cover
Contact Name
Nursinah Amir
Contact Email
ina.thp79@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bambulaut@jurnal.unhas.ac.id
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan No.KM. 10, Tamalanrea Indah, Kec. Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : 30474604     DOI : -
Bambu Laut : Jurnal Pengabdian Masyarakat merupakan jurnal pengembangan dan penerapan Ipteks yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini memuat hasil-hasil penghiliran penelitian pada bidang seperti berikut: Agromaritim, Medikal, Teknosains, dan Sosial Budaya Humaniora. Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat pertama kali terbit pada tahun 2024 dan diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin. Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat diterbitkan sebanyak dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat merupakan jurnal nasional yang terdaftar pada Pusat Nasional ISSN Indonesia Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan Nomor SK : 30474604/II.7.4/SK.ISSN/05/2024.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "VOLUME 3, NOMOR 1, APRIL 2026" : 8 Documents clear
Peluang dan Tantangan Pengembangan Pariwisata Bahari di Desa Sawakung Beba Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar Rengko, Sumarlin; Muri, Abdul Rauuf; Sandarupa, Dirk Rukka
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 3, NOMOR 1, APRIL 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/bambulaut.v3i1.43212

Abstract

Pariwisata bahari merupakan salah satu sektor potensial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya di wilayah pesisir seperti Desa Sawakung Beba, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar. Desa ini memiliki potensi berupa keindahan alam pesisir dan kekayaan budaya masyarakat yang dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan pengembangan wisata bahari serta memperkuat kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam pengelolaannya secara berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta pendampingan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan terkait. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pengembangan wisata bahari di Desa Sawakung Beba didukung oleh berbagai peluang, antara lain adanya kebijakan pemerintah yang mendukung, program swasembada, ketersediaan lembaga pariwisata, serta dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun demikian, kegiatan ini juga mengidentifikasi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya penguasaan teknologi informasi, serta masih minimnya partisipasi pemuda dalam pengelolaan wisata. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengembangan wisata bahari yang berbasis pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya guna mewujudkan pengembangan wisata bahari yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Digitalisasi Profil Desa Kayuloe Barat, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan Odie, Wisjar Maulihadi Ahzan; Rengko, Sumarlin; Anshary N., Ibrah Rahmat; Hikmah, Nur; Asnidar, Asnidar; Pratiwi, Sri Hasma; Nurfanining, Nurfanining; Natasha, Zulaikah
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 3, NOMOR 1, APRIL 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/bambulaut.v3i1.43761

Abstract

Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan kewajiban bagi seluruh sivitas akademika, termasuk mahasiswa, yang salah satu wujudnya adalah pengabdian kepada masyarakat. Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi instrumen utama dalam realisasi program pengabdian tersebut. Kegiatan KKN gelombang 113 ini dilaksanakan di Desa Kayuloe Barat dalam kurun waktu dua bulan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program meliputi observasi langsung untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan desa. Hasil identifikasi tersebut menjadi dasar bagi perancangan program kerja utama, yaitu pengadaan website profil desa. Pengembangan website ini merupakan solusi nyata untuk menjawab kebutuhan informasi desa. Website desa diharapkan dapat berfungsi sebagai pusat informasi yang mudah diakses oleh masyarakat luas.
Pelatihan Pembuatan Yoghurt diperkaya Spirulina dan Karaginan untuk Mendukung Pengembangan Ekonomi Biru di Kabupaten Malang Tarman, Kustiariyah; Setyaningsih, Iriani; Santoso, Joko; Adrianto, Luky; Suseno, Sugeng Heri; Isnaini, Cahyuning; Adelia, Shelika; Santosa, Zacky A; Hardiningtyas, Safrina D
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 3, NOMOR 1, APRIL 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/bambulaut.v3i1.46431

Abstract

Ganggang laut makro atau rumput laut merupakan salah satu komoditas perikanan utama Indonesia. Rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii sebagai penghasil karaginan telah dibudidayakan secara luas di perairan Indonesia. Mikroalga Spirulina yang dikenal sebagai superfood juga telah dibudidayakan secara massal. Namun demikian, penggunaan kedua bahan tersebut dalam produk yoghurt masih terbatas. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pelatihan diversifikasi yoghurt lokal di Kabupaten Malang melalui fortifikasi Spirulina dan karaginan. Kabupaten Malang merupakan penghasil susu sapi terbesar di Jawa Timur, namun pengembangan produk turunannya masih terbatas. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan teori dan praktik kepada 35 peserta yang berasal dari kelompok peternak sapi perah, penyuluh, guru SMK, dan staf Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kabupaten Malang. Evaluasi dilakukan dengan pretest dan posttest yang menunjukkan peningkatan skor pemahaman dari 96.47% menjadi 99.50%. Fortifikasi Spirulina dan karaginan dapat menambah nilai gizi, meningkatkan viskositas, dan memberikan keunggulan organoleptik pada produk yoghurt. Produk ini berpotensi mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta menjadi komoditas ekonomi desa yang berkelanjutan dalam kerangka ekonomi biru, sehingga perlu dilakukan tindak lanjut oleh pemerintah daerah setempat.  
Gerakan Literasi Digital untuk Anak Down Syndrome Marhamah, Marhamah; Harun Achmad, Muhammad; Horax, Sherly; Fajriani, Fajriani; Maddeppungeng, Martira; Ramadhany, Sri; Erika, Kadek Ayu; Mutmainnah, Nurul; Apriliani, Fitri; Radiyusman, Jumiati; Palinggi, Anastasia Melisa; Sukma, Normayanti; Furoida, Yusnida
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 3, NOMOR 1, APRIL 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/bambulaut.v3i1.47383

