cover
Contact Name
Muhammad Rizky
Contact Email
admin@jurnalpustakacendekia.com
Phone
+6281274887803
Journal Mail Official
admin@jurnalpustakacendekia.com
Editorial Address
Address : Jl. Sei Sahang, N0. 5296, Kec. IB 1, Kel. Lorok Pakjo, Kota Palembang E-Mail : admin@pengabdiancendekia.journalpustakacendekia.com HP/Wa : 081274887803
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Galen: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 30906369     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Focus and Scope Jurnal Galen: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan berfokus pada publikasi penelitian ilmiah dan kajian akademik di bidang farmasi serta kesehatan. Jurnal ini bertujuan untuk memperkaya wawasan ilmiah dan memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta praktik di sektor farmasi dan kesehatan. Ruang lingkup Jurnal Galen mencakup berbagai aspek dalam ilmu farmasi dan kesehatan, antara lain: Farmasi Klinis dan Komunitas – Studi tentang penggunaan obat dalam praktik klinis dan komunitas, termasuk interaksi obat, farmakokinetika, dan farmakoepidemiologi. Farmasi Industri dan Teknologi Farmasi – Pengembangan dan formulasi obat, sistem penghantaran obat, serta inovasi dalam teknologi farmasi. Farmakologi dan Toksikologi – Penelitian mengenai mekanisme kerja obat, efek samping, serta toksisitas pada berbagai sistem biologis. Bioteknologi Farmasi – Pengembangan produk farmasi berbasis bioteknologi, termasuk vaksin, antibodi monoklonal, dan terapi berbasis gen. Manajemen dan Kebijakan Farmasi – Kajian mengenai regulasi, ekonomi farmasi, serta kebijakan dalam sistem kesehatan yang berkaitan dengan obat dan layanan farmasi. Kesehatan Masyarakat dan Epidemiologi – Penelitian terkait kesehatan masyarakat, pola penyakit, serta intervensi farmasi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Obat Herbal dan Fitokimia – Eksplorasi dan pengembangan bahan alam untuk keperluan farmasi, termasuk uji aktivitas farmakologi serta keamanan penggunaan obat herbal. Analisis Farmasi dan Instrumentasi – Metode analisis dalam pengujian kualitas obat, kontrol mutu, serta teknik instrumentasi dalam bidang farmasi. Kedokteran dan Ilmu Kesehatan – Penelitian dan kajian terkait ilmu kedokteran, diagnosis klinis, terapi medis, manajemen pelayanan kesehatan, serta inovasi dalam bidang kedokteran untuk mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan. Ilmu Kesehatan Lainnya – Meliputi bidang terkait seperti kebidanan, keperawatan, fisioterapi, gizi, serta bidang kesehatan lain yang relevan dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan cakupan yang luas ini, Jurnal Galen diharapkan dapat menjadi sumber informasi ilmiah yang kredibel bagi akademisi, peneliti, praktisi, dan profesional di bidang farmasi, kedokteran, serta berbagai disiplin ilmu kesehatan lainnya.
Articles 182 Documents
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Pencegahan HIV/AIDS pada Siswa SMK Negeri 2 Godean Larasita Ludiagustina; Sri Riyana; Warsiti
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.113

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi permasalahan kesehatan global yang serius dengan total kematian mencapai sekitar 42,3 juta jiwa di seluruh dunia. Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2024 tercatat 8.195 kasus HIV dan 2.313 kasus AIDS, dengan jumlah tertinggi masing-masing di Kabupaten Sleman dan Bantul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan HIV/AIDS pada siswa SMK Negeri 2 Godean. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional, melibatkan 73 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling dari populasi 259 siswa. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan perilaku pencegahan HIV/AIDS. Hasil uji Chi-Square (χ² = 37,500; p = 0,000 < 0,05) menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan HIV/AIDS dengan keeratan rendah (r = 0,339). Peneliti merekomendasikan perbaikan serta validasi ulang instrumen perilaku pencegahan dan pendampingan saat pengumpulan data untuk meminimalkan bias jawaban.
Eksplorasi Potensi Senyawa Alam dalam Aktivitas Antikanker Payudara: Pendekatan IN SILICO Saeful Amin; Inggit Suci Listya
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.111

