cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Studi Analisis Kinerja Sistem Rem Regeneratif pada Sepeda Motor Hybrid dengan Konfigurasi Seri Alex William Pangestu; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55457

Abstract

Hybrid electric vehicles (HEVs) atau kendaraan listrik hybrid adalah kendaraan yang menggunakan dua atau lebih sumber tenaga yang berbeda untuk bergerak. Teknologi sistem penggerak hybrid saat ini sudah diaplikasikan pada kendaraan bermotor roda empat. Sementara untuk aplikasi pada kendaraan bermotor roda dua seperti sepeda motor, teknologi hybrid ini belum banyak. Pada kendaraan hybrid, energi kinetik yang dikeluarkan dapat ditangkap dan disimpan dengan menggunakan sistem rem regeneratif, dimana motor listrik berubah menjadi generator kemudian energi tersebut disimpan ke dalam baterai. Pada penelitian terdapat dua tahapan utama, yang pertama adalah tahap perhitungan dan yang kedua adalah tahap analisis terhadap besar gaya dan porsi, kontribusi dan efisisensi sistem rem regeneratif. Untuk tahap perhitungan yang dilakukan adalah melakukan perhitungan gaya hambat yang bekerja pada kendaraan saat bergerak, perhitungan power dan besar energi pengereman yang bisa ditangkap berdasarkan driving cycle WMTC kelas 1 dan WMTC kelas 2. Selanjutnya untuk tahap analisis akan dilakukan analisis terhadap hasil yang didapatkan pada tahap perhitungan sebelumnya. Dari penelitian ini didapatkan besar gaya dari sistem rem mekanis dan sistem rem regeneratif pada roda depan dengan nilai j/g sebesar 0,3 adalah 139,09 N dan 266,31 N . Besar porsi pengereman mekanis dan regeneratif pada roda depan yang didapatkan dengan nilai j/g sebesar 0,3 adalah 0,060 dan 0,114. Besar kontribusi sistem rem regeneratif terhadap kebutuhan daya kendaraan pada driving cycle WMTC kelas 1 adalah 33,194% dan pada driving cycle WMTC kelas 2 adalah 29,504%. Besar efisiensi sistem rem regeneratif pada sepeda motor hybrid dengan driving cycle WMTC kelas 1 adalah 23,535% dan dengan driving cycle WMTC kelas 2 adalah 31,98%.
Analisis Kinerja Transportasi BRT Damri Pemadu Moda Kota Makassar Terhadap Segi Kepuasan Penumpang Naufal Yasir Faisal; Wahju Herijanto; Anak Agung Gde Kartika
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55480

Abstract

Kota Makassar merupakan kota terbesar di wilayah Indonesia Timur dengan jumlah penduduk pertahun 2016 sebanyak 1.469.601 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,65% pertahun. Jumlah dan laju penduduk yang terus meningkat tidak diimbangi dengan fasilitas transportasi umum yang memadai dan ditandai dengan hanya ada satu koridor BRT yang beroperasi yaitu BRT dengan rute Bandar Udara Sultan Hasanuddin-Pusat Kota. Ada berbagai macam faktor yang mempengaruhi dalam menggunakan transportasi umum baik dari segi kinerja operasional maupun kepuasan pelanggan. Dalam rangka mengantisipasi ketiadaan fasilitas angkutan umum dan untuk mendukung terciptanya moda transportasi umum yang lebih baik, dibutuhkan analisis untuk mengetahui serta mengevaluasi kinerja BRT. Penelitian ini menggunakan metode analisis kuadran Importance-Performance yang datanya berasal dari 77 penumpang yang menjadi sampel dalam penelitian ini dan pengumpulan data menggunakan teknik kuisioner serta wawancara dimana pertanyaan yang diberikan harus meliputi 5 dimensi untuk mengukur kualitas jasa. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 16 variabel kepuasan penumpang yang ditinjau, terdapat 8 variabel yang memiliki kinerja yang baik dan 6 variabel yang kinerjanya belum optimal sehingga diperlukan perbaikan kinerja. Untuk kinerja operasional, waktu tempuh rata-rata BRT pada hari kerja sebesar 1 jam 3 menit dengan rute berangkat dari Bandar Udara Sultan Hasanuddin-Halte Pusat Kota sedangkan untuk hari libur dengan rute yang sama sebesar 58 menit. Untuk rute pulang (Halte Pusat Kota-Bandar Udara Sultan Hasanuddin) via jalan tol, waktu tempuh rata-rata pada hari kerja sebesar 28 menit dan untuk hari libur sebesar 27 menit. Headway yang dimiliki oleh BRT baik pada hari kerja maupun libur sebesar 29 menit dan waiting time sebesar 14 menit untuk hari kerja maupun hari libur.
Arahan Jenis Kegiatan Berdasarkan Tingkat Pelayanan Jalan di Koridor Jalan Trunojoyo, Kabupaten Pamekasan Sahriyal Okta Panca Sakti; Sardjito Sardjito; Ketut Dewi Martha Erli Handayeni
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55769

