cover
Contact Name
Muhammad Ansarullah S. Tabbu
Contact Email
ijfag@lontara.com
Phone
-
Journal Mail Official
lontara.digitechidn@gmail.com
Editorial Address
Jl. Abdullah Dg. Sirua, Kompleks BTN CV. Dewi Blok B6 No. 12, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography
ISSN : 30266270     EISSN : 30256399     DOI : -
The journal publishes research articles on various matters related to fundamental and applied geography. Our scope of publications include physical geography, human geography, regional planning and development, cartography, remote sensing, geographic information systems and environmental sciences. The journal publishes articles on interdisciplinary content and cross-cutting dimensions related to Geography from various perspectives. Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography (IJFAG) welcomes high-quality original and well-written manuscripts on any of the following topics: Geography Education Social Geography Tourism Geography Political Geography Population Geography Soil Geography Environmental Science Hydrology and Oceanography Meteorology and Climatology Geomorphology Geology Biogeography Geographic Information Systems Remote Sensing Cartography Regional Planning and Development Climate Change
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2026)" : 12 Documents clear
POTENSI PERIKANAN TANGKAP MASYARAKAT NELAYAN DI KEPULAUAN DESA MATTIRO BAJI, KABUPATEN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN: ANALISIS TANTANGAN DAN PELUANG Alam, Zam Immawan; Sutrisno, Ahmad Budi; Hasrin, Sri Wahyuni; Razak, Fhirda; Nasrul, Nasrul
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/3aqq2d34

Abstract

Perikanan tangkap merupakan sektor penting bagi keberlanjutan ekonomi masyarakat kepulauan yang sangat bergantung pada sumber daya laut sebagai mata pencaharian utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi sumber daya perikanan, pola pemanfaatan hasil tangkapan, serta tantangan dan peluang pengembangan sektor perikanan tangkap masyarakat nelayan di Kepulauan Desa Mattiro Baji, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan nelayan serta pelaku pengolahan hasil perikanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan Desa Mattiro Baji memiliki ketersediaan ikan yang melimpah yang menjadi fondasi utama perekonomian masyarakat. Pola pemanfaatan dilakukan melalui penjualan ikan segar dan pengolahan ikan kering sebagai strategi nilai tambah. Namun, sektor perikanan menghadapi tantangan seperti keterbatasan teknologi, tidak adanya fasilitas penyimpanan dingin, cuaca ekstrem, serta biaya distribusi yang tinggi. Potensi besar perikanan belum termanfaatkan secara optimal sehingga diperlukan intervensi teknologi, dukungan pemerintah, dan penguatan kapasitas nelayan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan berbasis modernisasi alat, peningkatan akses pasar, serta penguatan kelembagaan untuk mencapai pengelolaan perikanan yang berkelanjutan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING BERBASIS TANDUR DALAM MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 1 MAMUJU UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Rezky, Ananda Nurfajriana; Syamsunardi; Abdul Malik; Hasriyanti; Maddatuang
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/bb444217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model pembelajaran Quantum Teaching berbasis TANDUR dalam meningkatkan hasil belajar Geografi siswa SMA Negeri 1 Mamuju. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek siswa kelas X.A pada materi Siklus Hidrologi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi aktivitas guru dan siswa, tes hasil belajar, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar yang signifikan dari prasiklus hingga siklus II. Rata-rata nilai siswa meningkat dari di bawah KKM (75) pada prasiklus menjadi 63,28 pada siklus I dengan ketuntasan 65,62%, dan meningkat kembali pada siklus II dengan nilai rata-rata 84,16 serta ketuntasan belajar 100%. Temuan ini menunjukkan bahwa model Quantum Teaching berbasis TANDUR efektif dalam meningkatkan hasil belajar, motivasi, dan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran Geografi
ANALISIS KESESUAIAN CURAH HUJAN TANAMAN PETAI DI KECAMATAN BULUKUMPA KABUPATEN BULUKUMBA SULAWESI SELATAN Fahrul Fakhrurrazy, Andi; Badwi, Nasiah; Arfan, Amal; Syamsunardi, S; Zhiddiq, Sulaiman
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/1yyqqs25

