cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Desain Sistem Pelacakan Muatan Kapal Pelra Wira Yudha Pambudi; Setyo Nugroho; Eka Wahyu Ardhi Wahyu Ardhi
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.51514

Abstract

Dari segi pelayanan bisnisnya Pelayaran Rakyat masih tradisional dikarenakan pertukaran informasi yang sangat minim dan hanya bisa diakses dengan komunikasi secara langsung dengan pihak pelayaran, kini banyak pelanggan yang meninggalkannya karena kurang praktis dan kepercayaan terhadap angkutan barangnya. Pihak pengguna hanya bisa menunggu kabar melalui tatap muka dan sambungan telepon jadi tidak bisa mengetahui titik pasti keberadaan barangnya. Dengan adanya kendala tersebut maka dibutuhkan sebuah alat dan wadah sebagai sumber pertukaran informasi yang baik. Pada kenyataanya saat ini para pemilik barang yang hendak mengirimkan barangnya harus mengirimkan dengan jumlah berlebih dikarenakan pasti ada kerusakan ataupun kehilangan muatan dikarenakan proses perpindahan barang saat ini. Kemampuan untuk tracking dan tracing sangat penting bagi upaya mempertemukan pasokan dan permintaan suatu komoditi. Tracking and Tracing system yang handal, akan diperoleh manfaat atau keuntungan, antara lain: 1. prosedur identifikasi dan penyusuran serta penelusuran produk/komoditi dari tahap produksi, distribusi, dan instalasi; 2. ketersediaan informasi tentang bagian-bagian yang terdapat dalam sebuah produk/komoditi, seperti spesifikasi, status produk/komoditi, jumlah, dan lain-lain; Selain itu menggunakan alat pelacak muatan berupa barcode scanner dan website yang menghasilkan nilai Benefit Cost Ratio (BCR) yaitu 1,55.
Model Perencanaan Pengiriman Struktur Anjungan Lepas Pantai Mohammad Idham Harari; I Gusti Ngurah Sumanta Buana; Achmad Mustakim
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.51620

Abstract

Anjungan atau bangunan lepas pantai (offshore platform) adalah struktur atau bangunan yang dibuat sebagai sarana dalam proses eksplorasi minyak dan gas di lepas pantai. Jenis anjungan lepas pantai yang sering dipakai di Indonesia adalah jenis fixed platform. Anjungan lepas pantai ini dibuat di darat, kemudian diangkut dan diinstalasi di lokasi eksplorasi. Pengangkutan ini biasanya menggunakan 3 (tiga) cara atau skenario yang merupakan kombinasi antara ketersediaan dan ukuran barge. Setiap cara dipilih dengan alasan yang tidak jelas selain kedua yang disebut di atas, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemilihan skenario pengangkutan dan pemilihan barge untuk mengangkut jacket maupun topside, dan kemudian membuatnya dalam sebuah model. Berdasarkan hasil wawancara, penentuan skenario pengiriman jacket dan topside dilakukan dengan memperhatikan 4 faktor, yaitu, (i) jadwal selesai fabrikasi dan instalasi jacket maupun topside (ii) dimensi dan berat jacket dan topside (iii) ketersediaan barge, serta (iv) jarak dari lokasi fabrikasi ke instalasi. Pembuatan model untuk memilih skenario yang tepat dilakukan setelah mewawancarai beberapa pakar di bidangnya. Berdasarkan hasil perhitungan model, pada site 1, barge yang terpilih adalah B 34 dengan sewa harian sebesar Rp 1.927 jt. dan barge B4 sewa TCH/bulan sebesar Rp 2.199 jt. Sedangkan barge dalam negeri yaitu B18 sewa TCH per bulan sebesar Rp 2.147 jt. dan B19 sewa harian sebesar Rp 1.023 jt. Pada site 2 barge yang terpilih adalah B14 dengan sewa VCH sebesar Rp 6309 jt. Sedangkan barge dalam negeri adalah B17 sewa tch per bulan sebesar Rp 11897 Jt. Pada site 3 barge luar negeri yang terpilih adalah barge B10 dengan sewa harian sebesar Rp 4.448 jt. dan B15 dengan sewa TCH/bulan sebersar Rp 3.302 jt. Sedangkan barge dalam negeri yaitu B20 dengan sewa VCH sebesar Rp 3.659 jt. dan B16 dengan sewa TCH per bulan sebesar 8119 jt.
Model Optimisasi Distribusi dan Perencanaan Terminal Regasifikasi Liquefied Natural Gas (LNG): Studi Kasus Pulau Jawa Riza Alfian Arief Wardana; I Gusti Ngurah Sumanta Buana; Hasan Iqbal Nur
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.51623

