Articles
2,279 Documents
‘Slow Space Architecture' : Peran Pengalaman Spasial Fasilitas Transit Antarmoda pada Pengguna
Muhammad Daffa Almadani;
Kirami Bararatin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 11, No 5 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v11i5.98746
Pengguna transportasi umum di Jakarta mayoritas muncul dari kalangan pekerja kantoran, mahasiswa, dan pelajar yang membutuhkan akses dan mobilitas yang cepat untuk berpindah lokasi. Seringkali dalam menjalankan rutinitas sehari-hari, para pengguna ini merasakan dampak psikologis berupa kejenuhan. Hal ini tentunya menjadi concern untuk menghadirkan rancangan fasilitas transit yang tidak generik terutama pada penyediaan aspek spasial dalam rancangan yang perlu untuk menjadi fokus dalam mengatasi kejenuhan melalui penanaman pengalaman ruang sebagai media untuk me-refresh atau me-recharge penggunafasilitas transit. Dengan memanfaatkan beberapa hal yang menjadi aspek untuk diselesaikan dalam rancangan, maka kemudian aspek-aspek ini ditranslasikan menjadi force dengan menggunakan tahapan desain force-based framework, baik aspek yang berkaitan dengan ranah arsitektural maupun non arsitektural, serta menentukan pendekatan desain dan teori pendukung yang sesuai untuk mewujudkan media pengalaman spasial terhadap pengguna yang diinginkan. Kemudian dari tahapan desain, pendekatan, dan teori akan menghasilkan prinsip desain yang kuat dan diperjelas melalui program aktivitas dan ruang, serta kriteria dan konsep desain sebagai sarana untuk memvisualisasi intensi dalam rancangan arsitektural.
Penggunaan Metode Segmentasi dan Narasi dalam Redesain Gertak di Pesisir Sungai Kapuas
Antonio Vicky Mukti;
Vincentius Totok Noerwasito
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 11, No 5 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v11i5.97824
Gertak adalah bentuk arsitektur yang lahir dari jati diri Kota Pontianak. Gertak kembali menghidupkan budaya masyarakat yang sudah mulai tergerus jaman. Namun faktanya Gertak yang sekarang tidak dapat mengakomodasi perubahan dan pertambahan pengguna serta aktivitas sosial ekonomi yang berlangsung. Sehingga diperlukan rancangan redesain yang kontekstual. Redesain yang dilakukan dalam rancangan ini mengacu pada metode segmentasi dan narasi. Adaptasi sebagai konsep dasar redesain didasari aspek- aspek kontekstual. Segmentasi yang dilakukan adalah dengan pemetaan zonasi aktivitas. Kemudian untuk narasi yang dilakukan adalah dengan penambahan layer dan skenario. Setiap layer dikelompokkan ke dalam 3 zonasi ruang yakni ruang Inti A, B dan Transisi. Agar identitas Gertak tidak hilang, karakteristik bentuk, sifat dan program yang lama tetap dipertahankan. Sirkulasi dan pergerakan pengunjung juga menyesuaikan pola dan aktivitas dibawahnya. Kemudian melalui metode segmentasi dan narasi diharapkan dapat mewujudkan bentuk arsitektur yang lebih kontekstual.
Isu Psikologi Sosial pada Konsep Ruang Publik Kontemplatif
Rafif Syafa Yaristyan;
Kirami Bararatin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 11, No 5 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v11i5.101528
Jakarta adalah kota yang sangat unik. Kondisi sosio-kultural yang terjadi di kota ini, penuh dengan peristiwa rumit dan bahkan bermasalah. Kumplulan permasalahan ini sangat mempengaruhi masyarakat kota. Mereka terjebak di kota tanpa solusi, tidak memiliki cara untuk melarikan diri. Masyarakat kekurangan waktu, energi, dan ruang untuk berhenti sejenak dan memahami hal-hal yang terjadi di sekitar mereka. Padahal itu semua perlu diaktualisasikan, direnungkan, dan direnungkan. Hal inilah yang disebut sebagai ‘Common Struggle of People of Jakarta’. Dalam ilmu psikologi social, kondisi demikian disebut ‘the Tragedy of the Common’, yang pertama dicetuskan oleh Garret Hardin. Perspektif ini membantu mentranslasikan respon formal arsitektural kepada permasalahan yang ada. Menggunakan pendekatan Concept-based Design, dengan dasar Teori Arsitektur Contextualism dan Teori Process of Discovery terkait kontemplasi. Sehingga menghasilkan rancangan yang dapat merespon isu yang ada, dengan menjadi ruang publik yang berperan sebagai suaka dari kondisi kota. Memungkinkan aktivitas dan eksplorasi mencapai Process of Discovery yang menghasilkan kontemplasi bagi pengguna. Rancangan mengimplementasikan kontemplasi, antusiasme, dan kebebasan ekspresi kolektif masyarakat ke dalam bentuk arsitektural berbentuk ruang publik terbuka.
