cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 215 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2020)" : 215 Documents clear
Persebaran Logam Berat pada Tanah dan Air Tanah Akibat Aktivitas Industri Rumah Tangga Peleburan Limbah Elektronik Citra Nur Fadilah; Welly Herumurti
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.57497

Abstract

Industri pengolahan PCB di suatu daerah di Jawa Timur telah beroperasi sejak tahun 2015 hingga tahun 2020, Paska penutupan industri belum diketahui dampak terhadap lingkungan sekitar. Kemudian dilakukan analisis pendahuluan pada kualitas air tanah dan tanah di wilayah tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi pencemaran logam berat Pb sebesar 0,52 mg/L dan Cu sebesar 0,27 mg/L. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran logam berat Pb dan Cu pada tanah dan air tanah di sekitar wilayah industri dan mengetahui jarak aman sumur yang layak konsumsi terhadap sumber kontaminan sesuai dengan Pergub Jatim Nomor 72 Tahun 2013. Metode yang digunakan untuk mengukur sebaran logam berat adalah model transport kontaminan satu dimensi. Model ini menggunakan solusi numerik dengan metode beda hingga. Langkah dasar metode ini antara lain membagi grid waktu hingga 5 tahun dan membagi grid jarak per 100 meter hingga jarak terjauh yaitu 700 meter, mentransformasikan persamaan diferensial parsial model transport satu dimensi ke persamaan kerja beda hingga, dan melakukan simulasi konsentrasi. Hasil model simulasi konsentrasi Pb dari konsentrasi sumber 0,52 mg/L, 0,92 mg/L, 1.72 mg/L, 2.53 mg/L, 3.26 mg/L, 4.34 mg/L dan simulasi konsentrasi Cu dari konsentrasi sumber 0,27 mg/L, 0,65 mg/L, 0,83 mg/L, 1.64 mg/L, 1.94 mg/L, 2.18 mg/L, menunjukkan bahwa seluruh hasil persebaran logam berat Pb dan Cu dari grid jarak 100 hingga 700 m yang disimulasikan mengalami persebaran melebihi grid jarak terjauh 700 meter. Hal ini ditunjukkan dari hasil simulasi semua konsentrasi pada grid jarak dan waktu masih terdapat sisa konsentrasi. Jarak aman sumur terhadap titik pembakaran untuk logam berat Pb minimal 200 m dan logam berat Cu minimal 100 m. Faktor yang paling mempengaruhi persebaran kontaminan pada air tanah berdasarkan simulasi model secara berurutan adalah adveksi, disperse, dan faktor retardasi.
Optimasi Penataan Site Layout pada Proyek Grand Dharmahusada Surabaya dengan Metode Logika Fuzzy AHP Dwinanda Fadhlan; I Putu Artama Wiguna; Mohammad Arif Rohman
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.58373

Abstract

Di dalam proses konstruksi, tentunya banyak permasalahan yang berkaitan dengan manajemen konstruksi. Dimana banyak aspek yang dapat mempengaruhi jalannya suatu proyek tersebut. Salah satunya adalah manajemen tata letak fasilitas dalam suatu proyek. Hal tersebut dapat menyelesaikan permasalahan, dalam memobilisasi bahan-bahan dan peralatannya. Sehingga manajemen tata letak fasilitas ini menjadi lebih optimal. Pada penelitian proyek Grand Dharmahusada Surabaya, fuzzy AHP digunakan sebagai metode untuk mendapatkan nilai urutan prioritas fasiitas sementara yang terdapat pada lokasi proyek, dimana hasilnya nanti akan digunakan sebagai dasar pertimbangan untuk tindakan yang perlu dilakukan untuk mengoptimasi site layout. Untuk memperoleh data, dilakukan dengan melakukan wawancara dengan staf ahli dan site engineer proyek. Selanjutnya, perencanaan optimasi tata letak fasilitas suatu proyek akan mempertimbangkan jarak tempuh dan jumlah pekerja yang melewati fasilitas-fasilitas sementara. Pengukuran jarak dilakukan di lapangan dan disesuaikan dengan pengukuran pada draft site layout yang diberikan oleh drafter proyek. Sementara untuk mengetahui nilai keamanan pada proyek digunakan rumusan safety index. Nilai keamanan didapatkan melalui wawancara dengan pihak K3. Hasil dari perhitungan tersebut, dievaluasi dan ditentukan site layout yang paling optimum. Dari hasil penelitian ini. Didapatkan urutan prioritas fasilitas sementara dari yang tertinggi hingga terendah. Fasilitas tersebut adalah fabrikasi besi 1 untuk prioritas tertinggi dan stok scaffolding untuk prioritas terendah. Lalu, didapatkan site layout yang paling optimum dari beberapa opsi yang telah dicoba dengan melakukan pertukaran antar fasilitas sementara. Lokasi fasilitas yang ditukar adalah gudang K3 dengan gudang bata ringan dan baja bekisiting kolom dengan fabrikasi bekisiting kolom, dimana didapatkan nilai untuk travelling distance sebesar 72.660 dan nilai safety index sebesar 2398 penurunan yang didapatkan melalui proses optimasi ini sebesar 1.33% dari kondisi eksisting dengan menggunakan perbandingan rumusan yang diperoleh dari kontraktor.
Desain Modifikasi Gedung At-Tauhid Tower Universitas Muhammadiyah Surabaya dengan Menggunakan Balok Beton Pratekan pada Lantai Atap Muhammad Ridho; Harun Al Rasyid; Candra Irawan
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.57809