Abstract

Penelitian ini menganalisis distribusi curah hujan di Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, serta kesesuaiannya dengan kebutuhan tanaman petai (Parkia speciosa). Data curah hujan dari tiga stasiun (Bulo-Bulo, Borong Rappoa, dan BPP Ujung Loe) diolah menggunakan metode interpolasi spasial Inverse Distance Weighted (IDW) pada ArcGIS 10.8. Hasil menunjukkan curah hujan tahunan berkisar 2.893–4.771 mm dengan pola spasial tidak merata, namun relatif tinggi di bagian tengah dan barat laut wilayah. Meskipun melebihi kebutuhan ideal petai (1.000–1.500 mm/tahun), kondisi ini masih sesuai hingga sesuai bersyarat terutama pada lahan berdrainase baik. Distribusi bulanan bersifat bimodal dengan puncak Januari–Maret dan NovemberDesember, mendukung pertumbuhan jika didukung pengelolaan air dan konservasi tanah. Peta IDW memperlihatkan keterkaitan antara zona curah hujan dengan sebaran aktual tanaman petai, sejalan dengan pengalaman lokal masyarakat dalam memilih lokasi tanam. Temuan ini dapat dijadikan acuan perencanaan pertanian dan sumber belajar kontekstual dalam pembelajaran geografi di SMA.
ANALISIS RISIKO BANJIR DAN UPAYA MITIGASINYA DI KELURAHAN ANTANG, KECAMATAN MANGGALA, KOTA MAKASSAR Harjono, Magfirani; Fadillah, A.Nurzahra
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/gbv15h82

Abstract

  Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor antropogenik yang memperparah risiko banjir serta mengevaluasi efektivitas sistem drainase dan kebijakan mitigasi di Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Metode yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif yang menekankan pada pemahaman mendalam terhadap fenomena sosial, perilaku, dan pengalaman manusia. Adapun jenis pendekatannya adalah pendekatan deskriptif yang berusaha menggambarkan semua objek penelitian atau situasi objek penelitian, menganalisis dan mencoba memberikan solusi untuk masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih fungsi lahan, pendangkalan saluran, dan perilaku masyarakat dalam membuang sampah menjadi faktor utama penyebab banjir. Drainase dan sumur resapan belum efektif karena kapasitas terbatas dan kondisi topografi rendah. Meskipun demikian, kesadaran masyarakat mulai meningkat melalui kegiatan gotong royong. Penelitian ini menekankan perlunya kombinasi upaya struktural dan non-struktural dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat.   This study aims to analyze anthropogenic factors that exacerbate flood risk andevaluate the effectiveness of drainage systems and mitigation policies in Antang Village, Manggala District, Makassar City. The method used is a qualitative research type that emphasizes an in-depth understanding of social phenomena, behavior, and human experiences. The type of approach is a descriptive approach that attempts to describe all research objects or situations of research objects, analyze and try to provide solutions to the problems. The results of the study indicate that land conversion, channel silting, and community behavior in disposing of waste are the main factors causing flooding. Drainage and infiltration wells are not yet effective due to limited capacity and low topography. However, public awareness is starting to increase through mutual cooperation activities. This study emphasizes the need for a combination of structural and non-structural efforts with government support and active community participation.  
Analisis Pengelolaan Objek Wisata Birtaria Kassi Dan Dampaknya Terhadap Peningkatan Kunjungan Wisatawan Di Kelurahan Tonro Kassi Barat, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto. Alkhairi, Adnan; Hasriyanti, Hasriyanti; Abdul Mannan, Abdul Mannan
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/afgfq091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) strategi pengelolaan Objek Wisata Birtaria Kassi (2) dampak pengelolaan terhadap peningkatan jumlah pengunjung di Kelurahan Tonro Kassi Barat, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Sampel penelitian berjumlah 98 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Variabel yang dikaji meliputi pelayanan, promosi, sarana dan prasarana, serta dampak pengelolaan terhadap jumlah kunjungan dan keuntungan objek wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan berada pada kategori cukup baik namun belum optimal. Hal ini terlihat dari tiga indikator utama, yaitu: Indikator promosi berada pada kategori tinggi sehingga mampu menarik minat wisatawan. Pelayanan berada pada kategori sedang, yang berarti sudah berjalan dengan baik namun masih memerlukan peningkatan kualitas, terutama dalam kebersihan dan respons petugas. Sementara itu, sarana dan prasarana berada pada kategori rendah dan menjadi kelemahan utama dalam pengelolaan. Dampak pengelolaan menunjukkan peningkatan jumlah pengunjung sebesar 18% serta peningkatan keuntungan sebesar 18%. Dengan demikian, pengelolaan objek wisata yang dilakukan masyarakat memberikan dampak positif tetapi masih membutuhkan pengembangan terutama pada sarana prasarana dan kualitas pelayanan agar objek wisata dapat berkembang optimal dan berkelanjutan.
Socio-economic Phenomenological Study: Analysis of the Causing Factors of Poverty in Fishermen's Families in Gentung Village, Pangkep Regency Sahrul, Sahrul; Nasrul, Nasrul; Qaiyimah, Dinil; Nasir, Nasir; Nurniah, Nurniah
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/qgxnr173

