cover
Contact Name
Muhammad Nanang Prayudyanto
Contact Email
muhammadprayudyanto@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
puslitdrt@gmail.com
Editorial Address
Pusat Litbang Transportasi Jalan dan Perkeretaapian, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Kementerian Perhubungan RI
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Transportasi Darat
ISSN : 14108593     EISSN : 25798731     DOI : 10.25104/jptd.v24i1.2095
Core Subject : Health, Engineering,
Jurnal Penelitian Transportasi Darat adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang transportasi jalan dan perkeretaapian, dengan fokus pada keselamatan lalu lintas, perencanaan jalan, simulasi kecelakaan, pengembangan teknologi transportasi, dan rekayasa lalu lintas.
Articles 242 Documents
Prediksi Nilai Track Quality Index (TQI) Berdasarkan Data Frekuensi dan Beban Lalu Lintas untuk Lebar Sepur 1067 Arisma Havino Wantana; Hera Widyastuti; Catur Arif Prastyanto
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v22i2.1590

Abstract

ABSTRACTTrack Quality Index (TQI) Value Prediction Based on Frequency Data and Traffic Load for 1067 Track Gauge: Track Quality Index (TQI) is an output from a measurement train. The higher TQI value indicates the higher level of railroad damage. The government has limitations to get the TQI value due to the limited number of measuring trains that are owned. Therefore, an alternative is needed to predict TQI values so that the safety aspect is guaranteed. To predict the TQI value on the width of the rail 1067 mm, a statistical regression analysis method was used. The variables used are TQI Parameters (Y) value, traffic frequency (X1) and traffic load (X2). Based on analysis, the form of the equations to predict the value of TQI parameters are YPert = 1,00.10-5 X1 + 1,47.10-7 X2 + 3,58; YAng = 2.08.10-5 X1 + 1.62.10-7 X2 + 3.77; YListr = 1,07.10-5 X1 + 1,60.10-7 X2 + 1,75; YLbspr = 1.76.10-5 X1 + 1.36.10-7 X2 + 0.32. The magnitude of the frequency and traffic load values in the TQI value categories are 10,230 train/yr and 11,524,169 tons/yr in categories 1, 17,050 train/yr and 19,206,948 tons/yr in category 2, 27,280 train /yr and 30,731,117 tons/yr in category 3 as well as more than 27,280 train/yr and 30,731,117 tons/yr in category 4.Keywords: track quality index; safety; regresion; equations.ABSTRAKTrack Quality Index (TQI) adalah output dari kereta ukur. Semakin tinggi nilai TQI, tingkat kerusakan jalan rel semakin parah. Pemerintah memiliki keterbatasan untuk mendapatkan nilai TQI karena terbatasnya jumlah kereta ukur yang dimiliki. Oleh karena itu, diperlukan alternatif untuk memprediksi nilai TQI sehingga aspek keselamatan terjamin. Untuk memprediksi nilai TQI pada lebar rel 1067 mm, digunakan metode analisis regresi. Variabel yang digunakan adalah nilai Parameter TQI (Y), frekuensi lalu lintas (X1) dan beban lalu lintas (X2). Berdasarkan hasil analisis, bentuk persamaan untuk memprediksi nilai parameter TQI adalah YPert = 1,00.10-5 X1 + 1,47.10-7 X2 + 3,58; YAngkt = 2.08.10-5 X1 + 1.62.10-7 X2 + 3.77; YListr = 1,07.10-5 X1 + 1,60.10-7 X2 + 1,75; YLbspr = 1.76.10-5 X1 + 1.36.10-7 X2 + 0.32. Besarnya frekuensi dan nilai beban lalu lintas dalam kategori nilai TQI adalah 10.230 kereta/tahun dan 11.524.169 ton/tahun pada kategori 1, 17.050 kereta/tahun dan 19.206.948 ton/tahun pada kategori 2, 27.280 kereta/tahun dan 30.731.117 ton/tahun pada kategori 3 serta lebih dari 27.280 kereta/tahun dan 30.731.117 ton/tahun pada kategori 4.Kata Kunci: track quality index; keselamatan; regresi; persamaan
Analisis Kebutuhan Rambu dan Marka Jalan untuk Meningkatkan Keselamatan di Provinsi Bangka Belitung (Studi Kasus Ruas Jalan Provinsi di Kabupaten Bangka) Tetty Sulastry Mardiana
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v22i2.1592