Abstract

Anak dengan Down Syndrome lebih rentan mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut seperti karies, gingivitis, maloklusi, dan keterlambatan erupsi gigi. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan motorik serta rendahnya pemahaman anak dan orang tua dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan gigi dan mulut pada anak Down Syndrome melalui media buku Augmented Reality (AR) 3D sebagai sarana edukasi interaktif dalam Gerakan Literasi Digital. Kegiatan dilaksanakan pada Juli - September 2025 di Rumah Singgah Komunitas Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (KOADS), Makassar. Tahapan kegiatan meliputi: (1) survei dengan melakukan pemeriksaan gigi dan mulut serta melakukan pre-test kuesioner; (2) pembuatan buku AR; (3) post-test kuesioner dalam rangka pengumpulan data dan dampak dari buku AR; dan (4) pendampingan interaktif oleh residen (PPDGS). Hasil pre-test menunjukkan rata-rata skor 7,6 dan meningkat menjadi 18,3 pada post-test. Anak menunjukkan antusiasme lebih tinggi dalam belajar, sementara orang tua merasa terbantu dalam mendampingi anak menyikat gigi. Pemeriksaan gigi juga menemukan kasus karies yang dapat ditindaklanjuti. Penggunaan buku AR 3D terbukti efektif meningkatkan pemahaman serta partisipasi anak dan orang tua.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Ujung Labuang untuk Ketahan Pangan Melalui Daur Ulang Botol Plastik Sebagai Media Tanam Sayur Reni, Reni Julianti Thamrin; Kurnia, Muhammad
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 3, NOMOR 1, APRIL 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/bambulaut.v3i1.47922

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam mengelola botol plastik bekas menjadi media tanam, serta (2) mendorong penerapan berkelanjutan praktik reuse yang terintegrasi dengan budidaya sayuran skala rumah tangga di Desa Ujung Labuang, Kabupaten Pinrang. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan edukatif-partisipatif dengan pendampingan intensif selama satu minggu, dirancang dalam tiga tahapan sistematis: pra-pelaksanaan (observasi lapangan dan koordinasi stakeholder), pelaksanaan inti (sosialisasi materi dan demonstrasi partisipatif pembuatan pot dari botol plastik bekas ukuran 1,5 liter), serta evaluasi (monitoring rumah peserta dan edukasi ulang teknis budidaya). Sebanyak 39 ibu rumah tangga dari tiga dusun berpartisipasi aktif (95%) dalam sesi demonstrasi dan berhasil membuat pot fungsional secara mandiri. Hasil monitoring terhadap lima peserta terpilih menunjukkan 60% berhasil menumbuhkan sayuran (sawi/pakcoy) hingga fase vegetatif dan 60% konsisten merawat tanaman harian, mengindikasikan terbentuknya integrasi awal antara pengelolaan sampah dan ketahanan pangan rumah tangga. Temuan kritis menunjukkan bahwa transformasi persepsi masyarakat dari memandang botol plastik sebagai limbah menjadi sumber daya bernilai nol merupakan fondasi keberhasilan program. Namun, keberlanjutan jangka panjang menghadapi tantangan berupa keterbatasan durasi pendampingan dan ketergantungan pada input eksternal untuk mengatasi karakteristik tanah berpasir wilayah pesisir. Program ini membuktikan bahwa integrasi prinsip reuse dengan optimalisasi pekarangan terbatas dapat menjadi solusi ganda bagi pengurangan sampah plastik dan penguatan ketahanan pangan di wilayah pesisir.
Sosialisasi Stunting dengan Tema Gizi Optimal, Tumbuh Maksimal di Desa Ujung Labuang Hidayah, Andi Nurul; Kurnia, Muhammad
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 3, NOMOR 1, APRIL 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/bambulaut.v3i1.48077

