cover
Contact Name
winci firdaus
Contact Email
wincifirdaus1@gmail.com
Phone
+6285220720191
Journal Mail Official
wincifirdaus1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Baranangsiang No.259/34B Bandung
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Aksara
Published by Balai Bahasa Bali
Aksara aims at providing a media or forum for researchers, faculties, and graduate students to publish their research papers in the field of linguistic and literary studies. The scope of Aksara includes linguistic, applied linguistic, interdisciplinary linguistic studies, theoretical literary studies, interdisciplinary literary studies, literature and identity politics, philology, and oral tradition. Aksara is published by Balai Bahasa Bali, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Aksara accepts articles from authors of national or international institutions. Authors are free of charge throughout the whole process including article submission, review and editing process, and publication.
Articles 201 Documents
PENGALIHWAHANAAN PARIBASA BALI LISAN KE DALAM LAGU BALI POPULER Ni Nyoman Tanjung Turaeni
Aksara Vol 29, No 2 (2017): Aksara, Edisi Desember 2017
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v29i2.124.211-224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kearifan lokal Bali melalui ungkapan-ungkapan lisan dalam lirik lagu Bali populer. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah ungkapan-ungkapan lisan yang terdapat dalam lirik lagu Bali populer. Masalah yang akan dibahas dalam penelitian adalah bagaimana bentuk ungkapan-ungkapan lisan ditransformasikan melalui lirik lagu Bali populer dan bagaimana fungsi dan makna ungkapan lisan yang dimanfaatkan dalam lirik lagu tersebut. Berdasarkan tujuan penelitian ini, pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan teknik baca catat. Metode analisis penelitian ini menerapkan metode deskriptif analitik dengan teknik hermeneutik. Teori yang digunakan penelitian ini menggunakan transformasi. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa ungkapan-ungkapan lisan yang tertuang dalam lirik lagu Bali populer sarat dengan kearifan lokal Bali, terutama tentang sistem kehidupan masyarakat dalam berperilaku terhadap lingkungan. Selain itu, melalui lirik lagu Bali populer yang mengandung unsur ungkapan lisan diharapkan dapat membangun pembentukan karakter generasi muda sekaligus melestarikan kearifan lokal dan memperkenalkan lagu-lagu Bali populer dalam masyarakat secara umum.  
SPECTRAL AND TEMPORAL PROCESSING IN BALINESE VOWEL OF NON-FLUENT APHASIA I Ketut Wardana
Aksara Vol 34, No 1 (2022): AKSARA, EDISI JUNI 2022
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v34i1.560.125-150

Abstract

Acoustic investigation on Balinese vowel of non-fluent aphasia (NFA) has not been previously paid attention yet. Thus, this study examined the acoustic abnormalities of vowel articulation for patients with NFA. Therefore, spectral and temporal charateristic of their vowel sound are essentially searched by comparing the formant value and prosodic features with the normal vowel articulation. Speech output of two patients were observed and analyzed by using  Praat and the data were described by implementing the theory of clinical phonetics and acoustics. The spectral analysis showed that the inaccurate constriction of the tongue in vowel articulation affected the range of oral tract (F2), pharynx space (F1), and shape of the lips (F3).  Furthermore, the lesion in Broca’s area affected the temporal features of the sounds, such as the lower pitch, lower intensity and longer timing especially voicing environment. The vowels preceded by voiced consonants were significantly longer than those preceded by voiceless ones. So, the highly complex vowels tend to be articulated inaccurately due to articulatory implementation deficit. This finding is consistent with previous results that the spectral and temporal distortion are primarily phonetics rather than phonological planning program.
DEKONSTRUKSI TOKOH GAJAH MADA DALAM NOVEL PERANG BUBAT KARYA AAN MERDEKA PERMANA Sarip Hidayat
Aksara Vol 30, No 2 (2018): Aksara, Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v30i2.317.237-250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan sejumlah upaya yang dilakukan pengarang dan pemaknaan dari penginterpretasian tokoh Gajah Mada dalam novel yang berjudul Perang Bubat. Rumusan masalahnya adalah bagaimana cara Aan Merdeka Permana menginterpretasikan tokoh Gajah Mada dalam novelnya dan apa makna yang dapat diperoleh dari upaya pengarang tersebut. Teori yang digunakan untuk menganalisis novel ini adalah teori dekonstruksi. Melalui teori ini, data dalam novel akan dianalisis melalui kehadiran sejumlah oposisi biner yang berkaitan dengan tokoh Gajah Mada dalam novel dan menghubungkannya dengan narasi besar tentang Gajah Mada dalam teks-teks sumber-sumber sejarah yang telah dikenal selama ini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada sejumlah upaya yang dilakukan pengarang dalam menginterpretasikan tokoh Gajah Mada. Simpulan yang dapat dikemukakan adalah (1) upaya pengarang dalam menginterpretasikan tokoh Gajah Mada adalah dengan cara menciptakan informasi baru mengenai tokoh Gajah Mada berdasarkan logika penceritaan novel; (2) makna yang diperoleh dari upaya interpretasi ini adalah bahwa tidak ada interpretasi tunggal terhadap suatu fenomena. 
REGISTER PERCAKAPAN ANGGOTA KESATUAN LALU LINTAS POLRESTA PONTIANAK: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Wahyu Damayanti
Aksara Vol 29, No 1 (2017): Aksara, Edisi Juni 2017
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v29i1.104.103-116