Analogi Morfologi Bambu Pada Perancangan Menara Apartemen
Muhammad Iffrin Delifiano;
I Gusti Ngurah Antaryama
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 11, No 5 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v11i5.101614
Dengan semakin bertambahnya populasi manusia, maka kebutuhan akan tempat tinggal akan semakin meningkat juga, karena tempat tinggal merupakan salah satu aspek penting pada manusia. Masalah ini juga akan berdampak dengan ketersediaan lahan untuk alam. Untuk menyelesaikan permasalahan ini rancangan ini akan melihat alam sebagai solusinya. Manusia seringkali mencari solusi dalam sebuah masalah namun seringkali lupa bahwa jawaban dari masalah-masalah tersebut secara tidak langsung terdapat pada bentuk, tekstur, atau proses alami yang selalu terjadi pada alam. Hal ini dapat dimanfaatkan pada bidang ilmu arsitektur sebagai dasar dalam merespon isu yang diangkat pada sebuah rancangan. Dalam istilah arsitektur, desain biomorfik berkaitan dengan bentuk dan pola yang terinspirasi oleh alam. Morfologi pada unsur alam dapat menjadi salah satu aspek yang dapat ditiru pada rancangan bangunan. Perancangan hunian tower apartemen ini akan didasari oleh analogi dari morfologi tanamana bambu yang berumpun sehingga hunian tower ini memiliki 8 unit tower yang terpisah namun tetap terhubung oleh jembatan penghubung. Masing-masinig tower berbentuk miring mengikuti kemiringan bambu dan memiliki struktur core yang dapat dimanfaatkan sebagai saluran distribusi utilitas yang terinspirasi dari rongga bambu dan proses alaminya.
Rancangan Museum Bawah Tanah Sebagai Pengalaman Fantasi Manusia
Fachrizal Sabilineo Fanaya;
Angger Sukma Mahendra
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 11, No 5 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v11i5.100154
Manusia pastinya memiliki daya imajinasi atau fantasi yang dimiliki sejak kecil. Manusia melakukan hal ini setiap saat membayangkan sesuatu dan memikirkan sesuatu yang abstrak dan tidak menentu sesuai kondisinya saat itu. Ada faktor diluar pikiran manusia yang menstimulasi akan hadirnya suatu memori fantasi yang sedang dipikirkan sesorang, namun tidak semua usia bisa menangkap fantasi mereka secara cepat dan tepat. Disinilah keterkaitan antara arsitektur dan fantasi manusia hadir untuk membangun sebuah karakter dari sebuah ruang dan mengajak para pengguna untuk dapat merasakan dan membayangkan lebih dalam dengan bantuan ruang arsitektural. Ruang arsitektural hadir menjadi sebuah gagasan untuk menstimulasi daya fantasi manusia dengan atmosfer tertentu pada ruang dan sensori pada indera manusia. Muncul lah ide gagasan museum bawah tanah sebagai objek rancangan. Gagasan museum bawah tanah dinilai tepat untuk menanggapi isu, konteks, dan kriteria. Peran arsitektur akan hadir lebih dalam untuk dirasakan dan membantu manusia dalam mengati hal yang ada didalamnya, dengan prinsip dasar museum yang dapat menjadi ruang kolaborasi antara arsitektur dan fantasi manusia. Dengan gagasan museum bawah tanah maka semakin memperkuat peran arsitektur untuk menstimulasi daya fantasi dan imajinasi manusia untuk menikmati atau mendalami apa yang ada di dalamnya.
