cover
Contact Name
Muhammad Nanang Prayudyanto
Contact Email
muhammadprayudyanto@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
puslitdrt@gmail.com
Editorial Address
Pusat Litbang Transportasi Jalan dan Perkeretaapian, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Kementerian Perhubungan RI
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Transportasi Darat
ISSN : 14108593     EISSN : 25798731     DOI : 10.25104/jptd.v24i1.2095
Core Subject : Health, Engineering,
Jurnal Penelitian Transportasi Darat adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang transportasi jalan dan perkeretaapian, dengan fokus pada keselamatan lalu lintas, perencanaan jalan, simulasi kecelakaan, pengembangan teknologi transportasi, dan rekayasa lalu lintas.
Articles 242 Documents
PENGARUH GAP ACCEPTANCE TERHADAP PROBABILITAS MENYEBERANG JALAN IMPACT OF GAP ACCEPTANCE TO PROBABILITY OF PEDESTRIAN CROSSING Emi Septiana Hutabarat
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 3 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v15i3.1208

Abstract

Pesatnya pertumbuhan lalu lintas saat ini khususnya kendaraan roda dua, menyebabkan minimnya pergerakan lalu lintas non-motorized seperti pengguna sepeda serta pejalan kaki. Tingginya aktivitas lalu lintas motorized menyebabkan sulitnya seseorang mendapatkan kesempatan (gap) untuk menyeberang jalan. Penelitian ini dilakukan pada ruas jalan dengan tata guna lahan untuk pendidikan dan pertokoan di sekitar jalan UGM, Yogjakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif dengan variabel gap yang digunakan kendaraan, kecepatan menyeberang dan kecepatan kendaraan. Untuk lokasi I (pendidikan) penyeberang tunggal rata-rata waktu gap kendaraan yang dibutuhkan maksimal adalah 20 detik, sedangkan penyeberang kelompok, waktu gap kendaraan yang dibutuhkan adalah 23 detik, untuk rata-rata kecepatan menyeberang pada penyeberang tunggal maksimal 5 m/detik sedangkan penyeberang kelompok arah selatan 6,04 m/detik, serta kecepatan kendaraan pada saat terdapat penyeberang tunggal rata-rata maksimal adalah 20,48 km/jam, sedangkan untuk penyeberang kelompok maksimal adalah 25,87 km/jam untuk jarak menyeberang 13 m. Untuk lokasi II (pertokoan) penyeberang tunggal rata-rata waktu gap kendaraan yang dibutuhkan maksimal adalah 18,48 detik, sedangkan penyeberang kelompok, waktu gap kendaraan yang dibutuhkan adalah 25 detik, untuk rata-rata kecepatan menyeberang pada penyeberang tunggal maksimal 4,5 m/detik, sedangkan penyeberang kelompok arah utara 7,35 m/detik serta kecepatan kendaraan pada saat terdapat penyeberang tunggal kecepatan rata-rata kendaraan maksimal adalah 20,48 km/jam, sedangkan untuk penyeberang kelompok maksimal adalah 26,60 km/jam untuk jarak menyeberang 14 m. Dari hasil analisis waktu gap kendaraan, kecepatan menyeberang dan kecepatan kendaraan yang dibutuhkan penyeberang untuk penyeberang tunggal lebih tinggi dibandingkan dengan penyeberang secara berkelompok.
KARAKTERISTIK ANGKUTAN OJEK SEPEDA MOTOR DI KABUPATEN SIDOARJO (Studi Kasus Angkutan Ojek Sepeda Motor di Kecamatan Candi) THE CHARACTERISTIC OF MOTOCYCLE OJEK TRANSPORT IN SIDOARJO DISTRICT (Chase Study Motocycle Ojek Transport In Candi Sub-District) Priyambodo Priyambodo; Dilla Joedi WR
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 3 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v15i3.1209

