cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Perencanaan Gedung Park and Ride di Stasiun Rawa Buntu Kota Tangerang Selatan Aditya Ihdhar Hadyan; Wahju Herijanto
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.52892

Abstract

Kota Tangerang Selatan merupakan salah satu kota pendukung bagi Kota Jakarta yang biasa dikenal dengan Bodetabek. Dengan luas wilayah 147,2 km2, Tangerang Selatan memiliki jumlah penduduk sebanyak lebih dari 1,6 juta jiwa. Seiring dengan bertambahnya penduduk kota ini, berkembang pula perekonomian penduduk setempat yang mengakibatkan bertambahnya jumlah pemilik dan pengguna kendaraan pribadi dengan pesat. Karena pertumbuhan jumlah pemilik kendaraan pribadi ini tidak dibarengi dengan penambahan fasilitas transportasi yang seimbang, maka sering terjadi kemacetan pada wilayah kota Tangerang Selatan. Salah satu solusi untuk memaksimalkan fasilitas penunjang transportasi adalah dengan dibangunnya gedung park and ride pada Stasiun Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan. Data didapatkan berupa volume kendaraan tiap jamnya di lahan parkir eksisting, kondisi lahan parkir eksisting yang diambil dengan bantuan Google earth, jumlah penumpang per-tahun di Stasiun Rawa Buntu, dan layout lahan parkir eksisting yang diambil dari internet. Berdasarkan hasil pengolahan data tersebut didapatkan jumlah demand pengguna park and ride untuk umur rencana 5 tahun sebesar 400 sepeda motor dan 700 mobil. Dari jumlah demand tersebut direncanakan gedung park and ride dengan kapasitas parkir 400 sepeda motor dan 779 mobil, dengan jumlah lantai parkir 3 lantai dan 1 lantai dasar.
Estimasi Parameter Aerodinamika Model Roket Menggunakan Computational Fluid Dynamics Dimas Agung Prabowo; Rusdhianto Effendi AK; Zulkifli Hidayat
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.53422

Abstract

Dalam dunia militer, roket adalah sebuah senjata yang dapat dikendalikan secara langsung atau otomatis untuk mengenai targetnya. Untuk memastikan roket tersebut mampu bergerak mengenai target yang telah ditentukan, roket harus mampu dikendalikan untuk selalu mendekati target yang diatur oleh aturan pengendalian dan pemanduan. Pengendalian dan pemanduan sebuah roket membutuhkan sebuah model matematika dari roket tersebut. Semakin akurat model roket dengan keadaan nyata, maka akan semakin akurat pula pengendalian yang akan dicapai. Agar model matematika roket akurat diperlukan parameter-parameter roket untuk membuat model matematika roket. Terdapat parameter terukur yang diperoleh dari hasil pengukuran dimensi fisik roket. Dan terdapat parameter tidak terukur yang diperoleh melalui estimasi. Salah satu parameter yang diperoleh melalui estimasi adalah parameter aerodinamika roket. Agar didapatkan model yang baik parameter terukur dan parameter tidak terukur perlu didapatkan sehingga parameter aerodinamika roket perlu untuk diestimasi. Pada penelitian ini dilakukan estimasi parameter aerodinamika roket. Estimasi dilakukan dengan metode CFD. Dengan parameter hasil estimasi model matematika lengkap roket dapat diperoleh.
Park and Ride South Quarter Sebagai Fasilitas Alih Moda di Kota Jakarta Rizka Amalia Shafira; Siti Nurlaela
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.53545

Abstract

Park and ride merupakan fasilitas alih moda yang menyediakan tempat parkir beserta akses menuju stasiun. Dengan fasilitas park and ride, masyarakat dapat meneruskan perjalanan menggunakan angkutan umum setelah memarkir kendaraan pribadinya, sehingga beban pergerakan ke pusat kota dapat diminimalisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah keberadaan fasilitas park and ride dapat mendukung peningkatan penggunaan salah satu angkutan umum di Kota Jakarta yaitu MRT. Park and Ride South Quarter dan perannya terhadap MRT Fatmawati dikaji sebagai studi kasus. Untuk memahami karakteristik pengguna park and ride dan non pengguna park and ride, dilakukan Uji T dan Uji ANOVA. Sedangkan untuk memodelkan peluang peralihan dari non pengguna park and ride ke pengguna park and ride, digunakan metode discrete choice melalui pendekatan stated preference Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan Uji T dan Uji ANOVA, terdapat perbedaan karakteristik pada variabel usia, waktu tempuh, jarak perjalanan, dan biaya perjalanan. Selain itu, hasil discrete choice menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi peluang peralihan non pengguna park and ride menjadi pengguna park and ride dalam mendukung penggunaan MRT bagi kendaraan pribadi jenis moda motor adalah waktu berangkat, akses dari park and ride ke Stasiun MRT Fatmawati, akses dari stasiun MRT tujuan ke tujuan perjalanan, keamanan parkir, serta tarif parkir, dengan potensi peluang market share eksisting yaitu 15,80% dan estimasi peluang terbesar mencapai 28,95%. Sedangkan pada jenis moda mobil, faktor yang mempengaruhi adalah usia, maksud perjalanan, akses dari park and ride ke Stasiun MRT Fatmawati, akses dari stasiun MRT tujuan ke tujuan perjalanan, serta keamanan parkir, dengan potensi peluang market share eksisting yaitu 13,95% dan estimasi peluang terbesar mencapai 30,09%.
Deteksi Halangan Menggunakan Metode Stereo R-CNN pada Mobil Otonom Adrian Aryaputra Firmansyah; Rusdhianto Effendie AK; Ari Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.53687