Abstract

Gedung At-Tauhid Tower Universitas Muhammadiyah Surabaya yang ditinjau penulis merupakan gedung multifungsi yang terdiri dari 13 lantai dengan tinggi bangunan 48 meter. Dimana pada lantai 12 terdapat ruang pertemuan tanpa adanya struktur kolom di tengah ruangan dengan bentang balok sepanjang 12 meter. Sebagai solusi dari struktur ruang pertemuan tersebut maka diperlukan perencanaan balok beton pratekan. Perkembangan sistem beton pratekan yang semakin pesat dalam perencanaan gedung membutuhkan pertimbangan tertentu, untuk itu digunakan sistem post tension (pasca tarik) untuk kemudahan konstruksi pada gedung. Selain balok pratekan perencanaan juga memperhitungkan kondisi kegempaan yang ada. Berdasarkan identifikasi data tanah hasil uji Standart Penetration Test (SPT) dan Peta Hazard 2010, diketahui bahwa Kota Surabaya merupakan wilayah dengan jenis tanah sedang serta memiliki nilai respon spektra percepatan 0,2 detik sebesar 0,6g dan nilai Sds sebesar 0,528 sehingga masuk kondisi desain seismik D (KDS D). Dengan kondisi tanah yang masuk KDS D, maka struktur bangunan direncanakan dengan metode Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Desain struktur pada bangunan ini meliputi perhitungan struktur atas dan struktur bawah. Dimana struktur atas terdiri dari perhtungan kolom, balok, pelat lantai, tangga. Sedangkan struktur bawah terdiri dari perhitungan poer, dan fondasi. Untuk material dalam perencanaan struktur menggunakan mutu bahan: fc’ = 30 Mpa, fy = 400 Mpa. Perhitungan yang dilakukan dalam tugas akhir ini mengacu pada peraturan yang ditetapkan pada SNI 2847-2013 tentang persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung, SNI 1726-2012 tentang tata cara perencanaan ketahanan gempa, dan SNI 1727-2013 untuk beban minimum untuk perencanaan bangunan gedung dan struktur lain. Dari perhitungan dan analisa yang telah dilakukan, gaya pratekan yang didapat sebesar 2000 kN dengan kehilangan gaya pratekan sebesar 23,50%. Dan selanjutnya akan dituangkan dalam bentuk laporan perhitungan struktur dengan disertai gembar teknik yang dapat dijadikan acuan dalam pembangunan.
Perencanaan Konstruksi Penahan Tanah dan Pondasi yang Efisien pada Apartemen X dengan Memperhatikan Penjadwalan Mobilisasi Material Dikky Prasetyo; Suwarno Suwarno; Retno Indryani
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.58419

