Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Jurnal Penelitian Transportasi Darat adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang transportasi jalan dan perkeretaapian, dengan fokus pada keselamatan lalu lintas, perencanaan jalan, simulasi kecelakaan, pengembangan teknologi transportasi, dan rekayasa lalu lintas.
Articles
242 Documents
PENATAAN PARKIR DI BADAN JALAN KOTA PAYAKUMBUH
Ichda Maulidya;
Ni Luh Wayan Rita Kurniati;
Tania Andari
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/jptd.v23i1.1686
Pemindahan Kantor Balai Kota Payakumbuh dari Bukik Sibaluik (daerah pinggiran kota) ke Balai Kota baru (daerah pusat kota) di Jalan Veteran disinyalir sebagai salah satu penyebab kemacetan di kawasan central business district (CBD) Kota Payakumbuh. Adanya aktivitas perparkiran kendaraan roda dua dan empat di badan jalan, tingginya volume kendaraan yang melintas, dan keterbatasan ruang parkir pada beberapa pusat kegiatan Kota Payakumbuh menjadi penyebab penurunan lebar jalur lalu lintas efektif khususnya pada jam sibuk pagi dan sore hari. Pada penelitian ini, akan dianalisis kebutuhan ruang parkir mobil dan sepeda motor serta strategi penataan parkir pada badan jalan di Kota Payakumbuh dengan menggunakan analisis Satuan Ruang Parkir (SRP). Dari hasil penelitian, diketahui bahwa indeks parkir di ruas Jalan Jenderal Sudirman masih mencukupi, sedangkan di ruas Jalan Soekarno - Hatta dan Ahmad Yani, kebutuhan parkir eksisting telah melampaui kapasitas normal (IP>100%). Oleh karena itu, maka strategi penataan parkir di badan jalan Kota Payakumbuh dapat dilakukan dengan memindahkan on street parking ke off street parking serta menyediakan kantong parkir di sekitar Jalan Jenderal Sudirman, Soekarno – Hatta, dan Ahmad Yani sesuai dengan kebutuhan parkir untuk mobil sebesar 82 satuan ruang parkir dengan ukuran 2,50 x 5,00 m dan sepeda motor sebesar 312 satuan ruang parkir dengan ukuran 0,75 m x 2,00 m. Alternatif kantong parkir yang tersedia adalah bekas kantor Bupati dengan luas area sekitar 1 ha atau di basement pasar di Blok Timur (luas 1,51 ha untuk parkir mobil) dan Blok Barat (luas 1,46 ha untuk parkir sepeda motor) agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.
Analysis of Road Safety in terms of Management and Traffic Safety in Palembang (Case Study of Colonel H. Burlian Road, Palembang)
Byllardo, Andriyan Agiyah;
Andarini, Desheila;
Novrikasari, Novrikasari;
Lestari, Mona;
Camelia, Anita;
Utama, Feranita;
Andarwiza, Siti Noverizky
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/jptd.v25i2.1727
Road traffic accidents are the ninth leading cause of death and are responsible for 2.2% of all deaths globally. Road safety audits are one way to anticipate traffic accidents. These accidents generally occur due to various causes collectively, including: humans, road conditions, and road completeness. The objective of this study is to conduct a Road Safety Analysis in the Management and Traffic Safety Aspects of Kolonel H. Burlian Street in Palembang. The research used a descriptive method with a qualitative approach as well as interview methods and HIRARC analysis. There are six informants with two main informants and four regular informants. The results showed that along the Kolonel H. Burlian Street, the road geometry was still not suitable for vehicles due to the road conditions that had many holes to the bumps, the completeness of traffic signs was sufficiently fulfilled because they had poor conditions such as road markings in faded conditions or covered with patches.
MODEL BUY THE SERVICES ANGKUTAN UMUM MASSAL KOTA METROPOLITAN: APAKAH SUBSIDI MASIH DIPERLUKAN?