Abstract

ABSTRACTAnalysis of The Need for Road Signs and Markings to Improve Safety in Bangka Belitung Province (Case Study of Provincial Roads in Bangka Regency): The existence of several accident-prone points that cause the number of victims with varying fatality rates and cause a lot of fatalities and material. For this reason, it is necessary to analyze the cause of the accident, determine the survey location in order to provide appropriate handling solutions to overcome the accident riots on the Bangka Belitung Islands Province road. This study uses a quantitative and qualitative descriptive approaches. The result is the four black spot locations surveyed had 90% smooth and good road conditions, with sloping topographical conditions and normal road geometries, no hazardous road geometric conditions were identified. The average speed of four-wheeled and two-wheeled vehicles at the Provincial road black spot location in Bangka Regency is in a safe position (<80 km/hour), so it can be concluded that the accident that occurred at the black spot location was not caused by speed factors. Traffic conditions at the black spot location are smooth without delay, and the number of vehicles that pass tends to be low. The results of observations were identified most of the road network not yet installed traffic signs, as markers of vulnerable locations, public facilities and so forth. The installation of traffic signs according to The American Traffic Safety Services Association (2008) can reduce traffic accidents. Recommendations to improve road safety on provincial roads in Bangka Regency, it is necessary to install 52 signs on Jl Sungai Liat - Puding Besar in the direction of Pangkal Pinang (survey location 1), and 80 signs on Jl Lintas Timur Desa Rebo Kec. Sungailiat Pinang (2nd survey location).Keywords: safety; traffic signs; road markings.ABSTRAKAdanya beberapa titik rawan kecelakaan yang menimbulkan jumlah korban dengan tingkat fatalitas yang bervariasi dan menimbulkan korban jiwa serta materi yang tidak sedikit. Untuk itu perlu analisis penyebab kecelakaan, penentuan lokasi survey sehingga dapat memberikan solusi penanganan yang tepat untuk mengatasi kerawanan kecelakaan di jalan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian gabungan kualitatif dan kuantitatif. Hasilnya adalah empat lokasi black spot yang di survey tersebut memiliki kondisi jalan 90% mulus dan baik, dengan kondisi topografi yang landai dan geometrik jalan normal, tidak ditemukenali kondisi geometrik jalan yang membahayakan. Kecepatan rata-rata kendaraan roda empat dan roda dua di lokasi black spot jalan Provinsi di Kabupaten Bangka, berada pada posisi aman (<80 km/jam), sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa kecelakaan yang terjadi pada lokasi black spot ini bukan disebabkan oleh faktor kecepatan. Kondisi lalu lintas di lokasi black spot lancar tanpa tundaan, dan jumlah kendaraan yang melintas cenderung rendah. Hasil observasi ditemukenali sebagian besar jaringan jalan belum dipasang rambu-rambu lalu lintas, sebagai penanda lokasi-lokasi rawan, fasilitas umum dan lain sebagainya, pemasangan rambu lalu lintas menurut The American Traffic Safety Services Association (2008) dapat menurunkan kecelakaan lalu lintas, maka rekomendasi untuk meningkatkan keselamatan jalan di jalan Provinsi yang terdapat di Kabupaten Bangka adalah pemasangan rambu lalu lintas sebanyak 52 buah rambu di Jl Sungai Liat-Puding Besar Arah Pangkal Pinang(lokasi survey 1), dan 80 buah rambu Jl Lintas Timur Desa Rebo Kec. Sungailiat Pinang (lokasi survey ke 2). Kata Kunci: Keselamatan; Rambu Lalu Lintas; Marka Jalan
Analisis Pengaruh Biaya dan Waktu Tempuh Terhadap Aksesibililtas Angkutan Umum Menuju Stasiun KRL, LRT, dan BRT di Kota Bekasi Aditiya Rendra Riawan; Ervina Ahyudanari
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v22i2.1593