Abstract

Biaya pengapalan LNG yang tinggi mengakibatkan tingginya harga gas yang digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Selain itu, pembangunan unit pembangkitan baru di Cilamaya dan peningkatan kapasitas daya UP Grati mengakibatkan peningkatan permintaan akan LNG. Perencanaan terminal regasifikasi di Jawa Timur diharapkan dapat menunjang pemenuhan kebutuhan akan LNG di UP Gresik dan Grati. Penyedia sarana pembangkit tenaga mengharapkan biaya LNG di Unit Pembangkitan lebih rendah dari nilai 14,5% Indonesian Crude Price (ICP). Permasalahan tersebut akan diselesaikan dengan model optimisasi pendistribusian LNG yang berasal dari 3 (tiga) kilang produksi, yaitu Badak LNG, Donggi Senoro LNG dan Tangguh LNG menuju 3 (tiga) terminal penerima LNG di Jawa. Model optimisasi tersebut menghasilkan 4 pilihan kapal yang digunakan dengan biaya total sebesar Rp34.620.155.621.573 untuk memenuhi permintaan akan LNG yang berjumlah 16.244.803 m3 dan biaya satuan LNG $7,53/MBTU. Perencanaan terminal regasifikasi yang dilakukan menghasilkan dua unit tangki penyimpanan berkapasitas 75.000 m3 dan biaya per tahun sebesar Rp561.191.198.608.
Pengaruh Bangkitan Pergerakan di Koridor Mulyosari terhadap Kinerja Jalannya Khairunnisa Qurratuain; Sardjito Sardjito
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.51635

Abstract

Kebijakan arah pengembangan kawasan mulyosari adalah sebagai salah satu pusat lingkungan di Unit Pengembangan Kertajaya. Penetapan sebagai Pusat Lingkungan tersebut memberikan frekuensi terjadinya perubahan penggunaan lahan dari non-komersial (perumahan) menjadi komersial (perdagangan dan jasa) dan saat ini sedang mengalami proses ke arah tersebut terutama pada Koridor Jalan Mulyosari. Perubahan penggunaan lahan tersebut memunculkan banyaknya kegiatan-kegiatan perdagangan jasa seperti tempat print, café, warung makan, bengkel, dan salon. Jenis kegiatan tersebut dapat membangkitkan lalu lintas yang dapat mempengaruhi kinerja jalan Mulyosari dan mengakibatkan volume lalu lintas akan meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh bangkitan pergerakan di Koridor Jalan Mulyosari terhadap kinerja jalannya. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan dua tahapan yaitu menganalisis tingkat pelayanan jalan koridor Jalan Mulyosari Surabaya dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan rumus I=V/C dan menganalisis pengaruh volume bangkitan pergerakan dari kegiatan penggunaan lahan di koridor Jalan Mulyosari Surabaya terhadap tingkat pelayanan jalan Mulyosari dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan menghitung I kendaraan melintas, I bangkitan, dan I ideal. Berdasarkan hasil analisis, pengaruh bangkitan pergerakan dari penggunaan lahan terhadap kinerja jalan di koridor Jalan Mulyosari, (ideal) sebagai berikut: Untuk Koridor Barat, segmen I : 11,65 %, seg:men II : 27,39 % dan segmen III : 5,02 %. Untuk Koridor Timur, segmen I : 12,61 %, segmen II : 10,09 % dan segmen III : 15,48 %.
Perancangan Fault Tolerant Control (FTC) pada Aplikai Pengereman Regenerative Mobil Listrik dengan Model Half Car sebagai Anti-lock Braking System dengan Kesalahan Sensor Dea Faiza Febrianty; Katherin Indriawati
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.51763