Abstract

Register adalah variasi bahasa berdasarkan penggunaannya. Variasi bahasa merupakan wujud keanekaragaman bahasa yang ditampilkan berdasarkan konteks yang menyertainya, termasuk penutur dan penggunaannya. Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan bentuk register yang terdapat pada percakapan anggota kesatuan lalu lintas Polresta Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara simak dan catat. Data penelitian ini berupa kata, abreviasi, kode, istilah, dan wacana yang termasuk register dalam percakapan komunitas Satlantas Polresta Pontianak melalui jejaring sosial WhatsApp pada bulan Agustus dan September 2016. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif. Hasil dan pembahasaan penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik bentuk register dalam percakapan anggota melalui jejaring sosial WhatsApp berupa bentuk dasar, bentuk berafiks, bentuk ulang, bentuk majemuk, pemendekan atau abreviasi, pemenggalan, singkatan, akronim, kontraksi, sapaan, kode, dan istilah khusus. Dengan demikian, penelitian register dalam percakapan anggota Satlantas merupakan satu di antara bentuk register yang terjadi di masyarakat, dalam hal ini kajian sosiolinguistik. 
NOUN CONSTRUCTION IN BIMANESE Made Sri Satyawati; Ketut Widya Purnawati; I Nyoman Kardana
Aksara Vol 31, No 2 (2019): AKSARA, EDISI Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v31i2.387.299-310

Abstract

Abstract Bimanese is an interesting language to observe because it is located in the area between two types of languages, namely an af xed language and an unaf xed language (Satyawati, 2010, p. 2). With such conditions, of course Bimanese will have characteristics in both languages. From several studies (Ara k (2007), Jauhari (2000), Owens (2000), and Satyawati (2010), studies related to noun constituents have not been studied.The results of previous studies focused more on general syntactic studies, especially on syntactic relations and the valence of Bimanese, even though it is really very important to observe each Bimanese constituent so that the speakers can describe Bimanese grammar gradually. For the rst phase, the research will observe the nominalizer of the language. Functional Grammar by Kroeger (2005) and some concepts from Van Valin and Dixon will be applied to analyze the collected data. The theory used is related to theory of noun. It is hoped that the aim of the research- to nd out the nominal system in Bimanes if it is similar to Indonesian- can be known. Method used to collect data is elicitation method completed with recording and note taking technique, while for analyzing data distributional method and equivalence method are applied. The results of the study will show the forms of nominalizer whether they are morphological or syntactical marker. Keywords: Bimanese, nominalizer, clitics, typology Abstract Bahasa Bima merupakan bahasa yang menarik untuk diamati karena letak penuturnya di antara dua tipe bahasa, yaitu bahasa bera ks dan bahasa tak bera ks (Satyawati, 2010, p. 2). Dengan kondisi yang demikian, tentunya bahasa Bima akan memiliki ciri di kedua bahasa tersebut. Dari beberapa penelitian (Ara k (2007), Jauhari (2000), Owens (2000), dan Saty- awati (2010), kajian yang berkaitan dengan konstituen nomina belum dikaji. Hasil penelitian sebelumnya lebih banyak difokuskan pada kajian sintaksis secara umum, khususnya pada relasi sintaksis dan valensi Bahasa Bima. Padahal, sesungguhnya sangatlah penting untuk mengamati setiap konstituen bahasa Bima agar dapat mendeskripsikan gramatika bahasa Bima secara bertahap. Untuk tahap awal, dalam penelitian ini akan diamati penominal dalam bahasa Bima. Agar analisis data dapat dilakukan dengan baik, akan digunakan Functional Grammar yang disampaikan oleh Kroeger (2005) dan juga beberapa konsep dari Van Valin dan Dixon. Teori yang digunakan adalah teori tentang Nomina. Dengan harapan, tujuan penelitian untuk mengetahui sistem penominal dalam bahasa Bima apakah serupa dengan bahasa Indonesia dapat diketahui. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan metode simak dan metode cakap, sedangkan untuk menganalisis data menggunakan metode padan dan distribusional dengan bantuan teknik lesap dan teknik substitusi. Hasil studi ini berupa pemarkah penominal, apakah berbentuk morfologis atau sintaksis.Kata kunci: bahasa Bima, penominal, klitik, tipologi
MUATAN IDEOLOGIS DALAM NOVEL SEKALI PERISTIWA DI BANTEN SELATAN Heksa Biopsi Puji Hastuti
Aksara Vol 26, No 2 (2014): Aksara, Edisi Desember 2014
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v26i2.159.189-199

