cover
Contact Name
Muhammad Nanang Prayudyanto
Contact Email
muhammadprayudyanto@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
puslitdrt@gmail.com
Editorial Address
Pusat Litbang Transportasi Jalan dan Perkeretaapian, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Kementerian Perhubungan RI
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Transportasi Darat
ISSN : 14108593     EISSN : 25798731     DOI : 10.25104/jptd.v24i1.2095
Core Subject : Health, Engineering,
Jurnal Penelitian Transportasi Darat adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang transportasi jalan dan perkeretaapian, dengan fokus pada keselamatan lalu lintas, perencanaan jalan, simulasi kecelakaan, pengembangan teknologi transportasi, dan rekayasa lalu lintas.
Articles 242 Documents
KETERPADUAN KRL JABODETABEK DENGAN BUS TRANSJAKARTA DAN ANGKUTAN UMUM LAINNYA INTEGRATION BETWEEN KRL JABODETABEK WITH TRANSJAKARTA BUSES AND OTHER PUBLIC TRANSPORTS Arif Anwar; Yogi Arisandi
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 1 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v15i1.1218

Abstract

Penelitian keterpaduan KRL Jabodetabek dengan Bus Transjakarta dan angkutan umum lainnya dilaksanakan dalam rangka menyusun suatu konsep keterpaduan pelayanan dan prasarana transportasi antara moda kereta api dengan angkutan umum lainnya. Penelitian ini dilaksanakan khususnya untuk menganalisis keterpaduan antara KRL Jabodetabek dengan Bus Transjakarta dan angkutan umum lainnya di Stasiun Gambir, Juanda, Cikini, dan Gondangdia sebagai sampel agar tersusun suatu rekomendasi konsep keterpaduan antarmoda angkutan umum tersebut di Jabodetabek. Dengan menggunakan metode analisis deskriptif dan Activity Relationship Chart (ARC) maka diharapkan dapat dilihat seperti apakah fasilitas yang ada di stasiun saat ini dan apa sajakah fasilitas yang harus ada di stasiun agar keterpaduan tersebut terjadi.
PENGGUNAAN SEPEDA MOTOR UNTUK MUDIK DI JAWA PADA ANGKUTAN LEBARAN 2012 THE USE OF MOTORCYCLES FOR HOME TO VILLAGE IN JAVA IN TRANSPORT THE DAY IDUL FITRI 2012 Nunuj Nurdjanah
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 1 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v15i1.1219

Abstract

Kepemilikan sepeda motor dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan yang siginifikan, sehingga penggunaan sepeda motor di jalan pun meningkat dengan tajam tak terkecuali pada masa Lebaran, sepeda motor dijadikan sebagai salah satu angkutan menuju kampung halaman baik jarak dekat maupun jarak jauh. Penggunaan sepeda motor untuk mudik ini telah menjadi fenomena setiap Lebaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi penggunaan sepeda motor pada angkutan Lebaran 2012. Berdasarkan hasil analisis terhadap data sekunder dari Polri dan Posko Angkutan Lebaran Terpadu 2012 (Kemenhub) menunjukkan bahwa penggunaan sepeda motor untuk mudik Lebaran mengalami kenaikan sebesar 18,17% (dari jumlah 2.368.720  sepeda motor pada tahun 2011 menjadi 2.799.129  sepeda motor pada tahun 2012), dan dari total 8.302 kendaraan yang terlibat kecelakaan, sepeda motor yang terlibat sebanyak 5.710 unit atau meningkat 32% dibanding tahun 2011, dan mobil penumpang sebanyak 1.202 unit atau meningkat sebesar 46% dibanding tahun 2011. Berdasarkan persepsi pemudik sepeda motor menyatakan bahwa: alasan pemudik menggunakan sepeda motor sebanyak 38% menjawab lebih cepat, dan 31% menjawab lebih murah biayanya, sebanyak 29% menjawab lebih fleksibel/kenyamanan, dan 2% ada yang menjawab lebih nyaman; mengenai penggunaan sepeda motor pada Lebaran tahun 2013, sebanyak 89% pemudik akan menggunakan lagi, sementara 11% tidak akan menggunakan lagi dengan alasaan lelah dan keselamatan.
Evaluasi Kemanfaatan Rest Area Dalam Jaringan Jalan Tol Antar Kota (Studi Kasus Rest Area Cikopo-Palimanan (Cipali)) Tetty Sulastry Mardiana
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 21 No. 1 (2019): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v21i1.1236

