cover
Contact Name
Dedi Sufriadi
Contact Email
dedisufriadi@gmail.com
Phone
+6285260082672
Journal Mail Official
jurnal@indopublishing.or.id
Editorial Address
Jln. Malahayati KM. 9 No. 14 Desa Kajhu Kabupaten Aceh Besar, Indonesia 23373
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya
Published by Indo Publishing
ISSN : 3090644X     EISSN : 30906431     DOI : https://doi.org/10.63822/sujud
Sujud dimaknai sebagai tindakan menundukkan diri dengan meletakkan dahi ke tanah sebagai bentuk penghormatan, kepatuhan, atau kerendahan hati kepada Yang Maha Esa. Sujud menjadi simbol spiritualitas, kesetaraan sosial, dan nilai budaya yang luhur, menyatukan aspek religius dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari. Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya, berfokus ada scope agama, sosial dan budaya berkaitan dengan isu-isu keislaman dan isu-isu sosial seperti kajian Alquran dan Hadits, Filsafat Islam, Pendidikan, Sosial, Kearifan Lokal, Politik, Ekonomi, Antropologi, Urbanisme, Multikulturalisme, dan lain-lain. Semua artikel yang diserahkan pada jurnal ini harus ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris yang baik dan benar
Articles 95 Documents
Peran Pendidikan Islam dalam Penguatan Ketahanan Moral Generasi Alpha Saputra, Angga; Supratama, Riky
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/0p5awx39

Abstract

Generasi Alpha menghadapi tantangan etis yang semakin kompleks sebagai akibat dari dominasi teknologi digital, arus globalisasi, serta transformasi pola interaksi sosial yang mempengaruhi pembentukan nilai dan karakter mereka. Fenomena seperti penurunan kapasitas regulasi diri, berkurangnya sensitivitas empati, dan pergeseran orientasi nilai mengindikasikan adanya degradasi resiliensi moral pada generasi ini. Dalam konteks tersebut, pendidikan Islam memainkan peran strategis sebagai fondasi penguatan karakter melalui internalisasi akhlak mulia, teladan Nabi Muhammad SAW, serta habituasi nilai-nilai Islam yang relevan dengan dinamika kehidupan kontemporer. Melalui pendekatan kualitatif yang berbasis pada kajian literatur, berbagai penelitian mengungkapkan bahwa institusi keluarga sebagai agen pendidikan primer dan utama, lembaga pendidikan formal sebagai mediator nilai, serta lingkungan sosial sebagai arena praktik moral, memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat resiliensi moral generasi muda. Selain itu, integrasi pendidikan Islam dengan ekosistem digital merupakan imperatif yang tidak dapat dielakkan, mengingat rutinitas harian Generasi Alpha yang sangat terintegrasi dengan teknologi. Pemanfaatan platform digital untuk dakwah, pembelajaran interaktif, dan habituasi karakter berbasis nilai-nilai Islam dapat meningkatkan efektivitas proses pembinaan moral. Dengan implementasi strategi yang integratif, adaptif, dan kontekstual, pendidikan Islam mampu membangun fondasi resiliensi moral yang solid, sehingga Generasi Alpha dapat menavigasi tantangan etis era digital dengan disposisi yang bijak, berintegritas, dan berakhlak mulia.
Konsep Kepemimpinan Spiritual di Lembaga Pendidikan Islam: Analisis Library Research Agus Faisal Asyha
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/v32gaj06

Abstract

Islamic education requires leadership that focuses not only on academic aspects but also on the formation of students' character and ethics. One important concept in the management of Islamic educational institutions is spiritual leadership. This study aims to identify and analyze the existing literature on spiritual leadership in the context of Islamic education. This literature review uses a thematic analysis approach to explore the key dimensions of spiritual leadership, the factors influencing its implementation, and the implications arising from the application of spiritual leadership in Islamic educational institutions. The main findings of this study indicate that spiritual leadership involves moral, ethical, and religious vision dimensions, which are crucial in shaping students' character and creating an educational environment based on Islamic values. The study also identifies factors such as the quality of leaders and the involvement of all institutional members in the implementation of spiritual leadership. This review contributes to the development of leadership theory in Islamic education and underscores the importance of integrating spiritual values into educational practices. The implications of this research emphasize the importance of educational leaders with a clear spiritual vision to create institutions that excel not only academically but also in the formation of students' character.
Perbandingan Penafsiran Ayat-Ayat Lingkungan dan Sains Ahmed Hafiz Al Fikri; Pathur Rahman
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/0estx214

