cover
Contact Name
Muhammad Rizky
Contact Email
admin@jurnalpustakacendekia.com
Phone
+6281274887803
Journal Mail Official
admin@jurnalpustakacendekia.com
Editorial Address
Address : Jl. Sei Sahang, N0. 5296, Kec. IB 1, Kel. Lorok Pakjo, Kota Palembang E-Mail : admin@pengabdiancendekia.journalpustakacendekia.com HP/Wa : 081274887803
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Galen: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 30906369     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Focus and Scope Jurnal Galen: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan berfokus pada publikasi penelitian ilmiah dan kajian akademik di bidang farmasi serta kesehatan. Jurnal ini bertujuan untuk memperkaya wawasan ilmiah dan memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta praktik di sektor farmasi dan kesehatan. Ruang lingkup Jurnal Galen mencakup berbagai aspek dalam ilmu farmasi dan kesehatan, antara lain: Farmasi Klinis dan Komunitas – Studi tentang penggunaan obat dalam praktik klinis dan komunitas, termasuk interaksi obat, farmakokinetika, dan farmakoepidemiologi. Farmasi Industri dan Teknologi Farmasi – Pengembangan dan formulasi obat, sistem penghantaran obat, serta inovasi dalam teknologi farmasi. Farmakologi dan Toksikologi – Penelitian mengenai mekanisme kerja obat, efek samping, serta toksisitas pada berbagai sistem biologis. Bioteknologi Farmasi – Pengembangan produk farmasi berbasis bioteknologi, termasuk vaksin, antibodi monoklonal, dan terapi berbasis gen. Manajemen dan Kebijakan Farmasi – Kajian mengenai regulasi, ekonomi farmasi, serta kebijakan dalam sistem kesehatan yang berkaitan dengan obat dan layanan farmasi. Kesehatan Masyarakat dan Epidemiologi – Penelitian terkait kesehatan masyarakat, pola penyakit, serta intervensi farmasi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Obat Herbal dan Fitokimia – Eksplorasi dan pengembangan bahan alam untuk keperluan farmasi, termasuk uji aktivitas farmakologi serta keamanan penggunaan obat herbal. Analisis Farmasi dan Instrumentasi – Metode analisis dalam pengujian kualitas obat, kontrol mutu, serta teknik instrumentasi dalam bidang farmasi. Kedokteran dan Ilmu Kesehatan – Penelitian dan kajian terkait ilmu kedokteran, diagnosis klinis, terapi medis, manajemen pelayanan kesehatan, serta inovasi dalam bidang kedokteran untuk mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan. Ilmu Kesehatan Lainnya – Meliputi bidang terkait seperti kebidanan, keperawatan, fisioterapi, gizi, serta bidang kesehatan lain yang relevan dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan cakupan yang luas ini, Jurnal Galen diharapkan dapat menjadi sumber informasi ilmiah yang kredibel bagi akademisi, peneliti, praktisi, dan profesional di bidang farmasi, kedokteran, serta berbagai disiplin ilmu kesehatan lainnya.
Articles 78 Documents
Hubungan antara Budaya Keselamatan Pasien dengan Insiden Keselamatan Pasien di Pelayanan Rawat Inap RSUD Dr. Moewardi Surakarta Nur Kasanah; Devi Pramita Sari; Puguh Ika Listyorini
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2025): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v1i2.39