Abstract

Angkutan ojek sepeda motor muncul karena ketidakmampuan angkutan umum  (angkot/angdes/bus kota) menjangkau penumpang yang berdomisili di daerah-daerah pinggiran yang jauh dari akses angkutan umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan tipologi alat angkut informal ojek sepeda motor. Dengan menggunakan alat analisis statistik deskriptif kualitatif, hasil penelitian antara lain menunjukkan bahwa karakteristik angkutan ojek sepeda motor di Kecamatan Candi Sidoarjo memiliki pola pelayanan tidak sama dengan pola pergerakan angkutan umum lainnya (bemo/angkot/angdes/bus kota). Angkutan ojek sepeda motor ini tidak berjadwal serta tidak memiliki rute yang pasti. Jarak tempuh operasional ojek sepeda motor tidak terbatas dan bervariasi dengan rute-rute yang tidak terlayani oleh angkutan umum angdes/angkot/bus kota. Karakteristik pola pergerakan angkutan ojek sepeda motor berada di luar jaringan angkutan umum angkot/angdes/bus kota. Karakteristik tarif yang dikenakan kepada penumpang sesuai dengan kesepakatan antara pengojek dengan penumpang dengan proses tawar menawar.
MERANCANG KEBIJAKAN PERIJINAN SEKTOR TRANSPORTASI DARAT (STUDI KASUS DI KOTA BATAM) POLICY DESIGN TOWARD LICENSING FOR LAND TRANSPORTATION SECTOR (CASE STUDY IN BATAM CITY) Anna Triningsih
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 2 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v15i2.1210

Abstract

Dalam perspektif hukum, izin merupakan keputusan tata usaha negara yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang dalam pemerintahan sebagai konsekuensi dari jabatannya. Keputusan ini bersifat rutin dan melekat pada jabatan. Penilaian keberhasilan suatu izin tidak hanya berdasar pada jumlah izin yang dikeluarkan melainkan berdasarkan pada sejauh mana instrumen perizinan berfungsi dalam mengakselerasikan serta mengendalikan kegiatan masyarakat/swasta. Terdapat dua masalah pokok yang perlu dikaji. Pertama, masalah-masalah apa saja yang timbul akibat penetapan dan pelaksanaan kebijakan perizinan untuk sektor transportasi darat di Kota Batam ditinjau dari perspektif Hukum Administrasi Negara. Kedua, bagaimana formulasi kebijakan perizinan sektor transportasi darat yang dapat mengakselerasi pasar dan kepentingan publik Kota Batam ditinjau dari perspektif Hukum Administrasi Negara. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa izin merupakan keputusan administratif yang lazim disebut sebagai keputusan tata usaha negara. Keputusan tata usaha negara tersebut berisi pengaturan mengenai kegiatan yang dapat atau tidak dapat dilakukan oleh masyarakat. Untuk memproses keputusan tata usaha negara, pemerintah memerlukan dan memiliki birokrasi. Birokrasi pemerintah merupakan kumpulan tugas dan jabatan yang terorganisasi secara formal. Kebijakan perizinan harus memperhatikan dua hal pokok, yaitu dasar rasionalitas ditetapkannya berbagai jenis  perizinan serta lembaga yang bertugas memperoses izin. Pada praktek pemerintahan, perizinan dikategorikan sebagai pemberian pelayanan. Dalam menjalankan fungsi birokrasi pelayanan umum, pemerintah berkewajiban  menyusun serangkaian mekanisme dan prosedur yang harus ditempuh untuk mendapatkan izin tertentu yang didasari oleh berbagai perangkat hukum. Hasil kajian menggambarkan bahwa beban biaya untuk mendanai lembaga yang memproses perizinan paling banyak dikeluhkan.
KEMAMPUAN DAYA BELI MASYARAKAT TERHADAP HARGA TIKET KERETA REL LISTRIK (KRL) JABODETABEK THE ABILITY TO PAY TRAIN TICKETS JABODETABEK Sri Lestari
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 2 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v15i2.1211

Abstract

Penelitian dilakukan sehubungan dengan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) pada Bulan Juli 2013 akan menghapus operasi kereta rel listrik (KRL) kelas ekonomi Jabodetabek dan akan diganti dengan KRL AC Commuter Line. Penelitian dilakukan pada lintas Bekasi-Jakarta Kota dan Bogor-Jakarta Kota. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kemampuan dan kesanggupan penumpang KRL ekonomi Jabodetabek membayar harga tiket KRL Commuter Line Jabodetabek. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP). Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan daya beli penumpang KRL ekonomi terhadap harga tiket KRL Commuter Line Jabodetabek (ATP) adalah Rp. 3.196,- (Rp. 3.500,-) dan WTP Rp. 3.374,- (Rp. 3.500,-). Penumpang KRL ekonomi Jabodetabek berharap apabila operasi KRL ekonomi dihapus dan diganti dengan KRL Commuter Line maka harga tiket yang berlaku sebesar Rp. 3.500,-, dan selisih dari tarif yang ditetapkan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dilakukan subsidi oleh pemerintah dengan dana PSO, sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
KEBUTUHAN FASILITAS TRANSPORTASI JALAN BAGI MOBILITAS PENYANDANG KETUNAAN REQUIREMENTS OF FACILITIES ROAD TRANSPORTATION FOR DISABILITIES MOBILITY Nunuj Nurdjanah
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 2 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v15i2.1212

