Jurnal Teras Pengabdian Masyarakat
Fokus dan Scope Jurnal Teras Pengabdian Masyarakat : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA): Ilmu pengetahuan alam, matematika, kebumian, dan angkasa. Ilmu Tanaman: Ilmu pertanian dan perkebunan, teknologi pertanian, sosiologi pertanian, serta ilmu kehutanan. Ilmu Hewani: Ilmu peternakan, perikanan, dan kedokteran hewan. Ilmu Kedokteran: Kedokteran spesialis dan akademik, kedokteran gigi dan mulut, serta kedokteran gigi akademik. Ilmu Kesehatan: Kesehatan umum, keperawatan, kebidanan, farmasi, dan psikologi. Ilmu Teknik: Teknik sipil, perencanaan tata ruang, teknik industri, elektro dan informatika, teknologi kebumian, serta ilmu perkapalan. Ilmu Bahasa: Sastra dan bahasa Indonesia dan daerah, ilmu bahasa, serta bahasa asing. Ilmu Ekonomi: Ekonomi, manajemen, dan akuntansi. Ilmu Sosial Humaniora: Ilmu politik, sosiologi, antropologi, dan studi sosial lainnya. Agama dan Filsafat: Studi agama-agama, filsafat, dan etika. Ilmu Seni, Desain, dan Media: Seni pertunjukan, seni rupa, kriya, media, dan desain. Ilmu Pendidikan: Pendidikan sosial, bahasa dan sastra, olahraga dan kesehatan, matematika dan IPA, teknologi dan keguruan, serta pendidikan kesenian. Bidang Ilmu Lainnya: Bidang keilmuan relevan lainnya yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan.
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 2 No. 1: Januari (2026)"
:
9 Documents
clear
Edukasi Pemberian Makanan Pada Bayi Dan Anak (PMBA) Berbahan Dasar Pangan Lokal Labu Kuning
Zuarda Jumainap Rumjani;
Nurlaili;
Juraidin
Jurnal Teras Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1: Januari (2026)
Publisher : PT. Teras Digital Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.64479/jtpm.v2i1.25
Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang masih banyak ditemukan di Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Rasanae Timur. Salah satu faktor penyebabnya adalah pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tidak adekuat baik dari segi jumlah, frekuensi, maupun kualitas zat gizi. Pemanfaatan pangan lokal seperti labu kuning (Cucurbita moschata) dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas MP-ASI karena labu kuning mengandung karbohidrat, serat, vitamin A, serta mineral penting untuk pertumbuhan anak. Namun, pengetahuan ibu balita mengenai pengolahan dan manfaat labu kuning masih rendah, sehingga diperlukan kegiatan edukasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang bergizi dan terjangkau dengan memanfaatkan pangan lokal, khususnya labu kuning. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, diharapkan ibu-ibu dapat memahami pentingnya pemberian makanan yang sesuai dengan kebutuhan gizi anak. Kegiatan edukasi dilakukan di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Rasanae Timur selama 1 hari, yaitu di posyandu telaga hijau Kel.Dodu. Pemaparan materi tentang gizi bayi dan anak serta manfaat labu kuning. Kesimpulan dari kegiatan Edukasi PMBA dalam Pemberian Makanan Tambahan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Ibu tentang PMBA terkhusus PMT melalui praktik pembuatan MPASI berbahan Dasar Lokal Labu Kuning.