Abstract

ABSTRACTBekasi City is a buffer city of the Capital City of DKI Jakarta, with a population of 2,873,484 inhabitant. KRL, LRT, and BRT were built to meet the needs of trips to the city of Jakarta to reduce congestion. In fact, many people didn’t use KRL, LRT, and BRT as means to go to Jakarta. Therefore it is necessary to anlyze the accessibility to the three stations. The method used in this study is the Accessibility Method with the Competition Measure. Each land use surrounded the Bus Rapid Transit station area, Jabodebek LRT station, and Commuter Train Station is identified. Each facility's capacity, the physical distance between zones, travel time based on mode, and travel costs are the considered variables. The results show that the worst accessibility value is on Thursday, with the worst accessibility value of 5.804 for centroid number 235. The total area with a good accessibility category is 89 km2, moderate is 117 km2, and bad is 89 Km2. From the multiple regression analysis, the modeling form Y = -0.731 + 0.006 X1 + 0.075 X2 + 0.03 X3 + 0.031 X4 is obtained. From the new accessibility results, the value obtained the results of the category of good accessibility from 89 Km2 become 86 km2, areas with moderate accessibility category increased from 117 Km2 to 132 km2, and areas with poor accessibility categories from 33 km2 to 19 km2.Keywords: Accessibility; BRT Station; LRT Station; KRL Station; Public Transportation.ABSTRAKKota Bekasi merupakan kota penyangga Ibukota DKI Jakarta dengan jumlah penduduk 2.873.484 jiwa, serta memiliki potensi pergerakan orang yang besar menuju wilayah DKI Jakarta. KRL, LRT, dan BRT di Kota Bekasi dibangun untuk memenuhi kebutuhan perjalanan menuju Kota Jakarta untuk mengurangi kemacetan. Pada kenyataannya, banyak orang tidak menggunakan sarana tersebut menuju ke Kota Jakarta. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui tingkat pelayanan angkutan umum menuju ketiga stasiun tersebut. Salah satu indikator tingkat pelayanan adalah aksesibilitas. Adapun metode yang digunakan didalam penelitian ini adalah pengukuran aksesibilitas dengan metode penghitungan Competition Measure, dimana pada masing masing kawasan stasiun Bus Rapid Transit, stasiun LRT Jabodebek, Stasiun Kereta Commuter akan dilakukan penghitungan kapasitas masing–masing fasilitas, jarak fisik antar zona,  waktu tempuh perjalanan, biaya perjalanan. Penghitungan menghasilkan nilai aksesibilitas terburuk pada hari kamis dengan nilai aksesibilitas terburuk 5.804 pada centroid nomor 235, dengan luas wilayah kategori baik sebesar 89 Km2, sedang sebesar 117 Km2, dan buruk sebesar 89 Km2. Dari analisa regresi berganda didapatkan bentuk pemodelan Y  = -0.731 + 0.006 X1 + 0.075 X2 + 0.03 X3 + 0.031 X4. Dari hasil nilai aksesibilitas baru didapatkan hasil kategori aksesibilitas baik sebesar 89 Km2 menjadi 86 Km2, wilayah dengan kategori aksesibilitas sedang dari 117 Km2 menjadi 132 Km2, dan wilayah dengan kategori aksesibilitas buruk dari 33 Km2 menjadi 19 Km2.Kata Kunci: Aksesibilitas; Stasiun BRT; Stasiun LRT; Stasiun KRL; Pengangkutan Umum.
Halaman Depan Juni 2020 Dwi Heriwibowo
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v22i1.1594

Abstract

Quo Vadis Pengaturan dan Indikasi Penerapan Konsep Earmarking Pada Dana Preservasi Jalan di Indonesia Dian Agung Wicaksono
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v22i1.1595

Abstract

Dalam Naskah Akademik Revisi UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ), salah satu poin yang diangkat sebagai inventarisasi permasalahan adalah pengaturan mengenai Dana Preservasi Jalan. Hal ini didasarkan pada pemikiran bahwa walaupun UU LLAJ telah berusia lebih dari 1 dasawarsa, namun pengaturan mengenai Dana Preservasi Jalan belum secara jelas diimplementasikan. Penelitian ini menganalisis bagaimana pengaturan Dana Preservasi Jalan di Indonesia dan kecenderungan kesesuaiannya dengan konsep earmarking yang diintroduksi sebagai konsep keuangan negara oleh negaranegara maju dalam pembiayaan pembangunannya. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, dengan menganalisis data sekunder berupa peraturan perundang-undangan dan pustaka yang terkait dengan konsep earmarking. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengaturan Dana Preservasi Jalan merupakan hal baru yang dikenalkan oleh UU LLAJ dan tidak terdapat pada pengaturan sebelumnya. Namun demikian, pengaturan mengenai Dana Preservasi Jalan tidak pula memiliki kejelasan karena belum adanya peraturan pelaksanaan yang didelegasikan secara eksplisit oleh UU LLAJ. Hal ini mengakibatkan pengaturan Dana Preservasi Jalan secara riil belum diimplementasikan. Pengaturan Dana Preservasi Jalan memiliki kecenderungan menerapkan konsep earmarking, namun dikarenakan belum adanya pengaturan lebih lanjut mengenai pengelolaan Dana Preservasi Jalan, maka kecenderungan penerapan konsep earmarking menjadi sumir dan tidak jelas.
Prioritas Penanganan Masalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja Dalam Upaya Perbaikan Pelaksanaan Proyek Jalan Tol di Indonesia Fajar Susilowati; Riska Rahayu; Siti Amalia
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v22i1.1596