Muhammad Nanang Prayudyanto
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/jptd.v23i1.1734
Angkutan perkotaan adalah denyut mobilitas transportasi perkotaan di dunia maju bahkan juga di negara berkembang lainnya, peran angkutan umum perkotaan sangat diperhitungkan. Di Korea Selatan, Jepang, Colombia, Brazil, bahkan di Hong Kong peran angkutan umum sampai 86%. Subsidi adalah keniscayaan agar peran angkutan umum bisa tetap eksis. Di Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Perancis bahkan Mesir dan Turki pun subsidi kepada angkutan umum tetap dijamin negara. Di Amerika Serikat dan Eropa besaran subsidi bahkan mencapai 70% dari total biaya operasinya.Di Indonesia, subsidi dijamin dalam regulasi transportasi Nasional dalam Undang-undang Nomor. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Keputusan Menteri Perhubungan KM Hub No. 60/2007 tentang Pemberian Subsidi Angkutan Umum berbasis Jalan, dan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2014-2019. Subsidi diperlukan untuk mendorong peran angkutan umum di perkotaan, namun keterbatasan anggaran pemerintah mendorong untuk dikembangkan konsep pembelian layanan melalui metode baru yaitu buy the services. Buy the services mendukung keseimbangan angkutan umum modern berbasis integrasi antara prasarana, sarana serta pengoperasian. Analisis konsep buy the services dilakukan pada dua kota metropolitan, Medan dan Denpasar untuk membandingkan kinerja pelayanan dan operasional. Studi membuktikan bahwa dengan perencanaan yang baik, buy the services bisa mengurangi subsidi pemerintah dan meningkatkan pelayanan angkutan umum.
Survai Analisis Sarana dan Prasarana LRT Sumatera Selatan Dalam Menghadapi Covid-19
FADHILA FIRDAUSA;
Sri Rezki Artini;
Hakas Prayuda
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/jptd.v23i2.1741
ABSTRACTArticle title in English:The Covid 19 pandemic that has occurred for one year has made all activities experience social restrictions and the application of strict health protocols. Besides that, through this pandemic the community is expected to continue their activities as usual. This of course causes new habits and has a huge impact on the pattern of life today. The spread of covid 19 has made the use of public facilities a major highlight during this pandemic. South Sumatra Light Rail Transit (LRT) is a mode of public transportation in Palembang city. This LRT connects from the Sultan Mahmud Badarudin II airport station in Palembang City to the DJKA station in Banyuasin Regency. This study discusses the analysis of South Sumatra LRT facilities and infrastructure in the face of the Covid 19 pandemic. The methods used are survey and interview methods. The guidelines used refer to the Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number Hk.01.07 / Menkes / 382/2020 concerning Health Protocols for Communities in Places and Public Facilities in the Context of Prevention and Control of Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). The survey method was carried out in each LRT station, namely 13 stations and within the LRT itself. From the results obtained, it can be concluded that the facilities and infrastructure of the South Sumatra LRT have implemented the proper health protocol and in great shape.Keywords: covid 19; analysis; facilities and infrastructure; LRT, South Sumatera.ABSTRAKPandemi covid 19 yang telah terjadi selama satu tahun membuat seluruh aktivitas mengalami pembatasan sosial dan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Disamping itu dalam melalui pandemi ini masyarakat diharapkan tetap melakukan aktivitasnya seperti biasa. Hal ini tentu menyebabkan kebiasaan baru dan sangat berakibat besar dalam pola kehidupan saat ini. Penyebaran covid 19 membuat penggunaan fasilitas umum menjadi sorotan utama dalam masa pandemi ini. Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan merupakan moda transportasi umum yang ada di perkotaan Palembang. LRT ini menghubungkan dari stasiun bandara Sultan Mahmud Badarudin II yang berada di Kota Palembang ke stasiun DJKA yang berada di Kabupaten Banyuasin. Penelitian ini membahas mengenai analisis sarana dan prasarana LRT Sumatera Selatan dalam menghadapi pandemi Covid 19. Metode yang digunakan menggunakan metode survey dan wawancara. Pedoman yang digunakan mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/382/2020 Tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat Di Tempat Dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Metode survey dilakukan disetiap stasiun LRT yaitu sebanyak 13 stasiun dan didalam LRT itu sendiri. Dari hasil yang didapat dapat disimpulkan bahwa sarana dan prasarana LRT Sumatera Selatan telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan dalam kondisi sangat baik.Kata Kunci: covid 19; analisis; sarana prasarana; LRT; Sumatera Selatan
Perpanjangan Lintas Dan Rencana Pola Operasi Kereta Api Lembah Anai Wilayah Divre II Sumatera Barat
Eka Arista Anggorowati;
Anggun Mega Nurfadhilla;
Ari Widi Wibowo;
Enrico Pria Anggana
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/jptd.v23i1.1742
ABSTRACTThe growing population and the shifting of population movement from the suburbs to the city center will make the demand for rail transportation services to the city center increase. To deal with this problem, it is necessary to study the analysis related to potential demand, the need for the number of facilities and new operating patterns for the extension of railroad relations. The results of the research showed that the potential demand was obtained from the calculation of actual and potential demand, where the actual demand was obtained by carrying out a survey on train from 644 respondents, 85.5% agreed with the extension of the Lembah Anai Railway relation and as many as 88% were willing to choose the train mode. In the potential demand analysis, a stated preference survey was carried out in Pauh District, from 2636 respondents, 86.7% were willing to switch from private vehicles and public transportation to the railroad mode. Based on the analysis of the calculation of facility requirements according to the demand, 1 trainset is ready for operation to accommodate the community to carry out daily mobilization to the center of the Central Business District (CBD) in Padang City.Keywords: Demand, pattern of rail operations, Railway Travel Graph (RTG) ABSTRAK Berkembangnya jumlah penduduk dan semakin bergesernya pergerakan penduduk dari pinggiran kota menuju pusat kota akan membuat semakin meningkatnya jumlah permintaan akan jasa angkutan kereta api sampai menuju pusat kota. Untuk menunjang permasalahan tersebut perlu dikaji analisis terkait potensi demand, kebutuhan jumlah sarana dan pola operasi baru perpanjangan relasi kereta api. Hasil penelitian menunjukkan potensi demand didapatkan dari perhitungan demand aktual dan potensial, dimana demand aktual dilakukan survey on train dari 644 responden 85,5% setuju dengan adanya perpanjangan relasi Kereta Api Lembah Anai dan sebanyak 88% bersedia untuk memilih moda kereta api. Pada analisis demand secara potensial dilakukan survey stated preference di Kecamatan Pauh dari 2636 responden 86,7% bersedia untuk pindah dari moda kendaraan pribadi dan angkutan umum ke moda kereta api. Berdasarkan analisis perhitungan kebutuhan sarana sesuai dengan demand didapatkan 1 trainset Siap Operasi untuk mengakomodir masyarakat melakukan mobilisasi sehari-hari menuju pusat Central Business District (CBD) di Kota Padang.Kata kunci : Demand, kebutuhan sarana, pola operasi kereta api, Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka)
Analisis Perilaku Pengemudi Truk Serta Kontribusinya Pada Kecelakaan
Budi Dwi Hartanto
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/jptd.v23i1.1749
