cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Desain Perangkat Ride-through pada Bus Dc Variable Speed Drive untuk Menanggulangi Terjadinya Trip pada Saat Timbulnya Gangguan Dip Tegangan yang Berat Yeremia Martin; Dedet Candra Riawan; Soedibyo Soedibyo
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.110609

Abstract

Ganguan tegangan kedip merupakan suatu masalah yang sering di muncul di perindustrian dan sudah banyak menimbulkan suatu maalah dan kerugian yang besar bagi pemilk perusahaan. Hal yang kerat dihubungkan dengan masalah tegangan kedip adalah perangkat elektronika daya dan yang sering digunakan di perindustrian adalah Variable Speed Drive (VSD). VSD sering sekali terganggu kinerjanya terhadap gangguan berupa tegangan kedip yang dimana dapat merusak komponen – komponen pada drive tersebut, akan tetapi sekarang ini para manufaktur VSD telah membuat solusi untuk masalah tegangan kedip untuk tegangan kedip yang ringan yang dimana masih rentan mengalami trip terhadap tegangan kedip yang berat. Maka dari itu, dibuatlah sebuah desain berupa perangkat ride-through untuk menanggulangi terjadinya trip terhadap tegangan kedip yang berat yaitu dengan menggunakan sumber daya cadangan eksternal tambahan berupa superkapasitor dan boost konverter sistem close-loop yang di koneksikan pada saluran bus DC VSD dengan menggunakan aplikasi PSIM. Hal ini bertujuan untuk membuat sebuah desain VSD yang dapat mengkompensasi hilangnya daya saat terjadinya gangguan tegangan kedip yang berat dan menghindari terjadinya trip pada VSD untuk tegangan kedip yang berkategorikan berat. Dengan di lakukannya simulasi pada aplikasi PSIM didapatkan bahwa VSD dengan perangkat ride-through dapat mengkompensasi tegangan kedip lebih baik dibandingkan VSD tanpa perangkat ride-through dan dapat mempertahankan sistem VSD untuk tidak mengalami trip.
Simplifikasi Analisa Bahaya Arc Flash Menggunakan Metode Kurva Batasan Energi pada PT. Pertamina RU VII Syarif Kasim Pande Aji Seta Kusalya; Margo Pujiantara; Ontoseno Penangsang
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.110746

Abstract

Pada sistem kelistrikan sering terjadi fenomena busur api (arc flash), sehingga memerlukan analisa untuk menjamin keselamatan pekerja. Analisa busur api dilakukan untuk menentukan kategori Personal Protective Equipment (PPE) terhadap bahaya busur api guna menjamin keselamatan pekerja dari paparan insiden energi yang terpancarkan. Metode analisa busur api secara umum menggunakan standard IEEE 1584-2002 untuk melakukan analisis bahaya busur api, dimana metode tersebut memerlukan banyak parameter yang diperlukan untuk menentukan kategori PPE setiap bus. Jika kelistrikan tersebut terdapat banyak bus, maka akan memakan banyak waktu untuk menentukan kategori PPE. Dengan menggunakan metode kurva batasan energi (energy boundary curve), untuk menentukan kategori PPE secara singkat dan lebih sederhana sesuai dengan ketentuan National Fire Protection Association (NFPA) 70E-2015 hanya memerlukan kurva karakteristik pengaman bus. Dimana kurva karakteristik pengaman bus akan dipotong dengan kurva batas energi, sehingga pada perpotongan kedua kurva tersebut dapat ditentukan kategori PPE yang diperlukan. Studi aktual mengenai simplifikasi analisa busur api dilakukan pada PT. Pertamina RU VII Syarif Kasim. Pada hasil akhirnya, analisa busur api menggunakan metode kurva batas energi pada tiap bus dapat menentukan proses penentuan kategori PPE yang lebih singkat dan sederhana daripada menggunakan metode standard IEEE 1584-2002. Namun, menimbulkan perbedaan jarak batas aman (flash protection boundary), dikarenakan metode kurva batasan energi tidak memperhitungkan nilai insiden energi serta fault clearing time.
Pengurangan Risiko Kegagalan Kualitas Produksi Air Minum PDAM Tirta Dhaha Kota Kediri Menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Arnisa Nastiti; Ali Masduqi
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.111008