Abstract

Banyaknya kecelakaan kerja pada proyek infrastruktur khususnya jalan tol pada tiga tahun terakhir, menunjukkan adanya permasalahan yang terkait dengan pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lapangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji lebih lanjut terhadap tiga permasalahan K3 yaitu Upaya Penurunan Perilaku Beresiko, Upaya Peningkatan Kepatuhan Pekerja terhadap K3, dan Upaya Peningkatan Keberhasilan Pelaksanaan Prosedur K3 khususnya pada konstruksi jalan tol di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner pada tiga proyek jalan tol yang berada di Kawasan Jakarta dengan jumlah responden sebanyak 222 orang pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan K3 dibidang konstruksi khususnya jalan tol. Hal pertama adalah upaya meminimalisasi perilaku beresiko pada pekerja dengan memberikan bekal pengetahuan yang cukup dan sistem pengawasan yang baik. Hal kedua adalah upaya meningkatkan kepatuhan pekerja dalam melaksanakan prosedur K3 dengan membuat kebijakan dan program yang diwujudkan dalam bentuk penyediaan sarana dan prasarana K3 yang mendukung sebagai wujud dari komitmen top management. Hal ketiga adalah upaya peningkatan pelaksanaan prosedur K3 dengan melaksanakan pengawasan yang tepat dan didukung oleh penerapan hukuman yang tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ketiga hal tersebut harus diperhatikan agar dapat mendukung keberhasilan pelaksanaan program K3 untuk meminimalisasi kecelakaan, khususnya pada proyek jalan tol di Indonesia.
Review of Track Gauge for Trans-Sumatera Railway Revitalization and Development Soemino Eko Saputro; Prasadja Ricardianto; Haniva Mulyani; Primadi Candra Susanto
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v22i1.1597

Abstract

The aim of this research is to comprehend in details how revitalization and development of railway infrastructure on the Trans-Sumatera line in Sumatera Island. The main problem in this research is that the use of railways in Sumatera Island is neither sustainable nor in all provinces. This research is both meta-analytical, by exploring the existing journals, and factual as a phenomenon in the utilization of spoor width that happens in the world today. It is completed by parameter or performance indicators as for benchmarking with other countries. From the result of this research, the data shows that almost 60 percent of existing railway tracks around the world have been installed with standard gauge of 1,435 mm and have been international standard. The benefit of this study is that the leaders or decision makers can take it into account to support the future transportation in Sumatera Island which must be oriented to bigger, faster, safer, cleaner, cheaper, affordable, and leisure. To keep exploiting the existing railway or track can be done by developing construction equipment of track gauge adjuster to change the wheel gauge from 1,435 mm to 1,067 mm. Subsequently re-gauging is done in stages, changing the track gauge from narrow gauge of 1,067 mm to standard gauge of 1,435 mm.
Beware Alat Pendeteksi Kelelahan Berbasis Kecerdasan Buatan dengan Metode Pengolahan Citra untuk Mencegah Kecelakaan Berkendara Ahmad Muammar Habibi; Muhtar Fariqi; Rio Anggriawan
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v22i1.1598

Abstract

Masalah terbesar yang di hadapi Indonesia saat ini yaitu kecelakaan lalu lintas. Kerugian yang didapatkan dari kecelakaan lalu lintas diantaranya menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material. Korban yang paling banyak berasal dari kendaraan roda 4 atau lebih yang dimana korbannya ada yang terluka maupun ada yang meninggal dunia. Penyebab tingginya jumlah kecelakaan lalu lintas adalah disebabkan oleh faktor manusia itu sendiri seperti mengantuk ketika berkendara, dibawah pengaruh alkohol, menggunakan ponsel ketika mengemudi dan melanggar rambu lalu lintas. Oleh karena itu, BEWARE hadir untuk mengatasi masalah ini. BEWARE dapat mendeteksi pengemudi yang mengantuk dengan mengamati gerakan kelopak mata pengemudi dengan menggunakan metode pengolahan citra yang berbasis kecerdasan buatan. BEWARE menggunakan daya rendah hanya 18watt dan BEWARE juga memiliki fungsi dalam pencahayaan yang memadai ataupun dalam pencahayaan yang buruk (gelap gulita). BEWARE sendiri sudah dilengkapi dengan keamanan bertingkat seperti sirine, alarm, aktivasi lampu tanda darurat secara otomatis,dan akan menonaktifkan mesin mobil jika dalam waktu lebih dari 5 detik pengemudi tidak bangun dari tidur. Selain itu, BEWARE sudah terintegrasi dengan aplikasi yang dapat menampilkan informasi pengemudi pada ponsel yang nantinya informasi tersebut akan dikirim ke ponsel saudara terdekat dengan pemberitahuan khusus (Notification Real Time). Alat kami memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi pemakainya dengan menempatkan kamera di Dashboard mobil dan menghadap ke wajah pengemudi maksimal 1 meter.
Analisis Probabilitas Perpindahan Moda Pengguna Sepeda Motor ke Kereta Commuter Surabaya Porong Ahmad Soimun; Hera Widyastuti
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v22i1.1599