Abstract

Pada penilitian kali ini dilakukan perancangan Fault Tolerant Control yang diaplikasikan pada pengereman kendaraan listrik half car model, dengan motor bekerja secara regenerative sebagai anti-lock braking system, untuk mengkompensasi kesalahan yang ada pada sensor. Penelitian kali ini menggunakan kendaraan listrik dengan model half car sebagai plant. Terdapat 3 kontroler yang digunakan yaitu PI kontroler sebagai kontrol slip ratio yang mengatur agar slip ratio berada pada nilai 0,2, PI kontroler sebagai kontrol putaran roda, dan hysteresis control. Motor yang digunakan adalah Brushless Direct Control yang berfungsi sebagai penggerak (aktuator) pada kendaraan. Pada penelitian ini menggunakan mode generator pada motor, sehingga motor dapat menyimpan energy yang dihasilkan ketika terjadi pengereman. Dengan kesalahan sensor yang diberikan pada roda depan kendaraan, maka digunakan observer untuk mengestimasi kesalahan kemudian kesalahan tersebut akan dikompensasi oleh Fault Tolerant Control. Dari perancangan yang dilakukan, FTC mampu mengestimasi kesalahan aktual dengan karakteristik respon yaitu maximum overshoot 9,765%, rise time 0,00186 detik dan time settling 0,2954 detik. FTC juga mampu mengkompensasi kesalahan sensor berupa kesalahan bias hingga 50 rad/s dan kesalahan sensitivitas 75%.
Perbandingan Prestasi Motor Bensin 4 Langkah 100 cc Menggunakan Koil Standar dan Koil Variasi Ahmad Ihwan; Dwi Widjanarko
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.51955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan prestasi motor bensin 4 langkah 100 cc menggunakan koil standar dan koil variasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimen. Data pokok yang diperoleh pada penelitian ini dianalisis menggunakan persamaan nilai torsi dan persamaan nilai daya, lalu disajikan ke dalam bentuk tabel, grafik, dan diagram untuk kemudian dideskripsikan. Motor bensin yang digunakan dalam penelitian ini adalah Honda Grand 100 cc yang diuji pada rentang kecepatan putaran mesin 4000, 5000, 6000, 7000 dan 8000 rpm menggunakan dinamometer. Motor bensin 4 langkah  100 cc menggunakan koil variasi 2 menunjukkan rata- rata nilai torsi tertinggi 13,20 Nm pada seluruh rentang kecepatan putaran mesin yang diamati, 5,6% lebih unggul dibandingkan menggunakan koil variasi 1 dan lebih unggul 17,9% dibandingkan menggunakan koil standar. Motor bensin 4 langkah  100 cc menggunakan koil variasi 2 menunjukkan rata-rata nilai daya tertinggi 7,26 kW pada setiap rentang kecepatan putaran mesin yang diamati, lebih unggul 6,7% dibandingkan menggunakan koil variasi 1 dan lebih unggul 21,3% dibandingkan  menggunakan koil standar.
Analisa Gaya, Porsi, Kontribusi Dan Efisiensi Sistem Rem Regeneratif pada EZZY ITS II Ariesto Christopher Faradico Walla; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.52345