Abstract

Budaya keselamatan pasien menjadi fondasi utama dalam mencegah insiden yang dapat dicegah, seperti KNC, KTC, hingga KTD. Laporan keselamatan pasien RSUD Dr. Moewardi Tahun 2023, jumlah IKP pada semester I berdasarkan jenisnya tercatat sebanyak 9 KNC, 4 KPC, 2 KTC, 4 KTD dan 0 sentinel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara budaya keselamatan pasien dengan insiden keselamatan pasien di pelayanan rawat inap RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 121 perawat sebagai responden melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner budaya keselamatan pasien dan kuesioner insiden keselamatan pasien kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil analisis univariat menunjukkan budaya keselamatan tergolong baik (98,3%), namun lemah pada dimensi pembelajaran organisasi (38%) dan pelaporan insiden (42,1%). Tingkat insiden keselamatan pasien tergolong rendah (97,5%). Tingkat insiden keselamatan pasien tergolong rendah. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara budaya keselamatan pasien dengan insiden keselamatan pasien di pelayanan rawat inap RSUD Dr. Moewardi Surakarta dengan nilai signifikan 0,001 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,368 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif berkekuatan lemah antara kedua variabel. Kesimpulannya, terdapat hubungan antara budaya keselamatan pasien dengan insiden keselamatan pasien di pelayanan rawat inap RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Rumah sakit disarankan memperkuat sistem pelaporan yang non-punitif, pelatihan rutin, keterlibatan manajemen, dan kolaborasi lintas unit guna meningkatkan budaya keselamatan dan mutu pelayanan.
Hubungan Antara Program Pemasaran Dengan Kepuasan Pasien di Pelayanan Obsgyn Rumah Sakit X Kota Surakarta Asrofiyatul Kamila; Hesty Latifa Noor; Agus Trijono
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2025): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v1i2.44

Abstract

Di era persaingan industri kesehatan yang semakin kompetitif, rumah sakit dituntut untuk tidak hanya memberikan pelayanan yang berkualitas, tetapi juga meningkatkan kepuasan pasien. Kepuasan pasien menjadi bagian penting dalam keberlangsungan rumah sakit, membentuk loyalitas, serta membangun citra positif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan rumah sakit dalam mencakup hal tersebut adalah melalui program pemasaran yang efektif, terstruktur, dan berkesinambungan. Pengambilan objek penelitian didasari dari data jumlah pasien dengan pembayaran mandiri tertinggi adalah pasien obsgyn. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara program pemasaran dengan kepuasan pasien di Pelayanan Obsgyn Rumah Sakit X Kota Surakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil sebanyak 94 responden dari total populasi 1.479, dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala likert. Analisis data menggunakan analisa bivariat dan univariat dengan uji regresi linier sederhana dan uji t. Hasil penelitian menunjukan bahwa program pemasaran yang diterapkan oleh rumah sakit x kota surakarta terdiri dari kegiatan promosi dengan menggunakan media sosial, penggunaan radio, kerja sama dengan komunitas, pemberian diskon maupun penawaran yang menarik, menghubungi ulang pasien yang melakukan pemeriksaan sebagai bentuk rasa peduli dan pemantauan kesehatan. Berdasarkan hasil uji regresi linier sederhana diperoleh nilai signifikasi < 0,05 yang menunjukan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara program pemasaran dengan kepuasan pasien. Berdasarkan hasil uji t yang dilakukan didapatkan hasil bahwa nilai t hitung lebih besar dari t tabel sehingga hipotesis yang digunakan peneliti dapat diterima. Penggunaan media sosial yang sedang tren dan fokus pada pelayanan yang bersifat personal dan emosional disarankan untuk menciptakan pengalaman pasien yang memuaskan dan berkesan.
Implementasi Program Hygiene dan Sanitasi dalam Upaya Penurunan Penyakit Infeksi pada Balita untuk Penurunan Prevalensi Stunting di Puskesmas Tirto 2 Kabupaten Pekalongan Safa Lahalisi; Yuniarti; Dewi Nugraheni RM; Teguh Irawan
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2025): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v1i2.46