ABSTRAKIn Indonesia, the death rate due to road traffic accidents is still quite high, with some of these accidents involving trucks. Several studies stated that the main cause of traffic accidents is human error. Therefore, research related to the behavior of truck drivers and their contribution to accidents is necessary.There are four variables used in this study, namely green driver (X1), multitasking driving (X2), aggressive driving (Y), and accidents (Z). Path analysis is used to describe the relationship and influence between variables.The results of the analysis show that the green driver variable and the multitasking driving variable simultaneously have a direct effect on aggressive driving behavior, but the two variables have no direct effect on the level of accident risk. Green drivers and multitasking driving have an indirect effect on the level of accident risk through the level of aggressive driving behavior which functions as an intervening variable.ABSTRAKDi Indonesia tingkat kematian yang diakibatkan kecelakaan lalu lintas jalan masih cukup tinggi, dimana sebagian dari kecelakaan tersebut melibatkan kendaraan angkutan barang (truk). Beberapa penelitian menyebutkan bahwa penyebab utama terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah human error. Oleh sebab maka penelitian terkait dengan perilaku pengemudi truk serta kontribusinya pada kecelakaaan perlu untuk dilakukan.Terdapat empat variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu variabel usia muda serta minim pengalaman (X1), mengemudi dalam kondisi multitasking (X2), mengemudi secara agresif (Y), dan potensi terjadinya kecelakaan (Z). Untuk menggambarkan hubungan dan pengaruh antar variabel digunakan analisis jalur (path analysis).Dari hasil analisis diketahui bahwa variabel usia muda serta minim pengalaman dan variabel mengemudi dalam kondisi multitasking secara simultan berpengaruh langsung terhadap perilaku mengemudi agresif, namun kedua variabel tidak berpengaruh langsung terhadap tingkat resiko kecelakaan. Usia muda serta minim pengalaman dan mengemudi dalam kondisi multitasking berpengaruh tidak langsung terhadap tingkat resiko kecelakaan melalui tingkat perilaku mengemudi agresif yang berfungsi sebagai variabel intervening
Kajian Kebutuhan Terminal Tipe A di Tanjung Selor Provinsi Kalimantan Utara
Arbie Sianipar
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/jptd.v23i2.1751
ABSTRACTNeeds Assessment of Type A Terminal in Tanjung Selor North Kalimantan Province: In PM No. 132 of 2015 concerning the Operation of Road Transport Passenger Terminals Article 8, passenger terminals according to their service roles are grouped into types consisting of Types A, B, and C. Where Type A serves ALBN/AKAP/ADKP/Angkot/Angdes. The city of Tanjung Selor as the capital of North Kalimantan Province which has an important and strategic position and role in regional and national development does not yet have a Type A Terminal. The research purpose is to formulate recommendations for the level of need for type A terminals in North Kalimantan Province. The research method used in this research is descriptive quantitative by conducting a survey of the origin of the purpose of the trip. Based on analysis & discussion The number of Tanjung Selor-Tanjung Redep-Samarinda-Balikpapan trips is 169 trips and vice versa 148 trips, so in this case it requires a fleet with the Tanjung Selor-Tanjung Redep-Samarinda-Balikpapan route as many as 15 units (8 from Tanjung Selor & Balikpakan 7 units). The need for a Type A Terminal in North Kalimantan, especially in Bulungan Regency, is very urgent, currently the Tanjung Selor - Tanjung Redep Damri bus is served from the market location because North Kalimantan does not yet have a Terminal and the Type A Terminal Class for Tanjung Selor City based on the results of the analysis is class 3. There needs to be compatibility between the AKDP & Angkot/Angdes Routes as the connectivity of the Type A Terminal. Need a stimulus from the Government & Local Government so that more investors invest in the AKAP sector so that the level of connectivity in North Kalimantan increases. Directorate General of Land Transportation to immediately make FS & its derivatives so that the implementation of the Type A Terminal construction can be realized immediately.Keywords: Bus Station Type A; AKAP Transportation; Accessibility.ABSTRAKDalam PM No 132 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Jalan Pasal 8, terminal penumpang menurut peran pelayanannya dikelompokkan dalam tipe yang terdiri atas Tipe A, B, dan C. Dimana Tipe A