Abstract

Driving cycle merupakan serangkaian data yang mewakili kecepatan kendaraan versus waktu sebagai bentuk representasi dari keadaan jalan tertentu yang sebenarnya. Kepentingan dari penggunaan Driving cycle dalam menganalisa kendaraan adalah mengurangi biaya tes jalan, waktu tes dan kelelahan pengemudi. Driving cycle yang digunakan pada penelitian sebelumnya mengenai bus Transjakarta kurang mempresentasikan keadaan jalan dalam kota yang sebenarnya karena banyaknya kecepatan konstan yang terjadi. Sehingga hasil analisanya kurang akurat apabila diaplikasikan secara langsung. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa lebih dalam mengenai sistem rem regeneratif pada mobil listrik. Jenis kendaraan yang diteliti adalah city car EZZY ITS II sebagai objek penelitian dan menganalisa sistem rem regeneratifnya dengan Driving cycle Prius dan WLTP. Pemakaian city car adalah karena jenis kendaraan ini banyak digunakan oleh masyarakat. Penambahan Driving cycle Prius adalah untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dengan kondisi jalan di Surabaya. Penelitian dimulai dengan analisa porsi dan gaya pengereman mekanis dan regeneratif kendaraan. Tujuannya adalah agar kendaraan tetap stabil saat pengereman. Penelitian dilanjutkan dengan analisa kontribusi dan efisiensi sistem rem regeneratif pada tiap Driving cycle. Analisa ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh sistem rem regeneratif pada mobil listrik dan membandingkan hasil analisanya berdasarkan Driving cycle yang digunakan. Hasil dari penelitian ini didapati sistem rem regeneratif pada kendaraan bekerja secara penuh pada rentang j/g 0-0,8 untuk gear pertama. Hasil penelitian ini cukup signifikan dikarenakan rem regeneratif dapat menggantikan peran rem mekanis roda depan kendaraan. Kontribusi sistem rem regeneratif yang didapatkan adalah 38,82% untuk Driving cycle Prius dan 30,36% untuk Driving cycle WLTP. Efisiensi sistem rem regeneratif yang didapatkan 67,94% untuk Driving cycle Prius dan 58,94% untuk Driving cycle WLTP. Kontribusi dan efisiensi yang didapatkan tersebut sudah lebih baik daripada penelitian sebelumnya.
Pengaruh Rasio Geometri Alur Pasak Poros Terhadap Kegagalan Fatigue Bachry Fahmiansyah; Sunardi Sunardi; Erny Listijorini
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.52742

Abstract

Fatigue merupakan salah satu penyebab kerusakan dari suatu poros. Kerusakan fatigue tidak dapat diprediksi, bisa terjadi secara tiba-tiba. Oleh karena itu perlu diteliti lebih lanjut tentang penyebab kegagalan fatigue. Pada penelitian sebelumnya sudah banyak yang melakukan improvement pada material yang biasa digunakan sebagai poros untuk meningkatkan kekuatan fatigue, tetapi masih sedikit penelitian yang membahas pengaruh kondisi permukaan pada poros terhadap kekuatan fatigue. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio geometri alur pasak poros terhadap kegagalan fatigue dengan melihat pada rasio kedalaman berapa material akan cepat patah. Metode yang digunakan adalah metode simulasi dengan software SolidWorks. Simulasi fatigue yang digunakan yaitu tipe rotary bending dengan standar pengujian ASTM E466. Varian rasio alur pasak yaitu 3:1 mm, 3:2 mm, dan 3:3 mm dengan masing-masing diberi beban 40%, 50%, 60%, 70%, dan 80% dari ultimate tensile strength material. Hasil yang didapat pada beban 40% untuk varian 1,2,3 mencapai lebih dari 1.000.000 siklus sampai patah. Pembebanan 50% sama seperti pembebanan 40%. Pembebanan 60% varian 1 masih mencapai 1.000.000 siklus, sedangkan varian 2 mendapat 402.699 siklus, varian 3 mendapatkan 317.727 siklus sampai material patah. Pembebanan 70% varian 1 mendapatkan 641211 siklus, varian 2 mendapatkan 201.348 siklus, varian 3 mendapatkan 166.116 siklus sampai material patah. Pembebanan 80% varian 1 mendapatkan 311.218 siklus, varian 2 mendapatkan 123.921 siklus, varian 3 mendapatkan 102.371 siklus sampai material patah. Dengan posisi patah yang sama pada setiap fillet alur pasak.
Perancangan Geometrik Simpang Susun Jalan Raya Jemursari - Ahmad Yani, Surabaya Atikah Safitri; Wahju Herijanto
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.52818