Abstract

Apartemen X merupakan salah satu hunian vertikal tingkat tinggi dengan ketinggian mencapai 53 lantai yang dibangun di pusat kota Surabaya yang padat lalu lintas. Oleh karenanya, mengingat lokasi apartemen yang berada di lahan terbatas, diperlukan kebutuhan lahan parkir bagi para pengunjung dan pemilik dengan perencanaan 3 lantai basement, dengan elevasi -12.50 meter di bawah tanah. Dalam perencanaannya, lantai basement membutuhkan konstruksi penahan tanah. Apartemen X dibangun diatas tanah lempung lunak mencapai kedalaman 18 m, dan memiliki kondisi muka air tanah yang cukup tinggi, yaitu pada kedalaman -1 m s/d 2 m. Pada perencanaan eksisting, menggunakan pondasi bored pile yang dipergunakan untuk podium, dan pondasi raft on pile untuk hunian towernya, sedangkan perencanaan eksisting konstruksi penahan tanah, menggunakan jenis secant pile dengan diameter 1,2 m dengan memiliki kedalaman 25 m dan 27 m. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi terhadap perencanaan pondasi bored pile dan evaluasi konstruksi penahan tanah secant pile dan dengan soldier pile. Konstruksi penahan yang terpilih adalah yang biayanya lebih efisien. Setelah itu dilakukan penjadwalan mobilisasi material untuk alternatf terpilih. Dalam penelitian ini dilakukan evaluasi pondasi menggunakan bored pile dengan diameter 1200 mm, serta didapatkan konstruksi penahan tanah yang memiliki biaya lebih efisien menggunakan secant pile dengan diameter 1200 mm. Dari hasil penjadwalan diperoleh durasi pengangkutan material beton adalah 38 hari, dan durasi pengangkutan tanah pekerjaan penggalian tanah penahan tanah adalah 62 hari.
Analisis Sensitivitas dan Probabilitas Kejadian Batas-Batas Penerimaan Investasi Tower Caspian, Apartemen Grand Sungkono Lagoon, Surabaya Mohammad Ryan Rama Albertino; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.58405

Abstract

Iklim investasi di Indonesia mengalami perlambatan, salah sektor yang mengalami perlambatan adalah sektor apartemen. Salah satu daerah dengan tingkat perlambatan iklim investasi apartemen yang tinggi adalah Surabaya. Kondisi tersebut menciptakan ketidakpastian pada investasi apartemen dan dapat memberikan pengaruh buruk dalam segi ekonomi. Pemahaman terhadap ketidakpastian yang mempengaruhi investasi sektor apartemen merupakan salah satu langkah guna mereduksi dampak buruk yang mungkin terjadi. Pemahaman dapat dilakukan dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi investasi. Pendekatan yang bisa dilakukan adalah (1) Pendekatan dengan metode analisis sensitivitas untuk mengetahui batas-batas minimum dari penerimaan investasi. (2) Pemahaman probabilitas kejadian batas-batas penerimaan investasi guna mengukur frekuensi terjadinya faktor tersebut. Berdasarkan hasil perhitungan analisis investasi proyek, NPV > 0 dan IRR > MARR. Dengan analisis sensitivitas, didapatkan batas kenaikan bunga pinjaman tidak lebih 5,4%, penurunan pendapatan tidak lebih 5,5 %, peningkatan biaya investasi tidak lebih besar 7%, peningkatan MARR tidak lebih 10,8 %, penurunan penjualan tipe 2 tidak lebih besar 12,65%, tipe 1 tidak lebih besar 15 %, tipe 3 tidak lebih besar 20% dan peningkatan biaya operasional tidak lebih besar 120%. Dari sensitivitas terhadap IRR, didaptkan variabel dengan sensitivitas tertinggi adalah (1) Kenaikan bunga pinjaman dengan batas 5,4 % memiliki probabiltas 53%, (3) Penurunan pendapatan dengan batas 5,5% memiliki probabiltas 40%, (2) Kenaikan biaya investasi dengan batas 7% memiliki probabiltas 40%.
Perencanaan Pondasi Tiang Lekatan pada Gedung Tingkat 3 s/d 5 di Atas Tanah Lunak yang Tebal dengan Ketentuan Penurunan Merata dalam Jangka Panjang Widya Indriyani Manurung; Indrasurya Budisatria Mochtar; Putu Tantri Kumala Sari
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.58744

