cover
Contact Name
Dedi Sufriadi
Contact Email
dedisufriadi@gmail.com
Phone
+6285260082672
Journal Mail Official
jurnal@indopublishing.or.id
Editorial Address
Jln. Malahayati KM. 9 No. 14 Desa Kajhu Kabupaten Aceh Besar, Indonesia 23373
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya
Published by Indo Publishing
ISSN : 3090644X     EISSN : 30906431     DOI : https://doi.org/10.63822/sujud
Sujud dimaknai sebagai tindakan menundukkan diri dengan meletakkan dahi ke tanah sebagai bentuk penghormatan, kepatuhan, atau kerendahan hati kepada Yang Maha Esa. Sujud menjadi simbol spiritualitas, kesetaraan sosial, dan nilai budaya yang luhur, menyatukan aspek religius dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari. Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya, berfokus ada scope agama, sosial dan budaya berkaitan dengan isu-isu keislaman dan isu-isu sosial seperti kajian Alquran dan Hadits, Filsafat Islam, Pendidikan, Sosial, Kearifan Lokal, Politik, Ekonomi, Antropologi, Urbanisme, Multikulturalisme, dan lain-lain. Semua artikel yang diserahkan pada jurnal ini harus ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris yang baik dan benar
Articles 95 Documents
Penafsiran QS Ali Imran: 159 dan Asy-Syura: 38 tentang Musyawarah dan Sistem Pengambilan Zulfian Achmad Noviandi; Hafija Safarina; Muhammad Rizaldy Firdaus
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/nr92z179

Abstract

Musyawarah (deliberation) is a fundamental principle in Islam emphasized in the Qur’an as a collective decision-making process that ensures justice and wisdom. This study aims to analyze the interpretation of QS Ali Imran:159 and QS Asy-Syura:38 regarding musyawarah and its application in contemporary Islamic governance. Using qualitative library research, the study reviews classical and modern tafsir literature to explore how musyawarah fosters ethical, inclusive, and effective decision-making. Findings reveal that musyawarah serves not only as a dialogue method but also as a manifestation of faith, promoting social cohesion and accountability. The research highlights the continued relevance of musyawarah for addressing modern socio-political challenges in Muslim communities. The study concludes that musyawarah remains essential for just governance, balancing rational, spiritual, and social dimensions in Islamic leadership.
Penafsiran Ayat Tentang Bersatu dan Larangan Terpecah Belah Muhlis Aditya; Angelia Revi Marohima; Aisya Karima
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/q6m87f68

Abstract

This article reviews the message of the Al-Qur'an regarding the importance of unity and commitment to the path of truth, as reflected in Surah Ali 'Imran verse 103 and Surah Al-An'am verse 153. Surah Ali 'Imran verse 103 commands Muslims to hold firmly to the ropes of Allah's religion, namely Islam, and prohibits division which can give strength to the people. This verse also reminds of the blessings of brotherhood that Allah bestowed on the early Muslims, especially between the Aus and Khazraj, as a clear example of how guidance can unite hearts that were previously friendly. On the other hand, Surah Al-An'am verse 153 emphasizes that Allah's path is one and straight, while other paths lead to division and deviation. Through a thematic approach and analysis of classical interpretation, this article shows that the unity of the Muslim Ummah can only be achieved if all elements of the Ummah consistently return to the Al-Qur'an and Sunnah, and stay away from circular teachings. Thus, this second verse becomes a strong theological foundation in maintaining the Islamic brotherhood, avoiding including the Ummah from ideological and social divisions that can damage the unity of the Ummah.
Studi Lapangan Terkait Hukum Islam dalam Budaya Viral antara Popularitas dan Prinsip Shafwah Natasya; Syafira Adelia; Tasya Octavia Putri; Azalea Putri Nabila; Abdul Fadhil
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/zdpdvv48