Abstract

Kanker payudara menjadi salah satu penyebab utama kematian pada wanita di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, dengan tingkat prevalensi mencapai sekitar 16,6% dari total kasus kanker baru (Marubeni, 2023). Keterbatasan efektivitas terapi konvensional akibat munculnya resistensi obat, efek samping yang berat, serta biaya pengobatan yang tinggi mendorong perlunya alternatif terapi yang lebih aman, efisien, dan terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi senyawa alami sebagai agen antikanker payudara melalui pendekatan in silico. Metode yang diterapkan berupa studi pustaka dengan analisis deskriptif terhadap hasil penelitian terdahulu yang menggunakan teknik molecular docking, virtual screening, dan prediksi ADMET. Hasil telaah menunjukkan bahwa beberapa senyawa alami seperti Berberine, Fisetin, Ellagic Acid, Kurkumin, Kaempferol, dan Withaferin A memiliki afinitas ikatan yang kuat (−7,0 hingga −13,7 kcal/mol) terhadap protein target kanker payudara, di antaranya EGR, BCL-2, dan PKC-α. Selain itu, simulasi dinamika molekuler mengindikasikan stabilitas kompleks yang baik serta profil farmakokinetik yang mendukung potensi bioaktifnya. Namun, isu bioavailabilitas dan validasi biologis masih menjadi tantangan utama. Secara keseluruhan, pendekatan in silico terbukti mampu mempercepat proses identifikasi kandidat obat antikanker berbasis bahan alam serta menjadi landasan bagi penelitian lanjutan secara in vitro dan in vivo.
Pengaruh Buerger Allen Exercise Terhadap Risiko Neuropati pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Literature Review Dara Prima Dona; Yosi Oktarina; Putri Irwanti Sari; Dini Rudini; Rts Netisa Martawinarti
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.115

Abstract

Pasien dengan Diabetes Mellitus tipe 2 sering mengalami tanda tanda terjadinya resiko neuropati dan turunnya sensitivitas.  Kondisi ini sering dipicu oleh kurangnya aktivitas fisik serta kontrol glukosa yang kurang memadai. Untuk mencegah penurunan perfusi perifer ini, latihan gerak sendi seperti Buerger Allen Exercise dapat diterapkan. Latihan tersebut bertujuan meningkatkan aliran darah ke tungkai bawah sehingga menurunkan resiko neuropati. Tujuan penelitian: penelitian ini disusun untuk mengevaluasi pengaruh pelaksanaan Buerger Allen Exercise terhadap penurunan risiko neuropati pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 berdasarkan tinjauan jurnal ilmiah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menganalisis sepuluh artikel ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2020–2025 melalui PubMed, Google Scholar, Garuda, Scopus dan ResearchGate, menggunakan kerangka PICOS untuk menetapkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Temuan dari sepuluh jurnal menunjukkan bahwa Buerger Allen Exercise memiliki pengaruh signifikan terhadap risiko neuropati. Kesimpulan: Buerger Allen Exercise merupakan intervensi yang efektif untuk menurunkan risiko neuropati tungkai bawah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2.
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Beriang (Ploiarium elegans korth ) Secara In Vivo sebagai Antidiabetes pada Mencit Putih Jantan (Mus Musculus) Rina Yunita; Delladari Mayefis; Aprilya Sri Rachmayanti
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.116

Abstract

Diabetes melitus merupakan suatu keadaan dimana gula darah dalam keadaan tinggi atau diatas normal dan perlahan namun pasti akan merusak jaringan dalam tubuh jika tidak ditangani secara tepat. Salah satu tumbuhan yang berpotensi untuk pengobatan tradisional sebagai antidiabetes adalah Beriang (Ploiarium elegans korth). Senyawa yang terkandung dalam daun beriang adalah alkaloid, flavonoid, tannin, saponin dan triterpenoid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun Beriang (Ploiarium elegans korth) dalam menurunkan kadar glukosa darah pada mencit putih jantan (Mus musculus). Metode yang digunakan dalam pengujian aktivitas antidiabetes ialah tes toleransi glukosa dengan mengamati aktivitas penurunan kadar glukosa pada mencit putih Jantan (Mus musculus) dengan dosis 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, dan 300 mg/kg BB yang di induksi aloksan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa daun Beriang memiliki aktivitas menurunkan kadar glukosa darah pada mencit hiperglikemia dengan rata-rata persentase dosis ekstrak daun Beriang 100 mg/kgBB yaitu 30,18%, 200 mg/kgBB yaitu 35,32%, dan 300 mg/kgBB yaitu 54,57%. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa pemberian ekstrak etanol daun beriang dapat menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan yang ditunjukkan oleh hewan uji mencit.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kejang Demam pada Balita DI RSU Kabupaten Tangerang Ratna Irdiastuti; Herry Susanto
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.117