Abstract

Di Banjarmasin, bangunan-bangunan berlantai dua yang menggunakan pondasi friction pile masih berdiri tetap tetapi banyak bangunan berlantai tiga s/d lima mengalami differential settlement jika menggunakan pondasi end bearing pile pada bangunan tingkat tiga s/d lima, biaya pondasi tiang akan lebih mahal dibandingkan biaya konstruksi karena pondasi tiang mencapai tanah keras. Pada studi ini, dilakukan perencanaan pondasi friction pile yang dapat menjamin penurunan merata pada bangunan tingkat tiga s/d lima dengan kondisi tanah lunak yang tebal menggunakan metode P-Z curve. Perencanaan pondasi tersebut akan dibandingkan dengan metode konvensional, yaitu pondasi end bearing pile. Dari hasil perencanaan didapatkan suatu kesimpulan bahwa perencanaan pondasi friction pile lebih efektif dibandingkan dengan perencanaan pondasi end bearing pile dimana pondasi friction pile sudah memperhitungkan penurunan merata (tidak terjadi differential settlement) sehingga juga kuat untuk menahan gedung tingkat tiga s/d lima. Pondasi end bearing pile kuat juga untuk menahan gedung tersebut tetapi dalam segi biaya, perencanaan pondasi friction pile lebih hemat daripada perencanaan end bearing pile. Untuk jumlah dan kedalaman tiang dari hasil perencanaan pondasi friction pile pada gedung tingkat tiga s/d lima berturut-turut adalah 14m;116 buah, 18m;149 buah, dan 24m;198 buah sedangkan untuk pondasi end bearing pile pada gedung tiga s/d lima berturut-turut adalah 40 m;116 buah, 40m;149 buah, dan 40m;198 buah.
Pengaruh Setelan Ketinggian Jet Needle Pada Karburator Sepeda Motor Terhadap Performa Engine Ardhiyanto Rizaldi; Dwi Widjanarko
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.52158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh setelan ketinggian jet needle pada karburator terhadap torsi dan daya sepeda motor 100 cc. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kentitatif dengan metode eksperimen pre-experimental design one shoot case study. Data pokok yang diperoleh pada penelitian ini dianalisis menggunakan persamaan nilai torsi dan persamaan nilai daya, lalu disajikan ke dalam bentuk tabel, grafik, dan diagram untuk kemudian dideskripsikan. Motor bensin yang digunakan dalam penelitian ini adalah Honda Grand 100 cc yang diuji pada rentang kecepatan putaran mesin 4000, 5000, 6000, 7000 dan 8000 rpm menggunakan alat dinamometer. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi setelan ketinggian jet needle karburator, maka torsi dan daya yang dihasilkan cenderung meningkat, dan semakin tinggi putaran mesin maka torsi yang dihasilkan akan cenderung menurun. Sedangkan daya yang dihasilkan meningkat hingga putaran 5000 rpm dan kemudian turun setelahnya hingga putaran 8000 rpm
Analisa Gaya, Porsi, Kontribusi Dan Efisiensi Sistem Rem Regeneratif pada EZZY ITS II Ariesto Christopher Faradico Walla; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.52345

Abstract

Driving cycle merupakan serangkaian data yang mewakili kecepatan kendaraan versus waktu sebagai bentuk representasi dari keadaan jalan tertentu yang sebenarnya. Kepentingan dari penggunaan Driving cycle dalam menganalisa kendaraan adalah mengurangi biaya tes jalan, waktu tes dan kelelahan pengemudi. Driving cycle yang digunakan pada penelitian sebelumnya mengenai bus Transjakarta kurang mempresentasikan keadaan jalan dalam kota yang sebenarnya karena banyaknya kecepatan konstan yang terjadi. Sehingga hasil analisanya kurang akurat apabila diaplikasikan secara langsung. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa lebih dalam mengenai sistem rem regeneratif pada mobil listrik. Jenis kendaraan yang diteliti adalah city car EZZY ITS II sebagai objek penelitian dan menganalisa sistem rem regeneratifnya dengan Driving cycle Prius dan WLTP. Pemakaian city car adalah karena jenis kendaraan ini banyak digunakan oleh masyarakat. Penambahan Driving cycle Prius adalah untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dengan kondisi jalan di Surabaya. Penelitian dimulai dengan analisa porsi dan gaya pengereman mekanis dan regeneratif kendaraan. Tujuannya adalah agar kendaraan tetap stabil saat pengereman. Penelitian dilanjutkan dengan analisa kontribusi dan efisiensi sistem rem regeneratif pada tiap Driving cycle. Analisa ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh sistem rem regeneratif pada mobil listrik dan membandingkan hasil analisanya berdasarkan Driving cycle yang digunakan. Hasil dari penelitian ini didapati sistem rem regeneratif pada kendaraan bekerja secara penuh pada rentang j/g 0-0,8 untuk gear pertama. Hasil penelitian ini cukup signifikan dikarenakan rem regeneratif dapat menggantikan peran rem mekanis roda depan kendaraan. Kontribusi sistem rem regeneratif yang didapatkan adalah 38,82% untuk Driving cycle Prius dan 30,36% untuk Driving cycle WLTP. Efisiensi sistem rem regeneratif yang didapatkan 67,94% untuk Driving cycle Prius dan 58,94% untuk Driving cycle WLTP. Kontribusi dan efisiensi yang didapatkan tersebut sudah lebih baik daripada penelitian sebelumnya.
Pengaruh Rasio Geometri Alur Pasak Poros Terhadap Kegagalan Fatigue Bachry Fahmiansyah; Sunardi Sunardi; Erny Listijorini
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.52742