Abstract

Coastal areas often present a welfare paradox, where abundant marine resource potential is not always directly proportional to the level of welfare of fishing communities, so that poverty remains a structural and multidimensional issue. This study aims to analyze the meaning of poverty in the lived experiences of fishing families and identify the social and economic factors that shape their vulnerability. The study used qualitative methods with a phenomenological approach to explore the awareness, perceptions, and survival strategies of fishing families in the face of economic uncertainty. The study was conducted in Gentung Village, Pangkajene and Kepulauan Regency, with data collection techniques using in-depth interviews, observation, and documentation. The results show that fishermen's poverty is influenced by low levels of education, strong patron-client relationships, and cultural constructs that interpret risk as part of destiny, which indirectly limit social mobility and economic innovation. Economically, income fluctuations due to seasonal dependence, limited access to formal financial institutions, and high-interest informal lending practices reinforce the cycle of debt and household vulnerability. This study recommends strengthening educational and financial literacy, developing more inclusive community-based economic institutions, and contextual and participatory business diversification strategies to encourage social transformation and improve fishermen's welfare sustainably.
Identifikasi Kawasan Rentan Terhadap Abrasi di Wilayah Pesisir Kabupaten Takalar Ade Erika Putri; Hasriyanti; Abdul Malik; Abdul Mannan; Dinil Qaiyimah
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/p65q8166