Abstract

Novel “Sekali Peristiwa di Banten Selatan” (SPBS) adalah karya Pramoedya Ananta Toer yang sederhana, tidak seperti karya Toer lainnya yang bersifat kontemplatif. Dengan kesederhanannya, SPBS mampu menyampaikan pesan mendalam dari sang pengarang tentang arti sebuah perjuangan. Fokus penelitian ini adalah muatan ideologis yang terkandung dalam novel SPBS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-kualitatif, yaitu memberikan gambaran secara sistematis tentang objek penelitian dengan menggunakan pendekatan sosiologis. Objek dalam penelitian ini adalah apa dan bagaimana muatan ideologis yang dikandung novel tersebut. Dari hasil pembahasan disimpulkan bahwa muatan ideologis yang terdapat dalam novel SPBS adalah ideologi pengarang, yakni realisme sosialis. Ideologi ini direpresentasikan melalui tiga ciri, yakni (a) menyajikan permasalahan yang timbul dari hubungan penindas dan tertindas, (b) menempatkan kaum lemah (proletar) sebagai manusia penggerak dan penentu sejarah, dan (c)  menggunakan seni sebagai wahana penyadaran bagi masyarakat.
Membangun Kesadaran Green Economy melalui Pulau Plastik dengan Kecerdasan Ekokritik Sastra Sofyaningrum, Rosita; Bagiya, Bagiya; Sistiyaningrum, Karina
Aksara Vol 36, No 1 (2024): AKSARA, EDISI JUNI 2024
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v36i1.4136.29--50

Abstract

This research highlights the importance of supporting and disseminating the concept of green economy as a critical step towards the sustainability of human life on this planet. The main focus of this study is to analyze the usage of plastic and the damage caused by plastic waste, as illustrated in the documentary film "Plastic Island". In this context, the research explains the concept of green economy and its relevance in reducing plastic usage. This research adopts a qualitative approach with eco-critical literary text analysis. Data were obtained through literature review and content analysis of the film "Plastic Island". Subsequently, the data were transcribed and analyzed in detail to identify scenes related to plastic usage and its negative impacts. The results of the research show that the documentary film "Plastic Island" clearly illustrates the environmental damage caused by plastic waste, including damage to agricultural land, threats to human health, and air pollution. Furthermore, the film also depicts the concept of green economy policies applied to reduce plastic usage. Thus, this research emphasizes the importance of the sustainability of human life and the environment for future generations, and highlights the significant role of the green economy concept in addressing the challenge of plastic usage. Emphasizing cross-sector cooperation and community participation in implementing green economy policies is key to achieving positive environmental change. AbstrakPenelitian ini menyoroti pentingnya mendukung dan menyebarkan konsep green economy sebagai langkah kritis menuju keberlanjutan kehidupan manusia di planet ini. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis penggunaan plastik dan kerusakan yang ditimbulkan oleh sampah plastik yang diilustrasikan dalam film dokumenter “Pulau Plastik”. Dalam konteks tersebut, penelitian ini menjelaskan konsep green economy dan relevansinya dalam mengurangi penggunaan plastik. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan analisis teks ekokritik sastra. Data diperoleh melalui studi literatur dan analisis konten film "“Pulau Plastik”". Selanjutnya, data ditranskripsikan dan dianalisis secara detail untuk mengidentifikasi adegan yang berkaitan dengan penggunaan plastik dan dampak negatifnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film dokumenter “Pulau Plastik” mengilustrasikan secara jelas kerusakan alam yang disebabkan oleh sampah plastik, termasuk kerusakan lahan pertanian, ancaman kesehatan manusia, dan pencemaran udara. Selain itu, film ini juga menggambarkan konsep kebijakan green economy yang diterapkan untuk mengurangi penggunaan plastik. Dengan demikian, penelitian ini menekankan pentingnya keberlanjutan kehidupan manusia dan alam untuk generasi mendatang, serta menyoroti peran penting konsep green economy dalam menghadapi tantangan penggunaan plastik. Penekanan pada kerja sama lintas sektor dan partisipasi masyarakat dalam menerapkan kebijakan green economy menjadi kunci dalam mencapai perubahan positif dalam lingkungan hidup.
ANALISIS NARATIF PERSONAL LISAN SISWA SEKOLAH DASAR Adi Budiwiyanto
Aksara Vol 27, No 2 (2015): Aksara, Edisi Desember 2015
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v27i2.183.185-193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat konsep sederhana atau kompleks struktur bercerita siswa sekolah dasar. Permasalahan ini menjawab tiga pertanyaan, yaitu (1) struktur naratif personal lisan siswa sekolah dasar; (2) perbedaan struktur naratif personal antara siswa pria dan perempuan; dan (3) fitur-fitur kebahahasaan apakah yang muncul dalam naratif personal siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis struktural dan teori sosiolinguistik sebagai dasar pijakan membahas struktur naratif. Hasil penelitian ini dapat memberi sumbangan bagi guru dalam mengembangkan metode naratif dalam pemelajaran. Pertimbangan lainnya adalah melihat bahwa narasi atau pengisahan adalah metode yang sangat baik untuk diterapkan untuk meningkatkan daya imajinasi, kemampuan verbal, dan kepercayaan diri siswa.
LITERARY VOCABULARIES IN INDONESIAN Wijana, I Dewa Putu
Aksara Vol 36, No 2 (2024): AKSARA, EDISI DESEMBER 2024
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v36i2.4390.239-256

