cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Desain Aplikasi Website HUB Marketing Berbasis E-Marketplace untuk Pemasaran Produk Kapal dan Komponennya Rizky Armanda; Heri Supomo; Imam Baihaqi
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1193.848 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41908

Abstract

Pada Industri maritim Indonesia saat ini, pemasaran kapal dan komponen kapal masih mengandalkan cara pemasaran konvensional. Oleh karena itu dibutuhkan cara alternatif dalam pemasaran kapal dan komponennya dengan cara yang lebih modern dan terintegrasi untuk industri bisnis perkapalan. Tujuan yang ingin dicapai dari pengerjaan tugas akhir ini adalah merancang aplikasi website HUB Marketing berbasis e-marketplace, aplikasi dirancang dimulai dengan membuat konten penjualan dengan membuat kategori dan tipe untuk produk kapal dan komponen kapal. Lalu dilanjutkan dengan merancang sistem website dan dilanjutkan merancang mockup dan membuat sistemnya dengan pengkodingan aplikasi. Aplikasi yang telah dibuat dikembangkan menjadi sebuah website dengan nama Hubmarine dan dirancang agar dapat membantu pemasaran produk kapal dan komponen kapal dengan memberikan fitur penjualan dan pembelian dalam website. Dari hasil pengembangan website dilakukan uji responden untuk mengetahui seberapa membantu dan perlu atau tidaknya aplikasi ini dibuat, hasil responden didapat rata-rata jawaban sebesar 81,3%, dapat disimpulkan website ini membantu sistem pemasaran yang ada saat ini. Lalu dilakukan analisa ekonomis untuk biaya yang dibutuhkan, didapat biaya investasi awal sejumlah Rp2.656.700.000, biaya pengelolaan website per tahun sejumlah Rp3.666.003.760, dan pendapatan pengelola website sejumlah Rp5.595.000.000 setiap tahunnya. Selanjutnya investasi akan mengalami break even point pada tahun ke 6 dengan internal rate of return sebesar 17.06%
Analisa Perubahan Gaya Angkat dan Hambatan Total Terhadap Variasi Aspect Ratio dan Winglet pada Sayap Kapal Wing In Surface Effect Menggunakan Aplikasi CFD Rahmat Diko Edfi; I Ketut Aria Pria Utama
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.897 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.35471

Abstract

Pada proses desain kapal WISE sangat diperhatikan masalah gaya hambat serta gaya angkat yang terjadi saat kapal melaju dalam mode ground effect. Salah satu cara untuk mengurangi gaya hambat kapal WISE adalah dengan meningkatkan nilai aspek rasio sayap dan memodifikasi winglet. Untuk membuktikan hal tersebut, dalam tugas  akhir ini dilakukan penelitian dalam bentuk simulasi Computational Fluid Dynamic (CFD) dengan cara membandingkan sayap dengan aspek rasio rendah AR=1 dengan aspek rasio sedang AR=3 serta memvariasikan sudut cant pada winglet. Hasil dari simulasi aspek rasio yang dilakukan menunjukan nilai gaya hambat dan gaya angkat yang berbeda di setiap variasi kecepatan. Kapal WISE dengan aspek rasio sedang AR=3 memiliki nilai gaya hambat yang lebih kecil dibandingkan dengan kapal WISE dengan aspek rasio rendah AR=1. Kapal WISE dengan aspek rasio sedang AR=3 memiliki nilai gaya angkat yang lebih besar dibandingkan dengan kapal WISE dengan aspek rasio rendah AR=1. Hasil simulasi yang dilakukan pada variasi sudut cant winglet kapal WISE menunjukan nilai gaya hambat dan gaya angkat yang berbeda di setiap variasi sudut. Kapal WISE dengan sudut cant winglet α=45° mempunyai gaya hambat yang lebih kecil dibandingkan dengan sudut cant winglet α=30° dan α=60°. Kapal WISE dengan sudut cant winglet α=30° mempunyai gaya angkat yang lebih besar dibandingkan dengan sudut cant winglet α=45° dan α=60°.
Desain Pembangkit Listrik Tenaga Surya Apung untuk Wilayah Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan Halida Aulia El Islamy; Wasis Dwi Aryawan
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1129.41 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.36121

