cover
Contact Name
Dewi Wachyuni
Contact Email
jurnalkemenhub@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkemenhub@gmail.com
Editorial Address
Jl. Medan Merdeka Tim. No.5 2, RT.2/RW.1
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Warta Penelitian Perhubungan
ISSN : 08521824     EISSN : 25801082     DOI : https://doi.org/10.25104/warlit.v35i2
Core Subject : Engineering,
Warta Penelitian Perhubungan merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi Kontributor Warta Penelitian Perhubungan berasal dari kalangan Peneliti dan Akademisi di bidang transportasi. Warta Penelitian Perhubungan memuat hasil penelitian, ide, dan gagasan dengan cakupan nasional dan global dengan lingkup: Transportasi Antarmoda, Transportasi Jalan dan Perkeretaapian, Transportasi Laut, Sungai, Danau dan Penyeberangan, serta Transportasi Udara yang diterbitkan 2 (dua) kali dalam satu tahun pada bulan Juni dan Desember.
Articles 517 Documents
Ekonomi Sirkular dalam Pengembangan Bisnis Penerbangan di Indonesia Sitompul, Muhammad Rafiqi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 1 (2023): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v35i1.2241

Abstract

Pembangunan ekonomi berkelanjutan merupakan salah satu pilar Visi Indonesia Emas Tahun 2045. Model ekonomi saat ini umumnya masih bersifat ekonomi linear, di mana pengelolaan limbah dan polusi bukan menjadi bagian dari proses ekonomi sehingga belum sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan. Tantangan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim serta pencapaian Net Zero Emission merupakan komitmen Indonesia terhadap masyarakat dan komunitas dunia. Diperlukan langkah konkrit untuk bertransisi dari model ekonomi linier ke ekonomi sirkular yang menempatkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dengan mengurangi konsumsi sumber daya yang terbatas, meminimalkan limbah, dan dampak negatif terhadap lingkungan. Kajian ini bertujuan untuk memahami konsep dan menemukan kerangka tindakan atau strategi implementasi ekonomi sirkular dalam menghadapi tantangan pemulihan dan pengembangan bisnis penerbangan. Metode yang digunakan dalam kajian ini yaitu deskriptif-kualitatif yang melibatkan pengumpulan data dan definisi tertulis dari berbagai sumber. Ekonomi sirkular adalah model ekonomi yang bersifat restoratif dan regeneratif yang dapat diaplikasikan pada semua bidang ekonomi/bisnis termasuk sektor transportasi untuk mendukung pemulihan ekonomi dan mitigasi perubahan iklim global yang berkelanjutan. Kerangka tindakan seperti 9R Framework dan ReSOLVE dapat digunakan untuk mengimplementasikan ekonomi sirkular. Ekonomi sirkular pada sektor bisnis penerbangan diterapkan pada aspek pelayanan angkutan udara, sarana pesawat udara, dan prasarana seperti bandara dsb. Implementasi ekonomi sirkular pada bisnis penerbangan Indonesia belum masif dilakukan sehingga memerlukan dorongan kebijakan dari pemerintah. Penerapan ekonomi sirkular pada bisnis penerbangan di Indonesia yang dapat diterapkan antara lain penggunaan bahan biodegradable, digitalisasi buku manual, daur ulang setiap jenis limbah di dalam kabin, pengembangan sistem pelacakan data konsumsi dari waktu ke waktu untuk memprediksi kebutuhan dan mengurangi pemborosan, pemilahan bahan yang dapat terurai secara hayati dan yang sulit terurai, serta menerapkan perilaku maju dan berkelanjutan untuk mengurangi limbah yang dihasilkan. Kolaborasi dan kerjasama internasional dalam penerapan dan pengembangan ekonomi sirkular dibutuhkan untuk penguasaan teknologi, dukungan keuangan, dan kebijakan terkait.
Pemilihan Pola Distribusi Pupuk Bersubsidi Pusri ke Gudang Lini III dengan ANP Dacholfany, Imanullah; Wijaya, Sony Hartono; Efendi, Darda
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 1 (2023): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v35i1.2266

