cover
Contact Name
Muhammad Aldila Syariz
Contact Email
aldilasyariz@its.ac.id
Phone
+6282131726693
Journal Mail Official
aldilasyariz@its.ac.id
Editorial Address
Geomatics Engineering's Building, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Geoid - Journal of Geodesy and Geomatics
ISSN : 18582281     EISSN : 24423998     DOI : https://doi.org/10.12962/geoid.v20i1
General topics of interest include: - Geodesy and geomatics development theory - Geodesy and geomatics applications - Natural Disaster - Land and Ocean Development - Natural Resources - Environment - Science and technology in Mapping and Surveying - Earth Sciences A further issue related to geodesy and geomatics engineering such as: - Optical Remote Sensing and Radar Remote Sensing - Cadastre and 3D Modeling - Geodynamics theory and application - Geospatial - Land Surveying - Geomarine - Photogrammetry
Articles 504 Documents
RADAR INTERFEROMETRY APPLICATION FOR DIGITAL ELEVATION MODEL IN MOUNT BROMO, INDONESIA Hayati , Noorlaila; Kurniawan, Akbar; Taufik, Muhammad
GEOID Vol. 10 No. 2 (2015)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v10i2.1462

Abstract

This paper reviewed the result and processing of digital elevation model (DEM) using L-Band ALOS PALSAR data and two-pass radar interferometry method in Bromo Mountain region. Synthetic Aperture Radar is an advanced technology that has been used to monitor deformation, land cover change, image detection and especially topographic information such as DEM. We used two scenes of SAR imageries to generate DEM extraction which assumed there is no deformation effect between two acquisitions. We could derive topographic information using phase difference by combining two single looks complex (SLC) images called focusing process. The next steps were doing interferogram generation, phase unwrapping and geocoding. DEM-InSAR was compared to SRTM 90m that there were significant elevation differences between two DEMs such as smoothing surface and detail topographic. Particularly for hilly areas, DEM-InSAR showed better quality than SRTM 90 m where the elevation could have 25.94 m maximum gap. Although the processing involved adaptive filter to amplify the phase signal, we concluded that InSAR DEM result still had error noise because of signal wavelength, incidence angle, SAR image relationship, and only using ascending orbit direction.
ANALISIS PERSEBARAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT-8 DI ESTUARI PERANCAK BALI Kartikasari, Afrinda Dara; Sukojo, Bangun Muljo
GEOID Vol. 11 No. 1 (2015)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v11i1.1463

Abstract

Mangrove adalah tanaman pepohonan atau komunitas tanaman yang hidup di antara laut dan daratan yang dipengaruhi oleh pasang surut. Ekosistem mangrove banyak ditemukan di pantai-pantai teluk yang dangkal, estuaria, delta dan daerah pantai yang terlindung (Bengen, 2001). Kawasan Estuari Perancak memiliki luasan cukup besar dengan penggunaan lahan berupa tambak dan hutan mangrove. Wilayah perancak memiliki karakteristik yang khas. Sebagai sebuah estuari yang kondisi badan airnya dipengaruhi oleh asupan air asin dari Selat Bali dan air tawar dari sungai yang bermuara didalamnya. Dengan mengintegrasikan teknologi penginderaan jauh menggunakan citra satelit Landsat-8 diharapkan mampu mempermudah dalam mengkaji pemetaan mangrove. Algoritma yang digunakan adalah NDVI digunakan untuk menggambarkan tingkat kehijauan suatu jenis mangrove. Penentuan jenis mangrove dilakukan menggunakan metode transek 10x10m dengan kegiatan menghitung jenis mangrove, mengukur diameter dan tinggi pohon dan mengambil gambar kanopi pohon mangrove. Untuk pengambilan sampel air dilakukan di 13 titik pada saat kondisi air laut pasang. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan luas hutan mangrove di Estuari perancak pada tahun 2015 sebesar 651200 m². Korelasi parameter fisik hidrologi (salinitas, TSS) dengan persebaran hutan mangrove berdasarkan nilai NDVI didapatkan nilai korelasi berturut-turut adalah 0.7658, dan 0.2902 yang artinya korelasi antara NDVI dengan salinitas kuat, korelasi antara NDVI dengan TSS sangat rendah. Sehingga jika nilai NDVI tinggi tidak pasti nilai TSS tinggi pula, hal ini dikarenakan letak penelitian yang dikelilingi oleh sungai dan jarak dari bibir pantai sepanjang 3133.45 m
EVALUASI USAHA KECIL DAN MENENGAH MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KOTA SURABAYA Dahlia, Nadya Rizky; Hariyanto, Teguh
GEOID Vol. 11 No. 1 (2015)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v11i1.1464