Abstract

Kemacetan di Kota Surabaya semakin hari semakin meningkat dilihat dari volume lalu lintas harian rata rata pada Jalan Ahmad Yani yang dari Sidoarjo baik pada pagi dan malam hari. Hal ini dikarenakan banyaknya masyarakat Sidoarjo dalam melakukan aktivitasnya menggunakan kendaraan sepeda motor. Salah satu jenis transportasi yang dapat dijadikan alternatif untuk membantu mengatasi permasalahan kebutuhan transportasi masyarakat Surabaya Sidoarjo adalah kereta. Salah satu angkutan penumpang untuk pergerakan commuter tersebut adalah kereta commuter Surabaya Porong. Kereta commuter Surabaya Porong saat ini sudah beroperasi tetapi pengguna kereta commuter masih cenderung sedikit dan terus berkurang. Untuk menyadarkan masyarakat perlu dilakukan penelitian dengan maksud menawarkan pengguna kendaraan sepeda motor untuk berpindah ke kereta commuter dalam melakukan aktivitas ke Surabaya atau sebaliknya. Penelitian dilakukan dengan wawancara/kuisoner kepada pengguna kendaraan sepeda motor dengan menggunakan teknik stated preference. Data primer kemudian diolah menggunakan analisis regresi logistik. Hasil probabilitas pengguna kendaraan sepeda motor yang bersedia berpindah dengan moda transportasi kereta commuter sangat dipengaruhi oleh karakteristik: jenis kelamin, pendapatan dan harga tiket kereta. Dalam penelitian juga mempertimbangkan faktor nilai willingness to pay dari responden. Dimana untuk harga tiket yang di tawarkan terdapat 2 skenario, yang pertama harga tetap Rp 5.000, dan harga naik Rp 6.000 dengan perbaikan fasilitas.
Analisis Implikasi Pengoperasian Trans Jateng Terhadap Biaya Transportasi Bekerja Buruh Industri (Studi Kasus: Koridor I Kedungsepur) Basyier Gemaning Insan; Okto Risdianto Manullang; Adhi Setyanto
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v22i1.1600

Abstract

Urban sprawl memicu permasalahan semakin tingginya biaya transportasi akibat keterbatasan layanan angkutan umum sehingga menyababkan ketergantungan terhadap penggunaan kendaraan pribadi. Fenomena ini telah muncul di berbagai Negara Barat dan sebagian besar Asia, tetapi di Indonesia fenomena ini bekerja secara natural dan Pemerintah memberikan solusi melalui pembangunan koridor transportasi baru termasuk pemberian subsidi transportasi untuk meringankan biaya perjalanan. Sebagai kasus studi digunakan metropolitan Kedungsepur yang menunjukkan bahwa dinamika ini unik karena terjadi pada kota-kota berukuran sedang dan menjadi semakin kompleks seiring dengan urbanisasi regional pada hiterlandnya. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan peran kebijakan pemerintah dalam pembangunan jaringan transportasi Trans-Jateng koridor I dalam mereduksi biaya transportasi para pekerja industri. Hasilnya, buruh industri di area terurban metropolitan Semarang rata-rata menempuh perjalanan sejauh 44-54 km setiap harinya. Intervensi pemerintah dalam pembangunan Trans Jateng koridor I telah melibatkan subsidi yang mampu mereduksi biaya perjalanan buruh industri dari Rp306.081,10-367.297,32 menjadi Rp142.796,03-171.355,24 setiap bulannya. Diskusi ini memberikan kontribusi peran kebijakan sektor transportasi yang mendorong naturalisasi biaya perjalanan dalam studi transportasi perkotaan.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 26 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 24 No. 2 (2022): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 24 No. 1 (2022): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 21 No. 2 (2019): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 21 No. 1 (2019): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 20 No. 2 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 20 No. 1 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 4 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 3 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 2 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 1 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 4 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 3 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 2 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 1 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 4 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 3 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 2 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 1 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 16 No. 4 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 16 No. 3 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 16 No. 2 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 16 No. 1 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 4 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 3 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 2 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 1 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat More Issue