Pendekatan Komunikasi Kesehatan Terintegrasi pada Manajemen Dietetik Pasien Penyakit Hati di Puskesmas Jatibaru
Nur Husnul Khatimah;
Irma Zuraini;
Alkhair;
Dea Zara Avila;
M. Noris
Jurnal Teras Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1: Januari (2026)
Publisher : PT. Teras Digital Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.64479/jtpm.v2i1.27
Penyakit hati merupakan masalah kesehatan yang signifikan dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia. Manajemen diet merupakan komponen krusial dalam penatalaksanaan penyakit hati. Namun, pelaksanaan edukasi dietetik yang komprehensif di fasilitas kesehatan primer sering terkendala oleh keterbatasan waktu konsultasi dan sumber daya tenaga kesehatan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan pendekatan komunikasi kesehatan terintegrasi dalam penyebarluasan informasi manajemen dietetik penyakit hati di Puskesmas Jatibaru melalui kombinasi media leaflet dan edukasi singkat. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Jatibaru selama satu minggu pada bulan Maret 2025 dengan sasaran pasien dewasa (≥20 tahun). Intervensi meliputi distribusi leaflet “Liver Diets” yang berisi prinsip diet hepatoprotektif serta pelaksanaan edukasi singkat selama 3–5 menit. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara informal, observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi kegiatan. Program berhasil mendistribusikan sebanyak 30 leaflet dan memberikan edukasi singkat kepada 25 pasien. Sebanyak 30% leaflet diberikan kepada pasien dengan faktor risiko penyakit hati, sedangkan 70% didistribusikan kepada pasien secara acak. Hasil wawancara informal menunjukkan bahwa 83% pasien menyatakan ketertarikan terhadap informasi yang diberikan. Selain itu, ditemukan beberapa miskonsepsi umum terkait hubungan pola makan dengan kesehatan hati yang berhasil diklarifikasi melalui kegiatan edukasi. Pendekatan komunikasi kesehatan terintegrasi efektif meningkatkan akses dan pemahaman informasi dietetik penyakit hati di fasilitas kesehatan primer meskipun dengan keterbatasan waktu konsultasi.
Digitalpreneurship: Peluang dan Tantangan Di Era Ekonomi Digital
Mu’minah;
Nurfah Nafisah;
Amir Fansyuri;
Rismawati;
Muhammad Akbar;
Abdul Haris
Jurnal Teras Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1: Januari (2026)
Publisher : PT. Teras Digital Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.64479/jtpm.v2i1.30
Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, semakin banyak anak muda yang mulai merintis usaha di berbagai bidang, seperti industri fashion, perlengkapan rumah tangga, hingga sektor kuliner. Generasi milenial dikenal sangat akrab dengan teknologi digital, sehingga mereka memiliki kemudahan dalam memulai dan mengelola bisnis. Namun, tidak sedikit dari mereka yang menghadapi kegagalan atau kesulitan dalam menjalankan usahanya, yang umumnya disebabkan oleh kurangnya pemahaman terkait strategi penjualan yang efektif. Peran generasi muda dalam pembangunan bangsa saat ini sangatlah penting. Pola pikir mereka yang inovatif mampu membawa perubahan positif dan menjadikan mereka sebagai pionir, bukan hanya sekadar mengikuti arus tren yang ada. Mereka memiliki potensi besar untuk menciptakan sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada generasi muda, khususnya siswa di SMAN 3 Kota Bima, mengenai bagaimana cara mengenali dan memanfaatkan peluang usaha. Secara keseluruhan, tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mendukung visi Indonesia Emas melalui penguatan pilar pertama, serta mendorong peningkatan jumlah wirausahawan guna menunjang pertumbuhan ekonomi nasional. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah melalui penyelenggaraan seminar.
Gerakan Siswa Mandiri: Edukasi Kewirausahaan untuk Pengembangan Potensi dan Kreativitas Di SMKN 3 Kota Bima
Nur Hasnah;
St.Aisyah;
Syahrul;
Muhammad Akbar
Jurnal Teras Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1: Januari (2026)
Publisher : PT. Teras Digital Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.64479/jtpm.v2i1.31
Kegiatan seminar bertema “Gerakan Siswa Mandiri: Edukasi Kewirausahaan untuk Pengembangan Potensi dan Kreativitas di SMKN 3 Kota Bima” dilaksanakan sebagai respons terhadap rendahnya tingkat kewirausahaan di kalangan pelajar Indonesia, khususnya di wilayah Bima. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membekali siswa dengan pengetahuan dasar tentang kewirausahaan, mendorong kreativitas, serta meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam merancang dan mengembangkan ide bisnis. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap, yaitu persiapan (koordinasi dan identifikasi kebutuhan siswa), pelaksanaan (seminar interaktif dengan metode ceramah dan diskusi), serta evaluasi (pengukuran dampak terhadap motivasi dan pemahaman peserta). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memiliki minat tinggi terhadap dunia usaha, namun masih menghadapi tantangan berupa rendahnya rasa percaya diri. Dengan adanya seminar ini, diharapkan siswa lebih termotivasi untuk menjadi individu yang mandiri, kreatif, dan berani mengambil inisiatif dalam menciptakan peluang usaha sejak usia dini.