Abstract

Era globalisasi yang tanpa batas pada dasarnya semakin menjanjikan peluang besar terutama dalam bidang perkembangan ekonomi bagi Kota Surabaya. Banyak sektor dan faktor untuk mengembangkan pembangunan ekonomi Kota Surabaya, salah satunya adalah program dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Surabaya untuk memonitoring usaha kecil dan menengah. Oleh karena itu dibutuhkan solusi dan strategi untuk memonitoring data usaha kecil dan menengah yang sudah ada dengan dibangunnya suatu sistem informasi geografis. Selain membangun sistem informasi geografis, penelitian ini juga melakukan evaluasi usaha kecil dan menengah berdasarkan lokasi, persebaran, serta kesesuaiannya dengan UU RI No 20 Tahun 2008 dan PERDA Kota Surabaya No 1 Tahun 2010. Penelitian ini menggunakan data spasial berupa peta digital Kota Surabaya, data non spasial berupa data dan informasi pendukung usaha kecil dan menengah tahun 2014 dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Surabaya, serta koordinat hasil dari pencarian alamat atau lokasi usaha dari Google Maps. Kemudian data spasial diolah untuk penentuan sistem koordinat dengan menggunakan ArcGIS, sedangkan data non spasial diolah dengan menggunakan Microsoft Excel dan MySQL, lalu tahap akhir dilakukan penggabungan data spasial serta non spasial dengan membangun pemrograman aplikasi sistem informasi geografis dalam Microsoft Visual Basic. Dalam tahap akhir penelitian ini dihasilkan aplikasi sistem informasi geografis usaha kecil dan menengah dengan kemampuan fungsi search (query) dan fungsi update titik usaha, serta diperoleh informasi persebaran usaha dengan usaha kecil lebih dominan daripada usaha menengah, sedangkan wilayah persebaran usaha terpadat berada pada wilayah Surabaya Pusat
EVALUASI KETINGGIAN BANGUNAN DALAM RANGKA UPAYA MENJAGA ZONA KKOP BANDARA JUANDA (Studi Kasus : Masjid Ar-Ridlo Sedati Sidoarjo) Handayani, Hepi Hapsari; Rahmawan, Ridha
GEOID Vol. 11 No. 1 (2015)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v11i1.1465

Abstract

Seiring dengan perkembangan pertumbuhan pembangunan dari yang awalnya secara horizontal menuju ke pembangunan secara vertikal, mengakibatkan munculnya banyak gedung – gedung baru yang memiliki ketinggian yang beragam. Hal ini bisa menjadi masalah jika keberadaannya berada pada area sekitar Bandara. Karena gedung tersebut dapat menjadi halangan pesawat terbang dalam melakukan pendaratan maupun lepas landas.Oleh karena itu dibutuhkan batas-batas ketinggian yang diperbolehkan dalam melakukan pembangunan secara vertikal. Di Indonesia batas-batas tersebut dikenal dengan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) yang ada pada setiap bandara di indonesia Dalam penelitian ini Masjid Ar-Ridlo dijadikan sebagai studi kasus penelitian. Penelitian ini akan menghasilkan data ketinggian dari masjid tersebut dengan mempertimbangkan factor perbedaan permukaan tanah
PEMODELAN ALIRAN SEDIMEN DI KOLAM PELABUHAN (Studi Kasus : Kolam 1 Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta) Witantono, Adireta Dwi; Khomsin, Khomsin
GEOID Vol. 11 No. 1 (2015)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v11i1.1466

