobatan, (4) hiasan atau perlengkapan, (5) mainan anak-anak, dan (6) kayu bakar. Beragamnya ranah pemanfaatan bagian pohon kelapa membuktikan besarnya fungsi pohon kelapa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa. 
Pengabaian Hak-Hak Kewarganegaraan Kelompok Minoritas dan Kegagalan Demokrasi dalam Novel Maryam Karya Okky Madasari Purwaningsih Purwaningsih; Santy Yulianti; Dea Letriana Cesaria; Kaniah Kaniah
Aksara Vol 35, No 2 (2023): Aksara, Edisi Desember 2023
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v35i2.1233.264--276

Abstract

This study describes the neglected citizenship rights of minority communities as a manifestation of the negligence of minority rights and the failure of democracy as interpreted through the Novel Maryam. Maryam is a novel that tells the problems of the Ahmadiyah as minority in fulfilling their citizenship rights. The strength of this novel is based on a real incident of discrimination against Ahmadiyah that occurred in Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). The problem raised is how forms of discrimination and citizenship rights are not obtained by the character Maryam and other Ahmadiyah figures depicted in Maryam's novel. This research uses a literary sociology approach and the concept of representing reality in texts. The data collection method was carried out using literature study and notetaking techniques. Data analysis used descriptive analysis method with interpretive techniques. The results of the analysis show that the discrimination experienced by Ahmadiyah resulted in their unfulfilled citizenship rights. There are several citizenship rights that Ahmadiyah leaders have not fulfilled, including (1) the religious freedom, (2) the housing right (3) the education right, (4) the legal protection, and (5) the equal right in economic sector. In this study, it was concluded that Novel Maryam provides space for the issue of discrimination against religious minorities as a reflection of the failure of democracy in Indonesia. Even though there are many rules that provide space for equal identity rights, in reality this is not easy to put into practice.  AbstrakPenelitian ini bertujuan menggambarkan hak kewarganegaraan masyarakat minoritas yang terabaikan sebagai wujud dari pengabaian hak-hak kewarganegaraan minoritas dan kegagalan demokrasi yang diinterpretasikan melalui Novel Maryam. Maryam merupakan novel yang mengisahkan persoalan kaum minoritas Ahmadiyah dalam pemenuhan hak-hak kewarganegaraanya. Kekuatan novel ini didasarkan sebuah peristiwa nyata diskriminasi terhadap kaum Ahmadiyah yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Permasalahan yang dikemukakan adalah bentuk diskriminasi dan hak-hak kewarganegaraan yang tidak diperoleh oleh tokoh Maryam dan tokoh Ahmadiyah lainnya yang tergambar dalam novel Maryam. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra dan konsep representasi realitas di dalam teks. Pengumpulan data dilakukan dengan metode studi pustaka dan teknik baca catat. Data dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif dengan teknik interpretatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa diskriminasi yang dialami tokoh Ahmadiyah mengakibatkan tidak terpenuhinya hak-hak kewarganegaraan mereka. Ada beberapa hak kewarganegaraan yang tidak terpenuhi oleh tokoh Ahmadiyah, yaitu (1) hak kebebasan beragama, (2) hak mendapatkan tempat atau hunian yang baik, (3) hak atas pendidikan, (4) hak untuk bebas dari penyiksaan dan kekerasan, dan (5) hak mendapatkan ekonomi yang lebih baik. Penelitian ini menunjukkan bahwa Novel Maryam mengangkat isu diskriminasi kepada kaum minoritas sebagai cerminan kegagalan demokrasi di Indonesia. Meskipun sudah banyak aturan yang memberikan ruang bagi kesetaraan hak identitas, pada kenyataanya hal ini tidak mudah dipraktikkan.
METAFORA DALAM IKLAN MOBIL BEKAS DI SITUS DARING OLX Sariah Sariah
Aksara Vol 29, No 1 (2017): Aksara, Edisi Juni 2017
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v29i1.105.117-130