Abstract

Mobil otonom merupakan inovasi yang muncul akibat perkembangan teknologi komputasi yang semakin mumpuni. Mobil otonom beroperasi dengan meminimalkan campur tangan manusia sehingga dapat mengurangi kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kesalahan pengemudi. Mobil otonom memerlukan beberapa sensor agar dapat bekerja dan melakukan navigasi. Sensor yang umumnya digunakan adalah LIDAR. Namun LIDAR memiliki keterbatasan pada rentang deteksi serta adanya komponen bergerak yang membutuhkan perawatan lebih, rentan terhadap perubahan cuaca, serta harganya yang relatif mahal dibandingkan dengan alternatif lain seperti kamera stereo. Algoritma Stereo Regional Convolutional Neural Network (Stereo R-CNN) akan diterapkan pada kamera stereo untuk membuat bounding box tiga dimensi dengan memproses perbedaan sudut pandang pada gambar di kedua kamera. Metode ini dapat mendeteksi bounding box 3D dari objek pada gambar. Algoritma ini dapat mendeteksi objek dengan jarak deteksi yang lebih jauh dibandingkan dengan LIDAR, namun saat ini metode ini masih kurang feasible untuk dapat diterapkan sebagai pengganti LIDAR sebagai sensor utama karena kecepatan deteksinya yang masih lambat di kisaran 0.81 detik (1,2 frame per detik).
Penentuan Lokasi Pusat Distribusi Penjualan Sepeda Motor Listrik Menggunakan Integrasi Faktor Objetif dan Subjektif: Kasus Pada PT Gesits Technologies Indo Sofia Fitri Ramadani; Gita Widi Bhawika; Imam Baihaqi
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54343

Abstract

PT Gesits Technologies Indo merupakan perusahaan nasional Indonesia bergerak pada bidang otomotif sepeda motor listrik, Gesits. Pendistribusian telah dilakukan sejak Desember 2019. Sayangnya, permintaan unit tidak diimbangi pada proses pendistribusian. Untuk melayani daerah tengah dan timur Pulau Jawa, pengiriman unit ke setiap pasar masih dilakukan secara terpusat dari pabrik yang menyebabkan biaya transportasi membengkak. Hal ini disebabkan karena kurangnya fasilitas distribusi, sehingga manajemen berencana membuka pusat distribusi di salah satu kandidat lokasi yaitu Semarang atau Surabaya. Untuk menentukan lokasi, dibutuhkan pertimbangan kompleks dengan mempertimbangkan perhitungan serta kriteria. Penulis menggunakan metode kuantitatif melalui model Brown-Gibson karena dapat mengintegrasikan faktor objektif dan subjektif dengan baik. Input faktor objektif berupa proyeksi tiga tahunan (2021-2022) perusahaan diolah menggunakan model transportasi sehingga didapatkan kota alternatif dengan biaya transportasi terendah. Dari model tersebut juga akan didapatkan alokasi dari pabrik ke pasar. Sedangkan penilaian faktor subjektif dilakukan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) melalui identifikasi, verifikasi kriteria, dan kuesioner oleh pengambil keputusan di PT Gesits Technologies Indo. Setelah itu dilakukan analisis sensitifitas untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kedua faktor terhadap penentuan lokasi pusat distribusi. Hasil penelitian menunjukkan peringkat LPMi pertama jatuh pada Surabaya dengan nilai 0,539 dilanjutkan dengan Semarang (0,461). Biaya transportasi pada tahun 2021 dibandingkan dengan usulan lokasi awal turun sebesar 29,4%. Hal tersebut membuktikan bahwa dengan pembukaan pusat distribusi, maka biaya transportasi dapat ditekan sejalan dengan pertimbangan kriteria faktor subjektif dalam penentuan lokasi.
Analisis Perbandingan Karakteristik Traksi dan Tenaga Toyota Rush, Mitsubishi Xpander, dan Daihatsu Terios Aam Masgroana Anassi; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54842