Abstract

Ruas Jalan tol Cikampek-Palimanan (Cipali) adalah bagian dari jaringan jalan tol trans jawa, dan merupakan ruas tol terpanjang di Indonesia yaitu sepanjang 116,75 km. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tersebut antara lain diatur agar pada setiap ruas jalan tol antarkota harus dilengkapi dengan tempat istirahat (rest area) dan pelayanan untuk kepentingan pengguna jalan tol. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran manfaat rest area ruas jalan tol Cipali (studi kasus 1 rest area tipe A dan 1 rest area tipe B) dalam memenuhi kebutuhan dasar dan harapan pengguna jalan tol. Penelitian ini disampaikan secara deskriptif menggunakan pendekatan gabungan kualitatif dan kuantitatif. Setelah melalui proses pengolahan data maka hasilnya adalah tingkat kemanfaatan rest area menurut pengguna rest area menyatakan bahwa tingkat kemanfaatan rest area adalah sedang sampai tinggi tergantung jarak antara rest area, makin jauh jarak antar rest area makin tinggi tingkat kebutuhannya. Lokasi antar rest area di sepanjang ruas jalan tol Cipali sudah memenuhi peraturan yang berlaku, yaitu kurang dari 50 kilometer (jarak terjauh adalah 28,4 km dari rest area km 102 ke rest area Km 130). Lokasi rest area Km 130 dan 166 arah Palimanan berdasarkan Pedoman Teknis Cara Penentuan Lokasi Tempat Istirahat di Jalan Bebas Hambatan No.037/T/BM/1999, sudah melebihi ketentuan penentuan posisi atau jarak dari gerbang tol ke lokasi fasilitas tempat istirahat didasarkan tingkat kelelahan bagi pengemudi, yaitu berjarak 20,3 km (rest area Km 130) dan 8,7 km (rest area Km 166).
Kajian Preferensi Angkutan Umum di Kota Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Tania Andari; Dwi Widiyanti
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 21 No. 1 (2019): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v21i1.1264

Abstract

Angkutan umum merupakan kebutuhan masyarakat dalam beraktivitas dari satu tempat ke tempat lainnya. Dalam melakukan perjalanan sehari-hari masyarakat Kota Pelaihari masih menggunakan mobil atau motor pribadi. Guna mengurai kemacetan di kota Pelaihari, pemerintah hendak menyediakan transportasi angkutan umum di Kota Pelaihari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik angkutan umum yang tepat untuk Kabupaten Tanah Laut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan cara pengumpulan data dengan menggunakan wawancara responden menggunakan kuisioner dan observasi lapangan. Dengan menggunakan sampel sebanyak 100 responden berdasarkan rumus Slovin dan dilakukan analisa preferensi masyarakat ditemukan bahwa 1) masyarakat Kota Pelaihari setuju adanya akan adanya penyediaan pelayanan angkutan kota dengan trayek tetap dan teratur dan juga bersedia beralih menggunakan angkutan umum tersebut 2) jenis angkutan yang diingini adalah bus sedang, bus kecil dan mobil penumpang umum (MPU) dengan titik pemberhentian angkutan umum di halte.
ANALISIS PENINGKATAN WAKTU PERJALANAN DAN PEMILIHAN MODA PADA PENERAPAN KEBIJAKAN ERP (ELECTRONIC ROAD PRICING) DI JAKARTA A. Faroby Falatehan; Yusman Syaukat; Rizal Bahtiar
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 3 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v19i3.1346