Abstract

Selaku produsen pupuk urea bersubsidi, PT. Pupuk Sriwijaya Palembang menyalurkan pupuk Urea bersubsidi dari Pabrik yang ada di Kota Palembang ke salah satu wilayah pelayanannya yaitu Provinsi Lampung. Pola distribusi yang ada saat ini sangat dinamis dengan menerapkan 3 pola secara bersamaan yaitu pendistribusian pupuk dalam kantong dengan truk langsung, Port to Door Service (PTDS) dalam kantong (inbag) dan PTDS curah (to Inbag). Selain menentukan pola distribusi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, Adanya amanat Pemerintah atas kecukupan stok pupuk bersubsidi untuk petani serta audit terhadap kewajaran biaya distribusi yang dikeluarkan menjadi salah satu pertimbangan untuk mengetahui pola distribusi yang tepat untuk dijalankan. Untuk itu dilakukan pemilihan pola distribusi dengan menggunakan kriteria 5 tepat yaitu tepat kualitas, tepat kuantitas, tepat lokasi, tepat biaya dan tepat waktu beserta sub kritera yang ada didalamnya dengan alternatif yang terbentuk sebanyak 7 (tujuh) alternatif yaitu Trucking berupa pupuk dalam kantong (A), PTDS pupuk dalam kantong/Inbag (B), PTDS pupuk curah/to inbag (C), kombinasi A dan B, Kombinasi A dan C, Kombinasi B dan C dan terakhir kombinasi A, B dan C. Hasil analisis Analytic Network Process (ANP) dengan menggunakan aplikasi Super Decision 3.2.0 menunjukan bahwa pendistribusian pupuk dengan trucking terpilih sebagai prioritas pertama dengan nilai rata-rata sebesar 0,231. Hasil perhitungan tersebut disepakati oleh pakar yang berasal dari kelompok praktisi, akademisi dan regulator  dengan nilai Kendall’s coefficient (W) sebesar 0,32. Dengan demikian, Trucking dapat dipertimbangkan sebagai pola distribusi yang dapat menjawab kebutuhan PT. Pusri dalam mendistribusikan pupuk urea bersubsidi ke gudang lini III yang ada di Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung.
Strategi Pengembangan Terminal II Pelabuhan Peti Kemas New Makassar Menjadi Smart port Paotonan, Chairul; Azisah, Nur; Asdar, Muhammad
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 36 No. 1 (2024): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v36i1.2272

Abstract

Smart port merupakan inovasi layanan dan operasional pelabuhan dunia yang menitikberatkan pada penggunaan otomatisasi teknologi yang terintegrasi, pengurangan konsumsi energi fossil, kelestarian lingkungan dan peningkatan kontrol pengawasan keselamatan dan keamanan pelabuhan dalam rangka peningkatan efisiensi dan efektifitas layanan kepada pengguna jasa. Pelabuhan di Indonesia harus berkembang mengikuti perkembangan pelabuhan berkelas dunia. Kajian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan Terminal II Pelabuhan Peti Kemas New Makassar menjadi smart port di Indonesia. Metode yang digunakan adalah observasi langsung dan analisis data menggunakan matriks Strength, Opportunity, Aspiration, Result (SOAR) dalam rangka mengidentifikasi kondisi eksisting terminal peti kemas dan menentukan strategi pengembangan sesuai faktor internal dan eksternal. Matriks Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) digunakan untuk menentukan strategi prioritas. Berdasarkan matriks SOAR diketahui bahwa Terminal II Pelabuhan Peti Kemas New Makassar memiliki potensi yang kuat untuk dikembangkan menjadi smart port dan dari hasil QSPM diperoleh bahwa strategi prioritas dengan nilai tertinggi adalah strategi nomor 11 yaitu penyusunan implementasi kebijakan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pembangunan industri pelabuhan terintegrasi serta industri penyedia muatan pelabuhan.
Pengembangan Sistem Jaringan Transportasi Sebagai Solusi Permasalahan Transportasi Perkotaan (Studi Kasus: Sungai dan Kanal Kota Makassar) Aksa, S Kamran; Nursyam, Nursyam; Raga, Paulus; Pairunan, Teguh; Yahya, Ilham; Arief, Rimba
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 36 No. 1 (2024): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v36i1.2286