Abstract

Koridor Jalan Trunojoyo terletak di Kawasan Perkotaan Kabupaten Pamekasan dan merupakan salah satu koridor yang sedang mengalami perubahan guna lahan kearah kegiatan perdagangan dan jasa. Hal tersebut akan berpotensi menimbulkan dampak pada pertambahan jumlah lalu lintas pada Jalan Trunojoyo, dan dengan kapasitas jalan yang tetap, maka akan terjadi penurunan pelayanan jalan serta kinerja Jalan Trunojoyo. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan arahan jenis kegiatan berdasarkan tingkat pelayanan jalan di Koridor Jalan Trunojoyo, Kabupaten Pamekasan. Berdasarkan hasil pengaruh bangkitan lalu lintas kegiatan terhadap intensitas pelayanan jalan pada segmen 1 memiliki nilai sebesar 0,83 yang melebihi nilai intensitas pelayanan jalan ideal (0,8) dan dari hasil perhitungan simulasi justru melebihi nilai intensitas pelayanan jalan pada kondisi eksisting (0,83). Dari hasil tersebut, sangat sulit untuk lahan/bangunan kosong dan perumahan dapat dirubah dan dikembangkan menjadi kegiatan perdagangan dan jasa yang diizinkan. Sedangkan hasil pengaruh bangkitan lalu lintas kegiatan terhadap intensitas pelayanan jalan pada segmen 2 memiliki nilai sebesar 0,69 dan segmen 3 sebesar 0,53. Kedua segmen tersebut memiliki hasil perhitungan simulasi yang masih dibawah intensitas pelayanan jalan ideal (0,8), sehingga lahan/bangunan kosong dan perumahan pada kedua segmen tersebut masih dapat dirubah dan dikembangkan menjadi kegiatan perdagangan dan jasa yang diizinkan seperti pertokoan, pertokoan lokal, dan bisnis/jasa lainnya.
Desain Konseptual dan Analisis Pola Operasi Kapal Layanan Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk Daerah Kepulauan: Studi Kasus Kepulauan Sumenep Ira Nur Afifah; Eka Wahyu Ardhi; Siti Dwi Lazuardi
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56005

