cover
Contact Name
Dedi Sufriadi
Contact Email
dedisufriadi@gmail.com
Phone
+6285260082672
Journal Mail Official
jurnal@indopublishing.or.id
Editorial Address
Jln. Malahayati KM. 9 No. 14 Desa Kajhu Kabupaten Aceh Besar, Indonesia 23373
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya
Published by Indo Publishing
ISSN : 3090644X     EISSN : 30906431     DOI : https://doi.org/10.63822/sujud
Sujud dimaknai sebagai tindakan menundukkan diri dengan meletakkan dahi ke tanah sebagai bentuk penghormatan, kepatuhan, atau kerendahan hati kepada Yang Maha Esa. Sujud menjadi simbol spiritualitas, kesetaraan sosial, dan nilai budaya yang luhur, menyatukan aspek religius dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari. Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya, berfokus ada scope agama, sosial dan budaya berkaitan dengan isu-isu keislaman dan isu-isu sosial seperti kajian Alquran dan Hadits, Filsafat Islam, Pendidikan, Sosial, Kearifan Lokal, Politik, Ekonomi, Antropologi, Urbanisme, Multikulturalisme, dan lain-lain. Semua artikel yang diserahkan pada jurnal ini harus ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris yang baik dan benar
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026" : 13 Documents clear
Citra Perempuan dalam Novel Imra’ah ‘Inda Nuqtat As-Sifr Karya Nawal El Sadaawi dan Perempuan Berkalung Sorban Karya Abidah El Khalieqy : Kajian Sastra Bandingan Anggraini, Sofiatunnisa
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/932fgd81

Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji citra perempuan dalam novel Imra’ah ‘inda Nuqtat as-Sifr karya Nawal El Saadawi dan Perempuan Berkalung Sorban karya Abidah El Khalieqy melalui pendekatan sastra bandingan dengan perspektif feminisme eksistensial Simone de Beauvoir. Fokus penelitian ini adalah mengungkap bentuk penindasan yang dialami tokoh perempuan serta strategi perlawanan yang direpresentasikan dalam kedua novel tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis teks terhadap unsur naratif yang merepresentasikan citra perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua novel sama-sama merepresentasikan perempuan sebagai subjek yang mengalami penindasan sistemik akibat struktur patriarki, meskipun dalam konteks sosial budaya yang berbeda. Dalam Imra’ah ‘inda Nuqtat as-Sifr, citra perempuan ditampilkan melalui tokoh Firdaus yang mengalami penindasan berlapis dan memilih perlawanan radikal sebagai bentuk penegasan eksistensial. Sementara itu, Perempuan Berkalung Sorban merepresentasikan citra perempuan yang mengalami subordinasi dalam budaya patriarki religius, dengan strategi perlawanan yang bersifat gradual melalui pendidikan dan kesadaran intelektual. Perbedaan bentuk penindasan dan perlawanan tersebut menunjukkan bahwa konteks sosial budaya memengaruhi konstruksi citra perempuan dalam karya sastra. Penelitian ini menyimpulkan bahwa feminisme eksistensial relevan digunakan untuk menganalisis representasi perempuan dalam sastra lintas budaya. Kajian ini diharapkan dapat memperkaya kajian sastra bandingan dan memberikan kontribusi terhadap pemahaman kritis mengenai isu ketidakadilan gender dalam sastra Arab dan Indonesia.  
Relevansi Epistemologi Nubuwwah dalam Paradigma Kesehatan Holistik: Kritik Terhadap Reduksionisme Sains Modern Nursafira, Rahma Nadia; Ningsih S, Sri Naharindah; Rahmawati, Mia; Al Maududi, Abul A'la
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/7x2s7921