Abstract

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) merupakan perusahaan yang menyediakan dan mendistribusikan air minum untuk kebutuhan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian, kandungan zat organik dalam air produksi PDAM Kota Kediri melebihi baku mutu. Analisis kualitas air produksi terkait kandugan zat organik dapat dilakukan dengan metode Failure Modes and Effect Analysis (FMEA). FMEA adalah metode yang digunakan untuk mengidentifikasi kegagalan yang terjadi sehingga menyebabkan penurunan kualitas air produksi. Risiko terbesar yang menyebabkan kegagalan dinyatakan dalam Risk Priority Number (RPN). RPN digunakan untuk membantu menemukan bagian yang mengalami kegagalan sehingga dapat dilakukan perbaikan untuk mengatasi penurunan kualitas air produksi. FMEA dilakukan untuk mencari bagian yang mengalami tingkat kegagalan terbesar dari unit yang tidak optimal. Akar permasalahan kemudian dinilai risikonya (RPN). Nilai RPN didapatkan dari perkalian antara severity (S), occurance (O), dan detection (D). Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah parameter fisik (kekeruhan), parameter kimia (sisa klor dan zat organik) dan parameter biologi (total koliform). Aspek yang digunakan dalam penelitian ini adalah aspek teknis dan aspek lingkungan (dampak). Kualitas air baku PDAM Tirta Dhaha Kediri jika dinilai dari total zat terlarut, tingkat kekeruhan, dan tingkat pH pada semua pompa sudah memenuhi baku mutu kualitas air minum yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No 492 Tahun 2010. Hasil kepentingan bobot resiko berdasarkan penilaian severity, occurance, dan detection Usulan perbaikan berdasarkan penentuan nilai RPN adalah pengelola harus lebih meninjau kembali parameter yang tidak memenuhi baku mutu, yaitu kandungan coliform, meskipun sudah relatif kecil.
Implementasi Metode Analytical Hierarchy Process pada Pemilihan Sensor Alat Deteksi Busur Api yang Terintegrasi SCADA Refin Ananda Putra; Slamet Budiprayitno; Dwiky Fajri Syahbana
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.111861

Abstract

Pemantauan kondisi Fuse Cut Out (FCO) pada gardu distribusi masih dilakukan secara manual dengan pemeliharaan preventif periodik oleh petugas. FCO yang putus akibat arus berlebih menyebabkan jaringan listrik padam dan menimbulkan busur api yang timbul dalam waktu sekejap. Sehingga jika FCO putus tidak dapat dipantau secara realtime untuk dilakukan penggantian FCO segera. Pada proyek akhir ini dibuat sebuah sistem untuk pemantauan kondisi FCO berdasar busur api yang timbul saat FCO putus dan terintegrasi SCADA. Sensor api yang digunakan, dipilih menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengetahui sensor yang paling tepat digunakan pada sistem. Penggunaan metode AHP dalam pemilihan sensor karena penyusunan prioritas yang logis dan terstruktur secara hirarki sampai dapat menentukan hingga subalternatif terdalam. Penentuan pemilihan sensor dengan metode AHP ditinjau dari sensitivtas dan jarak jangkauan serta alternatif pilihan sensor yaitu sensor UVTron dan sensor IR flame. Hasil yang didapat pada yaitu nilai bobot kriteria sensitivitas sensor UVTron sebesar 0,80 dan sensor IR Flame sebesar 0,20. Hasil nilai bobot kriteria jarak ideal sensor UVTron sebesar 0,19 dan sensor IR Flame sebesar 0,83. Hasil akhir penelitian yang didapat yaitu sensor UVTron menempati peringkat pertama pilihan sensor yang dapat digunakan pada sistem dengan nilai akhir AHP sebesar 0,7188 dan sensor IR flame menempati peringkat kedua pilihan sensor yang dapat digunakan pada sistem dengan nilai akhir AHP sebesar 0,2736.
Studi Kelayakan Pemasangan Kabel Laut 150 kV Pakning-Bengkalis untuk Menurunkan Biaya Pokok Produksi (BPP) di Pulau Bengkalis Ichsan Nur Khoirudin; Sjamsjul Anam; Margo Pujiantara
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.111872