Abstract

Tingginya jumlah kendaraan setiap tahun yang tidak sebanding dengan pembangunan insfrastruktur jalan menjadi salah satu penyebab terjadinya kemacetan di Kota Surabaya. Berdasarkan data Regional Traffic Management Center (RTMC) Polda Jatim, ada beberapa jalan yang menjadi langganan macet terutama di jam-jam kerja, salah satunya di sekitar persimpangan Bundaran Dolog atau Taman Pelangi. Penyebab lainnya karena adanya penyempitan jalur akibat persimpangan sebidang antara perlintasan kereta api di sisi timur Jalan Ahmad Yani dengan Jalan Jemursari. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan flyover yang menghubungkan Jalan Raya Jemursari dengan Jalan Ahmad Yani. Dalam tugas akhir ini penulis mencoba merencanakan simpang susun yang menghubungkan Jalan Raya Jemursari dengan Jalan Gayung Kebonsari sebagai poros simpang susun. Perencanaan ini meliputi desain geometrik simpang susun beserta perencanaan ramp. Dalam prosesnya, metodologi yang digunakan yaitu menganalisis pemilihan alternatif tipe simpang susun dengan metode Analytic Hierarchy Proses kemudian merencakan desain geometrik simpang susun dan ramp menggunakan Peraturan Bina Marga 1997 serta Peraturan Bina Marga No.007/BM/2009. Perencanaan marka dan rambu lalu lintas berdasarkan Peraturan Menteri No. 13 Tahun 2014 dan No. 34 Tahun 2014. Dari hasil analisis yang dilakukan, dihasilkan tipe semi direct sebagai tipe simpang susun. Hasil perencanaan geometrik yang dilakukan dihasilkan 6 tipe tikungan yaitu tikungan tipe full circle dengan jari-jari terbesar 80 meter dan panjang lengkung peralihan terbesar 120,35 meter. Sedangkan untuk perencanaan ramp dihasilkan 5 ramp dengan jari-jari terbesar 90 meter dengan panjang lengkung peralihan terbesar103,81 meter. Rambu lalu lintas direncanakan terdapat 14 buah dan 4 macam marka.
Perancangan Geometrik dan Perkerasan Jalan Tol Malang - Kepanjen Wisnu Hardian Pradito; Wahju Herijanto
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.52924

Abstract

Malang merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Timur dengan jumlah penduduk sebanyak 3.438.010 jiwa yang tersebar di kabupaten dan kota. Dengan banyaknya populasi penduduk menyebabkan kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil menjadi bertambah tak terkendali. Hal ini menyebabkan sering terjadinya kemacetan pada berbagai titik di Kota Malang maupun Kabupaten Malang. Karena berbagai permasalahan tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur mengusulkan agar jalan Tol Malang - Pandaan dapat dibangun hingga ke wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang. Dalam tugas akhir ini dilakukan analisis perancangan jalan tol yang menghubungkan daerah Madyopuro dengan daerah Kepanjen. Analisis diawali dengan pekerjaan persiapan, kemudian tinjuan pustaka, selanjutnya pengumpulan dan pengolahan data, kemudian perencanaan berupa perancangan geometrik jalan tol yang meliputi lengkung horizontal dan lengkung vertikal beserta rambu lalu-lintas yang berdasarkan pada Peraturan Bina Marga No.007/BM/2009, perencanaan tebal perkerasan kaku yang didasarkan pada Peraturan Pd T-14-2003, perencanaan saluran tepi (drainase) yang mengacu pada Peraturan SNI 03-3424-1994 dan Peraturan Pd. T-02-2006-B, dan perencanaan anggaran biaya yang berdasarkan pada Harga Satuan Pokok Kerja (HSPK) Pemerintah Kota Malang tahun 2018. Setelah dilakukan analisis pada perancangan jalan tol ini, didapatkan panjang jalan tol ini adalah 21,04 km dengan Point of Interest (PI) sebanyak 11 buah dan Point Vertical of Interest (PVI) sebanyak 14 buah serta digunakan rambu lalu lintas sebanyak 151 buah. Kemudian digunakan perkerasan kaku setebal 265 mm dengan subbase berupa Campuran Beton Kurus (CBK) setebal 100 mm dan diberi lapisan tambahan aspal setebal 50 mm. Total biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan jalan tol ini sebesar Rp 952.053.675.000,00 dengan biaya per km sebesar Rp 45.249.699.382,13.