cover
Contact Name
winci firdaus
Contact Email
wincifirdaus1@gmail.com
Phone
+6285220720191
Journal Mail Official
wincifirdaus1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Baranangsiang No.259/34B Bandung
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Aksara
Published by Balai Bahasa Bali
Aksara aims at providing a media or forum for researchers, faculties, and graduate students to publish their research papers in the field of linguistic and literary studies. The scope of Aksara includes linguistic, applied linguistic, interdisciplinary linguistic studies, theoretical literary studies, interdisciplinary literary studies, literature and identity politics, philology, and oral tradition. Aksara is published by Balai Bahasa Bali, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Aksara accepts articles from authors of national or international institutions. Authors are free of charge throughout the whole process including article submission, review and editing process, and publication.
Articles 201 Documents
Ruang Bangsa dan Ruang Alternatif dalam Novel “Lingkar Tanah Lingkar Air” Karya Ahmad Tohari Ricky Yudhistira Nasution; Arie Azhari Nasution; Evi Marlina Harahap
Aksara Vol 34, No 2 (2022): AKSARA, EDISI DESEMBER 2022
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v34i2.809.210--227

Abstract

This research aims to discover the nation space construction and the alternative space that Ahmad Tohari offers in the novel “Lingkar Tanah Lingkar Air”. Theory used in this research is the politics of postcolonial space by Sara Upstone (2009), particularly at the level of nation space which has basic structure of space, place, overwriting, (b)order, chaos and post-space. The theory and problem selection in this research are related to the phenomenon of the re-emergence of separatist groups in Indonesia. In this research, the method used is qualitative descriptive. The result of the research indicates that the construction of nation space in LTLA novel have the form of Republic with a presidential system of government in which there are place and (b)order that still inherit the colonial space construction. The nation space of Indonesia demand for homogeneity, stability, constancy and fixed, consequently bring up the groups that against the State. Meanwhile, the alternative space offered by Ahmad Tohari is "coming home" which can be mobilized to several meanings. Firstly, Tohari provides an alternative space for returning to Republic of Indonesia by accepting all (b)orders that have been constructed and jointly building the nation space without rising a ceasefire among Indonesians. Secondly, an alternative space for returning to our hometown, our house, our parents and own ourselves. Finally, an alternative space for returning to a transcendent dimension and the God by choosing to be martyred by the State. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membongkar konstruksi ruang bangsa dan menemukan ruang alternatif yang ditawarkan pengarang dalam novel “Lingkar Tanah Lingkar Air” karya Ahmad Tohari. Teori yang digunakan adalah politik ruang pascakolonial yang digagas oleh Sara Upstone (2009), khususnya pada level ruang bangsa yang memiliki struktur dasar space, place, overwriting, (b)order, chaos, dan post-space. Pemilihan masalah dan teori dalam penelitian ini berkaitan dengan fenomena munculnya kembali kelompok-kelompok separatis di Indonesia. Adapun metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi ruang bangsa dalam novel LTLA berbentuk Republik dengan sistem pemerintahan presidensial, yang di dalamnya terdapat place dan (b)order yang masih mewarisi konstruksi ruang kolonial. Ruang bangsa Indonesia yang demikian menuntut adanya homogenitas, kestabilan, keajegan, dan fixed, yang karenanya memunculkan kelompok-kelompok yang membelot pada negara. Sementara itu, ruang alternatif yang ditawarkan oleh Ahmad Tohari adalah “Pulang”, yang dapat dimobilisasi ke beberapa makna. Pertama, Tohari memberikan ruang alternatif untuk pulang ke Republik Indonesia dengan menerima segala (b)order yang telah dikonstruksi dan bersama membangun ruang bangsa tanpa memunculkan gencatan senjata sesama bangsa Indonesia. Kedua, ruang alternatif untuk pulang ke kampung halaman, ke ruang rumah, pulang ke orang tua, dan pulang ke diri sendiri. Ketiga, ruang alternatif untuk pulang ke dimensi transenden, ke Sang Pencipta, dengan jalan syahid membela negara.
KORESPONDENSI BUNYI BAHASA DAERAH DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA Prima Hariyanto
Aksara Vol 31, No 2 (2019): AKSARA, EDISI Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v31i2.340.269-283

