Warta Penelitian Perhubungan
Warta Penelitian Perhubungan merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi Kontributor Warta Penelitian Perhubungan berasal dari kalangan Peneliti dan Akademisi di bidang transportasi. Warta Penelitian Perhubungan memuat hasil penelitian, ide, dan gagasan dengan cakupan nasional dan global dengan lingkup: Transportasi Antarmoda, Transportasi Jalan dan Perkeretaapian, Transportasi Laut, Sungai, Danau dan Penyeberangan, serta Transportasi Udara yang diterbitkan 2 (dua) kali dalam satu tahun pada bulan Juni dan Desember.
Articles
517 Documents
Pemodelan Pergerakan Penumpang di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok
Indriastiwi, Fitri;
Yuliani, Apri;
Pramita, Dienda R
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 6 (2015): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/warlit.v27i6.858
Kajian ini dimaksudkan untuk membuat pemodelan pergerakan penumpang dari masuk ke terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Priok menggunakan software Viswalk. Analisis kajian ini adalah pedestrian simulation menggunakan software viswalk. Dari hasil analisis untuk kondisi base model dibandingkan dengan kondisi skenario perbaikan yaitu mengoptimalkan jumlah pintu yang ada pada area keluar dariterminal penumpang menuju ke kapal serta menambah jumlah pintu masuk ke termial peumpang dengan konsekuensi menambah jumlah x-ray. Dengan menambah jumlah pintu maka kepadatan penumpang saat masuk terminal penumpang dan keluar terminal penumpang untuk menuju ke kapal menjadi lebih berkurang. Dari hasil simulasi didapatkan travel time rata-rata berkurang menjadi 255.92 detik dari sebelumnya 318 detik setelah dilakukan scenario perbaikan. Untuk density average yang tertinggi pada area measurement 3 yaitu area di tangga yaitu sebanyak 4.67 ped/m2 berkurang dari density average sebelumnya yaitu 6.92 ped/m2 namun masih berada pada LOS F dengan hampir semua orang di dalam antrian berdiri dengan kontak fisik langsung dengan orang lain; kepadatan sangat tidak nyaman, tidak ada gerakan yang mungkin dalam antrian, potensi untuk mendorong dan panik ada. density average pada area measurement 4 yaitu area ketika akan naik tangga, memiliki density average sebesar 1.44 ped/m2 berkurang dari sebelumnya 1.76 ped/m2 dan memiliki LOS E yang berarti Berdiri dengan kontak fisik dengan orang lain tidak dapat dihindari; sirkulasi dalam antrian tidak mungkin; mengantri di kepadatan ini hanya dapat dipertahankan untuk waktu yang singkat tanpa ketidaknyamanan serius. Area measurement 1 yaitu area sebelum pintu masuk terminal penumpang memiliki density average sebesar 0.67 ped/ m2 berkurang dari density average sebelumnya adalah 0.78 ped/m2 memiliki LOS C pada area tersebut berdiri dan sirkulasi terbatas melalui daerah antrian mengganggu orang lain; kepadatan berada dalamkisaran kenyamanan pribadi. Sedangkan Area measurement 2 dan 5 memiliki density average adalah 0.2 ped/m2, berkurang dari density average adalah 0.03 ped/m2 dan 0.04 ped/m2 dengan LOS A dengan kondisi berdiri dan sirkulasi bebas melalui daerah antrian tanpa mengganggu orang lain dalam antrian.Kata kunci: pemodelan, pergerakan penumpang, pedestrian simulation.