Abstract

Paradigma kesehatan modern seringkali terjebak pada reduksionisme biomedis yang memandang manusia semata-mata sebagai entitas biologis, menepikan dimensi spiritual yang justru fundamental. Dalam konteks ini, konsep kenabian (nubuwwah) kerap dianggap tidak relevan dengan sains kesehatan berbasis bukti (evidence-based). Penelitian ini bertujuan menantang pandangan tersebut dengan menganalisis peran epistemologi nubuwwah sebagai fondasi bagi kesehatan mental dan spiritual (spiritual well-being) yang merupakan bagian integral dari definisi kesehatan menurut WHO. Melalui studi literatur kritis, artikel ini menunjukkan bahwa: (1) Keterbatasan akal dan sains empiris menyisakan "ruang kosong" dalam pemaknaan penderitaan dan kematian, yang hanya bisa dijawab oleh wahyu; (2) Integrasi nilai-nilai nubuwwah menawarkan mekanisme koping (coping mechanism) yang efektif dalam menghadapi krisis kesehatan mental; dan (3) Distingsi tegas antara wahyu yang objektif dengan intuisi subjektif sangat krusial untuk mencegah praktik pengobatan pseudo-spiritual. Kesimpulan studi ini menegaskan bahwa nubuwwah bukan antitesis sains, melainkan elemen komplementer vital untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang utuh.
Kepemimpinan dalam Perspektif Islam: Telaah Konseptual Musyawarah, Khilafah, dan Kepemimpinan Non-Muslim Al Maududi, Abul A’la; Alifah, Nisrina; Haifa, Adinda; Fitriani, Annisa Rizki
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/19kf5g47

Abstract

Masalah merupakan dinamika yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia, sehingga diperlukan mekanisme efektif untuk menyelesaikannya. Dalam perspektif Islam, musyawarah merupakan fondasi ajaran yang dipraktikkan secara konsisten oleh Rasulullah SAW sebagai sarana mencapai kemaslahatan umat, bahkan melibatkan non-Muslim. Artikel ini membahas perbandingan antara konsep musyawarah dan demokrasi. Secara etimologis dan konseptual, musyawarah berarti mengeluarkan pendapat yang bermanfaat, sedangkan demokrasi menempatkan kedaulatan di tangan rakyat. Selain itu, tulisan ini mengkaji konsep khilafah sebagai sistem kepemimpinan Islam yang bertujuan mengatur urusan dunia dan akhirat, serta meninjau fase-fase sejarahnya. Tujuan kepemimpinan Islam adalah meneruskan misi kenabian dan menegakkan keadilan, dengan pemimpin ideal memiliki karakter Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fatonah. Analisis terhadap Perjanjian Hudaibiyah juga disertakan sebagai contoh konkret keteladanan kepemimpinan Nabi yang mengedepankan diplomasi dan visi jangka panjang dibandingkan keuntungan sesaat.
Sains Al-Qur’an: Memadukan Qur’anisasi Sains dan Saintifikasi Al-Qur’an Alviana, Alviana; Prasasti Dauliya; Nurul Mubin
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/aq0nvk95

Abstract

Pembahasan tentang Sains Al-Qur’an biasanya mengarah pada dua pendekatan utama yakni:  Pertama, Qur’anisasi sains, yaitu usaha memberi arah pada pengembangan sains agar tidak lepas dari nilai tauhid dan etika yang bersumber dari Al-Qur’an. Kedua, saintifikasi Al-Qur’an, yakni upaya memahami ayat-ayat kauniyah dengan bantuan temuan sains modern, sehingga pesan Al-Qur’an dapat dipahami secara lebih luas dan kontekstual. Tulisan ini menegaskan bahwa kedua pendekatan tersebut tidak perlu diposisikan secara berlawanan. Sebaliknya, keduanya dapat saling melengkapi. Sains membutuhkan nilai dan tujuan agar tidak berkembang secara netral dan bebas arah, sementara kajian Al-Qur’an membutuhkan kehati-hatian metodologis agar tidak terjebak pada sekadar mencocokkan ayat dengan teori sains yang bisa berubah. Melalui kajian pustaka, artikel ini membahas konsep dasar Sains Al-Qur’an, mengulas beberapa tantangan metodologis, serta menawarkan gagasan pemaduan yang lebih seimbang dan relevan, khususnya untuk pengembangan riset dan pembelajaran di perguruan tinggi.  
Perbedaan Tingkat Stres antara Mahasiswa yang Merokok dengan Mahasiswa yang Tidak Merokok Saat Mengerjakan Skripsi Novandri, Muhammad Althaf; Akbar, Amin
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/kyngwd46