Abstract

Pesatnya perkembangan industri di Indonesia masih menyisakan beberapa daerah terpencil dalam keadaan belum teraliri listrik, salah satunya yaitu Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Menanggapi hal tersebut, penggunaan energi terbarukan; energi panas matahari dapat dijadikan solusi kurangnya pemerataan pembangunan pembangkit listrik pada daerah terpencil tersebut. Dengan memanfaatkan kondisi geografis Kepulauan Selayar yang dikelilingi laut, hal tersebut dapat didesain Pembangkit Listrik Tenaga Surya Apung (PLTSA) yang terdiri dari barge dengan lambung katamaran sebagai media apung dari panel surya dan inverter sehingga nantinya satu PLTSA dapat memenuhi kebutuhan listrik pada beberapa kecamatan walaupun berada di pulau yang berbeda. Dengan menggunakan grid-tie system, pasokan listrik yang dihasilkan dapat langsung dialirkan ke grid PLN daerah setempat. Berdasarkan informasi dan kebutuhan listrik di Kabupaten Kepulauan Selayar, dibutuhkan sekitar 4 barge dengan 2410 unit panel surya dan 4 inverter pada tiap kapalnya untuk memenuhi kebutuhan daya listrik per hari sebesar  1.849.362,051 W. Ukuran utama kapal yang didapatkan adalah L = 164 m, B = 42 m, H = 4,2 m, T = 1,2 m. Dari ukuran utama kapal tersebut, didapatkan perhitungan analisis teknis, analisis ekonomis, analisis sensitivitas, serta gambar Lines Plan, General Arrangement, dan 3D Modeling.
Studi Kepecahan Moda Kegagalan Material A36 dengan Variasi Panjang Retak Terpusat Muhammad Alif Budiman; Mohammad Nurul Misbah; Totok Yulianto
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.768 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.38648

Abstract

Kecelakaan kapal sering terjadi diakibatkan kerusakan pada lambung. Lambung kapal merupakan susunan dari beberapa material baja yang dibentuk sedemikian rupa hingga menjadi suatu kesatuan utuh. Salah satu penyebab kerusakan lambung adalah timbulnya initial crack pada material penyusun lambung. Pada penelitian ini, pelat baja A36 yang sering digunakan pada lambung kapal dijadikan dalam skala ukuran spesimen pengujian. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan fracture toughness dan tegangan kritis baja A36. Spesimen diberikan beban statis yang diperoleh dari hasil pengujian tarik. Beban tarik pada spesimen uji menghasilkan faktor intensitas tegangan digunakan untuk mengevaluasi fracture toughness dan tegangan kritis yang dapat diterima akibat initial crack. Pemodelan dilakukan sesuai spesimen uji tarik dengan 9 variasi initial crack menggunakan software Finite Element Analysis. Berdasarkan variasi tersebut didapatkan beberapa hasil yang dibandingkan untuk mengevaluasi faktor intensitas tegangan, fracture toughness dan tegangan kritis akbiat intial crack. Untuk mengevaluasi dilakukan pengujian tarik (eksperimen) serta dua pendekatan yaitu XFEM setiap K mode I dan J-Integral. Didapatkan hasil fracture toughness material A36 dari eksperimen sebesar 1413.7154 MPa√mm; metode XFEM setiap K mode I mengahasilkan fracture toughness A36 sebesar 1412.6214 MPa√mm dan J-Integral menghasilkan fracture toughness A36 sebesar 1414.7809 MPa√mm. Perbedaan nilai fracture toughness terhadap eksperimen diperoleh eror sebesar 0.077% (XFEM setiap K mode I) dan 0.075% (J-Integral).
Analisis Pengaruh Variasi Sudut Blasting Dengan Coating Campuran Epoxy dan Aluminium Serbuk terhadap Kekuatan Adhesi, Prediksi Laju Korosi, dan Morfologi pada Plat Baja ASTM A36 Muhammad Sulton Ali; Herman Praktikno; Wimala L Dhanistha
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.081 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.39068