Abstract

Layanan kependudukan dan pencatatan sipil di wilayah Kepulauan Sumenep perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah karena masyarakat kepulauan mengalami kesulitan dalam melakukan kepengurusan. Lokasi kantor Disdukcapil yang berada di Kabupaten Sumenep mengakibatkan masyarakat di area Kepulauan Sumenep harus menyeberang dengan kapal untuk mendapatkan layanan. Hal ini menyebabkan masyarakat kepulauan harus mengeluarkan biaya lebih. Selain itu kondisi infrastruktur komunikasi di Kepulauan Sumenep belum merata, menyebabkan beberapa wilayah tidak terjangkau jaringan sinyal internet, sehingga layanan ini tidak dapat dilakukan secara online. Oleh karena itu, diperlukan kapal layanan kependudukan dan pencatatan sipil yang dapat melayani masyarakat di area Kepulauan Sumenep. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan pola operasi kapal layanan kependudukan dan pencatatan sipil. Metode yang digunakan adalah metode PVRP (Periodic Vehicle Routing Problem) untuk menentukan rute optimum pada 2 (dua) skenario. Hasil analisis menunjukkan bahwa skenario 2 menghasilkan total biaya sebesar Rp 5,3 milyar per tahun untuk dua kapal, dengan frekuensi masing-masing kapal sebanyak 25 kali/tahun dan total jarak tempuh 1.973 nm. Kapal ini memiliki ukuran sebagai berikut, panjang (Lpp): 27,44 m, lebar (B) :7,22 m, tinggti (H) :2,95 m, dan sarat (T) :1,25 m.
Evaluasi Kualitas Pelayanan Commuter Line berdasarkan Perspektif Gender Thresya Chrisdiana Laia; Siti Nurlaela
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56286

Abstract

KRL atau Commuter Line merupakan transportasi umum andalan warga Jakarta dimana permintaan terhadap moda transportasi tersebut terus meningkat dilihat dari trend pengguna KRL yang terus bertambah selama lima tahun terakhir. Namun, KRL masih memiliki berbagai masalah dalam pelayanannya yang dapat mengancam keamanan dan kenyamanan penggunanya, khususnya perempuan sebagai kelompok yang cenderung lebih rentan. Evaluasi pelayanan KRL berdasarkan perspektif gender diperlukan untuk mengetahui kondisi real kualitas pelayanan KRL. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prioritas pelayanan yang perlu ditingkatkan PT. KCI sebagai operator KRL dalam upaya memenuhi kebutuhan setiap gender. Penelitian dilakukan dengan survei primer melalui penyebaran kuesioner kepada pengguna KRL yang diolah menggunakan analisis Customer Satisfaction Index (CSI) untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna terhadap kinerja pelayanan KRL Commuter Line dan uji Chi-Square untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan penilaian kualitas berdasarkan gender. Selanjutnya, analisis Importance Performance Analysis (IPA) dilakukan untuk mencari aspek pelayanan prioritas sesuai perspektif gender yang perlu ditingkatkan kinerjanya. Penelitian ini menghasilkan prioritas pelayanan KRL yang perlu ditingkatkan oleh PT. KCI. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat kepuasan pengguna KRL laki-laki dan perempuan masih berada pada kriteria “cukup puas” dimana tingkat kepuasan perempuan lebih rendah dari laki-laki. Terdapat perbedaan perspektif yang signifikan berdasarkan gender dalam penilaian kinerja pelayanan KRL dari 4 variabel berikut: penerangan stasiun, petugas berseragam, keberadaan CCTV stasiun, serta informasi umum tentang jalur, tarif, rute, frekuensi, dan jadwal perjalanan. Variabel keberadaan gerbong wanita dinilai berlebihan kinerjanya (kategori overkill) oleh laki-laki maupun perempuan. Adapun prioritas aspek pelayanan utama yang perlu ditingkatkan oleh PT. KCI menurut penilaian kinerja dan kepentingan dari laki-laki dan perempuan adalah manajemen frekuensi kereta dan CCTV pada stasiun.
Perbaikan Sistem Penyimpanan Sementara dan Pengangkutan Limbah Medis pada Pusat Kesehatan Masyarakat Kota Surabaya Hilmi Cahya Rinardi; Maria Anityasari
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56433