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan bahasa dalam iklan mobil bekas pada situs daring yang memanfaatkan metafora. Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif untuk mengungkap jenis, struktur, makna, dan fungsi metafora pada iklan mobil bekas di situs daring OLX sekaligus menjadi pokok masalah dalam penelitian ini.  Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menjelaskan jenis, struktur, makna, dan fungsi metafora pada iklan mobil bekas di situs daring OLX. Ancangan penelitian ini menggunakan konsep Wahab dan Richards. Temuan penelitian adalah bahwa struktur pembentuk metafora pada iklan mobil bekas lebih didominasi oleh unsur citra, sedangkan unsur topik sering dilesapkan sehingga metafora pada iklan mobil bekas cenderung menggunakan metafora implisit (metaphor in absentia). Metafora predikatif sangat menonjol pemakaiannya dibandingkan dengan dengan metafora nominatif dan metafora kalimatif. Fungsi metafora pada iklan mobil bekas adalah untuk (1) menunjukkan kualitas mobil tersebut, (2) menarik minat pembeli dengan bahasa yang penuh nuansa makna, (3) menjelaskan keberadaan mobil tersebut dengan perinci, (4) mengandung unsur persuasif dan puitis untuk memengaruhi pembaca untuk membeli mobil bekas yang ditawarkan tersebut. Unsur bahasa lain, bahasa Sunda dan bahasa Inggris juga digunakan pada iklan mobil bekas. Dalam data terlihat bahwa semakin usia sebuah mobil bekas, perincian dan metaforanya semakin panjang. 
LELAKI HARIMAU: WABAH EKSISTENSIAL SEBAGAI STRATEGI SIMBOLIS EKA KURNIAWAN Moch Zainul Arifin
Aksara Vol 31, No 2 (2019): AKSARA, EDISI Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v31i2.372.177-188

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menelusuri strategi simbolis Eka Kurniawan dalam novel Lelaki Harimau. Pisau analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Pierre Bourdieu yang mengasumsikan bahwa pengarang di dalam arena sastranya dipengaruhi modal dan habitus supaya dilabeli pengarang melalui strategi tertentu. Berangkat dari hal tersebut, bagaimana strategi Eka Kurniawan dalam novel Lelaki Harimau sehingga mampu memperoleh legitimasi di arena sastra Indonesia sekaligus mendapat nominasi di ajang arena sastra The Man Booker International Prize 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Eka mewabahkan eksistensinya melalui habitus dan akumulasi modal pengetahuan sastra yang luas. Hal itu dilakukan dalam upaya sebagai bentuk strategi simbolis Eka untuk mencanangkan posisinya sebagai penulis terlegitimasi spe sik dengan, dapat dikatakan, sebutan “penulis pertama Indonesia yang masuk nominasi The Man Booker Prize”. Kata kunci: strategi, modal, habitus, Eka Kurniawan Abstract This paper tries to trace the symbolic strategy of Eka Kurniawan in the novel Lelaki Harimau. The analysis knife used in this study is Pierre Bourdieu’s theory which assumes that the author in the literary arena is in uenced by capital and habitus so that the writer is labeled through a certain strategy. Departing from this, how is Eka Kurniawan’s strategy in Lelaki Harimau so that it can gain legitimacy in the Indonesian literary arena at the same time being nominated in the literary arena of The Man Booker International Prize 2016? The results showed that Eka made her existance through habitus and extensive accumulation of literary knowledge capital. This was done in an effort as a form of Eka’s symbolic strategy to declare his position as legitimate writer with, it could be said, “the title Indonesia’s rst writer who was nominated by The Man Booker Prize”. Keywords: strategy, modal, habitus, Eka Kurniawan
PEMILIHAN IDENTITAS PEREMPUAN DI RUANG PUBLIK DALAM CERPEN-CERPEN KALIMANTAN TIMUR Diyan Kurniawati
Aksara Vol 26, No 2 (2014): Aksara, Edisi Desember 2014
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v26i2.160.201-208