Abstract

Fatigue merupakan salah satu penyebab kerusakan dari suatu poros. Kerusakan fatigue tidak dapat diprediksi, bisa terjadi secara tiba-tiba. Oleh karena itu perlu diteliti lebih lanjut tentang penyebab kegagalan fatigue. Pada penelitian sebelumnya sudah banyak yang melakukan improvement pada material yang biasa digunakan sebagai poros untuk meningkatkan kekuatan fatigue, tetapi masih sedikit penelitian yang membahas pengaruh kondisi permukaan pada poros terhadap kekuatan fatigue. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio geometri alur pasak poros terhadap kegagalan fatigue dengan melihat pada rasio kedalaman berapa material akan cepat patah. Metode yang digunakan adalah metode simulasi dengan software SolidWorks. Simulasi fatigue yang digunakan yaitu tipe rotary bending dengan standar pengujian ASTM E466. Varian rasio alur pasak yaitu 3:1 mm, 3:2 mm, dan 3:3 mm dengan masing-masing diberi beban 40%, 50%, 60%, 70%, dan 80% dari ultimate tensile strength material. Hasil yang didapat pada beban 40% untuk varian 1,2,3 mencapai lebih dari 1.000.000 siklus sampai patah. Pembebanan 50% sama seperti pembebanan 40%. Pembebanan 60% varian 1 masih mencapai 1.000.000 siklus, sedangkan varian 2 mendapat 402.699 siklus, varian 3 mendapatkan 317.727 siklus sampai material patah. Pembebanan 70% varian 1 mendapatkan 641211 siklus, varian 2 mendapatkan 201.348 siklus, varian 3 mendapatkan 166.116 siklus sampai material patah. Pembebanan 80% varian 1 mendapatkan 311.218 siklus, varian 2 mendapatkan 123.921 siklus, varian 3 mendapatkan 102.371 siklus sampai material patah. Dengan posisi patah yang sama pada setiap fillet alur pasak.
Perancangan Geometrik Simpang Susun Jalan Raya Jemursari - Ahmad Yani, Surabaya Atikah Safitri; Wahju Herijanto
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.52818

Abstract

Tingginya jumlah kendaraan setiap tahun yang tidak sebanding dengan pembangunan insfrastruktur jalan menjadi salah satu penyebab terjadinya kemacetan di Kota Surabaya. Berdasarkan data Regional Traffic Management Center (RTMC) Polda Jatim, ada beberapa jalan yang menjadi langganan macet terutama di jam-jam kerja, salah satunya di sekitar persimpangan Bundaran Dolog atau Taman Pelangi. Penyebab lainnya karena adanya penyempitan jalur akibat persimpangan sebidang antara perlintasan kereta api di sisi timur Jalan Ahmad Yani dengan Jalan Jemursari. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan flyover yang menghubungkan Jalan Raya Jemursari dengan Jalan Ahmad Yani. Dalam tugas akhir ini penulis mencoba merencanakan simpang susun yang menghubungkan Jalan Raya Jemursari dengan Jalan Gayung Kebonsari sebagai poros simpang susun. Perencanaan ini meliputi desain geometrik simpang susun beserta perencanaan ramp. Dalam prosesnya, metodologi yang digunakan yaitu menganalisis pemilihan alternatif tipe simpang susun dengan metode Analytic Hierarchy Proses kemudian merencakan desain geometrik simpang susun dan ramp menggunakan Peraturan Bina Marga 1997 serta Peraturan Bina Marga No.007/BM/2009. Perencanaan marka dan rambu lalu lintas berdasarkan Peraturan Menteri No. 13 Tahun 2014 dan No. 34 Tahun 2014. Dari hasil analisis yang dilakukan, dihasilkan tipe semi direct sebagai tipe simpang susun. Hasil perencanaan geometrik yang dilakukan dihasilkan 6 tipe tikungan yaitu tikungan tipe full circle dengan jari-jari terbesar 80 meter dan panjang lengkung peralihan terbesar 120,35 meter. Sedangkan untuk perencanaan ramp dihasilkan 5 ramp dengan jari-jari terbesar 90 meter dengan panjang lengkung peralihan terbesar103,81 meter. Rambu lalu lintas direncanakan terdapat 14 buah dan 4 macam marka.