Abstract

This study aims to determine the differences in stress levels between students who smoke and students who do not smoke when working on their theses at the undergraduate program (S1) of Padang State University. This study uses purposive sampling techniques with a sample of 389 respondents. Based on the results of the study, it can be confirmed that there are significant differences in stress levels between students who smoke and students who do not smoke in working on their theses. Students who smoke consistently show higher stress levels than non-smokers. This confirms that smoking behavior is significantly associated with increased levels of perceived stress in the face of academic challenges. These findings support Lazarus and Folkman's transactional stress theory, which emphasizes the role of cognitive appraisal and coping strategies in understanding individual stress responses. Furthermore, the results of this study clearly support Cohen's perception-of-stress concept, which states that stress is influenced by an individual's perception of control and situational pressure. Therefore, non-smoking students have a more adaptive perception of control, resulting in lower levels of stress than smokers.
Mother Tongue Interference in English Use at an Islamic Boarding School Listiana, Denti; Djuharie, Otong Setiawan
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/0sbhm321

Abstract

Mother tongue interference is a common phenomenon in foreign language acquisition, especially in bilingual and multilingual learning environments. In Indonesian Islamic boarding schools (pesantren), students are encouraged to use foreign languages such as English and Arabic in daily communication; however, intensive contact between languages often results in interference from students’ first language when they use English. This study aims to investigate the forms of mother tongue interference in English usage among eleventh-grade students at an Islamic boarding school and to identify the dominant types of interference that occur. This research employs a qualitative descriptive approach, with data collected through written questionnaires and documentation of students’ daily English utterances. The data were analyzed by classifying and describing interference based on linguistic levels, including lexical, morphological, syntactic, phonological, and pragmatic aspects. The findings show that mother tongue interference appears in various forms, with lexical and syntactic interference being the most dominant. Students frequently insert particles, vocabulary, and sentence structures from their first language into English utterances, indicating a strong influence of the mother tongue system. This condition suggests that students’ English proficiency remains at the interlanguage stage. These findings inform contextual teaching.  
Dakhīl al-Isrā’īliyyāt dalam Tafsir QS. Yusuf Ayat 4: Analisis Kritis Riwayat Penamaan Sebelas Bintang Alviana, Alviana
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ecbqgh97

Abstract

Riwayat Isrā’īliyyāt merupakan salah satu fenomena yang mewarnai perkembangan tafsir al-Qur’an klasik, khususnya dalam penafsiran ayat-ayat kisah. Sebagian riwayat tersebut diterima tanpa proses kritik sanad dan matan yang memadai, sehingga berpotensi menimbulkan penyimpangan pemahaman terhadap pesan al-Qur’an. Dalam kajian ulūm al-Qur’ān, fenomena ini dikenal dengan istilah ad-dakhīl fī at-tafsīr. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis salah satu bentuk dakhīl al-Isrā’īliyyāt dalam tafsir QS. Yusuf ayat 4, yaitu riwayat mengenai penamaan sebelas bintang dalam mimpi Nabi Yusuf عليه السلام. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif melalui studi kepustakaan dengan menelaah kitab-kitab tafsir klasik dan karya ulama kritik hadis. Hasil kajian menunjukkan bahwa riwayat tersebut memiliki sanad yang lemah, bersumber dari tradisi Yahudi, serta tidak memiliki relevansi substansial terhadap pesan teologis dan moral ayat. Oleh karena itu, riwayat ini dapat dikategorikan sebagai dakhīl yang tidak layak dijadikan dasar penafsiran al-Qur’an.
Eksistensi Hukum Pengangkatan Anak (Adopsi) Tanpa Penetapan Pengadilan Berlandaskan Hukum Positif Indonesia Nurlina, Nurlina
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/34aa3810

Abstract

Penelitian ini untuk menganalisa Eksistensi Hukum Pengangkatan Anak (Adopsi) Tanpa Penetapan Pengadilan Berlandaskan Hukum Positif Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur atau kajian pustaka. Hasil analisa didapayi bahwa Pelaksanaan pengangkatan anak harus mengikuti aturan yang berlaku, yaitu melalui Keputusan pengadilan sesuai  Peraturan Pemerintah nomor 54 tahun 2007. Pengangkatan anak yang dilakukan tanpa penetapan pengadilan dapat menimbulkan akibat hukum yang merugikan baik bagi anak angkat maupun orangtua angkatnya. Akibat-akibat hukum yang dapat timbul seperti misalnya, terganggunya hubungan anak angkat dengan anggota keluarga lain dalam hal pewarisan ataupun hak-hak dan kewajiban masingmasing seperti yang telah diatur didalam perundang-undangan. Dengan adanya Keputusan pengadilan atas pengangkatan anak ini menjadikan anak angkat mendapat kepastian hukum yang sangat penting didalam statusnya sebagai anggota keluarga baru dalam lingkungan keluarga orangtua angkatnya.  Dan anak angkat tidak akan memperoleh perlindungan hukum tanpa adanya penetapan pengadilan yang menjadi dasar bahwa pengangkatan anak telah dilakukan dan sah menurut hukum. Maka penting adanya penetapan dari pengadilan, karena dengan begitu anak angkat akan mendapatkan dokumen hukum berupa penetapan pengadilan yang akan menguatkan serta untuk mendapatkan perlindungan hukum dari pemerintah apabila suatu saat terjadi masalah hukum. Pemerintah memiliki peran penting dalam  menegakkan  hukum terkait  pengangkatan anak agar hak-hak anak angkat terlindungi melalui penetapan  pengadilan.
Strategi Kesehatan Masyarakat dalam Perspektif Islam terhadap Stres dan Depresi di Era Modern: Scoping review Abul A’la Al Maududi; Muhammad Miftah Farid; Naura Shafarina Nasution; Adisty Puspitasari
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/nant0g22

