cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Purwarupa Sistem Informasi Administrasi Pertanahan Berbasis Web Aqly Fathanah Botutihe; Yanto Budisusanto; Udiana Wahyu Deviantari
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.98404

Abstract

Jumlah penduduk yang semakin bertambah memicu kebutuhan tanah yang terus meningkat sehingga menuntut penanganan administrasi pertanahan yang semakin baik. Kebutuhan informasi tentang pertanahan yang cepat, akurat dan fleksibel sangat diperlukan sebagai bentuk peningkatan pelayanan publik dari penyelenggara pemerintah tidak terkecuali Badan Pertanahan Nasional. Salah satu caranya adalah dengan pengelolaan data pertanahan secara elektronik melalui sistem informasi pertanahan digital. Akses masyarakat terhadap informasi pertanahan sekarang sudah mulai teratasi dengan adanya web milik Badan Pertanahan Nasional yang menyediakan informasi pertanahan. Namun di beberapa wilayah Kantor Pertanahan termasuk Kabupaten Banggai masih belum menerapkan Sistem Informasi Pertanahan digital kepada masyarakat. Penelitian sebelumnya yang telah dilakukan sudah membuat sistem informasi berbasis web dengan hanya menyajikan 1 dari 4 komponen utama administrasi pertanahan saja. Purwarupa sistem informasi administrasi pertanahan ini menggunakan Leaflet Javascript Library guna menyajikan informasi mengenai 4 komponen utama administrasi pertanahan. Hasil purwarupa sistem ini berupa laman web yang memiiliki nama domain sipbanggai.site, yang memiliki beberapa fitur utama seperti login, peta, statistik, dan kuesioner. Terdapat juga fitur pendukung seperti choropleth layer, basemap change, legenda, serta beberapa fitur interaktif pemetaan lainnya. Adapun hasil uji kelayakan sistem yakni uji fungsionalitas sistem dan juga hasil uji portabilitas sistem menghasilkan nilai sebesar 100% dengan predikat “Sangat Baik”.
Aplikasi Geotagging Pelaporan Bencana Menggunakan Google Maps API Berbasis Android Bisma Satria Nugraha; Agung Budi Cahyono; Muhammad Rohmaneo Darminto
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.98569

Abstract

Kejadian bencana alam di Indonesia yang telah menimbulkan banyak kerugian dibutuhkan aksi tanggap darurat bencana. Dengan aplikasi yang mampu melaporkan pelaporan bencana secara akurat dan cepat akan mempermudah dalam pelaksanaan tanggap darurat bencana. Dalam penelitian ini dibuat aplikasi pelaporan bencana berbasis android dengan menggunakan Google Maps API. Dari hasil pembuatan aplikasi pelaporan bencana didapatkan fitur yaitu, fitur pelaporan bencana, fitur geolocation, fitur basemap, dan fitur register dan login. Dilakukan juga analisis analisis kegunaan aplikasi yang hasil analisis system usability scale aplikasi mendapatkan hasil nilai sebesar 74,89 jika dibandingkan dengan klasifikasi SUS, aplikasi mendapatkan nilai Acceptable pada kategori Acceptibility Range, mendapatkan nilai C pada kategori Grade Scale, dan mendapatkan nilai Good pada kategori Adjective Ratings. Aplikasi pelaporan bencana yang dibuat mampu melakukan penentuan lokasi secara otomatis, setelah dilakukan analisis uji ketelitian geometri akurasi horizontal dengan membandingkan data yang didapatkan oleh aplikasi dengan data yang dianggap benar yaitu JKHN SBY5 didapatkan hasil RMSE sebesar 29,53 dan nilai CE90 sebesar 44,81. Dari hasil nilai CE90 yang didapatkan jika dibandingkan dengan tabel ketentuan ketelitian geometri peta RBI berdasarkan kelasnya, pada kelas 1 skala yang memenuhi adalah 1:250.000, pada kelas 2 skala yang memenuhi adalah 1:100.000, dan pada kelas 3 skala yang memenuhi adalah 1:50.000.
Faktor Kerentanan COVID-19 pada Permukiman Kumuh di Keluraan Ciptomulyo, Kota Malang Risvi Surya Noviyanto; Ketut Dewi Martha Erli Handayeni
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.101160