Abstract

Limbah medis adalah salah satu penyebab masalah lingkungan di dunia, terutama di Surabaya. Hal tersebut dikarenakan oleh potensi bahaya ke lingkungan dan risiko kesehatan. Pengolahan dan pengangkutan limbah medis penting karena mempunyai regulasi yang perlu ditaati. Puskesmas dibawahi oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Untuk mengolah limbahnya, Dinas Kesehatan memakai jasa pihak ketiga untuk mengangkut dan mengolah limbah medis dari 63 Puskesmas di Kota Surabaya. Saat ini proses pengangkutan oleh pihak ketiga dilakukan rata-rata sekali sebulan. Namun, terdapat peraturan masa simpan limbah medis yaitu 14 hari dari pertama kali dibuang hingga diangkut keluar tempat pembuangan akhir sementara di setiap Puskesmas. Puskesmas bisa melakukan permintaan pengangkutan lebih sering kepada jasa pengolah limbah namun, pihak ketiga mempunyai batas minimum berat limbah yang diangkut yaitu 25 kilogram. Hal ini dikarenakan prinsip break-even antara upah yang diberikan atas kilogram limbah medis yang diolah dan biaya yang harus dikeluarkan dari pengangkutan limbah medis. Riset ini akan mengevaluasi batas minimum 25 kilogram dari pihak pengolah limbah dan menganalisis kemungkinan implementasi durasi 14 hari penyimpanan limbah medis. Peramalan akan digunakan untuk mengetahui pergerakan besaran limbah medis di masa yang akan datang. Hasil dari proses peramalan berat limbah medis akan menjadi langkah awal Dinas Kesehatan Kota Surabaya menentukan keputusan implementasi dalam penanganan limbah medis di Puskesmas. Dari hasil riset ini didapatkan bahwa berat limbah medis akan terus mengalami kenaikan di setiap waktunya. Hal ini menjadi urgensi Dinas Kesehatan Kota Surabaya dalam melakukan perbaikan sistem operasi penyimpanan sementara dan pengangkutan limbah medis.
Perancangan dan Analisis Sistem Power dan Drivetrain pada Sepeda Motor Bertenaga Hybrid dengan Kapasitas 110 cc Laksita Anggadewi; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.57086

Abstract

Peningkatan jumlah sepeda motor setiap tahunnya di Indonesia diiringi dengan penurunan produksi bahan bakar minyak. sehingga dibutuhkan pengembangan teknologi sarana transportasi yang seminimal mungkin menggunakan bahan bakar minyak. Salah satu teknologi tersebut adalah sistem penggerak hybrid yang diterpakan pada sepeda motor, dimana sepeda motor memiliki perpaduan mesin BBM dan motor listrik disatukan. Sepeda motor hybrid akan dirancang dengan menggunakan sistem hybrid seri, dengan tiga moda berkendara. Pada tugas akhir ini terdapat dua tahapan, yang pertama adalahh tahap perhitungan dan yang kedua adalah tahap analisa. Dalam tahap perhitungan langkah-langkah yang dilakukan adalah melakukan perhitungan gaya hambat yang meliputi gaya hambat drag, rolling resistance dan gaya hambat gradien, lalu dilakukan perhitungan spesifikasi motor dan baterai, selanjutnya perhitungan karakteristik traksi, karakteristik daya pada setiap moda berkendara, lalu perhitungan konsumsi energi. Kemudian untuk tahap analisa akan dilakukan analisa terhadap karakteristik traksi dan karakteristik daya pada setiap moda berkendara, dan konsumsi energi. Hasil akhir dari penelitian ini adalah didapatkannya spesifikasi motor yang sesuai adalah QS 10inch 3000 W 205 50H BLDC Hub motor dengan peak power sebesar 6 kW dan baterai Li-Ion dengan kapasitas 60 V 15 Ah. Pada moda berkendara murni penggerak listrik gaya traksi maksimum senilai 663,424 N dan mampu mencapai kecepatan maksimum sebesar 118,243 km/jam, kemudian pada moda berkendara hybrid mampu melawan gaya traksi maksimum senilai 663,424 N dan mampu mencapai kecepatan maksimum sebesar 118,243 km/jam, dan pada moda berkendara penggerak mesin dan pengisi ACCU mampu melawan gaya traksi maksimum senilai 663,424 N dan mampu mencapai kecepatan maksimum sebesar 94,67 km/jam. Konsumsi energi listrik sepeda motor hybrid seri sebesar 0,0203 kWh/km, sedangkan konsumsi bahan bakar pada sepeda motor hybrid seri sebesar 94,33 km/liter.
Studi Numerik Karakteristik Aliran Tiga Dimensi pada Pesawat Tanpa Awak Cessna 182 Menggunakan Airfoil August 160 dengan Penambahan Trapezoidal Winglet H/S = 0,2 Variasi Angle Of Attack 4°, 8°, 12°, 16° Titania Eriani; Wawan Aries Widodo
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56994