Abstract

This study aims to compare the interpretation of environmental and scientific verses in the Quran. This study uses a literature study approach. The results show that a comparison between environmental and scientific verses in the Quran demonstrates a complementary relationship. Scientific verses (kawniyah) reveal signs of God's greatness through the creation of nature, which encourages humans to think and research. Environmental verses (tasyri'iyah) provide an ethical and moral foundation for humans as caliphs to protect and preserve nature. The integration of the two produces a holistic understanding: scientific knowledge of nature should strengthen ethical awareness to protect it, not become a tool for its exploitation. A comparison of interpretations from various commentators, both classical and modern, proves that the Quran is a book that is timelessly relevant, able to adapt to scientific advances without losing its spiritual and ethical values.
Pengembangan Konsep Ilmu Pendidikan Islam Perspektif Ahmad Dahlan Raihana Lidya Natasha; Desty Surya Khairunnisak; Akbar Dzaki Yahya; Moh. Faizin
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/qjvn9f66

Abstract

Islamic education is a comprehensive process of human development based on Islamic teachings. This concept emphasizes not only intellectual growth but also spiritual, moral, and social dimensions. The primary foundations of Islamic education are derived from the Qur'an and the Hadith, which are further reinforced by scholars' ijtihad and the socio-cultural realities of the Muslim community. The foundation of Islamic education rests on tawhid as its core principle and on noble moral values as its goal. In practice, Islamic education is implemented through various forms of formal and non-formal educational institutions that emphasize methods such as exemplary behavior, habituation, and individualized approaches suited to students' developmental stages. In this study, many religious figures have contributed thoughts to the Islamic concept educational science, particularly KH. Ahmad Dahlan. He presented ideas concerning the educational system, objectives, curriculum, and methods of Islamic education. This journal explores three central themes: the life history of KH. Ahmad Dahlan, the general principles of Islamic education, and KH. Ahmad Dahlan's viewpoint on the concept of Islamic education. The study employs a library research method, focusing on the exploration and analysis of various relevant literary sources.
Gamifikasi Akhlak: Media Digital Interaktif Berbasis Game untuk Penguatan Karakter Islami Generasi Z Harun; Supratama, Riky
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/1wsc3g28

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam konteks Revolusi Industri 4. 0 dan Society 5. 0 memerlukan inovasi dalam pembelajaran yang dapat memenuhi kebutuhan Generasi Z dan sekaligus memperkuat moral serta spiritual mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dan efektivitas gamifikasi moral sebagai metode pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) yang sesuai dengan karakteristik generasi yang terhubung dengan teknologi. Metode yang diterapkan adalah penelitian kualitatif yang berlandaskan studi literatur dengan menggunakan data primer dan sekunder yang dianalisis dengan teknik analisis isi. Temuan dari kajian ini mengungkapkan bahwa gamifikasi moral dapat meningkatkan motivasi, keterlibatan, serta pemahaman siswa tentang nilai-nilai agama melalui penggabungan elemen permainan dengan prinsip-prinsip Islam. Selain mendukung aspek kognitif, pendekatan ini juga memperkuat penginternalan nilai moral melalui pengalaman belajar yang interaktif dan kontekstual. Sebagai kesimpulan, gamifikasi moral memiliki potensi yang signifikan sebagai metode yang adaptif dan efektif dalam pembelajaran PAI, serta mampu membentuk karakter Islami pada Generasi Z di era digital.
Strategi Pemerintah dalam Menanggulangi Kasus HIV/AIDS di Kepulauan Riau Siti Maulina Nabila; Megawati Romaulina Napitupulu; Putri Destiara Indah
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/jny9d682

Abstract

HIV/AIDS remains a public health challenge in the Riau Islands Province, primarily due to high population mobility, the region's strategic location as an international trade route, and persistent social stigma against people living with HIV/AIDS (PLWHA). The local government has established a commitment through Regional Regulation No. 15 of 2007 concerning HIV/AIDS Management, but its implementation in the field still faces various technical and social barriers. This research uses a qualitative descriptive approach with a case study strategy to analyze the government's strategy for HIV/AIDS prevention, treatment, and control in the Riau Islands. The results indicate that the Health Office plays a role in expanding ARV testing and treatment services, the Indonesian Child Protection Association (PKBI) contributes through community education and mentoring of at-risk groups, the Social Service provides welfare support, and the Ministry of Religious Affairs strengthens moral-based education. Although cross-sector collaboration has shown progress, the strategy's effectiveness remains limited by inter-island service access, a shortage of health workers, and low public awareness. More consistent and integrated efforts are needed to achieve the target of reducing HIV cases towards Zero AIDS by 2030.
Peserta Didik dalam Pendidikan Perspektif Ibnu Sina Rumza Amalia; Zahwatul Khusna; Aisyah Nanda Salsabila; Moh. Faizin
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/g7qhbs44

