cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 69 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2020)" : 69 Documents clear
Pengaruh Perceived Value dan Perceived Risk terhadap Willingness to Use: Studi Kasus Carpooling Mobile Application di Indonesia Adista Ari Ramadanti; Janti Gunawan
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.50499

Abstract

Peningkatan jumlah kendaraan mobil yang terus terjadi menyebabkan kemacetan dan polusi udara mendorong pemerintah membuat kebijakan pengurangan penggunaan kendaraan mobil. Selain itu transportasi juga menjadi kendala pada sektor pariwisata di Indonesia. Hal tersebut dapat menjadi peluang bagi perusahaan carpooling mobile application. Namun, kenyataannya saat ini pengunduh carpooling mobile application masih terbilang sedikit, sehingga tantangan bagi perusahaan adalah meningkatkan popularitas dan willingness to use pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perceived value dan perceived risk terhadap willingness to use carpooling mobile application. Pengolahan data analisis PLS-SEM. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner online dan didapatkan 64 sampel yang memiliki kriteria pernah menggunakan carpooling mobile application dalam satu tahun terakhir. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa perceived value berpengaruh positif terhadap willingness to use. Sementara perceived risk berpengaruh negatif terhadap willingness to use.
Studi Perancangan Geometrik dan Perkerasan Lentur Jalan Ring Road Timur (JRRT) Kota Madiun Rizki Gusti; Wahju Herijanto; Cahya Buana
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.50733

Abstract

Laju pertumbuhan ekonomi di Kota Madiun meningkat menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun . Peningkatan perekonomian ini dikarenakan oleh tumbuhnya industri dan perdagangan di daerah tersebut. Banyak bermunculan industri-industri baru dan arus perdagangan yang tinggi. Hal ini diiringi dengan peningkatan jumlah kendaraan bermotor. Dalam perancangan ini berpedoman pada Peraturan Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota No. 038/TBM/1997 untuk pemilihan trase yang baik, perhitungan alinyemen horizontal dan alinyemen vertikal. Perhitungan pembebanan lalu lintas (trip assigment) menggunakan metode Smock (1962). Pada perencanaan perkerasan lentur menggunakan pedoman Manual Desain Perkerasan Jalan No.04/SE/Db/2017 untuk mendapatkan tebal perkerasan sesuai umur rencana. Perencanaan drainase mengacu pada peraturan Pd-T-02-2006-B, serta peraturan rencana anggaran biaya total menggunakan HSPK Kota Madiun yang diperlukan pada perencanaan ini. Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan didapatkan desain geometrik jalan menggunkanan tipe 4/2D dengan lebar jalur 7,5 m dengan dengan lebar lajur 3,75 m. Alinyemen horizontal didapatkan 8 tikungan dengan tipe Spiral-Circle-Spiral. Hasil trip assignment menggunakan metode smock didapatkan perpindahan kendaraan ke jalan rencana sebesar 66,67 %. Susunan lapis perkerasan lentur didapatkan lapis AC-WC dengan tebal 40 mm, lapis AC-WC dengan tebal 60 mm, lapis AC Base dengan tebal 245 mm, dan lapis LPA dengan tebal 300 mm. Perhitungan dimensi saluran dengan tipe saluran trapesium didapatkan 4 tipe saluran. Perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) didapatkan biaya sebesar Rp 505.895.574.565,54.
Perencanaan Dermaga LNG Kabupaten Maros Sulawesi Selatan Fahmi Shofi Aulia; Fuddoly Fuddoly; Dyah Iriani Widyastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.50769