Abstract

This article deals with Indonesian literary vocabularies with the attention focus on their categories, morphological forms, semantic fields, language origin, and functions. By exploiting reflective and introspective, and empirical method, the data are collected intuitively  through various genres of song lyric lines. They are further classified in accordance with those four problems. Through careful observation and analysis toward the data collection, the research can reveal that the Indonesian literary vocabularies include various categories. There are vocabularies which have very different and similar forms from their ordinary equivalents yielded from varieties of phonological and morphological processes. The literary vocabularies are taken from various sources, such as Malay, Sanskrit, Old Javanese, and Arabic. They can be simply classified into content and functional words that cover a wide range of semantic fields. In spite of their main use for beautifying the linguistic expressions, their existence can also be exploited for intensifying them, and to keep equal to (scientific) foreign terms.     
MOTIF KARGOISME DALAM CERITA RAKYAT FAKFAK: SEBUAH PENDEKATAN ANTROPOLOGI SASTRA/THE MOTIVATION OF CARGOISM IN FAKFAK'S FOLKLORE: AN APPROACH TO LITERATURE ANTHROPOLOGY Sriyono Sriyono
Aksara Vol 33, No 2 (2021): AKSARA, EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v33i2.602.187-200

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis refleksi kargoisme di dalam cerita rakyat Fakfak melalui pendekatan antropologi sastra. Untuk menganalisis unsur budaya motif kargoisme (kultus kargo) masyarakat Fakfak dalam cerita rakyat, maka peneliti menggunakan metode deskriptif interpretatif dengan memanfaatkan cara-cara penafsiran dan menyajikannya dalam bentuk deskripsi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan catat, kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan antropologi sastra dengan model analisis konten. Analisis konten dilakukan melalui tahap inferensi, analisis, validitas dan reliabilitas. Dari analisis diketahui bahwa motif kargoisme di dalam 6 cerita rakyat Fakfak yang berjudul “Botol Manci”, “Kisah Kaprangit Gewab”, “Sayap Burung Kasuari”, “Perlawanan Para Binatang Buruan””, Perundingan Sekelompok Burung”, dan “Pohon Kayu” terlihat jelas. Temuan ini mengukuhkan pernyataan bahwa setiap ada tindakan represif pasti akan timbul perlawanan. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika sebagian besar cerita yang ada bermotif perlawanan. Kata kunci:motif kargoisme, cerita rakyat Fakfak, antropologi sastra AbstractThe study was intended to describe a cargoism reflection in the folklore of Fakfak through the approach of literary anthropology.To analyze cultural elements of Fakfak cargoism motive (cargo cult) in folklore, descriptive methods of interpretation used to utilize interpretations by presenting them in a description.Data collection is done with interview and recording techniques, and then analyzed using literary anthropology approaches with content analysis models. Analysis shows the cargoism motive in 6 Fakfak folklore called  Botol Manci, Kisah Kaprangit Gewab, Patahnya Sayap Burung Kasuari, Perlawanan Para Binatang Buruan, Perundingan Sekelompok Burung, and Pohon Kayuclearly reflected. These findings confirm the claim that any repressive action will inevitably result in resistance. It is not suprising, therefore, that most stories have ulterior motives. Keywords:cargoism motive, Fakfak folklore, literarture anthropology 

Page 8 of 21 | Total Record : 201