cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Gizi
ISSN : 23027908     EISSN : 25804847     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini diterbitkan oleh Prorgam Studi Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu Keperawatan & Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Semarang. Sebagai sarana publikasi ilmiah hasil-hasil penelitian dan pemikiran tentang ilmu gizi
Arjuna Subject : -
Articles 178 Documents
Efektivitas Metode Demonstrasi dan Partisipatif Dalam Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang Pemberian Mp-ASI Tara Agustin; Agus Sartono; Purwanti Susantini; Sri Hapsari Suhartono Putri
Jurnal Gizi Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jg.15.1.2026.72-82

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi utama di kabupaten jepara, dengan persentase 18,2%, lebih besar dibanding target prevalensi stunting 14%. Diduga hal tersebut disebabkan oleh praktik pemberian MPASI yang tidak berkualitas berhubungan dengan pengetahuan gizi Ibu.  Tujuan dari penelitian untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap ibu tentang pemberian MPASI setelah mendapatkan penyuluhan dengan metode demonstrasi dan metode partisipatif. Penelitian eksperimen semu dengan desain pre-test post-test two group design dilakukan kepada masing-masing 30 ibu untuk setiap metode. Pengetahuan dan sikap ibu di ukur dengan metode angket menggunakan kuesioner. Uji beda yang digunakan adalah Paired Sample T Test dan Wilcoxon. Rata -rata pengetahuan ibu sebelum demonstrasi (67,67±12,98) dan partisipatif (77,50±11,503), setelah demonstrasi (81,17±7,621) dan partisipatif (89,50±6,479). Rata-rata sikap ibu sebelum demonstrasi (71,53±7,328) dan partisipatif (76,93±6,863). Setelah demonstrasi (80,20±6,110) dan partisipatif (84,40±5,763). Terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap sesudah demonstrasi (p 0,000) dan partisipatif (p 0,000). Tidak terdapat perbedaan antar kedua metode dalam peningkatan pengetahuan (p 0,507) dan sikap (p 0,085). Kedua metode memiliki efektivitas yang sama.
Efektivitas Edukasi Audiovisual Interaktif terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Remaja dalam Pencegahan Stunting Syafiq Maulana; Mohammad Dimas Dwihartono Syariat; Fatahillah Tsabit Fatoni; Febita Urva; Syaroifu Faizah Miftahul Janah; Aysha Nayla; Ufada Alidya Nadlifah; Nurlaili Susanti
Jurnal Gizi Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jg.15.1.2026.47-59

Abstract

Stunting continues to pose a substantial public health issue due to its long-term effects on physical growth and cognitive development. Adolescents are increasingly recognized as an important target group, given their future role as parents and the need to strengthen early health literacy to interrupt the intergenerational transmission of stunting. This study assessed the effectiveness of interactive audiovisual-based education in improving adolescents’ knowledge and attitudes toward stunting prevention. A pre-experimental study employing a one-group pre-test and post-test approach was conducted among 100 students at SMP Negeri 7 Malang, selected through simple random sampling. Data were obtained using validated questionnaires and analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. Following the intervention, mean knowledge scores increased from 74.4 ± 1.10 to 80.8 ± 1.08, while mean attitude scores improved from 19.1 ± 0.29 to 20.7 ± 0.26 (p = 0.001). The proportion of respondents with good knowledge rose from 17% to 36%, and those demonstrating positive attitudes increased from 53% to 70%. These findings suggest that interactive audiovisual education is associated with short-term improvements in adolescents’ knowledge and attitudes toward stunting prevention.Keyword: stunting, health education, audiovisual, adolescent
Analisis Protein, Kalsium dan Uji Organoleptik Biskuit Ikan Gabus (Channa striata) Sebagai Camilan Balita Stunting Risma Apiyalita; Ika Amalina Bonita; Liyana Ilmiyati; Novia Rahmah Maulani Sahab
Jurnal Gizi Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jg.15.1.2026.60-71