Analisis “Car-Free Days” Berdasarkan Persepsi Pengunjung Dalam Konteks Perubahan Perilaku Penggunaan Kendaraan Pribadi Studi Kasus :Car-Free Days Jalan Ir. H. Juanda (Dago)
Saputra, Isro
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 6 (2015): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/warlit.v27i6.859
Car-Free Days menjadi konsep yang sangat popular di banyak kota-kota besar didunia, konsep ini sangat diminati karena tidak menggunakan cara paksaan dalam membiasakan masyarakat untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi. Car-Free Days di Kota Bandung yang sangat popular dimasyarakatadalah Car-Free Days Jl Ir H Juanda (Dago), Car-Free Days ini selalu dipadati pengunjung untuk sekedar menikmati suasana pagi tanpa kendaraan. Dalam berjalannya Car-Free Days Dago terdapat permasalahan yang bertolak belakang dengan tujuannya yaitu banyaknya jumlah pengunjung Car-Free Days ternyata tidak sedikit yang masih menggunakan kendaraan pribadi (motor dan mobil), sehingga Car-Free Days Dago menarik dan membangkitkan lalu lintas kendaraan yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Car-Free Days dalam merubah perilaku penggunaan kendaraan pribadi yang berdasarkan pada penilaian pengunjung, adapun beberapa variabel yang digunakan yaitu karakteristik perjalanan pengunjung, pengetahuan/persepsi terhadap Car Free Days, dan penilaian terhadap kemampuan Car-Free Days untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Studi ini menggunakan metoda deskriptif kuantitatif, selanjutnya menggunakan pendekatan deskriptif dalam menganalisis hasildari proses tabulasi silang (Crosstab) dan Uji Chi Square. Hasil analisis menujukkan bahwa sebagian besar pengunjung menilai Car-Free Days belum secara baik merubah perilaku masyarakat dalam menggunakan kendaraan pribadi, faktor-faktor yang mempengaruhi penilaian pengunjung hanya persepsi terhadap dampak positif Car-Free Days, teridentifikasinya bahwa sebagian besar pengunjung masihmenggunakan kendaraan pribadi dalam mengunjungi Car-Free Days, dan mayoritas masyarakat sudah mengetahui tujuan dari Car-Free Days dalam merubah perilaku penggunaan kendaraan pribadi tetapi faktanya masih banyak masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi. Kata kunci :Car-Free Days, kendaraan pribadi, perilaku
Strategi Peningkatan Pelayanan Pelabuhan Dalam Mendukung Sistem Logistik Nasional
Marpaung, Edward
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 1 (2014): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/warlit.v26i1.860
Pelabuhan merupakan salah satu simpul transportasi dalam sistem logistik yang memiliki peranan strategis. Namun, kondisi pelabuhan di Indonesia saat ini masih jauh dari yang diharapkan, sehingga menyebabkan pelayanan pelabuhan belum memberikan dukungan yang optimal dalam menunjang Sistem Logistik Nasional. Hal ini, disebabkan oleh terbatasnya prasarana pelabuhan, rendahnya kualitas kinerja operasional pelabuhan, kurangnya keterpaduan penyelenggaraan transportasi antarmoda dan belum optimalnya kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan pelayanan pelabuhan guna mendukung Sistem Logistik Nasional. Dengan pendekatan analisis data yang dilakukan secara komprehensif integral melalui pisau analisa, dapat ditemukenali beberapa upaya untuk mengatasi permasalah diatas, yakni; pembangunan pelabuhan baru dan modern termasuk pelabuhan hub internasional di Kuala Tanjung dan Bitung, serta menetapkan dokumen Tataran Tranportasi Wilayah (Pemerintahan Daerah Provinsi) dan Tataran Tranportasi Lokal (Pemerintahan Daerah Kabupaten / Kota) menjadi satu kesatuan dengan dokumen Sistem Transportasi Nasional untuk semua Pemerintahan Daerah Provinsi dan Kabupaten / Kota, sehingga pembangunan transportasi laut dapat dilakukan secara terpadu, baik inter maupun antar moda transportasi lainnya. Kata kunci: peningkatan pelayanan pelabuhan, logistik, Pelabuhan Kuala Tanjung
Persepsi Penumpang Terhadap Pelayanan Angkutan Terintegrasi Busway (Aptb) (Studi Kasus: Rute Rawamangun-Bogor)
Fitriani, Evy
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 1 (2014): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/warlit.v26i1.861
Penolakan salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) yang menganggap kehadiran APTB akan mengancam kelangsungan angkot dan persepsi masyarakat khususnya warga kota Bogor terhadap keberadaan APTB sebagai salah satu alternatif transportasi dengan memperhatikan faktor-faktor kenyamanan, keamanan dan keselamatan tetapi tanpa mengesampingkan nasib para operator angkot melatar belakangi disusunnya kajian ini. Tujuan kajian adalah menemukenali factor-faktor yang mempengaruhi dan juga memahami penilaian penumpang terhadap pelayanan APTB sehingga dapat dirumuskan langkah-langkah terhadap perbaikan dan peningkatan mutu pelayanannya. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan analisis faktor di dapatkan 10 faktor utama yang harus dijadikan prioritas bagi pengembangan pelayanan APTB ke depan. Kata kunci : penumpang, pelayanan, APTB