Abstract

Kebutuhan listrik Pulau Bengkalis semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan ekonomi. Proyeksi kebutuhan energi listrik di Pulau Bengkalis 25 tahun mendatang mencapai 379,84 GWh dengan beban puncak 58,57 MW. Saat ini Pulau Bengkalis masih menggunakan PLTD sebagai sumber listrik dengan cadangan daya sebesar 1 MW. Keterbatasan daya dan tingginya BPP pada PLTD membuat penjualan listrik menjadi terbatas. Salah satu cara untuk menurunkan BPP di Pulau Bengkalis adalah dengan menginterkoneksikan Pulau Bengkalis dengan Pulau Sumatera menggunakan jaringan kabel laut 150 kV. Pemasangan kabel laut membutuhkan analisis operasi dan ekonomi. Analisis operasi mecakup aliran daya, hubung singkat dan setting proteksi. Dengan memodelkan Sistem Sumatera kedalam software ETAP, maka Sistem Sumatera masih dalam batas standard Grid Code Sumatera ketika kabel laut Pakning-Bengkalis beroperasi. Dari analisis ekonomi, pemasangan kabel laut 150 kV Pakning-Bengkalis layak dilakukan karena NPV bernilai positif dan payback period selama 18 tahun. Dengan beroperasinya kabel laut ini, maka BPP di Pulau Bengkalis menurun dan pendapatan penjualan listrik akan dapat meningkat.
Studi Kelayakan Teknis dan Ekonomi Pemasangan PLTS Atap On-Grid pada Sistem Kelistrikan Gedung Perpustakaan ITS Ferdinand Rico Firaldi; Rony Seto Wibowo; Sjamsjul Anam
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.113225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan analisis kelayakan teknis dan ekonomi pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap on grid pada Gedung Perpustakaan Kampus ITS. Pemodelan PLTS dilakukan pada simulasi dengan area atap yang digunakan masing-masing seluas 432 m2. Berdasarkan simulasi, kapasitas instalasi maksimal yang direkomendasikan sebesar 66 kWp pada sisi atap timur laut. Energi yang dihasilkan sistem PLTS pada kelistrikan Gedung Perpustakaan Kampus ITS dalam kurun waktu satu tahun sebesar 108.282 kWh. Persentase energi dari sistem PLTS yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan beban kelistrikan sebesar 18,38% dari total beban perhari. Nilai kelayakan teknis ditinjau dari performance ratio (PR) yang didapatkan sebesar 87,2%. Sedangkan untuk hasil analisis ekonomi menunjukkan nilai cost of energy (COE) sebesar Rp 706,31/kWh, net present value (NPV) menghasilkan nilai positif sebesar Rp 414.656.910, nilai interest rate of return (IRR) sebesar 8,8% dan benefit cost ratio (BCR) sebesar 1,44. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa investasi untuk proyek sistem PLTS atap on grid pada sisi atap timur laut Gedung Perpustakaan Kampus ITS layak untuk direalisasikan.
Pengurangan Energi Insiden Busur Api dengan Menggunakan Metode Zone Selective Interlocking pada PT. Pupuk Kujang Mochammad Bagas Boma Bismantaka; Margo Pujiantara; Vita Lystianingrum Budiharto
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.110740