Abstract

Kota Malang memiliki daerah dengan indikasi kumuh, salah satunya Kelurahan Ciptomulyo dengan luasan kumuh 59,85 ha sekaligus merupakan permukiman kumuh terbesar di Kota Malang. Kelurahan Ciptomulyo memiliki penduduk 12.767 jiwa dan kepadatan penduduk tinggi yaitu 15.382 jiwa/km2. Kondisi tersebut diperparah dengan muncul-nya COVID-19 di Indonesia, di mana transmisinya berkaitan dengan faktor lingkungan dan perilaku masyarakat. Permu-kiman kumuh di Kelurahan Ciptomulyo tidak menunjukkan perbaikan berarti dari tahun 2016 hingga 2018 yaitu 62,60 ha pada tahun 2016 dan 59,80 ha permukiman kumuh pada 2018, hal tersebut dapat memicu transmisi COVID-19 di Kelurahan Ciptomulyo. Hal ini dibuktikan dengan adanya penambahan kasus COVID-19 hingga mencapai kasus 417 positif dan 26 meninggal dunia. Karena itu diperlukan pengkajian lanjut terkait bagaimana faktor kerentanan kawasan permukiman kumuh di Kelurahan Ciptomulyo terhadap transmisi COVID-19. Metode yang digunakan memiliki dua tahapan. Tahapan pertama menentukan faktor yang berpengaruh terhadap keren-tanan COVID-19 pada permukiman kumuh di Kelurahan Ciptomulyo dengan analisis Likert. Tahap kedua adalah menga-nalisis tingkat pengaruh faktor kerentanan COVID-19 pada permukiman kumuh di Kelurahan Ciptomulyo dengan meng-gunakan analisis AHP. Stakeholder yang digunakan memiliki pengaruh terhadap transmisi COVID-19 di Ciptomulyo. Hasil analisis likert dan AHP diperoleh luaran faktor yang berpe-ngaruh serta tingkatannya terhadap transmisi COVID-19 di Kelurahan Ciptomulyo. Faktor yang memiliki pengaruh tinggi adalah kepadatan penduduk, kebiasaan menerapkan kebijakan isolasi dan pembatasan sosial, budaya menggunakan alat pro-tektif diri. Faktor yang memiliki pengaruh sedang adalah rerata jumlah keluarga dalam satu KK, angka penderita ISPA, kepa-datan bangunan, dan fasilitas kesehatan. Faktor yang memiliki pengaruh rendah adalah ketersediaan dan kualitas air, keter-sediaan dan kondisi sanitasi, ruang terbuka, dan kemiskinan.
Studi Pustaka: Teknologi Pengolahan Air Limbah pada Industri Penyamakan Kulit Yusita Mega Kuncoro; Eddy Setiadi Soedjono
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.99654

Abstract

Industri penyamakan kulit merupakan salah satu industri di Indonesia yang mengalami peningkatan cukup pesat dan keberadaannya didominasi wilayah Magetan, Garut, dan Yogyakarta. Air limbah penyamakan kulit mengandung polutan organik dan kimia dengan kuantitas besar, serta termasuk limbah berbahaya dan beracun. Sebagian besar air limbah industri kecil penyamakan kulit belum dilakukan pengolahan dan langsung dibuang ke badan air. Adapun industri penyamakan lainnya yang telah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), namun terdapat kualitas efluen air limbah yang masih tinggi dan melebihi baku mutu. Berdasarkan permasalahan yang ada, diperlukan kajian pustaka mengenai teknologi pengolahan yang tepat dalam mengolah air limbah penyamakan kulit. Dalam mendukung pembahasan mengenai penentuan teknologi pengolahan, diperlukan analisis karakteristik air limbah dari beberapa industri penyamakan kulit berdasarkan klasifikasi skala industri, kemudahan operasional, dan biaya investasi. Karakteristik air limbah penyamakan kulit dikelompokkan dalam tiga skala industri, diantaranya industri skala kecil, besar, dan klaster. Studi kasus yang digunakan dalam studi ini, yaitu industri skala kecil Kamila Leather, skala besar PT. Adi Satria Abadi, dan skala klaster LIK Magetan. Debit yang dihasilkan dari ketiga industri memiliki nilai beragam, diantaranya industri kecil sebesar 3 m3/hari, industri besar sebesar 61,83 m3/hari, dan industri klaster sebesar 594,4 m3/hari. Terdapat sepuluh teknologi pengolahan yang telah digunakan pada industri penyamakan kulit, salah satunya Advanced Oxidation Processes (AOPs) yang paling banyak digunakan. Dari hasil analisis perbandingan teknologi pengolahan, didapatkan rekomendasi teknologi pengolahan yang tepat untuk ketiga skala industri, diantaranya industri kecil menggunakan unit adsorpsi, industri besar menggunakan tambahan unit wetland, dan industri klaster menggunakan tambahan unit adsorpsi.
Prediksi Spasial Perkembangan Lahan Terbangun berbasis Trend dengan Skenario Perlindungan LP2B di Kecamatan Kota Sumenep Billie Aldero Surya Saputra; Nursakti Adhi Pratomoatmojo; Anoraga Jatayu; Fendy Firmansyah; Surya Hadi Kusuma
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.100062