Abstract

Unmanned Aerial Vehicle adalah pesawat yang tidak membutuhkan operator manusia didalamnya. Salah satu faktor desain yang penting dalam perancangan UAV adalah bentuk geometri dari pesawat tersebut. Pada daerah sayap pesawat yang memiliki panjang yang terbatas mengakibatkan adanya aliran tiga dimensi yang terjadi pada bagian tip sayap yang diakibatkan oleh perbedaan tekanan pada sisi bawah dan sisi atas sayap. Aliran ini mengakibatkan munculnya tip vortex. Tip vortex mengakibatkan kerugian pada performansi pesawat yang berupa mengakibatkan menurunnya luasan efektif yang mampu menghasilkan gaya angkat dan bertambahnya koefisien drag pada pesawat. Sehingga untuk mengurangi hal tersebut dipasang winglet. Pada penelitian ini menggunakan trapezoidal winglet pada angle of attack yang berbeda, diharapkan bisa mengoptimasi peningkatan performa pada UAV, dibandingkan dengan pesawat tanpa winglet (baseline aircraft). Studi numerik yang dilakukan menggunakan Software Ansys Fluent 19.1 dalam proses analisa, serta x-foil dalam proses pengambilan data validasi. Benda uji berupa pesawat tanpa awak Cessna 182 dengan airfoil August 160. Pada penelitian ini yang akan dioptimasi pada bagian sayap dengan menggunakan trapezoidal winglet yang dipasang pada ujung airfoil. Benda uji simulasi kali ini memiliki spesifikasi yaitu panjang root chord = 189 mm, tip chord = 136 mm, panjang span sebesar 518 mm, aspect ratio (AR) sebesar 2,8, dan variasi h/S = 0,2 dengan angle of attack 4°, 8°, 12°, 16°. Aliran fluida berupa freestream dengan kecepatan 12 m/s dalam kondisi steady. Turbulence viscous model pada penelitian ini menggunakan pemodelan k- Shear Stress Transport dengan kriteria konvergensi sebesar 10-5. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini, yaitu karakteristik aerodinamika dan fenomena aliran di sekitar sayap. Performa terbaik berdasarkan lift-to-drag ratio (CL/ CD) pada pesawat dengan penambahan winglet dengan α = 0°. Tetapi tidak lebih baik daripada pesawat tanpa penambahan winglet. Penambahan winglet mampu mengurangi fenomena tip vortex pada sudut serang 0o, tetapi tidak memperbaiki performance pada pesawat.
Analisis Kelayakan Jalan Tol Semarang-Demak dari Aspek Ekonomi dan Finansial Rafida Rahmah; Hera Widyastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.57431