melayani ALBN/AKAP/ADKP/Angkot/Angdes. Kota Tanjung Selor sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Utara yang memiliki posisi dan peranan yang penting dan strategis dalam pembangunan daerah maupun nasional belum memiliki Terminal Tipe A. Tujuan penelitian ini adalah tersusunnya rekomendasi tingkat kebutuhan terminal tipe A di Provinsi Kalimantan Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan melakukan survei asal tujuan perjalanan. Berdasarkan analisis & pembahasan jumlah perjalanan Tanjung Selor-Tanjung Redep-Samarinda-Balikpapan sebanyak 169 perjalanan begitu juga sebaliknya 148 perjalanan, maka dalam hal ini membutuhkan armada dengan trayek Tanjung Selor-Tanjung Redep-Samarinda-Balikpapan sebanyak 15 unit (8 dari Tanjung Selor & Balikpakan 7 unit). Kebutuhan Terminal Tipe A di Kalimantan Utara khususnya di Kabupaten Bulungan sudah sangat mendesak. Saat ini bus Damri Tanjung Selor – Tanjung Redep dilayani dari lokasi pasar karena di Kalimantan Utara belum memiliki terminal dan kelas terminal Tipe A untuk Kota Tanjung Selor berdasarkan hasil analisis adalah Kelas 3. Perlu kesesuaian trayek AKDP & Angkot/Angdes sebagai konektivitas Terminal Tipe A tersebut. Perlu stimulus dari Pemerintah Pusat & Pemerintah Setempat agar banyak investor yang berinvestasi di bidang AKAP sehingga tingkat konektivitas Kalimantan Utara meningkat; Ditjen Perhubungan Darat agar segera membuat FS & turunannya agar pelaksanaan pembangunan Terminal Tipe A segera direalisasikan.Kata kunci:Terminal Bus Tipe A; Angkutan AKAP; Aksesibilitas.
Evaluasi Transportasi Publik di Surakarta melalui Fuzzy Quality Function Deployment
Septin Puji Astuti;
Taufik Ismail Alhakim;
Eko Setiawan
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/jptd.v23i2.1752
ABSTRACTEvaluation of Public Transportation in Surakarta through Fuzzy Quality Function Deployment: Public transport is prominent to reduce the use of private vehicle that contributes to traffic jam. The use of public transport is also encouraged by the government to minimize the environmental pollution caused by the huge use private vehicles. Surakarta is one of cities in Indonesia which provides public transport for society. It has been operated for long time. However, since 2010, Surakarta replaced all of old buses and launched Batik Solo Trans (BST) as the modern public transport in the city. This study is conducted to develop the service of BST. Quality Function Deployment (QFD) framework was applied for data analysis in this study. Fuzzy logic is implemented in this study to get better decision. Result of this method shows that bus ticket price is the highest important to customer attribute. It is followed by the safety tools in the bus. Meanwhile, the highest customer satisfaction is safety in the bus. Based on the House of Quality (HOQ) analysis, the critical of activities should be conducted by the BST are training and education for staffs, bus maintenance and development, and provide staff in the bus shelter. Training and education for staffs have close relation how staff treats the passenger. It affects passenger satisfaction and their interest to use public transport.Keywords: public transport; Batik Solo Trans; Quality Function Deployment; fuzzy logicABSTRAKKendaraan umum sangat penting untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang menyebabkan kemacetan di jalan. Penggunakan kendaraan umum juga dianjurkan oleh negara untuk mengurangi polusi udara yang diakibatkan oleh banyaknya penggunakan kendaraan pribadi. Surakarta adalah salah satu kota di Indonesia yang menyediakan kendaraan umum bagi masyarakat. Kendaraan umum ini sudah beroperasi sejak lama. Tetapi, sejak 2010, pemerintah Surakarta mengganti semua kendaraan umum lamanya dan meluncurkan Batik Solo Trans (BST) sebagai kendaraan umum modern di dalam kota. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan layanan BST. Kerangka kerja Quality Function Deployment (QFD) digunakan untuk analisis data dalam penelitian ini. Fuzzy logic diterapkan di sini supaya keputusannya lebih baik. Hasil dari metode ini diketahui bahwa harga tiket adalah atribut nilai kepentingannya paling tinggi. Selanjutnya alat-alat keamanan di dalam bus menjadi hal yang penting diperbaiki. Sementara itu, kepuasan tertinggi dari penumpang adalah keamanan di dalam bus. Berdasarkan analisis dalam matriks-matriks di House of Quality (HOQ) aktifitas kritis yang harus dilakukan oleh BST adalah pelatihan dan pendidikan karyawan, pemeliharaan dan pengembangan bus, dan menyediakan petugas di halte. Kegiatan pelatihan dan pendidikan untuk karyawan memiliki hubungan erat dengan bagaimana karyawan akan memperlakukan penumpang. Ini akan memberi pengaruh terhadap kepuasan dan keinginan penumpang untuk menggunakan kendaraan umum.Kata Kunci: kendaraan umum; Batik Solo Trans; Quality Function Deployment; fuzzy logic
Analisis Jalur Trans Kutaraja di Kota Banda Aceh di Tinjau Dari Pengembangan Wilayah
Renny Anggeraeni Robin;
Noer Fadhly;
Ashfa Achmad
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/jptd.v23i1.1765
ABSTRACT Banda Aceh City is the capital of Aceh Province with a population growth rate of 1.97%, has a city spatial planning area of 6,136 Ha, or 5,903 Ha based on digitizing Satellite Imagery, with a population in 2019 of 270,321 thousand people, and a density population of 4,405 people/ km2 . Trans Kutaraja is one mode of transport public road based in the city of Banda Aceh has been in operation since 2016. Banda Aceh with all aktivistas in it continues to develop, the land use pattern is dominated by residential areas of 52.62%, trade and services areas of 13.38%, public service areas of 6.30%, office areas of 2.37% and mixed areas of 2.79%. Population density can affect accessibility in achieving travel destinations , increasing travel will lead to the need for transportation facilities , currently the percentage of Trans Kutaraja service coverage still has not reached all corners of the city of Banda Aceh, which is 31%. Keywords: Public Transportation, Accessibility, Banda Aceh City.
Peran Locus of Control dan Sikap Pro Risiko terhadap Perilaku Mengemudi Berisiko
Firdha Rachmatunnisa;
Sunu Bagaskara
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/jptd.v23i2.1799
ABSTRACTThe Locus of Control’s Role and Pro Risk Attitude in Risky Driving Behavior: This study aims to determine whether the role of locus of control and pro-risk attitudes towards risky driving behavior. Using accidental sampling, this study involved 88 participants who were car drivers and motorcycle riders, and were male aged 18-25 years. The results of multiple linear regression analysis showed that the Traffic-Locus of Control scores of self dimensions and pro-risk attitudes together explain 35.2% variance of risky driving behavior. This finding indicates that road users who have a high LoC self and a positive attitude towards risky driving behavior will show a higher tendency to engage in risky driving behavior. The results of this study can be an education for road users to consider the safety of themselves and others in order to minimize the occurrence of accidents.Keywords: Locus of control; pro-risk attitudes; risky driving behavior.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peran locus of control dan sikap pro risiko terhadap perilaku mengemudi berisiko. Menggunakan accidental sampling, penelitian ini melibatkan 88 partisipan pengemudi mobil dan pengendara sepeda motor, dan berjenis kelamin laki-laki berusia 18-25 tahun.. Hasil analisis regresi linier majemuk menunjukkan bahwa skor Traffic-Locus of Control dimensi self dan sikap pro risiko secara bersama-sama mampu menjelaskan 35,2% varians dari perilaku mengemudi berisiko. Temuan ini menandakan bahwa pengguna jalan yang memiliki LoC self tinggi dan sikap positif terhadap perilaku mengemudi berisiko akan menunjukkan kecenderungan yang lebih tinggi dalam menampilkan perilaku mengemudi berisiko. Hasil penelitian ini bisa menjadi salah satu edukasi bagi para pengguna jalan untuk lebih mempertimbangkan keselamatan diri sendiri dan orang lain agar dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan.Kata Kunci: Locus of control; perilaku mengemudi berisiko; sikap pro risiko