Abstract

Permasalahan korosi merupakan masalah utama penyebab terjadinya kegagalan pada material terutama pada bangunan laut, dimana biasanya ditempatkan pada kondisi atau lingkungan yang korosif. Salah satu langkah preventif yang digunakan untuk memperlambat korosi pada suatu material adalah dengan metode pelapisan atau coating. Pada penelitian ini menggunakan material ASTM A36. Baja ini dijadikan bahan uji karena baja ASTM 36 baja yang sering dijadikan material pada bangunan laut. Metode yang digunakan untuk penelitian adalah dengan memvariasikan sudut blasting dengan coating yang digunakan adalah campuran epoxy dan aluminium serbuk. Variasi campuran coating nya yaitu 10% aluminium serbuk ditambah epoxy, 20% aluminium ditambah epoxy dan 30% aluminium ditambah epoxy. Yang pertamana baja ASTM A36 dipotong menjadi 18 spesimen kemudian coating dilapiskan ke tiap-tiap spesimen dengan campuran aluminium yang sudah divariasikan. Setelah itu ke enam spesimen tersebut diuji kekuatan adhesi dan diuji yang kedua untuk mendapatkan prediksi laju korosi. Pada pengujian Pull-Off nilai terbaik dimiliki oleh spesimen dengan variasi penambahan aluminium serbuk 10% dan variasi sudut blasting 90° dengan nilai sebesar 14.9367 MPa. Sedangkan pada pengujian sel tiga elektroda menunjukkan bahwa ketahanan korosi terbaik didapat pada spesimen dengan penambahan aluminium 30% dan variasi sudut blasting  90° dengan nilai sebesar 0,00008567 mmpy. Untuk pengujian SEM menunjukkan bahwa terlihat pigmen aluminium yang berbentuk platey atau lamellar dan terlihat persebaran aluminium serbuk dipermukaan sampel yang merata.
Desain Barge Sebagai Alternatif Pengganti Jetty Untuk Sarana Bongkar Muat Kapal Tanker M. Hafiz Nurwahyu Aliffrananda; Wasis Dwi Aryawan
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.291 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42075

Abstract

Pada umumnya proses bongkar muat kapal tanker berlangsung di dermaga dengan menghubungkan selang yang ada didermaga dengan peralatan bongkar muat yang ada pada kapal tanker yaitu cargo manifold. Akan tetapi permasalahan muncul ketika kapal-kapal tanker tersebut tidak dapat merapat ke dermaga diakibatkan karena sarat kapal yang terlalu besar ataupun karena lautan di sekitar dermaga memiliki kedalaman air yang kurang sehingga diperlukan jetty sebagai sarana bongkar muat akan tetapi harga pembangunan jetty yang mahal dapat mengurangi pendapatan dermaga sehingga dibutuhkan barge untuk menggantikannya. Dalam permasalahan ini metode yang digunakan dalam menentukan ukuran utama kapal dengan menggunakan layout awal yang diawali dengan menganalisa kondisi perairan sekitar dermaga, kemudian menganalisis payload yang merupakan peralatan bongkar muat apa saja yang harus ada pada barge shingga didadapatkan ukuran utama dari barge serta mendesain sistem kerja dari penyaluran muatan dari kapal tanker ke dermaga sehingga barge dapat dijadikan alternatif sarana bonkar muat pengganti jetty untuk kapal tanker. Dari desain yang telah dilakukan didapatkan ukuran utama barge yaitu LOA 43.2 m, Lebar 16 m, Tinggi 3.6 m dan draught 2.7 meter. Harga pembangunan dari barge adalah sebesar Rp53,978,058,950.86. Harapannya dengan adanya sarana pengganti jetty dengan barge dapat mempercepat proses bongkar muat khususnya untuk kapal tanker dan mengurangi biaya dari pembuatan sarana dan prasarana dermaga.
Analisis Teknis Terbaliknya KMP. Kayong Utara di Sungai Banyuasin, Sumatera Selatan Mochamad Gizza Gaeta Nahumariri; Hasanudin Hasanudin
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41515