Intervensi Konsep Transparansi sebagai Stimulan Ruang Interaksi Sosial Remaja
Khansa Amalia Tsabita;
Iwan Adi Indrawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 11, No 5 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v11i5.99162
Transparansi dalam ranah Arsitektur biasa dipahami dengan permukaan tembus pandang yang dapat membatasi dua ruang dengan keadaan berbeda. Penelitian ini menekankan pada eksplorasi transparansi pada ruang interaksi sosial remaja yang mewadahi kegiatan dengan aktivitas yang beragam. Menggunakan pendekatan arsitektur dan perilaku serta metode person-centered mapping, penelitian merupakan bagian dari rancangan ruang publik sebagai respon dari karakteristik atau pola perilaku manusia yang difokuskan pada remaja. Memetakan pergerakan dan perilaku manusia, manusia menjadi aspek penting yang memengaruhi keseluruhan rancangan. Sehingga dengan intervensi konsep transparansi, rancangan diharapkan dapat menjadi wadah berupa ruang interaksi sosial remaja yang berkualitas.
Pendekatan Resiliensi Terhadap Bencana dalam Pengembangan Kawasan Permukiman Atas Air Balikpapan
Fadhlurrahman Nur Ramadhani;
Sarah Cahyadini
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 11, No 5 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v11i5.99570
Fenomena bencana yang terjadi di sekitar kita tidak akan pernah lepas dari kehidupan manusia. Pertumbuhan penduduk yang tak terkendali juga menjadi salah satu penyebab munculnya bencana seperti banjir, longsor, dan kebakaran. Kawasan Kampung Atas Air Margasari merupakan sebuah kampung di pesisir barat kota Balikpapan, berseberangan langsung dengan kilang minyak Pertamina. Letaknya yang berada di kawasan perairan, tidak menghindarkan kampung ini dari potensi terjadinya bahaya kebakaran. Bahkan tercatat pernah terjadi kebakaran besar di kawasan ini yang menghanguskan sebagian besar rumah. Oleh karena itu perlu dikaji bagaimana memanfaatkan potensi kawasan perairan untuk bisa menanggulangi terjadinya potensi bahaya kebakaran melalui pendekatan resiliensi terhadap bencana. Penerapan metode urban acupunture juga akan membantu untuk menyelesaikan permasalahan dengan melihat dimana potensi terbaik dari kampung ini yang bisa dikembangkan sehingga dampak yang akan diberikan dapat dirasakan oleh skala yang lebih luas lagi. Dari metode tadi akan dihasilkan sebuah titik yang nantinya akan diolah dari segi optimalisasi bentuk dan fungsi ruang pada kampung ini. Sehingga dari hal tesebut menghasilkan sebuah rancangan yang mengolah ruang luar agar nantinya dapat meningkatkan resiliensi di kawasan ini tanpa menghilangkan kekhasannya sebagai kawasan kampung di atas air.
Biofilik Coworking Hotel sebagai Respon Gaya Hidup Digital Nomad Generasi Z
Putu Bagus Guna Laksana;
Wahyu Setyawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 11, No 5 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v11i5.94883
Yang Perkembangan internet saat ini menciptakan perubahan cara bekerja menjadi pekerja secara lepas atau gig. Generasi Z menjadi generasi yang paling tertarik untuk berpindah menjadi pekerja gig karena fleksibilitas jadwal, lokasi serta pilihan pekerjaan menyebabkan peningkatan pada pekerja freelance dalam perkembangan gig ekonomi. Serta gaya digital nomad karena fleksibiltas waktu dan tempat untuk bekerja. Di sisi lain terdapat pula dampak buruk yang ditimbulkan gig ekonomi yakni budaya bekerja berlebihan (hustle) yang berpengaruh terhadap burn out dan rendahnya kesehatan mental pekerja.Isu ini menjadi fokus dalam perancangan, dengan force based framework gaya hidup baru dalam bekerja dan kebutuhan Generasi Z menjadi force dalam perancangan dengan melakukan studi terhadap constraints dan assets dari Generasi ZKonsep Natah ynng terdapat pada daerah Bali sebagai lokasi dikolaborasikan dengan pendekatan biofilik pada perancangan Coworking Hotel diharapkan dapat menjadi upaya merespon kebutuhan Generasi Z sebagai digital nomad sehingga bangunan tidak hanya menjadi tempat yang nyaman bagi digital nomad Generasi Z untuk istirahat dan bekerja namun juga dapat menjadi tempat untuk melepaskan stres dan meningkatkan kualitas hidup.