Abstract

Tulisan ini membahas posisi perempuan di ruang publik yang ditampilkan dalam cerpen-cerpen Kalimantan Timur. Dengan perspektif feminisme, penelitian ini menganalisis proses perempuan dalam melakukan pemilihan identitas. Analisis dilakukan dengan membahas bagaimana perempuan diposisikan dalam sebuah konstruksi sosial dan sikap perempuan terhadap posisi tersebut. Hasil analisis menunjukkan perempuan diposisikan secara marginal di ruang publik. Perempuan mengambil sikap meresistensi atau menolak perlakuan tersebut. Analisis juga menunjukkan bahwa ada pula perempuan yang tidak dapatkeluar dari perlakuan patriarki dikarenakan posisinya yang lemah secara sosial ekonomi. Perlakuan patriarki tersebut juga menimbulkan konflik diri. Proses pemilihan identitas berlangsung rumit.
TRANSGENDER DALAM NOVEL CALABAI KARYA PEPI AL BAYQUNIE: KAJIAN IDENTITAS Purwaningsih Purwaningsih
Aksara Vol 29, No 2 (2017): Aksara, Edisi Desember 2017
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v29i2.74.183-196

Abstract

Makalah ini membahas isu identitas gender yang terdapat dalam Novel Calabai yang ditulis oleh Pepi Al Bayqunie pada tahun 2016. Calabai merupakan novel yang mengisahkan tentang jiwa perempuan yang terperangkat dalam tubuh laki-laki. Dengan menggunakan konsep identitas Stuart Hall sebagai titik tolak, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses perubahan tokoh Saidi sebagai seorang laki-laki dalam membentuk identitas perempuannya di dalam keluarga dan masyarakat sekitarnya yang masih menganut konsep oposisi binar maskulin dan feminim yang ajeg. Pengumpulan data dilakukan dengan metode studi pustaka dengan teknik catat sedangkan metode analisis data menggunakan metode deskriptif analitis kritis dengan teknik interpretasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa novel Calabai menawarkan suatu wacana tentang identitas yang dinamis. Identitas yang dinamis direpresentasikan melalui sosok tokoh Saidi sebagai penanda (signifier) bahwa gender manusia bukan merupakan suatu fenomena yang bersifat statis. Dalam proses perjalananya untuk mencapai identitas gendernya, Saidi banyak memiliki kendala dan hambatan. Dengan caranya, Saidi mencoba melakukan perlawanan terhadap tatanan gender di masyarakat tempat ia berada. Strategi yang dilakukan tokoh Saidi untuk menunjukan identitas dirinya merupakan cerminan bahwa sebuah identitas bersifat cair. Identitas terus berproses dan selalu dikonstruksikan dalam ruang dan waktu. 
KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK LEKSIKON ETNOMEDISIN DALAM TRADISI PENGOBATAN TRADISIONAL MASYARAKAT SUNDA DI KABUPATEN LEBAK DAN KABUPATEN PANDEGLANG Odien Rosidin; Tatu Hilaliyah
Aksara Vol 34, No 1 (2022): AKSARA, EDISI JUNI 2022
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v34i1.695.151-166