Abstract

Pelabuhan merupakan salah satu simpul dari mata rantai bagi kelancaran angkutan muatan laut dan darat. Pelabuhan harus aman dari badai, ombak, maupun arus. Sehingga kapal dapat berputar, melakukan bongkar muat, dan melakukan perpindahan penumpang dengan aman, khususnya di Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta. Jika sedimen di kolam Pelabuhan Tanjungpriok yang terbentuk sudah terlalu tinggi, hal ini dapat menyebabkan karamnya kapal. Untuk menghindari hal tersebut dibutuhkan pengerukan sampai dengan kedalaman tertentu sehingga kapal bisa berlabuh dengan aman. Berdasarkan pertimbangan keamanan dan pemberian pelayanan yang memadai bagi pengguna pelabuhan, faktor utama yang mempengaruhi terjadinya proses sedimentasi, adalah arus pasang surut. Oleh karena itu, diperlukan kajian dan analisis pola penyebaran transpor material sedimen di lokasi rencana pengerukan menggunakan simulasi model transpor material sedimen. Besar kecepatan arus pada kondisi saat pasang tertinggi yang terjadi di kolam Pelabuhan Tanjungpriok adalah sebesar 0,008-0,056 m/s. Dan pada kondisi surut terendah sebesar 0,004-0,052 m/s. Kecepatan arus paling kuat terletak dimulut kolam. Besar konsentrasi sedimen saat kondisi pasang tertinggi memiliki nilai maksimal sebesar 0,0325 g/m3 dan minimal sebesar 0,0025 g/m3. Sedangkan besar konsentrasi sedimen saat kondisi surut terendah memiliki nilai maksimal sebesar 0,104 g/m3 dan minimal sebesar 0,008 g/m3. Bed level change kolam pelabuhan tidak mengalami perubahan secara signifikan. Karena telah dilakukan pengerukan sebulan sebelum penelitian. Dan karena adanya beberapa parameter yang tidak digunakan. Sedimen paling banyak menumpuk berada di koordinat antara (708200;9325700) - (708400;9325900). Dengan perubahan dasar perairan / bed level change paling banyak sebesar 0,055 mm.
FOTO UDARA MENGGUNAKAN WAHANA UAV JENIS FIX WING Octori , Oghy; Cahyono , Agung Budi
GEOID Vol. 11 No. 1 (2015)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v11i1.1467

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin cepat dan kebutuhan masyarakat akan informasi spasial menjadi sebuah tantangan bagi para penyedia informasi spasial untuk mendapatkan informasi spasial secara cepat. Salah satu cara untuk mendapatkan informasi spasial adalah dengan foto udara dengan menggunakan pesawat tanpa awak atau UAV. Penelitian ini bertujuan untuk merakit sebuah wahana UAV dengan tipe fix wing dengan estimasi biaya yang murah dan memiliki kemampuan membuat peta foto udara. Peta foto udara yang di dapat dengan menggunakan wahana ini akan di proses dengan menggunakan metode fotogrametri. Dari hasil penilitian ini dihasilkan sebuah prototype UAV Fix Wing dengan total biaya perakitan sebesar Rp.12.850.000. UAV ini dapat melakukan foto udara sesuai dengan jalur terbang yang sudah di rencanakan dan menghasilkan sebuah peta foto. Hasil test terbang di daerah studi didapatkan Wahana yang dihasilkan yaitu Phantom FPV Flying Wing EPO yang didukung dengan Propeller 9x6 serta Turnigy 9 XR + Modul cukup stabil melakukan kegiatan pemotretan udara.
ANALISA NILAI KLOROFIL DENGAN MENGGUNAKAN DATA MODIS, VIIRS, DAN IN SITU (Studi Kasus: Selat Madura) Trijayanto, Dhanu Prihantoro; Sukojo , Bangun Muljo
GEOID Vol. 11 No. 1 (2015)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v11i1.1468