Abstract

PT. Pupuk Kujang yang berlokasi di Cikampek, Jawa Barat, mempunyai dua buah pabrik yaitu pabrik K-1A dan pabrik K-1B. Keduanya memiliki total beban sebesar 14,175 MW. PT. Pupuk kujang sekarang disuplai dari satu pembangkit dengan kapasitas 18,35 MW serta Utilitas dari PLN. Untuk keandalan pabrik serta keamanan operator, koordinasi proteksi yang baik sangat diperlukan agar gangguan yang terjadi dapat diminimalisir. Salah satu gangguan kelistrikan yang dapat mengancam keberlangsungan sistem dan keselamatan pekerja adalah bahaya busur api (Arc Flash). Busur api merupakan peristiwa pelepasan energi yang disebabkan oleh adanya aliran arus yang mengalir pada saluran yang tidak seharusnya. Busur api ini dapat mengakibatkan terjadinya panas menyengat, bahan kimia beracun, hingga ledakan besar. Semakin besar energi insiden dari busur api maka bahaya yang ditimbulkan juga semakin besar. Besar energi insiden dihitung menggunakan standar IEEE 1584-2002. Hasil dari perhitungan besar energi insiden ini dapat digunakan untuk menentukan alat pelindung diri berdasarkan standard National Fire Protection Association (NFPA) 70E. Demi keselamatan para pekerja, alat pelindung diri ini wajib digunakan pada saat berada pada area bahaya busur api. Energi insiden yang terlalu besar juga mengancam keberlangsungan sistem, sehingga dibutuhkan suatu metode untuk mengurangi besarnya energi insiden. Besarnya energi insiden yang terjadi dapat dikurangi dengan cara menghilangkan gangguan secara cepat, maka dari itu Metode Zone Selective Interlocking merupakan metode yang efisien untuk mengurangi besarnya nilai insiden energi. Pada PT Pupuk Kujang, Metode ZSI ini dapat mengurangi besarnya nilai energi insiden yang terjadi hingga 74,99% pada Bus GI Kujang. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya FCT pada bus tersebut dari yang awalnya 0,8 detik menjadi 0,2 detik.
Penilaian Kesesuaian Fungsi Ekologi Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Inti Kraton Yogyakarta Safira Salsabila; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.93794

Abstract

Keberadaan vegetasi pada ruang terbuka hijau di daerah perkotaan memiliki manfaat dalam memperbaiki kualitas lingkungan dan kualitas udara. Seiring berkembangnya Kota Yogyakarta, terjadi perubahan pada vegetasi yang ada pada ruang terbuka hijau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kecenderungan fungsi ekologi pada Kawasan Inti Kraton Yogyakarta. Untuk mengetahui kriteria penilaian dilakukan penyebaran kuesioner Delphi, sedangkan penilaian tersebut dilakukan melalui pendekatan in depth interview menggunakan metode Content Analysis untuk melihat kecenderungan fungsi terkait kesesuaiannya pada setiap RTH di Kawasan Inti Kraton Yogyakarta yang terbagi menjadi tiga zona yaitu RTH pada Alun-alun Utara, Alun-alun Selatan, dan Komplek Kraton Inti. Penelitian ini menghasilkan 5 kriteria penilaian fungsi ekologi yaitu pengatur suhu/peneduh, penyerap polutan gas, penahan angin, kontrol kelembaban udara, dan penjerap partikel. Penelitian ini juga menghasilkan penilaian berupa kecenderungan fungsi setiap lokasi yang dinilai berdasarkan kriteria-kriteria tadi, dimana pada ketiga zona sudah memiliki kecenderungan fungsi ekologi yang cukup sesuai, kecuali pada pengatur suhu/peneduh pada ruang tengah Alun-alun Utara maupun Selatan yang kurang sesuai dan penyerap polutan gas pada Komplek Kraton Inti yang tidak signifikan karena tidak terdapat sumber polutan pada area tersebut.
Kriteria Lokasi Apartemen di Kota Surabaya Berdasarkan Preferensi Generasi Milenial Ayuningtyas Hema Pinasthika; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.98694