Pelatihan Desain Grafis Menggunakan CorelDRAW Untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa SMK 1 Ibrahimy
Mashuri, Ahmad;
Danil Bahroni;
Zaehol Fatah
Jurnal Teras Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1: Januari (2026)
Publisher : PT. Teras Digital Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.64479/jtpm.v2i1.45
Tujuan pelatihan desain grafis menggunakan CorelDraw di SMK 1 Ibrahimy memiliki tujuan untuk meningkatkan kreativitas dan pemahaman siswa tentang desain grafis. Pelatihan ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dengan melibatkan 30 siswa kelas X DKV. Metode pelatihan meliputi koordinasi dengan pihak sekolah, persiapan materi, penerapan teori CorelDraw dan penerapan teori. Topik yang dibahas antara lain penggunaan pick, shape, crop, power clip inside, dan text.hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kreativitas siswa yang signifikan, yang didukung oleh kemampuan siswa dalam mengominasikan elemen grafis secara efektif dalam poster promosi. Sekitar 86,6% siswa mampu menyelesaikan tugas praktik dengan baik, dan siswa memiliki keinginan kuat untuk mempelajari desain grafis yang lebih kompleks. Pelatihan ini juga meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam mempresentasikan hasil desain siswa di depan kelas. Temuan lain menunjukkan pelatihan berbasis praktik langsung dan bimbingan intensif efektif dalam menumbuhkan kreativitas, keterampilan teknis, serta soft skills siswa, seperti komunikasi visual dan public speaking. Namun, pelatihan juga menghadapi kendala teknis seperti keterbatasan software di beberapa komputer, yang diatasi dengan pendampingan dan instalasi aplikasi. Secara keseluruhan, pelatihan desain grafis berbasis praktik menggunakan CorelDRAW terbukti mampu meningkatkan kreativitas dan kesiapan siswa SMK 1 Ibrahimy dalam menghadapi tantangan dunia kerja di bidang industri kreatif.
Seminar Kewirausahaan Berbasis Keislaman Modern Pada Siswa-Siswi MAS Muallimin Cabang Makassar
Muh. Yusuf Bur;
Aswinda. H;
Alya Syalsabila;
Firdayanti;
Taufiq;
Muh. Shadiq Zidan;
Abdul Kamal;
Alfhyan;
Patta Nur Yuyung;
Imam Dzakwan Satria S.
Jurnal Teras Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1: Januari (2026)
Publisher : PT. Teras Digital Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.64479/jtpm.v2i1.50
Seminar tentang kewirausahaan yang berlandaskan prinsip-prinsip Islam modern yang diadakan di MAS Mualimin Muhammadiyah Makassar memiliki tujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pembelajaran kewirausahaan yang menggabungkan nilai-nilai spiritual dan etika bisnis dalam Islam. Aktivitas ini melibatkan 24 peserta didik dan menggunakan metode yang bersifat edukatif serta partisipatif. Teknik yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi, dan evaluasi untuk memperdalam pemahaman peserta tentang kewirausahaan dari sudut pandang Islam. Hasil dari evaluasi menunjukkan bahwa 95,8% peserta memahami materi yang diajarkan, dengan 37,5% merasakan peningkatan yang signifikan. Seminar ini tidak hanya memberikan pengetahuan tentang usaha, tetapi juga membangun karakter dan integritas siswa sebagai calon wirausahawan yang menjunjung etika. Dengan begitu, kegiatan ini memberikan sumbangsih pada pertumbuhan ekonomi umat serta penciptaan generasi muda yang mandiri dan bermoral tinggi.