Abstract

Stunting is a public health issue influenced by various factors, including hygiene and environmental sanitation conditions. This study aims to analyze the implementation of hygiene and sanitation programs in efforts to reduce infectious diseases in toddlers as a strategic measure to lower the prevalence of stunting in the working area of Tirto 2 Health Center, Pekalongan Regency. This research employed a qualitative approach with a descriptive narrative method, involving in- depth interviews, observations, and documentation with key informants such as health workers, health cadres, community leaders, and mothers of toddlers. The results show that the implementation of hygiene and sanitation programs, including Community-Based Total Sanitation (STBM) and the provision of proper latrines, has been carried out but faces obstacles such as limited funding, low public awareness, poor hygiene habits, and geographic challenges such as tidal flooding. Factors influencing successful implementation include effective communication, availability of resources, policy implementers’ disposition, and bureaucratic structure. The conclusion emphasizes the need for intersectoral approaches and strengthened community participation in sanitation programs to sustainably reduce the rates of infectious diseases and stunting.
Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Elemen 6 : Keamanan Bekerja Berdasarkan SMK3 pada PT X Ilove Rahmatul Karimah; Yuniarti; Vita Nur Latif; Dewi Nugraheni
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2025): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v1i2.47

Abstract

Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan upaya penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, efisien, dan produktif, terutama di sektor konstruksi yang memiliki risiko kerja tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan SMK3 pada elemen 6.1, yaitu Keamanan Bekerja Sub Elemen Sistem Kerja di PT X berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 8 kriteria yang dievaluasi pada sub elemen sistem kerja, sebanyak 7 kriteria telah diterapkan dengan baik oleh perusahaan, seperti adanya identifikasi bahaya, SOP kerja aman, sistem izin kerja, dan penggunaan APD. Namun, satu kriteria belum terpenuhi secara optimal, yaitu kurangnya evaluasi berkala terhadap efektivitas pengendalian risiko yang terdokumentasi. Faktor penghambat penerapan SMK3 antara lain keterbatasan struktur P2K3 formal di tingkat proyek, serta dokumentasi evaluasi yang belum sistematis. Penelitian ini merekomendasikan perlunya perbaikan dokumentasi dan penguatan struktur pengawasan agar penerapan SMK3 dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Potensi Senyawa Likopen Sebagai Agen Antikanker I Dewa Ayu Nyoman Trisna Supiana Wati
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2025): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v1i2.40

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia dan menjadi tantangan besar dalam bidang kesehatan global. Seiring dengan berkembangnya pendekatan pengobatan berbasis alami, likopen senyawa karotenoid non-provitamin A yang banyak ditemukan pada tomat dan buah-buahan merah menjadi perhatian karena aktivitas biologisnya yang luas. Artikel ini bertujuan untuk meninjau potensi likopen sebagai agen antikanker berdasarkan literatur ilmiah terkini. Kajian dilakukan melalui penelusuran sistematis terhadap berbagai studi in vitro, in vivo, dan klinis yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2020 hingga 2025. Hasil telaah menunjukkan bahwa likopen memiliki mekanisme kerja multipel, termasuk aktivitas antioksidan, antiproliferatif, pro-apoptotik, antiangiogenik, serta penghambatan metastasis. Senyawa ini memodulasi berbagai jalur pensinyalan seluler seperti PI3K/Akt/mTOR, MAPK, dan NF-κB, serta meningkatkan ekspresi protein pro-apoptotik seperti Bax dan caspase-3. Walaupun demikian, keterbatasan bioavailabilitas menjadi tantangan utama dalam aplikasi klinis likopen. Oleh karena itu, pengembangan formulasi dan penelitian lanjutan sangat diperlukan guna mengoptimalkan potensi terapeutiknya sebagai agen kemopreventif alami.
Antibacterial Activity of Abelmoschus manihot L. Leaf Extract Ointment Against Pseudomonas aeruginosa Fani Lolyta Br Sihotang; Nerly Juli Pranita Simanjuntak; Razoki
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2025): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v1i2.42