Abstract

Para penyandang ketunaan atau penyandang disabilitas banyak yang kebingungan saat harus melakukan perjalanan baik dengan kendaraan umum maupun berkendaraan sendiri dengan sepeda motor atau mobil. Saat ini, kendaraan umum khususnya angkutan jalan banyak yang belum dilengkapi fasilitas khusus bagi penyandang ketunaan misalnya kemudahan untuk naik turun kendaraan maupun ruang/kursi khusus. Untuk berkendaraan sendiri dengan mobil atau sepeda motor, banyak diantara mereka yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) D dan ada yang bingung mengurus SIM khusus. Maksud penelitian ini adalah melakukan analisis dan evaluasi pemenuhan hak-hak penyandang ketunaan dalam menggunakan transportasi jalan untuk melakukan aktivitas sehari-hari ditinjau dari aspek ketersediaan fasilitas pendukungnya berdasarkan kebijakan yang diberlakukan. Jumlah penyandang ketunaan di Indonesia saat ini 2.126.000 orang atau sekitar 0,89% dari total penduduk Indonesia (237 juta jiwa). Berdasarkan persepsi 63 responden penyandang ketunaan di Kota Bandung mengenai penyediaan kendaraan umum hasilnya sebagai berikut: 35% responden menyarankan adanya ruang khusus bagi penyandang ketunaan khususnya untuk angkutan jenis bus; 29% menyarankan ada kursi khusus ditempatkan di dekat supir, sehingga mereka tidak kesulitan pada saat minta berhenti; 17% menyarankan adanya kepedulian dari para awak angkutan dengan bersikap baik, ramah dan ikhlas membantu penyandang ketunaan yang kesulitan naik angkutan umum; dan 10% responden menyarankan disediakannya taksi siap panggil kapan saja (on call) khusus bagi para penyandang ketunaan, yang juga bisa dimanfaatkan oleh ibu-ibu hamil dan lanjut usia. Untuk berkendaraan sendiri yang dibutuhkan para penyandang ketunaan adalah: pelayanan khusus pembuatan SIM D; standardisasi kendaraan bagi penyandang ketunaan dengan harga terjangkau/disubsidi; ada sosialisasi mengenai peraturan lalu lintas, rambu, marka dan tanda-tanda lalu lintas lainnya. Para penyandang ketunaan juga mengharapkan penyediaan prasarana transportasi jalan mengakomodir fasilitas khusus bagi penyandang ketunaan.
KRITERIA REVITALISASI PENGAKTIFAN JALUR KERETA API REVITALIZATION CRITERIA OF THE RAILWAY LINE ACTIVATION Purwoko Purwoko
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 2 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v15i2.1213

Abstract

Perkembangan permintaan jasa transportasi kereta api berdampak terhadap pengadaan sarana dan prasarana serta faktor penunjang lainnya. Terkait hal tersebut perlu adanya revitalisasi dengan pengaktifan jalur kereta api untuk memenuhi pengadaan dimaksud. Maksud penelitian ini adalah untuk menyusun konsep kriteria revitalisasi pengaktifan jalur kereta api. Analisis dalam penelitian adalah analisis kualitatif deskriptif yang dikuantitatifkan melalui pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP).  Diperoleh hasil kriteria revitalisasi pengaktifan jalur kereta api adalah prioritas pada pertimbangan teknis yaitu perolehan kembali lahan yang sudah banyak dikuasai masyarakat sebagai bangunan rumah dan fasilitas umum lainnya, serta pertimbangan non teknis berupa bangkitan perjalanan yang mendukung dalam rencana pengoperasian perlintasan jalur non aktif.
PERSEPSI PENUMPANG TERHADAP PERALATAN KESELAMATAN DI DALAM KERETA API PASSENGER PERCEPTION OF THE EQUIPMENT SAFETY IN RAILWAYS Ellenlies Ellenlies; Erna Suharti
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 2 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v15i2.1214