Peningkatan Kapasitas UMKM dan Kewirausahaan Melalui Inovasi Produk Lokal: Pelatihan Pembuatan Coklat Tempe dan Penguatan Koperasi di Desa Kalisumber
Zakki Alawi;
Sri Minarti
Jurnal Teras Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1: Januari (2026)
Publisher : PT. Teras Digital Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.64479/jtpm.v2i1.53
UMKM merupakan fondasi kuat perekonomian Indonesia, namun seringkali menghadapi tantangan dalam pengelolaan manajerial dan inovasi produk. Tempe, sebagai produk tradisional yang kaya protein, memiliki keterbatasan daya simpan dan olahan yang masih sering bersifat tradisional, sehingga kurang diminati di beberapa daerah. Untuk mengatasi tantangan ini dan meningkatkan daya saing, kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Kalisumber bertujuan meningkatkan kapasitas UMKM dan kewirausahaan melalui inovasi produk lokal, yaitu pelatihan pembuatan coklat tempe, serta penguatan kelembagaan Koperasi Merah Putih. Metode partisipatif diterapkan dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan, meliputi persiapan, sosialisasi, pelatihan praktis pembuatan dan pengemasan coklat tempe, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan ibu-ibu rumah tangga, dalam mengelola usaha berbasis potensi lokal. Sosialisasi koperasi berhasil meningkatkan pemahaman 30 pengurus dan anggota tentang manajemen profesional. Pelatihan juga sukses menciptakan produk coklat tempe yang unik dan berkualitas, membuka peluang pasar baru, dan meningkatkan pendapatan. Dengan demikian, program ini berkontribusi nyata terhadap peningkatan daya saing UMKM dan pengembangan ekonomi Desa Kalisumber berbasis inovasi produk.
Digitalisasi untuk Penguatan Tata Kelola Koperasi Desa Merah Putih
Pajri, Afril Efan;
Ita Aristia Sa’ida
Jurnal Teras Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1: Januari (2026)
Publisher : PT. Teras Digital Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.64479/jtpm.v2i1.54
Digital transformation in cooperatives has become an urgent necessity in the era of Industry 4.0 and Society 5.0. This study aims to develop and implement a web-based cooperative management system in Koperasi Desa Merah Putih to enhance efficiency, accuracy, transparency, and member participation. The research employed a research and development (R&D) method with a participatory approach, involving cooperative managers and members throughout the stages of needs analysis, system design, implementation, and evaluation. The results indicate that the digital system significantly improves administrative efficiency by more than 50%, reduces recording errors by over 70%, and provides real-time financial reports accessible to members. Furthermore, the system fosters digital literacy among cooperative managers and members, although several challenges remain, such as limited internet infrastructure, human resource readiness, and the need for continuous system maintenance. Practically, this study offers a ready-to-use digital cooperative system that can serve as a model for other rural cooperatives. Academically, it strengthens the literature on cooperative digitalization as a strategy to enhance governance, build member trust, and promote sustainable rural economic development.
Penguatan Kepengurusan Koperasi melalui Workshop Digitalisasi Pembukuan di Desa Turi, Bojonegoro
Dirgantoro, Guruh Putro;
Ramadhan, Nurman
Jurnal Teras Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1: Januari (2026)
Publisher : PT. Teras Digital Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.64479/jtpm.v2i1.55
Koperasi memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi desa, namun tata kelola keuangan koperasi masih menghadapi tantangan, terutama dalam pencatatan pembukuan yang masih manual. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Turi, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, melalui workshop penguatan sistem pembukuan dan digitalisasi berbasis Microsoft Excel. Kegiatan dilakukan dengan metode pelatihan interaktif dan pendampingan langsung, melibatkan pengurus inti koperasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai fungsi pembukuan, pencatatan arus kas, serta penggunaan template digital sederhana. Kendala utama berupa keterbatasan waktu dan perbedaan tingkat pemahaman teknis peserta, khususnya pada anggota yang berusia lanjut. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas koperasi, serta menjadi langkah awal menuju transformasi digital lembaga ekonomi desa.