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara maritim dengan dua pertiga dari luas keselurahan negara Indonesia adalah laut. Maka dari itu diperlukan pemantauan dinamika untuk mengetahui proses lingkungan yang memengaruhi sumberdaya kelautan dan perikanan. Dalam tiga dekade terakhir telah dilakukan pengamatan kandungan klorofil-a dengan memanfaatkan sensor satelit penginderaan jauh yang mengamati warna laut (ocean color). Data yang digunakan untuk mendapatkan persebaran potensi ikan adalah data persebaran klorofil dari hasil pengolahan citra satelit Aqua MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer) dan SUOMI NPP VIIRS (Visible Infrared Imaging Radiometer Suite), serta data in-situ berupa sampel air laut yang diuji di laboratorium. Proses pengolahan citra menggunakan algoritma OC3. Hasil dari penelitian ini adalah peta persebaran klorofil-a, peta persebaran potensi ikan di perairan Selat Madura dan analisa beberapa data diantaranya data citra terhadap ground truth, analisa spasial antar citra, dan analisa konsentrasi klorofil-a lapangan dengan parameter lain. Berdasarkan pada proses analisa dapat disimpulkan bahwa Aqua MODIS dan Suomi NPP VIIRS memiliki korelasi yang cukup kuat terhadap data ground truth dengan nilai koefisien korelasi sebesar 54% untuk Data MODIS, dan 59% untuk data VIIRS. Nilai konsentrasi klorofil-a pada citra MODIS dapat mencapai rentang konsentrasi tinggi 2,001 – 3 mg/m3, sedangkan VIIRS hanya mencapai rentang konsetrasi sedang 1,001 – 2 mg/m3. Hal ini disebabkan karena perbedaan resolusi spektral antara dua sensor satelit tersebut.
ANALISIS INDEKS VEGETASI MANGROVE MENGGUNAKAN CITRA SATELIT ALOS AVNIR-2 (Studi Kasus: Estuari Perancak, Bali) Prameswari , Anak Agung Sagung Ratih; Hariyanto, Teguh; Sidik, Frida
GEOID Vol. 11 No. 1 (2015)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v11i1.1469

Abstract

Hutan mangrove di kawasan Estuari Perancak, Jembrana awalnya memiliki area yang sangat luas. Namun seiring dengan perkembangan penduduk, dan peningkatan kebutuhan masyarakat, mulailah pengubahan lahan hutan mangrove menjadi tambak yang mengambil hampir lebih dari 50% lahan asli mangrove. Dengan perkembangan zaman, terdapat teknologi penginderaan jauh yang dapat mengawasi persebaran mangrove alami dan yang ditanami menggunakan indeks vegetasi. Indeks vegetasi yang dapat digunakan antara lain NDVI, EVI2, dan SAVI. Dalam penelitian ini, indeks vegetasi tersebut dimasukkan dalam citra satelit ALOS AVNIR-2 untuk mengetahui rentan nilai indeks vegetasi mangrove alami dan yang ditanami di Estuari Perancak, Jembrana-Bali. Lokasi penelitian penelitian ini berada di Estuari Perancak, Jembrana, tepatnya di desa Budeng dan desa Perancak. Estuari Perancak secara geografis terletak antara 8o 22’ 30” LS sampai 8o 24’ 18” LS dan 114o 36’ 18” BT sampai 114o 38’ 31,2” BT. Metode analisa indeks vegetasi yang digunakan pada penelitian ini adalah NDVI (Normalized Difference Vegetation Index), EVI2 (Enhanced Vegetation Index-2), dan SAVI (Soil Adjusted Vegetation Index). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa citra ALOS AVNIR-2 mampu digunakan dalam menghasilkan data indeks vegetasi dengan algoritma NDVI, EVI2, dan SAVI. Indeks Vegetasi EVI2 menghasilkan keakurasian hubungan yang lebih baik dibandingkan metode NDVI dan SAVI dimana koefisien determinasinya adalah 0,001. Sedangkan yang memiliki keakurasian hubungan yang lebih baik terhadap EVI2 adalah SAVI, dimana koefisien determinannya sebesar 0,987. Total luas area mangrove di Estuari Perancak adalah 114,19 Ha, dengan pembagian mangrove alami seluas 69,04 Ha dan mangrove ditanami seluas 45,15 Ha.
VALIDASI ALGORITMA ESTIMASI TOTAL SUSPENDED SOLID DAN CHL-A PADA CITRA SATELIT AQUA MODIS DAN TERRA MODIS DENGAN DATA IN SITU (Studi Kasus : Laut Utara Pulau Jawa) Karondia, Loryena Ayu; Jaelani, Lalu Muhamad
GEOID Vol. 11 No. 1 (2015)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v11i1.1470