Arsitektur dan Mutualisme : Pusat Restorasi Fokus Akibat Stres Urban dengan Pendekatan Healing Environment dan Animal Aided Design di Jakarta
Audida Naritya;
Kirami Bararatin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 11, No 5 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v11i5.101523
Masyarakat yang tinggal di area urban memiliki resiko terkena stress lebih tinggi dibandingkan masyarakat yang tinggal di area rural. Faktor lingkungan urban memegang pengaruh yang besar untuk kontribusi stres yang terjadi pada manusia. Sehingga, dibutuhkan sebuah ruang untuk membantu meredakan rasa stres yang dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat urban, berupa Pusat Restorasi Fokus dengan cara menurunkan stres. Menggunakan pendekatan healing environment yang memasukkan aspek alam-flora, fauna, air, cahaya matahari, angin, dll serta penerapan Animal-Aided Design pada Pusat Restorasi Fokus ini. Aspek hewan yang digunakan berupa hewan domestik liar, berupa kucing yang over populasi dan merupakan salah satu masalah pada area urban. Permasalahan yang terjadi pada manusia dan kucing di area urban-Jakarta ternyata dapat diselesaikan melalui hubungan simbiosis mutualisme antara kedua makhluk hidup ini. Interaksi manusia dan kucing menjadi kunci yang dapat mereduksi stress manusia dan area Pusat Restorasi Fokus dapat menjadi area yang memberikan ruang gerak yang sesuai dengan kebutuhan kucing.
Pendekatan Ephemeral Architecture pada Apartement Pasca Pandemi saat Kondisi Darurat
Muhammad Syahrizal Anwar;
Sarah Cahyadini
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v11i4.99584
Indonesia merupakan salah satu negara yang terkena dampak dari wabah pandemi COVID-19 pada akhir tahun 2019. Wabah tersebut membawa dampak yang cukup serius pada tatanan kesehatan, perekonomian, dan sosial di Indonesia. Salah satu permasalahan yang muncul akibat pandemi tersebut ialah membludaknya populasi pasien pada fasilitas kesehatan sehingga tidak dapat menampung pasien lagi, khususnya pada kota-kota besar seperti di Surabaya. Karena hal tersebut terjadi kebijakan pemerintahan untuk menggunakan bangunan umum sebagai fasilitas kesehatan untuk menampung jumlah pasien yang berlebih tersebut, seperti wisma atlet, hotel, dan bahkan sekolah. Dari permasalahan tersebut penulis mencoba menghadirkan sistem pada suatu rancangan yang membuatnya dapat menyediakan fasilitas layanan kesehatan dalam kondisi darurat dengan pendekatan ephemeral architecture. Konsep sistem ephemeral pada rancangan akan dibuat pada bangunan tipe high-rise building dengan memanfaatkan serta menggunakan ruang dan fungsi pada koridor bangunan apartemen agar dapat menjadi suatu ruang yang lain pada waktu dan kondisi yang berbeda. Rancangan tetap memiliki fungsinya sendiri di awal dan tidak perlu menambah volume serta bentuk ruang yang baru, karena dengan adanya sistem ephemeral ini sebuah ruangan dapat digunakan dengan kondisi tertentu. Penerapan sistem ephemeral architecture ini perlu memperhatikan sistem sirkulasi dan penataan ruang pada rancangan agar terbentuk fleksibilitas dari sisi sirkulasi maupun fungsi pada ruang.