Abstract

AbstrakPenelitian ini akan menguraikan korespondensi bunyi dalam bahasa-bahasa daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini merupakan penelitian dialektologi yang bertujuan untuk membuat gambaran bentuk serta kecenderungan korespondensi bunyi dan membuat deskripsi perbedaan dialektal atau subdialektal pada tataran fonologi kosakata bahasa-bahasa daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori korespondensi bunyi. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif, sedangkan metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Berdasarkan analisis, terdapat 34 pasangan fonem yang memiliki potensi sebagai korespondensi bunyi dan tiga belas di antaranya dapat dipastikan sebagai bentuk korespondensi bunyi karena muncul berulang. Dari ketiga belas fonem tersebut, terdapat dua belas garis yang menghubungkan tiga belas fonem di dalam peta korespondensi bunyi. Akan tetapi, tidak semua pasangan fonem tersebut memiliki kedekatan dalam hal kesamaan artikulator, daerah artikulasi, ataupun posisi glotis. Beberapa pasangan hanya memiliki perbedaan dalam salah satu faktor, seperti sama artikulator dan daerah artikulasi beda posisi glotis, atau sebaliknya.Kata kunci: korespondensi bunyi, bahasa daerah Sulawesi Tenggara, pasangan fonem AbstractThis study describes sound correspondence in regional languages in the Southeast Sulawesi Province. This research is a dialectology study which aims to describe the shape and tendency of sound correspondence and make a description of dialectal or subdialectal differences at the phonology level of the vocabulary of regional languages in the Southeast Sulawesi Province. This study uses sound correspondence theory. The approach used is quantitative, while the method used is the descriptive method. Based on the analysis, there are 34 phoneme pairs which have the potential as sound correspondence and 13 of which can be ascertained as a form of sound correspondence because it appears repeatedly. Of the thirteen phonemes, there are 12 lines that connect 13 phonemes in the sound correspondence map. However, not all phoneme pairs have closeness in terms of the similarity of articulators, articulation areas, or glottic positions. Some couples only have differences in one factor, such as the articulator and the articulation area of the glottic position, or vice versa.Keywords: sound correspondence, regional languages of Southeast Sulawesi, phoneme pair
ANALISIS PERSEPSI UJARAN TENAGA KESEHATAN: STUDI KASUS PENANGANAN KORONAVIRUS/ANALYSIS OF LANGUAGE PERSPECTIVE OF HEALTH PROFESSIONAL: CASE STUDY OF CORONA VIRUS HANDLING Dewi Nastiti Lestariningsih
Aksara Vol 33, No 1 (2021): AKSARA, EDISI JUNI 2021
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v33i1.640.83-94

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk melihat persepsi ujaran berdasarkan pengalaman psikologis tenaga kesehatan (perawat) yang menangani koronavirus. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara di media WhatsApp pada empat orang perawat yang sedang melakukan karantina di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung selama dua hari. Pemilihan empat orang perawat didasarkan atas kondisi psikologis perawat yang memiliki hasil reaktif setelah uji cepat melalui teknik random. Hasil penelitian disajikan secara deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Analisis data dilakukan dengan membaca catatan berdasarkan komunikasi dengan perawat, mengidentifikasi, dan mengelompokkan berdasarkan beberapa kategori melalui kajian psikolinguistik. Berdasarkan hasil temuan dari wawancara dengan keempat perawat, ada empat kategori untuk menunjukkan kondisi psikologis para perawat, yakni takut, takut dan menerima, menerima dengan spiritual, serta bersikap profesional. Selain itu, penelitian ini memberikan gambaran tentang kondisi psikolinguistik perawat yang berhubungan dengan pemproduksian bahasa.Kata kunci: persepsi ujaran,  psikolinguistik, tenaga kesehatan, koronavirus AbstractThis study aims to look at speech perception based on the psychological experiences of health workers (nurses) who handle the corona virus. Data collection was carried out through interview techniques on whats app media to four nurses who were quarantining at Hasan Sadikin Hospital, Bandung for two days. The selection of four nurses was based on the psychological condition of the nurses who had reactive results after rapid testing through random techniques. The research results are presented descriptively through a qualitative approach. Data analysis was carried out by reading notes based on communication with nurses, identifying and grouping them according to several categories through psycholinguistic studies. The finding shows that from interviews with the four nurses, there are four categories to indicate the psychological condition of the nurses, fear, fear and acceptance, acceptance spiritually, and stay profesional. Besides that, this study also provides an overview of the psycholinguistic conditions of nurses related to production of language. Keywords: speech perception, psycholinguistics, health professionals, corona virus
IMPLIKATUR KAMPANYE POLITIK DALAM KAIN RENTANG DI RUANG PUBLIK Suryo Handono
Aksara Vol 29, No 2 (2017): Aksara, Edisi Desember 2017
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v29i2.52.253-266