Abstract

AbstrakFokus penelitian ini adalah leksikon etnomedisin dalam praktik pengobatan tradisional di lingkungan masyarakat Sunda yang berada di wilayah Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak. Penelitian ini dilatabelakangi oleh kondisi empirik masih berlangsungnya pemertahanan tradisi pengobatan tradisional berbahan tumbuhan dan hewan meskipun kehidupan sudah modern. Terjadinya kerusakan lingkungan akibat eksploitasi dan perluasan permukiman menyebabkan semakin berkurang dan punahnya beberapa jenis tumbuhan dan hewan yang dimanfaatkan sebagai obat sehingga leksikon etnomedisin turut terpengaruhi. Secara khusus penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan dan mengklasifikasikan leksikon nama tumbuhan, hewan, proses pembuatan atau pemanfaatan, alat yang dipakai, nama penyakit; dan faktor-faktor yang memengaruhi pemertahanan praktik etnomedisin. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini dilakukan dengan pendekatan teori antropolinguistik. Penelitian ini didesain dengan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui metode observasi dan metode cakap dengan teknik pancing dan teknik cakap semuka dengan informan yang diklasifikasikan menjadi dua kategori, yakni (1) ahli, pelaku, atau praktisi pengobatan tradisional dan (2) warga masyarakat sebagai pasien atau yang menjalani pengobatan tradisional. Berdasarkan prosedur penelitian tersebut, terungkap bahwa dalam praktik etnomedisin di kedua wilayah ini terdapat leksikon nama tumbuhan sebanyak 57 buah dan leksikon nama hewan sebanyak 19 buah; leksikon nama proses pembuatan, pengolahan, atau pemanfaatan tumbuhan dan hewan untuk obat sebanyak 31 buah; leksikon nama alat yang dipakai dalam proses pembuatan, pengolahan, atau pemanfaatan tumbuhan dan hewan untuk dijadikan obat sebanyak 22 buah; (4) leksikon nama penyakit sebanyak 48 buah; dan (5) keberlangsungan praktik etnomedisin ditunjang oleh faktor ekonomi, sosial, dan budaya. Kata kunci: leksikon, etnomedisin, masyarakat SundaAbstractThe focus of this research is the ethnomedicine lexicon in the practice of traditional medicine in the Sundanese community in the Pandeglang and Lebak districts. This research is based on the empirical condition of the ongoing preservation of traditional medicine made from plants and animals even though life is modern. The occurrence of environmental damage due to exploitation and expansion of settlements has caused the decline and extinction of several types of plants and animals that are used as medicine so that the ethnomedicine lexicon is also affected. Specifically, this research was conducted to explain and classify the lexicon of names of plants, animals, processes of manufacture or utilization, tools used, names of diseases; and factors that affect the maintenance of ethnomedicine practice. To achieve this goal, this research was conducted with an anthropolinguistics theory approach. This research was designed with a qualitative method. Data were collected through observation methods and proficient methods with fishing techniques and face-to-face techniques towards informants which were classified into two categories, namely (1) experts, actors, or practitioners of traditional medicine and (2) community members as patients or those undergoing traditional medicine. Based on the research procedure, it was revealed that in ethnomedicine practice in these two regions there were 57 plant name lexicons and 19 animal name lexicons; the lexicon of names of processes for the manufacture, processing or utilization of plants and animals for medicine, totaling 31 pieces; the lexicon of names of tools used in the process of making, processing, or utilizing plants and animals for medicine, totaling 22 pieces; (4) there were 48 lexicons of disease names; and (5) the sustainability of ethnomedicine is supported by economic, social and cultural factors.  Key words: lexicon, ethnomedicine, Sundanese people 
PERGESERAN DAN PEMERTAHANAN BAHASA JAWA DI DAERAH TRANSMIGRASI DI KOTA PALANGKARAYA Ralph Hery Budhiono
Aksara Vol 31, No 2 (2019): AKSARA, EDISI Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v31i2.378.285-298