Abstract

The requirements of Islamic education today are very relevant to Ibn Sina's ideas about education. According to Ibn Sina, education is a way to create a complete human being—physically, intellectually, socially, and spiritually—not merely a method to transmit knowledge. He emphasized the importance of achieving a balance between moral and ethical development and mastery of knowledge. He believed that in addition to intelligence, a student needs to have a positive attitude, be honest, and take responsibility both for the environment and for themselves. This concept becomes highly relevant in the context of Islamic education today due to the challenges posed by globalization and modernization, which often overshadow spiritual principles. Islamic education must provide an integrative curriculum that combines general knowledge, religious understanding, and life skills in accordance with contemporary developments. Moreover, the core of the entire educational process must be character education. It is estimated that by adopting the principles of Ibn Sina, a new generation of morally upright and intellectually intelligent individuals will emerge, capable of making significant contributions to the advancement of civilization and humanity.
Integrasi Nilai-Nilai Tradisional dan Modern dalam Kurikulum Pendidikan Islam di Era Kontemporer Azzam, Abdullah; Angga Saputra
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/madj4q87

Abstract

Perkembangan modern yang ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan globalisasi menuntut penyesuaian sistem pendidikan Islam agar tetap relevan dan adaptif terhadap perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan urgensi integrasi nilai-nilai tradisional dan modern dalam kurikulum pendidikan Islam di era kontemporer. Nilai-nilai tradisional, yang bersumber dari Al-Qur'an, Sunnah, dan ilmu para ulama klasik, menekankan spiritualitas, moralitas, dan pengembangan akhlak mulia. Sementara itu, nilai-nilai modern seperti rasionalitas, inovasi, dan keterampilan abad ke-21 dibutuhkan untuk menghadapi tantangan global. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui tinjauan pustaka dan analisis deskriptif terhadap berbagai sumber akademik terkait kurikulum pendidikan Islam dan teori integratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kedua nilai ini menghasilkan kurikulum yang menyeimbangkan dimensi spiritual dan intelektual, moralitas dan profesionalisme, serta berorientasi pada kebutuhan akhirat dan duniawi. Dengan demikian, kurikulum pendidikan Islam integratif dapat menjadi solusi strategis untuk membangun generasi Muslim yang berkarakter, berpikir kritis, adaptif, dan berdaya saing global tanpa kehilangan jati diri keislamannya.
Green Islamic Finance: Model Pembiayaan Syariah Berbasis Keberlanjutan untuk Mendukung Ekonomi Hijau di Indonesia Azuwardi
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/09npbg88

Abstract

The development of a green economy is a priority for Indonesia in addressing climate change and promoting sustainable development. Islamic finance can play a significant role through Green Islamic Finance, which integrates Sharia principles with sustainability values. This study examines the concept, policy framework, and potential Sharia-compliant financing models to support the green economic transition. Using a qualitative descriptive method, this research analyzes literature, regulations, and institutional reports. The findings indicate strong potential for instruments such as green sukuk, productive waqf, renewable-energy musyarakah, and qard hasan for green MSMEs. Optimization requires improved literacy, product innovation, policy support, and multi-stakeholder collaboration. The proposed model integrates Sharia principles, digital technology, and sustainability standards. These findings contribute to strengthening Green Islamic Finance and supporting national sustainable development goals.  
Generasi Z dan Tantangan Islam di Era Digital Khodijatul Karimah; Khoiru Annisa Siregar; Muhammad Abdan Syakuro; Naisyifa Ravenny Fauzizah; Abdul Fadhil
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/0fpj3819

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia berinteraksi, belajar, dan beragama. Generasi Z, sebagai generasi yang tumbuh di tengah kemajuan teknologi, menghadapi tantangan unik dalam menjaga nilai-nilai keislaman di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik Generasi Z dalam menjalani kehidupan keagamaan, mengidentifikasi tantangan yang muncul akibat derasnya arus informasi, serta menelaah strategi pendidikan Islam yang relevan untuk memperkuat karakter keislaman mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi agama membawa dampak positif berupa kemudahan akses terhadap dakwah dan pendidikan Islam, namun juga menghadirkan tantangan serius seperti pergeseran otoritas keagamaan, misinformasi, dan penurunan spiritualitas. Untuk menghadapi tantangan tersebut, diperlukan penguatan literasi digital keagamaan, penerapan etika bermedia berbasis nilai Islam, serta kolaborasi antara pendidik dan kreator digital dalam membangun ekosistem dakwah yang adaptif dan kredibel. Dengan demikian, Generasi Z diharapkan mampu menjadi Muslim yang kritis, beretika, dan berdaya dalam memanfaatkan teknologi untuk kemaslahatan umat.

Page 9 of 10 | Total Record : 95