Abstract

Kejang demam merupakan gangguan neurologis tersering pada balita yang disebabkan oleh banyak faktor dan menimbulkan kecemasan tinggi bagi orang tua. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kejang demam pada balita di RSU Kabupaten Tangerang. Desain penelitian cross-sectional analitik dengan 34 responden orang tua balita kejang demam. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tervalidasi dan dianalisis dengan uji chi-square dan regresi logistik biner. Analisis bivariat menunjukkan pengetahuan berhubungan signifikan dengan kejadian kejang demam (p=0,012; OR=8,50). Analisis multivariat mengidentifikasi pengetahuan sebagai faktor dominan (β=3,426; p=0,040; OR=30,767; R²=0,458). Mayoritas responden memiliki pengetahuan kurang (64,7%) dan sikap negatif (55,9%). Kejang demam sederhana mendominasi (67,6%), terjadi pada usia 12-24 bulan (58,8%) dengan jenis kelamin laki-laki (55,9%). Pengetahuan orang tua merupakan faktor dominan kejadian kejang demam. Diperlukan program edukasi terstruktur untuk meningkatkan literasi kesehatan orang tua tentang penanganan kejang demam.
Hubungan Resiliensi dengan Kualitas Hidup pada Pasien Kanker Payudara di Poli Bedah RSUD Raden Mattaher Jambi Rut Berta Aprilla Utami Br Purba; Yosi Oktarina; Lisa Anita Sari
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.118

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan di Indonesia dan berdampak besar terhadap aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual penderita. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup pasien, terutama ketika menghadapi stres dan ketidakpastian pengobatan. Resiliensi menjadi faktor penting dalam membantu pasien beradaptasi dan mempertahankan kesejahteraan psikologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dengan kualitas hidup pada pasien kanker payudara. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah pasien kanker payudara di Poli Bedah RSUD Raden Mattaher Jambi, dengan sampel sebanyak 131 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan Resilience Scale (RS-14) (α = 0,86) dan WHOQOL-BREF (α = 0,98). Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman Rank.  Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat resiliensi sedang (54,2%) dan kualitas hidup sangat baik (43,5%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai korelasi (r) = 0,753 dengan p-value = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara resiliensi dan kualitas hidup pasien kanker payudara. Kesimpulan: Terdapat hubungan positif dan signifikan antara resiliensi dan kualitas hidup pada pasien kanker payudara. Semakin tinggi tingkat resiliensi, semakin baik kualitas hidup pasien. Temuan ini menegaskan pentingnya peran perawat dalam meningkatkan resiliensi melalui edukasi koping adaptif, dukungan psikososial, dan penguatan spiritual sebagai bagian dari asuhan keperawatan holistik.
Hubungan Pengelolaan Higiene Sanitasi Makanan dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Posyandu Balong Lor Kelurahan Potorono Sulistiani; Triani Rahmadewi; Kustiningsih
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.122

Abstract

Diare merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di Indonesia. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kejadian diare adalah rendahnya penerapan higiene dan sanitasi makanan di tingkat rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengelolaan higiene sanitasi makanan dengan kejadian diare pada balita di Posyandu Balong Lor, Kelurahan Potorono. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 45 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengelolaan higiene sanitasi makanan yang buruk (60%), dan sebagian besar balita mengalami diare dalam enam bulan terakhir (62,2%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengelolaan higiene sanitasi makanan dengan kejadian diare pada balita (p = 0,045, p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa semakin baik pengelolaan higiene sanitasi makanan, maka semakin rendah risiko balita mengalami diare.
Efektivitas Intervensi Terapeutik Non-farmakologis (Terapi Musik dan Distraksi) terhadap Kecemasan Intraoperatif pada Pasien Operasi Caesar dengan Anestesi Regional: Tinjauan Literatur Muflizar Utamadiasna Putra; Farros Mirsa Setya Kalimasadda; M Refco Refliyani Hakim; Yolanda Puspita Loka; Ratih Kusuma Dewi
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.123