Abstract

Melihat tingginya tingkat produksi dan penjualan mobil di Indonesia, seharusnya pihak produsen mengimbanginya dengan upaya memberikan informasi detail mengenai mobil kepada konsumen, agar konsumen juga tercerdaskan, seperti yang sudah dilakukan di beberapa negara maju. Realitas yang terjadi di pasaran Indonesia, informasi yang diberikan oleh pihak produsen mengenai detail spesifikasi mobil, bahkan untuk tingkat SUV yang merupakan mobil kelas premium pun masih sangatlah terbatas. Hal tersebut yang mendasari penulis untuk melakukan analisa perbandingan karakteristik traksi dan karakteristik tenaga dari tiga jenis mobil SUV. Dalam penelitian ini, penulis melakukan tiga tahap analisa. Tahap pertama, penulis akan melakukan analisa perhitungan gaya hambat dan gaya dorong kendaraan sehingga akan didapatkan karakteristik traksi ketiga kendaraan. Kemudian pada tahap kedua, penulis akan melakukan analisa perhitungan kecepatan kendaraan dan daya aktual kendaraan, sehingga didapatkan karakteristik tenaga kendaraan. Tahap terakhir, penulis akan melakukan evaluasi grafik karakteristik traksi dan tenaga ketiga kendaraan, kemudian membandinkannya. Dari penelitian ini diperoleh grafik karakteristik traksi dan tenaga ketiga kendaraan. Setelah dilakukan analisa didapatkan Toyota Rush mampu menanjak dengan gradeability 40% dan menempuh kecepatan maksimum sebesar 130,98 km/jam, Mitsubishi Xpander mampu menanjak dengan gradeability 40% dan menempuh kecepatan maksimum sebesar 166,28 km/jam, Daihatsu Terios mampu menanjak dengan gradeability 50% dan menempuh kecepatan maksimum sebesar 141,58 km/jam. Dilihat dari grafik yang diperoleh perlu adanya peningkatan gaya dorong terutama pada tiga tingkat transmisi awal. Diperlukanya peningkatan gaya dorong tersebut agar memungkinkan kendaraan untuk melalui jalan tanjak dengan gradeability yang lebih besar dan mengurangi losses yang terjadi.
Kualitas Kenyamanan Jalur Pedestrian di Kawasan Senen Berdasarkan Preferensi Pejalan Kaki Umbara Sakti Mihardja; Mochamad Yusuf
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55159

Abstract

Kawasan Senen yang direncanakan untuk mengembangkan konsep TOD (Transit Oriented Development). Namun, hal tersebut tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas kenyamanan jalur pedestrian yang sesuai dengan keinginan pejalan kaki. Kualitas kenyamanan jalur pedestrian di Kawasan Senen yang sesuai dengan preferensi atau keinginan dari pejalan kaki diperlukan sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kualitas dengan kepentingan tingkat kenyamanan jalur pedestrian di Kawasan Senen. Penelitian ini menggunakan analisis korelasi Kendall Tau-b untuk melihat hubungan antara kualitas dan kepentingan dari variabel kenyamanan jalur pedestrian di Kawasan Senen. Hasilnya sebagian besar kualitas dan kepentingan kenyamanan jalur pedestrian sudah memiliki hubungan atau memiliki nilai korelasi kurang dari 0,05. Hal tersebut menggambarkan bahwa sebagian kualitas kenyamanan jalur pedestrian di Kawasan Senen masih belum memenuhi keinginan pejalan kaki. Maka, diperlukan pengembangan yang lebih baik pada variabel kenyamanan jalur pedestrian yang masih belum memenuhi keinginan pejalan kaki.
Studi Kelayakan Lalu Lintas dan Ekonomi Pembangunan Underpass Kentungan, Yogyakarta Ermitha Faradisa Qori'atanadya; Hera Widyastuti; Anak Agung Gde Kartika
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55662

Abstract

Persimpangan lazim ditemui di daerah perkotaan. Tidak sedikit persimpangan menimbulkan permasalah seperti kemacetan akibat tundaan yang terjadi, salah satunya di Simpang Kentungan Kota Yogyakarta. Untuk mengurangi kemacetan dan mengurai volume kendaraan maka perlu dilakukan rencana pembangunan underpass di Simpang Kentungan. Penelitian ini berupa analisis kelayakan lalu lintas dan ekonomi pembangunan underpass Kentungan, Yogyakarta. Kelayakan lalu lintas dinilai dengan membandingkan kinerja jalan saat sebelum adanya underpass dengan setelah adanya underpass. Kelayakan Ekonomi dinilai berdasarkan analisis Benefit Cost Ratio (BCR) dan Net Present Value (NPV).Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan, didapatkan Dj pada tahun 2020 (without project) yaitu 0,959 dari arah Timur dan 1,028 dari arah Barat. Derajat jenuh akan menurun pada jalan eksisting setelah beroperasinya underpass pada tahun 2020 dimana Dj menjadi 0,54 dari arah Timur dan 0,625 dari arah Barat. Berdasarkan hasil analisis kelayakan dari segi ekonomi akan didapatkan nilai Benefit Cost Ratio (BCR) = 2,112 > 1, Net Present Value (NPV) = Rp 348.867.160.752 > 0, Sesuai persyaratan untuk analisis kelayakan ekonomi, rencana pembangunan Underpass Kentungan Yogyakarta dikatakan layak.
Analisis Kelayakan dari Segi Ekonomi pada Rencana Pembangunan Flyover Lenteng Agung–Iisip, Jakarta Selatan Biaggi Rafii Kusumanto; Hera Widyastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55659