Kajian Rute Potensial Bus Trans Sarbagita Yang Akan Melayani Bandara Ngurah Rai Denpasar
Zulfikri, Zulfikri
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 1 (2014): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/warlit.v26i1.862
Bali merupakan salah satu tempat pariwisata di Indonesia yang paling diminati baik oleh wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan operasional Bandara Ngurah Rai, Pemerintah Provinsi Bali akan melakukan kerjasama dengan PT. Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai untuk menyediakan bus bandara. Pelayanan bus bandara yang akan digunakan adalah angkutan Bus Trans Sarbagita yang saat ini sudah beroperasi. Dari hasil analisis sebanyak 65,68% responden pulang atau pergi ke bandara melalui rute By Pass Ngurai Rai baik untuk tujuan Ubud – Gianyar, Nusa Dua, Jimbaran, Sanur, maupun ke daerah Pemogan. Sedangkan untuk rute – rute potensial lain seperti jalur By. Pass Ngurah Rai – Sunset Road – Jalan Imam Bonjol, Jalan Raya Tuban – Jalan Raya Kuta – Jalan Imam Bonjol, Jalan Raya Tuban – Jalan Raya Kuta, Jalan Dewi Sartika – Jalan Raya Kediri – Jalan Raya Kuta. Kata kunci: trans sarbagita, bus bandara, rute potensial
Kajian Peningkatan Pelayanan Angkutan Lanjutan Damri Di Bandara Sam Ratulangi - Manado
Akustia, Win
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 1 (2014): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/warlit.v26i1.863
Kelancaran transportasi di suatu kota antara lain ditandai dengan orang dapat beralih moda dengan relatif mudah. Dalam rangka kelancaran alih moda penumpang dari pesawat ke bus Damri dan sebaliknya, serta peningkatan pelayanan angkutan Damri di Bandara Sam Ratulangi, maka perlu diketahui kondisi alih moda disini. Untuk itu perlu dilakukan penelitian tentang peningkatan pelayanan angkutan lanjutan Damri di Bandara Sam Ratulangi – Manado, dengan tujuan untuk mengetahui pelayanan angkutan lanjutan Damri di Bandara Sam Ratulangi – Manado. Hasil penelitian adalah : Pelayanan yang perlu terus dipertahankan adalah , trolly tersedia dalam jumlah yang cukup, tempat duduk di dalam halte tersedia cukup, tarif bus Damri terjangkau (tidak mahal). Rencana PT. Damri untuk mengoperasikan bus baru dan beberapa rute baru serta mengaktifkan kembali halte yang ada di dalam bandara, diharapkan dapat meningkatkan pelayanan angkutan lanjutan Damri di Bandara Sam Ratulangi – Manado. Untuk itu perlu penambahan prasarana pendukung antara lain pembuatan atap dari halte menuju gedung terminal (sekitar 50 meter saat ini tidak terlindungi atap). Disarankan agar kondisi AC bus harus terus terjaga. Kata kunci : alih moda, angkutan Damri, kelancaran.
Rancangan Konseptual Ganda Kapal Markas Untuk Dukungan Pengamanan Pulau-Pulau Terluar - Perairan Perbatasan Nkri (Tinjauan Untuk Wilayah Perairan Pulau Marore Dan Miangas)
Samudro, Samudro;
Kadir, Abdul
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 1 (2014): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/warlit.v26i1.864
Pulau-pulau terluar pada perairan perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memiliki nilai strategis ditinjau dari segi pertahanan dan keamanan (Hankam). Dari 92 pulau yang berbatasan dengan 10 negara tetangga terdapat 12 pulau yang berpotensi menimbulkan konflik klaim dengan negara lain, termasuk pulau Marore dan Miangas di bagian utara laut Sulawesi. Kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat sulit berkembang, memerlukan dukungan logistik dan kesehatan. Upaya dukungan pengamanan pulaupulau terluar pada wilayah perairan ini terkendala utama pada penyediaan sarana transportasi laut pendukung yang mampu beroperasi pada kondisi cuaca ekstrim-gelombang tinggi. Pada kajian ini dirancang konsep pemanfaatan teknolgi rancang bangun kapal markas berkemampuan operasional untuk perairan yang sulit, berfungsi ganda sebagai sarana bantu operasional patroli militer perbatasan serta untuk dukungan logistik dan kesehatan masyarakat. Kata Kunci : pengamanan pulau terluar, perairan ekstrim, desain kapal markas
Simulasi Panjang Waktu Keterlambatan Penerbangan (Delay) Pada Bandar Udara Transit Sebagai Dampak Dari Keterlambatan Salah Satu Titik Penerbangan Awal
Purnama, M Herry
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 1 (2014): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/warlit.v26i1.865