Abstract

Perkembangan kota terjadi ketika fasilitas yang tersebar di suatu wilayah menjadi pusat kegiatan baru. Hal ini seiring dengan pembangunan sistem jaringan transportasi terencana yang dapat memberikan manfaat terhadap pergerakan lancar dan menguntungkan bagi pertumbuhan ekonomi daerah karena ketersediaan jaringan transportasi yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan transportasi di perkotaan sebagai solusi dalam mengurangi kemacetan lalu lintas, mengurangi tingkat kerusakan jalan akibat beban berlebihan, biaya tinggi, dan waktu lama terbuang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan sumber data diperoleh dari sumber data primer dan sekunder, kemudian dianalisis berdasarkan teori yang akan digunakan dalam mengembangkan sarana transportasi baru sebagai solusi serta alternatif dalam mengatasi dan mengurangi kemacetan lalu lintas dengan menggunakan media sungai dan kanal sebagai alur penghubung ke tempat aktivitas. Metode ini bergantung pada bagaimana sungai dan kanal digunakan untuk pergerakan kendaraan, seberapa baik jaringan jalan melayani, di mana area tertentu digunakan sebagai simpul pelayanan, dan di mana ada kemacetan lalu lintas. Sebagaimana ditunjukkan oleh hasil penelitian, masalah yang paling mencolok adalah masalah transportasi di Kota Makassar, terutama tingkat kemacetan. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat mengintegrasikan sistem jaringan dan kegiatan masyarakat yang memudahkan pergerakan masyarakat sehingga mengurangi penggunaan kendaraan pribadi menuju pusat transit perkotaan untuk pergi ke tempat aktivitas. Sistem transportasi perkotaan ini menghubungkan beberapa area perumahan sehingga memudahkan sampai ke jalan-jalan utama untuk melanjutkan kegiatannya. Sungai dan kanal di Kota Makassar berpotensi untuk dibangun sebagai jalur transportasi penumpang dan barang dengan kapal kayu, fiber, atau speedboat, serta tongkang untuk mengangkut material.
Pengaruh Program Tol Laut Terhadap Ketersediaan Logistik di Wilayah Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan (T3P) di Indonesia Selasdini, Vidya
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 2 (2023): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v35i2.2287

Abstract

Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik untuk Angkutan Barang dari dan ke Daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan menjelaskan tol laut adalah pelaksanaan pelayanan angkutan barang di laut dari pelabuhan ke pelabuhan lainnya menggunakan mekanisme Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik Untuk Angkutan Barang. Realitas selama lima tahun menunjukkan bahwa program belum signifikan dalam mendistribusikan ketersedian logistik dan memangkas biaya logistik yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana pengaruh program tol laut dan seberapa besar pengaruhnya terhadap ketersediaan logistik di wilayah Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan (T3P) di Indonesia. Analisis dilakukan dengan pendekatan metode kuantitatif dengan penggunaan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, dan studi pustaka dengan populasi sebanyak 90 orang. Hasil akhir diperoleh ttabelsebesar 1,660 dan thitungsebesar 14,322 yang berarti terdapat pengaruh tol laut terhadap ketersediaan logistik di wilayah T3P.
Implementation of SORA Methodology Version 2.5 for Medical Delivery Using Quadrotor UAS in Remote Areas Hidayat, Rachmad; Jenie, Yazdi Ibrahim
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 2 (2023): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v35i2.2306

Abstract

The innovative quadrotor Unmanned Aircraft Systems (UAS) approach for delivery missions presents significant opportunities to address logistical distribution challenges (i.e. medical delivery) in remote areas. The efficiency of quadrotor UAS, which does not need additional infrastructure like runways, makes it increasingly applicable to remote regions. However, the potential implementation of UAS for medical delivery missions comes with considerable risks, such as collisions with manned aircraft or UAS crashes that could damage infrastructure and cause fatal injuries to human life. Therefore, in UAS operations, a method of operational risk assessment is needed to ensure safety, resilience, and operational success. The Joint Authorities for the Rulemaking of Unmanned Systems (JARUS) offers a risk assessment methodology named Specific Operational Risk Assessment (SORA) for UAS operations. The European Union Aviation Safety Agency (EASA) and the Indonesian Ministry of Transportation have recognised and approved this methodology as a risk assessment method for specific UAS categories. SORA provides a step-by-step framework in risk assessment to identify, evaluate, and determine necessary mitigation actions to achieve an acceptable means of compliance (MoC). EASA has announced using the latest version, SORA V2.5, planned for implementation in the fourth quarter of 2023. The Indonesian Ministry of Transportation also plans to adopt this latest version for UAS operations. Several updates and simplifications have been made to this version. Therefore, this paper presents the application of risk assessment using SORA V2.5 for medical delivery operations in remote areas using quadrotor UAS. The analysis in this paper covers each step of SORA V2.5, including risk identification and evaluation, as well as the implementation of mitigations in the conducted mission. The results indicate that SORA V2.5 can be implemented in this mission by taking appropriate mitigation actions to assure operational safety. There are also recommendations for optimising risk identification and it can complement the SORA methodology.
Development of Electronic Flight Bag Application for Small Turboprop Aircraft Weight and Balance Calculation Malik, Rahadian Maulana; Indriyanto, Toto
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 2 (2023): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v35i2.2307