Abstract

Kampanye politik merupakan komunikasi yang terencana untuk membentuk suatu citra yang diharapkan oleh penutur. Tuturan dalam komunikasi itu terdapat maksud yang tersurat dan tersirat atau disebut implikatur. Penelitian ini mengkaji implikatur dan sumber implikatur kampanye politik dalam kain rentang di ruang publik. Penyediaan data dilakukan menggunakan metode simak dengan teknik catat dan rekam. Melalui analisis pragmatik dengan metode padan terungkap bahwa dalam kampanye politik terdapat implikatur konvensional dan konversasional. Implikatur konversasional yang timbul adalah meyakinkan, mengajak, meminta, menjanjikan dan memerintah. Implikatur tersebut bersumber pada penerapan prinsip kerja sama dan prinsip kesantunan. Penerapan prinsip kerja sama meliputi pemenuhan dan pelanggaran maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara. Kemudian, penerapan prinsip kesantunan meliputi pemenuhan maksim ketimbangrasaan serta pelanggaran maksim ketimbangrasaan, kemurahhatian, dan kerendahhatian.
SISTEM FONOLOGI BAHASA BENUAQ DI KABUPATEN KUTAI BARAT, KALIMANTAN TIMUR Nurul Masfufah
Aksara Vol 30, No 2 (2018): Aksara, Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v30i2.216.251-265

Abstract

Fonologi bahasa Benuaq memiliki beberapa ciri khas tersendiri. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk memaparkan secara singkat dan jelas struktur fonologi bahasa Benuaq. Adapun masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana struktur vokal, konsonan, diftong dan distribusinya, serta bentuk suku kata dalam bahasa Benuaq. Penelitian ini menggunakan teori linguistik struktural, yaitu dengan cara menganalisis struktur fonologinya. Metode pengumpulan data yang digunakan, yaitu metode wawancara terstruktur dan observasi sistematis dengan teknik rekam dan catat. Adapun analisis data menggunakan metode deskriptif analitik untuk mengetahui fonologi bahasa Benuaq. Hasil penelitian ini ditemukan enam vokal pendek (i, u, e, |, o, dan a) dan ditemukan juga lima vokal panjang (i:, u:, e:, o:, dan a:), 23 konsonan, dan enam diftong. Fonem vokal berdistribusi lengkap, sedangkan konsonan ada yang berdistribusi lengkap dan tidak lengkap. Konsonan yang berdistribusi lengkap berjumlah sepuluh fonem, yaitu /p/, /m/, /s/, /t/, /n/, /l/, /r/, /y/, /k/, dan /G/, sedangkan konsonan yang berdistribusi tidak lengkap terdapat 13 fonem, yaitu /b/, / pm/, /w/, /d/, /tn/, /j/, /c/, /~n/, /g/, /q/, /kG/, /h/, dan /?/. Suku kata dalam bahasa Benuaq, yaitu V, D, VK, KV, KVK, KD, dan KDK. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fonologi bahasa Benuaq memiliki keunikan tersendiri, seperti bentuk vokal panjang dan konsonan unik /pm/, /tn/, dan /kG/. 
BUDAYA LAMPUNG DALAM CERPEN “SEBAMBANGAN” KARYA BUDI P. HATEES Dian Anggraini
Aksara Vol 29, No 1 (2017): Aksara, Edisi Juni 2017
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v29i1.100.49-62