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder characterized by hyperglycemia resulting from insulin resistance or deficiency. One of its severe complications is diabetic foot ulcers, which are prone to infection, especially by Pseudomonas aeruginosa—a Gram-negative opportunistic bacterium capable of forming biofilms and highly resistant to common antibiotics. This resistance complicates wound healing and increases the risk of amputation, emphasizing the need for alternative treatments. Abelmoschus manihot L. (Gedi leaves) contains bioactive compounds such as flavonoids, tannins, and phenolics, which are believed to possess antibacterial properties. This study aims to evaluate the potential of ethanolic Gedi leaf extract as an active ingredient in antibacterial ointment formulations. Ethanolic extracts were prepared and formulated into ointments at concentrations of 2%, 4%, 6%, and 8%. The formulations were tested for physical properties (pH, spreadability, organoleptic characteristics) and antibacterial activity against P. aeruginosa using the disk diffusion method. Results showed that the ointments had a uniform semi-solid texture, a characteristic herbal aroma, green color, and pH values ranging from 6.3 to 6.7—suitable for topical application. Spreadability ranged between 4.1 cm and 5.3 cm. The inhibition zones for the 2%, 4%, 6%, and 8% formulations were 6.67 mm, 8.00 mm, and 10.67 mm, respectively. No inhibition was observed with the negative control (DMSO), while the positive control (Bioplacenton) showed a 15.00 mm zone. In conclusion, Gedi leaf extract ointment demonstrated effective antibacterial activity against P. aeruginosa, with consistent physical properties across all concentrations. These findings suggest its potential as a natural topical therapy for treating bacterial infections in diabetic foot ulcers.
Hubungan Beban Kerja dengan Kinerja Karyawan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Panti Waluyo Yakkum Surakarta Rahma Nur Mafaazaa; Agus Trijono; Devi Pramita Sari
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2025): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v1i2.45

Abstract

Pelayanan kefarmasian adalah bagian vital dalam sistem kesehatan rumah sakit, di mana kinerja tenaga farmasi memengaruhi mutu terapi dan keselamatan pasien. Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Panti Waluyo YAKKUM Surakarta, tercatat 106.435 kunjungan rawat jalan dan 379.299 resep dari Januari–November 2024, menunjukkan beban kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara beban kerja dan kinerja karyawan dengan pendekatan kuantitatif dan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 36 tenaga farmasi dipilih menggunakan total sampling. Instrumen berupa kuesioner valid dan reliabel (Cronbach’s Alpha > 0,8) digunakan untuk pengumpulan data. Hasil menunjukkan 88,9% responden mengalami beban kerja tinggi, sedangkan 94% menunjukkan kinerja baik. Uji korelasi Rank Spearman menghasilkan koefisien 0,225 dengan p-value 0,187 (p > 0,05), menandakan tidak ada hubungan signifikan antara beban kerja dan kinerja. Kesimpulannya, meski beban kerja tinggi, kinerja tenaga farmasi tetap optimal. Temuan ini menegaskan pentingnya faktor lain seperti dukungan sistem kerja, motivasi, dan pengalaman dalam mempertahankan kinerja di tengah tuntutan pekerjaan yang tinggi.
Hubungan Faktor Fisik Lingkungan dengan Keluhan Sick Building Syndrome (SBS) pada Pekerja Blowing dan Carding di PT X Salwa Azzahra; Ristiawati; Dewi Nugraheni RM; Choirul Anwar
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2025): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v1i2.38