Abstract

Indonesia merupakan Negara yang memiliki cadangan gas bumi yang besar. Sampai saat ini gas alam yang berasal di Indonesia diolah menjadi produk LNG (liquefied natural gas). LNG merupakan gas alam yang telah diolah kedalam bentuk cair yang telah dikondensasikan sampai suhu -161oC agar volume yang dihasilkan berkurang sampai 1/600 dari fasa gasnya sehingga menjadi Natural gas. Pembangunan dermaga LNG di Kabupaten Maros untuk kapal 10.000 DWT merupakan solusi yang dapat memecahkan permasalahan pendistribusian untuk daerah daerah yang membutuhkan suplai gas, salah satu indikatornya adalah Maros merupakan daerah yang strategis, hal ini didukung dengan posisi Maros yang berada di tengah diantara daerah tujuan serta terletak pada Alur Laut Kepulauan Indonesia II sehingga kegiatan pendistribusian LNG dengan mudah dilakukan baik itu ke dalam maupun luar negeri. Untuk menunjang kegiatan operasional tersebut maka dibangunlah dermaga LNG dengan tahapan pembangunan dimulai dengan mengumpulkan dan menganalisa data yang dibutuhkan dimana data tersebut digunakan untuk mengevaluasi layout perairan dan daratan. Kemudian direncanakan detail struktur dermaga, metode pelaksanaan, dan rencana anggaran biaya. Hasil dari perencanaan struktur dermaga LNG berupa unloading platform (22 m x 19 m), breasting dolphin (5,4 m x 5,2 m), mooring dolphin (4 m x 4 m), dan catwalk (7 m, 16 m, 28 m). Metode pelaksanaan yang digunakan menggunakan metode in-situ (in place). Dan dengan estimasi biaya Rp. 49.843.444.000 (Empat puluh sembilan miliar delapan ratus empat puluh tiga juta empat ratus empat puluh empat ribu rupiah).
Perencanaan Dermaga Pupuk NPK di Tersus PT. Pupuk Kalimantan Timur untuk Kapal Bulk Carrier dengan Kapasitas 10.000 DWT Muhammad Dwi Nugroho; Fuddoly Fuddoly; Cahya Buana
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.50773

Abstract

Indonesia merupakan produsen pupuk terbesar di Asia dengan total aset pada tahun 2015 sebesar Rp. 93,13 triliun dan total kapasitas produksi pupuk mencapai 13,1 juta ton per-tahun. Dengan adanya rencana pengembangan fasilitas di tersus PT. Pupuk Kaltim yaitu dengan membangun dermaga khusus pupuk NPK. Pengembangan ini diharapkan dapat membantu proses distribusi pupuk NPK dengan efektif, efisien, dan cepat. Dermaga yang direncanakan adalah dermaga jenis quadrant shiploader untuk kapasitas kapal 10.000 DWT. Perencanaan dermaga ini telah diwujudkan dalam bentuk rencana pengembangan dermaga. Namun untuk mewujudkan pembangunan tersebut diperlukan detail engineering desain yang meliputi sistem fender dan boulder, perencanaan trestle, pivot, loading platform, mooring dolphin, breasting dolphin, catwalk, pemancangan, dan detail penulangan. Selain detail engineering desain, perlu ditinjau juga terhadap kedalaman air pada alur masuk tersus PT. Pupuk Kaltim. Untuk pengerjaan pembetonan pada penelitian ini direncanakan menggunakan beton konvensional atau cor in situ, namun dalam metode pelaksanaannya, pihak kontraktor dapat mengupayakan menggunakan sistem pracetak namun tetap mengacu pada desain yang telah direncanakan pada penelititan ini. Perencanaan dermaga tidak hanya mencakup perencanaan fasilitas laut serta perencanaan struktur dermaga saja. Selain itu perlu juga direncanakan terkait metode pelaksanaan pembangunan dana dalam perencanaan dermaga juga harus ditinjau terkait rencana anggaran biaya dari dermaga tersebut. Dari hasil analisis perhitungan didapatkan kebutuhan dermaga dengan dimensi trestle sebesar 4 x 50 m2, pivot 8 x 14 m2, loading platform 3 x 82 m2, mooring dolphin 3,8 x 3,8 m2, breasting dolphin sebesar 4,8 x 4,8 m2. Rencana anggaran biaya untuk pembangunan dermaga ini adalah sebesar Rp.75.959.142.300,-
Perencanaan Terminal Khusus Penumpang Umrah Bandara Internasional Juanda Wajdino Arfa Rajawidad; Ervina Ahyudanari
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.51141