Sistem Connecting flight akan semakin memperbesar terjadinya resiko delay pada bandar udara-bandar udara transit. Hal ini terjadi apabila salah satu rute penerbangan menuju bandar udara transit, maka pada rute berikutnya untuk pesawat udara yang menunggu penumpang transit berikutnya akan mengalami keterlambatan. Terkait dengan hal tersebut diatas, maka perlu dilakukan penghitungan simulasi panjang waktu keterlambatan penerbangan (delay) pada bandar udara transit sebagai dampak dari keterlambatan salah satu titik penerbangan awal. Dari hasil pengolahan data, diketahui bahwa apabila suatu pesawat udara harus menunggu kedatangan pesawat berikutnya yang mengalami keterlambatan selama 30 menit untuk berangkat karena membawa penumpang transit, maka pesawat tersebut harus mengalami delay selama 1 jam. Sementara itu, pada kondisi tersebut, sudah terdapat 2 pesawat yang juga menunggu untuk berangkat, dan mengalamidelay selama 30 menit. Kata kunci: penerbangan lanjutan, keterlambatan, laju kedatangan
Evaluasi Pelayanan Angkutan Danau Sentani
Mulyahadi, Mulyahadi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 1 (2014): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/warlit.v26i1.866
Danau Sentani adalah danau yang berada di Kabupaten Jayapura, yang memiliki luas sekitar 9.360 hektar dan terdapat 24 kampung tersebar dipesisir dan pulau-pulau kecil yang ada ditengah danau. Aktifitas masyarakat disekitar danau sehari-hari selalu tergantung kepada angkutan danau yang menghubungkan desa/kampung dengan desa/kampung lainnya, tetapi kurang ditunjang fasilitas palabuhan danau yang memadai. Untuk itu perlu adanya evaluasi sejauhmana kondisi pelayanan angkutan danau sentani dilihat dari jenis sarana dan tingkat kepuasan pelanggan. Hasil wawancara terhadap penumpang dan nakhoda kapal dengan mengggunakan metode analisis statistik danImportance-Performance, maka didapatkan proporsi penumpang 53% perempuan, 40% usia 21-30 thn, 91% frekwensi lebih dari 5 kali/minggu, 37% masyarakat dari Desa Yahim dengan tujuan Kp. Putrani (28%) dan dalam pelayanannya dari hasil opini penumpang perlu ditingkatkan adalah perbaikan fasilitas Pelabuhan Danau Yahim. Kata kunci: evaluasi, pelayanan, angkutan danau
Kajian Karakteristik Lalu-Lintas Di Jalan Tol Serta Korelasi Dengan Pola Kecelakaan
Ridha, Mujib;
Sumabrata, Jachrizal;
Siregar, Martha Leni
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 1 (2014): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/warlit.v26i1.867
Penelitian ini dilakukan dengan membagi rumusan masalah menjadi 2 bagian yaitu bagaimana karakteristik lalu lintas (arus, kecepatan, dan kepadatan) di jalan Tol Jagorawi arah Bogor dan bagaimana karakteristik lalu lintas di jalan Tol Jagorawi yang menuju Bogor serta korelasi dengan kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelesaikan rumusan masalah yang ditetapkan yaitu untuk menganalisis karakteristik lalu lintas (volume, kecepatan dan kepadatan) di jalan Tol Jagorawi arah Bogor dan mengkaji kecelakaan lalu-lintas di jalan Tol Jagorawi arah Bogor serta korelasi dengan karakteristik lalu-lintas. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian ialah dengan menggunakan metode regresi linear untuk menentukan hubungan antarvariabel lalu lintas melalui model Greenshields untuk pengolahan data primer dan metode tabulasi silang berdasarkan identifikasi kecelakaan untuk pengolahan data sekunder. Adapun untuk data primer didapatkan dengan melakukan perekaman data di area penelitian yang ditentukan dan data sekunder didapatkan dari data Laporan Kepolisian RI (KA Induk PJR Jagorawi). Setelah dilakukan pengolahan data maka didapatkan hasil yang menunjukkan bahwajumlah atau bobot kecelakaan terbesar berada di KM.6+400-KM.14+600 dengan kondisi jumlah arus kendaraan dan kecepatan tempuh yang tergolong rendah (berada kurang dari nilai median) sedangkan kepadatan yang tinggi (berada lebih dari nilai tengah) menghasilkan jumlah kecelakaan terbesar sehingga dapat disimpulkan bahwa pada segmen ini kecelakaan terbesar terdapat pada kondisi area penelitian yang cukup padat dengan jenis kecelakaan depan-belakang.Pada segmen/penggal jalan di lokasi KM.3+867-KM.4+700 memiliki jumlah dan bobot kecelakaan paling rendah bahwa jumlah arus dan kepadatan tidak mempengaruhi jumlah kecelakaan karena kecepatan maksimum mencapai 34 km/jam ditambah kepadatan paling tinggi di segmen ini menyebabkan pengemudi kehilangan konsentrasi tinggi dengan jenis kecelakaan depan-belakang dan tunggal yang mendominasi.Dari perhitungan uji korelasi didapatkan nilai korelasi (r11) dan nilai determinasi (KD) masing-masing variabel yaitu korelasi angka kecelakaan dan volume sebesar 0,94, angka kecelakaan dan kecepatan sebesar 0,93, angka kecelakaan dan kepadatan 0,93 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan linier diantara ketiga variabel tersebut. Kata Kunci : karakteristik lalu lintas, jumlah dan bobot kecelakaan, jenis kecelakaan, analisis regressi hubungan dengan modelgreenshield, korelasi kecelakaan dengan karakteristik lalu-lintas.