Abstract

Sick Building Syndrome (SBS) merupakan kumpulan gejala yang dialami pekerja akibat paparan lingkungan kerja yang kurang sehat seperti suhu, kelembaban, dan ventilasi yang tidak ideal. Area blowing dan carding di PT. Deta Dunia Tekstil IV diduga memiliki risiko terhadap keluhan SBS akibat paparan debu tekstil dan kondisi lingkungan yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor fisik lingkungan (Suhu, kelembaban, dan ventilasi) dengan keluhan Sick Building Syndrome (SBS) pada pekerja blowing dan carding di PT. Deta Dunia Tekstil IV. Penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Total sampling 56 pekerja di bagian blowing dan carding. Data dikumpulkan melalui kuisioner terkait keluhan SBS dan pengukuran langsung faktor fisik lingkungan kerja. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan keluhan SBS yang paling banyak dialami pekerja adalah kulit gatal (71,4%), kelelahan/letih (58,9%), dan nyeri otot (53,6%). Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara suhu (p value = 0,015), kelembaban (p value = 0,010) dengan keluhan SBS pada pekerja blowing dan carding di PT. Deta Dunia Tekstil IV. Selain itu, ventilasi alami yang kurang dari 15% dari luas lantai terbukti berhubungan dengan meningkatnya keluhan SBS.
Hubungan Beban Kerja Fisik dan Stres Kerja terhadap Hipertensi pada Pekerja Bagian Pengepakan PT X Nadia Qotrunnada; Adriana Priharwanti; Suwondo; Ristiawati
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2025): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v1i2.43

Abstract

Hipertensi (tekanan darah tinggi) menurut WHO adalah ketika tekanan dalam pembuluh darah terlalu tinggi (140/90 mmHg atau lebih tinggi). Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi yaitu faktor tidak dapat ubah, faktor pekerjaan dan faktor yang dapat diubah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara beban kerja fisik dan stres kerja terhadap hipertenti pada pekerja bagian pengepakan PT X. Metode penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional, menggunakan oximeter dan kuesioner DASS-21. Populasi penelitian meliputi seluruh pekerja bagian pengepakan, dengan sampel sebanyak 51 orang melalui teknik total sampling. Hasil Penelitian Tidak terdapat hubungan signifikan antara beban kerja fisik dan hipertensi (p = 0,425 > 0,05). Terdapat hubungan signifikan antara stres kerja dan hipertensi (p = 0,036 < 0,05) CC = 0,379. Terdapat hubungan beban kerja fisik dan stres kerja (p = 0,000) CC = 0,556. Kesimpulan Tidak ada hubungan antara beban kerja fisik dan hipertensi, tetapi ada hubungan antara stres kerja dan hipertensi, serta antara beban kerja fisik dan stres kerja pada pekerja bagian pengepakan PT X.  
Hubungan Dukungan Pasangan terhadap Perilaku Perawatan Kaki pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Sisma Medika Karanggede Boyolali Jupika Harlinda; Atiek Muharyati; Saelan
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2025): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v1i2.51

Abstract

Diabetes melitus adalah penyakit kronis dengan kadar gula darah tinggi yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti ulkus kaki diabetik,beresiko infeksi dan amputasi jika tidak dirawat dengan baik. Prevalensi diabetes di Indonesia terus meningkat.Perawatan kaki yang tepat penting untuk mencegah komplikasi, banyak penderita yang kurang melakukan perawatan ini.Tujuan Peneliti untuk mengetahui hubungan dukungan pasangan terhadap perilaku perawatan kaki pada pasien DM tipe 2. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 87 pasien DM diambil dengan teknik purposive sampling, menggunakan instrument berupa kuesioner dukungan pasangan dan kuesioner perawata kaki. Data yang didapat kemudian dianalisis menggunakan descriptive statistic. Hasil penelitian didapatkan Dukungan Pasangan baik 62 responden dan kurang 8 responden. Menunjukan hasil p value atau sig (2-tailed) yaitu 0,000 atau p value <0,05 sehingga kedua variabel yang telah dilakukan penelitian memiliki hubungan antara keduanya. Nilai r = 0,990. Penelitian menunjukan bahwa dukungan pasangan pasien DM yang menjalani rawat jalan di RS Sisma Medika Karanggede Boyolali mempengaruhi keadaan kognitif, fisik, emosioanl, dan sosial. Terdapat hubungan positif yang artinya semakin baik dukungan pasangan, maka semakin baik perawatan kaki yang dianjurkan pada pasien DM. Saran bagi peneliti selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan referensi untuk mengembangkan penelitian ini seperti memberikan intervensi.