Abstract

Dengan jumlah penduduk Kota Surabaya yang sebanyak 2.499.467 jiwa adalah pemeluk agama islam, dan terus meningkatnya pertumbuhan angka ekonomi Jawa Timur. Semakin meningkat pula kemampuan daya beli masyarakat Jawa Timur dalam melaksanakan ibadah umrah. Selama ini untuk penerbangan umrah masih menggunakan Terminal 1 Bandar Udara Internasional Juanda yang pada fungsi awalnya Terminal 1 diperuntukkan operasional penerbangan domestik, meskipun ada beberapa penerbangan internasional di Terminal 1 Bandar Udara Internasional Juanda, namun untuk memenuhi jumlah penumpang umrah fasilitas – fasilitas yang sudah ada terbilang cukup kurang dalam melayani banyaknya jumlah penumpang umrah. Untuk menjawab permasalahan ini diperlukan perencanaan terminal terkait fasilitas – fasilitas yang diperlukan untuk menunjang penumpang umrah. Dalam tugas akhir ini dilakukan 2 perencanaan, yang pertama adalah perencanaan hanya menggunakan peak hour penumpang umrah, yang kedua adalah menambahkan peak hour penumpang domestik pada perhitungan namun hanya pada fasilitas yang bersinggungan. Hasil perhitungan pada tugas akhir ini menunjukkan luas terminal khusus penumpang pada skenario 1 adalah 16090,135 m² sedangkan pada skenario 2 adalah 16357,135 m². Hasil perhitungan nilai LOS menunjukkan bahwa fasilitas seperti hall keberangkatan, ruang tunggu keberangkatan, dan hall kedatangan sudah memenuhi kriteria nilai LOS berdasarkan IATA dengan skor A/B (Overdesign). Sedangkan untuk fasilitas passport area pada emigrasi maupun imigrasi masih dibawah standar nilai LOS dengan skor D/E (Subdesign). Evaluasi pada nilai LOS dilakukan pada fasilitas yang masih dibawah standar nilai LOS, maka luasan standar menggunakan skor minimum yaitu skor C (Optimum). Langkah terakhir adalah mendesain layout terminal khusus umrah di terminal 1 Bandar Udara internasional Juanda.
Perencanaan Geometrik dan Perkerasan Jalan Tol kertosono-Kediri (Kertosono STA 0+000 sampai Kediri STA 21+300 Heni Prasetyo; Hera Widyastuti; Anak Agung Gde Kartika
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.51140

Abstract

Dengan terus meningkatnya perekonomian di wilayah Jawa Timur terutama di wilayah Kertosono dan Kediri, maka mobilitas atau pergerakan barang dan jasa antara kedua wilayah ini pun semakin meningkat. Oleh karena itu diperlukan adanya jalur alternatif yang menghubungkan Kertosono-Kediri dan dipilih jalan tol sebagai jalur alternatif. Pembangunan jalan tol merupakan solusi karena dapat mengalihkan kepadatan lalu lintas yang terjadi di Simpang Tiga Mengkreng, Kertosono sehingga dapat menimbulkan kelancaran arus lalu lintas dan efisiensi. Trase yang digunakan pada Jalan Tol Kertosono-Kediri mengacu pada studi terdahulu dengan judul “Perencanaan Trase Pembangunan Jalan Tol Kertosono-Kediri Ditinjau dari Kelayakan Ekonomi dan Finansial” oleh Dea Adlina Tiara Wibowo yang dibimbing oleh Ir. Hera Widyastuti, MT, Ph.D. Dari hasil perancangan jalan tol ini didapatkan jumlah lengkung sebanyak 11 dan lengkung vertikal sebanyak 15. Tebal lapisan perkerasan kaku didapatkan 285 mm pada badan jalan dan 265 mm pada bahu jalan dengan lapisan tambahan pada keduanya yaitu lapisan beton kurus (LMC) 100 mm, lapisan drainase 150 mm dan lapisan stabilisasi semen 300 mm.Total anggaran biaya material untuk pembangunan Jalan Tol ini sebesar Rp 428.076.783.131.
Perancangan Jalan Rel dan Geometri Trase dari Ponorogo – Slahung untuk Reaktivasi Cut Munawwarah; Wahju Herijanto
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.51150