Abstract

Abrasi pantai merupakan permasalahan penting di wilayah pesisir yang dapat mengancam ekosistem, infrastruktur, dan aktivitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kerentanan abrasi di pesisir Kabupaten Takalar menggunakan metode Coastal Vulnerability Index (CVI) dengan enam parameter utama, yaitu perubahan garis pantai, geomorfologi, kemiringan pantai, tinggi gelombang, pasang surut, dan kenaikan muka air laut. Data diperoleh dari citra Landsat 8, DEMNAS, ECMWF, CMEMS, dan BIG, kemudian dianalisis secara spasial menggunakan ArcGIS 10.8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah pesisir Takalar memiliki tingkat kerentanan tinggi hingga sangat tinggi. Kecamatan Mangarabombang menjadi wilayah paling rentan dengan laju abrasi –39,36 m/tahun, diikuti Galesong Selatan (–18,78 m/tahun) dan Galesong (–14,84 m/tahun). Kerentanan abrasi dipengaruhi oleh kemiringan pantai yang landai, substrat pantai yang lemah, energi gelombang tinggi, serta minimnya vegetasi pelindung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode CVI efektif untuk mengidentifikasi wilayah pesisir yang rentan terhadap abrasi dan dapat menjadi dasar dalam perencanaan pengelolaan pesisir yang berkelanjutan.
Faktor Penyebab Pemuda Putus Sekolah Pada Masyarakat Petani Rumput Laut di Desa Bontosunggu, Kecamatan Tamalate, Kabupaten Jeneponto Sri Adriani Zainuddin; Muhamad Rizal; Syamsunardi
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/mqkz3e37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) karakteristik pemuda putus sekolah, 2) faktor penyebab pemuda putus sekolah, dan 3) upaya penanggulangan pemuda putus sekolah di Desa Bontosunggu, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto. Adapun jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yakni reduksi data (data reduction), penyajian data (display data) dan kesimpulan (conclution). Adapun hasil penelitian dari Faktor Penyebab Pemuda Putus Sekolah pada Masyarakat Petani Rumput Laut di Desa Bontosunggu ini ialah 1) karakteristik pemuda putus sekolah terdiri dari segi umur, gender, jumlah saudara kandung dan tingkat pendidikan formal. 2) faktor penyebab pemuda putus sekolah terdiri dari faktor internal (motivasi, minat belajar dan intelegensi) dan faktor eksternal (sekolah, ekonomi, lingkungan tempat tinggal dan pendidikan orang tua). 3) upaya penanggulangan pemuda putus sekolah terdiri dari upaya preventif berupa mengubah pola pikir masyarakat melalui sosialisasi, meningkatkan jumlah sarana dan prasarana pendidikan formal serta pemerataan akses jalan dan upaya represif berupa memfasilitasi sarana dan prasana pendidikan non formal.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM-BASED LEARNING BERBANTUAN DIGITAL MIND MAPPING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS XI PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMAN 12 MAKASSAR Imanuela; Rosmini Maru; Maddatuang; Amal Arfan; Hasriyanti
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/hqt9kg91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran problem- based learning berbantuan digital mind mapping terhadap kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran geografi di SMAN 12 Makassar. Merupakan penelitian eksperimen, nonequivalent control group design yang melibatkan kelas eksperimen, yaitu kelas XI.10 dan kelas kontrol, yaitu kelas XI.9. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes soal pilihan ganda berupa pre-test dan post-test serta angket berupa kemandirian belajar awal dan kemandirian belajar akhir. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistik. Melalui analisis uji independent sample T-test dan MANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dengan nilai rata-rata signifikansi < 0.005. Dengan demikian, model pembelajaran problem-based learning efektiv terhadap kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran geografi di SMAN 12 Makassar.
Persepsi Masyarakat Terhadap Degradasi Nilai-nilai Budaya Tarian Dero Dikecamatan Pamona Selatan Kabupaten Poso Putri Damayanti; Erman Syarif; Ramli Umar; Hasriyanti; Maddatuang
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/xwm0dz89

Abstract

Degradasi budaya merujuk pada kemerosotan nilai-nilai, norma, tradisi, dan praktik budaya dalam suatu masyarakat. Persepsi masyarakat sangat penting dalam upaya pelesatarian budaya lokal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui:1) Persepsi masyarakat terhadap degradasi nilai-nilai budaya tarian Dero di Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso. 2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya degradasi nilai- nilai budaya tarian. 3) Untuk mengetahui dampak dari degradasi budaya tarian Dero terhadap identitas budaya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisi data dengan reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Informan penelitian ini yaitu Tokoh Adat, Masyarakat, dan Pemerintah setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa degradasi nilai-nilai budaya pada tarian dero itu menghasilkan persepsi negatif di kalangan masyarakat. Faktor yang menyebabkan adalah modernisasi, kurangnya partisipasi masyarakat, berkurangnya komunitas dero dan kurangnnya perhatian dari pemerintah  setempat. Dampak yang ditimbulkan yaitu munculnya perilaku menyimpang. Hilangnya keaslian budaya juga menjadi dampak dari degradasi nilai budaya ini terlihat dari perubahan makna nilai, perubahan gerakan serta musik yang dipakai. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk pelestarian agar budaya lokal tetap dipertahankan dengan nilai yang terkandung didalamnya.

Page 1 of 2 | Total Record : 12