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan budaya lokal yang terkandung dalam cerita pendek yang berjudul “Sebambangan” dan keberadaan budaya tersebut pada masa lampau. Penelitian ini membahas masalah budaya lokal dan keberadaan budaya dalam cerita pendek “Sebambangan”. Berdasarkan tujuan tersebut, metode penelitian ini menggunankan metode kepustakaan dan teknik baca. Analisis data penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan teknik interpretatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah sosiologi dan antropologi sastra. Hasil dan pembahasan penelitian ini menunjukan bahwa cerita ini sarat dengan budaya lokal, terutama tentang sistem perkawinan masyarakat Lampung. Larian menjadi alternatif pasangan muda mudi untuk melangsungkan pernikahan. Uniknya larian juga merupakan salah satu adat-istiadat Lampung yang dikenal dengan sebambangan. Larian dilakukan untuk menghindari perkawinan begawi adat. Sejak zaman dahulu, tingginya uang antaran sudah menjadi polemik bahkan menjadi salah satu penghambat pertumbuhan penduduk di Lampung. Dalam cerpen ini, pengarang juga ingin mengambarkan posisi perempuan dalam sistem perkawinan ini serta keberadaan penyimbang marga yang terkadang menyalahgunakan kewenangannya karena kepentingan pribadi. Selain itu, pengarang juga ingin menggambarkan bahwa tidak selamanya adat membuat masyarakat pemiliknya menjadi terkungkung. Warisan nenek moyang ini juga memberikan perlindungan kepada kaum perempuan seperti pantang cerai guna mengikat pernikahannya. 
NASIONALISME DALAM CERPEN-CERPEN MAJALAH PANJEBAR SEMANGAT SEBELUM KEMERDEKAAN Yulitin Sungkowati
Aksara Vol 31, No 2 (2019): AKSARA, EDISI Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v31i2.473.189-206

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengungkap dan memaparkan nasionalisme dalam cerpen-cerpen majalah Panjebar Semangat dan kontribusi majalah Panjebar Semangat dalam perkembangan nasionalisme di Indonesia. Penelitian ini menggunakan perspektif nasionalisme menurut Ben Anderson dan Kahin dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Sumber data penelitian ini adalah majalah Panjebar Semangat tahun 1937—1940 dan terbitan perdana tanggal 2 September 1933. Pengumpulan data dilakukan di kantor redaksi majalah Panjebar Semangat, di Surabaya dengan metode dokumentasi yang ditopang dengan teknik baca, simak, dan catat. Analisis data diawali dengan interpretasi nasionalisme dalam teks cerpen dilanjutkan dengan membahas majalah Panjebar Semangat sebagai penerbit dan media publikasinya. Hasil penelitian menunjukan bahwa cerpen-cerpen majalah Panjebar Semangat menokohkan pemuda-pemuda harapan bangsa yang aktif dalam pergerakan dan senantiasa rela berkorban demi kemerdekaan dan kemuliaan bangsa. Majalah Panjebar Semangat membawa semangat nasionalisme pada mayoritas rubriknya. Nasionalisme dalam majalah Panjebar Semangat menggambarkan nasionalisme kultural dan nasionalisme politis. Kata kunci: nasionalisme, Panjebar Semangat, nasionalisme kultural, nasionalisme politis Abstract This research aims to reveal and describe nationalism in the short stories of Panjebar Semangat magazine and the Panjebar Semangat magazine contribution to the development of nasionalism in Indonesia. This research uses the perspective of nationalism according to Ben Anderson and Kahin by using sociology of literature approach. The data source of this research was Panjebar Semangat magazine in 1937–1940 and it rst issued on September 2nd 1933. Data collection was done at Panjebar Semangat editor’s of ce in Surabaya by using documentation method supported by reading, listening and note taking techniques. Data analysis was started with interpreting nationalism in the short story texts and then discussed about Panjebar Semangat magazine as the publisher and publishing media. The results showed that the short stories in Panjebar Semangat magazine decisived young people, the hope of nation who active in the movement and always willing to sacri ce for the independence and glory of the nation. Panjebar Semangat magazine brought the spirit of nationalism to the majority of its rubrics. Nationalism in the Panjebar Semangat magazine illustrated cultural nationalism and political nationalism.Keywords: nationalism, Panjebar Semangat, cultural nationalism, political nationalism 
REDUPLIKASI NOMINA DALAM BAHASA INDONESIA: KAJIAN SINTAKSIS DAN SEMANTIK Wati Kurniawati
Aksara Vol 26, No 2 (2014): Aksara, Edisi Desember 2014
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v26i2.155.133-143