Abstract

Moda transportasi kereta api menjadi salah satu jenis transportasi darat yang cukup penting di Indonesia. Melalui Departemen Perhubungan, pemerintah telah menyusun program revitalisasi pembangunan infrastruktur transportasi kereta api. Adapun tujuan pengaktifan kembali jalur rel kereta api Ponorogo-Slahung diharapkan dapat terjadi penurunan volume kepadatan kendaraan dengan mengalihkan pengangkutan barang dari menggunakan truck menjadi menggunakan kereta api. Metode yang digunakan dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini adalah mengidentifikasi masalah yang terjadi pada saat ini di lokasi reaktivasi, mencari beberapa studi literatur yang terkait untuk menambah informasi apa saja yang perlu dilakukan untuk membantu pengerjaan tugas akhir, mengumpulkan data primer melalui survei pengamatan lapangan (Recognaisance Survey) yang dibutuhkan seperti kondisi rel eksisting, stasiun yang dilalui, dan tata guna lahan, melakukan pengumpulan data sekunder seperti peta topografi, data kereta api penumpang, brosur bantalan, dan data lokomotif yang digunakan untuk perhitungan konstruksi jalan rel. Kemudian melakukan pengolahan data, evaluasi kondisi eksisting dan konsep reaktivasi. Setelah itu melakukan analisis perancangan geometri menggunakan TCRP report 155 untuk perhitungan geometri yaitu berupa alinyemen horizontal untuk proyeksi sumbu jalan rel pada bidang horizontal yang terdiri dari garis lurus dan lengkungan, dari perhitungan geometri juga didapatkan alinyemen vertikal yaitu proyeksi sumbu jalan rel pada bidang vertikal yang melalui sumbu jalan rel. Melakukan perhitungan kontruksi jalan rel berupa bantalan, ballas, subbalas, profil rel, sambungan, penambat, dan wesel. Dari hasil analisis perhitungan, didapatkan trase yang digunakan yaitu trase eksisting dengan menggunakan kereta LRT sebagai alternatif. Berdasarkan perhitungan geometrik rel dengan desain kecepatan 40 km/jam dan lengkung horizontal direncanakan berupa S-C-S dengan jumlah 9 tikungan. Untuk perhitungan konstruksi jalan rel menggunakan jenis rel 115 RE berdasarkan TCRP report 155, bantalan beton menggunakan produk dari PT. WIKA BETON yaitu tipe S-35 dengan panjang bantalan untuk lebar sepur 1435 mm yaitu 2440 mm.
Pola Pergerakan Komuting Sidoarjo-Surabaya Teddy Kurniawan Bahar; Ketut Dewi Martha Erli Handayeni
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.51206

Abstract

Kota Surabaya sebagai salah satu kota metropolitan tentunya telah dikenal sebagai pusat aktivitas sosial dan ekonomi di Jawa Timur. Semakin bertambahnya jumlah populasi penduduk dan lahan yang semakin berkurang menyebabkan sulitnya mencari tempat tinggal yang layak bagi penduduk yang bekerja di Surabaya. Fenomena urbanisasi menuju kawasan pinggiran perkotaan pun mulai terjadi, salah satu yang terdampak ialah Kabupaten Sidoarjo. Adanya ketidakcocokan tempat tinggal dan tempat bekerja mengindikasikan adanya spatial mismatch yang terjadi di Kabupaten Sidoarjo. Indikasi ini akan berdampak pada pola pergerakan komuting antara Sidoarjo menuju Surabaya. Penelitian ini akan mencari pola pergerakan komuting yang terjadi dan hubungan antara masing-masing variabel terhadap satu sama lain. Tahap analisis melalui dua tahap. Tahap pertama akan mendeskripsikan pergerakan yang terjadi dari Sidoarjo menuju Surabaya terkait tujuan perjalanan, jarak tempuh, waktu tempuh, biaya perjalanan dan moda kendaraan menggunakan analisis deskriptif. Tahap ketiga ialah menganalisa hubungan yang ada pada tiap variabel pergerakan komuting melalui analisis korelasi Pearson dan Crosstab. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat 25 kecamatan di Kota Surabaya yang menjadi tujuan bekerja pelaku komuting dari Sidoarjo. Untuk nilai jarak tempuh tertinggi berasal dari Kecamatan Sukodono, waktu tempuh tertinggi dari Kecamatan Taman, biaya perjalanan tertinggi dari Kecamatan Sedati dan moda kendaraan didominasi oleh pengguna sepeda motor. Nilai jarak tempuh berkorelasi secara positif dengan waktu tempuh dan biaya perjalanan. Sedangkan moda kendaraan hanya memiliki hubungan dengan biaya perjalanan.
Desain Sistem Pelacakan Muatan Kapal Pelra Wira Yudha Pambudi; Setyo Nugroho; Eka Wahyu Ardhi Wahyu Ardhi
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.51514