Abstract

Penelitian persepsi penumpang terhadap peralatan keselamatan di dalam kereta api dilakukan dalam rangka melihat sejauhmana masyarakat sebagai penumpang kereta api mengetahui tentang peralatan keselamatan yang ada di dalam kereta api. Penelitian dilakukan di DAOP 2 Bandung dengan survei wawancara kepada penumpang kereta api Argo Parahyangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi penumpang terhadap peralatan keselamatan di dalam kereta api dan upaya perbaikan peralatan keselamatan yang ada. Analisis dalam penelitian ini dengan metode deskriptif kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 150 responden 53%  takut terjadi kecelakaan ketika naik kereta api, 69 % responden tidak pernah melihat peralatan keselamatan di dalam kereta api, 55% responden tidak mengerti dan tidak mampu menggunakan peralatan keselamatan. 51% responden menginginkan menambah peralatan keselamatan untuk menambah rasa aman. Jenis peralatan keselamatan yang paling diinginkan adalah pemadam kebakaran (25%), alat P3K (13%), palu (11%), dan pintu otomatis (4%). Sebanyak 93% responden menginginkan adanya petunjuk penggunaan peralatan keselamatan. Mengenai letak peralatan keselamatan, 85% responden menginginkan di dekat jendela agar mudah dilihat. Sedangkan 87%  responden menginginkan denda uang untuk hukuman bagi yang mengambil peralatan keselamatan. Dari hasil survei juga didapatkan bahwa DAOP 2 Bandung telah memperbaiki peralatan keselamatan yang ada dengan inovasi pada pemadam kebakaran dengan cara dilempar untuk memadamkan api. Alat tersebut hanya dipegang oleh petugas yang berwenang dikarenakan harganya cukup mahal. Selain itu juga mengganti kaca kereta api dengan mika/akrilik agar tidak mudah pecah jika dilempar batu, kecuali untuk jendela darurat, dan menambah jumlah palu yang sudah banyak yang hilang.
DAMPAK PENERAPAN KEBIJAKAN KENDARAAN BERPLAT GANJIL GENAP TERHADAP KINERJA LALU LINTAS (STUDI KASUS: PERGERAKAN KENDARAAN BERMOTOR DARI BEKASI MENUJU DKI JAKARTA) IMPACT OF POLICY IMPLEMENTATION OF VEHICLE LICENSE PLATE ODD EVEN TRAFFIC PERFORMANCE (CASE STUDY: MOVEMENT OF MOTOR VEHICLES FROM BEKASI TO DKI JAKARTA) Mutharuddin Mutharuddin; Herawati Herawati
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 1 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v15i1.1215

Abstract

Untuk mengurangi kemacetan lalu lintas, Pemerintah DKI Jakarta akan memberlakukan pembatasan kendaraan dengan penerapan sistem berplat ganjil dan genap beroperasi pada hari yang bergantian. Apabila kebijakan tersebut diterapkan apakah ada dampak terhadap kinerja lalu lintas. Penelitian ini dilakukan pada ruas jalan  Kalimalang dan ruas jalan Pondok Kopi. Lokasi survei dilakukan pada daerah yang merupakan perbatasan antara Bekasi dan DKI Jakarta yaitu bagi kendaraan yang menuju wilayah DKI Jakarta. Metode yang digunakan untuk menganalisis dampak adalah dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997) dilihat dari volume lalu lintas, kapasitas jalan, derajat kejenuhan, kecepatan dan tingkat pelayanan. Hasil analisis diperoleh bahwa jumlah mobil pribadi yang memiliki plat ganjil lebih banyak dari jumlah kendaraan pribadi yang berplat genap yaitu 54,5% (ganjil) dan 44,5% (genap). Volume lalu lintas mengalami penurunan 12% (1.966 smp/jam) apabila plat ganjil tidak diperbolehkan dan 9% (2.109 smp/jam) apabila plat genap tidak diperbolehkan melintasi ruas jalan tersebut. Kecepatan awal pada ruas jalan tersebut meningkat dari 28 km/jam menjadi 36,5 km/jam untuk larangan plat genap dan 38 km/jam untuk larangan plat ganjil melintas. Penurunan derajat kejenuhan sebesar 9% untuk larangan genap dan 12% untuk larangan ganjil. Tingkat pelayanan sebelum dan setelah diterapkannya kebijakan ini ada di level F.
HASIL UJI COBA DARI PENGEMBANGAN SISTEM PENGUJIAN RIDE INDEX FASILTAS UJI DINAMIKA KERETA API (FUDIKA) TEST DRIVE RESULT OF RIDE INDEX DEVELOPMENT SYSTEM AT DYNAMIC TEST FACILITY Mustari Lamma
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 1 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v15i1.1216