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan fungsi dan keserasian reduplikasi nomina dalam bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu metode melalui penelitian kepustakaan yang ditunjang dengan teknik pengumpulan data dan analisis data. Sumber data dalam penelitian ini adalah data tertulis, intuisi penulis, dan percakapan para pemakai bahasa Indonesia. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa fungsi reduplikasi nomina dalam tataran frasa dapat berkedudukan sebagai inti dan pewatas. Sementara itu, fungsi reduplikasi nomina dalam tataran klausa berfungsi sebagai subjek, predikat, objek, dan pelengkap. Perilaku reduplikasi nomina tidak dapat memengaruhi konstituen yang berada di sebelah kiri dan kanannya.
LICIK ATAU CERDIK? SERANGKAIAN TANGGAPAN DARING KEPADA SI KANCIL/A TRICKY OR CLEVER? THE RESPONSES ON CYBERSPACE TO THE MOUSE DEER Tri Amanat
Aksara Vol 32, No 2 (2020): AKSARA, Edisi Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v32i2.543.209-222

Abstract

                               Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meneliti tanggapan daring terhadap (cerita) Si Kancil. Data penelitian diambil dari google.id dan google.com pada rentang November 2019—Januari 2020 berbentuk teks-teks tanggapan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teori resepsi pembaca. Tanggapan yang ditemukan berbentuk; interpretasi, kritik sastra, dan konkretisasi. Nada tanggapan berkategori; positif, netral, dan negatif. Tanggapan interpretasi berisi; pengaruh Si Kancil pada pembentukan karakter, implikasi budayanya, nilai-nilai dalam cerita, dan sejarahnya. Tanggapan kritik sastra berupa sorotan adanya kemungkinan pengaruh negatif Si Kancil terhadap karakter pembaca, dan solusi mengatasinya. Tanggapan konkretisasi berbentuk; menerjemahkan dalam bahasa Inggris, transfer media, dan menggubah cerita Si Kancil. Ditemukan kecenderungan orang asing/non-Indonesia lebih bisa menemukan sisi positif dari Si Kancil, dengan cara mengolah cerita Si Kancil sehingga layak dikonsumsi oleh anak-anak. Sebagian penanggap orang Indonesia ada yang menganggap Si Kancil bernilai negatif, ada yang menyarankan untuk menghapus cerita ini, dan ada yang menganggap cerita bangsa lain lebih hebat. Kata kunci: cerita Si Kancil, resepsi pembaca, tanggapan daring Abstract This study aims to examine online responses to the (Kancil) mouse deer. The research data was taken from google.id and google.com in the range of November 2019-January 2020 in the form of response texts. This research uses descriptive qualitative method with reader reception theory. The response found is shaped; interpretation, literary criticism, and concretization. The tone of response categorized; positive, neutral, and negative. Interpretation responses contain; Si Kancil’s in uence on character formation, cultural implications, values in the story, and its history. Literary criticism responses in the form of highlights of the possibility of the negative in uence of the Mouse Deer on the reader’s character, and solutions to overcome them. Concretization response takes the form of; translate in English, transfer media, and compose the story of The Mouse Deer. It was found that the tendency of foreigners / non- Indonesians was more able to nd the positive side of The Mouse Deer, by processing the Mouse Deer’s story so that it was suitable for consumption by children. Some of the Indonesian respondents consider that the Mouse Deer is negative, some suggest removing this story, and some consider the story of other nations to be more powerful. Keywords: The Mouse Deer story, reader reception, online responses
POSTMEMORY: TRANSMISI MEMORI DAN REKONSILIASI DALAM NOVEL NEXT YEAR IN HAVANA KARYA CHANEL CLEETON Aji Royan Nugroho
Aksara Vol 34, No 1 (2022): AKSARA, EDISI JUNI 2022
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v34i1.828.61-72