Abstract

Perkembangan media sosial dalam satu dekade terakhir telah membentuk budaya viral yang memengaruhi cara masyarakat mengakses, memahami, dan memaknai informasi, termasuk konten keagamaan. Fenomena ini turut memengaruhi bagaimana hukum Islam dipersepsikan dan dipraktikkan di ruang digital, terutama ketika dakwah dan diskusi keagamaan disajikan dalam format singkat, cepat, dan visual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana budaya viral berdampak terhadap pemahaman mahasiswa mengenai prinsip-prinsip hukum Islam, serta menilai peran literasi digital dan pengaruh sosial dalam memoderasi hubungan tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 25 mahasiswa aktif pengguna media sosial yang pernah terpapar konten Islam viral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya viral berpengaruh signifikan terhadap cara pandang keagamaan, kecenderungan mengikuti tren, serta pembentukan identitas keislaman mahasiswa. Meskipun demikian, mayoritas mahasiswa menunjukkan kesadaran syar’i yang baik, ditandai dengan kemampuan memfilter konten, memahami batasan etika digital Islam, dan mempertimbangkan validitas informasi sebelum menyebarkannya. Literasi digital dan pengaruh sosial terbukti ikut memengaruhi cara mahasiswa menafsirkan serta merespons konten keislaman viral. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konten Islam viral dapat menjadi sarana edukatif yang efektif apabila dikemas sesuai prinsip syariah, namun tetap berpotensi menimbulkan distorsi pemahaman jika tidak diimbangi dengan literasi keagamaan dan digital yang memadai.
Fungsi Bagas Godang dan Sopo Godang sebagai Media Pendidikan Nilai dan Moral pada Generasi Muda Mandailing Nuratikah; Manna Khoiri; Rosdelima Rangkuti; Dina Astika Siregar; Nur Azizah; Rahmi Wahyuni
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/akrhsb96

Abstract

This study aims to examine and analyze the role of Bagas Godang and Sopo Godang as instruments for moral and value education among Mandailing youth in the effort to preserve local wisdom and shape the character of the next generation. The background of this research stems from the declining understanding of young generations toward the noble values of Mandailing customs, particularly those reflected in the social system and traditional architecture of these two structures. The study employs a qualitative descriptive approach, with data collected through field observations, in-depth interviews with traditional leaders, community members, and youth, as well as analysis of various Mandailing cultural documents. The findings reveal that Bagas Godang and Sopo Godang are not merely historical buildings but also serve as social educational symbols rich in moral values such as mutual cooperation, deliberation, respect for elders, responsibility, and togetherness. Their role within the customary structure holds educational meaning that can be integrated into both formal and non-formal education systems as a medium for instilling national character. Thus, preserving the values embedded in Bagas Godang and Sopo Godang through value-based education is an essential step in maintaining the cultural identity of the Mandailing community and strengthening the moral foundation of the younger generation amid the challenges of globalization
Konsep Dasar Pengawasan dalam Manajemen Pelatihan Dakwah, Tahapan dan Proses Pengawasan dalam Manajemen Pelatihan Dakwah Sugiharto, Sugiharto; Alma Aulia; Lukman Hakim; Siti Khoirunnisa; Ahmad Musyaffa; Abdul Hafidz
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/3nx7qc60

Abstract

Penelitian ini menyelidiki secara mendalam elemen-elemen fundamental, tahap-tahap, serta mekanisme pemantauan dalam manajemen training dakwah. Manajemen training dakwah dipahami sebagai suatu proses yang terintegrasi, meliputi perencanaan, organisasi, pelaksanaan, dan pemantauan untuk meningkatkan mutu, kemampuan, serta profesionalisme para da’i. Program training dakwah tidak hanya fokus pada penguasaan materi dan keterampilan komunikasi, tetapi juga pengembangan karakter da’i yang selaras dengan prinsip-prinsip Islam. Pemantauan dalam manajemen training dakwah menjadi unsur yang sangat vital untuk memastikan kesesuaian antara apa yang direncanakan dengan apa yang dilaksanakan, serta berfungsi sebagai alat ukur efektivitas dari program pelatihan. Proses pemantauan dilakukan dengan menetapkan standar, mengukur hasil kerja, menganalisis perbandingan dengan indikator yang telah ditentukan, dan melakukan tindakan korektif terhadap penyimpangan yang muncul. Pemantauan terhadap da’i dibedakan menjadi dua jenis utama, yakni pemantauan internal yang menitikberatkan pada kualitas spiritual dan moral da’i, dan pemantauan eksternal yang mengevaluasi kemampuan substantif dan metodologi da’i dalam kegiatan dakwah. Penelitian ini menekankan bahwa pemantauan merupakan fungsi manajerial yang sangat penting dalam mencapai tujuan dari pelatihan dakwah serta mencetak da’i yang berintegritas, kompeten, dan sanggup menghadapi tantangan dakwah di era modern.

Page 10 of 10 | Total Record : 95