Abstract

Adanya dinamika yang terjadi pada masyarakat meliputi pertumbuhan penduduk, dan pola pengembangan wilayah terus bertambah, sehingga setiap tahunnya menyebabkan perkembangan lahan terbangun yang tidak dapat dihindari. Lahan pertanian produktif di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, makin menyempit. Hal ini, disebabkan oleh tergerusnya lahan pertanian dengan banyaknya perkembangan lahan permukiman. Dengan adanya Peraturan Daerah No. 2 Tahun 2018 Kabupaten Sumenep, tampaknya kondisi LP2B masih diabaikan oleh sejumlah pihak, beberapa dinas masih mengizinkan pengembang untuk membangun perumahan di lahan pertanian yang tergolong LP2B meski PERDA terkait LP2B sudah diresmikan. Tujuan dari penelitian ini untuk memodelkan perkembangan lahan terbangun di Kecamatan Kota Sumenep tahun 2041. Analisis menggunakan pemodelan spasial sangat diperlukan untuk mem-prediksi perkembangan lahan terbangun dengan pendekatan LP2B, sehingga dapat meminimalisir dampak perkembangan lahan terbangun yang akan mengkonversi lahan pertanian pada masa yang akan datang, sebagai gambaran dan masukan kepada pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan. LanduseSim merupakan salah satu perangkat lunak yang memiliki basis pendekatan Cellular Automata yang fungsinya dapat memodelkan perubahan lahan. Dari hasil validasi model didapatkan tingkat akurasi sebesar 89.22 %, dengan kata lain pemodelan yang dilakukan memiliki tingkat akurasi tinggi atau baik. Hasil pemodelan perkembangan lahan menunjukkan Desa Parsanga, Paberasan, dan Kacongan merupakan daerah potensial untuk berkembang. Perkembangan lahan terbangun di Kecamatan Kota Sumenep akan terus bertambah berjalan lurus dengan peningkatan jumlah penduduk. Sehingga eksistensi dari LP2B tetap harus ada, guna menekan tingginya angka konversi terhadap lahan pertanian. Oleh karena itu untuk lokasi LP2B pengganti kedepannya dapat dirumuskan pada desa dengan tingkat potensi berkembang rendah.
Penentuan Kinerja Pelayanan Infrastruktur di Kawasan Industri dalam Rangka Mendukung Kota Batam sebagai Kawasan Free Trade Zone Zainamantasya Ghaida Istiqomah; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.100071

Abstract

Kota Batam merupakan suatu wilayah yang memiliki potensi ekonomi dan geografis yang strategis, maka pemerintah RI mengembangkan daerah Batam sebagai kawasan Free Trade Zone sesuai dengan PP No. 46 Tahun 2000 dalam rangka meningkatkan investasi. Namun berdasarkan Rencana Strategis BP Batam 2020-2024, menyebutkan bahwa permasalahan yang menyebabkan rendahnya investasi kawasan yaitu rendahnya ketersediaan dan kualitas infrastruktur. Maka dalam pembangunan infrastruktur di Kota Batam diharapkan tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan fisik, namun juga perlu memperhatikan layanan infrastruktur agar dapat menjadi peneguh kota ramah investasi. Tujuan penelitian ini untuk menentukan kinerja pelayanan infrastruktur yang dibangun di Kota Batam apakah kepentingannya mencapai kinerja yang diharapkan dalam rangka mendukung sebagai Kawasan Free Trade Zone dengan tetap mempertahankan kondisi lingkungan di tinjau dari preferensi investor. Penelitian ini menggunakan analisis pertama Theorytical Descriptive dengan input hasil wawancara instansi maupun stakeholder dan observasi wilayah penelitian. Dilanjutkan analisis kedua yaitu Importance-Performance Analysis (IPA) menggunakan input hasil kuisioner dengan skala Likert. Dari hasil analisis diketahui dalam menentukan infastruktur yang performanya tidak sesuai harapan yang termasuk dalam kuadran I yaitu lampu jalan (PJU), kualitas layanan listrik perkotaan, kualitas permukaan jalan, kualitas air bersih kawasan, kualitas jaringan listrik kawasan, dan kualitas jaringan telekomunikasi kawasan. Pelayanan infrastruktur tersebut yang menjadi prioritas penanganan peningkatan layanan infratsruktur di kawasan industri dalam rangka mendukung Kota Batam sebagai kawasan Free Trade Zone dan dapat digunakan sebagai masukan bagi kemajuan industri di masa yang akan datang.
Kajian Perkuatan Struktur Rumah Sakit RKZ Surabaya Menggunakan Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) Sheets Muhammad Farhan Firmansyah; Tavio Tavio; Harun Al Rasyid
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.96166