Abstract

Stunting was a condition of failed child growth resulting in body length or height being smaller the child growth standard, namely with a body length for age or height for age index z-score below -2 (SD). This is due to nutritional deficiencies, namely protein and calcium. It was known that one of the treatments for stunting so far is snacks that are rich in nutritional content. Snakehead fish biscuits are expected to increase nutritional value, especially protein and calcium. Protein and calcium consumed together can increase child growth. Research Method was experimental with two repetitions, Completely Randomized Design (CRD) method with three treatment levels 75 g, 90 g, 105 g. Protein testing, namely kjeldahl, calcium using Atomic Absorption Spectrophometry (AAS), while organoleptics using the hedonic test. The average value protein content in F1 (9.95 g/100 g), F2 (10.15 g/100 g) and F3 (10.60 g/100 g). The average value calcium in F1 (87.50 mg/100 g), F2 (147.0 mg/100 g) and F3 (133.0 mg/100 g). The results statistical data analysis of ANOVA test showed differences between protein (p=0.012) and calcium (p=0.001), but there no difference between samples in the organoleptic test (p>0.05). The level panelist preference for aroma and taste parameters in F1 well as color and texture in F3. The results study showed the highest average value protein content in F3 (10.60) and calcium in F2 (147.0). The best formulation in F3 with the addition 105 g snakehead fish. Snakehead fish snacks are rich in protein (SNI 2973:2011) and Minister of Health Regulation Number 51 (2016), suitable as snacks for stunted toddlers..Keyword          : biscuits snakehead fish, calcium, organoleptic, protein, stunting,
Hubungan Durasi Screen Time dengan Perilaku Makan pada Anak Usia 6–59 Bulan di Pekon Klaten, Kabupaten Pringsewu Eka Putri Rahmadhani; Ayu Tiara Fitri; Putri Damayanti; Wiwi Febriani; Ramadhana Komala
Jurnal Gizi Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jg.15.1.2026.1-10

Abstract

Anak-anak usia di bawah lima tahun merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang. Salah satu faktor yang kini banyak dikaitkan dengan perilaku makan anak adalah waktu paparan layar (screen time). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara waktu paparan layar dengan perilaku makan pada anak usia 6–59 bulan di Pekon Klaten, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Subjek penelitian adalah 101 ibu yang memiliki anak usia 6–59 bulan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Children Eating Behavior Questionnaire (CEBQ) dan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara waktu paparan layar dengan perilaku makan anak (r=0,097; p=0,343). Meskipun demikian, paparan layar yang tinggi berpotensi memengaruhi kebiasaan makan anak apabila tidak disertai pengawasan orang tua. Hasil ini menegaskan pentingnya pengaturan waktu penggunaan gawai serta pendampingan orang tua dalam membentuk perilaku makan sehat. Keyword: screen time, perilaku makan, anak usia dini, gawai, pola konsumsi
Karakteristik Kimia dan Susut Masak Ikan Gabus Berdasarkan Variasi Lama Pengukusan Ananta Yuniastika Putri; Addina Rizky Fitriyanti; Joko Teguh Isworo; Nurhidajah Nurhidajah
Jurnal Gizi Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jg.15.1.2026.83-93

Abstract

Ikan gabus (Channa striata) merupakan salah satu sumber protein hewani dengan kandungan gizi tinggi, tetapi tingkat konsumsi ikan di Indonesia masih tergolong rendah. Salah satu faktornya ialah aroma amis. Pemilihan metode pengolahan yang tepat menjadi faktor penting sekaligus dapat menjaga kualitas gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi lama pengukusan berpengaruh pada karakteristik kimia dan susut masak ikan gabus. Jenis penelitian ini true experimental desain rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, yaitu tanpa pengukusan, pengukusan selama 10 menit, 15 menit, dan 20 menit. Uji kadar protein menggunakan metode mikro kjedahl, kadar lemak menggunakan metode sokhlet, kadar air menggunakan metode termogravimetri dan susut masak diukur dengan menghitung persentase kehilangan berat ikan gabus setelah proses pengukusan. Hasil penelitian menunjukkan kadar protein mengalami variasi 19.11% sampai 43,96%, kadar lemak berada pada rentang 1.06% sampai 2.08%, kadar air menurun dari 80,40% menjadi 76,87%, sedangkan susut masak antara 16,68% hingga 22,79%. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa variasi lama pengukusan berpengaruh sangat signifikan terhadap karakteristik kimia dan susut masak ikan gabus.
Systematic Literature Review Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa oleifera) Sebagai Pangan Fungsional: Tren Penelitian 2018–2025 Tiyas Tono Taufiq; Demas Bayu Handika; Reny Guspratiwi; Agustina Agustina
Jurnal Gizi Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jg.15.1.2026.11-26