Abstract

Pemerintah DKI berusaha untuk membatasi masyarakat dalam menggunakan kendaraan pribadi di Kota Jakarta, salah satu caranya adalah dengan penerapan ERP. Tetapi penerapan kebijakan ini harus didukung oleh kebijakan lainnya, seperti ketersediaan moda transportasi umum, sehingga penerapan kebijakan ini akan dapat mengurangi kemacetan yang terjadi di Jakarta dapat dikurangi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berapa peningkatan waktu tempuh akibat kemacetan di Jalan Sudirman dan pilihan moda transportasi masyarakat saat ERP diterapkan. Metode penelitian yang digunakan adalah contigent choice model (CCM). Akibat kemacetan di Jalan Sudirman terjadi peningkatan waktu tempuh rata-rata adalah 72 menit, dan jika ERP di terapkan moda transportasi yang akan dipilih oleh masyarakat adalah busway sebesar 70,64 persen dan kereta api sebesar 13,76 persen.
(RETRACTED) PENGARUH DISIPLIN PENGENDARA SEPEDA MOTOR, KONDISI SEPEDA MOTOR DAN JALAN TERHADAP KESELAMATAN BERLALU LINTAS DI KOTA BOGOR TAHUN 2016 (SURVEI JALAN RAYA TAJUR) Ni Luh Wayan Rita Kurniati
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 3 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v19i3.1347

Abstract

Kota Bogor mengalami perkembangan yang sangat pesat. Jumlah penduduk yang semakin padat, meningkatnya kepemilikan kendaraan bermotor khususnya roda dua, kurang disiplinnya pengendara, kurangnya sarana dan prasarana lalu lintas menjadi penyebab kemacetan dan kecelakaan lalu lintas khususnya di Jalan Raya Tajur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disiplin pengendara sepeda motor, kondisi sepeda motor dan kondisi jalan terhadap keselamatan berlalu lintas di Kota Bogor. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh pengguna sepeda motor yang melewati Jl. Raya Tajur. Penentuan sampel menggunakan metode nonprobability sampling. Total populasi di jalan tersebut sebesar 20.196 responden. Dengan menggunakan tabel Isaac dan Michael, diperoleh sampel sebanyak 342 responden. Metode analisis yang digunakan adalah menggunakan analisis jalur. Hasil pengujian Hipotesis membuktikan bahwa disiplin pengendara sepeda motor memberikan pengaruh terhadap peningkatan keselamatan lalu sebesar 21,4%. Disiplin pengendara sepeda motor juga berpengaruh terhadap kondisi sepeda motor sebesar 22,1%. Sedangkan kondisi sepeda motor dan kondisi jalan memberikan pengaruh langsung terhadap disiplin pengendara sebesar 35,1%. 
ANALISIS PEMBOBOTAN KRITERIA PELAYANAN TERMINAL TIPE B JAWA TENGAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) (STUDI KASUS TERMINAL KABUPATEN DEMAK DAN TERMINAL KABUPATEN BANJARNEGARA) Agus Sasmito; Fandy Murdiyanto
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 4 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v19i4.1350