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kriteria lokasi apartemen di Kota Surabaya berdasarkan preferensi generasi milenial. Penelitian ini menggunakan dua teknik analisis, yang pertama menggunakan analisis delphi untuk mengidentifikasi dan memvalidasi variabel penelitian, Selanjutnya dilakukan menggunakan Teknik analisis pembobotan (skala likert) yang bertujuan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang suatu fenomena. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa, generasi milenial di Kota Surabaya memberikan nilai sangat berpengaruh dalam penentuan lokasi apartemen, yaitu; ketersediaan jaringan jalan, keamanan, jaringan telekomunikasi atau internet, jaringan air bersih, parkir yang luas, fasilitas Kesehatan, bebas polusi, harga apartemen, maintenance building, olahraga, service charge, estetika apartemen. Sedangkan kriteria dekat pusat perbelanjaan dan ruang terbuka hijau mendapatkan berpengaruh dalam penentuan lokasi apartemen. Selain itu, kriteria kolam renang hanya mendapatkan nilai cukup berpengaruh dalam penentuan lokasi apartemen.
Penerapan Rekayasa Nilai (Value Engineering) pada Pembangunan Proyek Gedung Kantor BKD Provinsi Jawa Timur Rycko Agusvian Iswanto; Retno Indryani
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.102383

Abstract

Gedung Kantor BKD Provinsi Jawa Timur merupakan gedung kantor empat lantai yang terletak pada Jalan Jemur Andayani No. 1 Surabaya. Luas area gedung sebesar 5.168 m2. Pekerjaan tahap satu hanya untuk pekerjaan tanah dan struktur saja. Total biaya pembangunan untuk pekerjaan struktur mencapai 11 milyar (Rp 2.300.000,00 per m2). Dari hasil analisis di tahap informasi, terdapat pekerjaan struktur yang memiliki nilai cost dibandingkan dengan worth lebih dari 2. Dikarenakan alasan tersebut, maka perlu dilakukan penerapan Rekayasa Nilai (Value Engineering) dengan tujuan untuk mengoptimalkan biaya tanpa menghilangkan nilai fungsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya total penghematan biaya yang dapat diperoleh setelah penerapan metode Rekayasa Nilai. Penerapan Rekayasa Nilai yang digunakan terbagi menjadi 4 (empat) tahapan yaitu tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisis dan tahap rekomendasi. Pada tahap informasi dilakukan cost breakdown structure untuk mengidentifikasi item pekerjaan yang memiliki biaya tinggi dan analisis fungsi untuk mengidentifikasi item pekerjaan yang memiliki perbandingan cost dengan worth lebih dari 2. Pada tahap kreatif dilakukan pengumpulan alternatif baru untuk pekerjaan berbiaya tinggi tersebut. Pada tahap analisis dilakukan seleksi alternatif-alternatif dengan cara analisis Life Cycle Cost (LCC) dan Analitycal Hierarchy Process (AHP) sehingga didapatkan alternatif terbaik. Pada tahap rekomendasi dilakukan perekomendasian dari alternatif terpilih. Hasil analisis Life Cycle Cost (LCC) pada pekerjaan pelat beton diperoleh alternatif dengan biaya terendah adalah alternatif 2 (A2) yaitu pekerjaan pelat half slab dengan total biaya LCC sebesar Rp 2.918.727.925. Hasil dari Analitycal Hierarchy Process (AHP) dengan pertimbangan beberapa kriteria, terpilih desain alternatif terbaik adalah alternatif 2 (A2) juga. Total penghematan biaya LCC yang diperoleh adalah Rp 301.922.959 atau 9% dari biaya LCC awal.