Abstract

Kemacetan pada ruas Jalan Lenteng Agung Raya, Jakarta Selatan merupakan hal yang cukup sering terjadi, seperti saat pagi hari ketika masyarakat mulai berangkat menuju tempat aktivitasnya masing-masing dan juga saat sore hari ketika mereka kembali dari aktivitasnya. Penyebab kemacetan lainnya adalah adanya perlintasan rel kereta api yang sebidang dengan jalan, sehingga ketika kereta api sedang melintas maka otomatis kendaraan akan terhenti untuk mengantre dan menunggu kereta api selesai melintas. Dengan begitu maka pemerintah merencanakan pembangunan infrastruktur dengan harapan bisa mengurangi permasalahan kemacetan tersebut yaitu berupa flyover. Dengan adanya flyover diharapkan dapat mengurangi kemacetan tersebut. Dalam studi ini, akan dianalisis studi kelayakan dari rencana pembangunan flyover ini dari segi ekonominya dengan usia rencana 30 tahun berdasarkan data sekunder. Data tersebut nantinya akan diolah dan kemudian dilakukan analisis. Kelayakan lalu lintas dianalisis dengan membandingkan kinerja lalu lintas eksisting yaitu sebelum pembangunan dan nantinya sesudah dibangun flyover. Kinerja lalu lintas dianalisis dengan mengacu sesuai dengan. Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI), lalu kelayakan ekonominya akan dianalisis dari hasil perhitungan BCR (Benefit Cost Ratio) dan NPV (Net Present Value). Dan metode yang digunakan untuk analisis biaya operasional kendaraan (BOK) adalah Metode Jasa Marga, Ndlea, dan Metode Clarkson H. Oglesby & R. Gary Hicks. Berdasarkan perhitungan dan hasil analisis yang dilakukan, saat sebelum dibangun flyover didapatkan derajat kejenuhan arah Depok – Pasar Minggu, Pasar Minggu- Depok, Depok- Depok, dan Pasar Minggu - Pasar Minggu berurutan adalah 1,15, 1,07, 0,26, dan 0,38. Sedangkan setelah dibangun flyover menurun menjadi 0,96, 0,81, 0,25, dan 0,36. Untuk kelayakan dari segi ekonomi didapatkan nilai BCR sebesar 3,763 > 1 juga nilai NPV sebesar Rp969,848,224,093 > 0 sehingga pembangunan flyover ini dapat dikatakan layak secara ekonomi.
Kajian Preferensi Angkutan Umum di Kota Kediri dengan Pendekatan IPA (Importance Performance Analysis) Dyah Ayu Retnoningtyas; Ketut Dewi Martha Erli Handayeni
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55453

Abstract

Angkutan umum merupakan bagian dari insfrastruktur transportasi yang berfungsi sebagai alat penunjang pergerakan orang maupun barang. Lyn A merupakan salah satu angkutan umum Kota Kediri dengan rute terpanjang dan melalui beberapa daerah strategis seperti kawasan perdagangan dan jasa, pendidikan, serta pemerintahan, namun nilai load factor untuk angkutan ini masih di bawah standar Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor dan penggunaan kendaraan pribadi membuat kondisi jalan semakin padat, serta kondisi pelayanan angkutan umum membuat minat masyarakat Kota Kediri terhadap angkutan ini menurun.Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, meningkatkan minat penggunaan angkutan umum, serta mencapai pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan maka diperlukan penelitian mengenai preferensi pengguna terhadap kinerja angkutan umum. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 pengguna angkutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Importance Performance Analysis yang menggunakan preferensi pengguna untuk menilai kinerja pelayanan angkutan umum. Hasil penelitian diketahui bahwa faktor-faktor yang termasuk dalam kuadran prioritas untuk ditingkatkan adalah waktu tunggu, keteraturan, dan ketersediaan moda. Selain itu terdapat faktor-faktor pelayanan yang perlu dipertahankan kinerjanya antara lain keamanan, keselamatan, kenyamanan, kenyamanan, ketepatam waktu, informasi, dan keterjangkauan tarif.