Abstract

Pasien yang menjalani operasi Caesar (SC) dengan anestesi regional sering mengalami kecemasan, yang dapat memperburuk respons fisiologis dan meningkatkan persepsi nyeri. Karena intervensi farmakologis memiliki risiko terhadap janin atau bayi, scoping review ini meninjau bukti terbaru (2020–2025) mengenai efektivitas intervensi non-farmakologis, terutama terapi musik dan distraksi. Literatur yang dianalisis mencakup RCT dan Systematic Review. Hasil menunjukkan bahwa terapi musik secara konsisten menurunkan kecemasan intraoperatif maupun pascaoperasi dini, diukur menggunakan VAS-A dan STAI-SA. Musik pilihan pasien (patient-selected) terbukti paling efektif karena memberikan rasa kontrol, meningkatkan suasana hati, serta mengurangi kebutuhan obat bius tambahan seperti fentanyl atau midazolam. Beberapa studi juga menemukan penurunan skor PCS (Pain Catastrophizing Scale). Namun, efek terapi musik terhadap nyeri akut pascaoperasi masih belum konsisten, kemungkinan karena pengaruh residu anestesi spinal. Secara keseluruhan, terapi musik merupakan intervensi non-farmakologis yang aman, disukai pasien, dan efektif dalam mengurangi kecemasan dan faktor psikologis yang berkontribusi pada persepsi nyeri pada pasien SC dengan anestesi regional.
Senyawa Aktif Kumis Kucing (Orthosiphon stamineus Benth.) : Tinjauan Farmakologi sebagai Agen Diuretik dan Antidiabetes Saeful Amin; Hasny Dwi Rahman
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2025): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v1i2.98

Abstract

Kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth.) telah lama digunakan dalam praktik pengobatan tradisional untuk gangguan ginjal dan gangguan metabolik. Artikel ini menyajikan tinjauan literatur sistematis terhadap bukti farmakologi senyawa aktif kumis kucing sebagai agen diuretik dan antidiabetik, dengan studi kepustakaan berupa penelusuran pada Google Scholar dan PubMed rentang tahun 2020–2025. Sintesis dari sembilan studi menunjukkan bahwa ekstrak dan fraksi kumis kucing kaya akan flavonoid (sinensetin, luteolin, eupatorin) serta asam fenolat (asam litospermat) yang berperan dalam peningkatan diuresis dan natriuresis pada uji hewan, penghambatan enzim α-glukosidase, hingga modulasi jalur insulin (PTP1B, GLUT4). Studi in silico mendukung adanya interaksi multi-target antara senyawa tersebut dan protein target baik di ginjal maupun pada jalur metabolik glukosa. Aktivitas antioksidan dan antiinflamasi senyawa kumis kucing memperkuat efek protektif pada ginjal dan pankreas. Hasil pada praklinis konsisten dan menjanjikan, heterogenitas metode ekstraksi, keterbatasan standardisasi, serta minimnya bukti klinis pada manusia masih membatasi penerapan klinis. Disarankan langkah lanjutan berupa standardisasi fitokimia, studi farmakokinetik/toxikologi, dan uji klinis terkontrol untuk mengonfirmasi keamanan dan efektivitas fitofarmaka berbasis O. stamineus.
Peran Kimia Medisinal dalam Penemuan Obat Baru untuk Mengatasi Resistensi Antibiotik Saeful Amin; Anwar, Reza Jakaria
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.99

Abstract

Resistensi antibiotik merupakan salah satu ancaman kesehatan global yang semakin meningkat akibat penggunaan antibiotik yang tidak tepat, baik pada manusia maupun hewan. Kondisi ini menurunkan efektivitas terapi penyakit infeksi dan berpotensi menimbulkan krisis kesehatan di masa depan. Oleh karena itu, penemuan antibiotik baru dengan pendekatan modern menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kimia medisinal dalam penemuan obat baru yang mampu mengatasi resistensi antibiotik melalui integrasi metode in vitro dan in silico. Metode penelitian dilakukan dengan studi literatur menggunakan database Google Scholar dan ScienceDirect tahun 2020–2025 dengan kata kunci “resistensi antibiotik”, “antimikroba”, dan “kimia medisinal”. Dari hasil telaah, diperoleh berbagai studi yang menunjukkan efektivitas pendekatan kombinasi, antara lain uji aktivitas antibakteri senyawa alami dan sintetik, farmakokinetik, serta pemodelan komputasi seperti QSAR, molecular docking, dan algoritma berbasis AI. Hasilnya, beberapa senyawa potensial ditemukan, seperti NG1 dan DN1 hasil desain AI, seftarolin fosamil yang aktif terhadap MRSA, senyawa endofit maupun laut dengan aktivitas antibakteri signifikan, serta flavonoid modifikasi dengan afinitas tinggi terhadap target enzim. Kesimpulannya, integrasi pendekatan in vitro dan in silico terbukti efektif mempercepat penemuan antibiotik baru, menekan biaya penelitian, serta membuka peluang besar dalam menghadirkan terapi inovatif untuk menghadapi krisis resistensi antibiotik.

Page 8 of 19 | Total Record : 182