Abstract

Semarang dan Demak merupakan dua wilayah yang terletak di provinsi Jawa Tengah, yang saat ini dihubungkan dengan jalur Pantai Utara. Jalan Tol Semarang-Demak direncanakan untuk mengatasi kemacetan dan banjir rob yang sering terjadi di jalur tersebut. Agar perencanaan Jalan Tol Semarang-Demak efisien dan layak investasi, perlu dilakukan analisis kelayakan Jalan Tol Semarang-Demak dari segi ekonomi dan finansial. Data yang digunakan untuk menganalisis kelayakan Jalan Tol Semarang-Demak adalah data geometri jalan eksisting yang diperoleh dari program bantu google earth dan Direktorat Jenderal Bina Marga, data geometri rencana jalan tol yang diperoleh dari PT. PP Semarang-Demak, dan data lalu lintas di jalan eksisting yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Bina Marga. Data tersebut digunakan untuk menganalisis kinerja jalan sebelum maupun setelah adanya jalan tol, menganalisis penghematan Biaya Operasi Kendaraan (BOK) dan nilai waktu, menganalisis trip assignment (pemilihan rute) untuk mengetahui persentase perjalanan yang berpindah dari jalan eksisting ke jalan tol, dan menganalisis kelayakan Jalan Tol Semarang-Demak dari aspek ekonomi dan finansial. Dalam studi ini, digunakan metode Smock, Davidson, JICA 1, dan kurva diversi untuk menganalisis trip assignment, namun pada akhirnya digunakan hasil dari metode Davidson. Untuk menganalisis kelayakan dari aspek ekonomi, digunakan parameter Benefit Cost Ratio (BCR), Net Present Value (NPV), dan Internal Rate of Return (IRR), sedangkan dari aspek finansial digunakan parameter Benefit Cost Ratio (BCR), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP). Dari hasil analisis kelayakan ekonomi diperoleh nilai BCR 1,003 (BCR>1), NPV Rp19.805.562.282 (NPV>0), dan IRR 5,331% (IRR>Suku bunga). Kemudian dari analisis kelayakan finansial, diperoleh nilai BCR 1,301 (BCR>1), NPV Rp1.727.104.175.998 (NPV>0), IRR 6,896% (IRR>suku bunga), dan PP pada tahun ke-28 bulan ke-3 (sebelum masa konsesi berakhir) terhitung sejak tahun 2021. Sehingga disimpulkan bahwa Jalan Tol Semarang-Demak layak dari aspek ekonomi dan finansial.
Analisis Kinerja Operasional Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jogja Trayek 8 Krisna Adi Chandra; Hera Widyastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.58046

Abstract

Penerapan angkutan massal berbasis jalan raya di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami perkembangan yang cukup signifikan pada tahun 2017. Pemerintah provinsi menambah trayek Trans Jogja jika semula hanya 8 trayek kini telah bertambah menjadi 17 trayek. Trayek 8 merupakan salah satu trayek baru yang mulai beroperasi pada tahun 2017 dan merupakan salah satu trayek terpanjang karena menghubungkan penumpang dari Terminal Jombor menuju dalam Kota Yogyakarta dan dilanjutkan menuju jalan Ringroad Selatan. Trayek yang cukup baru tersebut diperlukan evaluasi untuk mengetahui bagaimana kinerja dalam melayani masyarakat umum dan dapat menjadi rujukan bagi Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan PT. Anindya Mitra Internasional (AMI) sebagai salah satu pengelola untuk meningkatkan kinerja operasional Bus Trans Jogja khususnya trayek 8. Kinerja operasinal bus Trans Jogja trayek 8 yang akan ditinjau melalui analisis waktu tempuh, analisis selisih kedatangan antar armada bus, analisis ruang dalam bus yang mencakup kenyamanan tempat duduk penumpang dan ruang berdiri untuk penumpang, analisis Load Factor bus, dan tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan bus Trans Jogja. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan didapatkan waktu tempuh rata-rata pada hari kerja adalah 1 jam 55 ment dan pada hari libur selama 1 jam 53 menit. Waktu tunggu (headway) pada hari kerja adalah 31 menit dan pada hari libur 31 menit. Angka kenyamanan untuk tempat duduk penumpang 0,27 m2/seats dan tempat berdiri penumpang 0,3 m2/space dengan kapasitas angkut 1 bus sebanyak 40 penumpang. Faktor muat rata-rata pada bus trans jogja trayek 8 pada homor bus 92, 93, 94, 108, 108 secara berurutan sebesar 32%, 27%, 24%, 29%, 34%. Dari hasil pengukuran Kualitas pelayanan terhadap kepuasan penumpang disimpulkan bahwa Bus Trans Jogja Trayek 8 belum memenuhi kriteria sebagai BRT dikarenakan Trans Jogja tidak memiliki jadwal yang pasti dan tidak memiliki jalur khusus.