Abstract

 Peristiwa pada Revolusi Kuba telah membawa penulis Chanel Cleeton menarasikan dalam sebuah karya novel yang berjudul Next Year in Havana. Di mana jika ditilik pada novel ini maka Next Year in Havana termasuk dalam karya postmemory. Pada proses karangan novel ini terdapat transmisi memori dari generasi pertama kemudian ke generasi berikutnya yang dipicu oleh peristiwa traumatis masa lalu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana struktur memori traumatis itu terbentuk dan upaya perjalanan kembali untuk membangun memori yang tidak utuh. Selanjutnya untuk menganalis objek material tersebut peneliti menggunakan teori postmemory dari Marriane Hirsch. Hasil dari penelitian ini: 1). Terdapat struktur transmisi memori familial dari sang nenek kemudian juga transmisi afiliatif dari orang luar. 2). Keberpihakan penulis pada novel ini menampilkan tokoh presiden Batista sebagai Hypermazculine dan orang – orang Kuba sebagai Feminized. 3). Upaya napak tilas dilakukan ke pelbagai situs sejarah untuk melihat pada realitas yang lebih dekat dan menjawab asumsi – asumsi atas memori yang belum lengkap.The incident of Cuban Revolution has been bringing Chanel Cleeton to narrate a masterpiece of the Novel with under the name Next Year in Havana. Indeed, this Next Year in Havana novel includes a masterpiece of postmemory. The process of this novel used memory transmission from the first generation to the next generation that is triggered by the past traumatic event. This study aimed to know how the structure of traumatic  memory is formed and how returning journey can reconstruct the uncompleted memory. In doing so, the researcher used postmemory approach by Marriane Hirsch to analyze the object material. Then, the result of this study: 1). There are structure of memories transmission such as familial from the grandmother and affiliative transmission from the strangers. 2). The author takes a side on this novel that President F. Batista as the Hypermazculine and Cuban people as Feminized. 3). The mission of returning the journey has been done to look the reality closer and to answer the assumptions of uncompleted memory. Peristiwa pada Revolusi Kuba telah membawa penulis Chanel Cleeton menarasikan dalam sebuah karya novel yang berjudul Next Year in Havana. Di mana jika ditilik pada novel ini maka Next Year in Havana termasuk dalam karya postmemory. Pada proses karangan novel ini terdapat transmisi memori dari generasi pertama kemudian ke generasi berikutnya yang dipicu oleh peristiwa traumatis masa lalu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana struktur memori traumatis itu terbentuk dan upaya perjalanan kembali untuk membangun memori yang tidak utuh. Selanjutnya untuk menganalis objek material tersebut peneliti menggunakan teori postmemory dari Marriane Hirsch. Hasil dari penelitian ini: 1). Terdapat struktur transmisi memori familial dari sang nenek kemudian juga transmisi afiliatif dari orang luar. 2). Keberpihakan penulis pada novel ini menampilkan tokoh presiden Batista sebagai Hypermazculine dan orang – orang Kuba sebagai Feminized. 3). Upaya napak tilas dilakukan ke pelbagai situs sejarah untuk melihat pada realitas yang lebih dekat dan menjawab asumsi – asumsi atas memori yang belum lengkap.

Page 9 of 21 | Total Record : 201