Abstract

Abstrak Banyak bahasa daerah yang berinteraksi dengan bahasa lain akhirnya mengalami pergeseran, termasuk bahasa Jawa. Pergeseran ini kemudian menimbulkan upaya pemertahanan bahasa. Penelitian ini membahas pergeseran dan pemertahanan bahasa Jawa di daerah transmigrasi di km 38 Kota Palangkaraya. Tujuan penelitian ini ialah menggambarkan keadaan kebahasaan dan mendeskripsikan upaya pemertahanan bahasa Jawa yang dilakukan oleh para responden yang menghuni kawasan transmigrasi di km 38 Kota Palangkaraya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan kualitatif. Data diambil dengan cara membagikan kuesioner untuk selanjutnya ditanggapi oleh para responden. Responden yang menjadi penanggap kuesioner ini mencapai 78 orang. Data kemudian dianalisis dengan bantuan perangkat lunak statistik. Berdasarkan analisis disimpulkan bahwa ranah memengaruhi pilihan bahasa. Terdapat pula perbedaan rata-rata pilihan bahasa pada ranah dan variabel tertentu. Pilihan bahasa kemudian memunculkan pergeseran bahasa yang kian memprihatinkan. Upaya pemertahanan yang dilakukan oleh para penutur yang tinggal di daerah itu bersifat manasuka dan sukarela, tidak terstruktur, dan tidak formal. Akibatnya regenerasi penutur bahasa Jawa tidak berjalan dengan baik dan tidak berkesinambungan. Kata kunci: pergeseran dan pemertahanan bahasa, sikap dan pilihan bahasa, ekologi bahasa, sosiolinguistik Abstract Many native languages in Indonesia who interact with other codes shift, including Javanese. This shifting lead to massive language maintenance. This interaction leads to language shifting and the shift of language leads to language maintenance. This research is focused on the Javanese shifting and maintenance in transmigration region in Palangkaraya. The goal of the research is to describe the shifting and maintenance of Javanese in the region. This is a descriptive and qualitative research. The data is collected by distributing questionners to some respondents and then to be responded respectively. There are 78 respondents involved in the research. The data is then analyzed by using statistics software. Based on the analysis, domain plays some important roles in the context of language choices. It is also found that there is some average difference in how the respondent’s choice a code in certain contexts. These choices lead to the condition of language shift. How the respondents maintain their language is such kind of unstructural and unformal efforts. Therefore, the language speaker’s regeneration is neither well performed nor sustainably constructed.Keywords: language shift and maintenance, language attitude and preference, ecology of language, sociolinguistics 
INVESTIGATION OF CHILDREN FANTASY LITERATURE IN ENGLISH LANGUAGE: THE CASE OF BEATRIX POTTER’S WORK/INVESTIGASI SASTRA FANTASI ANAK-ANAK DALAM BAHASA INGGRIS: CASE OF BEATRIX POTTER’S WORK Ali Ashrafi
Aksara Vol 32, No 2 (2020): AKSARA, Edisi Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v32i2.472.247-257

Abstract

Abstract In this research, we chose the series of Beatrix Potter in English languages. Then the obtained data studied in three parts of the style of writing, the semiotics of fantasy characters, and in terms of social concepts such as power, gender, and collaboration. This research is descriptive research based on the library method. Fantasy is a ction about a topic in the past or an event in the future that is now untrue, but relying on individual knowledge and imagination. Fantasy literature, as it stands today, was created in Europe in the eighteenth century, although its elements exist in myths and ancient myths. Beatrix Potter (1866-1943) grew up in London is the most acclaimed Baby Writer. She was an English writer, illustrator, natural scientist, and conservationist best known for her children’s books featuring animals. She is well-known as the author of children’s books such as The Tale of Peter Rabbit. She wrote 23 books altogether, the most famous of which was “the Tale of Peter Rabbit “, which translated into 35 languages and printed 151 million copies in the world. Keywords: characterization, fantasy literature, story, Beatrix Potter, phantom fantasy, realistic fantasy, writing style Abstrak Dalam penelitian ini, dipilih seri Beatrix Potter dalam bahasa Inggris. Kemudian data yang diperoleh dianalisis dalam tiga bagian: gaya penulisan, semiotika karakter fantasi, dan ditinjau dari konsep sosial, seperti kekuasaan, jenis kelamin, dan kolaborasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif berdasarkan metode kepustakaan. Fantasi adalah ksi tentang suatu topik di masa lalu atau peristiwa di masa depan yang sekarang tidak benar, tetapi mengandalkan pengetahuan dan imajinasi individu. Sastra fantasi, seperti yang ada saat ini, diciptakan di Eropa pada abad kedelapan belas, meskipun unsur-unsurnya ada dalam mitos dan mitos kuno. Beatrix Potter (1866-1943) besar di London adalah Penulis Bayi, ilustrator, ilmuwan alam, dan konservasionis yang terkenal karena buku anak-anaknya yang menampilkan hewan. Karyanya yang terkenal adalah buku anak-anak, seperti The Tale of Peter Rabbit. Kata kunci: penokohan, sastra fantasi, cerita, Beatrix Potter, fantasi hantu, fantasi realistik, gaya menulis 

Page 11 of 21 | Total Record : 201