Abstract

Pada tanggal 20 Februari 2018, terjadi kecelakaan KMP. Kayong Utara yang terbalik di Sungai Banyuasin, Sumatera Selatan saat berlayar dari Pelabuhan Muntok, Bangka menuju Pelabuhan Tanjung Api-Api, Sumatera Selatan. Kapal memuat 8 truk sedang, 1 kendaraan kecil, dan 2 sepeda motor serta 9 penumpang dewasa dan 1 penumpang anak-anak. Perlu dilakukannya investigasi untuk mengetahui penyebab kecelakaan agar fenomena serupa tidak terulang kembali. Analisis dilakukan berdasarkan hasil temuan lapangan dari KNKT. Analisis dimulai dari pemodelan kapal dengan toleransi selisih displacement, LCG, dan volume tiap tangki kurang dari 0.2%. Selanjutnya dilakukan analisis stabilitas pada saat kapal berangkat, setelah kapal berlayar 3 jam 40 menit, sesaat kapal setelah bebas dari kandas, saat kendaraan akan bergeser, dan kapal terbalik. Berdasarkan hasil temuan lapangan, kapal berangkat dengan keadaan tegak dengan sarat 1.7 m sehingga didapatkan displacement 356.4 ton, LCG 14.245 m, dan hasil pemeriksaan kriteria stabilitas adalah tidak memenuhi. Setelah berlayar selama 3 jam 40 menit, didapatkan konsumsi bahan bakar adalah 0.6025 ton serta konsumsi air tawar setidaknya 12.856 ton sebelum kapal kandas dengan kondisi miring 4˚ ke kiri dan sedikit trim buritan. Hasil pemeriksaan kriteria stabilitas setelah berlayar adalah tidak memenuhi. Dilakukan upaya pembebasan dengan cara pemindahan 4 truk belakang dan air tawar sehingga kemiringan kapal berukurang 0.5˚. Namun sesaat setelah bebas dari kandas, kapal terapung dan hasil pemeriksaan kriteria stabilitas adalah tidak memenuhi. Kapal terus miring ke kanan hingga kendaraan bergeser ke kanan pada sudut heel 5.71˚ diakibatkan bekerjanya momen penegak dan tidak seimbangnya tangki air tawar. Kombinasi dari ketiga kondisi tersebut ternyata masih belum cukup untuk menyebabkan kapal terbalik dan rebah 90˚. Terdapat 2 kemungkinan tambahan yang mendukung terbaliknya kapal yaitu isi tangki air kiri dikurangi menjadi 62% = 32.164 ton dan atau VCG lightship yang naik menjadi 1.8 m sehingga kapal dapat terbalik. Agar kejadian tidak terulang kembali maka dapat diantisipasi dengan penanganan muatan dan pemindahan isi tangki dengan hati-hati, melengkapi kapal dengan dokumen-dokumen yang terbaru dan akurat, serta meningkatkan pengetahuan ABK tentang stabilitas kapal.
Analisis Fatigue Life Konstruksi Kapal Tanker 17500 DWT Menggunakan Metode Simplified Fatigue Analysis Aryo Pangestu; Mohammad Nurul Misbah; Dony Setyawan
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.706 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41804

Abstract

Kebutuhan minyak dunia diprediksi akan mengalami peningkatan pada tahun 2023 menjadi 100.4 juta barel. Peningkatan kebutuhan minyak dunia ini diikuti dengan peningkatan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak. Maka dibutuhkan fasilitas penunjang proses eksplorasi dan eksploitasi minyak, seperti kapal oil tanker. Diharapkan kapal oil tanker sebagai fasilitas penunjang mampu beroperasi dalam jangka waktu yang optimal. Selama kondisi operasional, kapal mengalami beban kerja berulang yang disebabkan oleh kondisi lingkungan pelayarannya yang dapat membahayakan struktur konstruksi kapal. Oleh karena itu, dibutuhkan perhitungan fatigue terhadap konstruksi kapal yang salah satunya dengan menggunakan metode simplified fatigue analysis. Analisis fatigue dilakukan pada sambungan pembujur sisi, pembujur alas dalam, dan pembujur alas terhadap sekat melintang akibat pengaruh dari tekanan dinamis gelombang dan tekanan sloshing muatan searah melintang kapal yang dihitung menggunakan rumus pada Common Structural Rules for Double Hull Oil Tanker (CSR). Analisis menggunakan variasi kondisi operasional muatan, yaitu 0.5hfilling, 0.7hfilling, dan 0.85hfilling di mana untuk tiap masing-masing besar pembebanan diaplikasikan pada model tiga ruang muat. Proses analisis dibantu menggunakan software elemen hingga untuk mendapatkan hasil analisis dari variasi pembebanan. Berdasarkan hasil analisis, tegangan terbesar untuk sambungan pembujur sisi terjadi ketika kondisi muatan 0.85hfilling, yaitu sebesar 56.3 MPa. Sambungan pembujur alas dalam pada kondisi 0.7hfilling, yaitu sebesar 53.4 MPa. Sambungan pembujur alas pada kondisi 0.85hfilling, yaitu sebesar 59.1 MPa. Dari hasil tegangan tersebut, didapatkan fatigue life untuk tiap sambungan adalah 26.6 tahun untuk sambungan pembujur sisi, 42.5 tahun untuk sambungan pembujur alas dalam, dan 30.4 tahun untuk sambungan pembujur alas.
Desain Desalination Production Vessel (DPV) untuk Mengatasi Kekurangan Air Tawar di Pulau Madura Arif Riansyah; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.253 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41879