Abstract

Kejadian gempa sering sekali terjadi di Indonesia karena posisi Indonesia yang menempati zona tektonik sangat aktif. Oleh karena itu, perlu dilakukan peninjauan terhadap desain struktur yang ada untuk mencegah terjadinya kerugian material dan korban jiwa. Dalam tugas akhir ini akan dilakukan evaluasi kapasitas struktur terhadap SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 untuk mengetahui kebutuhan perkuatan struktur agar memenuhi standar bangunan terbaru. Perkuatan tersebut dapat meningkatkan kekuatan pada bangunan beton bertulang. Salah satu metode perkuatan yang banyak digunakan dalam dua dekade terakhir ini adalah memberi selubung pada elemen struktur beton menggunakan material Fiber Reinforced Polymer (FRP). FRP adalah material yang memiliki kuat tarik yang tinggi, ringan, tidak cepat karat, dan mudah dalam pelaksanaannnya di lapangan. Dari segi kekuatan, FRP dapat meningkatkan kapasitas lentur dari elemen struktur. Jenis FRP yang sering digunakan dalam perkuatan struktur beton antara lain adalah Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) dan Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP). GFRP adalah serat polimer yang terbuat dari matriks plastik diperkuat oleh serat halus dari kaca. GFRP merupakan jenis FRP yang relatif lebih murah dibanding jenis FRP lainnya. Rumah Sakit RKZ Surabaya merupakan salah satu rumah sakit yang terletak di Kota Surabaya dengan total lantai sebanyak 8. Pada tugas akhir ini akan dilakukan evaluasi kekuatan struktur menggunakan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 pada Rumah Sakit RKZ Surabaya. Dari hasil evaluasi respon gempa didapatkan struktur eksisting masih mampu ditambah sebanyak 2 lantai. Dengan penambahan 2 lantai, didapatkan 52 balok membutuhkan perkuatan lentur, 68 balok membutuhkan perkuatan geser, 13 kolom membutuhkan perkuatan aksial – lentur, dan 210 kolom membutuhkan perkuatan geser dari total sebanyak 400 kolom dan 400 balok.
Optimasi Waktu dan Biaya (Time Cost Trade Off - TCTO) Menggunakan Particle Swarm Optimization (PSO) Mohammad Khabibulloh; Tri Joko Wahyu Adi
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.96419

Abstract

Pada Proyek Pembangunan Jalur Ganda Jalan Ka Lintas Selatan Jawa Km 49+500 Sd Km 52+500 Antara Mojokerto Solo (Paket JGMS-9) mengalami keterlambatan dikarenakan shopdrawing pengerjaan proyek belum disetujui. Akibat hal tersebut, perlu dilakukan optimasi percepatan waktu untuk mengejar keterlambatan dan mengestimasi pertambahan biayanya. Tugas akhir ini bertujuan untuk mereduksi keterlambatan penyelesaian proyek dengan mempercepat waktu penyelesaian proyek dan dengan biaya seminimal mungkin. Untuk mempercepat durasi proyek akan diterapkan metode Time Cost Trade Off (TCTO). Pada tugas akhir ini Data yang digunakan adalah data sekunder (Schedule, kurva S dan produktivitas pekerja) dan data primer. Optimasi metaheuristic, Particle Swarm Optimization (PSO), digunakan untuk mengoptimalkan pertukaran waktu dan biaya (Time Cost Trade off). algoritma dikerjakan menggunakan program bantu MatLab™. Tahapan penelitian dilakukan dengan menentukan objective function model PSO, men-generate particle dan menentukan velocity dari partikel. Simulasi dilakukan dengan melakukan 1000 kali iterasi. Untuk validasi model, dilakukan perhitungan TCTO secara matematis (manual) kemudian hasilnya dibandingkan dengan luaran PSO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, durasi normal pada pekerjaan jembatan adalah 302 hari dengan biaya normal sebesar Rp. 23.036.343.652. Durasi percepatan proyek setelah dilakukan analisa Time Cost Trade Off (TCTO) dengan menggunakan metode matematis adalah 287 hari dengan biaya percepatan Rp. 28.365.575.129. Durasi percepatan proyek setelah dilakukan analisa Time Cost Trade Off (TCTO) dengan menggunakan Particle Swarm Optimization (PSO) adalah 287 hari dengan biaya percepatan Rp. 28.464.546.260. Dari hasil tersebut terlihat bahwa hasil analisis matematis dan analisis metaheuristik memberikan hasil yang sama, dengan perbedaan 0.001%. Oleh karena itu, model PSO ini dapat diterapkan untuk mengoptimasi waktu dan biaya proyek.
Identifikasi Faktor Prioritas Pengembangan Desa Wisata Adat Sade Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah di Masa New Normal Titania Athaya Putri; Ema Umilia
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.96516