Abstract

Pelayanan  yang  wajib disediakan dan dilaksanakan oleh penyelenggara terminal penumpang angkutan jalan yang mencakup keselamatan, keamanan, kehandalan/keteraturan, kenyamanan, kemudahan/keterjangkauan, dan kesetaraan. Namun belum terdapat suatu pembobotan dari tiap tiap kriteria. Kriteria pelayanan yang ada hanya berupa penjelasan deskriptif dari masing-masing kriteria tanpa ada suatu persentase pembobotan. Persentase pembobotan berfungsi untuk menilai suatu pelayanan yang menghasilkan nilai dan kategori nilai tertentu. Nilai persentase dari masing-masing kriteria bisa digunakan untuk melakukan penilaian dengan memasukkan perhitungan matematis terhadap hasil pembobotan kriteria penilaian. Metode yang digunakan untuk pembobotan kriteria pelayanan adalah menggunakan metode AHP. Metode tersebut berfungsi menentukan prioritas kriteria berdasarkan data responden yang menghasilkan sebuah angka persentase. Selain AHP juga digunakan Rating Scale yang berfungsi sebagai alat untuk menentukan skoring pada lokasi yang dijadikan uji coba perhitungan pembobotan AHP. Hasil pembobotan menunjukkan kriteria keselamatan sebesar 33%, kriteria pelayanan keamanan sebesar 26%, kriteria pelayanan kehandalan/keteraturan sebesar 16%, kriteria pelayanan  kenyamanan  sebesar  10%,  kriteria  pelayanan  kemudahan/keterjangkauan sebesar 8%, dan kriteria pelayanan kesetaraan  sebesar 7%. Sementara hasil penerapan persentase pembobotan yang digunakan untuk menilai pelayanan Terminal Demak adalah 43% atau kategori KURANG dan 73,5% atau kategori BAIK untuk Terminal Banjarnegara.
AKSES DAN PELAYANAN TRANSPORTASI MENUJU DESTINASI WISATA PANTAI MANDALIKA DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Hartono Hartono; Listifadah Listifadah
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 4 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v19i4.1351

Abstract

Kementerian Pariwisata telah menetapkan 10 destinasi wisata menjadi program prioritas yang akan dijadikan tempat wisata unggulan untuk mendatangkan target 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2019, dan salah satu destinasi wisata tersebut adalah Mandalika. Aksesibilitas dan pelayanan transportasi menjadi penting untuk mendukung kelancaran program tersebut. Studi ini bertujuan untuk menyusun rekomendasi terkait aksesibilitas dan penyelenggaraan angkutan pariwisata serta angkutan umum menuju Kawasan Pantai Mandalika, sedangkan metode analisis menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif, untuk mengetahui bagaimana pelayanan transportasi menuju destinasi wisata Pantai Mandalika di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Adapun hasil analisis mengatakan bahwa belum terdapat konektivitas antara simpul-simpul transportasi eksisting di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan destinasi wisata Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Transportasi menuju kawasan tersebut di dominasi oleh travel dan taksi bandara. Berdasarkan analisis kebutuhan angkutan dapat disimpulkan bahwa waktu operasi bus pariwisata akan dilaksanakan mulai pukul 11.00 s.d 22.00 WITA dengan periode sibuk pada pukul 14.00 s.d 17.00 WITA, karena mayoritas wisatawan mengunjungi kawasan mandalika pada sore hari, dan kecepatan bus tersebut rata-rata 40 km/jam mengingat lebar jalan hanya 6 m dua arah, sedangkan kebutuhan armada bus pariwisata berdasarkan jumlah wisatawan pada tahun 2018/2019 sebanyak 6 armada.
KAJIAN WAKTU HILANG (LOST TIME) PADA SIMPANG BERSINYAL (STUDI KASUS: SIMPANG JAKARTA DI KOTA TEGAL) Edi Purwanto; Iqbal Maulana
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 4 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v19i4.1352