Abstract

Nowadays, many airlines in modern aviation utilize an Electronic Flight Bag (EFB) during flight to replace traditional paper-based systems. Considering the importance of aircraft weight and balance calculation to flight operations, the flight mission of X-123 (a small turboprop aircraft) and the current EFB market, research on weight and balance application development of X-123 on EFB in Indonesia is conducted. The research aimed to develop the application according to Indonesian regulations and to examine the weight and balance characteristics of X-123 through several simulations in a programming language, Python. Furthermore, Staff Instruction 8900 - 3.3 is analyzed to identify the factors that should be considered in EFB development. The global architecture design and substantial features are, then, proposed as an initial EFB development. In the global architecture design, the utilization of a gateway becomes important as a connection between the EFB developer and the client, providing aircraft data changes flexibility to the client. Moreover, the calculation formula is completely discussed in the calculation modules as a substantial feature and implemented in the simulation. According to simulation results, the payload weight and payload distribution changes can affect significantly the CG location. It is recommended to weigh and assign the payload before flight to ensure flight operation safety. In addition, the proposal of the architecture design and substantial features can be used as a reference and further developed by the Indonesian aviation companies.
Development of Communication System for UAV Ground Control Station with ATC Based on Controller Pilot Data Link Communication Kristanto, Andri; Indriyanto, Toto
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 2 (2023): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v35i2.2308

Abstract

The technology of Unmanned Aerial Vehicles (UAVs), or drones, has rapidly evolved over the years, taking on various missions such as delivery, agriculture, mapping, surveillance, firefighting, and more. With the expanding functions of drones, the operational areas of UAVs also increase. However, there are restricted locations for UAV operations, one of which is an airport. Operating UAVs in controlled airspace requires permission from the government and local regulators. Moreover, a reliable communication system is crucial to support operations and prevent failures. This paper discussed the development of a communication system between UAV Ground Control pilots and Air Traffic Control (ATC) operators. The system utilizes strategic and tactical messages, developing the UAV communication system architecture based on the Controller Pilot Data Link Communication (CPDLC) standard operating procedures. This involved the design of the UAV Ground Control Station (GCS) communication system and the analysis of transmission power. The CPDLC system is a text-based communication system using the internet to send messages to ATC at an airport. The research methods included literature studies, collecting CPDLC messages based on documents (GOLD), developing the UAV communication system architecture, creating strategic communication standard operating procedures, designing the communication system interface on the GCS, and performing power calculations using link budget analysis. The research results indicate that the transmission power, calculated using the link budget at a distance of 100 km, is 17 dBm for payload communication and 15 dBm for telemetry communication, both meeting the minimum link margin standard of 15 dBm.
Kajian Penggunaan LiDAR dan Kamera untuk Identifikasi Volume Limbah Tempat Pembuangan Akhir Menggunakan UAV Suarmahajaya, I Made Satria; Dwianto, Yohanes Bimo; Sasongko, Rianto Adhy
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 2 (2023): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v35i2.2309