Abstract

Total Suspended Solid (TSS) dan Chl-a merupakan beberapa parameter penentu kualitas air. Konsentrasi Total Suspended Solid yang tinggi dan konsentrasi Chl-a yang sedikit mengganggu proses fotosintesis perairan, kehidupan biota laut, dan pada pertumbuhan populasi fitoplankton yang membentuk dasar dari rantai makanan laut dan merupakan sumber utama oksigen atmosfer. Beberapa metode dapat digunakan untuk memantau perubahan persebaran TSS dan Chl-a yang terjadi di wilayah tersebut, salah satunya menggunakan teknologi penginderaan jauh. Metode penginderaan jauh merupakan metode akuisisi data menggunakan satelit.Didalam metode penginderaan jauh tersebut, dibutuhkan algoritma-algoritma estimasi TSS dan Chl-a yang akurat dalam mengestimasi nilai TSS dan Chl-a. Satelit penginderaan jauh yang digunakan adalah Satelit Aqua Modis dan Sateit Terra Modis. Penelitian ini dilakukan untuk validasi beberapa algoritma yang telah ada dengan data in situ. Algoritma yang divalidasi dalam penelitian ini adalah agoritma yang telah tersedia di dalam perangkat lunak Seadas. Dari hasil penelitian ini, didapat bahwa algoritma yang tersedia di dalam perangkat lunak Seadas belum akurat untuk melakukan perhitungan estimasi TSS dan Chl-a.
KALIBRASI KAMERA NON METRIK DIGITAL PADA KEGIATAN FOTOGRAMETRI BAWAH AIR Anshari, Muhammad Fikri; Cahyono, Agung Budi
GEOID Vol. 11 No. 1 (2015)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v11i1.1471

Abstract

Kalibrasi kamera pada kegiatan fotogrametri bawah air memerlukan perlakuan khusus pada proses kalibrasi kameranya dikarenakan adanya efek pembiasan cahaya antara dua medium yang berbeda. Dari hasil pengambilan data di air dapat dilihat foto mengalami pergeseran ke luar sehingga pendekatan nilai koefisien distorsi radial haruslah dilakukan perhitungan. Proses kalibrasi kamera di udara menghasilkan nilai parameter orientasi dalam (K1, K2, K3, P1, P2, x0, y0, f) berturut-turut sebesar 0,065;-0,073; 0,009; 0,004; 0; 0 mm; 0 mm; dan 5,778 mm dengan kesalahan piksel x dan y sebesar 0,002 mm dan 0,003 mm serta nilai parameter orientasi dalam di air sebesar 0,342;0,312; 0,017; 0,002; 0; 0,039 mm; -0,084 mm; dan 5,759 mm dengan kesalahan piksel x dan y sebesar 0,008 mm dan 0,006 mm. Kesalahan piksel di bawah air bernilai lebih besar dibandingkan nilai kesalahan piksel di udara dikarenakan pengaruh distorsi radial yang cukup besar sebagai akibat dari pembiasan cahaya di medium air. Oleh karena itu, kalibrasi kamera pada kegiatan fotogrametri bawah air harus dilakukan di bawah air dengan nilai pendekatan koefisien distorsi radial menggunakan perhitungan.