Abstract

Stres dan depresi mengalami peningkatan di era modern akibat tekanan sosial, perkembangan teknologi, dan tuntutan ekonomi, sementara intervensi kesehatan mental masih didominasi oleh pendekatan biomedis yang cenderung mengabaikan dimensi spiritual. Dalam perspektif Islam, kesehatan dipahami secara holistik yang mencakup aspek fisik, mental, spiritual, dan sosial, sehingga relevan untuk memperkaya strategi kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan memetakan dan menganalisis bukti ilmiah mengenai strategi kesehatan masyarakat dalam perspektif Islam terhadap stres dan depresi di era modern melalui pendekatan scoping review berdasarkan pedoman PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan pada database Scopus, PubMed, DOAJ, dan Google Scholar dengan kriteria inklusi artikel terbit tahun 2020–2025, berbahasa Indonesia atau Inggris, relevan dengan topik, dan tersedia teks lengkap. Dari 15 artikel yang teridentifikasi, 10 artikel dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi kesehatan masyarakat dalam perspektif Islam menekankan pendekatan holistik dengan mengintegrasikan dimensi spiritual, psikologis, sosial, dan edukatif, di mana nilai-nilai Islam seperti iman, sabar, tawakkal, syukur, dan dzikir berperan sebagai mekanisme koping adaptif dalam menurunkan tingkat stres dan depresi. Beberapa studi juga menunjukkan efektivitas integrasi teknik psikologi modern, seperti konseling kognitif dan mindfulness, dengan prinsip-prinsip Islam. Selain itu, institusi keagamaan seperti masjid dan lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam promosi kesehatan mental, penguatan dukungan sosial, serta pengurangan stigma. Kesimpulannya, strategi kesehatan masyarakat berbasis perspektif Islam menawarkan pendekatan yang komprehensif dan kontekstual dalam menghadapi stres dan depresi serta berpotensi melengkapi model kesehatan mental konvensional, sehingga integrasi nilai spiritual Islam dan penguatan peran komunitas keagamaan menjadi penting untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan intervensi kesehatan mental di masa depan.
Konsep Akulturasi Budaya Lokal Dalam Tafsir Qur’an Telaah Mufasir Kawasan Asia Tenggara Amiruddin, Amiruddin; Jabbar, Luqman Abdul
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/v6f05773

Abstract

Islam as a universal religion has emerged and developed within diverse social and cultural contexts. In Southeast Asia, the process of Islamization occurred through peaceful and dialogical mechanisms of cultural acculturation. This phenomenon has significantly influenced the patterns of Qur’anic interpretation that developed in the region. This article aims to examine the concept of local cultural acculturation in Qur’anic exegesis by analyzing the thoughts of Southeast Asian mufassirs. This study employs a qualitative method with a library research approach, along with descriptive-analytical analysis of representative tafsir works from Southeast Asia. The findings indicate that Southeast Asian mufassirs integrate local cultural values into Qur’anic interpretation as long as they do not contradict the fundamental principles of Islam. Such acculturation is reflected in the language of interpretation, socio-cultural approaches, and an emphasis on values of moderation, tolerance, and social harmony. Thus, Qur’anic exegesis in Southeast Asia represents a contextual interpretive model that reinforces an inclusive image of Islam as rahmatan lil ‘alamin.

Page 1 of 2 | Total Record : 13