Abstract

Kekurangan air tawar seakan menjadi hal yang lumrah terjadi di Pulau Madura. Selama ini, kekurangan air ditangani dengan pengiriman truk tangki air dari beberapa daerah. Namun, Kondisi Pulau Madura yang dikelilingi oleh laut dapat juga dimanfaatkan sebagai akses produksi baru penyedian air di seluruh Pulau Madura dengan menggunakan Desalination Production Vessel (DPV). Payload dari DPV didapatkan dari kekurangan air setiap harinya yang diperhitungkan mencapai 40.000 m3, dengan mempertimbangkan sarat di sekitar pantai Pulau Madura maka didapatkan payload DPV sebesar 20.000 m3 dengan jumlah 2 unit DPV dan produksi air tawar harian mencapai 40.000 m3. Setelah itu dilakukan perhitungan teknis berupa perhitungan berat, trim, freeboard, dan stabilitas sehingga didapatkan ukuran utama kapal yang meliputi; Lbp =112,5 m; B = 26 m; H = 11 m; T = 9 m. Tinggi freeboard minimum sebesar 2169,46 mm dengan tonnase kapal mencapai 10.807,43 GT. Perhitungan stabilitas menunjukkan kondisi stabilitas yang memenuhi kriteria stabilitas pada masing-masing load case. Analisis ekonomis yang dilakukan mendapatkan harga optimum senilai Rp.7.500/m3 dengan Total Capital Investment (TCI) yang bernilai Rp. 130.064.292.485,00 dan General Expenses yang bernilai Rp. 23.479.569.494,00 untuk selanjutnya didapatkan nilai Feasibility Investment yang terdiri dari Internal Rates of Return (IRR) = 17,65%, Net Present Value (NPV)= Rp.41.598.492.770,66, PP=9,20 tahun dan Breakeven Point (BEP) mencapai Rp.24.188.411.035,68.
Capstone Design Kapal Tanpa Awak Sebagai Media Survei Tingkat Kualitas Air di Suatu Perairan Muh Hisyam Khoirudin; Wasis Dwi Aryawan
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.038 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41906

Abstract

Pencemaran terhadap air saat ini terus menerus terjadi. Mayoritas mutu air sungai maupun laut yang ada di teritori negara Indonesia sudah dalam status tercemar berat. Oleh karena itu, dibutuhkan alat sebagai media survei kualitas air tersebut dalam rangka pengendalian limbah yang masuk ke wilayah penampungan air secara lebih komprehensif. Model kapal tanpa awak yang dilengkapi dengan sistem autopilot dan sensor (sensor suhu, konduktivitas, dan PH) merupakan solusi yang dapat digunakan sebagai media survei kualitas air. Dengan sistem autopilot berdasarkan sensor GPS dan sensor ultrasonik, model tersebut mampu menyusuri perairan dengan medan yang sulit dijangkau manusia serta mampu menghindari halangan yang ada di depannya. Ketika lokasi telah ditentukan, model kapal tanpa awak akan bergerak secara otomatis dan sistem akusisi data sensor akan mengukur suhu, konduktivitas, dan tingkat keasaman yang ada di sekitar lokasi kapal secara waktu-nyata. Hasil pengukuran data tersebut langsung dikirimkan ke pengguna melalui wireless serial module. Hasil pengujian sistem ini menunjukkan bahwa model kapal tanpa awak mampu bergerak secara otomatis maupun manual untuk pengambilan data. Pada pengukuran data sensor suhu memiliki kesalahan maksimal 3.1%, data sensor konduktivitas memiliki maksimal kesalahan 5.2%, sedangkan pada pengukuran data sensor PH memiliki kesalahan maksimal 2.9%. Sistem model kapal tanpa awak ini mampu memantau dan mensurvei tingkat kualitas air secara otomatis sehingga dapat digunakan untuk membantu manusia dalam hal pengendalian mutu air di perairan tertentu.