Abstract

Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kapasitas simpang bersinyal adalah waktu siklus (c), yang memiliki hubungan berbanding terbalik. Sedangkan waktu siklus ditentukan oleh beberapa variabel yaitu rasio arus (FRCrit) dan waktu yang hilang (Lost Time-LTI). Nilai waktu yang hilang di simpang berbanding lurus dengan besarnya waktu siklus. Ada hal yang menarik untuk dikajimengenai waktu yang hilang, yaitu bahwa pada kenyataannya, waktu yang hilang tidak hanya terdiri atas semua merah (allred) saja tetapi juga beberapa waktu pada saat awal hijau yaitu waktu yang diperlukan oleh para pengemudi untuk memulai pergerakan kendaraannya; dan sebagian waktu kuning dan semua merah bukan merupakan waktu yang hilang, karena sebagian pemakai jalan diIndonesia tetap berjalan melintasi simpang pada saat lampu kuning menyala. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan anatara waktu kehilangan awal maupun tambahan akhir pada simpang bersinyal antara berbagai jenis pengaturan sinyal (kondisi normal, dengan menggunakan yellow-red, dengan menggunakan countdown timer. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, dengan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik uji beda One Way Anova dan uji beda one sample t test. Dengan bantuan software SPSS 16.0. Dengan membandingkan hasil analisis menurut Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) tahun 1997 yang menyebutkan bahwa waktu kehilangan awal dan tambahan akhir memiliki nilai yang sama yaitu sebesar 4,8 detik, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang siginfikan waktu kehilangan awal maupun tambahan akhir pada simpang bersinyal antara berbagai jenis pengaturan sinyal (kondisi normal, dengan menggunakan yellow-red, dengan menggunakan countdown timer) dengan hasil analisis menurut Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) tahun 1997.
KAJIAN RUTE AMAN SELAMAT SEKOLAH (RASS) DI KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI Setio Boedi Arianto; Dwi Heriwibowo
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 4 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v19i4.1353

Abstract

Tujuan dari kajian ini adalah untuk mendapatkan desain dan mengetahui penerapan Zona Selamat Sekolah (ZoSS), jalur sepeda, fasilitas pejalan kaki, rambu-rambu, dan rute angkutan umum pada zona pendidikan di Kabupaten Kediri. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis MKJI, Analisis Cross Tab, Analisis Pedestrian, serta Analisis Deskriptif, maka kesimpulan dari kajian ini adalah 6 ruas jalan memiliki V/C Ratio di bawah 0,60 yaitu Jl. Soekarno-Hatta, Jl. Pahlawan Kusuma Bangsa, Jl. PB. Sudirman, Jl. Yos Sudarso, Jl. Ahmad Yani, dan Jl. Letjen. Sutoyo dengan tingkat pelayanan A, sedangkan satu ruas jalan memiliki V/C Ratio di atas 0,60 yaitu Jl. Dr. Sutomo dengan tingkat pelayanan B. Pada saat berangkat sekolah, untuk jarak <1 km pelajar lebih dominan berjalan kaki dengan persentase sebesar 33,77%, untuk jarak antara >1-5 km persentase terbesar adalah penumpang sepeda motor sebesar 35,54%, untuk jarak antara >5-9 km persentase terbesar adalah pengemudi sepeda motor sebesar 38,71%, dan untuk jarak >9 km persentase terbesar adalah pengemudi sepeda motor sebesar 58,00%. Pada saat pulang sekolah, untuk jarak <1 km pelajar lebih dominan berjalan kaki dengan persentase sebesar 41,56%, untuk jarak antara >1-5 km persentase terbesar adalah penumpang sepeda motor sebesar 34,71%, untuk jarak antara >5-9 km persentase terbesar adalah pengemudi sepeda motor sebesar 38,71%, dan untuk jarak >9 km persentase terbesar adalah pengemudi sepeda motor sebesar 56,00%. Sebanyak 7 ruas jalan yang dijadikan lokasi survei belum seluruhnya dilayani angkutan pedesaan yang ada di Kecamatan Pare, hanya 3 ruas jalan yaitu Jl. Dr. Sutomo untuk Zona Pendidikan 1, Jl. PB. Sudirman (Zona Pendidikan 2), dan Jl. Ahmad Yani (Zona Pendidikan 3), dan saat ini belum tersedia jalur sepeda di Kecamatan Pare.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 26 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 24 No. 2 (2022): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 24 No. 1 (2022): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 21 No. 2 (2019): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 21 No. 1 (2019): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 20 No. 2 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 20 No. 1 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 4 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 3 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 2 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 1 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 4 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 3 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 2 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 1 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 4 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 3 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 2 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 1 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 16 No. 4 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 16 No. 3 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 16 No. 2 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 16 No. 1 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 4 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 3 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 2 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 1 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat More Issue