Abstract

Dari segi pelayanan bisnisnya Pelayaran Rakyat masih tradisional dikarenakan pertukaran informasi yang sangat minim dan hanya bisa diakses dengan komunikasi secara langsung dengan pihak pelayaran, kini banyak pelanggan yang meninggalkannya karena kurang praktis dan kepercayaan terhadap angkutan barangnya. Pihak pengguna hanya bisa menunggu kabar melalui tatap muka dan sambungan telepon jadi tidak bisa mengetahui titik pasti keberadaan barangnya. Dengan adanya kendala tersebut maka dibutuhkan sebuah alat dan wadah sebagai sumber pertukaran informasi yang baik. Pada kenyataanya saat ini para pemilik barang yang hendak mengirimkan barangnya harus mengirimkan dengan jumlah berlebih dikarenakan pasti ada kerusakan ataupun kehilangan muatan dikarenakan proses perpindahan barang saat ini. Kemampuan untuk tracking dan tracing sangat penting bagi upaya mempertemukan pasokan dan permintaan suatu komoditi. Tracking and Tracing system yang handal, akan diperoleh manfaat atau keuntungan, antara lain: 1. prosedur identifikasi dan penyusuran serta penelusuran produk/komoditi dari tahap produksi, distribusi, dan instalasi; 2. ketersediaan informasi tentang bagian-bagian yang terdapat dalam sebuah produk/komoditi, seperti spesifikasi, status produk/komoditi, jumlah, dan lain-lain; Selain itu menggunakan alat pelacak muatan berupa barcode scanner dan website yang menghasilkan nilai Benefit Cost Ratio (BCR) yaitu 1,55.
Model Perencanaan Pengiriman Struktur Anjungan Lepas Pantai Mohammad Idham Harari; I Gusti Ngurah Sumanta Buana; Achmad Mustakim
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.51620

Abstract

Anjungan atau bangunan lepas pantai (offshore platform) adalah struktur atau bangunan yang dibuat sebagai sarana dalam proses eksplorasi minyak dan gas di lepas pantai. Jenis anjungan lepas pantai yang sering dipakai di Indonesia adalah jenis fixed platform. Anjungan lepas pantai ini dibuat di darat, kemudian diangkut dan diinstalasi di lokasi eksplorasi. Pengangkutan ini biasanya menggunakan 3 (tiga) cara atau skenario yang merupakan kombinasi antara ketersediaan dan ukuran barge. Setiap cara dipilih dengan alasan yang tidak jelas selain kedua yang disebut di atas, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemilihan skenario pengangkutan dan pemilihan barge untuk mengangkut jacket maupun topside, dan kemudian membuatnya dalam sebuah model. Berdasarkan hasil wawancara, penentuan skenario pengiriman jacket dan topside dilakukan dengan memperhatikan 4 faktor, yaitu, (i) jadwal selesai fabrikasi dan instalasi jacket maupun topside (ii) dimensi dan berat jacket dan topside (iii) ketersediaan barge, serta (iv) jarak dari lokasi fabrikasi ke instalasi. Pembuatan model untuk memilih skenario yang tepat dilakukan setelah mewawancarai beberapa pakar di bidangnya. Berdasarkan hasil perhitungan model, pada site 1, barge yang terpilih adalah B 34 dengan sewa harian sebesar Rp 1.927 jt. dan barge B4 sewa TCH/bulan sebesar Rp 2.199 jt. Sedangkan barge dalam negeri yaitu B18 sewa TCH per bulan sebesar Rp 2.147 jt. dan B19 sewa harian sebesar Rp 1.023 jt. Pada site 2 barge yang terpilih adalah B14 dengan sewa VCH sebesar Rp 6309 jt. Sedangkan barge dalam negeri adalah B17 sewa tch per bulan sebesar Rp 11897 Jt. Pada site 3 barge luar negeri yang terpilih adalah barge B10 dengan sewa harian sebesar Rp 4.448 jt. dan B15 dengan sewa TCH/bulan sebersar Rp 3.302 jt. Sedangkan barge dalam negeri yaitu B20 dengan sewa VCH sebesar Rp 3.659 jt. dan B16 dengan sewa TCH per bulan sebesar 8119 jt.