Abstract

Unmanned Aircraft Vehicle (UAV) merupakan teknologi dirgantara yang berkembang pesat pada berbagai bidang seperti pemetaan, kesehatan, pertanian, peternakan, hingga logistik. Berdasarkan European GNSS Agency 2022, sektor pemetaan menjadi pasar yang cukup besar di industri drone dengan perkiraan pasar sebesar €40 juta. Di masa lalu, pemetaan lahan dilakukan menggunakan metode topografi tradisional seperti menggunakan total stations yang efisien dalam mengukur tumpukan sederhana atau situs kecil. Namun, dalam kasus yang lebih kompleks seperti Tempat Pembuangan Akhir (TPA), diperlukan pengukuran banyak titik untuk merekonstruksi permukaan dan mengukur volume tumpukan. Seiring dengan perkembangan teknologi dirgantara terutama pada UAV yang dipadukan dengan teknologi LiDAR ataupun fotogrametri maka dapat menghasilkan pemetaan dengan akurasi data tinggi dan waktu yang cepat. Saat ini, PT Bali Drone Production berencana meneliti lebih lanjut terkait perbandingan volume limbah sampah dengan menggunakan UAV berteknologi LiDAR dan fotogrametri. Penelitian akan dilaksanakan pada tiga TPA yaitu TPA X (46,5 Ha), TPA Y (20,8 Ha), dan TPA Z (15,2 Ha). Penelitian dilakukan dengan membandingkan hitungan volume dari akuisisi data UAV LiDAR dan UAV fotogrametri terhadap tiga trajectory berbeda untuk setiap lokasi TPA. Hasil analisis perbandingan volume timbunan sampah dari data UAV LiDAR terhadap tiga trajectory berbeda menunjukkan hasil yang presisi di bawah 1% dibandingkan data UAV fotogrametri yang menunjukkan hasil perbedaan volume hingga 19.96%. Pemrosesan Digital Terrain Model (DTM) menggunakan data UAV LiDAR (19 menit 23 detik) menunjukkan hasil yang lebih cepat dibandingkan pemrosesan DTM UAV fotogrametri (8 jam 44 menit 55 detik).
Simulasi Sistem Peringatan Tabrakan dan Penghindaran Otomatis UAV di Area Terbatas Hanafi, Rovi; Sasongko, Rianto Adhy
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 2 (2023): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v35i2.2310

Abstract

Operasi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) di wilayah yang relatif terbatas menghadapi tantangan dalam penerbangan berupa adanya pembatasan fisik pada operasi UAV dan kemampuan manuver menghindar yang terbatas. Penggunaan UAV dalam wilayah seperti ini memerlukan perhatian khusus terhadap kemungkinan tabrakan yang dapat mengakibatkan kerugian material dan bahaya bagi penggunaan UAV bagi manusia dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi risiko-risiko tersebut dengan mengembangkan sistem peringatan tabrakan dan penghindaran otomatis untuk UAV yang beroperasi di wilayah yang relatif terbatas. Penelitian ini menekankan pada simulasi dan analisis sistem peringatan potensi tabrakan dan penghindaran otomatis yang mengambil pendekatan yang sesuai dengan skenario tabrakan yang mungkin terjadi pada operasional di wilayah terbatas. Penelitian ini juga membahas cara kerja algoritma yang digunakan dalam sistem peringatan tabrakan dan penghindaran otomatis. Hasil simulasi kemudian di evaluasi dengan memvariasikan parameter seperti ambang batas jarak penghindaran dan sudut menghindar. Dari hasil simulasi, terlihat bahwa ambang batas jarak penghindaran memainkan peran penting dalam kemampuan UAV untuk menghindari tabrakan. Hasil penelitian ini diharapkan akan memberikan wawasan yang penting dalam pengembangan sistem peringatan tabrakan dan penghindaran otomatis untuk UAV yang beroperasi di wilayah terbatas, dengan tujuan meningkatkan keamanan operasional UAV di masa depan. Upaya ini dapat membantu mengurangi potensi risiko tabrakan, dan meningkatkan efisiensi operasional UAV.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 37 No. 1 (2025): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 36 No. 2 (2024): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 36 No. 1 (2024): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 2 (2023): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 1 (2023): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 34 No. 2 (2022): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 34 No. 1 (2022): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 2 (2021): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 1 (2021): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 32 No. 2 (2020): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 32 No. 1 (2020): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 31 No. 2 (2019): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 31 No. 1 (2019): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 30 No. 2 (2018): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 30 No. 1 (2018): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 29 No. 2 (2017): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 29 No. 1 (2017): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 6 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 5 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 4 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 3 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 2 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 1 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 6 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 5 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 4 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 3 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 2 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 1 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 12 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 11 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 10 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 9 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 8 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 7 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 6 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 5 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 4 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 3 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 2 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 1 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 7 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 6 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 5 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 4 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 3 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 2 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 1 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 6 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 5 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 4 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 3 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 2 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 1 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 5 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 4 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 3 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 2 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 1 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 12 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 11 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 10 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 9 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 8 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 7 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 6 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 5 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 4 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 3 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 2 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 1 (2010): Warta Penelitian Perhubungan More Issue