Abstract

Masalah stunting masih menjadi fokus utama pembangunan kesehatan di Indonesia karena berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Meskipun kebijakan nasional telah diarahkan untuk menurunkan angka stunting, beberapa wilayah seperti Desa Ujung Labuang, Kabupaten Pinrang, masih menghadapi tantangan dalam implementasi di lapangan. Berdasarkan data BKKBN (2025), tercatat 13 anak balita mengalami stunting di Desa Ujung Labuang. Kondisi tersebut mencerminkan masih perlunya upaya berkelanjutan dalam peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat terkait gizi anak. Sehubungan dengan hal tersebut, kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan sebagai upaya strategis untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan stunting. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi langsung melalui pemaparan materi dan diskusi interaktif dengan sasaran masyarakat yang memiliki anak balita, terutama yang terindikasi stunting. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui observasi keterlibatan peserta dan pengumpulan umpan balik pasca kegiatan. Hasil evaluasi terhadap 33 peserta sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting, secara umum terdapat peningkatan pengetahuan pada mayoritas peserta. Hasil akumulasi dari empat aspek penilaian menunjukkan bahwa sebanyak 27 peserta (81,8%) mengalami peningkatan pengetahuan, sedangkan 6 peserta (18,2%) memiliki pengetahuan yang relatif tetap. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam bertanya, berdiskusi, serta memberikan tanggapan positif terhadap materi yang disampaikan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat desa untuk berperan aktif dalam pencegahan stunting secara berkelanjutan.
Sosialisasi Pemahaman Tentang Kondisi Stok Ikan Kakap dan Kerapu di Desa Teluk Santong, Teluk Saleh Yuisniawaty, Aninditha; Buhari, Nurliah; Santika, Lora; Fahruddin, Muh.
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 3, NOMOR 1, APRIL 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/bambulaut.v3i1.48923

Abstract

Teluk Saleh memiliki potensi kakap–kerapu yang penting bagi masyarakat pesisir, namun peningkatan intensitas penangkapan memicu kekhawatiran terhadap keberlanjutan stok. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman nelayan Desa Teluk Santong mengenai kondisi stok kakap dan kerapu, risiko eksploitasi berlebih, serta pentingnya menerapkan ukuran minimum tangkap dan perlindungan musim pemijahan. Sosialisasi dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, serta pelatihan teknik pendataan hasil tangkap berbasis foto. Informasi yang disampaikan bersumber dari pemantauan pendaratan ikan oleh Forum Ilmiah Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan (FIP2B) Provinsi NTB setiap bulan dan program pendataan perikanan berbasis masyarakat yang menunjukkan kecenderungan penurunan ukuran tangkapan serta rendahnya nilai Spawning Potential Ratio (SPR) pada beberapa spesies kakap dan kerapu di Teluk Saleh. Materi utama mencakup kondisi stok kakap dan kerapu, aturan ukuran minimum tangkap, selektivitas alat tangkap, cara identifikasi ukuran ikan, serta pelatihan dokumentasi hasil tangkapan menggunakan foto standar. Kegiatan ini terlaksana dengan baik dan melibatkan 20 peserta yang terdiri dari nelayan, aparat desa, penyuluh, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, serta lembaga pendukung seperti FIP2B Provinsi NTB, WCS Indonesia Program, dan pelabuhan perikanan Teluk Santong.
Kolaborasi Satu Tema Beragam Aktivitas: Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Lembang Sikuku’, Toraja Utara Mandey, Fredryk; Lebang, Sheldy Arung; Yustika, Nadia; Markus, Mayline; Sisilia, Derlis; Sarungallo, Ata; Arafah, Ibnu; Bakka, Irianto Paliu L. D.; Pasomba, Riadi Ina; Junianti, Widya
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 3, NOMOR 1, APRIL 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/bambulaut.v3i1.49615

Abstract

Pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Toraja Utara, khususnya di Lembang Sikuku’, merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah yang menekankan keseimbangan antara pelestarian budaya, kelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Potensi wisata berupa panorama alam, hutan adat, serta kekayaan budaya lokal seperti rumah adat tongkonan dan ritual tradisional menjadi daya tarik utama yang perlu dikelola secara inklusif dan berkelanjutan. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Hasanuddin Gelombang-114 dilaksanakan dengan pendekatan Single Theme Multiple Activities (S-T-M-A), yaitu strategi pengabdian masyarakat yang mengintegrasikan berbagai program dalam satu tema besar “Pengembangan Desa Pariwisata Berkelanjutan.” Maksud kegiatan ini adalah mendukung pembangunan desa wisata berbasis kearifan lokal, sedangkan tujuan utamanya memperkuat kapasitas masyarakat dalam pengelolaan destinasi, promosi digital, konservasi lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi kreatif. Manfaat yang diharapkan adalah terciptanya model pengembangan pariwisata yang inklusif, ramah lingkungan, dan memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi: (1) tersusunnya Buku Profil dan Peta Digital Lembang Sikuku’ sebagai sarana dokumentasi dan promosi wisata; (2) terlaksananya sosialisasi keselamatan berkendara, edukasi pelestarian budaya, serta pemasangan reflektor jalan untuk mendukung aksesibilitas dan keamanan; (3) peningkatan kesehatan masyarakat melalui modul edukasi jajanan sehat, panduan pembuatan sabun ramah lingkungan, serta kegiatan kebersihan desa; dan (4) penerapan teknologi tepat guna berupa produk lilin aromaterapi dari minyak jelantah, biopestisida nabati, serta bio-briket dari limbah pertanian. Luaran tersebut menunjukkan ketercapaian nyata dalam mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kreatif lokal yang berorientasi pada keberlanjutan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8