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu spesies tanaman yang paling banyak diteliti di bidang pangan fungsional karena profil nutrisinya yang luar biasa dan kaya senyawa bioaktif. Systematic literature review (SLR) ini bertujuan untuk menganalisis tren penelitian tentang pemanfaatan daun kelor sebagai bahan pangan fungsional selama periode 2018–2025. Dengan menerapkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020, pencarian literatur terstruktur dilakukan melalui Google Scholar menggunakan kombinasi kata kunci termasuk "daun kelor", "daun Moringa oleifera", "makanan fungsional", "kesehatan", "fortifikasi", dan "intervensi nutrisi”. Sebanyak 487 artikel awalnya diidentifikasi, di mana 35 studi empiris memenuhi kriteria inklusi. Temuan menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dalam penelitian pangan fungsional terkait daun kelor, dengan studi fortifikasi makanan mendominasi literatur. Beberapa penelitian menekankan bahwa penambahan bubuk daun kelor pada kadar di bawah 10% mengoptimalkan keseimbangan antara peningkatan nutrisi dan penerimaan sensorik. Temuan-temuan ini secara kolektif mendukung pandangan bahwa daun kelor merupakan bahan pangan fungsional yang serbaguna, berkelanjutan, dan berbasis bukti dengan potensi besar untuk mengatasi tantangan masalah gizi global dan penyakit kronis. Keyword: Moringa oleifera, makanan fungsional, fortifikasi, senyawa bioaktif, intervensi nutrisi
Pengaruh Pemberian Infusa Jahe Merah terhadap Jumlah Leukosit pada Tikus Wistar Jantan yang diinduksi Streptozotocin Miftahul Adnan; Ali Rosidi; Ria Purnawian Sulistiani; Rr. Annisa Ayuningtyas
Jurnal Gizi Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jg.15.1.2026.94-105

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronik yang prevalensinya meningkat setiap tahun. Diabetes Mellitus dapat menimbulkan terjadinya inflamasi ditandai dengan peningkatan jumlah leukosit. Jahe merah (Zingiber officinale var rubrum) merupakan tanaman herbal yang banyak dimanfaatkan sebagai pengobatan. Senyawa bioaktif jahe merah  memiliki manfaat sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian infusa jahe merah terhadap penurunan jumlah leukosit pada tikus galur wistar jantan yang diinduksi streptozotocin. Penelitian ini merupakan penelitian true experimental dengan rancangan pre and post test with randomized control group design. Sampel penelitian sebanyak 28 tikus galur wistar jantan  yang diinduksi streptozotocin dengan dosis 40mg/kgBB.  Sampel dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol (K), kelompok pemberian infusa jahe merah dosis 7,5% (P1), pemberian infusa jahe merah dosis 15% (P2) dan kelompok pemberian infusa jahe merah dosis 30% (P3). Analisis statistik wilcoxon menunjukkan tidak terdapat pengaruh pemberian infusa jahe merah terhadap penurunan jumlah leukosit pada tikus wistar yang diinduksi streptozotocin (p = 0,8190). Uji one way anova terdapat perbedaan masing-masing kelompok setelah diberi infusa jahe merah (p=0,036). Kesimpulannya tidak terdapat pengaruh pemberian infusa jahe merah terhadap jumlah leukosit pada tikus galur wistar jantan yang diinduksi streptozotozin.
Flood Exposure and Child Malnutrition in Low- and Middle-Income Countries: A Systematic Literature Review of Stunting, Wasting, and Underweight Among Children Under Five Oni Safriani
Jurnal Gizi Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jg.15.1.2026.27-46

Abstract

Flood disasters are recurrent hydrometeorological events that disproportionately affect vulnerable populations, particularly under-five children. Post-flood conditions disrupt food systems, sanitation infrastructure, household income, and access to health services, increasing the risk of child malnutrition. This study aims to systematically synthesize evidence on the impact of floods on the nutritional status of under-five children. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted using the Scopus database. From 1,495 identified articles, a multi-stage screening process (2021–2026 publications, research articles, final stage, accessible documents) resulted in 22 eligible studies for in-depth analysis. The findings reveal consistent associations between flood exposure and increased risks of stunting, wasting, and underweight. Stunting appears as the most persistent long-term consequence, especially among children under two years old, whereas wasting and underweight are more sensitive to short-term post-disaster shocks. The impacts are mediated by household food insecurity, infectious diseases, poor water and sanitation conditions, and socio-economic vulnerability. Floods therefore function not only as environmental shocks but also as structural determinants of child malnutrition, highlighting the need for integrated nutrition-sensitive disaster risk reduction strategies. Keyword : flood disaster; child malnutrition; stunting; wasting; underweight; food security