Abstract

Desa Wisata Adat Sade berada di kawasan strategis pariwisata dan telah memiliki banyak potensi khususnya pada keunikan Desa Wisata Adat Sade yang masih mempertahankan adat dan budaya lokal mereka. Namun, sangat disayangkan pariwisata Desa Wisata Adat Sade mengalami penurunan pengunjung yang terjadi akibat pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor prioritas pengembangan pada Desa Wisata Adat Sade di masa new normal agar tetap bertahan dan berkelanjutan. Jenis penelitian ini adalah mixed methods yang berfokus pada preferensi key responden dan kondisi lapangan pada kawasan Desa Wisata Adat Sade. Penelitian ini menggunakan content analysis yang ditujukan kepada stakeholder terpilih dan dilanjutkan menggunakan analytical hierarchy process untuk menentukan faktor prioritas. Dari hasil analisis akan menjadi jawaban dari tujuan penelitian ini, sehingga diketahui bahwa faktor keamanan dan kenyamanan menjadi faktor prioritas dalam pengembangan pada Desa Wisata Adat Sade di masa new normal.
Arahan Pengembangan Koridor Basuki Rahmat Kawasan Kayutangan Kota Malang sebagai Heritage Tourism Muhammad Rifqi Faghrezi; Putu Rudy Satiawan
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.96865

Abstract

Kawasan Kayutangan Kota Malang dulunya merupakan pusat kota pada tahun 1914. Hal ini dapat dibuktikan dengan dapat ditemukannya peninggalan-peninggalan bersejarah serta tampilan visual bangunan-bangunan yang ada di Kawasan ini. Koridor Jalan Basuki Rahmat atau dulunya Kayutangan merupakan salah satu koridor jalan bersejarah yang membentuk karakter khas Kota Malang, yang secara visual dibentuk oleh deretan fasad bangunan di sepanjang Jalan Basuki Rahmat atau yang dulu disebut Jalan Kayutangan. Namun, Kawasan Kayutangan telah mengalami perubahan baik secara fisik maupun non-fisik seiring berjalannya waktu dan berkembangnya perkotaan yang menyebabkan berkurangnya nilai sejarah dan ciri khas yang dimilikinya. Penelitian ini memiliki dua tahap analisis. Tahap pertama yaitu analisis faktor – faktor yang mempengaruhi pengembangan Koridor Basuki Rahmat Kawasan Kayutangan Kota Malang sebagai heritage tourism menggunakan analisis Delphi. Kemudian tahap kedua atau tahap terakhir yaitu analisis arahan pengembangan yang sesuai pada Koridor Basuki Rahmat Kawasan Kayutangan sebagai heritage tourism yang menggunakan beberapa acuan seperti tinjauan teori, kondisi eksisting kawasan, best practice, dan tinjauan kebijakan. Hasil dari penelitian ini didapatkan 11 faktor yang mempengaruhi Koridor Basuki Rahmat Kawasan Kayutangan sebagai heritage tourism melalui Analisis Delphi. Setelah ditemukan ke-11 faktor tersebut maka ditemukan arahan pengembangan Koridor Basuki Rahmat Kawasan Kayutangan Kota Malang sebagai heritage tourism. Arahan tersebut berfokus pada penyelarasan fasade bangunan cagar budaya, peningkatan dan perlindungan fisik cagar budaya, peningkatan sarana dan prasarana, peningkatan aksesibilitas dan pemasaran, serta meningkatkan kebijakan dan keterlibatan masyarakat dalam pengembangan Koridor Basuki Rahmat Kawasan Kayutangan Kota Malang.