Abstract

Seiring dengan meningkatnya tuntutan masyarakat akan jasa transportasi kereta api, BPP Teknologi telah merancang dan mengembangkan sistem instrumentasi untuk pengujian dinamis kereta api yang diberi nama Fudika (Fasilitas Uji Dinamika Kereta api), salah satu  kelengkapan dari uji dinamis kereta api tersebut adalah uji ride indeks yang hasilnya berkaitan langsung dengan tingkat kenyamanan penumpang diatas kereta. Pada awalnya pengujian ride  indeks untuk melakukan uji pertama dan uji berkala dilakukan secara parsial dan tidak real time, disamping itu teknologi yang digunakan  masih sangat sederhana. Dengan semakin banyaknya jumlah kereta yang akan diuji, baik uji pertama maupun uji berkala dan sesuai amanah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkertaapian, perlu dipikirkan cara pengujian yang lebih efisien dan efektif. Solusi dari persoalan sistem instrumentasi untuk pengujian ride indeks yang telah diuraikan diatas pada awalnya dilakukan secara parsial dan tidak real time selanjutnya dikembangkan menjadi sistem pengujian terpadu  yang dapat menguji ride indeks 10 kereta dalam satu rangkaian pada waktu yang bersamaan secara real time. Hasil dari pengembangan pengujian secara parsial menjadi sistem pengujian terpadu telah diuji coba pada beberapa jenis kereta/gerbong pada lintasan Madiun-Walikukun dengan hasil cukup memuaskan dalam arti sistem instrumentasi Fudika tersebut bekerja dengan baik.
POTENSI PENGEMBANGAN ANGKUTAN LANJUTAN DENGAN MODA TRANSPORTASI JALAN DI BANDARA AHMAD YANI SEMARANG THE POTENTIAL DEVELOPMENT OF ADVANCED TRANSPORTATION BY ROAD TRANSPORT AT THE AIRPORT OF AHMAD YANI SEMARANG Juren Capah
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 1 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v15i1.1217

Abstract

Keterpaduan pelayanan transportasi antarmoda pada kenyataannya telah dilaksanakan walaupun kualitasnya belum optimal. Seiring dengan membaiknya perekonomian nasional dari waktu ke waktu dan ditandai dengan semakin berkembangnya berbagai kegiatan ekonomi, industri dan bisnis akhir-akhir ini, sehingga pengguna jasa angkutan udara juga semakin meningkat. Dalam rangka mewujudkan sistem pelayanan transportasi antarmoda yang efisien dan efektif, maka perlu dilakukan penelitian potensi pengembangan angkutan lanjutan dengan moda transportasi jalan di Bandara Ahmad Yani Semarang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perkiraan kebutuhan moda transportasi jalan dari dan ke Bandara Ahmad Yani Semarang. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian adalah metode peramalan dan deskriptif. Dari hasil analisis pada tahun 2014 angkutan umum yang potensial dikembangkan adalah rute Bandara Ahmad Yani Kota Semarang dan Bandar Udara Ahmad Yani Ungaran Kabupaten Semarang. Sedangkan pada tahun 2020 angkutan umum yang potensial dikembangkan adalah rute Bandara Ahmad Yani Kota Semarang, Ungaran Kabupaten Semarang, Cepu Kabupaten Blora, serta Sukorejo Kabupaten Kendal.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 26 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 24 No. 2 (2022): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 24 No. 1 (2022): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 21 No. 2 (2019): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 21 No. 1 (2019): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 20 No. 2 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 20 No. 1 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 4 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 3 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 2 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 1 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 4 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 3 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 2 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 1 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 4 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 3 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 2 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 1 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 16 No. 4 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 16 No. 3 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 16 No. 2 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 16 No. 1 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 4 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 3 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 2 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 1 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat More Issue